Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 8 No. Juni 2023 . e-ISSN 2527-8215 THE EFFECT OF PRICE EARNING RATIO (PER). EARNING PER SHARE (EPS). CURRENT RATIO (CR). DEBT TO EQUITY RATIO (DER). AND FIRM SIZE ON STOCK PRICE OF PHARMACEUTICAL COMPANIES IN THE BURSA EFEK INDONEISA (BEI) PERIOD 2016 Ae 2021 Febdwi Suryani1. Tomi Sanjaya2. Helly Aroza Siregar3 1,2,&3 Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia Email: febdwi. suryani@lecturer. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of Price Earning Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, and Firm Size on the stock prices of Pharmaceutical Companies on the Bursa Efek Indonesia for the 2016 Ae 2021 period. The research sample was determined using the purposive sampling method so that the total sample was 9 companies. The analytical method of this research uses descriptive analysis and several types of evaluation using SPSS software. From this research, it can be concluded that only Current Ratio and Debt To Equity Ratio has a significant effect on stock prices. Meanwhile Price Earning Ratio. Earning Per Share, and Firm Size do not have a significant effect on stock prices Keywords : Price Earning Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Firm Size. Stock Price PENGARUH PRICE EARNING RATIO (PER) . EARNING PER SHARE (EPS) . CURRENT RATIO (CR) DEBT TO EQUITY RATIO (DER) . DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2016 Ae 2021 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PER. EPS. CR. DER, dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham pada perusahaan manufaktur sub sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indoneisa periode 2016 Ae Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 9 perusahaan. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif serta beberapa jenis evaluasi dengan menggunakan bantuan software SPSS. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa hanya CR dan DER yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Sedangkan PER. EPS, dan Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham. Kata Kunci : PER. EPS. CR. DER. Ukuran Perusahaan. Harga Saham Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Pasar modal juga dapat diartikan sebagai pasar untuk memperjual-belikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari 1 tahun, seperti saham, obligasi dan reksa dana. Ay Sementara itu, pasar modal menurut (S. Mishkin, 2. yang dialihbahasakan oleh Hutagalung adalah pasar yang memperjual-belikan instrumen jangka panjang . atuh tempo setahun atau lebi. atau instrumen ekuitas. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pasar modal merupakan media atau tempat yang mempertemukan calon investor dengan perusahaanperusahaan yang membutuhkan dana. Harga saham adalah harga yang ditetapkan oleh suatu perusahaan bagi pihak lain yang ingin memiliki hak kepemilikan saham. Nilai harga saham selalu berbeda Ae beda setiap waktunya. Besaran nilai harga saham dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang terjadi antara penjual dan pembeli saham. Terjadinya Kenaikan dan penurunan harga saham di pasar modal berbanding lurus dengan kinerja suatu perusahaan. Tentang harga saham suatu perusahaan dapat diketahui pada suatu bursa efek. Harga saham dapat menentukan kekayaan pemegang saham sehingga informasi yang menjadi penting bagi para investor dalam pasar modal. Faktor yang dapat menentukan nilai harga saham adalah laba per lembar saham, rasio laba terhadap harga per lembar saham, rasio tingkat penggunaan utang, dan penilaian pasar atas kinerja perusahaan. Harga saham merupakan suatu hal yang sangat penting dimata investor, disebabkan jika harga saham suatu perusahaan tinggi maka nilai suatu perusahaan di mata investor itu pasti akan lebih baik. Begitu juga sebaliknya, jika harga saham suatu perusahaan rendah, maka nilai perusahaan di mata investor juga pasti akan buruk. Jika ingin membeli saham para investor pasti memperhatikan harga saham suatu perusahaan. Pada