ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 5. Nomor 2. September 2024 ISSN: 2745-827X (Onlin. ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP Sudrajat1 1Pendidikan Matematika. FMIPA. Universitas Negeri Yogyakarta math@gmail. ABSTRAK Kemampuan komunikasi matematika merupakan kemampuan yang harus dikembangkan dalam pembelajaran. Salah satu strategi untuk mengembangkan kemampuan tersebut dibutuhkan suatu instrumen yang berkualitas maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis siswa SMP ditinjau dari validitas, reliabilitas, indeks kesuakran dan daya pembeda menggunakan bantuan software SPSS versi 21 dan Microsoft excel. Metode penelitian ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu Siswa kelas Vi di SMP Negeri 7 Yogyakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik purpose sampling. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa: . Kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis memenuhi 100% valid, . Reliabilitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis sebesar 0,870 dengan kategori tinggi, . Hasil analisis daya pembeda soal menunjukkan bahwa soal nomor 1, 2 dan 5 memiliki kriteria cukup, sedangkan soal nomor 3 dan 4 memiliki kriteria baik, . Hasil analisis indeks kesukaran menunjukan bahwa soal nomor 1, 3 dan 4 memiliki interprestasi sedang, sedangkan soal nomor 2 dan 5 memiliki interprestasi Kata Kunci: Analisis. Kualitas instrumen. Komukasi matematis ABSTRACT Mathematical communication skills are skills that must be developed in learning. One of the strategies to develop these abilities requires a quality instrument, so this study aims to analyze the quality of the mathematical communication ability test instrument of junior high school students reviewed from the validity, reliability, proficiency index and discriminating power using the help of SPSS software version 21 and Microsoft excel. This research method uses a descriptive quantitative research method. The subject of this research is grade Vi students at SMP Negeri 7 Yogyakarta. The sample was selected using the purpose sampling technique. The results of this study can be concluded that: . The quality of the mathematical communication ability test instrument met 100% valid, . The reliability of the mathematical communication ability test instrument was 0. 870 with a high category, . The results of the problem differentiation analysis showed that questions 1, 2 and 5 had sufficient criteria, while questions 3 and 4 had good criteria, . The results of the difficulty index analysis showed that question number 1. Questions 3 and 4 have a moderate interpretation, while questions number 2 and 5 have an easy interpretation. Keywords: Analysis. Instrument quality. Mathematical communication http://journal. id/index. php/ELIPS Analisis Kualitas Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi PENDAHULUAN Ketrampilan abad 21 merupakan ketrampilan yang sangat penting untuk mendukung sumber daya manusia yang berkualitas agar berhasil dalam menghadapi tantangan di era modern (Redhana, 2. Persaingan di era modern ini semakin komptetitif, sehingga seseorang harus memliki ketrampilan-ketrampilan yang mendukung untuk mencari, kemudian memperoleh dan menyaring suatu informasi agar dapat mengikuti perubahan yang berjalan dengan cepat (Sutama et al. , 2. Ketrampilan-ketrampilan abad 21 menurut Griffin & Care . yaitu komunikasi, kolaborasi dan bekerjasama. Sedangkan ketrampilan-ketrampilan abad 21 menurut National Education Association terdiri dari 4C yaitu critical thinking, creativity, communication and Tujuan pembelajaran matematika di Indonesia juga mendukung ketrampilan abad 21 dimana tujuan pembelajaran tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi, yaitu siswa harus mempunyai ketrampilan-ketrampilan sebagai berikut: . Memahami konsep matematika dengan menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menerapkan