https://doi. org/10. 61578/honai. Jurnal Pendidikan. Administrasi. Sains. Ekonomi, dan Pemerintahan EVALUASI DAMPAK SOSIAL PENGEMBANGAN DESA WISATA BUDAYA GAMOL. BALECATUR. GAMPING. SLEMAN, YOGYAKARTA Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Amikom Yogyakarta Email Korespondensi: ardiyati@amikom. Abstrak Desa Wisata Gamol merupakan desa wisata yang dikembangkan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan daya tarik objek wisata yang dikembangkan antara lain: edukasi pembudidayaan kambing peranakan etawa, edukasi pengolahan susu kambing etawa, edukasi pembudidayaan jamur tiram, dan edukasi kerajinan sampah anorganik. Permasalahan penelitian adalah bagaimana pengembangan desa wisata Gamol dan sejauh mana dampak sosial terhadap Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial pengembangan Desa Wisata Gamol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan Desa Wisata Gamol menyuguhkan konsep wisata edukasi dalam berbagai komponen antara lain: pembudidayaan dan pengolahan Kambing Etawa, pembudidayaan dan pengolahan jamur tiram,media jamur tiram, pembudidayaan ikan, pembudidayaan tanaman anggrek, serta edukasi pengelolaan sampah anorganik binaan dari program CSR PT. Pertamina Rewulu. Dampak sosial pengembangan Desa Wisata Gamol dapat memperbaiki kehidupan masyarakat Gamol. Dampak sosial lainnya yaitu terbentuknya sikap dan perilaku seperti keramah tamahan terhadap wisatawan dan meningkatnya sikap gotong royong. Adapun keterbatasan pengembangan desa wisata diantaranya: sumber daya manusia masih terbatas dari sudut pandang penggunaan teknologi dan faktor usia, keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), dan keterbatasan fasilitas seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat Keterbatasan tersebut membutuhkan kontribusi dan sinergi antara masyarakat dengan stakeholder dari pemerintah desa. Adapun keterbatasan pengembangan desa wisata diantaranya: sumber daya manusia masih terbatas dari sudut pandang penggunaan teknologi dan faktor usia, keterbatasan sumber daya alam dan keterbatasan fasilitas seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat Sehingga dari keterbatasan tersebut dibutuhkan kontribusi dan sinergi antara masyarakat dengan stakeholder. Kata Kunci: Pengembangan. Desa Wisata. Corporate Social Responsibility. Dampak Sosial EVALUATION OF THE SOCIAL IMPACT OF DEVELOPMENT OF CULTURAL TOURISM VILLAGES GAMOL. BALECATUR. GAMPING, SLEMAN. YOGYAKARTA Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 101 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta Abstract Gamol Tourism Village is a tourist village developed with a Corporate Social Responsibility (CSR) program with tourist attractions being developed including: education on cultivating Etawa crossbreed goats, education on Etawa goat milk processing, education on cultivating oyster mushrooms, and education on inorganic waste crafts. The research problem is how to develop the Gamol tourist village and the extent of the social impact on the community. This research aims to determine the social impact of developing the Gamol Tourism Village. The research method used in this research uses descriptive qualitative methods. The results of this research show that the development of the Gamol Tourism Village presents the concept of educational tourism in various components, including: cultivating and processing Etawa goats, cultivating and processing oyster mushrooms, oyster mushroom media, fish cultivation, orchid cultivation, as well as education on inorganic waste management. fostered by PT Pertamina Rewulu's CSR program. The social impact of developing the Gamol Tourism Village can improve the lives of the Gamol people. Another social impact is the formation of attitudes and behavior such as hospitality towards tourists and increasing mutual cooperation. The limitations in developing tourist villages include: human resources are still limited from the perspective of the use of technology and age factors, limited natural resources (SDA), and limited facilities such as toilets, places of worship and These limitations require contribution and synergy between the community and stakeholders from the village government. The limitations in developing tourist villages include: human resources are still limited from the perspective of the use of technology and age factors, limited natural resources and limited facilities such as toilets, places of worship and So that from these limitations, contribution and synergy between the community and stakeholders are needed. Keywords: Development. Tourism Village. Corporate Social Responsibility. Social Impact Pendahuluan Pariwisata merupakan kegiatan bertamasya atau rekreasi dengan tujuan memenuhi keinginan yang beraneka ragam yang seseorang lakukan dalam waktu sementara yang dilakukan dengan suatu perencanaan bukan bermaksud mencari nafkah di tempat yang dikunjungi pada satu tempat ke tempat yang berbeda dengan berpindah tempat awal (Astuti, 2. Pariwisata merupakan sebuah tindakan dalam jangka waktu tertentu bertujuan untuk tempat rekreasi yang menyebabkan dampak yang dirasakan masyarakat sekitar. Ditinjau dari aspek-aspek seperti aspek pendidikan, aspek sosial dan pada aspek ekonomi. Pariwisata dapat