JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Mei 2025, pp. 193 - 200 pAaISSN : 2808Aa8786 . eAaISSN : 2798Aa1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Transparansi dan Tantangan Laporan Keuangan di Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sidoarjo Alvine Syahrengga Putra1. Amrulloh Achmad Amin2. Elfira Diah Asmawardani3. Khafila Roudhotul Jannah4. Lutfia Sahrani5. Meilynda Triana Audya6. Moch. Wildan Kholilulloh7. Uci Silviatus Safaro8. Novie Andriani Zakariya9 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya1,2,3,4,5,6,7,8,9 Jl. Ahmad Yani No. Jemur Wonosari. Kec. Wonocolo. Surabaya. Jawa Timur 602371,2,3,4,5,6,7,8,9 Email : alvinganteng61550@gmail. com1 , amrullohlorr493@gmail. com2 elfiradiah@gmail. khafilajannah@gmail. com4 , lutfiasahrani@gmail. com5 , melyndaatrnmelynda@gmail. wiellgard11@gmail. com7 , ucisafaro@gmail. com8 , novie. andriani@uinsa. ARTICLE INFO Article history: Received 12 Januari 2025 Recived in revised form 11 Februari 2025 Accepted 10 Maret 2025 Available online 31 Mei 2025 ABSTRACT This research aims to analyze the transparency of financial reports at PR. IPNU Desa Pepe Sidoarjo. Using a descriptive qualitative method, data was collected semi-structured observation, and documentation. The results of this study indicate that PR. IPNU has implemented regular financial records, both manually through cash books and digitally with spreadsheets. All transactions are also supported by complete evidence that shows their commitment to the transparency of their financial reports. Keywords: Transparency. Financial Reports. Financial Management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi laporan keuangan pada PR. IPNU Desa Pepe Sidoarjo. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PR. IPNU sudah menerapkan pencatatan keuangan yang teratur, baik secara manual lewat buku kas maupun digital dengan spreadsheet. Semua transaksi juga didukung bukti yang lengkap yang menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi laporan keuangannya. Kata Kunci: Transparansi. Laporan Keuangan. Pengelolaan Keuangan PENDAHULUAN Lingkungan organisasi saat ini menghadapi tingkat ketidakpastian dan ketidakstabilan yang semakin Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang terstruktur dan menyeluruh di berbagai bidang untuk menghadapi tantangan tersebut. Akuntansi, terutama dalam pengelolaan keuangan, semakin Received 12 Januari, 2025. Revised 11 Februari, 2025. Accepted 10 Maret, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 mendapatkan perhatian penting dari berbagai kalangan, baik di organisasi profit maupun non-profit. Jusuf menjelaskan bahwa organisasi non-profit adalah entitas yang tidak berorientasi pada keuntungan, contohnya organisasi keagamaan, yayasan, atau institusi pendidikan. Meski tidak bertujuan menghasilkan laba, organisasi seperti ini tetap perlu mengatur aspek keuangan, seperti perencanaan anggaran, pembayaran tenaga kerja, dan pemenuhan kewajiban sewa. Selain itu. Organisasi nirlaba memiliki ciri khas tersendiri dalam mendapatkan sumber daya. Mereka biasanya bergantung pada donasi dari pihak-pihak yang memberikan kontribusi tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan ekonomi yang sebanding. Salah satu entitas independen dalam organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama, yang bekerja sama dengan anak muda serta berupaya mengembangkan kader NU adalah IPNU. Pelajar/anak muda Nahdlatul Ulama dapat mengungkapkan dan menyebarkan pengabdiannya terhadap prinsip-prinsip pendidikan, kebangsaan, keislaman, ilmu pengetahuan, dan irama melalui Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU). Dalam rangka menciptakan generasi muda yang cakap dan bermoral tegak. IPNU hadir untuk menumbuhkan dan memperluas potensi sumber daya anggotanya. Melalui kegiatannya. IPNU tidak hanya membantu anggotanya memahami prinsip-prinsip Islam yang mengagumkan, yang didasarkan pada Ahlussunnah walJama'ah, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan komunal sehari-hari. Sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. IPNU memadukan nasionalisme dengan prinsip-prinsip agama untuk menciptakan kader-kader nasional yang aktif mendukung pembinaan perdamaian sosial dan penguatan persatuan Indonesia selain taat dan taat. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah organisasi independen di bawah Nahdlatul Ulama yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, keluarga, dan keagamaan, serta beroperasi tanpa tujuan mencari keuntungan (IPPNU, 2. Di Desa Pepe. Sidoarjo. IPNU tetap aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat. Keanggotaan organisasi ini mencakup pelajar dari jenjang SD. SMP, hingga SMA atau yang sederajat. Organisasi ini menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. IPNU termasuk dalam kategori organisasi nirlaba, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 tahun 2011 tentang Organisasi Nirlaba, yang menyatakan bahwa organisasi nirlaba juga memiliki kewajiban dan hak untuk menyusun laporan keuangan serta menyampaikannya kepada pihak yang membutuhkan. Oleh karena itu. IPNU harus menyusun laporan keuangan secara tepat dan memberikan informasi tersebut kepada pengguna laporan, khususnya para donatur. Untuk menyusun laporan keuangan organisasi secara akurat, diperlukan penerapan akuntansi yang baik. Akuntansi berperan penting dalam mendukung pengelolaan keuangan, terutama dalam fungsi perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Khususnya dalam organisasi berbasis masyarakat seperti Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IPNU). Menurut Rahmawati & Puspasari, segala hal yang berkaitan dengan keuangan, termasuk pemasukan dan pengeluaran dana, harus dicatat dalam laporan keuangan. Selain itu. Pasal 52 ayat . menyebutkan bahwa laporan keuangan organisasi harus disusun mengikuti standar akuntansi keuangan yang ditetapkan. Sistem pengelolaan keuangan yang baik memiliki potensi untuk menjadi lebih baik transparansi baik di kelembagaan maupun organisasi. Laporan keuangan yang disusun oleh dana ketika tidak menggunakan pedoman atau acuan baku dalam penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan memiliki tujuan utama untuk menyajikan informasi yang penting dan bermanfaat bagi berbagai pihak yang terlibat dengan organisasi Informasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan donatur, anggota organisasi, kreditor, serta pihak-pihak lain yang berperan dalam mendukung kelangsungan organisasi, dengan cara menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk operasional dan pengembangan organisasi tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Transparansi keuangan Dalam upaya mewujudkan transparansi, kualitas laporan keuangan dinilai berdasarkan proses Proses ini bertujuan untuk memastikan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Akuntabilitas, sebagai konsep etika, memiliki kaitan erat dengan tata kelola pemerintahan yang mencakup eksekutif, legislatif, dan yudikatif, dengan definisi yang dapat bervariasi sesuai dengan konteks penerapannya. transparansi keuangan merupakan karakteristik utama yang sangat penting dalam menciptakan sistem tata kelola yang baik . ood governanc. dalam organisasi nirlaba. Tantangan Laporan Keungan Tantangan laporan keuangan dapat diartikan sebagai berbagai hambatan yang memengaruhi proses penyusunan laporan keuangan, seperti manajemen sumber daya manusia, sistem wewenang, prosedur pencatatan, dan gangguan teknologi informasi. Hambatan-hambatan ini dapat berdampak pada kelancaran proses pelaporan, termasuk akurasi, ketepatan waktu, dan kualitas hasil laporan. Oleh karena itu, diperlukan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 upaya penanganan yang tepat agar laporan keuangan dapat disusun secara efektif dan memenuhi standar yang berlaku. Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah salah satu media yang digunakan oleh perusahaan atau entitas untuk menggambarkan kondisi keuangan organisasi. Harahap dalam Mtammimah et al. mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyediakan informasi penting bagi para pengguna, sekaligus menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2014:45. , laporan keuangan organisasi nirlaba mencakup laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan pada organisasi nirlaba ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan laporan keuangan entitas bisnis pada umumnya. Pengelolaan keuangan Pengelolaan keuangan menurut Horne dalam (Kasmir 2. semua kegiatan yang berhubungan dengan pendanaan, perolehan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan yang menyeluruh. Pengelolaan keuangan juga dilaksanakan untuk memaksimalkan suatu pendapatan dari perusaahan dengan meminimalkan biaya. tujuanya untuk mencapai efesien dan efektif dari keuangan perusahaan untuk memaksimalkan input dan output. bisa diartikan proses masuk dan keluarnya uang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Jenis penelitian ini tidak bergantung pada prosedur statistik untuk mendapatkan hasil, melainkan lebih fokus pada bagaimana peneliti memahami dan menginterpretasikan makna dari kejadian, interaksi, dan tindakan subjek dalam konteks tertentu, berdasarkan sudut pandang peneliti. Menurut Feny Rita Fiantika dan Mohammad Wasil penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk memahami fenomena dengan cara mendeskripsikan data dan fakta secara rinci, menggunakan narasi, serta memusatkan perhatian pada subjek yang diteliti. Penelitian dilakuan di organisasi IPNU Desa Pepe Kec. Kab. Sidoarjo, sebagai objek penelitian ini adalah IPNU Desa Pepe. Hal ini dikarenakan IPNU Desa Pepe merupakan organisasi pelajar yang memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pelajar di desa, seperti mengelola dana dari berbagai sumber atau donator termasuk iuran anggota dan sumbangan masyarakat. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan menggunakan tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masing metode: Wawancara Menurut Arikunto menyatakan bahwa wawancara dilakukan dengan cara mengajukan serangkaian pertanyaan yang telah direncanakan dan disusun secara terstruktur. Setiap pertanyaan kemudian digali lebih lanjut untuk mendapatkan informasi tambahan. Panduan pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya membantu proses wawancara menjadi lebih terarah, sehingga memudahkan pengumpulan dan pencatatan data penelitian. Observasi Menurut Sugiyono, proses observasi dimulai dengan kegiatan mencatat data, kemudian dilanjutkan dengan analisis, dan diakhiri dengan penyusunan kesimpulan. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan hasil program, khususnya dalam menilai kemajuan usaha yang dikelola oleh warga belajar. Dokumentasi Dalam penelitian ini, dokumentasi juga digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan data. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kejadian-kejadian yang sudah berlangsung di masa lalu. Data yang dikumpulkan melalui dokumentasi meliputi foto, rekaman, serta arsip atau catatan lain yang relevan dengan peristiwa tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Transparansi dan Tantangan Laporan Keuangan di Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Alvine Syahrengga Putra, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Sumber Pendanaan Keuangan Organisasi Visi dan misi PR. IPNU bertujuan untuk membentuk pelajar bangsa yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai sosial. Visi IPNU adalah terwujudnya pelajar yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kesadaran terhadap keadilan dan demokrasi berdasarkan ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah. Misi IPNU meliputi mendorong pelajar untuk taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam Islam, membentuk karakter pelajar yang santun, jujur, objektif, dan memiliki ide serta gagasan inovatif, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana peningkatan potensi dan kualitas SDM pelajar, serta menciptakan kader pemimpin yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab dengan landasan nilai ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah. Sementara itu, visi IPNU adalah membentuk pelajar putri Indonesia yang bertaqwa, berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki wawasan kebangsaan. Misi IPNU antara lain mencakup membangun kader NU yang berkualitas, berakhlakul