IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Sistem Pemilihan Produk untuk Meningkatkan Produktivitas Menggunakan Metode AHP-TOPSIS PT. MFX Hendra Setyo Hariyadi1. Sigit Adi Pratama2. Setyadi Tri Yoga3 1,2,3 Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 1hendra. hyy@bsi. id, 2sigit. sgp@bsi. id, 3setyadi. seg@bsi. 1,2,3 Diterima 25-11-2025 Direvisi 19-12-2025 Disetujui 07-01-2026 Abstrak - PT. MFX adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang berfokus pada produksi kapal dengan berbagai jenis kapal. Pada saat Covid19 melanda di Indonesia dan PT. MFX merasakan dampak yang signifikan yaitu terjadinya pemberhentian seluruh lini produksinya yang disebabkan sudah tidak adanya tender project yang masuk baik dari perusahaan maupun dari pemerintah. Manajemen PT. MFX memiliki rencana untuk merubah usahanya menjadi perusahaan manufaktur yang produktivitas yang bersifat tetap. Terdapat beberapa alternatif produk yang dapat dijadikan sebagai pilihan pengembangan. Peneliti dilakukan untuk mendapatkan alternatif pilihan yang tepat terhadap jenis produk yang paling tepat untuk dibuat. Penelitian ini dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process dan metode TOPSIS menggunakan alat bantu software Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan jawaban berupa hasil keputusan pilihan produk yang dapat dibuat dalam kegiatan produksi perusahaan dengan pertimbangan dari sisi produk yang paling baik cakupan pasarnya dan Hasil dari setelah dilakukan penelitian dan analisis maka diperoleh hasil pemilihan produk, dimana produk yang terbaik diproduksi memiliki persentasi yang berbeda seperti, prioritas ke-1 dengan persentasi sebesar 50%, prioritas ke-2 dengan nilai 45,7% dan prioritas ke-3 dengan nilai 4,3%. Kata Kunci: Pemilihan Produk. Proses Hierarki Analitis (AHP). TOPSIS Abstract - PT. MFX is a manufacturing company specialising in ship production, with a range of ship types. In the early months of 2020, the global economy was confronted with a substantial crisis due to the proliferation of the Coronavirus (CoVid. The impact was felt by PT. MFX, where the company encountered a cessation in production due to the absence of project auction companies that had either opened or submitted their projects. has been observed that a number of companies and government agencies have opted to postpone project auctions. The management of PT. MFX has formulated a strategy that aims to transform the company into a manufacturing entity characterised by consistent productivity. A number of product alternatives are available for use as development options. A rigorous research programme was conducted in order to ascertain the most appropriate type of product to manufacture. The research was conducted utilising the Analytic Hierarchy Process (AHP) method and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, employing Microsoft Excel software. The results of this study are expected to provide answers in the form of product choice decisions that can be made in the company's production activities by considering products that have the best market reach and profits. The findings of the research and analysis conducted are indicative of the product selection process. The products that demonstrated the greatest efficacy exhibited varying percentages, including 50% for priority 1, 45. 7% for priority 2, and 4. 