Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Tahfidz untuk Meningkatkan Hafalan Siswa di SDIT Makarimal Akhlaq Jepara Muhammad Zaki Zamani*) Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Jawa Tengah. Indonesia zamanizaki24@gmail. Khalimatus Sadiyah Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Jawa Tengah. Indonesia elkhasya@unisnu. *)Corresponding Author Received: Revised: Approved: Abstrak Pembelajaran berdefirensiasi merupakan suatu pendekatan yang menyesuaikan strategi pengajaran dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar peserta didik. Dalam mata pelajaran Tahfidz, penerapan metode ini menjadi solusi dalam meningkatkan efektivitas hafalan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq Kalipucang Wetan Welahan Jepara, mengidentifikasi manfaat dan tantangannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi dan hasil hafalan siswa. Sebelum penerapan strategi diferensiasi, dilakukan asesmen diagnostik untuk mengetahui gaya belajar, minat, dan kesiapan siswa. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa siswa memiliki gaya belajar yang beragam, yaitu gaya belajar visual . ebih mudah menghafal dengan teks dan warn. serta gaya belajar auditori . fektif dengan pendengaran dan muratta. Berdasarkan data tersebut, guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam tiga aspek: konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten dilakukan dengan menyajikan bahan ajar dalam bentuk mushaf untuk siswa visual dan rekaman murattal untuk siswa Diferensiasi proses diterapkan melalui murojaah mandiri bagi siswa yang sudah lancar, kelompok kecil untuk siswa dengan kemampuan sedang, dan bimbingan intensif bagi siswa yang masih membutuhkan bantuan. Sedangkan diferensiasi produk terlihat dari variasi dalam setoran hafalan, seperti per ayat, per halaman, atau dengan tambahan penjelasan makna dan tajwid sesuai dengan kemampuan masing-masing Hasil penelitian bahwa strategi ini meningkatkan motivasi siswa, kelancaran hafalan, serta pemahaman tajwid. Tantangan yang dihadapi meliputi dengan Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 keterbatasan waktu, sumber daya, dan kebutuhan pelatihan guru dalam mengelola kelas Dengan dukungan sekolah dan orang tua, pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa. Kata Kunci: Pembelajaran berdiferensiasi. Tahfidz Al-QurAoan. Kurikulum Merdeka, strategi pengajaran, hafalan siswa. Abstract Differentiated instruction is an approach that tailors teaching strategies to the readiness, interests, and learning styles of students. In the context of the Tahfidz subject, the implementation of this approach is seen as a strategic solution to enhance the effectiveness of students' memorization. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction in the Tahfidz subject at SDIT Makarimal Akhlaq Kalipucang Wetan. Welahan. Jepara. identify the benefits and challenges. and evaluate its impact on student motivation and memorization outcomes. Prior to the implementation, diagnostic assessments were conducted to identify students' learning styles, interests, and readiness. The results of the assessment showed that students had diverse learning styles, namely visual . ore responsive to text and colo. and auditory . ore effective with auditory stimuli and recitation. Based on these findings, the teacher applied differentiated instruction in three areas: content, process, and product. Content differentiation was carried out by providing teaching materials in the form of mushaf texts for visual learners and murattal recordings for auditory learners. Process differentiation was implemented through independent revision for fluent students, small group learning for students with intermediate abilities, and intensive guidance for students requiring additional support. Meanwhile, product differentiation was seen in the variation of memorization submissions, such as by verse, page, or accompanied by explanations of meaning and tajwid rules, tailored to each student's ability. The results of the study indicate that this stratefy has a positive impact on student motivation, memorization fluency, and tajwid understanding. The main challenges faced include time constraints, limited learning resources, and the need for enhanced teacher competency in managing differentiated classes. However, with support from the school and parents, differentiated instruction has proven effective in improving the quality of students' memorization. Keywords: Differentiated learning. Tahfidz Al-Qur'an. Merdeka Curriculum, teaching strategy, studentsAo memorization. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional. Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat menciptakansumber daya manusia yang unggul, mampu bersaing di tingkat global, dan berkontribusi bagi kemajuan suatu Pendidikan memegang peran penting sebagai wahana untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunianya dimasa depan. Pendidikan yang dimaksud adalah Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 pendidikan yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (Sadiyah et al. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai kurikulum yang lebih fleksibel dan inovatif. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih sering berlangsung secara konvensional, di mana guru mendominasi proses pembelajaran. Pendidikan nasional bertujuan untuk menjamin pemerataan kesempatan belajar, meningkatkan mutu, relevansi, serta efektivitas dalam manajemen pendidikan (Sopianti, 2. Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk individu yang cerdas secara intelektual, emosional, dan fisik sehingga mampu bersaing dalam menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, pemerintah terus mencari alternatif baru untuk meningkatkan mutu pengajaran di berbagai jenjang dan bidang studi, yang terlihat dari perkembangan kurikulum Indonesia (Jamilatun, 2. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan terkait dengan tujuan, isi, bahan ajar, dan metode pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum berperan fundamental dalam dunia pendidikan dan harus dievaluasi secara berkala agar selaras dengan perkembangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dari tahun ke tahun. Kurikulm terbaru, yaitu Kurikulum Merdeka, memberikan kebebasan bagi siswa untuk belajar dengan lebih fleksibel, bebas tekanan, dan menyenangkan, serta memungkinkan siswa mengembangkan bakat alami yang dimiliki (RifaAoi et al. , 2. Kurikulum Merdeka adalah inovasi transformasi pendidikan Indonesia untuk menciptakan generasi unggul. Program "Merdeka Belajar" diprakarsai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem Anwar Makarim, bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa maupun pendidik. Konsep "Merdeka dalam Berpikir" memungkinkan guru menerjemahkan kurikulum secara mandiri agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian. Kurikulum merdeka diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Tujuan pendidikan yang menempatkan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai peserta didik akan terwujud apabila pembelajaran dibuat yang menarik, menyenangkan, dan bermakna. Program Merdeka Belajar menekankan kebebasan dalam menentukan tujuan, metode, materi, dan Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 evaluasi pembelajaran bagi guru serta siswa. Deang adanya kebebasan ini, siswa dapat mengembangkan pola pikir yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam pembelajaran (Fauzia, 2. Salah satu inovasi dalam Kurikulum Merdeka adalah penerapan pembelajaran Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, khususnya mata pelajaran Tahfidz, pendekatan ini sangat penting karena setiap siswa memiliki kemampuan daya ingat dan kecepatan menghafal yang berbeda. Oleh karena itu, strategi pengajaran yang seragam sering kali kurang efektif dalam membantu siswa mencapai target hafalannya. Pembelajaran Tahfidz memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mempertahankan motivasi dan hasil hafalan siswa dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil observasi di SDIT Makarimal Akhlaq Kalipucang Wetan Welahan Jepara, ditemukan bahwa sebelum diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menghafal Al-QurAoan secara lancar dan mempertahankan hafalannya. Beberapa siswa lebih mudah menghafal melalui metode auditori, sementara siswa yang lain lebih efektif dengan menggunakan pendekatan visual atau kinestetik (Amalia et al. , 2. Pendekatan pembelajaran yang seragam sering kali tidak efektif dalam mencapai hasil yang optimal. Dengan menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi, guru dapat menyesuaikan metode pembelajaran, bahan ajar, serta strategi evaluasi agar dapat sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kualitas hafalan mereka, baik dari segi ketepatan, kelancaran, maupun daya ingat jangka panjang. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi juga mendukung perkembangan karakter siswa dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi dalam menghafal Al-QurAoan. Melalui strategi ini, guru dapat memberikan perhatian yang lebih personal dan membantu siswa mengatasi kendala yang mereka hadapi dalam proses menghafal (Sukartiningsih et al. , 2. Selaras dengan beberapa penelitian yang telah meneliti tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz untuk meningkatkan hafalan Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh (Cesyana et al. , 2. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru tTahfidz untuk meningkatkan kualitas hafalan siswa, seperti memotivasi siswa, memperbaiki tahsin. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 dan memberikan metode yang mudah dalam menghafal dan muraja'ah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kecerdasan individu siswa dapat meningkatkan efektivitas hafalan mereka. Selain itu, (Diana Permatasari, 2. Juga meneliti penerapan metode pembelajaran Tahfidz di MI Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah Bermi Gembong Pati. Meskipun penelitian ini tidak secara eksplisit membahas pembelajaran berdiferensiasi, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan berbagai metode, seperti musyafahah, resitasi, takrir, dan mudarrosah, berkontribusi terhadap peningkatan hafalan siswa. Pendekatan ini secara tidak langsung menggambarkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Tahfidz, karena guru menggunakan berbagai metode untuk menyesuaikan kebutuhan belajar siswa. Penelitian lain dilakukan oleh (Khadijah et al. , 2. yang meneliti penggunaan model Differentiated Instruction (DI) dalam meningkatkan prestasi akademik siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri Ciracap. Meskipun penelitian ini tidak secara khusus membahas Tahfidz, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini menjadi rujukan bagi penerapan strategi serupa dalam pembelajaran Tahfidz. Dalam konteks penelitian ini, asesmen awal dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara singkat dengan guru dan siswa. Asesmen difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu gaya belajar, minat terhadap kegiatan Tahfidz, dan tingkat kesiapan Dari hasil asesmen, diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual dan audirotori, dengan minat bervariasi dan kesiapan hafalan yang tidak Hasil asesmen ini menjadi dasar guru dalam mengelompokkan siswa dan menyusun strategi pembelajaran yang sesuai. Misalnya, siswa visual diberikan mushaf dengan penanda warna dan lembar bantu hafalan bergambar, sedangkan siswa auditori difasilitasi dengan pemutaran murattal serta sesi hafalan bersama dengan pembimbingan Efek dari penerapan berbasis asesmen awal ini sangat signifikan: siswa lebih fokus, hafalan lebih cepat diselesaikan, dan semangat murojaah meningkat. Suasana kelas Tahfidz menjadi lebih aktif dan dinamis karena siswa merasa strategi pembelajaran yang diberikan sesuai dengan cara belajar mereka. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz. Mengidentifikasi manfaat serta tantangan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hafalan siswa, serta mengevaluasi dampak pembelajaran berdiferensiasi terhadap motivasi dan hasil hafalan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam pendidikan Tahfidz di tingkat sekolah dasar, serta menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyajikan data secara menyeluruh dan akurat mengenai fenomena yang terjadi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq Welahan Jepara. Melalui metode ini, penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan serta dampaknya terhadap hafalan Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan berbagai teknik pengumpulan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terderi dari Observasi. Wawancara, dan Dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung untuk mengamati bagaimana proses pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam kelas Tahfidz, termasuk metode yang digunakan oleh guru serta respons siswa terhadap strategi tersebut. Wawancara dilakukan dengan waka kurikulum dan guru mata pelajaran Tahfidz guna mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai penerapan metode ini, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap hafalan Dokumentasi diperoleh dari berbagai dokumen yang terkait, seperti dokumen sekolah, dokumen guru, kajianbteori, serta artikel ilmiah yang relavan dengan topik Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaituk reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber diseleksi, dikategorikan, dan disederhanakan agar lebih fokus pada aspek yang relavan dengan penelitian. Setelah itu data yang telah direduksi disusun dalam bentuk narasi Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 deskriptif sehingga lebih mudah dipahami dan dianalisis. Kesimpulan kemudian ditarik berdasarkan pola yang ditemukan dalam data untuk menjawab pertanyaan penelitian serta memberikan rekomendasi tentang strategi optimal dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Tahfidz. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Tahapan awal penelitian dimulai dengan mengajukan surat izin riset ke pihak kampus Universitas Nahdlatul Ulama Jepara, kemudian menyerahkan surat izin riset ke SDIT Makarimal Akhlaq Kalipucang Wetan Welahan Jepara. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian terdiri dari waka kurikulum, dan guru mata pelajaran Tahfidz. Berikut adalah hasil dan pembahasan mengenai penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Tahfidz untuk meningkatkan hafalan siswa di SDIT Makarimal Akhlaq. Penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Makarimal Akhlaq Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Duki, selaku Waka Kurikulum SDIT Makarimal Akhlaq, diketahui bahwa sekolahan ini telah menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023 setelah mengikuti program sosialisasi dan pelatihan dari Kementerian Pendidikan. Sebelum implementasi kurikulum baru ini, sekolah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan agar pemahaman mengenai konsep dan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, struktur mata pelajaran telah diubah. Berbeda dengan Kurikulum 2013 yang berbasis tematik. Kurikulum Merdeka mengelompokkan mata pelajaran secara lebih spesifik. Misalnya, mata pelajaran Bahasa Indonesia berdiri sendiri, sementara Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) dipecah menjadi beberapa cabang seni, seperti seni teater, musik, rupa, dan tari. Sela pelajaran Agama digabungkan menjadi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Secara bertahap. Kurikulum Merdeka diterapkan mulai dari kelas 1 dan 4, lalu diperluas ke seluruh jenjang hingga kelas 6. Implementasi kurikulum ini dinilai lebih efektif karena memberikan keleluasaan didalam proses belajar-mengajar, di mana siswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran yang harus mereka Salah satu keunggulan dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan ruang Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 lebih luas bagi sekolahan dalam mengembangkan program-program unggulan. SDIT Makarimal Akhlaq memanfaatkan kebebasan ini pada mata pelajaran Tahfidz AlQurAoan dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Guru menyiapkan strategi hafalan dengan kesiapan dan gaya belajar siswa, baik melalui pendekatan visual, auditori, maupun kinestik. Selain itu, target hafalan bersifat fleksibel agar siswa dapat menghafal sesuai dengan kemampuan mereka tanpa merasa terbebani. Evaluasi hafalan juga disesuaikan dengan kebutuhan siswa, di mana mereka dapat menyetorkan hafalan secara individu, berkelompok, atau dengan pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan. Meskipun penerapan Kurikulum Merdeka memberikan manfaat bagi siswa dan guru, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Salah satu kendala utama adalah kesiapan guru, di mana tidak semua tenaga pendidik terbiasa dengan metode fleksibel ini, sehingga mereka memerlukan pelatihan tambahan terkait strategi pembelajaran diferensiasi. Selain itu, keterbatasan sumber daya seperti media pembelajaran digital masih menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mendukung pembelajaran yang lebih variatif. Manajemen waktu juga menjadi kendala, karena dengan adanya kebebasan dalam menentukan strategi pembelajaran, guru harus mampu mengatur waktu dengan baik agar seluruh materi dapat tersampaikaan tersampaikan secara efektif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak sekolah telah mengambil berbagai langkah, seperti memberikan pelatihan kepada guru, meningkatkan kolaborasi dengan orang tua, serta mengoptimalkan sarana dan prasarana guna mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih fleksibel dan efektif sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Dengan penerapan kurikulum ini. SDIT Makarimal Akhlaq berupaya menciptakan lingkungan belajar mengajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama dalam pembelajaran Tahfidz. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Tahfidz untuk Meningkatkan Hafalan Siswa Pembelajaran Tahfidz merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam, terutama dalam membentuk karakter dan meningkatkan kecintaan siswa terhadap AlQurAoan (Tampubolon et al. , 2. Namun, dalam praktiknya, setiap siswa memiliki daya ingat, kecepatan menghafal, serta gaya belajar yang beragam. Oleh karena itu. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Pendakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru tidak hanya menyampaikan materi secara seragam kepada seluruh siswa, tetapi juga menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran yang sesuai dengan keberagaman yang ada di dalam kelas. Pendekatan ini memiliki beberapa karakteristik utama, seperti berpusat pada siswa, fleksibel dalam metode pengajaran, serta berbasis asesmen diagnostik untuk memahami tingkat pemahaman dan gaya belajar siswa sebelum menentukan strategi pembelajaran yang tepat (Naibaho, 2. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk belajar dengan cara yang paling sesuai dengan mereka, baik melalui metode visual, auditori, maupun kinestik. Dalam konteks pembelajaran Tahfidz, pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan dengan berbagai cara, misalnya dengan menyesuaikan metode hafalan berdasarkan gaya belajar siswa. Siswa yang lebih mudah menghafal melalui pendengaran dapat menggunakan metode murottal, sedangkan siswa dengan gaya belajar visual dapat menghafal dengan membaca dan menandai ayat-ayat tertentu. Selain itu, target hafalan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga mereka tidak merasa terbebani dalam proses belajar. Evaluasi hafalan juga bisa dilakukan dengan berbagai metode, seperti setoran hafalan individu, berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran Tahfidz menjadi lebih inklusif, efektif, dan menyenangkan. Siswa lebih termotivasi untuk menghafal karena mereka mendapatkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik belajar mereka. Selain itu, strategi ini juga membantu guru dalam memberikan bimbingan yang lebih personal, sehingga kualitas hafalan siswa dapat meningkat secara signifikan. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi, melayani, dan mengakui keragaman peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan kesiapannya untuk belajar, minat, dan kesukaannya. Berdiferensiasi memandang Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 siswa secara berbeda dan dinamis, dimana guru melihat pembelajaran dari berbagai sudut pandang. Pembelajaran Berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran yang di Namun lebih mengarah pada pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan peserta didik melalui belajar mandiri dan memaksimalkan kesempatan belajar peserta didik. Dalam menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan seorang pendidik agar pembelajaran lebih efektif dan akurat (Sulyati, 2. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif dengan hasil optimal, terdapat beberapa langkah-langkah yang dilakukan oleh guru. Langkah-langkah dalam pembelajaran Berdiferensiasi yang pertama adalah, sebelum mengajar guru terlebih dahulu memetakan kebutuhan belajar peserta didik dengan melakukan asesmen Kedua, guru melakukan perencanaan skenario Pembelajaran Berdiferensiasi. Modul ajar. LKPD, asesmen formatif disusun berdasarkan hasil pemetaan kemampuan awal peserta didik yang dilakukan sebelumnya. Ketiga, guru melakukan evaluasi dan refleksi Pembelajaran. Langkah-langkah tersebut saling berkaitan dan menyempurnakan agar pembelajaran yang memenuhi kebutuhan peserta didik bisa tercipta. Pada penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi, pihak sekolah juga berperan memberikan fasilitas dan sarana-prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran agar pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi bisa berjalan dengan baik (Marantika et al. , 2. Tabel 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Berdiferensiasi di SDIT Makarimal Akhlaq Tahap Proses Asesmen Awal Jenis Langkah-Langkah Diferensiasi Kesiapan & Guru melakukan asesmen awal Minat memetakan kemampuan awal, gaya belajar, dan minat siswa Guru menyusun modul ajar. Perencanaan Konten & Proses LKPD, dan asesmen formatif berdasarkan hasil asesmen Guru menerapkan strategi yang Pelaksanaan Proses berbeda untuk setiap kelompok . Produk & Guru Evaluasi Proses belajar siswa secara individual, pendampingan khusus. Keterangan Digunakan sebagai dasar pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Materi penyampaian disesuaikan dengan gaya belajar dan tingkat kesiapan siswa. Memanfaatkan proyektor, sound system, dan aktivitas kinestetik sebagai media Evaluasi tidak seragam. disesuaikan dengan capaian dan cara belajar siswa. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Refleksi Peran Sekolah Keseluruhan Guru merefleksikan efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dan melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan. Dukungan Sekolah menyediakan fasilitas Sarpras proyektor, sound system, dan alat peraga pendukung gaya belajar siswa. Proses berkelanjutan untuk Fasilitas ini mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi di semua Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq bertujuan untuk memudahkan dan meningkatkan hafalan siswa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Karena setiap siswa memiliki tingkat pemahaman dan gaya belajar yang berbeda, sehingga metode sehingga metode pembelajaran harus dirancang agar lebih fleksibel. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekan yang menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap siswa, sehingga mereka dapat mencapai hasilb elajar yang optimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bu Fatimah, selaku guru Tahfidz SDIT Makarimal Akhlaq, diketahui bahwa penerapan pembelajaran berdiferensias inii dilakukan untuk menyesuaikan proses belajar dengan tingkat kesiapan siswa. Mengingat siswa kelas 1 masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan sekolah, pembelajaran Tahfidz dilakukan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak memaksa mereka untuk menghafal dalam kondisi tertekan. Guru juga bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan motivasi tambahan kepada siswa agar lebih semangat dalam Sebelum memulai pembelajaran. Bu Fatimah melakukan asesmen diagnostik untuk mengetahui sejauh mana hafalan siswa. Asesmen diagnostik adalah proses mengidentifikasi kemampuan awal, kebutuhan, dan karakteristik belajar siswa. Tujuan utama asesmen ini adalah untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menerima materi, menentukan strategi pembelajaran yang sesuai, serta mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi siswa selama proses belajar. Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, asesmen diagnostik berperan penting dalam membantu guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa, baik dari segi Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 gaya belajar . isual, auditori, kinesteti. , tingkat pemahaman, maupun kecepatan belajar (Wulandari et al. , 2. Metode Pembelajaran yang digunakan Bu Fatimah juga bervariasi, seperti sorogan maju tatap muka satu-satu, talaqqi ( mendengar dan mengulan. , murojaAoah . engulangan hafala. , serta visualisasi ayat untuk membantu siswa memahami struktur Selain itu, siswa juga diberikan materi mengenai yanbuAoa, yaitu makhraj dan sifat huruf untuk membantu mereka membaca dan menghafal dengan baik. Strategi tambahan yang diterapkan untuk membantu siswa mengalami kesulitan dalam menghafal antara lain. Pertama. Memberikan target hafalan bertahap, setiap siswa memiliki kemampuan menghafal yang berbeda, sehingga Bu fatimah memberikan target hafalan disesuaikan dengan kemampuan individu mereka. Kedua. Menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Variasi metode seperti talaqqi, murojaAoah, dan sorogan membantu siswa memahami ayat-ayat yang dihafal dengan cara yang lebih Ketiga. Memberikan motivasi dan dukungan. Guru memberikan motivasi melalui cerita inspiratif serta melakukan komunikasi aktif dengan orang tua untuk memastikan kemajuan hafalan siswa di rumah. Pembelajaran Berdiferensiasi yang diterapkan pada mata pelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq Jepara memberikan dampak positif bagi siswa. Dampak positif dirasakan siswa dengan respon senang dengan pembelajaran yang sudah berlangsung, siswa juga merasa mudah dan bisa memahami materi hafalannya. (Sukmawati, 2. dalam penelitiannya juga mengungkapkan bahwa Pembelajaran diferensiasi telah memberikan kesempatan peserta didik untuk belajar sesuai Sehingga peserta didik dalam proses pembelajarannya menjadi antusias dan merasa senang. Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa peserta didik juga menjadi lebih semangat dan antusias untuk belajar karena mereka belajar sesuai dengan minat dan kesiapan belajarnya. Dampak positif lainnya terbukti dari hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah kemampuan seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran tertentu. Hasil belajar merupakan suatu kompetensi atau kecakapan yang dapat dicapai oleh siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru di suatu sekolah dan kelas tertentu (IKHSAN, 2. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Hasil Penelitian menunjukkan bahsa setelah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, siswa menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam menghafal. Mereka merasa lebih nyaman karena metode pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar mereka. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan yang signifikan dalam hafalan siswa setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Berikut adalah perbandingan sebelum dan sesudah penerapan sebelum dan sesudah penerapan: Tabel 2. Hasil perbandingan sebelum dan sesudah penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Nama Siswa Gaya Belajar Fahmi Visual Ismail Auditori Abay Kinestik Najwa Fitri Jenis Diferensiasi Diterapkan Diferensiasi Sebelum Penerapan Sesudah Penerapan Menghafal 10 ayat/minggu. Hafalan 7Ae10 ayat/minggu. Mampu ayat lancar. Hafalan Hafalan 10Ae baik 15 ayat, stabil tapi kurang dan konsisten Hafalan 3 Hafalan ayat, banyak ayat, tajwid Peningkatan Terjadi Menghafal 5 ayat/minggu, belum stabil Diferensiasi Hafalan 3Ae5 & ayat/minggu, kurang aktif Diferensiasi Belum bisa ayat, sering Meningkat 2x lipat dalam capaian hafalan Peningkatan motivasi, hafalan hingga kategori AusedangAy Meningkat AurendahAy ke AucukupAy. Auditori Diferensiasi Kinestik Diferensiasi Peningkatan stabilitas hafalan dan keaktifan. mulai membantu teman hafalan . eer tuto. Peningkatan pemahaman makharijul huruf dan motivasi menyetor secara rutin Dengan adanya hasil ini, dapat disimpulkanbahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap hafalan siswa, serta meningkatkan kualitas pembelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan siswa, tetapi juga membantu guru dalam mengoptimalkan strategi pembelajaran. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gaya belajar siswa, guru dapat mengadaptasi metode penmbelajaran mereka agar lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa. Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Temuan ini juga dapat menjadi dasar bagi sekalah lain dalam mengadopsi metode serupa untuk meningkatkan pembelajaran Tahfidz. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan Islam agar lebih mendorong penerapan pembelajaran berdiferensiasi di berbagai sekolah, khususnya dalam program Tahfidz Al-QurAoan. Faktor pendukung dan penghambat Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Tahfidz Keberhasilan Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung. Salah satu faktor utama adalah keterlibatan aktif guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses hafalan berdasarkan kebutuhan individu mereka. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam menghafal Al-QurAoan, yang didukung oleh suasanan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam memastikan perkembangan hafalan siswa, di mana guru dan orang tua bekerja sama untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan. Fasilitas sarana prasaranan pembelajaran seperti laptop, proyektor LCD, dan speaker juga tersedia untuk mendukung efektivitas pembelajaran Tahfidz di sekolah ini. Meskipun telah memasuki tahun ketiga sebagai sekolah penggerak yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. SDIT Makarimal Akhlaq masih menghadapi beberapa tantangan dalam implementasinya. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu, di mana guru memerlukan waktu lebih lama untuk menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sesuai dengan penelitian (Mariyatul et al. , 2. pembelajaran berdiferensiasi membutuhkan proses pemetaan kebutuhan belajar melalui tes diagnostik dan observasi terlebih dahulu, yang memakan waktu cukup lama. Selain itu, keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan, terutama dalam penyediaan media pembelajaran yang mendukung hafalan siswa. Tidak semua kelas memiliki fasilitas memadai seperti perangkat audio untuk metode hafalan auditori atau bahan visual bagi siswa dengan gaya belajar visual. Tantangan lainnya adalah kurangnya keterampilan guru dalam mengelola kelas berdiferensiasi. Beberapa Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 guru masih membutuhkan pelatihan tambahan agar lebih optimal dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil penelitian ini dapat membantu guru dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang lebih efektif pada mata pelajaran Tahfidz dengan beberapa cara. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen diagnostik sangat penting untuk memahami kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa sebelum memulai proses pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat merancang strategi yang lebih tepat sasaran, seperti menyesuaikan metode hafalan bagi siswa yang lebih responsif terhadap pendekatan auditori, visual, atau kinestetik. Kedua, penelitian ini menyoroti bagaimana variasi metode pembelajaran dalam Tahfidz, seperti talaqqi . endengar dan mengulan. , sorogan . atap muka satu per sat. , murojaAoah . engulangan hafala. , serta visualisasi ayat, dapat meningkatkan efektivitas hafalan siswa. Dengan menerapkan metode yang beragam, guru dapat menyesuaikan teknik hafalan sesuai dengan karekteristik masing-masing siswa sehingga mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam menghafal. Ketiga, penelitian ini memberikan bukti bahwa motivasi siswa meningkat ketika mereka diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan karakteristik individu Guru dapat memanfaatkan temuan ini dengan memberikan target hafalan yang fleksibel, memberikan penghargaan terhadap pencapaian siswa, serta melibatkan orang tua dalam mendukung proses hafalan di rumah. Keempat, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, seperti keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya, dan perlunya peningkatan keterampilan guru dalam mengelola kelas yang Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun program pelatihan bagi guru guna meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan lebih efektif. KESIMPULAN Berdasarkan berdiferensiasi dalam mata pelajaran Tahfidz di SDIT Makarimal Akhlaq Kalipucang Wetan Welahan Jepara, dapat disimpulkan bahwa metode ini memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan hafalan siswa. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi Muhammad Zaki Zamani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 memungkinkan siswa untuk menghafal Al-QurAoan dengan metode yang disesuaika dengan gaya belajar dan tingkat pemahaman mereka. Melalui asesmen diagnostik, guru dapat memahami kesiapan siswa dan merancang strategi yang lebih efektif dalam mengajarkan Tahfidz, sehingga siswa merasa lebih nyaman dalam proses hafalan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah ayat yang mampu dihafal per minggu, kelancaran hafalan, pemahaman tajwid, serta motivasi siswa setelah penerapan metode ini. Faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi meliputi antusiasme siswa yang tinggi, dukungan dari orang tua, serta lingkungan belajar yang kondusif. Dengan adanya pendekatan yang lebih personal dan fleksibel, siswa dapat mencapai hasil hafalan yang lebih optimal sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan waktu guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran, keterbatasan sumber daya pembelajaran, serta perlunya peningkatan keterampilan guru dalam mengelola kelas yang beragam. Meskipun demikian, dengan adanya dukungan dari sekolah, pelatihan bagi guru, dan strategi yang lebih terstruktur, pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan kurikulum yang lebih inklusif dan efektif, khususnya dalam pembelajaran Tahfidz, agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan Al-QurAoan di sekolah-sekolah Islam. DAFTAR PUSTAKA