karimah, dan bersikap demokratis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, mengembangkan pemikiran dan kualitas sumber daya kader untuk menciptakan kesetaraan gender, serta membentuk kader yang dinamis, kreatif, dan inovatif. Pengelolaan keuangan di organisasi PR. IPNU Desa Pepe sejalan dengan prinsip organisasi nirlaba, di mana dana yang diterima berasal dari masyarakat tanpa mengharapkan balasan. Dana yang diterima oleh organisasi ini berasal dari sumbangan masyarakat sekitar, karena belum ada bantuan dari pemerintah. Berdasarkan informasi dari informan, dana tersebut berasal dari sodaqoh, infaq rutin dari pengurus dan Dana yang terkumpul digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada, dan setiap penggunaannya akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang telah memberikan sumbangan. Pengelolaan dana dilakukan dengan transparansi untuk menghindari penyalahgunaan. Dalam upaya mewujudkan transparansi, kualitas laporan keuangan dinilai berdasarkan proses Proses ini bertujuan untuk memastikan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Akuntabilitas, sebagai konsep etika, memiliki kaitan erat dengan tata kelola pemerintahan yang mencakup eksekutif, legislatif, dan yudikatif, dengan definisi yang dapat bervariasi sesuai dengan konteks penerapannya. Dengan demikian, pengelolaan keuangan di organisasi PR. IPNU Desa Pepe sudah sejalan dengan teori yang mengutamakan proses yang transparan dan akuntabel dalam pelaporan keuangan. Meskipun dalam skala yang lebih kecil dan tanpa bantuan pemerintah, prinsip-prinsip ini tetap diterapkan untuk memastikan bahwa dana yang digunakan untuk kegiatan organisasi dipertanggungjawabkan dengan cara yang transparan kepada para penyumbang dan masyarakat umum. Transparansi Laporan Keuangan IPNU Desa Pepe telah menerapkan sistem pencatatan keuangan yang terorganisir dengan memanfaatkan dua metode utama, yaitu buku kas manual dan aplikasi spreadsheet. Pendekatan pencatatan ganda ini mencerminkan upaya proaktif organisasi dalam memastikan bahwa setiap transaksi keuangan dicatat dengan transparan dan akurat. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk memitigasi risiko kehilangan data atau kerusakan dokumen keuangan, sehingga integritas informasi tetap terjaga. khususnya dalam hal keandalan . dan pemeliharaan catatan . yang terstruktur dan dapat di pertanggung Berdasarkan informasi dari ketua IPNU bahwa: Untuk laporan keuangan IPNU desa Pepe ini kita setiap transaksi . engeluaran atau pemasuka. kita dicatat di buku bendahara/ buku kas atau aplikasi spreadsheets dengan dukungan nota atau kwitansi. / 11/ 2. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Ketua IPNU, setiap transaksi, baik pengeluaran maupun pemasukan, dicatat secara terperinci dalam buku kas atau aplikasi spreadsheet, yang dilengkapi dengan bukti transaksi yang sah. Hal ini memberikan gambaran bahwa IPNU Desa Pepe berusaha menjaga sistem pencatatan yang terstruktur dan terorganisir, yang memungkinkan audit atau evaluasi keuangan yang lebih mudah dilakukan di kemudian hari. IPNU Desa Pepe telah mengadopsi dua metode pencatatan keuangan yang terintegrasi, yaitu melalui buku kas dan aplikasi spreadsheet, disertai dengan penyimpanan bukti transaksi yang tertata dengan baik. Pendekatan ini menunjukkan komitmen organisasi untuk menjaga kelengkapan dan keakuratan laporan keuangan, sekaligus memastikan bahwa semua data keuangan dapat diverifikasi secara mudah dan kapan pun Praktik ini mencerminkan penerapan prinsip auditability dalam transparansi laporan keuangan, di mana setiap transaksi tercatat dengan baik dan didukung oleh dokumen pendukung yang valid. Berdasarkan informasi dari ketua IPNU bahwa: Mekanisme pencatatan kita ada 2 yang pertama kita menggunakan buku kas dan yang kedua kita menggunakan aplikasi keuangan untuk memastikan pencatatan agar tidak ada yang terlewat dan menjaga jaga kalo semisal laporan keuangan salah satu hilang kita masih ada backup laporang yang lain. Semua laporan keuangan kita masukkan ke mekanisme kedua duanya, termasuk bukti transaksi kita simpan dengan rapi dan apk yang dapat diakses. / 