konsep tersebut secara efektif dan tepat . Menggunakan penalaran, melakukan manipulasi untuk menyusun generalisasi dan pernyataan matematika . Memecahkan suatu permasalahan, . Mengomunikasikan suatu gagaran, . Mempunyai rasa menghargai terkait manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari (Kemendikbud, 2. Berdasarkan pendapat tersebut, salah satu dari sekian kemampuan yang sangat penting untuk mendukung ketrampilan abad 21 yaitu kemampuan komunikasi. Kemampuan komunikasi merupakan kemampuan untuk manyampaikan suatu ide ataupun gagasan, strategi dan solusi dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika baik itu secara lisan maupun secara tertulis (Wahyumiarti et al. , 2. Pada penelitian ini akan mengukur kemampuan komunikasi secara tertulis. Adapun indikator kemampuan komunikasi tertulis, yaitu . Kemampuan menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika secara tertulis, . kemampuan membuat gambar, grafik dan diagram dalam bentuk ide atau simbol matematika secara visual, . kemampuan membuat model atau situasi atau persoalan secara tertulis menggunakan simbol atau skema berpikir, . kemampuan mengungkapkan kembali suatu uraian atau kesimpulan (Sumarmo, 2. Indikator kemampuan komunikasi tersebut dapat digunakan dalam membuat suatu penilaian. Penilaian yang dimaksud yaitu penilaian dengan cara tes. Tes merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh suatu data terkait perilaku seseorang yang dibuat sedemikian rupa untuk keperluan yang berbeda-beda (Allen & Yen, 1. Mardapi . menjelaskan bahwa tes digunakan untuk mengukur sejumlah pertanyaan yang mempunyai jawaban benar ataupun salah. Bentuk tes yang digunakan yaitu soal uraian yang terdiri dari lima butir soal pada materi Teorema Pythagoras. Teorema Pythagoras merupakan Sudrajat ELIPS: Vol. No. September 2024 salah satu materi pelajaran matematika yang dipelajari siswa SMP kelas Vi di semester genap (Sudrajat, 2. Dalam menyusun soal diperlukan tahapan-tahapan untuk menganalisis butir soal yang bertujuan untuk mengetahui kualitas soal yang sudah dikembangkan. Analisis butir soal merupakan suatu penilaian akan butir soal untuk menelaah kualitas dari butir soal tersebut sebelum soal tersebut digunakan lebih luas (Mardapi, 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu menjelaskan bahwa siswa masih merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal jenis kemampuan komunikasi (Revita et al. , 2. Hal tersebut dikarenakan guru belum memilih alat evaluasi yang baik, guru belum bisa mengidentifikasi soalsoal yang baik, kurang baik dan soal yang jelek (Aqilah & Kartini, 2. Guru matematika masih belum melakukan uji kelayakan kualitas instrumen dengan berbagai macam alasan (Setiyawan & Wijayanti, 2. Kriteria instrumen tes yang berkualitas yaitu dapat menghasilkan dan menyajikan hasil yang akurat. Kriteria yang paling umum menurut Azwar . adalah valid dan reliabel, serta memiliki indeks kesukaran dan daya pembeda (Argianti & Retnawati, 2. Validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda merupakan suatu formula yang sangat penting dalam memilih butir soal. Validitas merupakan bukti dari hasil tes yang akan ditafsirkan sesuai dengan tujuan tes (Mardapi, 2. Fungsi validitas yaitu untuk dijadikan sebagai alat ukur terhadap apa yang ingin di ukur. Validitas akan memperlihatkan fakta empirik dan dasar teoritikal untuk menginterprestasi skor dari instrumen dan hal ini sangat membutuhkan ketelitian dari pengukuran (Retnawati, 2. Validitas sangat tinggi akan memiliki eror of measurement yang sangat rendah atau dikatakan skor asli tes (Pramudita et al. , 2. Reliabilitas merupakan keajegan suatu instrumen apabila diberikan kepada subjek yang sama, dengan waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda maka akan mendapatkan nilai yang tidak jauh berbeda (Lestari & Yudhanegara, 2. Reliabilitas menunjukkan kekonsistenan skor yang