JIGE 4 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige PERAN HUMAS DALAM MENSOSIALISASIKAN SEKOLAH SLB E NEGERI PEMBINA MEDAN DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN KELUARGA ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME MELALUI MEDIA JURNALISTIK Risa Fadila1. M Yoserizal Saragih2 Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia History Article ABSTRACT Article history: Received Mei 18, 2023 Approved Mei 27, 2023 Keywords: the role of public This qualitative research analyzes the role of public relations in socializing SLB E Negeri Pembina Medan school in establishing relationships with families of children with downsyndrome through journalistic media, this research aims to find out and describe how the role of public relations in socializing SLB E Negeri Pembina Medan school in establishing relationships with parents and the community. Data collection techniques used in this study are observation and interviews used for data collection, parents who have downsyndome children are often ostracized in the community so that there are still many parents who have downsyndrome children who are less socialized in the community. ABSTRAK Penelitian kualitatif ini menganalisis peran humas dalam mensosialisasikan sekolah SLB E Negeri Pembina Medan dalam menjalin hubungan dengan keluarga anak penyandang downsyndrome melalui media jurnalistik, penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana peran humas dalam mensosialisasikan sekolah SLB E Negeri Pembina Medan dalam menjalin hubungan dengan orang tua dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara yang digunakan untuk pengumpulan data, orang tua yang memiliki anak downsyndome kerap dikucilkan di lingkungan masyarakat sehingga masih banyak orang tua yang memiliki anak downsyndrome kurang berseosialisasi di lingkungan masyarakat. A 2023 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: risa0105192053@uinsu. Peran Humas Dalam Mensosialisasikan Sekolah Slb E Negeri Pembina Medan A - 1106 Fadila & Saragih / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . PENDAHULUAN Hubungan masyarakat atau public relation adalah proses interaktif dimana humas menciptakan opini publik. Berfungsi sebagai masukan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dan menanamkan, memahami, mempromosikan aktivisme, dan keterlibatan publik, dengan tujuan menanamkan niat baik, kepercayaan, dan citra kepentingan umum. Humas atau public relation merupakan salah satu kegiatan komunikasi dilakukan oleh satu orang atau sekelompok orang untuk menyebarkan sebuah berita ( Juhji, 2020 ). Konsep humas menurut IPRA ( Internasional Public Relation Association ) adalah fungsi manajemen yang khas mendukung pembinan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerjasama ( IPRA, 2021 ). Humas ikut berperan penting didalam pendidikan dalam hal ini humas adalah untuk mendukung hubungan baik dengan masyarakat oleh karena itu, adanya hubungan humas yang harmonis sangat membantu untuk mendapatkan dukungan publik. Karena itu humas sangat diperlukan karena humas merupakan jembatan antara sekolah dan masyarakat. Humas atau hubungan masyarakat dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan atau sasaran sekolah. Meningkatkan pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sekolah bagi anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan. Humas mengajak masyarakat untuk memajukan pendidikan bagi anak Ae anak berkebutuhan khusus karena masih banyak anak berkebutuhan khusus atau pun downsydrome yang tidak sekolah dan diterlantarkan oleh orang tua, karena merasa bahwa anak down syndrome tidak membutuhkan pendidikan. Diakui sebagian orang Indonesia bahwa anak down syndrome masih dipandang secara stereotip bagi sebagian Kehadiran anak berkebutuhan khusus dalam keluarga masih dianggap pembalasan karma Tuhan atas kesalahan orang tua. Penyandang down syndrome masih dimaknai sebagai orang yang cacat, ringkih, dan serba terbatas kemampuan yang dimilikinya akibatnya masi banyak hambatan anak down syndrome untuk mendapatkan hak nya dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, presepsi masyarakat yang negatif dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak penyandang down syndrome dan orang tua nya untuk mengikuti pendidikan khusus. Sekolah dan keluarga memiliki peranan penting dalam mendidik anak, maka dari itu komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua harus baik karena dapat memberikan kenyamanan pada anak sekaligus dapat menyelaraskan pola asuh anak dirumah dan menyelesaikan segala kendala anak maupun kelebihan anak. Komunikasi yang dibangun antara pihak sekolah dan orang tua harus dibangun dengan kesan positif sehingga orang tua mempresepsi guru dan sekolah dengan baik. Presepsi adalah paktif bukan pasif, sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap orang yang diajak Pendidikan bagi anak yang mengalami kelainan dalam kategori down syndrome disebut sekolah berkebutuhan khusus. Salah satu kategori anak yang juga memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yaitu tunagrahita dengan tipe down syndrome yang merupakan bagian dari anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbelakangan mental dan memiliki IQ di bawah rata Ae rata normal. Sebagian anak down syndrome memiliki rata Ae rata fungsi intelektual ( IQ ) pada rentang kemampuan menengah ( moderently Ae disabled ) yaitu dengan skor berkisar 35-55. Mereka dapat melakukan pekerjaan dan perawatan diri dan tugas pengawasan akan tetapi sulit mengerjakan kegiatan akademik. Respon negatif yang sering diterima anak down syndrome sering menjadi masalah yang di temui dalam kehidupan sehari-hari yang menjadikan kekhawatiran orang tua. Sama hal nya dengan pendapat mangungsong dalam jurnal hendriani yang menyatakan bahwa, umumnya sumber keprihatinan orang tua berasal dari perlakuan negatif masyarakat normal terhadap anaknya yang down syndrome bahkan sering mendapatkan pandangan negatif dan ejekan dari masyarakat terhadap anaknya. Mangungsong mengatakan bahwa orang tua akan dengan mudah mendapatkan kritik dari orang lain tentang masalah mereka menghadapi kondisi anak, selain itu orang tua juga sering menanggung beban dari respon negatif yang diberikan masyarakat ( Goniyah dan Savira, 2015 : Vol 03 ). SLB E Negeri Pembina Tingakat Provinsi yang terletak di Jalan Karya Ujung Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia merupakan satu Ae satunya sekolah luar biasa yang dibawah naungan Peran Humas Dalam Mensosialisasikan Sekolah Slb E Negeri Pembina Medan A - 1107 Fadila & Saragih / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . pemerintah Kota Medan. SLB E Negeri Pembina Provinsi Sumatera Utara memiliki mata pelajaran yang dirancang khusus untuk siswa. Mata pelajaran yang ditawarkan menjadi dua, yaitu mata pelajaran khusus dan kejuruan terampil. Program khusus ditawarkan berdasarkan jenis kecacatan yang dilayani, yaitu pengembangan komunikasi, presepsi suara, dan ritme untuk siswa tuna rungu, pengembangan diri untuk siswa tunagrahita ringan dan sedang. Terapi autism untuk siswa autis. Mata pelajaran keterampilan vokasional dirancang untuk mengembangkan pemahaman siswa akan pentingnya kecakapan hidup, sehingga siswa dapat hidup mandiri sesuai dengan bakatnya. Pusat keterampilan yang tersedia antara lain keterampilan kuliner, tata busana, pertamanan, perikanan, otomotif, keterampilan TIK, dan musik. Mendorong keterlibatatan orang tua di sekolah secara langsung bukan hal yang mudah, hal yang umum terjadi guru dan orang tua hanya berkomuikasi pada saat pengambilan rapot ataupun acara penting lainnya, dikarenakan padatnya waktu aktivitas orang tua, dengan adanya media komunikasi seperti whatsapp yang dapat memudahkan orang tua dan guru berkomunikasi maka dari itu SLB E Pembina Medan menggunakan media jurnalistik tersebut untuk berkomunikasi dengan orang tua, untuk menyampaikan bagaimana kondisi perkembangan anak terkhususnya down syndrome yang perlu diperhatikan bagaimana perkembangannya di sekolah. Di era teknologi dan informasi sekarang ini media jurnalistik memiliki peranan penting di sekolah dalam menyampaikan informasi yang cepat kepada orang tua sehingga sangat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan menjalin komunikasi dengan sekolah dan guru sehingga dapat melihat perkembangan anak, maka dari itu peneliti memilih SLB E Pembina Medan sebagai kasus penelitian untuk melihat proses komunikasi antara sekolah dengan orang tua anak berkebutuhan khusus terkhususnya down syndrome menggunakan salah satu media jurnalistik. METODE PENELITIAN Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Peneliti dapat mengenali subjek, merasakan apa yang dialami subjek dalam kehidupan sehari-hari Baserowi dan Suwandi ( 2008 : 2 ). Deskriptif secara karakteristik bermaksud membantu para peneliti untuk menggambarkan atau mempertajam penjelasan penjelasan agar dapat dipahami oleh orang lain. Makna deskriptif yang dimaksud adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif dan semua yang dikumpulkan kemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti kemudian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, peneliti tertarik untuk mendepskripsikan bagaimana peran humas dalam mensosialisasikan sekolah SLB E Pembina Medan dengan keluarga penyandang down syndrome melalui media jurnalistik. Dengan metode kualitatif ini peneliti bermaksud untuk mendapatkan gambaran dan mengkaji lebih dalam. Subjek dalam penelitian ini adalah pihak humas Sekolah SLB E Pembina Medan yang dikhususkan pada orang tua anak penyandang down syndrome. Teknik yang digunakan ialah teknik observasi dan wawancara yang berdasarkan subjek yang dipilih karena ciri Ae ciri tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada dasarnya tujuan umum dari program kerja humas SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi adalah cara untuk menjalin hubungan harmonis antara sekolah dengan orang tua untuk meningkatkan kualitas sekolah. Tujuan dari perancenaan program kerja untuk mengolala berbagai kegiatan yang