https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. STRATEGI PEMBELAJARAN KITAB KUNING (ANALISIS NILAI-NILAI AHLAK KARIMAH) DALAM KITAB WASOYA DI PONDOK PESANTREN MUSTHAFAWIYAH Yona Riska Amelia Pasaribu MA As-Tsaqofah Padangsidimpuan yonariska79@gmail. Zainal Efendi Hasibuan UIN Syeik Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Zainal80yes@gmail. Article History: Abstract. Penelitian ini membahas strategi pembelajaran Received: Agustus 31, 2025. Accepted: September 13, 2025. Published: Oktober 18, 2025. kitab kuning dan analisis nilai-nilai akhlak karimah dalam kitab Wasoya di Pondok Pesantren Musthafawiyah. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi yang diterapkan dalam pembelajaran kitab kuning serta bagaimana nilai-nilai akhlak karimah dalam kitab Wasoya diintegrasikan dalam proses pembelajaran di Kitab kuning merupakan sumber utama pendidikan Islam tradisional yang tidak hanya mengajarkan ilmu keislaman,tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan dan analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara mendalam dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi terhadap kegiatan belajar mengajar dan isi kitab Wasoya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan meliputi metode bandongan, sorogan, dan diskusi terbimbing, yang dikombinasikan dengan pembiasaan nilainilai moral dalam kehidupan sehari-hari santri. Kitab Wasoya mengandung ajaran-ajaran akhlak karimah seperti kejujuran, amanah, tawadhuAo, dan kasih sayang, yang secara sistematis ditanamkan melalui nasihat dan keteladanan Kesimpulannya,Pondok Pesantren Musthafawiyah mampu memadukan strategi pembelajaran kitab kuning dengan pembentukan karakter santri berbasis akhlak karimah secara efektif dan berkelanjutan. Keywords: Abstract This study explores the learning strategies of Learning Strategies. Kitab Kuning. Moral Values. Wasoya Book. Musthafawiyah Pesantren. classical Islamic texts . itab kunin. and analyzes the moral values . khlak karima. found in the Wasoya book at Pondok Pesantren Musthafawiyah. The main problems addressed in this research are the strategies applied in the teaching of kitab kuning and how the moral values contained in Wasoya are integrated into the learning process. The kitab kuning serves as a primary source in traditional Islamic education, aiming not only to convey religious knowledge but also to instill ethical and spiritual values. This research employs a qualitative approach with field study and content analysis Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of 678 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Pembelajaran Kitab Kuning (Analisis Nilai-Nilai Ahlak Karima. Dalam Kitab Wasoya. | Yona Riska Amelia Pasaribu. Zainal Efendi Hasibuan teaching activities and the Wasoya text. The findings reveal that learning strategies such as bandongan, sorogan, and guided discussions are used, complemented by the habituation of moral behavior in daily life. The Wasoya book emphasizes values such as honesty, trustworthiness, humility, and compassion, which are instilled through both instruction and exemplary conduct by teachers. In conclusion. Pondok Pesantren Musthafawiyah effectively integrates classical text-based learning with character building grounded in Islamic moral values. PENDAHULUAN Pendidikan Islam tradisional di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting pondok pesantren. (Suherman & Cipta, 2. Salah satu unsur utama dalam pendidikan pesantren adalah pembelajaran kitab kuning, yaitu kitab-kitab klasik berbahasa Arab tanpa harakat yang menjadi rujukan utama dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti fikih, akidah, tasawuf, dan akhlak. (Aswaluddin, 2. Di antara banyak pondok pesantren di Indonesia. Pondok Pesantren Musthafawiyah yang terletak di Mandailing Natal. Sumatera Utara, dikenal sebagai salah satu pesantren tertua dan terbesar yang masih konsisten menggunakan kitab kuning sebagai basis (Pulungan, 2. Dalam konteks pendidikan modern yang cenderung menekankan aspek kognitif dan teknologi, eksistensi pembelajaran kitab kuning menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi metode, media, maupun relevansi dengan kebutuhan zaman. (Asrarun Nafis Mohd. Nasir, 2. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana pesantren mempertahankan metode tradisional dalam pengajaran kitab kuning, sekaligus tetap mampu menanamkan nilainilai moral dan spiritual kepada santri. (Suhendri, 2. Di sinilah letak urgensi penelitian ini, yaitu untuk mengungkap bagaimana strategi pembelajaran kitab kuning diterapkan di Pondok Pesantren Musthafawiyah, khususnya melalui kitab Wasoya, serta bagaimana nilai-nilai akhlak karimah yang terkandung di dalamnya dianalisis dan diinternalisasikan dalam kehidupan santri. Kitab Wasoya merupakan salah satu kitab akhlak yang diajarkan di Musthafawiyah dan berisi nasihat-nasihat moral yang sangat mendalam, 679 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. mencakup nilai kejujuran, amanah, tawadhuAo, kasih sayang, hingga tanggung jawab sosial. (Nafarozah et al. , 2. Namun, keberhasilan penanaman nilainilai tersebut tentu sangat bergantung pada strategi pembelajaran yang (Rahma, 2. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana metode pembelajaran seperti bandongan . engajaran bersam. , sorogan . elajar peroranga. , dan metode hafalan dapat dioptimalkan agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku santri sehari-hari. (Lukman Hakim, 2. Selain itu, dalam era digitalisasi dan globalisasi, terjadi pergeseran nilai yang mengancam pembentukan karakter generasi muda. Banyak remaja yang mengalami krisis moral, minimnya keteladanan, serta lemahnya kesadaran Maka, penting untuk meninjau kembali kontribusi lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren dalam membentuk kepribadian yang (Rahmawati Kusrina. Penelitian keprihatinan terhadap kondisi tersebut dan berusaha menunjukkan bahwa pesantren, melalui pembelajaran kitab seperti Wasoya, masih sangat relevan dan efektif dalam membina moral generasi muda. Dengan demikian, fokus utama dalam kajian ini adalah merumuskan permasalahan: . bagaimana strategi pembelajaran kitab kuning, khususnya kitab Wasoya, diterapkan di Pondok Pesantren Musthafawiyah? dan . bagaimana nilai-nilai akhlak karimah dalam kitab Wasoya dianalisis dan diinternalisasikan dalam kehidupan santri? Jawaban atas pertanyaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran nilai-nilai moral dalam pendidikan Islam yang kontekstual dan METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode (Ramli et al. ,2. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam strategi pembelajaran kitab kuning dan analisis nilai-nilai akhlak karimah dalam kitab Wasoya di Pondok Pesantren Musthafawiyah. 680 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Pembelajaran Kitab Kuning (Analisis Nilai-Nilai Ahlak Karima. Dalam Kitab Wasoya. | Yona Riska Amelia Pasaribu. Zainal Efendi Hasibuan Jenis penelitian ini bersifat studi lapangan . ield researc. , yang dilakukan secara langsung di lingkungan pesantren untuk memperoleh data yang autentik dan kontekstual. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. (Dian Ermayanti, 2. Data pembelajaran, wawancara mendalam dengan ustaz, santri senior, dan pimpinan pesantren, serta dokumentasi langsung dari proses pengajaran kitab Wasoya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan, seperti buku-buku tentang pendidikan pesantren, strategi pembelajaran kitab kuning, serta karya ilmiah yang mengulas kitab Wasoya dan nilai-nilai akhlak karimah. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah terkumpul dianalisis untuk menemukan pola-pola strategi pembelajaran dan integrasi nilai akhlak, yang kemudian ditafsirkan sesuai dengan konteks pendidikan Islam tradisional. (Moh. Erlena, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pondok Pesantren Musthafawiyah, sebagai salah satu pesantren salafiyah tertua dan terbesar di Sumatera Utara, memiliki sistem pendidikan yang kuat berbasis kitab kuning. (Musa, 2. Tradisi intelektual ini sudah berlangsung sejak pesantren ini didirikan pada tahun 1912 oleh Syeikh Musthafa Husein. (Abidin, 2. Pembelajaran kitab kuning bukan hanya menjadi sarana penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai akhlak karimah. (Suhendri, 2. Strategi Pembelajaran Kitab Kuning Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Musthafawiyah masih mempertahankan metode tradisional, yakni bandongan, sorogan, halaqah, dan muthalaAoah. Meskipun bersifat klasik, metode ini tetap relevan karena 681 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. disesuaikan dengan konteks pembelajaran dan perkembangan peserta Metode Bandongan Metode bandongan merupakan metode di mana seorang guru . membaca dan menjelaskan isi kitab kepada santri yang mendengarkan sambil mencatat. Dalam praktiknya, ustaz membacakan teks Arab dari kitab Wasoya, menerjemahkannya ke dalam bahasa Melayu atau Indonesia, kemudian menjelaskan makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Santri diberi kesempatan bertanya jika ada bagian yang kurang dipahami. Keunggulan metode ini adalah penyampaian materi yang sistematis dan tersedianya penjelasan langsung dari guru yang kompeten dalam bidangnya. (Suhendri, 2. Metode Sorogan Metode sorogan lebih bersifat individual. Santri membaca bagian membacakannya di hadapan guru. Guru akan menilai kemampuan baca dan pemahaman santri, serta memberi koreksi atau tambahan Metode ini sangat efektif dalam membentuk kemandirian santri dan memperdalam pemahaman teks. (Norma Yulianti et al. Diskusi Terbimbing (Halaqa. Selain metode tradisional, pesantren juga menerapkan diskusi kelompok kecil di antara para santri. Diskusi ini difasilitasi oleh ustaz atau santri senior. Dalam diskusi tersebut, nilai-nilai akhlak dari kitab Wasoya dibahas secara lebih aplikatif, dikaitkan