didapat dari hasil tes (Li. Yin & Wu, 2. Suatu tes dikatakan reliabel jika mempunyai korelasi yang tinggi antara skor amatan dan skor murni (Pramudita et al. , 2. Daya pembeda merupakan kemampuan butir soal untuk membedakan siswa yang berkemampuan sangat tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan sangat rendah (Lestari & Yudhanegara, 2. Fungsi dari daya pembeda yaitu untuk melihat kemampuan butir pada soal dalam membedakan siswa berkemampuan sangat tinggi dan siswa berkemampuan sangat rendah dan daya pembeda dikatakan baik jika skor daya pembeda antara 0,41 sampai 0,70 (Arikunto, 2. Skor daya pembeda siswa bernilai kecil akan mengakibatkan butir tersebut tidak dapat membedakan siswa yang berkemampuan sangat tinggi dan siswa kemampuan sangat Indeks kesukaran merupakan derajat kesukaran suatu butir soal dan dinyatakan dalam bentuk bilangan (Lestari & Yudhanegara, 2. Jika soal dikatakan baik, maka soal tersebut tidak Analisis Kualitas Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi tergolong mudah atau tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu sukar membuat siswa frustasi akan belajar matematika, tetapi soal yang tergolong mudah tidak dapat merangsang otak siswa untuk mengomunikasikan suatu masalah (Arikunto, 2. Berdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis siswa SMP ditinjau dari validitas, reliabilitas, indeks kesuakran dan daya pembeda menggunakan bantuan software SPSS 21 dan Microsoft excel. METODE Metode penelitian ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan keadaan, peristiwa dan objek yang terkait dengan variabel bisa dijelaskan dengan angka maupun kata-kata (Setyosari, 2. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes kemampuan komunikasi matematis Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Yogyakarta berjumlah 26 Sampel dalam penelitian ini, sampel dipilih dengan teknik purpose sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda. Perhitungan validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda menggunakan bantuan program SPSS versi 21 dan Microsoft excel. Adapun tolak ukur untuk menginterprestasikan derajat validitas instrumen, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut: Tabel 1. Kriteria Tingkat Validitas Tes Koefisien Relasi Kriteria 0,80 < ycycuyc < 1,00 Sangat Tinggi 0,60 < ycycuyc < 0,80 Tinggi 0,40 < ycycuyc < 0,60 Sedang 0,20 < ycycuyc < 0,40 Rendah 0,00 < ycycuyc < 0,20 Sangat Rendah Tabel 2. Kriteria Koefisien Reliabilitas Tes Koefisien Relasi Kriteria 0,9 < ycycn < 1,00 Sangat Tinggi 0,70 < ycycn < 0,90 Tinggi 0,40 < ycycn < 0,70 Sedang 0,20 < ycycn < 0,40 Rendah ycycn < 0,20 Sangat Rendah Sudrajat ELIPS: Vol. No. September 2024 Tabel 3. Kriteria Daya Pembeda Skor Daya Pembeda 0, 71 A DP C 1, 00 0, 41 A DP C 0, 70 0, 21 A DP C 0, 41 0, 00 A DP C 0, 20 Kriteria Daya Pembeda Sangat Baik Baik Cukup Buruk Tabel 4. Interprestasi Indeks Kesukaran IK = 0,00 0, 00 A IK C 0,30 0,30 A IK C 0, 70 0, 70 A IK A 1, 00 IK = 1,00 Interprestasi Indeks Kesukaran Terlalu Sukar Sukar Sedang Mudah Terlalu Mudah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Penelitian ini menghasilkan instrumen tes kemampuan komunikasi matematis untuk siswa SMP kelas Vi. Instrumen tes ini dirancang untuk mengetahui kualitas instrumen tes yang dibuat oleh peneliti yang nantinya bisa dijadikan referensi di dunia Pendidikan khususnya matematika, karena instrumen ini sudah melalui tahapan pengujian seperti pengujian validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda. Selain itu, instrumen ini sekiranya mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kualitas instrumen dimasa pandemi covid-19 ini jarang sekali guru matematika melakukan uji kelayakan kualitas instrumen dengan berbagai macam alasan. Suatu instrumen tes menjadi bias apabila instrumen tersebut tidak melalui tahapan pengujian, tidak menutup kemungkinan instrumen tersebut tidak dapat