Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI Nirma Lidia Sari Akademi Kebidanan Panca Bhakti Bandar Lampung E-mail: lidianirma@gmail.com ABSTRAK Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan Keluarga Berencana (KB). Program KB bertujuan untuk memenuhi keperluan masyarkat akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dalam rangka membengun keluarga kecil berkualitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi.Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional, data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kepada 100 wanita usia subur dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Data diolah dengan menggunakan program software komputer dan dianalisis menggunakan uji chi square, kemudian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori kurang (12 %), sikap wanita usia subur terhadap alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori negatif (43 %), dan wanita usia subur yang tidak memakai alat kontrasepsi sebanyak (17 %). Antara pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05). Selain itu antara sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi pun terdapat hubungan yang bermakna ( p < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap wanita usia subur dengan pemakaian alat kontrasepsi. Kata kunci: pemakaian alat kontrasepsi, pengetahuan, sikap, wanita usia subur ABSTRACT Prevention of maternal mortality and illness is the main reason for the need for family planning services. The family planning program aims to meet the community's need for family planning services and reproductive health in order to build quality small families.The objective of this study to find out the correlation between the knowledge and the behavior of fertile-aged woman toward the using of contraception.This study used descriptive correlative method with cross sectional approach. The data used in this study was primary data that were collected using questioner to 100 fertile-aged woman. This study also used proportional random sampling technique. The data was analyzed by chi square as a computer software program and presented in the form of frequent distribution. From the result of this study, it is known that the knowledge of fertile-aged woman over contraception was in less category (12%), the behavior of fertile-aged woman over contraception was in category of unfavorable (43%), and the fertile-aged woman which did not use contraception counted (17%). Between knowledge of fertile-aged woman (WUS) and the usage of contraception statistically had a correlation valued (p<0, 05). Furthermore, between attitude of fertile-aged woman and the using of contraception had relationship valued (p<0,05). This research indicates that there is a significant correlation between fertile aged woman knowledge with their behavior toward the using of contraception. Keywords: contraception usage, knowledge, behavior, fertile-aged woman, 41 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 PENDAHULUAN menurunkan angka kematian ibu, bayi dan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk anak meningkatkan kesehatan reproduksi kemampuan hidup sehat bagi setiap orang membangun keluarga agar terwujud derajat kesehatan masyarakat (Syarief, 2007). kesadaran, kemauan,dan serta penanggulangan masalah dalam kecil rangka berkualitas yang setinggi-tinginya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pembangunan diselenggarakan kesehatan Hasil Survey Demografi dan Kesehatan yang Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan berkesinambungan, baik oleh pemerintah sinyal kuat bahwa ledakan kelahiran bayi pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun oleh sangat mungkin terjadi kembali di Indonesia. masyarakat Menurut hasil survey tersebut, selama tahun termasuk swasta (Dinas Kesehatan Lampung, 2006). 