memicu para wisatawan untuk berbondong-bondong berkunjung. Pesatnya wisatawan untuk berkunjung menyebabkan adanya peluang perekonomian yang menjanjikan bagi pengembang pariwisata. Adanya objek wisata maka masyarakat sekitar menyediakan tempat penginapan, layanan jasa . ransportasi dan informas. , toko oleh-oleh, warung makan, dan lain-lain. Dengan demikian dapat menekan angka pengangguran, terbukanya lapangan pekerjaan, serta memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Pengembangan pariwisata berpotensi desa merupakan ciri khas pariwisata lokal yang menjadi alternatif tujuan wisata. Kehidupan desa yang jauh dari kata modern dapat memberikan kesan bagi Keindahan alam pertanian dan perkebunan masih luas menyebabkan suasana desa tetap sejuk sehingga terhindar dari polusi udara serta kebisingan. Keramah tamahan penduduk serta keasrian alam merupakan andalan pengembangan desa wisata. Desa Wisata sebagai sebuah konsep dengan berbagai bentuk tata ruang implementasi, kearifan lokal suatu komunitas akan terus tumbuh dalam kesadaran masyarakat. Dengan demikian mempengaruhi persepsi publik sebagai subjek untuk menjaga lingkungannya yang bertindak sebagai objek. Lingkungan memiliki karakteristik unik yang dapat dipahami oleh masyarakat setempat. Akhirnya, keunikan ini diterjemahkan ke dalam bahasa alami yang dapat dipahami oleh manusia untuk terus dipertahankan sehingga komunikasi manusia sebagai aktor tidak akan menyimpang dari kapasitas lingkungan (Reni & Surya, 2. Desa wisata umumnya merupakan Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 102 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta pesona alam buatan ataupun bersumber dari alam salah satu kekhasan atau keunikan atau karakteristik potensi pada desa yang layak menjadi tujuan wisata, sehingga wisata dapat mengetahui dan mengenal dengan mudah. Hal tersebut menjadikan solusi permasalahan perekonomian masyarakat sekitar. Peran desa wisata dalam memajukan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, optimalisasi potensi ekonomi dan karakteristik daerah, dan menjaga kelestarian alam. Arthur dalam Safitra & Yusman . menjelaskanan kesejahteraan masyarakat sebagai kegiatan-kegiatan bertujuan meningkatkan kesejahteraan untuk mencukupi keluarga dan anak, kesehatan, penyesuaian sosial, waktu senggang, standar-standar kehidupan, dan hubungan-hubungan sosial dengan cara memberi bantuan terhadap seseorang. Pengembangan desa wisata dapat memberikan ruang lapangan pekerjaan, dapat mengikis angka kemiskinan, serta dapat menjadi meningkatkan penghasilan perekonomian masyarakat. Sehingga adanya desa wisata sebagai gerbang tingkat kesejahteraan masyarakat. Desa wisata dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Dapat dipandang dari sisi penghasilan, masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan maka secara langsung desa wisata menyediakan lapangan kerja. Selanjutnya dipandang dari sisi pendidikan, dengan memiliki pendapatan yang tetap atau meningkat maka dapat meraih pendidikan setinggi-tingginya. Kemudian dapat dilihat dari sisi kesehatan keluarga, dengan adanya desa wisata yang bersumber dari pendapatan maka dapat terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat. Dari indikator pendapatan, pendidikan, dan kesehatan yang saling berkaitan yang dapat mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat. Suatu penyelenggara potensi desa namun tidak merubah wujud murni dari potensi tersebut artinya kekayaan tersebut apa adanya dengan menopang meningkatkan pendapatan kelompok dan daerah, yang disebut desa wisata (Atma, n. Daya tarik wisata sesuai dengan kemampuannya yang ditentukan untuk kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat yang mempunyai hubungan dengan pengoprasian wilayah atau berbagai kearifan lokal . dat-istiadat, budaya, potens. Kearifan lokal atau sistem pengetahuan lokal dapat dijelaskan bahwa pemahaman yang khas yang dimiliki suatu masyarakat atau budaya tertentu yang sudah berkembang dalam waktu yang panjang, sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara penduduk tersebut dengan lingkungannya(Syaiful, 2. Desa wisata merupakan salah satu daerah yang menyuguhkan keasrian desa, dapat dipandang dari segi sosial budaya, adat-istiadat, kegiatan sehari-hari, arsitektur tradisional, bangunan tata ruang desa yang disajikan dalam suatu suatu bentuk integrasi komponen pariwisata antara lain seperti atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung (Zakaria & Suprihardjo, 2. Dapat dijelaskan bahwa desa wisata merupakan kegiatan pengelolaan potensi desa yang secara langsung melibatkan peran masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan atau pengembangan desa wisata. Daya tarik dan ciri khas wisata yang berbasisi kearifan lokal diantaranya adat- istiadat, budaya, serta kekayaan alam seperti ciri khas suasana perdesaan yang terjaga Desa wisata mempunyai karakteristik sebagai keunggulan dari desa wisata dapat dilihat dari segi kehidupan budaya dan seni, lingkungan alam, dan kehidupan ekonomi. Desa wisata erat kaitannya dengan dampak terhadap masyarakat sekitar. Desa wisata merupakan kekayaan alam yang memiliki keunikan dan keaslian suasana pedesaan yang serta kawasan yang memiliki daya tarik wisata berbasis