mengukur kemampuan siswa. Adapun beberapa contoh soal yang dikembangkan oleh peneliti yang dapat dijadikan referensi oleh penelitian lain adalah sebagai berikut. Suatu segitiga dengan panjang ketiga sisinya berturut-turut 4 cm, 7 cm dan 8 cm. Selidiki apakah segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku atau bukan segitiga siku-siku? Jelaskan. Diketahui OIyayaAya dengan titik-titik ya(Oe1, . , yaA(Oe1, . , dan ya. , . Apakah segitiga yayaAya merupakan segitiga siku-siku? Jelaskan. Di depan rumah Faiz terdapat dua buah tiang masing-masing tingginya 10 m dan 15 m berdiri tegak di atas tanah datar. Terlihat bahwa ada seutas tali yang mengikat di setiap ujung tiang tersebut. Jika jarak tiang tersebut 12 m, maka: Gambarlah sketsa dari permasalahan di atas. Analisis Kualitas Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi Susunlah model matematis untuk menghitung panjang kawat yang menghubungkan kedua ujung tiang tersebut menggunakan rumus Teorema Pythagoras. Selesaikan soal tersebut dan buatlah kesimpulan di akhir jawaban! Sebuah kapal berlayar dari titik A ke arah timur sejauh 3 km. Kemudian kapal tersebut berbelok ke arah utara sejauh 4 km dan sampai di titik C. Dari titik C kapal layar tersebut melanjutkan perjalanannya ke arah timur sejauh 6 km dan berbelok ke arah utara sejauh 8 Akhirnya, sampailah kapal tersebut ke titik E. Buatlah sketsa dari permasalahan di atas. Susunlah model matematis untuk menghitung jarak dari titik A ke titik E. Selesaikan soal tersebut dan berilah kesimpulan di akhir jawaban! Alfian dan teman-temannya akan mengambil sebuah layang-layang yang tersangkut di atas sebuah tembok yang berbatasan langsung dengan sebuah kali. Salah satu dari mereka mempunyai ide untuk mengambil layang-layang tersebut menggunakan sebuah tangga dengan cara meletakan kaki tangga di pinggir kali. Jika lebar kali tersebut 5 m dan tinggi tembok tersebut 12 m, maka: Ilustrasikan permasalahan di atas sehingga mudah dipahami. Tulislah model matematis untuk menghitung panjang tangga yang diperlukan agar ujung tangga bertemu dengan bagian atas tembok menggunakan rumus Teorema Pythagoras. Selesaikan soal tersebut dan berilah kesimpulan di akhir jawaban! Kualitas instrumen tes berdasarkan aspek validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indek kesukaran diperoleh hasil sebagai berikut. Validitas Setelah mendapatkan data dari hasil tes kemampuan komunikasi, langkah selanjutnya yaitu menguji ke validan soal menggunakan software SPSS Versi 21. Dibawah ini merupakan hasil olah data validitas, sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Tes KKM Butir Soal 0,783 0,680 0,917 0,957 0,904 0,388 0,388 0,388 0,388 0,388 Kategori Keterangan Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Valid Valid Valid Valid Valid Reliabilitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen reliabel atau tidak. Penelitian ini, untuk uji reliabilitas menggunakan uji Cronbach-alpha dengan bantuna software SPSS 21. Di bawah ini merupakan hasil perhitungan reliabilitas, sebagai berikut: Sudrajat ELIPS: Vol. No. September 2024 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Tes KKM CronbachAos Alpha 0,870 N of Kriteria Keterangan Tinggi Reliabel Indeks Kesukaran Indeks kesukaran sangat erat kaitannya dengan daya pembeda, jika soal terlalu sulit atau terlalu mudah, maka daya pembeda soal tersebut menjadi buruk karena baik siswa kelompok atas maupun siswa kelompok bawah akan dapat menjawab soal tersebut dengan tepat atau tidak dapat menjawab soal tersebut dengan tepat. Akibatnya, butir soal tersebut tidak akan mampu membedakan siswa berdasarkan kemampuannya. Oleh karena itu, suatu butir soal dikatakan memiliki indeks kesukaran yang baik jika soal tersebut tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Berikut ini dipaparkan hasil olah data dengan bantuan software Microsoft Excel untuk tingkat kesukaran. Nomor Soal Tabel 