JURNAL RISET DAN INOVASI PENDIDIKAN SAINS (JRIPS) Vol. 4 No. pp 1-10 http://jurnal. id/index. php/JRIPS/ p-ISSN: 2809-5200 e-ISSN: 2809-5219 IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DIGITAL LEARNING BERBANTU CROSSWORD PUZZLE PADA MATERI IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN MINAT SISWA Anisahtul Karomah 1*. Saparudin Saroni2 1,2, Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu Coresponden Author : saparudin@umb. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat hasil peningkatan belajar dan minat siswa dengan implementasi media pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle di SMP 15 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Dengan rancangan penelitian randomized control-group pretest-posttest design. Sampel penelitin ini terdiri dari dua kelas yaitu eksperimen (Vi B) dan kelas control (Vi C). Adapun teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil peneltian yang diperoleh rata-rata minat untuk kelas eskperimen mempunyai nilai rata-rata 91,78 dan rata-rata minat untuk kelas kontrol mempunyai nilai ratarata 73,79 Sedangkan hasil belajar siswa untuk kelas eskperimen mempunyai nilai rata-rata sebesar 79,8035 dan hasil belajar siswa untuk kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 15,9607 . Jadi dapat disimpulkan Ho diterima Ha ditolak karena dalam penerapan metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle di SMP 15 Kota Bengkulu pada kelas eksperimen secara signifikan berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar kognitif siswa dari pada proses pembelajran secara konvesional. Kata Kunci: Crossword Puzzle. Minat. Hasil Belajar PENDAHULUAN Pendidikan dapat dikatakan berkualitas apabila pendidikan tersebut dilakukan secara efektif dan hasil belajar yang meningkat, menurut (Hurlock dalam Saputra 2. , salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa yaitu minat, hasil belajar meningkat dapat dipengaruhi dari rasa ketertarikan dan kesenangan pada suatu materi pembelajaran apabila keduanya sudah ada dalam diri siswa maka minat belajar siswa sudah tumbuh dari dalam dirinya. Menurut (Yanuar et al. jika siswa tidak tertarik pada mata pelajaran yang mereka pelajari, mereka tidak akan berusaha keras untuk belajar dan unggul di bidang tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila siswa tertarik pada suatu mata pelajaran, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan kemungkinan akan mencapai hasil belajar yang baik. Berdasarkan hasil observasi serta pengalaman selama mengikuti kegiatan PLP II yang dilakukan oleh peneliti. Kegiatan proses belajar mengajar masih kurang aktif dan terkesan monoton, sehingga tidak terciptanya rasa ketertarikan dan perasaan senang siswa pada materi pembelajaran khususnya pada materi IPA. Hal itu menyebabkan hasil belajar dan minat siswa terhadap mata pelajaran IPA Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA yaitu dengan memilih metode pembelajaran digital game berbantu crossword puzzle, dalam hal ini media digital lerning yang di pautkan dengan game bereduksi dapat diharapkan menciptakan perasaan senang bagi para siswa/i terhadap mata pelajaran IPA. Metode Crossword puzzle atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah teka-teki silang, dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung. Bahkan strategi ini dapat melibatkan partisipasi peserta didik secara aktif semenjak awal. Media crossword puzzle merupakan suatu media berbentuk kotak-kotak yang terdiri atas dua jalur yaitu mendatar dan menurun (Pratama and Sintia 2. Berdasarkan dari tabel di atas dapat juga diketahui bahwa hasil belajar kognitif materi IPA yang diperoleh siswa kurang pada beberapa siswa masih rendah sehingga diperlukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasil belajar kognitif merepukan pengetahuan yang diperoleh siswa setelah mengikuti Tingkatan mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam pembelajaran, hasil belajar kognitif dapat dilihat secara langsung melalui hasil tes yang diperoleh siswa. Proses pembelajaran dikatakan berhasil, jika hasil belajar kognitif yang diperoleh siswa baik . Begitu pun sebaliknya, jika