11/ 2. Informasi yang di jelaskan oleh ketua IPNU Desa Pepe menekankan bahwa dengan penerapan kedua mekanisme pencatatan ini. IPNU Desa Pepe dapat memastikan bahwa semua data keuangan yang tercatat terjaga dengan baik dan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Aksesibilitas terhadap laporan keuangan yang disimpan dalam aplikasi spreadsheet juga mempermudah pengurus dan pihak yang berwenang untuk memantau kondisi keuangan organisasi secara lebih efektif. Proses pelaporan keuangan di IPNU Desa Pepe dilakukan secara terstruktur, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan acara. Rekapitulasi data keuangan kemudian diolah dan dicatat ke dalam spreadsheet untuk memastikan transparansi dan keakuratan informasi. Mekanisme ini mencerminkan adanya prosedur pengawasan internal yang dirancang untuk memverifikasi seluruh transaksi, baik pengeluaran maupun Namun demikian, tantangan yang kerap muncul, seperti ketidaksesuaian antara anggaran yang direncanakan dengan realisasi selama acara berlangsung, menunjukkan perlunya peningkatan dalam perencanaan anggaran dan pengawasan operasional. Upaya ini penting untuk memastikan efisiensi penggunaan dana dan menjaga pengelolaan keuangan secara menyeluruh. Berdasarkan informasi dari ketua IPNU bahwa: Untuk proses pencatatan kita itu menggunakan tabel yang didalamnya terdapat pendapatan dan pengeluaran, pada saat sebelum acara dan setelah acara dilaksanakan lalu kita rekap dan dimasukkan diaplikasi spreadsheet oleh bendahara. / 11/ 2. Tabel 1. Laporan Keuangan Ranting Uraian Hibah periode sebelumnya Pemasukan Pengeluaran 6,414,600 Saldo 6,414,600 Nyumbang takbiran 200,000 6,214,600 Modal jualan takbiran 200,000 6,014,600 Laba jualan takbiran 335,000 Ta'aruf Donatur Pelantikan 6,349,600 86,000 13,260,000 6,263,600 19,523,600 Pelantikan Dana kegiatan (Lembaga 7,686,900 11,836,700 500,000 11,336,700 Dana kegiatan Raker I 300,000 11,036,700 Dana kesekretariatan 70,000 10,966,700 Beli gula untuk sowan 40,000 10,926,700 Beli amplop dan print 38,000 10,888,700 Dana kegiatan pembukaan diba' 800,000 10,088,700 Lomba fotografi Sukodono 15,000 10,073,700 Konsumsi nobar 308,500 9,765,200 Dana pers sewa kamera DP bus ziarah (Departemen 80,000 9,685,200 2,000,000 7,685,200 Porseni PAC 335,000 7,350,200 Sparing porseni 50,000 7,300,200 Pemenang lomba fotografi 100,000 Dana pers SMP NU Kembali proker departemen dakwah (Ziara. 7,400,200 50,000 7,350,200 1,250,000 8,600,200 1,908,000 10,508,200 Transparansi dan Tantangan Laporan Keuangan di Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Alvine Syahrengga Putra, et a. p-ISSN : 2808-8786 Proker Nobar . epartemen Proker badminton (DOSB) Beli amplop print Acara Isro' Mi'raj Podcast Dprt. Pers THR Lebaran 2024 Mata Ikan (PAC) Jenguk Sakit (Nov. Jenguk Sakit (Nov. Makesta RTL Pemasukan MAKESTA RTL Flashdisk (Per. Sertifikat Makesta e-ISSN : 2798-1355 50,000 50,000 50,000 1,600,000 442,000 10,458,200 10,408,200 10,358,200 8,758,200 8,316,200 8,616,200 8,577,200 8,527,200 8,572,200 7,972,200 7,985,800 7,892,800 7,829,300 300,000 39,000 50,000 45,000 600,000 13,600 93,000 63,500 Pada table pertama diatas laporan ini mencatat transaksi keuangan yang berkaitan dengan kegiatan Di sini, kita dapat melihat pemasukan dan pengeluaran yang terjadi selama periode tertentu. Laporan dimulai dengan hibah periode sebelumnya sebesar Rp 6. Angka ini menjadi dasar saldo awal yang digunakan untuk kegiatan selanjutnya. Pemasukan terbesar datang dari donatur pelantikan, dengan total mencapai Rp 13. Pemasukan ini secara signifikan meningkatkan saldo organisasi. Namun, di sisi lain, pengeluaran juga cukup besar. Misalnya, pengeluaran untuk pelantikan mencapai Rp 7. Selain itu, ada pengeluaran untuk kegiatan lain seperti lomba fotografi dan acaraisro' mi'raj. Semua pengeluaran ini berkontribusi pada penurunan saldo. semua transaksi dicatat, saldo akhir tercatat sebesar Rp 8. Ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat banyak pengeluaran, pemasukan yang diperoleh dari donatur dan kegiatan lainnya cukup untuk menjaga saldo tetap positif. Tabel 2. Laporan Keuangan Rapat Kas Keliling Uraian Pemasukan Pengeluaran 54,000 54,000 56,000 110,000 20,000 19,000 90,000 109,000 20,000 89,000 22,000 67,000 20,000 87,000 22,000 65,000 20,000 85,000 38,000 123,000 34,000 89,000 47,000 42,000 29,000 71,000 21,000 92,000 24,000 116,000 Triwulan Triwulan Saldo 87,000 100,000 Bagian Tabel kedua dari laporan ini berfokus pada penggalangan dana melalui kaleng keliling. Di sini, kita melihat pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam kegiatan ini. Pemasukan harian dari kaleng JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 keliling bervariasi. Misalnya, pada hari pertama, pemasukan tercatat sebesar Rp 54. 000, yang meningkat menjadi Rp 110. 000 pada hari kedua. Ini menunjukkan adanya respons positif dari masyarakat terhadap kegiatan penggalangan dana ini. Meskipun ada beberapa pengeluaran kecil, seperti Rp 20. 000 dan Rp 22. saldo tetap menunjukkan angka yang positif. Setelah semua transaksi dicatat, saldo akhir dari kaleng keliling adalah Rp 100. Ini menandakan bahwa penggalangan dana melalui kaleng keliling masih berhasil meskipun ada pengeluaran. Teori laporan keuangan organisasi nirlaba, menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2014:45. mencakup laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan ini memberikan informasi yang penting mengenai kondisi keuangan, aktivitas, serta aliran dana organisasi, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan teori tersebut organisasi laporan keuangan dilakukan IPNU Desa Pepe dengan menggunakan buku kas manual dan aplikasi spreadsheet. Hal ini memastikan bahwa semua transaksi, seperti penggalangan dana melalui kaleng keliling, tercatat dengan jelas. Meskipun ada pengeluaran kecil, saldo akhir tetap positif, menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan dana. Secara keseluruhan, sistem pencatatan ini mencerminkan prinsip transparansi dalam laporan keuangan organisasi nirlaba, yang bertujuan untuk memastikan efisiensi dan keberhasilan kegiatan yang dilaksanakan. Tantangan Laporan Keuangan IPNU Desa Pepe Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh IPNU Desa Pepe adalah adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang direncanakan dengan realisasi pengeluaran, serta minimnya pelaksanaan proses audit internal. Meskipun organisasi telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dalam sistem pencatatannya, aspek pengendalian anggaran dan pengawasan keuangan melalui audit masih perlu ditingkatkan. Ketiadaan audit yang memadai dapat menghambat evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas laporan keuangan, sekaligus membuka potensi terjadinya penyimpangan atau ketidak efisienan dalam penggunaan dana. Oleh karena itu, penguatan mekanisme audit dan pengendalian anggaran menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan secara keseluruhan. Berdasarkan informasi dari ketua IPNU bahwa: Tantangan terbesar kita dalam pengeluaran itu adalah ketika kita pada saat mengadakan acara itu tidak sesuai dengan anggaran yang kita perkirakan pada saat acara dilaksanakan, dan kita kurang dalam audit. / 11/ 2. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Penelitian diatas membahas pentingnya laporan keuangan yang transparan di IPNU Desa Pepe. Jadi. Organisasi ini sudah menerapkan pencatatan keuangan yang teratur, baik secara manual lewat buku kas maupun digital dengan spreadsheet. Semua transaksi juga didukung bukti yang lengkap yang menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi. Pengelolaan keuangan organisasi ini sudah cukup baik, tapi masih perlu penyempurnaan agar lebih efisien dengan memperbaiki sistem akuntansi dan pengawasan, mereka bisa menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan kegiatan sosialnya berjalan dengan baik. 2 Saran Sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan, peneliti menyarankan agar IPNU Desa Pepe mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem akuntansi yang lebih canggih, seperti penggunaan perangkat lunak akuntansi. Penggunaan software ini akan mempermudah pencatatan transaksi dan mempercepat penyusunan laporan keuangan yang lebih terstruktur. DAFTAR PUSTAKA