Pelatihan Manajemen Masjid Bagi Pengurus Masjid Ar-Raudho Kelurahan Sekar Jaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Azwar . Lucyana . Destiarini . Eka Rizki Meiwinda . Rahmawaty Hasibuan . 1,2,3,4,. Politeknik Negeri Sriwijaya Email: 1 azwardaya1@gmail. 2 lucyana2584@gmail. 3 destiariniubr@gmail,com 4 ermeiwinda@polsri. 5 rahmawatyhasibuan@polsri. ARTICLE HISTORY Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Manajemen. Masjid. Pengurus. Baturaja. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Masjid menjadi pusat tempat ibadah bagi jemaahnya sehingga masjid membutuhkan strategi manajemen yang efektif untuk meningkatkan layanan kepada jemaah dan memperkuat keberadaannya di masyarakat salah satunya adalah masjid Ar-Raudho. Tujuan diadakan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman manajemen bagi ketua dan pengurus masid, menciptakan sistem organisasi yang efektif dan efisien. Kegiatan ini dilakukan di Masjid Ar-Raudho kepada pengurus masjid dan perwakilan jemaah masjid. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman mengenai manajemen masjid bagi pengurus masjid dam terciptanya sistem organisasi kepengurusan masjid yang lebih efektif dan efisien. ABSTRACT Mosques are the center of worship for their congregations, so they require effective management strategies to improve services to their congregations and strengthen their presence in the One such institution is the Ar-Raudho Mosque. The purpose of this community service is to improve management knowledge and understanding for mosque leaders and administrators, and to create an effective and efficient organizational system. This activity was carried out at the Ar-Raudho Mosque for mosque administrators and representatives of the The methods used in this community service were lectures and discussions. The results of this community service activity were increased knowledge and understanding of mosque management for mosque administrators and the creation of a more effective and efficient mosque management organizational system. PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang mayoritas muslim sehingga tidak heran banyak didirikan masjid di berbagai wilayah (Achiria et al. , 2. Secara esensial, masjid merupakan bangunan yang didedikasikan untuk beribadah dan salat kepada Allah SWT (Handayani et , 2. Beragamnya fungsi masjid menunjukkan peranan besar masjid bagi masyarakat (Huda et al. Masjid menjadi pusat tempat ibadah bagi jemaahnya sehingga masjid membutuhkan strategi manajemen yang efektif untuk meningkatkan layanan kepada jemaah dan memperkuat keberadaannya di masyarakat (Abdullah et al. , 2. salah satunya adalah masjid Ar-Raudho. Kondisi secara umum yang terjadi pada pengurus masjid Ar-Raudho di kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah kurangnya memahaminya dalam pengendalian usaha pengelolaan masjid yang efektif dan efisien sehingga masih perlu untuk terus dilakukan peningkatan pengelolaan masjid agar menjadi lebih efisien dan efektif dan mengakomodasi perubahan dalam masyarakat yang berkembang. Manajemen organisasi yang ada di masjid Ar-Raudho masih belum optimal. Hal ini terlihat dari kurangnya pelaksanaan tugas dan fungsi oleh anggota pengurus masjid sesuai dengan struktur organisasi yang terdapat di masjid pada umumnya. Kendala utama yang terjadi dalam menjalankan aktivitas di masjid adalah kurangnya manajemen dan pengelolaan bagi pengurus mesjid (Irfan et al. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kualitas pengelolaan masjid agar pengelolaan organisasi di masjid bisa efektif dan efisien. Beberapa kendala yang terjadi pada pengelolaan manajemen masjid yang diketahui adalah sebagai berikut. Pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen masjid dengan situasi dan kondisi saat ini masih Tujuan organisasi pada masjid belum tercapai secara efektif dan efisien. Motivasi dalam kepengurusan masih kurang yang disebabkan oleh kurangnya apresiasi yang berasal dari organisasi kepengurusan. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 115 Ae 120 | 115 Oleh karena itulah melalui pengabdian ini akan dicoba memberikan bantuan berupa pelatihan manajemen masjid dengan harapan bias membuka cakrawala tentang manajemen masjid dalam proses berjalannya organisasi pengurus masjid Ar-Raudho. Selain itu juga melalui pengabdian ini, diharapkan proses manajemen masjid Ar-Raudho bias berjalan. Dalam pengabdian ini, kegiatan lebih menekankan pada pelatihan yang konkrit sehingga ketua dan anggota pengurus masjid Ar-Raudho akan mengetahui melalui berbagai pengalaman yang mereka lakukan sendiri dengan mempraktekkan manajemen masjid. Adapun kegiatan yang akan disampaikan dalam pengabdian ini yaitu bimbingan ketua dan anggota pengurus masjid Ar-Raudho dalam hal manajemen masjid. Pelatihan ini akan diawali dengan penjelasan akan pengertian sederhana tentang manajemen disertai empat fungsi manajemen yang disingkat POAC, yaitu. Planning, . Organizing, . Actuating, dan . Controlling. Pengurus masjid Ar-Raudho diharapkan mampu memahami manajemen masjid dengan baik. Pengurus masjid Ar-Raudho diharapkan mengetahui dan memahami bahwa masjid merupakan organisasi yang menjadi pusat ibadah, dakwah, dan peradaban Islam, sehingga memerlukan pengelolaan agar lebih efisien dan efektif juga perlu menggunakan ilmu manajemen. Manajemen yang akan dikembangkan dalam hal ini tidak terlepas dari bingkai ajaran Islam, karena sebelum membahas lebih jauh, perlu dikaji terlebih dahulu mengenai fungsi masid pada masa Nabi Muhammad SAW dan gambaran masjid yang kita idealkan, atau masjid masa depan. Masjid, pengertiannya cara etimologis merupakan isitilah dari kata AusajadaAy Ae Auyas juduAy AeAusujudanAy, yang artinya tempat sujud, dalam rangka beribadah kepada Allah SWT atau tempat untuk mengerjakan Sesungguhnya untuk sujud atau mengerjakan shalat, boleh dilakukan dimana saja asal tidak ada larangan, sebagaimana dinyatakan sabda Nabi SAW :AuDijadikan bagiku seluruh bumi sebagai tempat sujud . dan tanahnya dapat digunakan untuk bersuci. Ay(HR. Musli. Pada dasarnya pengurus masjid Ar-Raudho ada beberapa telah memahami tentang manajemen masjid namun masih kurang memahami tentang materi manajeman masjid itu sendiri, sehingga masjid belum bias terkelola dengan maksimal. Manajemen masjid pada garis besarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu . Manajemen pembinaan fisik masjid dan . pembinaan fungsi masjid. Manajemen pembinaan fisik masjid meliputi kepengurusan, pembangunan, dan pemeliharaan fisik masjid, pemeliharaan kebersihan dan keanggunan masjid pengelolaan taman dan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Pembinaan fungsi masjid adalah pendayaagunaan peran masjid sebagai tempat ibadah, dakwah, peradaban Islam sebagai mana masjid yang dicontohkan Rasululah SAW. Karena pengelolaan organisasi yang baik akan mampu membawa hasil yang lebih baik dan lebih berkualitas (Mannuhung et , 2. METODE Berdasarkan analisa terhadap masalag diatas makan metode yang dipilih dalam kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan masjid yang dilakukan menggunakan metode sebagai berikut. Metode Ceramah Dalam metode ini, peserta kegiatan pelatihan tentang managemen dan organisasi yaitu pengurus masjid Ar-Raudho menerima pemaparan materi mengenai managemen dan organisasi dalam memajukan visi misi masjid. Metode Diskusi Dalam metode ini, diadakan diskusi mengenai kegiatan tahap selanjutnya setelah pemaparan teori dan diskusi yaitu praktek. Hal yang didiskusikan antara lain materi managemen dan organisasi terutama terhadap para pengurus masjid Ar-Raudho dari segi komunikasi, manajemen waktu, perkembangan teknologi, dan kedisiplinan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah pengurus masjid dan perwakilan Jemaah masjid di Masjid Ar-Raudho. Jumlah peserta dalam kegiatan ini lebih kurang sebanyak 20 orang. Adapun bagan alir kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini disajikan pada gambar sebagai berikut. 116 | Azwar. Lucyana. Destiarini. Eka Rizki Meiwinda. Rahmawaty Hasibuan . Pelatihan Manajemen Masjid Bagi Pengurus Masjid Ar-Raudho . Gambar 1. Bagan alir proses kegiatan pengabdian kepada amasyarakat di Masjid Ar-Raudho Tahap persiapan Pada tahap ini, tim PKM terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan observasi lapangan dan wawancara untuk mendapatka permasalagan yang sedang dihadapi untuk memperoleh solusi yang terbaik dari permasalahan tersebut. Tahap pelaksanaan pengabdian Pada tahap ini, tim PKM telah menemukan solusi dan siap merealisasikan solusi yang telah dirumuskan sebelumnya. Tahap pelaksanaan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi Pada tahap ini, tim PKM menilai bahwa metode yang paling sesuai untuk digunakan adalah dengan ceramah dan diskusi hal ini dilakukan karena metode ini dinilai yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat luas dalam waktu yang bersamaan (Rianto et al. , 2. Tahapan evaluasi Pada tahap ini, dilakukan penyebaran kuisioner oleh tim PKM untuk menganalisis realisasi