awal tahun 2016. Harga Saham pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dan pada tahun 2017 terus meningkat yang dilanjutkan dengan kenaikan tajam pada awal tahun 2018. Lalu, harga saham cenderung fluktuatif sepanjang tahun 2018, namun terdapat kenaikan yang signifikan pada awal tahun 2019. Namun, setelah itu, harga saham cenderung fluktuatif kembali hingga akhir tahun 2019. Dan pada awal tahun 2020, yang dimana saat situasi pandemi (Covid-. , harga saham mengalami penurunan, namun mulai mengalami kenaikan kembali pada bulan April tahun 2020 sampai awal tahun 2021, kemudian dilanjutkan dengan kenaikan hingga akhir tahun 2021. Hal tersebut mencerminkan bahwa keseluruhan harga saham pada perusahaan Ae perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016 - 2021 berada dalam kondisi yang tidak stabil dan selalu berbeda dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, posisi Sub Sektor Farmasi berada di titik yang lumayan tinggi dari tahun sebelum sebelumnya dengan rata Ae rata 1. Lalu terjadi kenaikan sebesar 3% ditahun 2017 dari tahun sebelumnya dengan rata Ae rata 1. Dan dilanjutkan dengan turunan yang sangat tajam dari tahun 2018 hingga pada tahun 2019 dengan rata Ae rata 1. 020 dan menaik tajam sebesar 49% di tahun 2020 dengan rata Aerata sebesar 2. 086, lalu ditahun 2021 terjadi penurunan minim sebesar 3% dari tahun sebelumnya dengan rata Ae rata 1. Dilihat dari berita yang beredar ditahun 2019, ada beberapa hal yang menurunkan harga saham Sub Sektor Farmasi di tahun Dikarenakan ada nya kenaikan harga obat yang dibuat oleh pemerintah, yang mengakibatkan penjualan di tahun 2019 lebih rendah dibanding tahun 2018. Namun terdapat kenaikan yang signifikan pada tahun 2020. Mengingat bahwa ditahun 2020 terjadi covid-19 diseluruh dunia, yang dimana subsektor farmasi merupakan sektor yang menguntungkan, karena merekalah yang memproduksi Ae produksi barang Ae barang medis yang dibutuhkan pada saat waktu itu, tetapi di tahun 2020. Terlihat dari tahun ke tahun, rata Ae rata harga saham dari tahun 2016 Ae 2021 cenderung flutuaktif dan hal tersebut mencerminkan bahwa keseluruhan harga saham pada perusahaan Ae perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016 - 2021 berada dalam kondisi yang tidak stabil dan selalu berbeda dari tahun ke tahun. Perusahaan sub sektor Farmasi merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan termasuk kedalam Sektor Industri Barang Konsumsi yang memproduksi obat-obatan. Peneliti memilih perusahaan ini sebagai sampel karena saham perusahan ini sudah termasuk ke dalam Bursa Efek Indonesia. Dan yang diketahui. Covid-19 memasukin wilayah Indonesia di tahun 2020 pada tanggal 2 Maret 2020 dan membuat penyebaran luasan virus covid-19 di Indonesia. Dengan ada dampaknya virus tersebut masuk, yang membuat sektor farmasi dibutuhkan sekali ditahun tersebut, dan alat Ae alat medis dan obat Ae obatan menjadi incaran bagi masyarakat maupun rumah sakit yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Maka peneliti pun tertarik untuk mengambil sektor farmasi yang sudah termasuk kedalam Bursa Efek Indonesia. Wabah COVID-19 ini sebenarnya menciptakan peluang untuk mendorong produksi farmasi dalam Namun akibat ketergantungan pada bahan baku impor yang sekitar 60 persennya diimpor dari Cina, maka pandemi Covid 19 justru menurunkan produksi industri farmasi Indonesia hingga 60 persen di bulan Mei 2020. Efek positif pandemi Covid-19 bagi industri farmasi adalah adanya relaksasi aturan yang sangat membantu industri farmasi. Data yang dikutip dari situs covid. id, per 28 Desember 2021 sudah 4,2 juta lebih orang yang terpapar virus Covid-19. Kondisi ini membuat kebutuhan segala obat-obatan, infus, vitamin dan peralatan kesehatan seperti oksigen, alat swab atau PCR test dan lainnya untuk pasien Covid-19 meningkat tajam. Hal ini menjadikan saham sektor farmasi di masa pandemic tumbuh positif. Kementerian Perindustrian (Kemenperi. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 industri farmasi baik berbahan kimia maupun tradisional menunjukkan pertumbuhan positif selama pandemi. Pada kuartal i tahun 2021, industri tersebut tumbuh sekitar 8,65 persen. Pada tahap analisis terhadap perusahaan dalam pendekatan fundamental, kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penilaian yang sangat diperhatikan. Investor dapat mengukur kinerja keuangan perusahaan menggunakan analisis rasio keuangan. Pada umumnya rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan suatu perusahaan dilihat dalam berbagai aspek, yaitu aspek likuiditas, aspek solvabilitas, aspek profitabilitas, aspek aktivitas usaha dan aspek penilaian pasar. Harga saham merupakan indikator penting bagi investor untuk menilai prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Harga saham yang menurun dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan dimata para investor. Dalam penelitian ini rasio pasar yang digunakan adalah Price Earning Ratio (PER). PER mengukur perbandingan antara harga pasar per lembar saham . arket price pershar. dengan laba per lembar saham . arning pershare ). Teori pengaruh nilai pasar yang diukur dengan Price Earning Ratio (PER), menurut (Fahmi, 2. menyatakan bahwa Aubagi para investor semakin tinggi Price Earning Ratio (PER) maka pertumbuhan laba yang diharapkan semakin besar dan juga akan mengalami kenaikan terhadap harga sahamAy. Hasil penelitian (Puspitasari, 2. , menyatakan bahwa PER secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham. Berbeda dengan hasil penelitian (Teska Destia, 2. bahwa PER tidak berpengaruh terhadap harga saham. Earning Per Share (EPS) atau pendapatan per lembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. EPS juga merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan suatu manajemen dalam hal mencapai keuntungan bagi para pemegang saham. EPS menunjukkan kamampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba untuk tiap lembar sahamnya atau gambaran mengenai sejumlah rupiah yang akan diperoleh oleh investordari setiap jumlah saham yang Menurut (Lilianti, 2. , dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa Earning Per Share berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan sektor industri barang konsumsi subsektor Farmasi di BEI. Dengan demikian. Earning Per Share dapat mencerminkan pendapatan di masa yang akan datang. Earning Per Share merupakan suatu indikator yang berpengaruh terhadap harga saham, karena laba perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi penilaian investor akan keadaan perusahaan. Apabila earning per share meningkat, investor menganggap perusahaan mempunyai prospek yang cerah di masa yang akan datang, sehingga akan meningkatkan harga saham suatu perusahaan. Sama dengan (Ramdayanti et al. , 2. yang menyatakan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub Sektor Farnasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Current Ratio yang rendah menunjukkan risiko, sedangkan Current Ratio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap kinerja perusahaan. Menurut (Anjayagni & Purbawati, 2. tidak ada pengaruh signifikan antara Current Ratio (CR) secara parsial terhadap harga saham. CR mempunyai tingkat keeratan korelasi yang lemah dan bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa CR memiliki korelasi negatifterhadap harga saham. Dimana jika CR mengalami kenaikan maka harga saham akan mengalami penurunan, begitu pun sebaliknya apabila CR mengalami penurunan maka harga saham akan mengalami kenaikan. Tetapi beda dengan (Lestari & Suryantini, 2. yang mengemukakan bahwa terdapatnya pengaruh positif dan signifikan dari Current Ratio pada harga saham perusahaan, hal ini disebabkan karena semakin tingginya Current Ratio perusahaan menunjukan semakin tinggi pula kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya sehingga para investor merasa aman untuk menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut hal ini akan meningkatkan harga saham perusahaan yang memiliki Current Ratio