kearifan lokal seperti adat-istiadat, budaya (Nurhajayati, 2. Ervina . mengemukakan terdapat komponen desa wisata yakni akomodasi dapat berupa hunian bagi penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk, serta atraksi yang merupakan seluruh kehidupan sehari-hari penduduk setempat, yang memungkinkan wisatawan untuk berpartisipasi secara aktif. Atraksi sebagai keunggulan yang sangat menarik yang terdapat di desa. Berkembangnya desa wisata dapat memberikan dampak yang menguntungkan bagi masyarakat desa, salah satunya adalah terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka pengangguran desa. Desa yang dirancang untuk menyampaikan pengertian desa wisata dapat mempertahankan kelestarian alam dan budaya masyarakatnya. Selain Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 103 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta itu, desa wisata dapat membantu desa menjadi mandiri dengan menyediakan lapangan kerja yang dapat diisi oleh anggota masyarakat setempat. (Yasa & Bagiana, 2. Ervina . mengemukakan terdapat kriteria pengembangan desa wisata yaitu 4 A C1, yaitu memiliki attraction / atraksi wisata terbaik, memiliki amenities / fasilitas, memiliki aksesibilitas / saranaprasarana yang cukup, mempunyai ancillaries/akomodasi / tempat penginapan, memiliki community involvement / keterlibatan masyarakat. Menurut I. Pitana . membangunkan dan menumbuhkan desa wisata akan berpengaruh dan melibatkan masyarakat, sehingga menimbulkan berbagai dampak baik maupun buruk bagi masyarakat setempat. Pengembangan pariwisata menawarkan potensi keuntungan yang sangat besar bagi perekonomian desa, sosiokultural, dan lingkungan, namun bila dilakukan secara kurang tepat dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat setempat. Adanya berbagai manfaat dan masalah menunjukkan bahwa pengembangan wisata mirip dengan pengelola kebakaran, yaitu dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat sekaligus menimbulkan kerugian jika pengelolaannya efektif (Nurhajayati, 2. Dalam pengembangan desa wisata, peran masyarakat sangat vital. Dengan demikian pengembangan desa wisata membutuhkan pembangunan berkelanjutan. Selain merasakan manfaat adanya desa wisata pada saat ini, namun masyarakat tidak akan kehilangan manfaat dimasa mendatang. Terdapat tujuan dengan adanya pengembangan desa wisata yaitu dapat mengenal jenis-jenis desa wisata yang sesuai situasi, kondisi, ciri khas masing masing daerah dan memberdayakan masyarakat sekitar berperan dalam pengembangan desa wisata, serta dampak desa wisata dirasakan masyarakat wirausaha, dengan demikian pendapatan dapat meningkatkan dan pengembangan produk desa wisata. Tujuan pembentukan desa wisata adalah untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat sebagai pemain kunci dalam pembangunan desa wisata. Adapun teori yang dipergunakan yaitu teori dari Pitana . mengemukakan bahwa dampak pariwisata terhadap kondisi ekonomi dikategorikan dalam 7 kategori yakni dampak terhadap penerimaan devisa, dampak terhadap pendapatan masyarakat, dampak terhadap kesempatan kerja, dampak terhadap distribusi, dampak terhadap kepemilikan dan kontrol . masyarakat, dampak terhadap pembangunan pada umumnya, dan dampak terhadap pendapatan pemerintah. Kebijakan menurut Anderson dalam Agustina & Octaviani, 2. Suatu kegiatan yang sengaja dilakukan oleh seorang aktor atau sekelompok pelaku sebagai tanggapan atas suatu masalah atau isu tertentu. Edi Suharto . menyatakan bahwa kebijakan publik merupakan sebuah instrumen pemerintahan, bukan saja dalam arti pemerintahan . ve yang hanya menyangkut aparatur negara, melainkan pula governance yang menyentuh pengelola sumberdaya Kebijakan adalah ketetapan yang berlaku yang dapat dikategorikan perilaku secara konsisten, baik bagi penulis. Tindakan analisis kebijakan adalah suatu kewajiban bagi perumusan kebijakan, tetapi tidak terlalu ditekankan pada implementasi kebijakan dan lingkungan kebijakan, pada implementasi kebijakan dan lingkungan kebijakan biasanya dilakukan evaluasi. Namun demikian, evaluasi kebijakan adalah bagian dari analisis kebijakan yang lebih bersifat berkenaan dengan prosedur dan manfaat dari kebijakan. Kebijakan sosial adalah kebijakan yang mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat, termasuk komponen sosial, politik, dan ekonominya. Yang dimaksud dengan "sosial" adalah bidang kesejahteraan sosial sebagai wilayah atau komponen pembangunan sosial atau kesejahteraan rakyat yang berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, terutama bagi mereka yang tergolong kurang beruntung dan rentan. Sosial dapat diartikan menyangkut program- program dan atau pelayanan-pelayanan sosial untuk mengatasi masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan, ketelantaran, ketidak berfungsian fisik dan psikis, tuna sosial dan tuna susila, kenakalan remaja dan lain sebagainya (Alam, 2. Tujuan akhir kebijakan sosial adalah kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial itu merupakan kondisi . tate of well bein. , untuk mencapai kesejahteraan manusia harus terpenuhinya kebutuhannya baik yang bersifat material maupun non-material. Evaluasi merupakan suatu aktivitas kegiatan bertujuan untuk menilai atau mengukur tingkat kinerja dari kebijakan. Evaluasi