53 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 122 MANGOTTONG KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI MELALUI METODE PERMAINAN MENCARI JEJAK Oleh Sudarto1*. Mujahidah2. Miftah Farid3 1,2,3Universitas Negeri Makassar E-mail: 1drsudartompd@gmail. Article History: Received: 26-09-2024 Revised: 07-10-2024 Accepted: 20-10-2024 Keywords: Method. Trace Hunting Game. Science Abstract: This research is a Classroom Action Research . with the aim of improving THE science learning outcomes by applying the game method of finding traces of the Fifth Grade students at SDN 122 Mangottong with in totally of 18 students. The collection techniques data in this study were tests and Data analysis techniques used data collection, data reduction, presentation and conclusion drawn. The results showed that the percentage of the teacher activity in the first cycle of meeting 1 was of 62. 95% (Adequat. and in meeting 2 reached of 66. 65% (Adequat. , while in the second cycle of meeting 1 it was of 81. 47% (Goo. and in meeting 2 it reached 88% (Goo. The percentage of student activity in the first cycle of meeting 1 was of 51. 84% (Les. and meeting 2 reached 95% (Adequat. Meanwhile, the percentage in the second cycle of meeting 1 was of 77. 77% (Goo. and meeting 2 reached 47% (Goo. In the first cycle, there were 10 out of 18 students who completed with an average score of 70 with a percentage of learning completion reaching of 55. (Adequat. , while in the second cycle there were of 14 out of 18 students who achieved a complete score with an average score of 81 with a percentage of learning completion reaching of 77. (Goo. It can be concluded that the Trace Finding Game Method can improve student learning outcomes. PENDAHULUAN Perkembangan suatu bangsa sangat bergantung pada kondisi pendidikan yang ada, maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh maju mundurnya sistem pendidikan nasional (Sudarto. Noridwan & Amin, 2. , yang salah satu di dalamnya ada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Karena itu. Ilmu Pengetahuan Alam harus menjadi perhatian pemerintah secara intensif. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui proses pengamatan terhadap gejala alam dan kebendaan yang dilakukan secara terusmenenrus, sistematis, tersusun secara teratur, rasional dan objektif dalam kurun waktu tertentu yang hasilnnya sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa melalui suatu kegiatan observasi, eksperimen, atau kegiatan lainnya yang melibatkan Panca Indra a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 (Fajri & Wulandari, 2. Hal ini sejalan dengan Naomi . berpendapat IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyusunan teori, penyimpulan, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait-mengkait antara cara yang satu dengan cara yang Cara untuk mendapatkan ilmu secara demikian ini terkenal dengan nama metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Metode pembelajaran IPA yang sesuai untuk anak usia sekolah dasar adalah motode pembelajaran yang menyesuaikan situasi belajar siswa dengan situasi kehidupan nyata di masyarakat. Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan motode pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Kelana & Wardani, 2. Pembelajaran IPA yang menuntun siswa melakukan pengamatan langsung dapat melatih kemampuan fisik, mental, dan emosional. Kemampuan fisik berupa kemampuan bergerak siswa seperti mengamati, membaca, mencatat, mengerjakan soal, melaksanakan praktikum dan menyelesaikan praktikum yang diberikan. Kemampuan mental siswa berupa siswa berani mengajukan pertanyaan, mengeluarkan pendapat, dan menjawab pertanyaan. Kemampuan emosional siswa seperti munculnya minat belajar siswa dan meningkatnya motivasi belajar siswa di kelas. Hal tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas terutama pada pembelajaran IPA. Proses pembelajaran yang terjadi di kelas merupakan salah satu kegiatan proses belajar mengajar yang melibatkan interaksi antara pendidik dengan siswa. Selain itu, proses pembelajaran berlangsung berdasarkan pada pandangan dan kompetensi guru dalam merancang atau menyesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki siswa. Karakteristik siswa tidak hanya dipandang variabel kognitif, akan tetapi dapat menjadi acuan bagi guru untuk diterapkan karena adanya beragam karakteristik yang dimiliki oleh siswa (Safitri dkk, 2. Peraturan Pemerintah NO. 4 Tahun 2022 Tentang Standar Nasional Pendidikan, menyebutkan bahwa: AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi Peserta Didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (PP RI, 2. Ay Litbang Kemendikbud (Muttaqiin, 2. mengemukakan bahwa tuntutan Abad-21 menekankan kemampuan siswa untuk dapat berfikir kritis analitis, berfikir kreatif inovatif, berkomunikasi, bekerjasama dan berkolaborasi, sebagai makhluk sosial, setiap individu dituntut untuk dapat berinteraksi dengan sesama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Begitupula dengan siswa, melalui pembelajaran berkelompok siswa dibiasakan berlatih bekerja sama dalam tim untuk meraih keberhasilan di sekolah maupun di lingkungan Berdasarkan hasil pra penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 24, 25 dan 26 Juli 2023 di kelas V SD Negeri 122 Mangottong Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai ditemukan fakta. siswa kurang antusias menerima pelajaran. siswa kurang kerjasama dalam menyelesaikan tugas dan siswa hanya menyimak penjelasan dari guru. siswa juga a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 tidak berkonsentrasi selama pembelajaran berlangsung, ada beberapa siswa cenderung mengajak siswa lain berbincang dan bermain. jika diberi kesempatan untuk bertanya hanya terdapat 1 atau 2 siswa yang berani mengajukan pertanyaan, sebagian siswa kurang mampu menaggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru selama proses pembelajaran di kelas khususnya dalam pembelajaran IPA. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara singkat terhadap guru kelas V SDN 122 Mangottong Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai bahwa masalah rendahnya pembelajaran IPA khususya di kelas V, hal ini dibuktikan pada saat pembelajaran IPA di kelas masih banyak siswa belum memahami isi materi yang Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam meningkatkan hasil siswa pada proses pembelajaran IPA di Kelas V, peneliti akan menerapkan Metode Permainan Mencari Jejak agar proses pembelajaran lebih menarik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya di kelas V. Heriantoko (Hasibuan, 2. menyatakan bahwa permainan maze atau mencari jejak adalah permainan yang dapat meningkatkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini, baik perkembangan motorik, kognitif, visual spasial, bahasa, kreativitas, emosi dan sosial anak. Adapun menurut (Amin, 2. Permainan mencari jejak merupakan permainan menjelajah alam dengan menggunakan petunjuk yang biasanya menggunakan tanda panah diganti dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang menunjukkan arah tujuan, permainan ini mengharuskan siswa untuk dapat memahami bacaan guna menyelesaikan tugas dari permainan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Permainan Mencari Jejak dapat meningkatkan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran di sekolah dasar, diantaranya penelitian yang telah dilakukan oleh Anggraeni . , menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan mencari jejak dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Tegaron 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian yang serupa juga dilakukan oleh Ruliyanti . yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition ( CIRC ) dengan permainan mencari jejak berpengaruh positif terhadap keterampilan interpersonal siswa kelas 3. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa, metode Permainan Mencari Jejak dapat melatih tingkat pemahaman siswa terkait tentang berdiskusi, bekerja sama, bekerja secara berkelompok, dan belajar sambil bermain sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar serta dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, siswa lebih bersemangat mengikuti dan lebih menikmati suasana pembelajaran tersebut, maka dari itu perlu adanya pemilihan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa. Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul AuPeningkatan Hasil Belajar IPA melalui Metode Permainan Mencari Jejak: Studi pada Siswa Kelas V SDN 122 Mangottong Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten SinjaiAy. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengambarkan proses pembelajaran melalui observasi langsung, sedangkan pendekatan kuantitatif menguji hipotesis dengan hasil data . asil belaja. diperoleh melalui tes dalam penerapan Metode Permainan Mencari Jejak a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan sebuah metode penelitian yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan di dalam proses pembelajaran untuk selamjutnya dilakukan upaya penyelesaian masalah guna memperbaiki kualitas pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah Guru dan peserta didik kelas V berjumlah 18 siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus, 1 siklus pemebelajaran terdiri dari 2 kali pertemuan pembelajaran di SDN 122 Mangottong Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan obsevasi dengan skala likert. Lembaran tes yang digunakan ada dua yaitu siklus1 dan siklus 2 sebanyak 10 nomor dengan alokasi waktu pengerjaanya selama 60 menit. Sedangakan Lembaran Observasi dengan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok menggunakan gradasi dari sangat positif sampai sangat negative (Sugiyono, 2. Pedoman penskoran untuk setiap kriteria adalah Baik (B). Cukup (C). Kurang (K) dengan penskoran 3,2,1. Prosedur kegiatan Penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti dapat dilihat pada gambar 1 berikut Gambar 1. Desain Penelitan Tindakan Kelas Model Tripp Sumber: Subyantoro . Perencanaan Tindakan Pada tahap ini. Persiapan menyamakan persepsi antara peneliti dan Guru Wali Kelas V SDN 122 Mangottong. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai bahwa proses belajar mengajar menggunakan Metode Permainan Mencari Jejak. Tahap pelaksanaan Tahap pelaksanaan yaitu proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis Permainan Mencari Jejak. Tahap Observasi Tahap observasi yaitu mengamati seluruh proses tindakan dan pada saat selesai Fokus observasi adalah aktivitas guru dan siswa selama penerapan metode pembelajaran Permainan. Aktivitas guru dan calon peneliti dapat diamati mulai tahap awal pembelajaran, saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran begitupula dengan siswa. Tahap Refleksi Refleksi merupakan renungan atau mengingat kembali mengenai kekuatan dan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 kelemahan dari tindakan yang telah dilakukan untuk menganalisis hasil tindakan agar dapat memperbaiki tindakan berikutnya. Pada tahap ini, data yang diperoleh pada lembar observasi dan hasil dari pengisisan lembar penilaian keaktifan terhadap siswa yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Kemudian dilakukan refleksi dengan tujuan merefleksi kekurangan yang ada untuk ditingkatkan pada tindakan perbaikan Refleksi yang digunakan sebagai bahan pertimbangan apakah kriteria yang telah diterapkan tercapai atau belum pada siklus I. Jika telah tercapai maka tindakan berakhir atau tidak berlanjut ke siklus berikutnya. Tetapi sebaliknya jika belum berhasil maka peneliti melanjutkan ke siklus II dengan memperbaiki kinerja pembelajaran pada tindakan Teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dengan teknik distribusi frekuensi, rata-rata hitung, presentase, dan diagram grafik serta secara kualitatif dengan teknik reduksi data, mendeskripsikan data, dan penarikan kesimpulan. Berikut adalah Data observasi guru dan siswa yang diperoleh diolah dalam bentuk prensentase (%) adapun taraf keberhasilan diperoleh dari rumus: ycycoycuyc ycyyceycycuycoyceEaycaycu Nilai= ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Sedangkan data proses dan nilai analisis dikategorikan sebagai berikut: Tabel. 1 Kriteria interpretasi persentase kategori keterlakasanaan pembelajaran Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran Implementasi 76 Ae 100% Baik (B) 60 Ae 75% Cukup (C) 0 Ae 59% Kurang (K) Sumber: Adaptasi dari Bahri & Zain . Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan kualifikasi tingkat keberhasilan proses mengajar guru dan hasil belajar mengacu pada kriteria standar berikut: Tabel. 2 Kriteria Penilaian Hasil Belajar Siswa Nilai Kategori 70