Pareto: Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Februari 2020 PENGARUH MODAL SENDIRI TERHADAP PENINGKATAN SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI MASYARAKAT BUMIPUTERA (KOMAS) TELUKDALAM PERIODE 2010-2017 Timotius Duha1. Erasma F. Zalogo2, dan Margaretha Ndruru3 ABSTRAK Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah seberapa besarkah pengaruh modal sendiri terhadap peningkatan sisa hasil usaha pada Koperasi Masyarakat Bumiputera (KOMAS) Amandaraya Periode 2010-2017. Populasi yang diambil oleh peneliti ini adalah laporan keuangan yakni seluruh data laporan keuangan pada Koperasi Masyarakat Bumi Putera Amandaraya periode 2010-2017. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear Hasil yang diporoleh dalam penelitian ini adalah Y = 217. 758,822 0,026X e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh modal sendiri terhadap sisa hasil usaha pada KOMAS Bumiputra Telukdalam. Kata Kunci: Modal Sendiri dan Sisa Hasil Usaha (SHU). PENDAHULUAN Pada dasarnya koperasi dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggota dan masyarakat golongan kebawah berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat secara keseluruhan. Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiataanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus berbagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Pada umumnya koperasi dimulai dengan usaha skala kecil dan diusahakan oleh para anggotanya, koperasi sebagai suatu badan usaha harus mengupayakan semua kegiatan ekonominya berjalan dengan efisien agar dapat mempertahankan kehidupan koperasi tersebut. Setiap lembaga ekonomi apapun bentuknya termasuk koperasi menghendaki diperolehnya sisa hasil usaha yang wajar. Banyak orang yang berpendapat bahwa apabila sisa hasil usaha yang diperoleh besar akan menikmati langsung oleh anggota atas pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh tersebut. Kegiatan simpan pinjam merupakan beberapa aktivitas pokok dalam koperasi dan merupakan salah satu sumber bagi koperasi untuk mendapatkan hasil usaha yang cukup besar dan transaksi pemberian pinjaman/kredit merupakan sumber bagi tersedianya modal kerja DTY Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . imotiusduha@gmail. DTY Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . rasmafau@gmail. Alumni Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . argarethandr@gmail. yang menjadi unsur paling penting dalam pengoperasian koperasi. Sehingga, kelancaran penerimaan piutang merupakan hal yang sangat penting dan sangat mempengaruhi kegiatan usaha suatu koperasi. Apabila pengelolaan kurang baik, maka koperasi akan mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatannya. Oleh karena itu, koperasi memerlukan penanganan yang lebih baik terhadap piutang. Besar kecilnya piutang yang dimiliki koperasi dipengaruhi oleh kebijaksanaan pemberian pinjaman yang ditentukan oleh koperasi jika koperasi menurunkan standar pinjamannya, maka pemberian kredit akan meningkat yang berarti peningkatan piutang yang akan membawa sisa hasil usaha lebih besar bagi koperasi sendiri. Ruang lingkup kegiatan pemberian pinjaman dalam koperasi cukup rumit, dimana sering terjadi hal-hal beresiko baik dalam penagihan ataupun pengembalian utang. Koperasi memerlukan peran aktif anggotanya dalam segala kegiatan koperasi untuk berkembang atas kekuatan sendiri. Peran aktif tersebut tercipta apabila ada perasaan memiliki sehingga secara efektif dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan koperasi. Para anggota juga berhak dan harus mampu menjalankan pengawasan atas jalannya usaha Salah satu bentuk peran serta anggota didalam koperasi yaitu dalam hal penanaman modal di koperasi. Besar kecilnya usaha koperasi memerlukan sejumlah modal sendiri yang harus dihimpun baik dari anggota sebagai modal dasar koperasi maupun sumber lainnya. Anggota koperasi harus berpartisipasi aktif dalam pendanaan dan kegiatan koperasi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah (SHU) koperasi. Perlu diperhatikan bahwa koperasi kurang berkembang