3% for priority 3. Keywords: Product Selection. Analytic Hierarchy Process. TOPSIS Oleh sebab itu pihak manajemen perusahaan berkomitmen akan mengembangkan jumlah item produk yang dapat diproduksi secara massal dan berkelanjutan walau tidak ada project. Pada awal tahun 2020 telah dilakukan rapat manajemen direksi bersama seluruh pemilik saham perusahaan dan didapatkan beberapa ide pengembangan produk yang akan dilakukan. Terlebih saat pada awal tahun 2020 ini diseluruh negara sedang mengalami musibah besar dengan munculnya virus penyakit baru yg menyerang seluruh negara, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN PT. MFX merupakan salah satu perusahaan swasta yang berorientasi kepada pembuatan produk sesuai dengan pesanan / project tender, dimana produk yang dibuat oleh perusahaan berupa angkutan air seperti speed boat fiber, perahu karet hypalon, speed boat aluminium, rigid inflatable boat, kapal yatch dan wahana permainan air. Maka dari itu perusahaan dalam aktifitasnya tidak selalu mendapatkan project dalam jangka waktu yang berdekatan terutama bila dalam kondisi krisis IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X menambah semakin terpuruknya perekonomian di Indonesia, maka manajemen harus melakukan evaluasi dengan segera perihal perencanaan pengembangan produk ini. Dan dalam proses penelitian serta penentuan keputusan pemilihan produk dalam permasalahan ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode TOPSIS. Adapun penelitian ini merujuk pada salah satu penelitian sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya, dengan judul AuPenentuan Kelayakan Kandang Sapi Menggunakan Metode AHP-TOPSIS (Studi Kasus: UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Singosar. Ay . (Siswanto et al. , 2. dan juga menggunakan studi kasus mengenai pemilihan peralatan sehingga relevan untuk penelitian ini yang mengenai pemilihan jenis perahu yang akan diproduksi serta sebagai dasar operasional (Saputro & Rouyendegh Babek Erdebilli, 2. Analytical Hierrchy Process (AHP) adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Metode ini dikembangkan oleh Prof. Thomas Lorie Saaty dari Wharton Business School di awal tahun 1970, yang digunakan untuk mencari rangking atau urutan prioritas dari berbagai alternatif dalam pemecahan suatu permasalahan (Menon & Ravi, 2. Memecahkan persoalan dengan analisis logis eksplisit, ada tiga prinsip yang mendasari pemikiran AHP, yakni : prinsip menyusun hirarki, prinsip menetapkan prioritas, dan prinsip konsistensi logis (Broniewicz & Ogrodnik, 2. (Sithi et al. , 2. Pemilihan metode AHP dikarenakan dalam pengambilan suatu keputusan akan melakukan perbandingan antar kriteria dalam suatu permasalahan dengan persepsi manusia, kemudian akan dilakukan uji konsistensi hasil perbandingan, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang baik (Soufi et al. , 2. , (Xie et al. , 2. dan (Sharma & Sarin, 2. Metode TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. Didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif (Singaravel & Selvaraj, 2. , (Banerjee et al. , 2. Sedangkan untuk pemilihan metode TOPSIS dikarenakan metode TOPSIS merupakan salah satu bentuk metode pendukung keputusan dimana pemilihan alternatif adalah yang memiliki kedekatan dengan nilai kinerja terbaik . olusi ideal positi. dan nilai kinerja terburuk . olusi ideal negati. (JovsiN & Pra, 2. Selain itu metode TOPSIS juga digunakan dalam perankingan nilai preferensi sebagai acuan nilai kelayakan (Ghadimi & Heavey, 2. Proses penggabungan dua metode AHP dan TOPSIS dilakukan dengan penggunaan nilai bobot prioritas kriteria yang dihasilkan dengan metode AHP akan digunakan untuk perhitungan http://jurnal. id/index. php/imtechno matriks bobot ternormalisasi alternatif terhadap kriteria pada perhitungan TOPSIS (Saputro & Rouyendegh Babek Erdebilli, 2. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi dari GAP literatur dengan penerapan penelitian yang dilakukan penerapan integrasi metode AHPTOPSIS di konteks area penelitian yaitu bidang industri manufaktur perkapalan (PT. MFX) yang mana pada perusahaan tersebut awalnya adalah perusahaan dengan konsep produksi project based menjadi make to stock yang diakibatkan ketiadaan tender saat pandemi melanda. Karena penelitian sebelumnya merujuk kepada pemilihan fasilitas fisik seperti dari kandang ternak maupun peralatan Sedangkan untuk keterbaruan atau novelty penelitian ini terletak pada temuan strategis yaitu ketika dalam sebuah skenario kondisi yang krisis, prioritas perusahaan bergeser secara signifikan dari sebuah perusahaan yang berorientasi keuntungan menjadi perusahaan yang beriorientasi volume output produksi. Penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa adanya permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan saat ini merupakan dampak dari krisis ekonomi yang diperburuk dengan adanya musibah CoVid19 yang menerpa Indonesia. Adapun permasalahan yang dihadapi yaitu untuk membuktikan pemilihan produk yang akan dikembangkan dapat menjaga kelangsungan operasional perusahaan. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan yang ingin dicapai atau diperoleh oleh peneliti berupa mendapatkan hasil keputusan yang terbaik dalam pemilihan alternatif yang ada dan memberikan informasi metode yang digunakan dalam meneliti permasalahan merupakan metode yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan parameter yaitu data yang digunakan berasal dari penilaian kepentingan permintaan dan penjualan produk yang sejenis dari merk lain yang diberikan oleh tim manajemen perusahaan dan 2 Data penilaian kriteria berdasarkan hasil dari penilaian 3 pakar yang telah dirata-ratakan menggunakan geometric mean. Penentuan kriteria pada penelitian ini ada beberapa hal yang menjadi dasar penentu, diantaranya jumlah penjualan atau sales market, keuntungan, dan biaya produksi. Pembatasan masalah dalam penelitian ini ditentukan agar penelitian dapat terfokus pada pokok permasalahan yang akan diselesaikan diantaranya produk yang dicantumkan merupakan produk dengan spesifikasi global dan dapat di jadikan stock produk, data yang digunakan berdasarkan prediksi atau peramalan, menggunakan metode AHP dan TOPSIS dengan alat batu spreedsheet. Pengambilan keputusan ini diterapkan beberapa penilaian, baik penilaian untuk kepentingan kriteria dan maupun untuk penilaian pemilihan alternatif. Penilaian yang diberikan pada pengambilan keputusan ini merupakan penilaian dari hasil diskusi antara tim manajemen pada kegiatan rapat tahunan. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X METODE PENELITIAN Tabel 1. Responden Kuisioner Perancangan Flowchart Sistem Analisa Tahapan untuk melakukan penelitian ini dilakukan dengan tahapan melakukan proses pemahaman permasalahan dalam lingkup Pada tahap ini dilakukan perencanaan tahapan dalam penelitian dari awal proses hingga selesai. Dan alur tahapan penelitian yang dilakukan dapat dilihat ada flowchart di pada Gambar 1. Jabatan Jumlah Masa Kerja Komisaris 1 Orang 16 Tahun Direktur 2 Orang 14 Tahun Manager Utama 3 Orang 8 Tahun Sumber: Olah Data. Selain itu didapat juga data pendukung yang bersumber dari jurnal, literature dan buku lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Pengumpulan Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah kriteria yang akan digunakan untuk melakukan pemilihan produk yang akan Kriteria ini didapat dari hasil pengamatan sasaran market dan nilai penjualan dipasaran. Data dan kriteria selanjutnya dikonversi ke dalam nilai rupiah atau sistem akunting untuk dinilai faktor kepentingannya dimana ynag menjaditujuan utama dari pembuatan dan penjualan produk Penelitian membutuhkan data berupa penilaian tingkat kepentingan dari suatu kriteria, dimana dalam penilaian ini ada beberapa narasumber yang dilibatkan untuk diminta memberikan narasumber atau responden yang digunakan merupakan 6 orang pakar expert di PT. MFX, seperti yang tertera pada Tabel 1. Analisa Dengan Metode AHP dan TOPSIS Metode AHP Secara garis besar prosedur AHP meliputi tahapan sebagai berikut (Tudorica et al. Dekomposisi masalah atau menyusun Langkah dimana suatu tujuan (Goa. yang telah ditetapkan selanjutnya diuraikan secara sistematis ke dalam struktur yang menyusun rangkaian sistem hingga tujuan dapat dicapai secara rasional dan mudah dipahami. Sehingga apabila digambarkan kedalam bentuk bagan hierarki seperti ditunjukkan pada Gambar 2. MULAI PENELITIAN MEMAHAMI PERMASALAHAN ANALISA PERMASALAHAN PENGUMPULAN DATA MEMBUAT PERENCANAAN STUDI LITERATUR Sumber: Olah Data . Gambar 2. Struktur Hirarki IDENTIFKASI MASALAH MENENTUKAN KRITERIA EVALUASI KRITERIA / TINGKAT KONSISTENSI DATA / PENGHITUNGAN PENILAIAN PEMBOBOTAN DENGAN AHP IMPLEMENTASI / PEMILIHAN KEPUTUSAN DENGAN METODE TOPSIS PENGAMBILAN KESIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN SELESAI Sumber: Olah Data . Penilaian membandingkan elemen-elemen Penilaian atau pembobotan pada Hirarki, dimaksudkan untuk membandingkan nilai atau karakter pilihan berdasarkan tiap kriteria dan membandingkan nilai masing-masing kriteria untuk mencapai tujuan yang ada. Prosedur penilaian perbandingan berpasangan dalam AHP, mengacu pada skor penilaian yang telah dikembangkan oleh (Hussain et al. , 2. yang mana juga telah digunakan oleh peneliti lainnya (Liu et al. , 2. sebagai berikut : Gambar 1. Flowchart Penelitian http://jurnal. id/index. php/imtechno IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Tabel 2. Prosedur Penilaian Intensitas Pentingya Definisi Kedua elemen / alternatif sama pentingnya (Equa. Elemen A sedikit lebih esensial dari elemen B (Moderat. Elemen A lebih esensial dari elemen B (Stron. Tabel 5. Matriks Bobot Relatif Elemen A mutlak lebih esensial dari elemen B (Very Stron. Elemen A jelas lebih esensial dari elemen B (Very Stron. Kriteria / Alternatif Nilai-nilai di antara dua penimbangan yang berdekatan 2, 4, 6, 8 relatif pada masing-masing kriteria atau alternatif yang dinyatakan sebagai bobot relatif ternormalisasi . ormalized relative weigh. Bobot relatif yang dinormalkan ini merupakan suatu bobot nilai relatif untuk masing-masing elemen pada setiap kolom yang dibandingkan dengan jumlah masing-masing elemen sehingga bobot relatif ternomalisasi: Sumber: Olah Data . Penyusunan matriks dan Uji consistensi. Penyusunan matriks berpasangan untuk melakukan normalisasi bobot tingkat kepentingan pada tiap-tiap elemen pada hirarkinya masingmasing. Langkah pertama adalah menyatukan pendapat dari beberapa kuisioner, jika kuisioner diisi oleh pakar, maka kita akan menyatukan pendapat para pakar kedangan menggunakan persamaan rata-rata geometri : yaycA = ycuOo. cU1 ). cU2 ) A . cUycu )a . Dimana : = Geometric Mean = Pakar Ke-1 = Pakar Ke-2 = Pakar Ke-n Langkah perbandingan, sebagai berikut: Tabel 3. Matriks