2007 peserta program KB hanya meningkat 1 Pembangunan kesehatan diarahkan untuk % mempertinggi derajat kesehatan. Indikator Keterlambatan peningkatan jumlah akseptor yang kesehatan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan diantaranya adalah Angka Kematian Ibu jumlah penduduk Indonesia akan terus (AKI). meningkat (BKKBN, 2009). mempengaruhi Menurut derajat Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 Angka Kematian Ibu Indonesia 60,3 % menjadi 61,4 %. berkisar Menurut data dari BPS (Dinas Lampung Angka Proyeksi Survey Penduduk Kesehatan, 2007). Kematian ibu umumnya Antar Sensus (SUPAS) 2005, Kelurahan terjadi pada kelompok ibu dengan resiko Kaliawi merupakan salah satu kelurahan tinggi sebagai akibat langsung maupun tidak dengan jumlah penduduk terbanyak dan langsung dari kehamilan maupun persalinan padat di Kecamatan Tanjung Karang Pusat, (Mochtar, 1998). yaitu berjumlah 228/100.000 di dari kelahiran hidup kepadatan Kota Bandar 13.290 orang dengan penduduk di kelurahan ini Pencegahan kematian dan kesakitan ibu mencapai 1.845,83 per Km2. Pentahapan merupakan diperlukannya keluarga sejahtera cukup variatif namun pelayanan Keluarga Berencana (KB) (POGI untuk keluarga pra sejahtera dikelurahan ini et all, 2003).Program KB bertujuan untuk paling banyak diantara kelurahan lain di memenuhi keperluan kecamatan Tanjung karang Pusat (Badan alasan utama masyarakat akan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas termasuk Pusat Statistik, 2008). upaya 42 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik RI tahun 2004 tentang “Standar Pelayanan melakukan penelitian mengenai hubungan Minimal di pengetahuan dan Kabupaten/Kota” ditetapkan target minimal subur(wus) dengan untuk cakupan KB aktif adalah 70% (Profil kontrasepsi. Bidang Kesehatan sikap wanita usia pemakaian alat Dinkes Lampung, 2006). Pada tahun 2008 jumlah WUS di Kota Bandar Lampung METODOLOGI sebanyak 138.122, yang menjadi akseptor Desain penelitian ini adalah penelitian KB aktif sebanyak 96.641 atau 69,97 %. Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Untuk wilayah kecamatan Tanjung Karang cross sectional. Penelitian dilakukan di Pusat jumlah WUS sebanyak 12.885 yang kelurahan menjadi akseptor KB aktif sebanyak 9.700 Karang Pusat, kota Bandar Lampung. Waktu atau 75,28 % (BKKBN, 2007). Data dari penelitian Desember – April 2009. Kaliawi, kecamatan Tanjung Koordinator KB kecamatan Tanjung Karang Pusat untuk kelurahan Kaliawi jumlah WUS Populasi pada penelitian ini adalah seluruh nya sebanyak 2100, yang menjadi akseptor Wanita Usia Subur (WUS) di kelurahan KB aktif sebanyak 1.548 akseptor atau 73,7 Kaliawi sebanyak % terdiri dari IUD 222 akseptor, MOW 29 sampel pada penelitian ini akan dilakukan akseptor, MOP 5, Kondom 20 akseptor, secara Implan 114 akseptor, Suntik 591 akseptor, Besarnya sampel yang akan diteliti adalah Pil 567 akseptor (Badan Pusat Statistik, 96 orang dengan pembagian di LK 01 2008). sebanyak 34 orang, LK 2100 orang.Pemilihan proportional random sampling. 02 sebanyak 38 orang, dan LK 03 sebanyak 24 orang.Data Melihat data diatas, tidak semua WUS diolah memakai alat kontrasepsi dalam menjarangkan software kehamilan dan mengakhiri kesuburan.Hal ini menggunakan uji chi square, kemudian mungkin disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi disebabkan oleh kurangnya informasi yang diperoleh tentang metode kontrasepsi yang tersedia, rendahnya tingkat pendidikan pasangan tersebut dan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat dikelurahan tersebut. 43 dengan menggunakan komputer dan program dianalisis Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 HASIL Berdasarkan tabel 3.terlihat bahwa sebanyak PengetahuanWanitaUsia Subur tentang 83 responden ( 83 % ) Pemakaian Alat Kontrasepsi mengkonsumsi alat kontrasepsi, sedangkan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat yang memakai / 17 responden (17 %) tidak memakai/ Pengetahuan WUS mengenai alat kontrasepsi mengkonsumsi alat kontrasepsi. No. 1. 