dengan kondisi sosial dan tantangan moral santri dalam kehidupan sehari-hari. (Ali & Siregar, 2. Pembiasaan dan Keteladanan Strategi lain yang sangat penting adalah pembiasaan perilaku baik dan keteladanan dari para ustaz. Nilai-nilai dalam kitab Wasoya tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan secara 682 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Pembelajaran Kitab Kuning (Analisis Nilai-Nilai Ahlak Karima. Dalam Kitab Wasoya. | Yona Riska Amelia Pasaribu. Zainal Efendi Hasibuan Para guru dan pembina asrama memberi contoh dalam berperilaku jujur, amanah, sabar, dan tawadhuAo, yang kemudian diteladani oleh para santri. (Anisa et al. , 2. Isi dan Nilai-Nilai Akhlak dalam Kitab Wasoya Kitab Wasoya adalah karya klasik yang berisi nasihat-nasihat moral dan spiritual. Kitab ini tidak panjang, tetapi sangat kaya makna dan memiliki nilai filosofis yang dalam. Beberapa nilai utama yang ditemukan dalam kitab ini antara lain:(Arifin et al. , 2. Kejujuran (Shid. Kejujuran menjadi nilai dasar yang ditekankan dalam Wasoya. Dalam proses pembelajaran, guru selalu menekankan pentingnya bersikap jujur dalam segala hal, termasuk dalam menuntut ilmu, berbicara, dan berinteraksi dengan sesama. Santri yang berani berterus terang ketika tidak paham atau melakukan kesalahan justru diberi apresiasi. Amanah Nilai amanah ditekankan dalam konteks tanggung jawab terhadap ilmu, tugas, dan amanah sosial. Guru menanamkan bahwa ilmu harus dijaga dan diamalkan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi tetapi juga untuk kemaslahatan umat. TawadhuAo (Rendah Hat. Kitab Wasoya menekankan pentingnya sikap tawadhuAo sebagai ciri orang berilmu. Dalam pembelajaran, guru selalu mengingatkan bahwa ilmu tanpa akhlak akan melahirkan kesombongan, sementara ilmu yang disertai kerendahan hati akan membawa keberkahan. Kasih Sayang dan Persaudaraan Nilai kasih sayang dan ukhuwah Islamiyah ditekankan dalam interaksi antar santri. Guru sering mengaitkan isi kitab dengan praktik kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya membantu teman, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda. 683 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Sabar dan Ikhlas Nilai sabar dan ikhlas juga sangat ditekankan, terutama dalam menghadapi ujian dalam proses menuntut ilmu. Santri diajarkan untuk tidak mudah menyerah dan tetap istiqamah dalam belajar, meskipun menghadapi kesulitan memahami teks atau tekanan aktivitas harian. Implementasi Nilai Akhlak dalam Kehidupan Santri Nilai-nilai dalam kitab Wasoya tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga ditanamkan melalui program-program pembinaan karakter di pesantren. Di antaranya adalah: Kegiatan harian: seperti shalat berjamaah, pengajian rutin, tugas piket, dan kegiatan kebersamaan, menjadi wahana latihan karakter. Penilaian karakter: guru tidak hanya menilai capaian kognitif, tetapi juga perilaku, sopan santun, dan tanggung jawab santri. Lingkungan yang kondusif: suasana pesantren yang religius dan disiplin nilai-nilai (Ferihana Rahmatullah, 2. Santri yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa mereka berubah menjadi lebih sabar, disiplin, dan menghargai orang lain setelah beberapa waktu berada di Peran Guru dalam Menanamkan Akhlak Guru memegang peranan penting dalam keberhasilan internalisasi nilai akhlak dari kitab Wasoya. Tidak hanya sebagai pengajar, mereka juga menjadi teladan, pembimbing spiritual, dan figur pengasuh. Guru yang dan mengamalkan isi Wasoya akan lebih mudah (Jamzuri, 2. 684 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Pembelajaran Kitab Kuning (Analisis Nilai-Nilai Ahlak Karima. Dalam Kitab Wasoya. | Yona Riska Amelia Pasaribu. Zainal Efendi Hasibuan Dari hasil penelitian, diketahui bahwa keberhasilan pembelajaran kitab kuning dan penanaman akhlak sangat bergantung pada keteladanan guru dan metode pembelajaran yang kontekstual. Penggunaan kitab Wasoya sebagai sumber pembelajaran akhlak terbukti efektif dalam membentuk karakter santri jika dibarengi dengan pendekatan yang menyeluruh dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan Musthafawiyah Pondok Pesantren bandongan, sorogan, dan halaqah, namun dikembangkan secara kontekstual agar relevan dengan kebutuhan santri masa kini. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif dan penguasaan teks, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai akhlak karimah. Kitab Wasoya yang digunakan sebagai materi pembelajaran akhlak memiliki kandungan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, amanah, tawadhuAo, kasih Nilai-nilai kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Dengan pendekatan pembelajaran yang menyeluruh. Pondok Pesantren Musthafawiyah berhasil mengintegrasikan penguasaan ilmu keislaman Hal pembelajaran kitab kuning, khususnya melalui kitab Wasoya, masih sangat relevan dan efektif dalam membentuk generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. REFERENSI