dari program PKM yang telah dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan manajemen masjid bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai manajemen masjid bagi ketua dan pengurus masjid, menciptakan sistem organisasi secara efektif dan efisien, dan memberikan motivasi untuk ketua dan para anggota pengurus masjid dalam sistem pengelolaan dan organisasi masjid. Penyelesaian Masalah Peserta yang terdiri atas para pengurus masjid sangat antusias melaksanakan kegiatan ini, bahkan berharap kegiatan ini mampu memperbaiki proses manajemen masjid Ar- Raudho Desa Sekarjaya. Fokus kegiatan pengabdian ini lebih pada pelatihan yang praktis, di mana ketua dan anggota Pengurus Masjid Ar-Raudho, akan memperoleh pemahaman melalui pengalaman langsung dengan melakukan praktik manajemen masjid. Proses kegiatan pengabdian kepada Masyarakat disajikan pada gambar sebagai berikut. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 115 Ae 120 | 117 Gambar 2 Proses kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di masjid Ar-Raudho Hasil diskusi dengan peserta pelatihan mengungkapkan bahwa masih ada banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh pengurus dalam upaya pengembangan masjid, kurang optimalnya fungsi struktur organisasi, yang mengakibatkan manajemen organisasi masjid menjadi kurang efektif. Padahal, organisasi masjid yang efisien harus memiliki sistem yang teratur dan disiplin untuk mencapai tujuan Dengan berfungsinya struktur organisasi masjid, posisi dan tugas setiap anggota menjadi lebih jelas, dan hasilnya, tanggung jawab individu menjadi terdefinisikan dengan baik serta jalur koordinasi dalam organisasi menjadi lebih teratur dan tertib. Dalam manajemen masjid, pengurus harus memanfaatkan fasilitas yang tersedia di masjid untuk menjalankan program kerja yang telah ditetapkan dalam rapat tahunan. Hal ini akan mempermudah pelaksanaan kegiatan dan menghemat biaya. Selain itu, sikap tanggung jawab dan penerapan tugas masing-masing pengurus menjadi kunci penting dalam mendukung manajemen masjid yang efektif. Setiap pengurus harus menjalankan fungsinya sesuai dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya. Pada tahap pelaksanaan, kepemimpinan juga diperlukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati dalam rapat kerja. Gambar 3. Kegiatan sosialisasi 118 | Azwar. Lucyana. Destiarini. Eka Rizki Meiwinda. Rahmawaty Hasibuan . Pelatihan Manajemen Masjid Bagi Pengurus Masjid Ar-Raudho . Setelah materi disampaikan melalui metode ceramah, kegiatan selanjutnya adalah diskusi yang berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dalam kesempatan yang diberikan tim pengabdian kepada masyarakat untuk bertanya dipergunakan dengan baik oleh para pengurus masjid. Dalam kegiatan ini, menghasilkan struktur organisasi yang efektif sesuai dengan sistem manajemen masjid yang ada. Adapaun proses manajemen yang dijelaskan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut. Gambar 4. Proses manajemen masjid Pada awalnya, struktur hanya terdiri dari ketua, bendahara, dan penanggung jawab harian. Namun, setelah mendapatkan arahan dan pendampingan, terbentuklah struktur Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang meliputi: Ketua. Wakil Dewan Pembina. Sekretaris. Bendahara. Kepala Bagian Ibadah. Kepala Bagian Sosial. Kepala Bagian Pelaksana Harian. Kepala Kegiatan Kemasyarakatan. Kepala Bagian Kebersihan, dan Ketua Remaja Masjid. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil kegiatan pelatihan Manajemen Masjid yang diadakan oleh tim PKM kepada pengurus masjid telah memberikan nilai tambah berupa peningkatan pemahaman terhadap konsep dan praktik manajemen masjid bagi semua pengurus serta pemahaman mengenai struktur organisasi dan fungsinya. Diperlukan pendampingan untuk memberikan arahan dan menjelaskan dalam penyusunan perencanaan serta melakukan pengendalian kegiatan. Dalam proses penyusunan perencanaan dan pengendalian kegiatan masjid, penting untuk disesuaikan dengan skala dan jumlah jamaah yang ada. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimaksaih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Baturaja (UNBARA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat atas dukungan pendanaan yang telah diberikan untuk pelaksanaan pengabdian ini. Bantuan pendanaan ini sangat krusial sehingga seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada Masyarakat, mulai dari observasi hingga pelaksanaan sosialisasi dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA