Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEJADIAN PNEMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS LAPADDE KOTA PAREPARE Risk Factors Associated with the Incidence of Pneumonia in Toddlers at the Lapadde Health Center. Parepare City Muhammad Asikin ,I Tako Podding ,Muhammad Nasir Poltekkes Kemenkes Makassar *) E-mail korespondensi: muh. asikin@poltekkes-mks. ABSTRACT Pneumonia in toddlers is still a major health problem in Indonesia. This can be seen by the high morbidity and mortality due to One of the efforts to reduce is by knowing the acute infection that affects the lung tissue . This study aims to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five at the Lapadde Community Health Center. Parepare City. The population in this study were all toddlers who visited the Lapadde Health Center in Parepare City. The design used was cross sectional with 13 samples. The results of the study with total sampling found that there was only 1 risk factor that was significantly related, namely the presence of a family member who smoked in the house and other risk factors, namely the level of knowledge of the mother about pneumonia, nutritional status, history of exclusive breastfeeding and completeness of immunization, it can be said that these factors not associated with pneumonia in infants. Educational activities about increasing exclusive breastfeeding and nutrition for parents of toddlers need to be increased to prevent The conclusion in this study is based on the factors that influence pneumonia in toddlers, namely mother's education, gender of toddler, level of knowledge of mothers about pneumonia, presence of family members who smoke, nutritional status, history of exclusive breastfeeding, completeness of immunization together play a role on the incidence of pneumonia in toddlers at the Lapadde Health Center. Parepare City Keywords: Toddlers, risk factors, pneumonia ABSTRAK Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama untuk di Indonesia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas akibat pnemonia. Salah satu upaya untuk menurunkan adalah dengan mengetahui infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pnemonia pada anak balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan 13 sampel. Hasil penelitian dengan total sampling 13 balita didapatkan hanya ada 1 faktor risiko yang berhubungan secara bermakna yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah dan faktor risiko lainnya yaitu tingkat pengetahuan ibu tentang pnemonia, status gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dapat dikatakan bahwa faktor tersebut tidak berhubungan dengan pnemonia pada balita. Kegiatan edukasi tentang peningkatan pemberian ASI eksklusif dan nutrisi kepada orang tua balita perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pnemonia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pnemonia pada balita adalah pendidikan ibu, jenis kelamin balita, tingkat pengetahuan ibu tentang pnemonia, keberadaan anggota keluarga yang merokok, status gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi secara bersama-sama berperan terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare Kata kunci: Balita, faktor risiko, pneumonia PENDAHULUAN Pneumonia pada balita dapat menyebabkan balita yang meninggal sekitar 2. 500 anak setiap harinya. Secara statistik, balita yang meninggal di seluruh dunia akibat pneumonia pada tahun 2015 adalah 16 % dari semua kematian pada balita yaitu sebanyak 920. Faktor risiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia pada anak balita di negara berkembang adalah pneumonia yang terjadi pada masa bayi, berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapat imunisasi campak. DPT dan Hib, tidak mendapat ASI yang adekuat, status Gizi. Riwayat merokok pada ibu dan tingkat pengetahuan ibu . Puskesmas Lappade merupakan salah satu Puskesmas di Kota Pare Pare Berdasarkan profil kesehatan Kota Padang pada tahun 2018. Puskesmas Lapadde merupakan Puskesmas dengan angka kejadian pneumonia pada balita tertinggi di Kota Pare Pare adalah 205 orang . ,93%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Makassar. METODE Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik komparatif dengan menggunakan pendekatan case control melalui pengumpulan data menggunakan kuesioner dan rekam medis. Penelitian dilakukan