menurut Dunn . Istilah "evaluasi" memiliki beberapa konotasi Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 104 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta berbeda, yang kesemuanya menunjuk pada penerapan beberapa nilai pada hasil kebijakan dan Interpretasi . , nilai penawaran (Evaluatio. , dan mengungkapkan kata-kata yang berusaha menguji hasil analisis dalam kaitannya dengan unit nilai adalah contoh penilaian Menurut (Santoso, 2. evaluasi kebijakan adalah mencermati apakah kebijakan tersebut dapat menghasilkan dampak yang diharapkan atau tidak. Dampak merupakan perubahan kondisi fisik atau sosial yang diakibatkan dari output Dampak merupakan daya yang ada dan timbul dari suatu objek benda hidup maupun mati yang turut serta membentuk watak, kepercayaan atau tindakan seseorang yang memiliki arah timbal balik. Dampak merupakan hubungan timbal balik antara apa yang dapat dibangun dan apa yang mungkin terpengaruh olehnya. Dampak bisa berdampak positif atau negatif. Setiap individu atau fenomena alam membuat keputusan yang memiliki konsekuensi baik atau buruk. Dengan adanya dampak maka peran evaluasi dapat dipertimbangkan, bertujuan untuk menjadikan koreksi dengan meningkatkan peluang serta meminimalkan adanya ancaman. Sehingga diperlukan strategi untuk mengatasi dampak positif maupun dampak negatif yang telah dialami. Dengan adanya mempertahankan kan serta meningkatkan dampak positif maka dapat kepercayaan yang telah ada. Sedangkan dengan adanya dampak negatif maka menjadi bahan evaluasi agar lebih ditingkatkan ke arah positif. Jadi dampak tidak lepas dari sebab akibat serta kaitannya dengan hubungan timbal Evaluasi dampak kebijakan, yaitu evaluasi yang memberikan perhatian yang lebih besar kepada output dan dampak kebijakan. Lebih mengutamakan pada output dan dampak dalam mengevaluasi kebijakan dibandingkan pada prosesnya. Dampak dapat dijelaskan sebagai suatu kegiatan perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu Dampak dapat berupa positif maupun negatif, dampak positif merupakan manfaat sedangkan dampak negatif merupakan resiko aktivitas tersebut (Bungkaes. Posumah, & Kiai. Dalam kehidupan sosial masyarakat mempunyai dampak baik maupun dampak buruk yang dihasilkan suatu kebijakan (Anwar. Hasibuan, & Wibowo, 2. Yang telah dijelaskan bahwa kebijakan akan menghasilkan suatu dampak yang dirasakan bagi masyarakat. Dengan adanya dampak maka berkaitan dengan adanya perubahan, dihasilkan akan menghasilkan hal baru baik terhadap etika, sikap, gaya hidup, perilaku dalam kehidupan masyarakat, dan lainnya Di dalam evaluasi kebijakan juga terdapat unit sosial yang dapat terkena dampak kebijakan menurut Wibawa . , yakni . dampak individual, seperti dampak psikologis, lingkungan, ekonomi, dampak sosial dan pribadi semuanya dapat dipengaruhi oleh dampak pada manusia, . dampak organisasional, seperti suatu dampak berpengaruh terhadap kebijakan sehingga dapat dirasakan oleh organisasi atau kelompok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung dapat dirasakan dengan terganggu atau terbentuknya pencapaian tujuan organisasi atau Dampak tidak langsung terhadap kelompok seperti meningkatkan semangat kerja dan kedisiplinan dari anggota organisasi atau kelompok tersebut, . dampak pada masyarakat, seperti masyarakat merupakan suatu unit yang melayani para anggotanya, maka dampak dari kebijakan tersebut terhadap berpengaruh terhadap kebijakan yang mempengaruhi masyarakat dalam melayani anggotanya, . dampak pada lembaga dan sistem sosial, seperti terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan lemah atau tidaknya suatu sistem sosial, antara lain beban berlebih, distribusi yang tidak merata, pasokan sumber daya yang tidak mencukupi, adaptasi yang lemah, koordinasi yang buruk, menurunnya legitimasi, menurunnya kepercayaan, batasannya adalah adaptasi dan adaptasi, yang digantikan oleh sistem kuota. Daerah Istimewa Yogyakarta selain terkenal sebagai kota pelajar namun juga terkenal pesona alam dan kebudayaannya. Mengenalkan aneka ragam desa wisata antara lain desa wisata buatan, desa wisata sejarah dan budaya, desa wisata religi dan lain sebagainya. Salah satunya terdapat di Kabupaten Sleman menawarkan keindahan alam yang dimiliki merupakan salah satu potensi di Kabupaten Sleman. Desa Wisata Gamol berada tepat di Gamol. Balecatur. Kecamatan Gamping. Kabupaten Sleman. Desa wisata budaya Gamol merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Terminal BBM Rewulu bermitrakan Joglo Tani. Berawal dari keberanian untuk membangun atraksi wisata budaya yang diperkenalkan pengunjung pada hingga saat ini. Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 105 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta berkembang dengan pesat. Berbagai aktivitas pengembangan desa wisata tersebut yang membuat penelitian tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul untuk melakukan penelitian dengan judul AuEvaluasi Dampak Sosial Pengembangan Desa Wisata Budaya Gamol. Balecatur. Gamping. Sleman. YogyakartaAy. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif perlu menciptakan konsep-konsep ilmiah, sekaligus berfungsi dalam mengadakan suatu spesifikasi mengenai gejala-gejala fisik maupun sosial yang dipersoalkan. Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri (Harianik, 2. Informan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Kepala Dusun Gamol, pengelola Desa Wisata Gamol, masyarakat Desa Gamol, serta CSR Pertamina. Wawancara akan dilakukan terhadap key person dari kelompok yang bergabung dalam pengembangan Desa Wisata Gamol diantaranya: kelompok peternak kambing etawa, kelompok warung hidup sayuran, kelompok pengembanga jamur, kelompok bank sampah, dan pengelompok pengembangan anggrek. Hasil dan Pembahasan Berawal dari ide adanya lahan kosong yang penuh alang-alang pada tahun 2009 diperbaiki dengan memanfaatkan lahan tersebut sebagai desa wisata. Pengembangan Desa Wisata Gamol bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa wisata berkembang sejak 2010, pada tahun ini Desa Gamol membuka kunjungan wisata. Sumber Daya Alam yang terbatas Desa Gamol memberanikan diri menerima pengunjung. Pengembangan Desa Wisata Gamol mendapatkan pembinaan dari program CSR (Corporate Social Responsibilit. PT. Pertamina. Pada 24 Oktober 2018 diresmikannya Desa Wisata Gamol oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, dan Pertamina MOR IV. Yanuar Budi Hartanto, disaksikan oleh Bupati Sleman Sri Pengembangan Desa Wisata Gamol mempunyai kekhasan dari konsep edukasi. Pengembengan daya tarik wisata di Dusun Gamol mengecu pada edukasi pertanian seperti edukasi pembudidayaan jamur tiram, pembudidayaan tanaman anggrek, serta edukasi peternakan seperti pembudidayaan peranakan kambing etawa dan pembudidayaan ikan, selain itu terdapat edukasi pengelolaan sampah anorganik. Selain keunggulan yang dimiliki, desa wisata memiliki fasilitas yakni kereta mini bantuan dari PT. Pertamina Program CSR. Pengunjung dapat menjelajahi komponen yang terdapat di desa wisata dengan mengendarai kereta mini. Obyek daya tarik wisata yang dikembangkan Desa Wisata Gamol meliputi: Pembudidayaan Kambing Etawa Daya tarik Desa Wisata terdiri atas beberapa edukasi bidang pertanian dan peternakan salah satunya bidang peternakan yaitu budidaya Kambing Etawa dikembangakan oleh Kelompok Dwi Tunggal. Kelompok Sejahtera Sembada dan Kelompok Kersa Sejahtera digabung menjadi satu diberi nama AuDwi TunggalAy yang berarti dua kelompok yang menjadi kesatuan. Program Peternakan ini merupakan salah satu program CSR PT. Pertamina tahun 2012. Kelompok Dwi Tunggal mendapatkan bantuan pembuatan kandang dari program CSR pada 2017. Anggaran yang digunakan untuk bantuan pembuatan kandang tersebut Rp95. Pembuatan kandang tersebut dengan cara gotong royong warga Gamol. Bantuan dari CSR berupa kambing etawa yang awalnya 9 ekor kini menjadi 28 ekor PE. Dwi tunggal terdiri dari 25 anggota pengelola Desa Wisata Gamol. Hasil dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan peranakan kambing etawa, 10% untuk khas kelompok yang digunakan untuk kepentingan kelompok. Hal tersebut berdampak pada aspek sosial yakni kerukunan dan gotong royong. Pengolahan Susu Kambing Etawa Kambing Peranakan Etawa (PE) dapat menghasilkan susu, kondisi ini mendorong upaya untuk melakukan pengelolahan susu kambing peranakan etawa. Pengolahan susu kambing etawa dilakukan oleh Kelompok Sukoreno. Kelompok Sukoreno terdiri dari 21 orang, ibu-ibu sebagai pembuatan susu bubuk. Proses pembuatan olahan susu kambing PE masih manual dengan Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 106 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta menggunakan wajan dan kompor . Bahan baku kemudian disangrai sampai mengkristal. Jika sudah kemudian di oven lalu diblender. Dalam seminggu produksinya dua kali, sekali memproduksi 1Ae3 Memproduksi susu bubuk menyesuaikan peminat konsumen, dalam seminggu membutuhkan 6 Ae 8 liter perahan susu segar. Dalam seminggu dapat memproduksi 100 g menjadi 30 Ae 50 bungkus dan 20 g menjadi 30 Ae 50 bungkus susu bubuk kambing etawa. Susus kambing bubuk yang dikembangkan mempunyai varian rasa vanila, stroberi, dan rasa coklat. Pemasaran susu kambing PE menggunakan media sosial seperti Instagram. Facebook. WhatsApp. Hasil dari penjualan dapat menambah pemasukan pendapatan masyarakat. Faktor pendidikan, usia, dan wawasan merupakan hambatan pengembangan kelompok pengelola susu kambing etawa. Wisatawan yang berkunjung ke Kelompok Sukoreno atau pengolahan susu kambing etawa Desa Wisata Gamol diberikan edukasi mengenai pemerahan kambing etawa, proses pengolahan susu kambing etawa. Selain itu dapat minum susu segar diperas langsung dari kambing etawa. Pengembangan Media Jamur Tiram Kelompok Tri Tunggal melakukan pengembangan baglog jamur. Pengembangan media tanam jamur merupakan program CSR yang dikelola oleh bapak-bapak yang terdiri dari 3 Diantaranya Padukuhan Gamol. Padukuhan Ngaran, dan Padukuhan Sumber Gamol. Maka dinamakan kelompok AuTri TunggalAy padukuhan dengan anggota 15 orang, yang aktif membuat baglog 8 orang karena anggota yg lain ibu-ibu. Pelatihan, pengenalan alat, cara produksi, proses, campuran, dan disediakan alat-alatnya dari PT. Pertamina. Edukasi yang dilakukan CSR Pertamina mudah dipahami modal awal dimodali oleh CSR Pertamina. Modal awal rumah produksi sekitar Rp 8. 000 Ae Rp 9. 