seperti badan usaha yang lainnya, karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan koperasi. Winarko . mengemukakan bahwa dengan bertambahnya jumlah modal sendiri suatu koperasi akan mengakhibatkan bertambahnya jumlah sisa hasil usaha. Selanjutnya. Nurfarkhana . mengemukakan bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha. Jadi, sisa hasil usaha (SHU) yang diterima anggota merupakan insentif dari modal yang disumbangkan pada koperasi, oleh karena itu semakin perputaran modal sendiri, maka sisa hasil usaha akan semakin menurun. Penggunaan modal harus dikelola seefektif mungkin agar sisa hasil usaha dapat ditingkatkan. Kebijakan koperasi dalam mengelola jumlah modal secara tepat akan mengakibatkan hasil usaha meningkat, sedangkan akibat dari penanaman modal sendiri yang kurang tepat akan mengakibatkan Agar dapat menilai posisi keuangan suatu koperasi dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Dari perhitungan rasio ini diharapkan dapat membantu para manajer untuk menilai efektivitas dan efisiensi modal yang digunakan untuk membiayai kegiatan simpan pinjam. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Koperasi Masyarakat Bumiputera (KOMAS) Telukdalam dimana modal kerja tidak digunakan seefektif dan kurang dikelola secara optimal, walaupun sisa hasil usaha yang diperoleh sangat besar. Pada tahun 2010 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 601 dan sisa hasil usahanya meningkat sebesar Rp. 280, pada tahun 2011 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 757 dan sisa hasil usahanya meningkat sebesar Rp. 727, pada tahun 2012 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 973 dan sisa hasil usahanya menurun sebesar Rp. 401, pada tahun 2013 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 972 dan sisa hasil usahanya meningkat kembali sebesar Rp. 292, pada tahun 2014 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 173 dan sisa hasil usahanya menurun kembali sebesar Rp. 560, dan pada tahun 2015 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 291 dan sisa hasil usahanya meningkat kembali sebesar Rp. 096, pada tahun 2016 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 673 dan sisa hasil usahanya menurun kembali sebesar Rp. 908, dan pada tahun 2017 modal sendiri pada koperasi sebesar Rp. 362 dan sisa hasil usahanya meningkat kembali sebesar Rp. Berdasarkan uraian data tersebut di tas, jika dibandingkan antara modal kerja dengan SHU dimana perolehan SHU tidak seperti peningkatan modal kerja koperasi, maka dapat dijelaskan bahwa koperasi belum dapat melakukan pekerjaan dengan efisien. SHU yang besar bukanlah jaminan bahwa koperasi tersebut telah bekerja dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingan laba yang diperoleh itu dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan SHU tersebut. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Hal ini dapat diperjelaskan pada tabel 1. Tabel 1. Modal Sendiri Tahun Modal Sendiri SHU Berdasarkan uraian pada tabel 1. 1 dimana selama 8 tahun berturut-turut modal kerja yang dimiliki Koperasi Masyarakat Bumiputera (KOMAS) Telukdalam mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat, sedangkan jumlah SHU yang diperoleh selama 8 tahun berturut-turut dengan keadaan berfluktuasi juga dengan kecenderungan meningkat. Jika dibandingkan antara modal kerja dengan SHU dimana perolehan SHU tidak seperti peningkat modal kerja koperasi, maka dapat dijelaskan bahwa koperasi belum dapat melakukan pekerjaan dengan efisien. Sesuai uraian tersebut maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul AuPengaruh Modal Sendiri Terhadap Peningkatan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Masyarakat Bumiputera (KOMAS) Telukdalam Periode 2010-2017Ay. Merujuk dari latar belakang di atas, maka rumuskan masalah dalam penelitian ini adalah: seberapa besarkah pengaruh modal sendiri terhadap peningkatan sisa hasil usaha pada Koperasi Masyarakat Bumiputera (KOMAS) Telukdalam Periode 2010-2017? TINJAUAN PUSTAKA Konsep Modal Sendiri Modal sendiri merupakan kekayaan koperasi