J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Volume 07 | Nomor 02 | Desember 2023 p-ISSN: 2549-4872 iC e-ISSN: 2654-4970 Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten Soleh1. Budiman2. Samudi3 Universitas La Tansa Mashiro Lebak Indonesia iC kangenceh@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam La Tansa Mashiro Lebak Indonesia Abstrak Etika bisnis Islam merupakan penerapan prinsip-prinsip nilai Islam dari AlQur'an dan Hadits dalam kegiatan bisnis atau komersial. Etika bisnis Islam merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan proses bisnis atau kegiatan komersial berdasarkan hukum Islam, agar bisnis atau kegiatan komersial tersebut dapat sukses di dunia dengan ridho Allah. Saat ini etika bisnis Islam banyak diterapkan diberbagai perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, salah satunya adalah perusahaan perhotelan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis penerapan etika bisnis Islam pada sektor perhotelan Banten. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologi, sedangkan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini telah menghasilkan penemuan-penemuan khusus sebagai berikut: Nilai-nilai etika bisnis Islam yang dapat diterapkan dalam pengelolaan bisnis, termasuk pengelolaan hotel, antara lain: nilai tauhid, nilai keadilan, nilai kehendak bebas, nilai tanggung jawab dan nilai ihsan. Sedangkan nilai-nilai etika bisnis Islami yang telah diterapkan selama pengelolaan hotel Wijaya Kusuma Rangkasbitung Lebak Banten antara lain: tersedianya sarana dan prasarana sholat yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas, label sertifikasi halal pada kemasan setiap produk makanan dan minuman yang disediakan hotel, pemberian biaya sewa kepada pengunjung berdasarkan fasilitas, pemilihan tamu atau pengunjung hotel, mendistribusikan materi promosi dengan tulisan atau gambar tidak melanggar norma dan etika, mengumandangkan adzan melalui pengeras suara untuk mengingatkan waktu salat, memperhatikan dan menyikapi keluh kesah tamu terhadap hotel, serta selalu menyapa tamu hotel dan staf hotel lainnya sangat sopan dan ramah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah etika bisnis Islam telah diterapkan pada perusahaan perhotelan di wilayah Banten. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam. Implementasi Etika Bisnis. Bisnis Perhotelan J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Islamic Business Ethics: Implementation In The Hospitality Business In Banten Abstract Islamic business ethics is the application of the principles of Islamic values from the Qoran and Hadith in business or commercial activities. Islamic business ethics is a very important factor in carrying out business processes or commercial activities based on Islamic law, so that the business or commercial activity can be successful in the world with the blessing of Allah. Currently. Islamic business ethics are widely applied in various companies in carrying out their operations, one of which is hotel companies. The aim of this research is to examine and analyze the application of Islamic business ethics in the Banten hotel sector. The research method uses qualitative phenomenology, while data collection uses observation and interviews. This research has produced the following specific findings: The values of Islamic business ethics that can be applied in business management, including hotel management, include: the value of monotheism, the value of justice, the value of free will, the value of responsibility and the value of Meanwhile, the values of Islamic business ethics that have been implemented during the management of the Wijaya Kusuma Rangkasbitung Lebak Banten hotel include: the availability of prayer facilities and infrastructure equipped with several facilities, halal certification labels on the packaging of every food and