000 Rumah produksi baglog jamur menggunakan asbes dan lantai Pengadaan mesin, ruang transit, ruang pembibitan, pengovenan dibantu oleh CSR Pertamina biaya yang dikeluarkan kurang lebih Rp100. Pembuatan baglog jamur sebagai media pengembangan jamur tiram dilakukan dengan mencampurkan serbuk tercampur air dan oli supaya kadar ilang sehingga butuh difermentasi. Setelah siap diolah kemudian menangkar komposisi yang terdiri: serbuk, bekatul, dan kapur lalu di Tingkat kelembaban diperhatikan dan diukur sekitar 20-25 derajat. Kemudian dikemas didalam plastik baglog lalu di press selanjutnya diberi cincin dan tutup. Kemudian diletakan di ruangan pengovenan kurang lebih 5Ae7 jam. Setelah di oven kemudian didinginkan lalu diberi bibit jamur. Selanjutnya didiamkan beberapa minggu, sehingga jamur merambat seperti ragi Jika sudah baglog siap untuk didistribusikan ke petani dan ibu-ibu pembudidaya jamur. Pengembangan media tanam jamur yang dilakukan kelompok Tritunggal dapat menambah penghasilan keluarga. Hambatan pada proses awal pembuatan baglog pada tahap pengerjaan campuran kurangnya komposisi dan pengovenan sehingga terjadi kegagalan. Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama masa pandemi Covid-19 pengembangan baglog jamur belum dapat maksimal. Selain kelompok Tri Tunggal terdapat kelompok pembuatan media tanaman jamur tiram . sehingga Kelompok Tri Tunggal lebih fokus lebih fokus untuk membangun jaringan dan kepercayaan. Pengolahan Jamur Tiram Pengolahan jamur tiram dikembangakan oleh Kelompok Srikandi yang beranggotakan ibuibu dengan beranggotakan 14 orang Pengolahan jamur tiram merupakan program CSR dengan memberikan pelatihan cara pembudidayaan dan pengolahan jamur tiram. Kelompok srikandi bekerja sesuai bidang dan kemampuan yang dimiliki setiap anggota. Lahan tersebut awalnya dikontrak dan biaya listrik ditanggung CSR. Selain rumah jamur kelompok pembudidaya jamur menerima baglog jamur sebanyak 4. 000 baglog. Serta dibantu peralatan produksi diantaranya: kompor, wajan, spinner, dan bahan-bahan memasak. Mendapatkan binaan pengelolaan aneka masakan bahan baku jamur tiram. Dalam sehari Kelompok Sri Kandi dapat memanen 4 Ae 5 kg jamur tiram dan masa produksinya selama 3 . Terdapat kegiatan yang dilakukan kelompok srikandi yaitu pertemuan tiap bulan, budidaya jamur, pengolahan jamur. Produk dari jamur tiram dapat dipasarkan Rp15. 000/kg, olahan dari jamur seperti jamur crispy, steak jamur, basreng, bakso jamur, kripik jamur, tahu bakso, es krim, dan kaldu jamur. Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 107 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta Edukasi Peduli Lingkungan Kelompok Pepiling mengajarkan kegiatan untuk mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang recycle yang dapat digunakan kembali. Kelompok Pepiling atau biasa disingkat Penduduk Peduli Lingkungan yang beranggotakan ibu-ibu dengan jumlah 18 orang di kelompok Pepeling. Sampah anorganik yang digunakan bungkus snack, detergen, dan bungkus minuman. Keterampilan dalam pengelolaan sampah anorganik merupakan binaan dari PT. Pertamina program CSR sejak Adapun produk-produk yang dihasilkan yaitu tas, topi, mainan, dan cenderamata. Selain itu kerajinan dari sampah anorganik dapat memberi penghasilan sesuai tingkat kesulitan dan ukuran barang tersebut. Namun adanya pandemi membuat semua kegiatan kelompok Pepiling yang pasif. Di Awal masa pandemi CSR Pertamina mengedukasi pembuatan sabun cuci tangan. Kemudian dipraktekkan dan dijual ke anggota terlebih dahulu dan ke masyarakat. Produksi sabun yang dijualkan ke masyarakat terkendala pada izin penjualan menyebabkan penjualan tidak lancar. Hal tersebut karena kebanyakan konsumen jika tidak terdapat izin kurang tertarik untuk membeli. Dari hasil daur ulang sampah anorganik menjadikan barang yang menarik. Sehingga produk tersebut dapat dipasarkan dengan menawrkan ke wisatawan maupun dengan pameran. Keuntungan yang diterima dari hasil penjualan kerajinan berbahan baku sampah anorganik dapat menjadi pendapatan Kegiatan Wanita Tani Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan bagian dari kelompok Desa Wisata Gamol yang meliputi pembudidaya tanaman anggrek, sayuran, dan budidayaan ikan nila dan gurame. Kelompok KWT bergabung dengan Desa Wisata dengan binaan PT. Pertamina program dari CSR dari tahun Kelompok Wanita Tani terdiri dari ibu-ibu berjumlah 25 anggota. Kegiatan yang dilakukan Kelompok Wanita Tani yaitu dengan melakukan kerja bakti, pertemuan tiap bulan, budidaya Tanaman anggrek dapat dijual sesuai ukuran dan jenis bunganya dengan harga puluhan sampai ratusan ribu. Selain tanaman anggrek kelompok wanita tani ini membudidayakan sayur mayur seperti kubis, kangkung, sawi, dan lainnya. Pembudidaya ikan nila dan gurame yang ditempatkan di bagian dalam Mina Sejahtera. Pengelola budidaya tanaman anggrek, budidaya sayuran, dan budidaya ikan oleh anggota dengan melakukan piket yang dilakukan secara berurutan regu piket. Edukasi Budidaya Ikan Nila Kelompok Mina sejahtera atau pembudidaya ikan nila berawal dari proposal dari PT. Pertamina Rewulu ke PT. Pertamina Semarang. Kelompok mendapatkan konfirmasi dan bantuan dana untuk pembuatan kolam ikan nila pada 2020 Pembudidaya ikan nila terdiri dari bapak-bapak pengelola Desa Wisata Gamol berjumlah 20 orang. Pemeliharaan ikan nila dilakukan atas binaan dari CSR dengan jumlah 18 kolam. Pemasaran