yang bersumber dari simpanan anggota dan dana hibah, yang digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan koperasi. Menurut Masri dan Hisyam . modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari anggota dan tidak memiliki kewajiban atau beban apapun terhadap modal tersebut. Smith dalam Raidayani . mengartikan modal sebagai bagian dari nilai kekayaan yang dapat mendatangkan Modal anggota dalam hal ini dijadikan simpanan pokok yang dijadikan sebagai modal usaha sendiri, kemudian bertanggungjawab terhadap hasil usaha yang diperoleh. Selanjutnya. Winarko . mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan modal sendiri adalah modal yang menanggung resiko atau disebut modal ekuiti. Artinya, modal sendiri dijadikan sebagai sumber kekayaan dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi. Sedangkan Meij dalam Nurfarkhana . mengartikan modal sebagai kolektivitas dari barang-barang modal yang terdapat dalam neraca sebelah debet. Jadi, posisi modal sendiri dalam neraca koperasi berada pada kolom debet yang dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan. Konsep Sisa Hasil Usaha Sisa hasil usaha merupakan pendapat yang diperoleh yang bersumber dari kegiatan usaha simpan pinjam dalam periode tertentu. Menurut Wigati dan Cornelio dalam Widiartin et , . sisa hasil usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dari kegiatan atau usahanya selama satu periode akutansi setelah dikurangi dengan biaya-biaya. Artinya, sisaha hasil usaha diperoleh melalui kegiatan usaha koperasi dengan ketentuan dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode akuntansi tertentu. Nurfarkhana . mengemukakan bahwa sisa hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya-biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak. Jadi, seluruh pendapat yang diperoleh setelah dikurangi biaya-biaya yang digunakan selama periode berjalan, meliputi biaya penyusutan gedung, peralatan dan perlengakan, kemudian kewajiban-kewajiba koperasi dan pajak yang dikenakan. Menurut UU Koperasi No 25 Tahun 1992 dalam Winarko . sisa hasil usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Modal sendiri yang dimiliki koperasi digunakan sebagai modal kerja dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan berupa sisa hasil usaha, apabila modal sendiri dapat membiayai seluruh kegiatan usahan dengan kemungkinan besar akan memperoleh sisa hasil usaha yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan teori dari Andjar et al. , dalam Widiartin et al. yang menyatakan bahwa semakin besar modal pinjaman yang diperoleh, semakin besar pula unit usaha yang dikembangkan oleh suatu koperasi sehingga dapat meningkatkan sisa hasil usaha koperasi. Winarko . mengemukakan bahwa dengan bertambahnya jumlah modal sendiri suatu koperasi akan mengakhibatkan bertambahnya jumlah sisa hasil usaha. Nurfarkhana . mengemukakan bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha. Jadi, sisa hasil usaha (SHU) yang diterima anggota merupakan insentif dari modal yang disumbangkan pada koperasi, oleh karena itu perlu dipilah bagian SHU jasa modal dan jasa transaksi usaha, dalam hal ini meliputi kredit pinjaman yang dibagikan kepada anggota. Suparmi dalam Setiabudi . yang menyebutkan bahwa AuKoperasi bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang optimal atas penggunaan modal kerjanya. Sitio dan Tamba dalam Haidiri et al. , . semakin tinggi partisipasi anggota maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima anggota, partisipasi anggota adalah partisipasi modal berupa modal sendiri dan transaksi yang dilakukan anggota. Apabila semakin besar modal sendiri yang disetor, maka akan semakin besar pada keleluasaan anggotanya dalam beroperasi untuk meningkatkan volume usahanya sehingga hal ini tentunya akan meningkatkan SHU yang dapat diperoleh pihak Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa modal sendiri dapat mempengaruhi sisa hasil usaha. Modal sendiri yang tinggi akan meningkatkan hasil usaha koperasi selama periode akuntansi tertentu. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Winarko . tentang Pengaruh Modal Sendiri. Jumlah Anggota dan Aset terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi di Kota Kediri. Tujuan penelitian adalah . untuk menganalisis pengaruh modal sendiri terhadap SHU pada koperasi di Kota Kediri, . untuk menganalisis pengaruh jumlah anggota terhadap SHU pada koperasi di Kota Kediri, . untuk menganalisis pengaruh asetterhadap SHU pada koperasi di Kota Kediri, . untuk menganalisis pengaruh modal sendiri, jumlah anggota, dan aset terhadap SHU pada koperasi di Kota Kediri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Berdasarkan perhitungan persamaan regresi linier berganda diperoleh persamaan seperti: Y = -2,375 3,761 X1 2,673 X2 4,016 X3 e. Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi modal sendiri sebesar 3,761 yang berarti bahwa hubungan antara modal sendiri dengan sisa hasil usaha adalah searah, jika modal sendiri bertambah maka sisa hasil usaha juga akan bertambah dan sebaliknya, jika modal sendiri turun maka sisa hasil usaha juga akan turun. Koefisien regresi jumlah anggota sebesar 2,673 yang berarti ubungan antara jumlah anggota dengan sisa hasil usaha mempunyai hubungan yang searah. Koefisien aset sebesar 4,016 mempunyai arti hwa hubungan aset dengan sisa hasil usaha juga searah seperti halnya modal sendiri dan jumlah anggota. Berdasarkan hasil persamaan regresi linier berganda tersebut maka diperoleh variabel yang paling berpengaruh terhadap sisa hasil usaha yaitu aset dengan koefisien t sebesar 4,016 yang lebih besar dibandingkan modal sendiri dan jumlah anggota sebesar 3,761 dan 2,673. Variabel yang paling dominan juga dapat dilihat dari Standardized Coefficients Beta dimana modal sendiri sebesar 0,367 jumlah anggota sebesar 0,165 aset sebesar 0,374, sehingga dapat disimpulkan bahwa aset merupakan variabel yang paling dominan. Penelitian yang dilakukan oleh Nurfarkhana . tentang Pengaruh Modal Kerja terhadap Laba Usaha pada Koperasi Serba Usaha Sejati Mulia Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal kerja dengan laba usaha koperasi dalam bentuk sisa hasil usaha. Teknik analisi data yang digunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi dan korelasi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa modal kerja signifikan mempengaruhi laba usaha, dimana 77% modal kerja mempengaruhi laba usaha. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, yang menunjukkan hubungan klausal atau sebab akibat, dimana penelitian ini digunakan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh modal sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) berdasarkan laporan keuangan pada Koperasi Masyarakat Bumi Putera (KOMAS-BP) Amandraya. Data Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat data berkala . ime series dat. , dimana sumber data yang didapat dan diperoleh secara tidak langsung dari objek yang Maka data yang digunakan adalah data laporan keuangan bulanan dari tahun 20102017 pada Koperasi Masyarakat Bumi Putera (KOMAS-BP) Amandraya. Metode Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana, yang bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel indenpenden terhadap variabel dependen dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan rumus : Y = (X) PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini merupakan penelitian yang mengungkapkan pengaruh pengaruh modal sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Masyarakat Bumi Putera (KOMAS-BP) Amandraya Kabupaten Nias Selatan. Dengan menggunakan metode OLS, hasil estimasi dari model penelitian yang diperoleh mengatakan bahwa: Modal Sendiri berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi Masyarakat (KOMAS) Bumiputera Amandraya yang ditunjukkan nilai thitung (-1,. > ttabel . Perpuataran dapat menjelaskan Sisa Hasil Usaha Koperasi Masyarakat (KOMAS) Bumiputera Amandraya dengan nilai R2 . oefisien determinas. sebesar 0,026 atau 2,6% artinya 2,6% Sisa Hasil Usaha bisa dijelaskan oleh variabel bebas yaitu Modal Sendiri sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model DAFTAR PUSTAKA