dilakukan dalam mensosialisasikan sekolah agar lebih terorganisir dengan baik. Observasi Tahap awal sebelum peneliti memutuskan untuk mewawancarai seseorang atau informan adalah Pengamatan memungkinkan peneliti untuk mempelajari objek dan kondisi yang terjadi berdasarkan pengamatan peneliti terhadap keadaan lingkungan SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Peran Humas Dalam Mensosialisasikan Sekolah Slb E Negeri Pembina Medan A - 1108 Fadila & Saragih / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . Medan sangat bersih dan rapi. Sarana prasarana sangat memadai sehingga memungkinkan hubungan antara sekolah dan orang tua terjalin baik. Wawancara Wawancara adalah bagian dari teknik yang peneliti gunakan dalam penelitian, peneliti melihat ini sebagai keadaan akses informasi melalui teknologi terus menerus. Obsevasi, yaitu mewawancarai atau meminta informan untuk memberikan informasi yang dapat menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan ibu Widyawanti. Ag humas SLB E Negeri Pembina Tingkat Povinsi maka peneliti dapat mengemukakan hasil analisis mengenai peran humas dalam mensosialisasikan sekolah SLB E Negeri Pembina Medan dalam menjalin hubungan dengan keluarga anak penyandang downsyndrome melalui media jurnalistik antara lain sebagai berikut : Peran humas untuk mensosialisasikan SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi yaitu sebagai penghubung antara sekolah dengan tenaga pendidik dengan masyarakat yaitu orang tua dan peserta didik agar tercipta hubungan yang harmonis sehingga memudahkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kualitas sekolah. SLB E Negeri Pembina merupakan satu Ae satunya sekolah luar biasa negeri di Kota Medan sehingga menjadikan SLB E Negeri Pembina Medan salah satu sekolah favorit yang banyak diminati oleh masyarakat. Selain itu SLB E Negeri Pembina juga membebaskan segala bentuk saran dari orang tua siswa maupun calon orang tua siswa, hal ini menyebabkan SLB Negeri Pembina Medan banyak diminati. Dalam kegiatan sosialisasi humas SLB E Negeri Pembina, sering melakukan edukasi pada masyarakat terkhususnya orang tua anak yang memiliki berkebutuhan khusus agar masyarakat mengetahui bahwa pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus juga penting, edukasi dilakukan karna masih banyak orang tua yang menganggap bahwa sekolah untuk anak berkebutuhan khusus kurang penting maka dari itu SLB E Negeri Pembina melakukan edukasi untuk mengajak masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar sekolah, karna anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dengan anak normal Selain melakukan edukasi SLB E Negeri Pembina juga sering membuat berbagai kegiatan anak berkebutuhan khusus contohnya seperti perayaan kemerdekaan Indonesia SLB E Negeri Pembina melakukan upacara dengan melibatkan secara langsung siswa untuk menjadi petugas upacara, selain upacara SLB E Negeri Pembina juga membuat pementasan drama kolosial yang diperankan langsung oleh anak tunarungu kegitan tersebut dilakukan pada tahun 2018 yang dimeriahkan langsung oleh kehadiran komunitas turun tangan Medan dan Coin A Change. Melalui kegiatan tersebut tidak jarang media yang tertarik untuk meliput kegiatan tersebut dan menjadikan pemberitaan di dalam koran sehingga menjadi sarana sekolah untuk mempromosikan sekolah melalui kegiatan yang dilakukan disekolah melalui media junalistik seperti koran. Peranan orang tua sangat penting dalam proses belajar mengajar untuk anak downsyndrome adanya hubungan baik orang tua dengan guru memudahkan guru untuk berkomunikasi tentang perkembangan anak di sekolah. Dari hasil wawancara dengan salah satu orang tua murid di SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi dapat diketahui bahwa orang tua murid sering berdiskusi dengan guru melalui whatsapp atau datang ke sekolah selain itu di SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi juga terdapat organisasi atau asosiasi orang tua anak downsyndrome atau POTADS ( Persatuan Orang Tua Anak Dengan Penyandang Downsyndrome ) di organisasi ini orang tua saling bertukar pikiran dan saling mendukung untuk membesarkan anak downsyndrome dengan baik dan sama seperti anak normal. KESIMPULAN Sekolah dan keluarga memiliki peranan penting dalam mendidik anak, maka dari itu komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua harus baik karena dapat memberikan kenyamanan pada anak sekaligus dapat menyelaraskan pola asuh anak dirumah dan menyelesaikan berbai permasalahan anak maupun meningkatkan kelebihan anak. Dalam kegiatan sosialisasi humas SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Peran Humas Dalam Mensosialisasikan Sekolah Slb E Negeri Pembina Medan A - 1109 Fadila & Saragih / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . sering melakukan edukasi pada masyarakat terkhusus orang tua anak berkebutuhan khusus selain itu pihak sekolah juga sering mengadakan dan mengikuti perlombaan sehingga masyarakat dapat melihat prestasi Ae prestasi anak berkebutuhan khusus melalui koran. DAFTAR PUSTAKA