2. 3. Hubungan Antara Pengetahuan Wanita Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 57 31 12 100 Persentase 57% 31% 12% 100% Usia Subur Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi diketahui bahwa pengetahuan responden Tabel mengenai Pengetahuan Wanita Usia Subur Dengan alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori cukup 31 orang (31%) dan 4. Analisis Hubungan Antara Pemakaian Alat Kontrasepsi kategori kurang 12 orang ( 12 %). Pengetahuan Pemakaian / konsumsialatkontrasepsi Total Sikap Wanita Usia Subur tentang Baik Cukup Kurang Total Pemakaian Alat Kontrasepsi Tabel 2. Distribusi Frekuensi Sikap WUS mengenai alat kontrasepsi No. 1. 2. JumlahAnak Positif Negatif Jumlah Frekuensi 57 43 100 Persentase 57% 43% 100% Tidak Ya 4 10 3 17 53 21 9 83 57 31 12 100 Berdasarkan tabel 4 tampak bahwa setelah dilakukan penghitungan secara statistic dengan uji chi square, diperoleh suatu Berdasarkan tabel 2 terlihat bahwa sebanyak kesimpulan 43 responden ( 43 % ) yang bersikap negatif antara Pengetahuan Wanita Usia Subur terhadap alat kontrasepsi. Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi. Hal ini Pemakaian Alat Kontrasepsi dapat dilihat dari nilai  hitung = 9,685 > Tabel 3. Distribusi frekuensi pemakaian/  2 tabel = 5,99 dan nilai p_value = 0,008 < konsumsi alat kontrasepsi 0,05). bahwa terdapat hubungan 2 No. 1. 2. Kategori Memakai / mengkonsumsi Tidakmemakai / mengkonsumsi Jumlah Frekuensi Persentase 83 83% 17 100 17% 100% 44 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 Hubungan Antara Sikap Wanita Usia faktor usia, usia Subur seseorang Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi dapat mempengaruhi dalam kesiapan belajar dan menerima informasi baru. Kedua pendidikan, dimana pendidikan mempengaruhi proses Tabel 5. Hubungan Antara Sikap Wanita belajar. Makin tinggi pendidikan seseorang, Usia makin mudah orang tersebut menerima Subur Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Sikap informasi. Ketiga faktor pekerjaan, orang Pemakaianalatkontrasepsi Tidak Pakai 4 53 13 30 17 83 Positif Negatif Total yang bekerja akan lebih banyak teman dan Total tempat untuk bertukar pengalaman dan 57 43 100 informasi sehingga pengetahuannya pun Berdasarkan hasil uji chi-square pada tabel 5 bertambah. Semakin banyak mendengar menunjukkan bahwa tidak terdapat tentang perbedaan pengetahuan ibu terdapat pengetahuannya informasi tersebut akan semakin maka baik hubungan antara Sikap Wanita Usia Subur (Notoatmodjo, 2007). Perilaku yang didasari Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi. Hal ini oleh pengetahuan akan lebih baik dari pada dapat dilihat dari nilai  hitung = 9,362 > perilaku 2 tidak didasari oleh pengetahuan.  2 tabel = 3,84 dan nilai p_value = 0,002 < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wanita Usia Subur (WUS) yang memiliki PEMBAHASAN sebanyak 57 orang (57 %) sedangkan sikap pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) negatif sebanyak 43 orang (43 %). Hal ini dengan kategori baik 57 %, kategori cukup mengindikasikan bahwa dalam pelaksanaan 31 % dan kategori kurang 12 %. Dari data KB masih banyak Wanita Usia Subur yang tersebut terlihat bahwa Wanita Usia Subur acuh tak acuh terhadap Keluarga Berencana. (WUS) yang mempunyai pengetahuan cukup kurang masih sikap positif terhadap pemakaian alat kontrasepsi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dan yang banyak.Hal Baik suami maupun istri bertanggung jawab ini terhadap mengindikasikan bahwa pengetahuan mereka keluarga meningkatkan tentang kontrasepsi masih kurang. dalam kesehatan menjaga dan reproduksi pasangannya.Khususnya wanita dimana ia adalah faktor yang sangat penting dalam Faktor-faktor yang mempengaruhi mewariskan status kesehatan kepada anak- pengetahuan seseorang antara lain; Pertama anak mereka (Notoatmodjo, 2007). 