hasil belajar kognitif yang diperoleh siswa jelek . maka proses pembelajaran dinyatakan tidak berhasil. Oleh karena itu, guru harus menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar hasil belajar kognitif yang diperoleh siswa Minat memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan siswa mempunyai dampak yang besar terhadap sikap dan prilaku. Siswa yang berimnat siswa terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan yang kurang berminat dengan belajar (Ahmad and Tambak 2. Salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan pemilihan metode dan media yang dapat menciptakan ketertarikan dan perasaan senang bagi siswa, media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses pembelajaran agar pelajaran lebih mudah dan jelas dipahami dan juga tujun pendidikan atau pengajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Metode pembelajaran dapat diartikan cara yang digunakan untuk mengimplementsikan rencana yang sudah di susun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujun (Indiyanti and Nurlina2. METODE PENELITIAN Instrumen dalam penelitian ini berupa tes latihan soal pilihan ganda dengan jumlah soal 10 (Pretest dan postes. untuk mengetahui hasil belajar siswa sedangkan angket minat belajar digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengetahui minat belajar siswa dengan menggunakan motede pembelajaran digital learning berbantu crosswors puzzle. Tes soal pilihan ganda (Pretest dan Postes. Pretest merupakan tes pada siswa yang dilakukan sebelum proses pembelajaran sedangkan posttes merupakan tes yang dilakukan setelah proses Angket Penelitian ini menggunakan angket yang digunakan untuk mengumpulkan data minat belajar siswa. Angket yang berisi tentang pernyataan-pernyataan yang menyangkut minat siswa terhadap mata pelajaran biologi dengan menggunakan metode pembelajarn berbasis digital learning berbantu crossword puzzle . Instrumen penelitian adalah suatu alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, dalam Hulu and Telaumbanua 2. Lembar angket minat siswa belajar ini juga akan berisi tentang peryataan Ae peryataan yang disusun mengacu pada indikator minat belajar siswa, indikator tersebut ialah: . Menunjukkan rasa kesenangan dengan adanya penerapan metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle terhadap mata pelajaran IPA, . Memiliki partipasi dalam kegiatan pembelajaran, . Memiliki kemauan dari dalam diri untuk belajar . anpa adanya paksaa. , . Menunjukkan perhatian terhadap mata pelajaran IPA. Angket dalam peneliti ini meyediakan beberapa peryataan positif dan peryataan negatif. Sedangkan untuk alternatif jawaban terdiri dari empat alterntif jawaban yakni: Sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Pretest merupakan tes pada siswa yang dilakukan sebelum proses pembelajaran sedangkan posttes merupakan tes yang dilakukan setelah proses Analisis Data Pretest Tabel 1. Data Hasil Pretest Siswa Kelas Vi Perhitungan Kelas Jumlah Skor Rata-rata Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-rata kelas Vi A Rata-rata kelas Vi B Rata-rata kelas Vi C Rata-rata kelas Vi D Rata-rata kelas Vi E Dari tabel 1 diatas menunjukkan hasil data pretes atau kemampuan awal siswa di kelas Vi memiliki jumlah skor 5. 177 dengan rata-rata 6981 dengan skor tertinggi 75 sedangkan skor tertendah terdapat pada nilai 35. Namun untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau tidak, homogen atau tidak, serta dilakukan pula uji-t. Berdasarkan hasil ratarata setiap kelas Vi terdapat nilai tertinggi dan terendah yaitu nilai tertinggi terdapat pada kelas Vi B sedangkan untuk nilai rata-rata terendah terdapat pada kelas Vi C. Uji normalitas data pretest kelas Vi Suatu data yang dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikan lebih besar dari 0,05 . ig > 0,. dari data hasil uji SPSS 25 penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kemampuan awal siswa pada pokok bahasan sistem Eksresi Manusia di kelas Vi berdistribusi normal dengan nilai sig . ,220 > 0,. Uji Homogen data pretest kelas Vi Data sampel dikatakan homogen jika nilai signifikan > 0,05. Dari data uji homogenitas penelitian ini menunjukkan