beverage product provided by the hotel, providing rental fees to visitors based on facilities, selecting guests or hotel visitors, distributing promotional materials with writing or pictures that do not violate norms and ethics, calling the call to prayer through loudspeakers to remind you of prayer times, paying attention to and responding to guests' complaints about the hotel, and always greeting hotel guests and hotel staff others are very polite and friendly. The conclusion of this research is that Islamic business ethics have been applied to hotel companies in the Banten area. Keywords: Islamic Business Ethics. Implementation of Business Ethics. Hospitality Business PENDAHULUAN Kemajuan dan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memungkinkan individu dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai tujuan, termasuk tujuan yang terkait dengan pekerjaan, bisnis, atau perjalanan. Dengan masyarakat yang semakin sering berpindah tempat, kebutuhan akan akomodasi sebagai tempat beristirahat menjadi semakin penting, dan salah satu bentuk akomodasi ini adalah hotel. Oleh karena itu, dengan tingginya permintaan terhadap hotel-hotel ini, industri perhotelan akan terus tumbuh dan berkembang untuk mendukung industri pariwisata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, khususnya di Banten. Peningkatan dan perkembangan aktivitas hotel saat ini tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata saja, namun sudah menjadi kebutuhan bagi warga kota untuk mengakses akomodasi yang dekat dengan aktivitas perkantoran (Mansyurah, 2019, dan Printianto et al. Selain itu juga didukung oleh 146 iC Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Situasi ini membuat bisnis hotel semakin baik. Begitu pula dengan semakin meningkatnya fungsi hotel tidak hanya sebagai akomodasi tetapi juga beberapa hotel yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, hal ini berdampak pada munculnya waralaba hotel dan menarik perhatian investor besar untuk berinvestasi di industri perhotelan. Salah satu upaya untuk menarik wisatawan atau tamu hotel, banyak hotel yang menawarkan aturan dan insentif yang khusus dan berbeda, salah satunya dengan menerapkan etika bisnis Islam atau yang diberi label hukum Syariah (Ahmad, 2. Hotel yang baik adalah hotel yang mampu menghasilkan keuntungan dengan Kepuasan tamu dapat dipenuhi dengan pelayanan dalam bisnis hotel itu sendiri. Sedangkan menurut Firjatullah et al. mengabaikan nilai-nilai etika bisnis Islam dan dibiarkan oleh pemerintah atau masyarakat, maka cepat atau lambat situasi ini dapat menimbulkan Muslim dunia akan stagnan, atau bahkan terpuruk secara perlahan, bahkan menimbulkan bencana yang mengerikan bagi seluruh masyarakat. Menurut Ghufron . , di Indonesia termasuk Banten terdapat tren positif dalam pengelolaan hotel, termasuk munculnya label hotel syariah. Menurutnya, hotel syariah ini ditujukan untuk masyarakat kelas menengah yang mampu memberikan ketenangan pikiran kepada para tamunya dalam beribadah yang nyaman dan tenteram, serta makanannya terjamin sesuai Islam. Perbedaan hotel yang dikelola secara Islami dengan hotel konvensional di antaranya terletak pada makanan dan minuman sudah jelas bahwasannya di dalam hotel syariah tidak menyediakan minuman yang makanannya juga sesuai dengan ketentuan kaidah Islam atau sudah mempunyai sertifikasi halal (Pratiwi. Etika bisnis Islam merupakan standar etika berdasarkan al-Qur'an dan Hadits yang patut dijadikan acuan bagi siapa pun yang terlibat dalam kegiatan Dengan kata lain, etika bisnis yang berlandaskan kitab suci dan sunnah Nabi Muhammad SAW, seperti halnya etika bisnis modern, tidak cukup hanya dipandang sebagian saja, melainkan juga harus diperhatikan secara fungsional . secara Artinya etika bisnis Islam harus akademis yang dapat menciptakan suatu cabang ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi pedoman bagi para pebisnis dalam menjalankan aktivitasnya seharihari (Djakfar, 2. Etika bisnis Islami merupakan nilai-nilai Islam yang memberikan landasan berdasarkan AlQuran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW menjalankan aktivitas bisnis secara Islami. Soleh. Budiman. SamudiiC 147 J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Etika bisnis dalam perspektif Islam adalah penerapan prinsip-prinsip ajaran Islam dari al-Quran dan Hadits dalam dunia bisnis. Pedoman bisnis Al-Quran dapat ditemukan dalam prinsip-prinsip umum yang mengandung nilai-nilai menyesuaikan dengan perkembangan zaman (Mustamin & Jasri, 2. , dengan memperhatikan ruang dan Islam memandang berusaha atau bekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam, dan nilainilai akhlak yang luhur wajib dimunculkan dalam setiap aktivitas Pada dasarnya Islam tidak memisahkan ekonomi dari moralitas (Jasri et al. , 2. Sebagaimana sains tidak pernah bisa dipisahkan dari moralitas, politik dari moralitas, dan perang dari moralitas. Islam merupakan risalah yang diturunkan Allah melalui Rasul untuk memperbaiki akhlak manusia (Chalim, 2. Keharusan berakhlak mulia dan melarang perilaku tercela adalah agar manusia sebagai individu maupun masyarakat dapat mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat (Kadir, 2. Hakikat utama etika dalam Islam meliputi: hakikat baik dan jahat, hubungannya dengan Tuhan dan tanggung jawab manusia serta keadilan Tuhan dan realitas keadilan-Nya di akhirat (Desiana & Afrianty, 2017. Basyariah et al. , 2. Sedangkan hotel adalah adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada dengan menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya, berfungsi sebagai tempat sementara dan disediakan bagi umum, dikelola secara komersial dengan memperhitungkan untung atau ruginya, serta bertujuan untuk mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai tolak ukurnya (Sudarso, 2. Hotel syariah merupakan jenis akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi seseorang atau sekelompok orang, menyediakan pelayanan penginapan, makanan dan minuman, serta lain sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan teknologi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (Fadhli, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis penerapan etika bisnis Islam pada sektor perhotelan di Banten. Berharap hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan manfaat bagi manajemen hotel di wilayah Banten secara lebih METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Penelitian kualitatif menghasilkan temuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau metode kuantitatif lainnya. Pendekatan fenomenologi menggali, fenomena sosial serta memperkaya teori-teori yang sudah ada. Paradigma penelitian fenomenologi ini merupakan 148 iC Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 mengungkapkan makna umum dari konsep atau fenomena yang menjadi pengalaman hidup sekelompok individu. (Murdiyanto, 2. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara. Hotel Wijayakusuma Rangkasbitung Lebak Banten sebagai sampel dan unit analisis. Sampel dipilih melalui purposive sampling, dengan pertimbangan khusus. Penelitian ini menggunakan triangulasi teori, yakni menganalisis data dengan berbagai teori yang berbeda, termasuk teori yang kontradiktif, untuk memeriksa satu set data yang sama (Rosyada et al. , 2. Selain itu, triangulasi teori melibatkan penggunaan teori yang relevan untuk mencegah bias individual (Kaharuddin, pemahaman peneliti terhadap hasil analisis data yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep bisnis hotel syariah telah berkembang pesat di Timur Tengah, didorong oleh meningkatnya dana dari mereka yang berkomitmen pada prinsip syariah dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Mena. Meskipun demikian, sebagian besar hotel di Arab Saudi telah mematuhi prinsip syariah sejak lama. Berkaitan dengan ini, bisnis hotel syariah di berbagai belahan dunia juga sudah mulai berkembeng. Termasuk di Indoensia. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini aktualisasi nilainilai etika bisnis Islam yang telah diterapkan pada departemen operasional perhotelan secara garis besar dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1: Penerapan Etika Bisnis Islam (EBI) dalam Bisnis Perhotelan No. Prinsip EBI Bentuk Realisasi 1 Nilai-Nilai Diwujudkan melalui tersedianya fasilitas dan sarana Tauhid prasarana ibadah 2 Nilai-Nilai Adil Nilai-nilai keadilan dapat diwujudkan dalam banyak hal seperti gaji karyawan, harga sewa perkamar berdasarkan kualifikasinya, dan sebagainya 3 Kebebasan Kebesan diwujudkan dengan boleh mengelola hotel sesuai kehendak selama tidak melanggar syariAoat, termasuk memastikan bahwa setiap pasangan pengunjung yang akan menginap adalah pasangan yang halal . uami istr. 4 Tanggung Diwujudkan dalam 2 hal yaitu tanggungjwab kepada Jawab Allah dan Tanggungjawab kepada manusia. Tanggungjawab kepada Allah termasuk dalam upaya mengingatkan kepada setiap pengunjung terkait waktuwaktu ibada, misalnya dengan adzan yang dapat Soleh. Budiman. SamudiiC 149 J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Ihsan didengar oleh setiap konsumen. Sedangkan tanggungjawab kepada manusia diwujudkan dalam bentuk kesiagaan dan ketanggapan dalam setiap keluhan konsumen Nilai ihsan, sebagai salah satu aspek etika bisnis Islam, dapat tercermin dalam sektor pengelolaan hotel melalui pelayanan yang diberikan dengan menunjukkan sikap keramah tamahan baik terhadap pengunjung, konsumen, ataupun terhadap sesama karyawa Berdasarkan tabel di atas, maka secara detail penerapa etika bisnis Islam dalam bisnis perhotelah berdasarkan hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai-Nilai Tauhid Nilai-nilai etika bisnis Islam dalam implementasinya di bidang pengelolaan hotel diwujudkan melalui tersedianya fasilitas dan sarana salat, khususnya fasilitas salat lima waktu. Sarana dan prasarana ibadah (Maghfirah, 2. antara lain: Mushola yang dilengkapi dengan tempat wudhu, kamar mandi, sajadah, sajadah, mukena, al-QurAoan dan buku-buku yang berhubungan dengan sastra Islam. Begitu pula dengan perlengkapan sholat berupa sajadah yang disediakan di setiap kamar hotel. Bahkan, untuk menjaga perdamaian dan pentingnya shalat, musala pria dan wanita dipisah. Demikian pula untuk menjaga visibilitas aurat perempuan dan lain-lain, terdapat fasilitas terpisah antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan kondisi di atas, ditinjau dari konsep etika bisnis Islam, dapat dijelaskan bahwa konsep tauhid merupakan dimensi vertikal atau hubungan langsung dengan Allah, dan sumber utama etika Islam adalah keyakinan penuh akan kebebasan Tuhan. Dalam ajaran Islam terdapat integrasi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk politik, ekonomi, sosial dan agama, dengan tetap mengedepankan (Setiawan et al. , 2. Korelasi vertikal ini merupakan wujud kepasrahan manusia secara utuh dan tanpa syarat kepada Allah SWT, penyerahan hawa nafsu, harapan, ambisi dan segala perbuatannya kepada perintah-Nya. Dengan demikian, jika kita mencermati kondisi dan keadaan pengelolaan hotel seperti yang telah dijelaskan di atas, maka dapat ditegaskan bahwa konsep tauhid sudah menjadi norma bagi dunia usaha dengan prinsip bahwa segala hak milik adalah milik Allah dan manusia sebagai penguasa wajib beribadah pada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-Jasiyah/45: 18: a e a a caa aAE a EO a eO a I aI eE a eI ac eNA AI EIA a s a a a e a a e ca e a ca a AaOE a e N aO a E aOI E aOE aI eOIA 150 iC Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Terjemahnya: AuKemudian. Kami jadikan engkau (Nabi Muhamma. mengikuti syariat dari urusan . Maka, ikutilah ia . yariat it. dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang Ay (Al-QurAoan Kemenag Online, 2. Oleh karena itu, segala upaya mencari sumber kehidupan harus sesuai dengan hukum Allah. Begitu pula pembelanjaan sebagai investasi harus sesuai dengan hukum syariah Allah (Mansyurah, 2. Inilah implikasi konsep tauhid dalam dunia bisnis, termasuk bidang perhotelan. Dengan beriman kepada Allah dengan melakukan berbagai aktivitas di dunia ini, termasuk silaturahmi, maka manusia akan lebih memperhatikan perilakunya terhadap Allah, terhadap sesamanya, dan terhadap alam semesta yang diciptakan Allah. Adapun Allah, manusia tidak akan meninggalkan perintah-Nya. Allah adalah Pencipta setiap makhluk hidup dan setiap makhluk hanya berserah diri kepadaNya. Pada saat itu, orang tidak akan merugikan orang lain, dan perilaku buruk serta etika bisnis seorang Nilai-Nilai Adil Dalam agama Islam, sangat dengan keadilan dalam bisnis, sambil menghindari segala bentuk penipuan atau perlakuan tidak adil yang dapat merugikan pihak lain demi keuntungan pribadi (Zulfa & Melina, 2. Sehubungan dengan hal tersebut, nilainilai etika bisnis Islam yang diterapkan dalam bidang pengelolaan hotel diwujudkan melalui pencetakan label sertifikasi Halal pada kemasan setiap produk makanan dan minuman yang dihasilkan yang disediakan oleh pihak Hotel juga menerapkan prinsipprinsip keadilan dalam menetapkan harga sewa kamar dan fasilitas tertentu. Mereka menentukan tarif sewa yang berbeda untuk tamu berdasarkan ukuran kamar yang mereka pilih. Sebagai hasilnya, semakin besar kamar yang disewa, semakin tinggi harga sewanya. Selain itu, hotel juga menentukan biaya sewa berdasarkan fasilitas yang disediakan kepada pengunjung, seperti tempat tidur. TV, wifi, perlengkapan mandi, dan sebagainya. Prinsip-prinsip diterapkan oleh hotel dalam sistem penggajian untuk para pengelola dan Penggajian disesuaikan dengan jabatan dan tugas yang sesuai, serta kemampuan yang telah dinilai dan ditentukan oleh manajemen hotel selama proses rekrutmen karyawan. Berdasarkan kondisi di atas, ditinjau dari konsep etika bisnis Islam dapat dijelaskan bahwa konsep nilai wajar pada hotel bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan di hotel sesuai dengan konsep nilai wajar pada hotel urusan moralitas. Dalam perspektif Islam, hak alam semesta dan hak Allah dan Rasul-Nya Soleh. Budiman. SamudiiC 151 J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Semua hak tersebut harus ditempatkan sesuai dengan ketentuan hukum syariah. Kegagalan untuk menghormati hak-hak ini dapat merugikan seseorang (A. Mahmud. Hal ini dijelaskan dalam QS. Annahl/16: 90: ae a e e a e a e a a a a Aac NA a A aI cEE OI aE aE OE aA a AI Oa OA a e e a e ae a e ae AaO EC eO aO aOINO aI EA a aOE aIIE aA a e a ca a a e a ca a a e a a a e a e a AOEO O aEI eI EOIA Terjemahnya: AuSesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan Dia . melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan Dia pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingatAy (Al-QurAoan Kemenag Online, 2. Kebebasan Nilai kebebasan yang merupakan salah satu nilai etika bisnis Islam (Ghufron, 2. , bila diterapkan dalam bidang pengelolaan hotel, diwujudkan dalam bentuk kebebasan sesuai dengan etika bisnis Islam, termasuk dalam pemilihan pelanggan atau pengunjung Ada aturan seleksi untuk menentukan apakah pengunjung atau tamu tersebut merupakan pasangan suami istri, keluarga, atau pasangan belum menikah. Hal ini untuk memastikan wisatawan atau tamu hotel tidak menimbulkan masalah, baik terkait pelanggaran ajaran agama bermasyarakat secara umum. Begitu pula dengan kebebasan mempromosikan jasa akomodasi hotel, berbagai strategi telah bebas diterapkan oleh hotel dengan tetap mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Misalnya. materi promosi yang teks dan gambarnya tidak melanggar standar dan etika melalui internet dan media