pada bulan FebruariMaret 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan penderita yang memenuhi kriteria inklusi yang terpilih sebagai sampel serta dapat mewakili Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar seluruh populasi Dimana seluruh responden yang ditemukan di loaksi peneltitian. Variable independent yaitu pneumonia dan variable yaitu Status Gizi, tingkat pengetahuan ibu. Riwayat pemberian ASI. Imunisasi, dan Riwayat Analisis Data menggunakan program Statistical Product And Service Solution (SPSS). Dalam pelaksanaan penelitian ini instrumen yang . yang diberikan kepada responden pertanyan-pertanyaan menyangkut variabel-variabel yang diteliti yang selanjutnya akan dijawab oleh responden dan dianalisis untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kedua variabel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat memnggunakan uji chi square dan kolmogorov smirnov dan mutivariat menggunakan uji regresi logistik dengan taraf signifikasi (= 0,. dan nilai Odds Ratio (OR) untuk memperkirakan tingkat risiko masing-masing. HASIL Analisis hanya mengambil data pnemonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lapadde Kota Parepare, dilaksanakan pada tanggal 17 Februari s/d 17 Maret 2020. Data yang dianalisis dan diperoleh selama penelitian adalah 13 balita. Kuesioner yang disebar dalam penelitian ini kepada orang tua balita yang menderita penyakit Pnemonia di puskesmas Lapadde dan menjadi responden adalah ibu dari balita yang menderita penyakit pnemonia di wilayah kerja Puskemas Lapadde Kota Parepare. Karakteristik Sampel Sampel dalam penelitiian ini yaitu13 ibu dari balita yang mengalami pneumonia yang berkunjung di puskesmas lapadde kota pare Karakteristik responden Dalam penelitian ini dideskripsikan tentang profil atau karakteristik umum responden yang meliputi umur, pekerjaan dan pendidikan Berdasarkan Tabel 1 distribusi responden menurut umur, terlihat bahwa dari 13 ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. sebanyak 6 atau 46,15% . dan persentase terendah sebanyak 1 atau 7,69% . -30 dan 31-. Beradasarkan Tabel 2 distribusi responden menurut pekerjaan, terlihat bahwa dari 13 responden persentase tertinggi yaitu sebanyak 9 atau 69,23% (Tidak Bekerj. dan persentase terendah sebanyak 0% (Petan. Berdasarkan Tabel 3. Distribusi Responden Menurut PendidikanTerakhir, terlihat bahwa dari 13 responden persentase tertinggi yaitu sebanyak 7 atau 53,84% (SMP) dan persentase terendah sebanyak 0% (Tidak Karakteristik Variabel Berdasarkan Tabel Distribusi jawaban responden tentang tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, terlihat bahwa dari 13 responden persentase Menjawab ya yaitu sebanyak 13 atau 100% sebanyak 3atau 23,07% sedangkan persentase menjawab Tidak yaitu sebanyak 10 atau 76,92% Berdasarkan Tabel 5. Distribusi jawaban responden tentang adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah terhadap kejadian penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, terlihat bahwa dari 13 responden persentase tertinggi yang menjawab Ya yaitu sebanyak 11 atau 84,61% dan persentase terendah sebanyak 2 atau 15,38% sedangkan persentase tertinggi yang menjawab Tidak yaitu sebanyak 11 atau 84,61% dan persentase terendah sebanyak 2 atau 15,38% Berdasarkan Tabel 6. Distribusi jawaban responden tentang status gizi terhadap kejadian penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, terlihat bahwa dari 13 responden persentase tertinggi yang menjawab menurut berat badan lahir yaitu sebanyak 7 atau 53,84% dan persentase terendah sebanyak 1 atau 7,69% . ersentase tertinggi menurut umur anak sekarang . yaitu sebanyak 6 atau 46,15% . an persentase terendah sebanyak 3 atau 23,07% persentase tertinggi menurut berat badan sekarang . yaitu sebanyak 5 atau 38,46% dan persentase terendah sebanyak 0% persentase tertinggi menurut tinggi badan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar sekarang yaitu sebanyak 9 atau 69,23 dan persentase terendah sebanyak 4 atau 30,76% . -110 c. Berdasarkan Tabel 7. Distribusi pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, terlihat bahwa dari 13 menjawab Ya yaitu sebanyak 13 atau 100% pada no. dan persentase terendah sebanyak 8 atau 61,53% pada no. sedangkan persentase Berdasarkan Tabel 8. Distribusi jawaban responden tentang kelengkapan pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, terlihat bahwa dari 13 menjawab Ya yaitu sebanyak 13 atau 100% (HBO. BCG. Polio 1. DPT/HB1. Polio 2 dan DPT/HB2. Polio . dan persentase terendah sebanyak 11 atau 84,61% (Campa. menjawab Tidak sebanyak 2 atau 15,38% (Campa. dan persentase terendah sebanyak 0% (HBO. BCG. Polio 1. DPT/HB1. Polio 2. DPT/HB2. Polio . PEMBAHASAN Kejadian menderita penyakit pnemonia adalah yang berumur 3 sampai 3 tahun 11 bulan sebanyak . ,15%). Sedangkan pada penelitian sebelumnya, kejadian penyakit pnemonia paling banyak ditemukan pada penderita yang berusia 2 tahun . ,19%) hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan bahwa puncak insiden tertinggi penyakit pnemonia dijumpai pada usia 2-4 tahun, pada penelitian ini pula sampel yang di ambil adalah BALITA . awah lima tahu. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jenis kelamin sampel adalah laki-laki sebanyak 9 . ,23%) sedangkan perempuan 4 . ,76%). Pengetahuan ibu tentang penyakit pnemonia pada balita di ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Puskesmas Lapadde Kota Parepare Tingkat pendidikan responden yang dari Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya termasuk manusia dan kehidupannya. Pengetahuan mencakup penalaran, penjelasan dan pemahaman manusia tentang segala sesuatu. Apabila ibu mempunyai pengetahuan baik maka akan bersifat bertahan dalam arti ibu yang mempunyai balita dapat mengatasi permasalahan ataupun menangani apabila balitanya mengalami penyakit pnemonia dan begitupun sebaliknya apabila ibu yang mempunyai pengetahuan yang buruk maka akan bersifat tidak bertahan dalam arti ibu yang mempunyai balita tidak dapat mengatasi permasalahan ataupun menangani apabila Berdasarkan hal tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang gambaran pengetahuan ibu tentang penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare tahun 2020. Adapun hasil yang dilaksanakan adalah pengetahuan ibu tentang pnemonia dapat dikatakan baik dan faktor risiko ini tidak berhubungan terhadap pnemonia pada balita. Adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah merupakan faktor risiko terjadinya penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Terdapat beberapa faktor risiko antara kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap kejadian penyakit pnemonia pada balita yaitu di Puskesmas Lapadde Kota Parepare, salah satunya yaitu faktor pendidikan pada keluarga berpengaruh pada kemampuan menyediakan makanan, pola asuh dan pemanfaatan pelayanan kesehatan (Primasasiki, 2. Menurut Sirait . , semakin tinggi pendidikan seseorang atau masyarakat, maka akan semakin mudah dalam menyerap dan memahami pesan kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit Faktor lain yang menyebabkan adanya faktor risiko antara kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap kejadian penyakit pnemonia pada balita yaitu perilaku Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik dari yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat meningkatkan sikap positif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, sehingga penyakit tidak mudah menjangkiti masyarakat tersebut. Menurut Kusmawati . , pendidikan merupakan salah satu pendukung sikap atau perilaku kesehatan seseorang. Hal ini didukung oleh penelitian Yuswianto . yang menyatakan bahwa kejadian penyakit mikroorganisme dan keadaan balita, secara langsung juga dipengaruhi oleh perilaku Dari hasil penelitian yang telah dilakukan faktor risiko keberadaan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah sangat jelas bahwa ini berhubungan terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Penelitian yang dilakukan Julia . , ada perbedaan rata-rata yang bermakna antara kejadian penyakit pnemonia balita pada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah dengan yang kebiasaan merokok di luar rumah. Dimana kebiasaan merokok di dalam rumah berisiko 6 kali lebih tinggi terhadap kejadian penyakit pnemonia balita dibandingkan keluarga yang merokok di luar rumah. Penelitian Nursanti . , juga menyatakan adanya faktor risiko yang bermakna antara kebiasaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian penyakit pnemonia pada balita umur 1-4 tahun di Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Status gizi merupakan faktor risiko terjadinya penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare Pada penelitian ini faktor risiko status gizi tidak berhubungan dengan kejadian pnemonia pada balita dikarenakan berat badan lahir dapat dikatakan normal dengan rata-rata 3-3,9 Pada sebelumnya di dapatkan bahwa proporsi pnemonia pada balita yang status gizinya kurang lebih besar dibandingkan dengan balita berstatus gizi baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi kurang berisiko untuk menderita pnemonia 1,3 kali lebih besar bila dibandingkan dengan balita ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. dengan status gizi baik. sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulianti, dkk . di Banjarmasin yang menyatakan bahwa balita dengan status gizi kurang mempunyai risiko 4 kali lipat untuk menderita pneumonia bila dibandingkan dengan balita dengan status gizi baik. Riwayat ASI penyakit pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare ASI ibu diketahui memiliki zat yang unik dan bersifat anti infeksi. ASI juga memberikan proteksi pasif bagi tubuh balita untuk menghadapi pathogen yang masuk ke dalam tubuh. Pemberian ASI ekslusif terutama pada bulan pertama kehidupan bayi dapat mengurangi insiden dan keparahan penyakit Pada penelitian ini pnemonia balita menyerang balita yang mendapat ASI ekslusif. terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI ekslusif pada balita dengan kejadian penyakit pnemonia pada balita. Hal ini disebabkan karena proporsi balita yang menderita pnemonia yang mendapatkan ASI eksklusif relatif sama dengan jika ada yang tidak mendapatkan ASI eksklusif hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yushananta . di Bandar Lampung. hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulianti, dkk . di Kota Banjarmasin yang menyatakan bahwa balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif semasa bayi memiliki risiko untuk dibandingkan dengan anak balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Imunisasi diyakini ikut memberikan kontribusi kekebalan terhadap pnemonia. Pada penelitian didapatkan bahwa proporsi balita yang sudah mendapatkan imunisasi dan yang belum mendapatkan imunisasi relatif sama yaitu 5,8% dan 5,4%. Hal ini memberikan dampak tidak adanya faktor risiko yang berhubungan antara imunisasi dengan kejadian pnemonia pada balita. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yushananta . di Bandar Lampung. Tetapi berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat selama 58 tahun yang menunjukkan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar vaksinasi berperan menurunkan kematian akibat pnemonia. KESIMPULAN Berdasarkan karakteristik faktor risiko keberadaan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare tedapat yang menjawab Ya sebanyak 10 orang atau 76,92% dapat dikatakan ini berhubungan dengan kejadian pnemonia pada balita. Berdasarkan karakteristik faktor risiko status gizi terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare adalah berat badan lahir, umur anak sekarang, berat badan sekarang, dan tinggi badan sekarang tidak berhubungan dengan kejadian pnemonia pada balita. Berdasarkan karakteristik faktor risiko riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepare terdapat 13 orang atau 100% dapat dikatakan pemberian ASI kepada anak selama 6 bulan tidak berhubungan dengan kejadian pnemonia pada balita. Berdasarkan karakteristik faktor risiko imunisasi terhadap kejadian pnemonia pada balita di Puskesmas Lapadde Kota Parepareyang sebanyak 11 orang atau 84,61% dapat berhubungan dengan kejadian pnemonia pada balita. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang ada, maka penulis memberikan saran sebagai berikut : kejadian pnemonia pada balita yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki kondisi fisik rumah dengan memasang ventilasi atau selalu membuka jendela rumah yan diakibatkan oleh faktor adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah sehingga dapat menyebabkan kejadian pnemonia pada Mendapatkan hasil yang lebih baik sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut berkenaan dengan kejadian ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. pnemonia pada balita dengan desain menggambarkan faktor risiko yang sebenarnya antara faktor karakteristik balita dan ibu dengan kejadian pnemonia pada balita. Seperti desain kasus kontrol. Kasus adalah balita dengan pnemonia sedangkan kontrol adalah balita tetangga DAFTAR PUSTAKA