hasil budidaya ikan nila dengan media sosial dengan memanfaatkan grup WA dan grup FB milik anggota. Mina sejahtera terdiri dari beberapa kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani. Kelompok Jamur, dan 7 RT Dusun Gamol. Setiap kelompok berperan dalam pembudidayaan ikan nila dalam pemeliharaan dan kebersihan. Kebersihan kolam dijaga bersama dengan bergotong royong membersihkan sekitar kolam ikan. Kegiatan ini mempererat kerjasama sesama kelompok dalam pembudidayaan ikan nila. Budidaya ikan nila dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun hambatan atau kendala yang dialami Kegiatan pembudidayaan ikan nila yaitu aliran air kurang deras. Hal ini menyebabkan perkembangan ikan nila menjadi terhambat karena masih menggunakan air sumber/air sumur. Berdasarkan kriteria pengembangan desa wisata yang telah dipaparkan, dapat diketahui attraction, amenities, aksesibilitas, ancilliries, dan community involvement, pengembangan Desa Wisata Gamol cukup memberikan kepuasan pada wisatawan. Atraksi wisata (Attractio. yang dikembangkan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung terhadap keunikan dan kekhasan yang dimiliki Desa Wisata Gamol. Mengembangkan konsep berekreasi dengan edukasi merupakan ciri khas atau keunikan dari wisata, maka sangat mempengaruhi antara atraksi yang disuguhkan dengan minat pengunjung. Desa wisata belum mengembangakan fasilitas penginapan penginapan, rumah makan, tempat ibadah, area parkir, dan toilet. Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke desa Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 108 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta wisata tidak membutuhkan penginapan karena segera akan pulang ke asalnya. Tempat ibadah dan toilet mengalami keterbatasan, sedangkan lahan parkir dan tempat ibadah sudah tersedia namun belum memadai. Dengan keterbatasan yang dimiliki maka membutuhkan perhatian supaya wisatawan nyaman dalam menikmati wisata. Pengembangan aksesibilitas Desa Wisata Gamol sudah baik, namun alangkah lebih baiknya jika di dekat jalan raya terdapat denah lokasi supaya wisatawan dapat dengan mudah ke lokasi tujuan. Ancillaries atau wisata pendukung pengembangan Desa Wisata Gamol belum tersedia. Keterlibatan masyarakat atau community involvement sudah bersinergi dengan baik, masyarakat diuntungkan adanya wisatawan dan sebaliknya wisatawan dapat menikmati komponen di desa wisata. Secara nyata berpengaruh positif bagi masyarakat terhadap pembangunan dan pengembangan Desa Wisata Gamol. Keterkaitan dalam pengembangan Desa Wisata Gamol potensi melalui 4A 1C memerlukan kerjasama dan upaya yang lebih keras dalam memaksimalkan 5 kriteria sehingga dapat memberikan nilai tambah atau keunikan. Selain keasrian dan keramahan penduduk lokal dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung. Upaya pengembangan wisata membutuhkan kerjasama antara pemangku kepentingan dan keterlibatan masyarakat terhadap memaksimalkan attraction, amenities, aksesibilitas, ancilliries, dan community involvement agar dapat memberikan ciri khas dan daya tarik wisatawan. Dampak Sosial adalah dampak yang berkontribusi terhadap berkurangnya masalah-masalah sosial seperti kemiskinan dan kesejahteraan yang diterima oleh unit-unit sosial yang terlibat dalam pengembangan desa wisata Gamol. Unit sosial tersebut adalah : Individu Dampak individu yang dirasakan adanya Desa Wisata Gamol salah satunya yaitu bertambahnya pendapatan masyarakat. Desa Wisata Gamol dapat memperbaiki kehidupan masyarakat Gamol. Selain dampak positif terdapat dampak negatif pengembangan Desa Wisata Gamol. Menurut hasil wawancara dari masyarakat pengembangan wisata Gamol belum maksimalnya kesempatan kerja. Kondisi ini disebabkan oleh keanggotaan pengelola desa wsiata ditentukan oleh pemerintah dari faktor masyarakat miskin dan rentan miskin. Tidak semua masyarakat terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Gamol. Hanya perataan di setiap perwakilan Rukun Warga (RW) Dusun Gamol yang rentan miskin dan miskin yang dipilih pemerintah dalam pengembangan Desa Wisata Gamol. Organisasi Dampak organisasi yang dirasakan suatu kebijakan terjadi dapat mendukung atau menghambat dari tujuan yang dicapai. Organisasi bertujuan untuk dapat memberdayakan masyarakat sehingga dapat meningatkan aspek ekonomi dan sosial. Adanya Desa Wisata Gamol dapat meningkatkan perilaku gotongroyong, keramahtamahan, serta peningkatkan hasil Desa Wisata Gamol terbentuk dengan adanya kelompok-kelompok yang dapat mempengaruhi wisatawan berkunjung Pengembangan Desa Wisata Gamol mendorong terbentuknya kelompok-kelompok yang dapat mengembangkan daya tarik wisata edukasi. Kelompok-kelompok tersebut adalah: Kelompok Wanita Tani mulai. Kelompok Dwi Tunggal. Kelompok Sukoreno. Pepiling(Penduduk Peduli Lingkunga. Kelompok Tri Tunggal Kelompok Sri Kandi. Kelompok Mina Sejahtera. Adanya Desa Wisata maka pengelola mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil olahan dan pembudidayaan di bidang pertanian dan peternakan untuk memenuhi kebutuhan serta dapat meningkatkan jiwa kegotongroyongan dan toleransi. Dengan terjalinnya kerjasama yang baik maka mempengaruhi penghasilan yang didapatkan. Meskipun aktivitas wisatawan dihentikan namun kegiatan kelompok