P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan kepada Siswa/i SMPN 88 Jakarta Bara. Vinta Sevilla1. Ratu Nadya Wahyuningratna2 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta1,2 vintasevilla@upnvj. id1, ratunadyaw@upnvj. ABSTRAK Informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Mulanya informasi adalah suatu hal yang mahal dan membutuhkan usaha untuk mendapatkannya, seperti harus membeli koran, buku, majalah, dan sebagainya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Informasi dapat diakses dimana saja dan kapan saja, dan tidak dibatasi oleh ruang dan Salah satu media yang ramai digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi saat ini yaitu media sosial. Penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia sejumlah 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut telah meningkat sekitar 12,35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sejumlah 170 juta orang. Pada pelaksanaan kegiatan pengadian kepada masyarakat ini, penulis memberikan pelatihan kepada siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat. Kegiatan ini diberikan kepada siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikarenakan mereka merupakan pengguna aktif media sosial dalam penelusuran informasi. Beragamnya informasi yang ada di ruang digital, maka perlu untuk diberikan pelatihan kepada siswa/i SMP agar mereka tidak keliru dalam penggunaan, penelusuran dan pencarian informasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan temuan dalam kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat telah menggunakan media sosial dengan relatif baik dan masih perlu pendampingan untuk mencari rujukan yang memiliki kredibilitas. Kata Kunci: Penelusuran informasi, media sosial, penggunaan media ABSTRACT Information is one of the basic human needs in everyday life. At first information is an expensive thing and requires effort to get it, such as having to buy newspapers, books, magazines, and so on. But along with the development of technology, now information is no longer something that is difficult to obtain. Information can be accessed anywhere and anytime, and is not limited by space and time. One of the media that is widely used by the public to find information today is social media. The use of social media by the Indonesian people was 191 million people in January 2022. This number has increased by around 12. 35% compared to the previous year, which was 170 million people. In the implementation of this community service activity, the author provides training to students at SMPN 88 West Jakarta. This activity is given to Junior High School (SMP) students because they are active users of social media in searching for information. The variety of information in the digital space, it is necessary to provide training to junior high school students so that they are not mistaken in using, searching and searching for information. Based on the evaluation results and findings in this activity, it can be concluded that the students of SMPN 88 West Jakarta have used social media relatively well and still need assistance to find references that have credibility. Keywords: Information search, social media, media use PENDAHULUAN Kebutuhan informasi adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dalam Sadar ataupun tidak sadar, setiap manusia berusaha untuk mendapatkan dan membagikan informasi disetiap harinya. Dalam membagikan informasi, manusia kini tidak lagi mengandalkan dirinya sendiri untuk bertemu dengan setiap orang, namun Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive kini telah dibantu dengan adanya media. Beriring dengan perkembangan dunia digital dan internet, kini informasi sudah terlalu Lalu muncullah istilah atau fenomena information overload, yang dimana keadaan informasi sudah meluap. Kebutuhan informasi setiap orang memiliki kadar dan porsi yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki cara pandang terhadap informasi pun berbeda pula. Kebutuhan informasi merupakan suatu keadaan yang terjadi dalam struktur kognisi seseorang yang dirasakan ada kekosongan informasi atau pengetahuan sebagai akibat tugas atau sekadar ingin tahu (Yusup & Subekti, 2. Berdasarkan pengertian tersebut maka kebutuhan informasi seseorang dibutuhkan ketika orang tersebut membutuhkan untuk mengisi cara pandang dan pengetahuannya. Media yang saat ini ramai digunakan yaitu media sosial. Media sosial menjadi salah satu media yang diminati oleh masyarakat dan memiliki peran dan fungsi dalam mencari informasi. Pada mulanya media sosial difungsikan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat dan bahkan urusan pekerjaan, namun kini media sosial juga memiliki fungsi sebagai sarana informasi. Dalam menggunakan media sosial, tentu harus memiliki Hal ini dikarenakan media sosial saat ini sarat akan hoax karena tidak ada filter yang selayaknya seperti media massa. Berdasarkan sebuah data yang dikutip dari DataIndonesia. id, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah itu naik 12,35% sebelumnya sebanyak 170 juta orang (Mahdi. Berikut grafik jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia: Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 Gambar 1. Jumlah Pengguna Aktif Media Sosial di Indonesia (Mahdi, 2. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahawa penggunaan media sosial di Indonesia mengalami peningkatan disetiap Media sosial merupakan situs jaringan sosial yang berbasiskan web site dengan memungkinkan setiap individu membangun profil yang bersifat publik ataupun semi publik dengan sistem yang terbatas. Media sosial juga merupakan sarana untuk seseorang berbagi informasi baik berupa gambar, video, dan audio baik dengan Keberadaan media sosial ini pun memberikan kemudahan untuk masyarakat dalam menggunakan media sebagai penelusuran dan mendapatkan informasi. Masyarakat Indonesia cenderung memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi yang paling mudah diakses. Kondisi ini digambarkan dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC), pada survey tersebut menunjukkan 76% responden memilih medium tersebut. Selain media sosial, televisi dan berita dalam jaringan . menjadi opsi lain untuk mendapat informasi yang dapat diakses. Hal tersebut diakui 59,5% responden dan 25,2% responden (Pusparisa, https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 Tidak dapat dipungkiri, media sosial adalah salah satu media yang paling diminati oleh masyarakat dan menjadi sarana informasi oleh masyarakat. Media sosial kini memiliki peran dan dampak bagi kehidupan pembelajaran dan pengarahan bagaimana menggunakan media sosial yang bijak, agar media sosial tetap pada fungsi dan tujuannya, dan memiliki manfaat dalam kehidupan setiap individu. Berdasarkan hal tersebut, terdapat data masyarakat paling banyak mengakses informasi dari media yang dikutip dari Databoks, yaitu: jaringan internet dengan menggunakan berbagai aplikasi yang dapat men-support aktivitas belajar dapat berjalan dengan baik. Siswa/I yang masih sekolah akhirnya intens menggunakan perangkat digital, baik handphone atau pun laptop. Gambar 2. Masyarakat Paling Banyak Mengakses Informasi dari Media Sosial (Pusparisa, 2. Siswa/i yang saat ini . duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, merupakan Generasi Z yang lahir kisaran tahun 1995-2010. Mereka adalah generasi yang telah terbiasa dalam menggunakan Generasi Z termasuk generasi yang sejak dini telah mengenal teknologi dan Bahkan generasi ini dapat dikatakan sebagai generasi yang haus akan teknologi. Generasi ini merupakan generasi digital yang ketergantungan terhadap teknologi dan berbagai macam alat teknologi yang ada. Saat terjadinya pandemi covid-19, kehidupan dan aktivitas sehari-hari berubah Semula aktivitas dilakukan diluar rumah, dan akhirnya harus membatasi diri untuk beraktivitas diluar rumah. Aktivitas di rumah pun tidak lain memanfaatkan teknologi yang dapat terkoneksi dengan orang diluar rumah. Hal ini membuat kebiasaan sehari-hari tidak terlepas dari gawai/ handphone dengan jaringan internet. Hal ini terjadi pula dalam bidang pendidikan, seperti halnya belajar pun memanfaatkan Setiap media dalam pencarian kekurangannya jika melihat dari fungsu. Adapun fungsi dari media sosial, yaitu: Media sosial adalah media yang teknologi web. Media komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (Auone to manyA. menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience (Aumany to manyA. Media demokratisasi pengetahuan dan Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu (Doni, 2. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Dampak Media sosial membawa pengaruh positive dan negative. Dikatakan Positive dengan adanya media sosial mengikis batasan interaksi sosial para penggunanya, sedangkan dampak negative yang diperoleh adalah apabila pengguna media sosial tidak mengetahui etika dan batasan dalam berinteraksi di dalam media (Gustina & Yuria, 2. Dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, tim melaksanakan observasi awal kepada siswa/i SMPN 8 Jakarta Barat, dalam kegiatan tersebut tim mendapati bahwa siswa yang dalam usia remaja ini hampir seluruhnya mendapatkan informasi melalui media sosial dan internet. Para siswa belum pernah pendampingan bagaimana mencari informasi di media sosial, dan sebenarnya media sosial sudah hampir setiap saat mereka gunakan. Keadaan ini sebenarnya tidaklah salah, namun dibutuhkan kehati-hatian dalam mengakses informasi melalui media sosial. Sehingga agar siswa/I tidak terjerumus dalam informasi hoax atau yang bahkan menyesatkan, maka dibutuhkannya pelatihan dan pendampingan untuk diberikannya informasi dari media sosial. Hal ini juga didasari dengan kegiatan dan aktivitas siswa yang sudah terbiasa menggunakan internet dalam pemenuhan kebutuhan informasinya. PERMASALAHAN Berdasarkan analisis situasi di atas maka dapat dirumuskan bahwa pelajar SMPN 88 Jakarta Barat belum pernah mendapatkan pembelajaran tentang pelatihan informasi online melalui media sosial, agar Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 dapat memanfaatkan media sosial dengan baik dan tepat. Berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasikan di atas, maka tim pengusul memberikan solusi untuk masing-masing persoalan yang akan diperoleh setelah PKM ini selesai dilaksanakan. Permasalahan: belum adanya pembelajaran tentang bagaimana mencari informasi di media sosial dengan baik dan tepat Solusi yang ddiberikan berdasarkan pelatihan dan pemahaman tentang Penelusuran Informasi Online melalui Media Sosial yang baik agar terhindar dari hoax. METODOLOGI Kegiatan masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman tentang bagaimana mencari informasi di media sosial. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pelatihan yang sifatnya terstruktur. Metode tersebu diberikan melalui metode ceramah, dan diskusi informasi. adapun materi ceramah yang diberikan kepada siswa/I yaitu dengan memberikan pemahaman tentang penelusuran informasi melalui media sosial. Memberikan tata cara bagaimana mencari informasi yang baik, benar dan Dalam pemberian materi tersebut diberikan kesempatan kepada siswa/I untuk langsung memberikan pertanyaan kepada Tim Pelaksana, sehingga dengan adanya feedback langsung maka diskusi akan menjadi lebih hidup. Selanjutnya metode diskusi informasi yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa/I untuk menyampaikan gagasan dan apa saja yang selama ini telah dilakukan https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive oleh mereka dalam mencari informasi. siswa/I menyampaikan apa saja yang menjadi kendala baik dalam menelusur informasi dan juga bagaimana mereka mengidentifikasi Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan Google Meet. Pemilihan mempertimbangkan situasi yang masih dalam masa Pandemi Covid-19. Tim mengadakan webinar dengan menggunakan Google Meet dan dengan peserta siswa/i kelas IX untuk diberikan pelatihan dan pembelajaran tentang Penelusuran Informasi Online melalui Media Sosial. Kegiatan penyuluhan ini memiliki tujuan spesifik sebagai berikut: Memberikan tentang pencarian informasi yang tepat dan agar terhindar dari hoax Memberikan pendampingan dalam pencarian informasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa/i HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat ini dilakukan dalam kondisi dan situasi Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam pemberian ceramah dan diskusi informasi dengan menggunakan Google Meet. Kegiatan ini dilakukan dan diperuntukkan kepada siswa yang duduk di kelas IX, dimana saat ini mereka sedang mempersiapkan untuk ujian akhir sekolah untuk naik ke jenjang SMA. Kegiatan yang dilakukan bersama tim penelusuran informasi melalui media online. Materi dasar konsep penelusuran informasi yang diberikan adalah bagaimana prinsipprinsip tentang Literasi Informasi, langkah P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 dan tahapan pencarian dan penelusuran informasi, hingga pada etika dalam memanfaatkan informasi. Selama pemberian materi, dan interaksi tanya jawab yang dilakukan, siswa/I ini umumnya menggunakan media sosial dalam berkomunikasi diantaranya yaitu Line. WhatsApp. Instagram. TikTok. YouTube, dan Twitter. Dalam kesehariannya, mereka sudah terbiasa menggunakan media sosial tersebut. Baik terhubung dengan teman, saudara sampai kepada pencarian informasi. Dalam kegiatan pencarian informasi di media sosial umumnya mereka menggunakan untuk mengisi waktu dan menyalurkan hobi. Adapun mengisi waktu mereka senang dengan melihat dan menonton berupa informasi ringan yang mereka penggunaan sesuatu, dance, mencari informasi tentang kesukaan/ idola, berita dan hingga bagaimana mengedit foto-foto agar Sedangkan pembelajaran mereka tidak terlalu sering menggunakan media sosial sebagai referensi. Hanya saja ketika memang diberikan arahan oleh guru untuk mencarinya di media sosial. Berdasarkan hal diatas, ada yang menjadi perhatian oleh Tim Pengabdian, yaitu siswa/I menggunakan media sosial sebagai rujukan dalam mencari informasi Hal ini tentu memiliki plus minusnya. Namun, media sosial dapat dikatakan sebagai media yang banjir akan hoaks. Berbagai analisis mengemukakan bahwa media arus utama dan media massa akan terus digeser oleh media sosial dan media baru. Media massa, pers, yang dikenal sebagai pilar keempat demokrasi, dianggap akan sulit bersaing dengan media sosial atau digital. (Mudjiyanto & Dunan, 2. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Informasi berdasarkan diskusi dan tanya jawab yang dilakukan, siswa/I ini sudah jarang menonton dan duduk didepan televisi. Mereka lebih senang dengan aktivitas yang terhubung dengan internet. Dengan berselancar dan menelusur informasi yang sangat banyak penyajiannya lebih menarik. Sebagaimana perkembangan internet dan teknologi digital membuat masyarakat dibanjiri berbagai Namun, sebagian dari informasi tersebut justru berupa berita bohong, berita palsu, atau hoaks. Penyebaran berita hoaks melalui media sosial semakin tidak terkendali sehingga ikut mendorong terjadinya ekstremisme di ruang digital (Mudjiyanto & Dunan, 2. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Tim yaitu dengan melakukan diskusi Siswa/I menceritakan pengalaman dan langkah-langkahnya dalam menelusur Mereka ketika mengetahui sesuatu cenderung langsung mengecek ke Twitter dan mencari pengembangan informasinya melalui search engine Google, dan Youtube. Pada diskusi yang dilakukan oleh Tim dan siswa/I belum ada yang langsung merujuk kepada media massa, baik media massa yang sudah menyediakan laman online atau pun media massa mainstream. Hal ini tentu juga akan dapat membahayakan jika tidak dilakukannya konfirmasi informasi oleh siswa/i. McQuail . membagi motif penggunaan media oleh individu ke dalam empat kelompok, diantaranya yaitu Motif Informasi. Dalam motif individu: Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat, dan dunia. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 Mencari masalah praktis, pendapat, dan halhal penentuan pilihan. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum. Belajar, pendidikan diri sendiri. Memperoleh rasa damai melalui (McQuail, 1. Penelusuran dilakukan oleh siswa/I sesuai dengan diskusi informasi yang dilakukan, mereka mencari informasinya sudah dengan mencari dari rujukan utama, tidak hanya melihat satu sumber saja, melainkan sudah mengecek dan mencari referensi lainnya untuk memperkaya insight yang didapatkannya. Siswa/I dalam pelatihan ini diberikan pemahaman pula tentang langkah-langkah dalam mencari informasi melalui media sosial, diantaranya yaitu: Tidak hanya membaca judul Siswa/I diberikan pemahaman tidak hanya membaca judul ini mengingat melihat judul yang kerap kali terkesan provokatif. Siswa/I jangan sampai terkecoh mengulik informasi itu dengan baik, dan membacanya secara Terlebih diberikan atau dibagikan kepada rekan dan atau pun saudara, harus terlebih dahulu ditelaah Cek kembali Langkah ini dilakukan dengan cara mengecek informasi dan Tidak salahnya melihat media lainnya yang menjadi AolawanAo media Melihat bagaimana perspektif atau sudut pandang https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive media lain terhadap objek yang P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 yang dapat dilaksanakan dalam menelusur informasi selanjutnya. Memanfaatkan aplikasi/ tools Tahapan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur yang ada pada media sosial, dimana individu dapat mengatur apa saja Hanya mengikuti akun yang Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir diri diterpa oleh informasi bohong ataupun keliru. Hal ini dikarenakan dengan menghindari, maka setidaknya dapat diselamatkan dari hal-hal dikemudian hari. Ada baiknya mengikuti akun yang dipercaya pandangan dan gagasan yang Pada kegiatan pengabdian ini, penulis melihat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam kegiatan, yaitu: Respon dan aktivitas positif dari peserta pelatihan yang dilihat saat sebelum pelaksanaan mereka memiliki minat terhadap topik yang akan dibahas Meningkatnya keterampilan dan langkah-langkah efektif dalam dilakukan oleh siswa/i Hasil evaluasi dalam bentuk dilakukan oleh tiap siswa/I dapat mendapatkan pemahaman baru Gambar 1. Foto Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian 1 Gambar 2. Foto Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian 2 Gambar 3. Foto Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian 3 Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive KESIMPULAN Hasil analisis evaluasi yang dilakukan oleh Tim diketahui bahwa siswa/I dapat dikategorikan relatif baik dalam melakukan penelusuran informasi melalui media sosial. Hanya saja masih perlu pendampingan baik oleh orang tua/ wali, atau seseorang yang ahli Langkah ini diperlukan karena dalam penelusuran informasi diperlukan latihan dan keterampilan yang cermat dalam memilah milih informasi melalui media sosial. Dengan merujuk kembali bahwa media sosial bukanlah media massa yang dapat dipertanggung jawabkan keakuratan, dan kesahihannya, maka perlu untuk lebih hatihati. Pelatihan yang diberikan kepada siswa/I menurut Tim dapat disimpulkan bahwa pencarian informasi melalui media sosial ini dapat memberikan manfaat dan pengingat kepada siswa, dan kehati-hatian dalam ruang digital harus lebih ekstra lagi. Hal ini dikarenakan penggunaan media sosial sejatinya untuk terhubung dan terkoneksi, untuk membagikan informasi ringan sehari-hari, namun saat ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan media Sesuai dengan hasil evaluasi, dan masukan dari peserta pelatihan, maka Tim dilaksanakannya program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan penelusuran informasi melalui media sosial. Hal ini dikarenakan usia dari peserta yang masih remaja dan masih perlu untuk diberikan pembelajaran dengan optimal dan berkala, agar dapat lebih bijak dalam penggunaan media nantinya. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 DAFTAR PUSTAKA