Perbandingan Kriteria / Alternatif GM12 GM13 GM1n GM21 GM23 GM2n GM31 GM32 GM3n GMn1 GMn2 GM13 1 / GM11n1 GM21 / GM11-n1 GM31 / GM11-n2 GMn1 / GM11-n3 GM12 / GM12-n2 GM12-n2 GM32 / GM12-n2 GMn2 / GM12-n2 GM13 / GM13-n3 GM23 / GM13-n3 GM13-n3 GMn3 / GMn3-n3 GM1n / GM1n-nn GM2n / GM1n-nn GM3n / GM1n-nn 1 / GM1n Kriteri Alterna GM11 -n1 GM12 GM12 -n2 GM13 GM13 -n3 GM23 GM13 -n3 GM1n GM1n -nn GM2n GM1n -nn GM3n GM1n -nn GM21 GM11 -n1 GM31 GM11 -n2 GMn1 GM11 -n3 GM12 -n2 GM32 GM12 -n2 GMn2 GM12 -n2 GM13 -n3 GMn3 GMn3 -n3 GM1n -nn Eigen Faktor Utama Rerata row1 / 4 (X. Rerata row2 / 4 (X. Rerata row3 / 4 (X. Rerata 4 (X. Sumber: Olah Data . Selanjutnya tentukan nilai CI (Consistency Inde. dengan persamaan : Sumber: Olah Data . yaya = Tolak ukur yang digunakan adalah CI (Consistency Inde. berbanding RI (Ratio Inde. atau CR (Consistency Rati. Ratio Indeks (RI) yang umum digunakan untuk setiap ordo matriks adalah sebagai Tabel 4. Ratio Indeks Sumber: Olah data . Langkah ketiga: uji konsistensi terlebih dahulu dilakukan dengan menyusun tingkat kepentingan http://jurnal. id/index. php/imtechno Tabel 6. Matriks Faktor Eigen Selanjutnya dapat dihitung Eigen faktor hasil normalisasi dengan merata-ratakan penjumlahan tiap baris pada matriks di atas : Sumber: Olah Data . yuI ycoycaycoycycnycoycycoOeycu ycuOe1 a. Dimana CI adalah indeks konsistensi dan Lambda maksimum adalah nilai eigen terbesar dari matriks berordo n. Nilai eigen terbesar adalah jumlah hasil kali perkalian jumlah kolom dengan eigen vaktor utaman. Sehingga dapat diperoleh dengan persamaan : yuI ycoycaycoyc = (OcyaycA11Oeycu1 ycU ycUI yc. U (OcyaycA11Oeycu1 ycU ycUIyc. Setelah memperoleh nilai lambda maksismum selanjutnya dapat ditentukan nilai CI. Apabila nilai CI bernilai nol . berarti matriks konsisten. Jika nilai CI IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X yang diperoleh lebih besar dari 0 (CI > . selanjutnya diuji batas ketidak konsistenan yang diterapkan oleh Saaty. Pengujian diukur dengan menggunakan Consistency Ratio (CR), yaitu nilai indeks, atau perbandingan antara CI dan RI: yaya yaycI = ycIya. Apabila CR matriks lebih kecil 10% . berarti bahwa ketidak konsistenan pendapat masing dianggap dapat diterima. Metode TOPSIS Pertama kali diperkenalkan oleh Hwang dan Yoon. TOPSIS merupakan metode multikriteria untuk mengidentifikasi dari himpunan alternatif terbatas berdasarkan meminimalkan jarak titik ideal terjauh dan memaksimalkan jarak titik ideal terendah (Zulqarnain et al. , 2. Langkah-langkah metode TOPSIS sebagai berikut (Hozairi et al. , 2. Menentukan ycycnyc = ycuycnyc Ocyco , . cn = 1. 2 A . yc = 1. 2 A . Oo ycu2 yc=1 ycnyc Keterangan: xij merupakan rating kinerja alternatif ke-i terhadap atribut ke-j. rij adalah elemen dari matriks keputusan yang Menentukan matriks keputusan yang terbobot. yc= yc11 yc12 A yc1yc yc23 yc2yc A A A A A A A A A. ycycn1 ycycn2 A ycycnyc Keterangan: wj adalah bobot dari kriteria ke-j. yij adalah elemen dari matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot. Menentukan matriks solusi ideal positif (A ) dan matriks solusi ideal negatif (A-). ya = ( yc1 , yc2 ,A. , ycyc )a. yaOe = ( yc1Oe , yc2Oe ,A. , ycyc Oe )a. Dengan, ycoycaycu yc ,ycycnycoyca yc=ycoyceycycuycycycuyciycaycu ycnyc ycyc = . coycnycuycn a. ycycOe = { a . ycnycycnyc ,ycycnycoyca yc=ycaycnycaycyca ycoycaycu yc ,ycycnycoyca yc=ycoyceycycuycycycuyciycaycu ycn ycnyc ycoycnycuyc ,ycycnycoyca yc=ycaycnycaycyca ycn ycnyc Oe 2 . cycnycOeycyc ) yccycnOe = ocyco a. yc = 1 Keterangan : yj- adalah elemen dari matriks solusi ideal Menentukan nilai preferensi . untuk setiap Nilai preferensi merupakan kedekatan suatu alternatif terhadap solusi ideal. yccOe ycaycn = ycc Oe ycn ycc a. ycn ycn Keterangan: Nilai ci yang lebih besar menunjukkan prioritas Pembahasan Hasil Analisa Tahap ini diterangkan hasil dari keseluruhan analisis yang telah dilakukan yang dimana hasil tersebut merupakan dari tujuan dilakukannya peneletian ini. Hasil yang diperoleh diterangkan berupa kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan dalam tahap ini peneliti turut memberikan jawaban alternative mana yang sebaiknya diambil dalam keputusan masalah ini serta memberikan saran dan masukan kepada pihak manajemen perusahaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan mengenai proses pengambilan keputusan terhadap pemilihan produk yang akan digunakan sebagai hasil pengembangan produk pada PT. MFX proses pengambilan keputusan ini dilakukan dengan metode AHP yang digunakan sebagai pemberian nilai pembobotan terhadap kriteria dan metode TOPSIS yang digunakan sebagai alat untuk penilaian alternatif. Penelitian sistem pengambilan keputusan pemilihan produk ini. PT. MFX memiliki 3 alternatif pilihan produk yang akan dikembangkan. 3 alternatif pilihan produk, yaitu : perahu alumunium, ringbouy dan perahu kano. Dan untuk menentukan pilihan dari ke-3 alternatif tersebut, perusahaan menetapkan 4 kriteria dalam pengambilan keputusan, ke 4 kriteria tersebut adalah : biaya produksi, output produksi, penjualan dan keuntungan. Pengidentifikasian dalam pembacaan alternatif dan kriteria dibuat data tersebut dapat dibuatkan susunan hierarchy dengan gambar seperti dibawah ini. Menentukan jarak nilai alternatif dari matriks solusi ideal positif . i ) dan matriks solusi ideal negatif . i-), jarak solusi ideal positif . i ). cycnycOeycyc ) yccycn = ocyco yc = 1 Keterangan : yj adalah elemen dari matriks solusi ideal http://jurnal. id/index. php/imtechno IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X mengungguli faktor lainnya. Ini terlihat dari nilainya yang dominan terhadap Biaya . dan Keuntungan . Sedangkan pada posisi kedua terletak pada tingkat efisiensi biaya sebagai pertimbangan kedua. Faktor komersial . enjualan dan margin keuntunga. dianggap kurang penting dibandingkan aspek operasional . utput dan biay. dalam konteks tabel ini. Sumber: Olah Data . Gambar 3. Struktur Hierarky Pemilihan Produk Tabel 9. Matriks Pembobotan Relatif Output Biay Penjual Keuntung Kriteria Produk Biaya Output Produksi Penjualan Pertimbangan yang lebih mendalam apakah perbandingan antara kriteria sudah benar dan konsisten maka dilakukan pengetesan dengan perhitungan menggunakan metode AHP, dan diberikan penilaian atau pembobotan pada kriteria dalam hierarchy diatas. Pemberian pembobotan ini berdasarkan dari hasil rata Ae rata pada penilaian kepentingan yang diberikan oleh tim manajemen perusahaan, penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Keuntungan Jumlah Oo BIAYA BIAYA BIAYA OUTPU PRODU KSI OUTPU PRODU KSI PENJU ALAN OUTPU PRODU KSI PENJU ALAN KEUNT UNGA Biaya Output Produksi Penjualan Keuntungan Sumber: Olah Data . BIAYA OUTPUT PRODUKSI PENJUALAN KEUNTUNGA BIA OUTPU PRODU KSI PENJUA LAN KEUNTUN GAN Pada Tabel 10. menunjukkan bahwa sistem atau strategi yang digunakan lebih berorientasi kepada keunggulan operasional. Pada hal ini difokuskan kepada kuantitas berupa output produksi dan bukan kepada profitabilitas. Menjadikan ini sebuah karakteristik umum pada sebuah perusahaan yang sedang dalam proses mengejar