bahawa nilai signifikan . ,885>0,. , jadi data tersebut merupakan data yang homogen atau di sebut dengan data mempunyai nilai varian yang sama. Uji-t data pretest kelas Vi Dari data uji- t (Independent Sampel T Tes. dapat diperoleh nilai signifikan sebesar 0,006 lebih kecil dari 0,05 . ig 0,006 < 0,. dari hasil uji data tersebut diketahui bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan awal atau pretest yang signifikan pada setiap kelas,Vi SMP N 15 Kota Bengkulu. Pretest diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang akan diberikan sebelum diberikan metode pembeajaran digital learning berbantu crossword puzzle pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional. Data hasil pretest dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 2. Data Hasil Pretest Siswa Kelas Ekperimen dan Kelas Kontrol Perhitungan Jumlah Skor Rata-rata Skor Tertinggi Skor Terendah Kelas Kontrol 11,1321 Eskperimen 55,6607 Berdasarkan tabel 2 diatas dilihat bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen maupun kelas kontrol, yang mana dilihat dari nilai rata-rata untuk kelas eksperimen yaitu sebanyak 55,6607 sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol yaitu sebesar 11,1321. Namun untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas untuk mengetahui apakah kedua sampel tersebut homogen atau . Uji Normalitas Data Pretest Berdasarkan dari uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan bahwa nilai kemampuan awal siswa pada pokok bahasan sistem Eksresi Manusia pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal, hal ini diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu dengan nilai signifikansi sebesar ( 0,200 >0,05 ) yang berarti menunjukkan data berdistribusi normal. Uji Homogenitas Data Pretest Data sampel dikatakan homogen jika nilai signifikan > 0,05. dari hasil uji data homogenitas diketahui nilai signifikan . ,662 >0,. , jadi data tersebut merupakan data yang homogen, maka data mempunyai nilai varian yang sama . Uji Hipotesis Pretest Dari hasil uji -t Independent Sampel T test dapat dilihat hasil uji t diperoleh nilai signifikan sebesar pada Sig. -taile. yaitu 0,002 lebih kecil dari 0,05 . ig0,002<0,. dan daftar distribusi . = 54 sehingga dari tabel pretest diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan. Uji Hipotesis Pretest Dari uji-t independent sampel t test dapat dilihat hasil uji t diperoleh nilai signifikan sebesar pada Sig. -taile. yaitu 0,002 lebih kecil dari 0,05 . ig0,002<0,. dan daftar distribusi . = 54 sehingga dari tabel pretest diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan. Analisis Data Postest Postest diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol serta untuk mengetahui apakah metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzlle yang diberikan berpengaruh atau tidak terhadap hasil belajar biologi siswa di SMP 15 Kota Bengkulu. Data hasil postets dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Data Hasil Pottest Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Perhitungan Jumlah Skor Rata-rata Skor Tertinggi Skor Terendah Kelas Kontrol 15,9607 Eskperimen 79,8035 Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan baik pada kelas eskperimen maupun kelas kontrol, dilihat dari nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 79,8035 sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol 15,9607 sebelum melakukan uji hipotesis, data tersebut terlebih dilakukan uji normalitas untuk melihat apakah data tersebut berdistrbusi normal atau tidak dan uji homogenitas untuk melihat apakah data tersebut homogen atau tidak. Uji Normalitas Data Posttest Berdasarkan hasil uji data normalitas One Sampel Kolmogorov penelitian ini menunjukkan bahwa data nilai kemampuan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem eksresi manusia pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal yaitu dengan siginifikanya 0,188 lebih besar dari 0,05 . ,188>0,. Uji Homogenitas Data Posstest Data sampel dikatakan homogen jika nilai signifikan >0,05. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai kemampuan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem eskresi. Pada kelas eskperimen dan kontrol yang menggunakan metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzlle dan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional mempunyai varians yang homogen diketahui dengan nilai signifikan . ,590 > 0,. , maka Ho diterima dan Ha ditolak (Homoge. jadi data tersebut merupakan data yang homogen. Uji Hipotesis posstets Berdasarkan data yang telah dianalisis pada tabel diatas hasil perhitungan SPSS Statistic 25 diperoleh nilai Thitung sebesar -15. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle terhadap hasil belajar biologi siswa pada pokok bahasan sistem eksresi, harus diketahui nilai Ttabel dengan db sebesar 54 yaitu sebesar 2,003. Dari hasil yang didapat, diketahui bahwa nilai Thitung lebih besar Ttabel ( -15. 510 > 2,003 ) jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan pengambilan keputusan dengan nilai sig. sebagai berikut: berdasarkan hasil uji Independent T-Test dengan menggunakan SPSS 25 diketahui bahwa nilai sig. lebih kecil dari 0,05 . ,000< 0,. ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian terdapat pengaruh metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzlle terhadap hasil belajar biologi siswa di SMP Negri 15 Kota Bengkulu. Pembahasan Hasil Belajar Siswa Dari hasil penelitian ini di SMP 15 Kota Bengkulu terdapat pengaruh terhadap penerapan metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle di kelas eksperimen. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dilihat dari hasil data posstets siswa kelas eksperimen dan kontrol, bahwa di kelas eskperimen lebih unggul dengan jumlah nilai rata -rata 79,8035 sedangkan pada kelas kontrol memiliki nilai rata rata sebesar 15,9607. Dan nilai data kemampuan awal seluruh siswa kelas Vi memiliki nilai rata rata sebesar . nilai rata-rata pada kelas eksperimen, dengan skor tertinggi 90 dan yang terendah dengan nilai 80. Sedangkan dari kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 15,9607 dengan skor tertinggi 78 dan skor terendah dengan nilai 60. Selain meningkatkan hasil belajar siswa, crossword puzzle juga dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaranSelain meningkatkan hasil belajar siswa, crossword puzzle juga dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran. Dengan menerapkan crossword puzzle membuat guru menjadi lebih kreatif dalam mengevaluasi pengetahuan siswa, menyiapkan materi, dan memancing keaktifan siswa dalam pembelajaran. Seperti yang diketahui bahwa begitu banyak strategi pembelajaran yang dapat digunakan salah satunya adalah strategi pembelajaran crossword puzzle ini sejalan dengan (Khardi 2. Austrategi ini lebih efektif digunakan ketimbang strategi yang lain dan strategi ini rata-rata peserta didik menyenangkan, aktif dan semangatAy dan juga AuStrategi ini memungkinkan peserta didik dapat belajar secara optimal karena menyenangkan dan menyerupai bermain tebak kata melalui teka teki silangAy. Apalagi crossword puzzle atau biasa kita sebut dengan teka-teki silang dan disingkat dengan nama TTS adalah sebuah permainan yang dimana terdapat kolom-kolom kosong yang nantinya akan diisi dengan beberapa pertanyaan mendatar dan menurun dan juga sudah tidak asing lagi. Dekripsi Data Hasil Minat Belajar Siswa Alat ukur yang digunakan untuk mengukur minat belajar siswa ini berupa angket yang sudah dilakukan validasi dan di setujui oleh validator. Angket ini menggunakan peryataan berjumlah 20 butir. Angket minat belajar diberikan setelah penerapan metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle. Tabel 4. Perhitungan Skor Angket Minat Belajar Perhitungan Jumlah Skor Rata-rata Skor Tertinggi Skor Terendah Jumlah Siswa Kelas Kontrol 73,79 83,75 61,25 Eskperimen 91,78 98,75 Berdasarkan tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa minat belajar kelas eskperimen menpunyai rata-rata sebesar 91,78 skor tertinggi 98,75 dan skor terendah 87,5 Sedangkan minat belajar kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 73,79 skor tertinggi 83,75 dan skor terendah 61,25. Uji Normalitas Data Angket Berdasarkan tabel uji Normalitas menggunakan uji one-sampel Kolmogorov smirnov test diatas didapat bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki nilai sig 0,200 lebih besar dari 0,05 . ,200 >0,. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua data di atas berdistribusi normal. Uji Homogenitas Data Angket Setelah uji normalitas selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Berdasarkan tabel hasil uji homogeitas diatas dengan menggunakan uji levene statistic pada SPSS 25 dihasilkan nilai signifikan . yang artinya lebih besar dari 0,05 . ,885 >0,. sehingga dapat disimpulkan minat belajar siswa mempunyai varian homogen. Uji Hipotesis Data Angket Dari data hasil uji-t Indepent sampel t test dapat dilihat hasil yang diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . 0,000<0,. , serta Thitung 20. 567 dan diperoleh T Tabel 2,003 artinya Thitung lebih besar dari Ttabel . 567 > 2,. maka dapat disimpulkan metode pembelajaran digital learining berbantu crossword puzzle berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas eksperimen. Jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Persentase Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Distribusi frekuensi minat beajar kelas eksperimen paling banyak berada pada interval >76,780 sebanyak 17 siswa dengan presentase 60,71% selanjutnya pada interval 73,285-76,780 sebanyak 3 siswa dengan presentase 10,71% selanjutnya interval 69,79-73,285 sebanyak 6 siswa dengan presentase 21,43% dan yang paling sedikit interval < 69,79 sebanyak 2 siswa dengan presentase 7,14%. Sedangkan distribusi minat belajar kelas kontrol paling banyak pada interval <49,323 sebanyak 16 siswa dengan prsentase 59,26% selanjutnya pada interval 49,323-55,296 sebanyak 5 siswa dengan presetase 18,52% dan yang paling sedikit interval 55,296-61,296 sebanyak 2 siswa dengan presetase 7,41% dan interval >61,269 sebanyak 4 siswa dengan presentase 14,81%. Minat Belajar Siswa Pada abad digital ini menjadi masa dimana proses pembelajaran dan pada semua aspek kehidupan saat ini sering berhubungan dengan media digital. Sebagaimana halnya pada pendidikan era digital ini menuntut pendidik memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengolah teknologi dalam aspek pembelajaran (Purnasari & Sadewo. Penggunaan teknologi pendidikan harus dimanifestasikan sebagai teknik guna meningkatkan kualitas pendidikan saat kemajuan seperti ini (Wacana Diponegoro 2. Pembelajaran era digital menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian lebih dari para reformis atau ahli pendidikan. Saat ini penggunaan media pembelajaran digital merupakan salah satu media yang menarik perhatian bagi para pengeajar atau tenaga pendidik saat ini, sehingga penggunaan media pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle ini dapat di jadikan sebagai salah satu referensi pemilihan media pembelajaran yang memanfaatkan media Berdasarkan hasil penelitian ini nilai rata-rata angket minat di kelas eksperimen sebesar 91,78 sedangkan minat belajar kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 73,79. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa dikelas eskperimen lebih besar di bandingkan dengan kelas kontrol. Dari penjelasan di atas bahwa metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle ini memberikan edukasi yang dapat menarik perhatian siswa untuk belajar karena dengan metode ini siswa lebih merasa senang karena berkaitan dengan era digital. Metode seperti ini merupakan metode yang tepat terumatama ketika saat baru mulai ya aktivitas sekolah belajar mengajar dari libur semester untuk membangkitkan kembali perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang Implementasi Metode Pembelajaran Digital Learning Berbantu Crossword Puzzle Pada Materi IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Minat Siswa SMP N 15 Kota Bengkulu. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa: Terdapat pengaruh metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle di SMP 15 Kota Bengkulu, sehingga terdapat peningkatkan terhadap hasil belajar siswa. Dan Terdapat pengaruh metode pembelajaran digital learning berbantu crossword puzzle di SMP 15 Kota Bengkulu, sehingga terdapat peningkatkan terhadap Minat belajar siswa DAFTAR PUSTAKA