45 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 Hasil penelitian sebagian besar menunjukkan WUS P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604 bahwa baik. Dengan demikian, kemungkinan WUS alat untuk memakai alat kontrasepsi akan lebih memakai kontrasepsi. Berdasarkan hasil penelitian meningkat. yang telah dilakukan bahwa WUS yang tidak memakai alat kontrasepsi dikarenakan oleh Hasil keinginan untuk mempunyai anak lagi, terdapat hubungan antara Sikap Wanita Usia sedang hamil, mempunyai suatu penyakit , Subur (WUS) Dengan Pemakaian Alat belum Kontrasepsi. Hal ini dapat dilihat dari nilai punya anak sama sekali dan penelitian menunjukkan bahwa sebagainya.  2 hitung = 9,362 >  2 tabel = 3,84 dan nilai Setelah seseorang mengetahui stimulus atau p_value = 0,000 < 0,05). objek kesehatan, kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang Sikap merupakan reaksi atau respon yang diketahui, proses selanjutnya diharapkan ia masih tertutup dari seseorang terhadap suatu akan melaksanakan atau mempraktikkan apa stimulus atau objek. Perwujudan sikap itu yang diketahui atau disikapinya (dinilai baik) tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya (Notoatmodjo, 2007). dapat ditaksirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Hasil penelitian terdapat menunjukkan hubungan antara bahwa Pengetahuan KESIMPULAN Wanita Usia Subur Dengan Pemakaian Alat Berdasarkan Kontrasepsi. Hal ini dapat dilihat dari nilai disimpulkan bahwa:  hitung = 9,685 >  tabel = 5,99 dan nilai a. Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) p_value = 0,008 < 0,05). Hal ini sesuai tentang alat kontrasepsi, termasuk dalam dengan teori yang menjelaskan bahwa kategori cukup yaitu sebanyak 31 orang pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan (31%) dan kategori kurang sebanyak 12 terjadi orang (12%). 2 2 setelah orang melakukan hasil penelitian dapat penginderaan terhadap suatu objek tertentu. b. Sikap wanita usia subur (WUS) terhadap Untuk itu pemberian informasi kepada alat kontrasepsi memiliki sikap positif Wanita sebanyak 57 orang (57 %), sedangkan Usia pemakaian Subur alat (WUS) tentang kontrasepsi akan yang mempengaruhi pengetahuan Wanita Usia bersikap negatif sebanyak 43 orang (43 %). Subur (WUS), sehingga pengetahuan WUS c. Terdapat tentang alat kontrasepsi akan menjadi lebih hubungan yang bermakna antara pengetahuan wanita usia subur 46 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, Volume VII, No.1, April 2019 (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi. d. Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap wanita usia subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi. KEPUSTAKAAN Badan Pusat Statistik. (2008). Kecamatan Tanjung Karang Pusat DalamAngka 2008. Bandar Lampung. Hal 3-52. BKKBN.(2007). Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program KB Nasional Provinsi Lampung. Bandar Lampung BKKBN.(2009). WaspadaiAncaman Baby Booming; (diakses 29 Januari 2009).http://www.nkknm.go.id Dinas Kesehatan Lampung. (2006). Profil Kesehatan Propinsi Lampung tahun 2006.Hal 1,9,35,60. Dinas Kesehatan. (2007). Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia. (2007). Jakarta Mochtar R. (1998). Sinopsis Obstetri. EGC Notoatmodjo.(2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.RinekaCipta. Hal 139144, 178. POGI, IDI, IBI, PKBI, PKMI, BKKBN et al. (2003).BukuPanduanPraktisPelayanan Kontrasepsi. Tridasa Printer. Hal 79-82 Syarief, Sugiri. (2007). Seminar Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta 47 P-ISSN : No. 2338-0020 E-ISSN : No. 2615-8604