sampai saat ini masih berlangsung demi menjaga eksistensi pengembangan desa wisata. Pengembangan Desa Wisata Gamol berdampak pada meningkatnya pembangunan tempattempat usaha seperti telah pembangunan rumah produksi susu, pembuatan kandang kambing, taman sukoreno, gazebo, rumah produksi sampah, kebun manunggal, kumbung jamur, rumah anggrek, joglo, pembuatan kolam ikan, dan baglog jamur tiram. Pembangunan tempat usaha Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 109 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta dengan bantuan CSR Pertamina selain mengembangkan kegiatan perekonomian juga mendukung pengembangan Desa Wisata Gamol. Masyarakat Pengembangan Desa Wisata Gamol dirasakan oleh sebagaian masyarakat kurang berdampak pada masyarakat non pengelola desa wisata. Kondisi ini menimbulkan kecemburuan Namun kurangnya perhatian kepada masyarakat non pengelola desa wisata sehingga terjadinya kecemburuan sosial. Adanya desa wisata tidak membawa pengaruh terhadap kelangsungan hidupnya. Sehingga ada atau tidak adanya desa wisata beranggapan biasa saja. Namun demikian dampak Desa Wisata Gamol mengakibatkan sarana prasarana seperti yang sebelumnya belum diaspal menjadi sudah diaspal dan kelancaran pengairan. Sarana prasarana tersebut dilakukan dari pemerintah Desa Balecatur. Upaya pengembangan Desa Wisata terhadap pengunjung salah satunya dengan meningkatkan keramah tamahan dalam pelayanan. Hal ini dilakukan dengan pelatihan untuk berbicara serta cara menerima tamu dengan baik. Dengan demikian pengunjung merasa nyaman dengan respon yang diberikan. Selain keramah tamahan berdampak pada berpakaian yang semakin sopan dan rapi. Sehingga suasana yang dirasakan pengunjung natural asli pedesaan asri dan nyaman Lembaga/sistem sosial Sistem sosial yang terbentuk dengan adanya organisasi pelaksana Desa Wisata Gamol sehingga organisasi mempengaruhi perkembangan desa wisata. Hal tersebut beban kerja organisasi yang setiap kelompok mempunyai ketua bertugas untuk mengarahkan dan mengendalikan supaya tercapainya tujuan. Dengan demikian Desa Wisata Gamol memiliki koordinasi yang baik antara ketua dan pengelola. Sehingga terjalinnya sistem sosial yang saling berhubungan terhadap keberlangsungan pengembangan Desa Wisata Gamol. Kesimpulan Berdasarkan beberapa uraian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat Pengembangan Desa Wisata Gamol menyuguhkan konsep wisata edukasi dalam berbagai komponen antara lain: pembudidayaan dan pengolahan Kambing Etawa, pembudidayaan dan pengolahan jamur tiram, serta edukasi pengelolaan sampah anorganik binaan dari program CSR PT. Pertamina Rewulu. Dukungan dari Pemerintah Desa Balecatur terhadap akses jalan yang sudah beraspal dan keasrian desa jauh dari perkotaan meningkatkan kenyaman wisatawan berkunjung. Adapun keterbatasan pengembangan desa wisata diantaranya: Sumber Daya Manusia (SDM) masih terbatas dari sudut pandang penggunaan teknologi dan faktor usia, keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), dan keterbatasan fasilitas seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat penginapan. Namun, kontribusi Pemerintah Balecatur mengenai materi belum ada dan dampingan dari Desa Balecatur belum ada. Pemerintah desa hanya memperbaiki sarana dan prasarana menuju Desa Wisata Gamol. Dampak sosial pengembangan Desa Wisata Gamol dapat memperbaiki kehidupan masyarakat Gamol. Hasil dari olahan aneka kuliner, perikanan, dan tanaman mengakibatkan meningkatkan tingkat pendapatan sesudah adanya desa wisata dapat digunakan untuk memperbaiki tempat tinggal, dapat memberikan pendidikan yang layak dan lain sebagainya. Pengembangan Desa Wisata Gamol tidak lepas dampingan dari program CSR PT. Pertamina dan terdapat bantuan program dari CSR yaitu. rumah produksi susu, pembuatan kandang kambing, taman sukoreno, gazebo, rumah produksi sampah, kebun manunggal, kumbung jamur, rumah anggrek, joglo, pembuatan kolam ikan, dan baglog jamur tiram. Selain hal tersebut Pengembangan Desa Wisata Gamol berdampak pada sikap dan perilaku seperti keramahtamahan kepada wisatawan. Sehingga suasana yang dirasakan pengunjung natural asli pedesaan asri dan nyaman. Mempengaruhi Endah Wahyu Sulistyowati1. Ardiyati2 110 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 10/04/2024. Accepted: 16/05/2024. Published: 30/06/2024 Evaluasi dampak sosial pengembangan desa wisata budaya gamol, balecatur, gamping, sleman, yogyakarta kenyaman wisatawan akses menuju Desa Wisata dengan demikian mengakibatkan Setelah melakukan penelitian mengenai Evaluasi Pengembangan Dampak Sosial Desa Wisata Gamol terdapat kekurangan dalam pengembangan desa wisata. Saran untuk pengembangan Desa Wisata Gamol yaitu: Meningkatkan kesadaran dalam penggunaan teknologi sebagai media pemasaran secara online, sehingga cakupan dapat semakin luas dan dapat meningkatnya berkunjung Peningkatan sumber daya manusia dengan berkolaborasi antara pengelola desa wisata dan peran pemuda agar dapat bersinergi sehingga dapat membangun desa wisata kearah yang lebih baik. Kontribusi Pemerintah Desa Balecatur dalam meningkatkan fasilitas pengembangan desa wisata seperti pembangunan toilet yang memadai, area tempat parkir yang nyaman, dan denah lokasi supaya mudah dijangkau wisatawan. Referensi