target pemenuhan permintaan yang tinggi atau bisa kita sebut perusahaan dalam tahap scale-up. Keputusan ini valid ketika dilihat dari hasil yang diperoleh yaitu karena rasio konsistensi (CR) dari pembobotan ini adalah 0. , yang berarti para pengambil keputusan . sepakat dan konsisten bahwa kuantitas (Outpu. lebih penting daripada Profit untuk saat ini. Tabel 8. Matriks Perbandingan Berpasangan Output Produk KEUNT UNGA Setelah berpasangan seperti tabel diatas maka langkah berikutnya peneliti membuat matriks perbandingan dari hasil penilaian sebelumnya, seperti berikut ini. Biay Sumber: Olah Data . Sumber: Olah Data . Kriteria PENJU ALAN KEUNT UNGA Oo Tabel 10. Matriks Nilai Vektor FAKTO Tahap berikutnya setelah membuat matriks pembobotan relatif yaitu menghitung nilai vektor prioritas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini : KRITERIA FAKTOR Sumber: Olah Data . Tabel 7. Koesioner Perbandingan Berpasangan PENILAIAN Penjual Keuntung Responden menganggap volume atau hasil produksi adalah faktor yang paling krusial, jauh http://jurnal. id/index. php/imtechno IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Tabel 11. Perkalian Matriks Perbandingan Dan Vektor Prioritas Kriteria Biay Outpu Produ Biaya Output Produksi Penjualan Keuntunga 0. Sumber: Olah Data . Penjua Keuntun Nil Sel Setelah didapat nilai vektor prioritas seperti pada tabel diatas, maka langkah selanjutnya adalah menghitung nilai masing Ae masing sel dan nilai lamda maksimal, sebagai berikut: ) : ( ) = = 4. Ketika sudah mendapatkan nilai lamda maksimal, langkah berikutnya adalah menghitung nilai Consistency Index dan Consistency Ratio. Consistency Ratio didapat dari hasil pembagian antara nilai CI dengan nilai Random Index yang dimana nilai RI sudah memiliki ketentuan tersendiri. Berikut perhitungan nilai CI dengan rumus persamaan . 140 Oe 4 yaya = = 0. 4Oe1 yuI maksimal = Setelah didapat nilai CI langkah berikutnya dapat enghitung nilai CR dengan persamaan . sebagai yaycI = = 0. Dari hasil perhitungan CR didapat nilai 0. dimana nilain tersebut masih berada dibawah batas 0. / saaty, maka dengan demikian data perbandingan berpasangan dapat dikatakan sudah benar dan Selanjutnya proses perhitungan mencari produk yang terbaik untuk dilakukan pengembangan dengan metode topsis. Pada tahap analisa menggunakan metode topsis maka terdapat pemberian pembobotan dan skala penilaian terhadap kriteria dan alternatif. Dimana pembobotannya menggunakan nilai dari 1 sampai 100, sedangkan skala penilaian yaitu,buruk sekali, sangat buruk, buruk, sedang, baik, sangat baik, http://jurnal. id/index. php/imtechno dan baik sekali yang diberikan dengan simbol angka 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7. Penilaian ini merupakan hasil dari penilaian dari 3 pakar yang sudah ditunjuk dan sudah dirata-ratakan dengan perhitungan geometric mean dan sudah dilakukan pembulatan dalam hasil Hasil pembuatan matriks keputusan sebagai berikut: Tabel 12. Matriks Keputusan Kriteria Alternatif Bia Perahu Alumunium Ringbouy Perahu Kano Sumber: Olah Data . Output Produksi Penjua Keuntu Pengambilan keputusan memberikan nilai bobot preferensi pada masing Ae masing kriteria, untuk bobot preferensi (W) ditunjukan pada W = . 44, 45. 72, 8. Normalisasi Matriks Keputusan, seperti persamaan . yc11 = = 0. Oo3 5 2 Oo38 yc12 = = 0. Oo4 7 1 Oo66 yc13 = = 0. Oo3 6 1 Oo46 yc14 = = 0. Oo62 32 22 Oo49 Seterusnya, sehingga diperoleh matriks keputusan ternormalisasi(R) : ycI = . Matriks keputusan ternormalisasi terbobot, persamaan . ycI = . ycI = ycU . 