lainnya. Keadaan yang dilakukan hotel di atas dalam sudut pandang etika bisnis Islam adalah pasar yang dikelola secara Islami akan mampu menjaga dan menjamin bebas keluar masuknya suatu produk di pasar dengan baik. Oleh karena itu, kebebasan Islam merupakan bagian yang sangat penting dari nilai etika bisnis Islam, sepanjang kebebasan tersebut tidak merugikan kepentingan Oleh karena itu, konsep etika bisnis Islam memahami bahwa lembaga ekonomi seperti pasar dapat berperan positif dalam kehidupan perekonomian. Hal ini berlaku apabila prinsip persaingan bebas dalam Islam dapat diterapkan secara efektif, dimana pasar tidak dipengaruhi atau diintervensi oleh pihak manapun yang dapat merugikan kepentingan bersama atau kolektif. Manusia berkehendak untuk memberi petunjuk dan membimbing hidupnya sendiri sebagai khalifah di bumi. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah/2: 30: 152 iC Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 a e a ca U a a AaOa e aC aEA AE aAOA AOA AIA AaiEA AOA AEA AIA AEA AEA AEA aa a a a eaa a a U a a ae AE e a aE eOA CE eOee E aA eO aN aI eIA a a a e a e ca a a ea AE aI aoa aOI aI I a aA a AOA a aAON OO e aAEA ae a a a a a aa a Aa eI aE aOIC a a EE CE a aI eOee E aI aI EA a a ea AE aI eOIA Terjemahnya: Au(Ingatla. Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. AuAku hendak menjadikan khalifah di bumi. Ay Mereka berkata. AuApakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami memuji-Mu nama-Mu?Ay Dia berfirman. AuSesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu Ay (Al-QurAoan Kemenag Online, 2. Dalam Al-QurAoan, kata khalfah AopenggantiAo. AopemimpinAo. AopenguasaAo. Aopengelola alam semestaAo. Berdasarkan prinsip kehendak bebas ini, masyarakat mempunyai kebebasan untuk membuat perjanjian, termasuk menepati janji atau Tentu saja seorang muslim yang beriman kepada kehendak Allah akan menepati setiap janji yang diucapkan-Nya. Tanggung Jawab Nilai tanggung jawab yang merupakan salah satu nilai etika bisnis Islam, bila diterapkan dalam bidang pengelolaan hotel, diwujudkan dalam bentuk pelayanan hotel (Maulidya et al. , antara lain: Apabila tiba waktu shalat, akan ada adzan di dalamnya, bentuk adzan melalui pengeras suara sebagai pengingat waktu shalat. Pihak hotel kemudian mempunyai bentuk tanggung jawab lain, yaitu setiap kali ada keluhan wisatawan atau tamu hotel mengenai pelayanan hotel yang dirasa kurang memuaskan atau kurang, pihak hotel/Manajemen hotel akan segera menanggapi keluhan tamu atau pelanggan tersebut, dan memberikan Agar pihak hotel dapat memberikan fasilitas yang dibutuhkan tamu di kemudian hari. Beberapa upaya pengelolaan hotel tersebut di atas bertujuan untuk menciptakan dan memberikan rasa aman dan nyaman serta pelayanan yang baik kepada tamu. Bahkan, ia menilai tindakan tersebut sebagai amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan seluruh tugas dan kewajiban terkait pengelolaan hotel. Kebijakan, peraturan dan tindakan yang diambil oleh hotel di atas, dilihat dari sudut pandang etika bisnis Islam, menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab, baik secara individu maupun kolektif, sangat mendasar dalam ajaran Islam, bertanggung jawab di bidang ekonomi atau komersial. Dalam ajaran Islam, prinsip tanggung jawab pribadi berarti setiap orang akan diadili secara individu pada hari kiamat. Tentu saja, tanggung jawab seorang Muslim didasarkan pada pilihan dan keyakinannya terhadap keputusan dan tindakannya. Soleh. Budiman. SamudiiC 153 J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 Dalam Islam, mengemban nilai Terjemahnya: AuSesungguhnya Allah menyuruh tanggung jawab sebagai seorang kamu menyampaikan amanah pebisnis dianggap sebagai tindakan kepada pemiliknya. Apabila kamu profesionalisme, artinya bekerja keras menetapkan hukum di antara dengan penuh komitmen dan keikhlasan. manusia, hendaklah kamu tetapkan Hal ini dijelaskan dalam al-Quran secara adil. Sesungguhnya Allah QS. Al-Isra: 84: memberi pengajaran yang paling cU baik kepadamu. Sesungguhnya a a AEE aNA a acE eI E aI a aI eIA a ACE EEacO aIE EO A Allah Maha Mendengar lagi Maha MelihatAy (Al-QurAoan Kemenag Ue a ea a a Online, 2. n ANO NO OEA Terjemahnya: AuKatakanlah (Nabi Muhamma. AuSetiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masingmasing. Ay Maka. Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannyaAy (Al-QurAoan Kemenag Online, 2. Oleh karena itu. Tuhanmu lebih mengetahui jalan mana yang lebih benarAy. Dalam kalimat ini siapapun yang menjalankan profesinya akan menciptakan sesuatu yang baik untuk orang lain. Demikian pula ia tidak melupakan akhirat ketika menjalankan usahanya, sehingga tidak sekadar mencari meninggalkan keuntungan di akhirat. Allah berfirman dalam al-Quran QS. An-Nisa/: 58: ca a a e a e a a a e a a Aac NA A aI cEE OIEI I O EII a aEOA ea e a ca a e a e a e a a a a a e a eA aE aIOA A IA a AN aENo Oa EII OI EIA a a Aac NA e ae ca a Aac NA aAcEEA AaE aE aI cEE aI aI O aEI aN aIA a a AEI a aI eO a aA eO UA Ihsan Nilai ihsan, sebagai salah satu aspek etika bisnis Islam, dapat tercermin dalam sektor pengelolaan hotel melalui pelayanan yang diberikan. Ini termasuk tingkah laku yang baik dari staf yang melayani baik tamu hotel lingkungan hotel. Oleh karena itu, mereka selalu bertemu dengan salam yang sopan dan penuh keramahan. Hasilnya, para pelancong atau tamu yang menginap di hotel tersebut dapat merasakan kepuasan dan kenyamanan selama masa inap mereka. Sikap dan perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh pengelola hotel dalam sudut pandang etika bisnis Islam di atas berarti bahwa pengelola hotel telah menerapkan nilai ihsan dalam operasional bisnisnya, yaitu melakukan hal-hal baik yang dapat membawa manfaat dan memberi manfaat bagi orang lain dan kelangsungan hidup hotel. Karena menurut konsep ihsan hal ini diwujudkan melalui tujuan terciptanya hotel yang tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga keberkahan, melalui tujuan dakwah, ibadah dan 154 iC Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten J-HES Jurnal Hukum Ekonomi Syariah p-ISSN: 2549-4872iCe-ISSN: 2654-4970 melaksanakan prinsip syariah. Inilah kunci sukses dalam menjalankan bisnis, khususnya kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Ajaran Islam mewajibkan manusia untuk melakukan kegiatan bisnis atau komersial dengan perilaku yang baik (Muhtadi et al. , 2. Hal ini dijelaskan dalam al-Quran QS. An-Nisa/4: 29: a a a eAOe aOac aN EOe aI aI aI eO aE a aE aE eOee eI aOEE eI a eO aIEIA a e a U a a a e a a e a ca a A eEA s A aE aE ee I EOI a I aA a a a a a Ae a e a a a e a a e a e a a a e ac NA AcEE EIA AaIIEI OE CEOee IAEI aIA U e a e a AaEI aOIA Terjemahnya: AuWahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil . idak bena. , kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamuAy (Al-QurAoan Kemenag Online, 2. KESIMPULAN Nilai-nilai etika bisnis Islam yang dapat diterapkan dalam pengelolaan bisnis, termasuk pengelolaan hotel, antara lain: nilai tauhid, nilai keadilan, nilai kehendak bebas, nilai tanggung jawab dan nilai ihsan. Sedangkan nilainilai etika bisnis Islami yang telah diterapkan selama pengelolaan hotel Wijaya Kusuma Rangkasbitung Lebak Banten antara lain: tersedianya sarana dan prasarana sholat yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas, label sertifikasi halal pada kemasan setiap produk makanan dan minuman yang disediakan hotel, pemberian biaya sewa pengunjung hotel, mendistribusikan materi promosi dengan tulisan atau gambar tidak melanggar norma dan etika, mengumandangkan adzan melalui pengeras suara untuk mengingatkan waktu shalat, memperhatikan dan menyikapi keluh kesah tamu terhadap hotel, serta selalu menyapa tamu Hotel dan staf hotel lainnya sangat sopan dan DAFTAR PUSTAKA