7. Hasil Uji Indeks Kesukaran Tingkat Interpretasi Indeks Kesukaran Kesukaran 0,68 Sedang 0,73 Mudah 0,69 Sedang 0,68 Sedang 0,74 Mudah Daya Pembeda Daya pembeda dari sebuah butir soal digunakan untuk menentukan apakah soal tersebut benar-benar dapat membedakan siswa tes kelompok atas dan kelompok bawah. Berikut ini hasil olah data dengan bantuan software Microsoft Excel untuk daya pembeda. Tabel 8. Hasil Uji Daya Pembeda Daya Pembeda Kriteria 0,29 Cukup 0,38 Cukup 0,45 Baik 0,49 Baik 0,34 Cukup Kesimpulan Butir Soal Berdasarkan hasil analisis validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda pada butir soal maka dilakukan rekapitulasi hasil analisis butir soal. Berikut disajikan hasil rekapitulasi butir soal tes kemampuan komunikasi matematis. Analisis Kualitas Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi Tabel 9. Hasil Rekapitulasi Analisis Soal Tes KKM No. Butir Soal Indeks Kesukaran Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Validitas Reliabilitas Valid Valid Valid Valid Valid Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Daya Pembeda Cukup Cukup Baik Baik Cukup Pembahasan Instrumen tes yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah instrument tes untuk mengukur kemampuan komunikasi matematika siswa SMP kelas Vi semester II. Instrumen tes dirancang untuk mengetahui kualitas instrument tes yang dibuat oleh peneliti yang nantinya dapat dijadikan sebagai alternatif referensi di dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika. Kualitas suatu instrumen tes dapat ditentukan oleh kualitas item butir soal. Yusron et al. , . menjelaskan bahwa kualitas instrumen tes dapat diidentifikasi menjadi dua bagian, yaitu analisis secara kualitatif dan analisis secara kuantitatif. Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan oleh tim ahli untuk menilai materi baik dari segi tulisan maupun bahasa yang digunakan pada instrument. Dalam penelitian ini analisis kualitatif dilakukan oleh tiga orang validator yaitu satu dosen dan dua guru, sedangkan analisis kuantitatif merupakan analisis yang dilakukan untuk mengujicobakan instrumen yang sudah di analisis sebelumnya kepada beberapa siswa yang mempunyai karakteristik yang sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrumen tersebut. Analisis soal secara kuantitatif berfokus pada karakteristik internal tes. Karakteristik internal tes tersebut, terdiri dari validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Validitas Butir Soal Validitas Instrumen Tes 0,904 0,957 0,917 0,68 0,783 r hitung Tidak Valid Valid Gambar 1. Validitas Instrumen Tes Gambar 1 di atas merupakan hasil perhitungan validitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematika siswa. Berdasarkan uji validitas instrumen tes yang telah Sudrajat ELIPS: Vol. No. September 2024 dilaksanakan dengan taraf signifikan 5%. N = 26 diperoleh r tabel = 0,388. Pada output apabila nilai ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco , maka butir soal valid. Akan tetapi apabila nilai ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco , maka butir soal tidak valid. Butir soal nomor 1 tergolong soal dengan kategori tinggi karena r hitung 0,783 Ou rtabel 0,388 maka soal nomor 1 dikatakan valid. Butir soal nomor 2 tergolong soal dengan kategori tinggi karena r hitung 0,680 Ou rtabel 0,388 maka soal nomor 2 dikatakan valid. Butir soal nomor 3 tergolong soal dengan kategori sangat tinggi karena r hitung 0,917 Ou rtabel 0,388 maka soal nomor 3 dikatakan valid. Butir soal nomor 4 tergolong soal dengan kategori sangat tinggi karena r hitung 0,957 Ou rtabel 0,388 maka soal nomor 4 dikatakan valid. Butir soal nomor 5 tergolong soal dengan kategori sangat tinggi karena r hitung 0,904 Ou rtabel 0,388 maka soal nomor 4 dikatakan valid. Reliabilitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen reliabel atau tidak. Pada output apabila nilai Cronbach-alpha Ou . maka instrumen reliabel. Akan tetapi apabila nilai Cronbach-alpha < . maka instrumen tidak reliabel. Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuna software SPSS 21, menunjukan bahwa nilai Cronbach-alpha yaitu 0,870 Ou 0,05 maka instrumen dapat dinyatakan reliabel dengan kriteria tinggi sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Daya Pembeda Daya Pembeda 0,29 0,34 0,38 0,49 0,45 Butir soal Gambar 2. Daya Pembeda Instrumen Tes Gambar 2 diatas merupakan perhitungan daya pembeda setiap butir soal tes. Daya pembeda dari sebuah butir soal digunakan untuk menentukan apakah soal tersebut benar-benar dapat membedakan siswa tes kelompok atas dan kelompok bawah. Analisis Kualitas Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Komunikasi Butir soal nomor 1 memiliki daya pembeda sebesar 0,29, maka butir soal nomor 1 tergolong kedalam kriteria cukup. Butir soal nomor 2 memiliki daya pembeda sebesar 0,38, maka butir soal nomor 2 tergolong kedalam kriteria cukup. Butir soal nomor 3 memiliki daya pembeda sebesar 0,45, maka butir soal nomor 3 tergolong kedalam kriteria baik. Butir soal nomor 4 memiliki daya pembeda sebesar 0,49, maka butir soal nomor 4 tergolong kedalam kriteria baik. Butir soal nomor 5 memiliki daya pembeda sebesar 0,34, maka butir soal nomor 5 tergolong kedalam kriteria cukup. Indeks Kesukaran Tingkat Kesukaran 0,68 0,74 0,73 0,68 0,69 Butir Soal Gambar 3. Indeks Kesukaran Instrumen Tes Gambar 3 di atas merupakan gambar hasil perhitungan Indeks Kesukaran instrumen tes. Indeks kesukaran sangat erat kaitannya dengan daya pembeda, jika soal terlalu sulit atau terlalu mudah, maka daya pembeda soal tersebut menjadi buruk karena baik siswa kelompok atas maupun siswa kelompok bawah akan dapat menjawab soal tersebut dengan tepat atau tidak dapat menjawab soal tersebut dengan tepat. Akibatnya, butir soal tersebut tidak akan mampu membedakan siswa berdasarkan kemampuannya. Oleh karena itu, suatu butir soal dikatakan memiliki indeks kesukaran yang baik jika soal tersebut tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Butir soal nomor 1 memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,68, maka butir soal tersebut termasuk kedalam kriteria sedang. Butir soal nomor 2 memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,73, maka butir soal tersebut termasuk kedalam kriteria mudah. Butir soal nomor 3 memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,69, maka butir soal tersebut termasuk kedalam kriteria sedang. Sudrajat ELIPS: Vol. No. September 2024 Butir soal nomor 4 memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,68, maka butir soal tersebut termasuk kedalam kriteria sedang. Butir soal nomor 5 memiliki tingkat kesukaran sebesar 0,74, maka butir soal tersebut termasuk kedalam kriteria mudah. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah diuraikan di atas, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu . Kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis memenuhi 100% valid, . Reliabilitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis sebesar 0,870 dengan kategori tinggi, . Hasil analisis daya pembeda soal menunjukkan bahwa soal nomor 1, 2 dan 5 memiliki kriteria cukup, sedangkan soal nomor 3 dan 4 memiliki kriteria baik, . Hasil analisis indeks kesukaran menunjukan bahwa soal nomor 1, 3 dan 4 memiliki interprestasi sedang, sedangkan soal nomor 2 dan 5 memiliki interprestasi mudah. Saran Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran terhadap peneliti yang akan datang yaitu sebaiknya instrumen tes yang dibuat oleh guru harus melalui analisis kualitas instrumen guna menghindari data bias dalam mengukur kemampuan siswa. Selain itu, apabila menemukan butir soal yang sudah berfungsi dengan baik bisa digunakan untuk referensi tes yang mendatang, tetapi apabila menemui butir soal yang kurang berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau dibuang. DAFTAR PUSTAKA