44, 45. 97, 17. 72, 8. Sehingga diperoleh matriks seperti : ycU = . Solusi ideal A yc1 = ycoycaycu . = 22. yc2 = ycoycaycu . = 39. yc3 = ycoycaycu . = 15. yc4 = ycoycaycu . = 7. ya = . Solusi ideal Ayc1Oe = ycoycnycu . = 8. yc2Oe = ycoycnycu . = 5. yc3Oe = ycoycnycu . = 2. yc4Oe = ycoycnycu . = 2. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X yaOe = . Penentuan jarak nilai alternatif dari matriks solusi ideal positif (Di ). Penentuan jarak menggunakan rumus persamaan . sebagai berikut : ya1 = Oo79. 452 0 = 428. Seterusnya, sehingga diperoleh nilai sebagai tabel Tabel 13. Jarak Nilai Terbobot Terhadap Solusi Ideal Positif Alternatif Nilai Solusi Positif Perahu Alumunium Ringbouy Perahu Kano Sumber: Olah Data . Penentuan jarak nilai alternatif dari matriks solusi ideal negatif (Di-). Penentuan jarak menggunakan rumus persamaan . sebagai berikut : ya1Oe = Oo19. 640 = 360. Seterusnya, sehingga diperoleh nilai sebagai abel Tabel 14. Jarak Nilai Terbobot Terhadap Solusi Ideal Negatif Alternatif Nilai Solusi Negatif Perahu Alumunium Ringbouy Perahu Kano Sumber: Olah Data . Selanjutnya menghitung nilai kedekatan setiap alternatif terhadap solusi ideal untuk melakukan perangkingan alternatif dengan menggunakan persamaan . sebagai berikut : = 0,457 ycO2 = = 0,500 439 1503. ycO3 = 546 0 ycO1 = Sehingga diperoleh hasil perangkingan sebagai Tabel 15. Perangkingan Alternative Berdasarkan Topsis Alternatif Positif Negatif Hasil Rangkin Perahu Alumunium Ringbouy Perahu Kano Sumber: Olah Data . TOPSIS, maka diperoleh hasil perangkingan terhadap alternatif yang ada, dimana peringkat 1 ringbouy dengan nilai 0. 500, peringkat 2 perahu alumunium dengan nilai 0. 457dan peringkat 3 perahu kano dengan KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada bab pembahasan, maka pemilihan metode dari penggabungan metode AHP dan TOPSIS pada penelitian Ausistem pemilihan pengembangan produkAy dikatakan tepat. Ketepatan dapat diketahui dari hasil uji kecocokan dan uji konsistensi data yang dilakukan pada pengujian matriks berpasangan di metode AHP dengan nilai max = 4. 140, nilai CI = 047 dan CR = 0. 052 yang dimana nilai tersebut masih dibawah batas 0. 1 atau 10%. Dari nilai CR yang diperoleh maka dapat dipastikan bahwa data yang digunakan sudah konsistensi. Sedangkan untuk alternatif produk yang terpilih berdasarkan dari perhitungan dengan metode TOPSIS adalah produk ringbouy dimana dari hasil perangkingan berada pada prioritas ke-1 dengan hasil perhitungan sebesar 0. 500 atau 50% kemudian di ikuti dengan produk kapal alumunium pada prioritas ke-2 dengan hasil nilai 0. 457 atau sebesar 45. 7% dan terakhir adalah produk perahu kano dengan tingkat prioritas paling akhir yaitu prioritas ke-3 dengan nilai 0 atau sebesar 4. 3% bila dihitung dari nilai persentasi. Dengan demikian agar perusahaan dapat bertahan dalam kegiatan operasional produksi, maka perusahaan dapat membuat pengembangan produk berupa ringbouy sebagai aksesories keselamatan dalam kendaraan transportasi air. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan data penilaian yang masih berbasis prediksi atau peramalan dari tim manajemen serta analisis yang terbatas menggunakan alat bantu spreadsheet untuk metode AHP dan TOPSIS, sehingga arah penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan metode pengambilan keputusan multikriteria (MCDM) lain sebagai pembanding atau menggunakan perangkat lunak khusus sistem penunjang keputusan guna meningkatkan presisi analisis dalam skenario ketidakpastian pasar REFERENSI