yang tinggi. DER juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan menggunakan pendanaan yang berasal dari utang dalam permodalan . inancial Debt to Equity Rati. (Bringham, 2. (Harahap & Syafri, 2. menyatakan semakin tinggi DER berarti semakin tinggi pula risiko yang mungkin dihadapi perusahaan. Tingginya DER dapat mengurangi keuntungan dari perusahaan. DER merupakan perbandingan antara kewajiban perusahaan dengan modal perusahaan, relatifnya semakin tinggi DER menunjukan bahwa semakin besarnya proporsi hutang dalam modal perusahaan yang mana akan menyebabkan risiko gagal bayar yang lebih tinggi (Lestari & Suryantini, 2. Berbeda dengan peneliti (Dewi & Suayana, 2. yang menyatakan. DER berpengaruh signifikan negatif bagi harga saham. Ukuran perusahaan adalah suatu perusahaan yang menggambarkan jumlah aset atau penjualan yang dipunyai oleh perusahaan dan dikelompokkan berdasarkan kepemilikan aset atau penjualan per-periode. Struktur keuangan perusahaan yang kuat berarti mempunyai kekayaan dan kinerja yang baik sehingga dapat menambah jumlah investasi dari investor yang dapat meningkatkan harga saham. Hasil Penelitian dari (Afiezan et al. , 2. bila dilihat secara parsial, ukuran perusahaan sangat berefek signifikan terhadap harga saham. Perihal tersebut diakibatkan adanya modal ataupun aset yang besar di perusahaan dalam memperoleh laba yang menimbulkan nilai harga saham turut naik. Beda dengan Hasil Penelitian dari (Dwi Kurnia & Akbar, 2. yang mendapatkan hasil secara parsial ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa adanya ketidak konsistenan hasil Oleh sebab itu, maka akan dilakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Price Earning Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2016-2021Ay TINJAUAN PUSTAKA Pasar Modal Pasar modal menurut (Taunay, 2. merupakan salah satu alternatif bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Setiap investor membutuhkan informasi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhannya, terutama instrument atau alat yang dibutuhkan dalam bertransaksi, investor diharapkan jeli melihat pasar modal Indonesia yang perdagangan saham sangat berfluktuatif dengan memahami karakteristik pasar dan hukum pasar modal yang berlaku di Indonesia. Investasi Investasi merupakan penempatan sejumlah dana saat ini untuk memperoleh manfaat di masa yang akan datang. Kegiatan investasi perlu ditingkatkan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan lancar, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat luas. (Hidayati, 2. Investasi juga sering disebut sebagai penanaman modal. Dalam tenanaman modal. Dalam teori ekonomi, investasi menjadi hal yang umum dilakukan oleh para pelaku ekonomi karena dapat menambah penghasilan seseorang, meski tentu saja investasi juga memiliki resiko kegagalan terertentu. (Tandelilin, 2. Disini dijelaskan bahwa istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan dana yang dimiliki pada aset riil maupun asset finansial, merupakan aktivitas investasi yang pada umumnya dilakukan oleh investor. Signaling Theory Teori sinyal menjelaskan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Manajer perusahaan akan memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang lebih berkualitas. (Mariani et al. Teori sinyal merupakan basis teori yang didasari oleh hubungan dari pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Informasi yang diterima oleh investor terlebih dahulu diterjemahkan sebagai sinyal yang baik atau sinyal yang tidak baik. Menurut (Jogiyanto, 2. , informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Saham Saham merupakan kepemilikan atau penyertaan kepemilikan suatu perusahaan, apakah itu perseroan terbatas atau perusahaan publik. Menurut (Tandelilin, 2. , saham merupakan surat bukti bahwa kepemilikan atas asetaset perusahaan yang menerbitkan saham. Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa saham adalah selembaran kertas atau dokumen yang menegaskan kepemilikanseseorang atau badan usaha terhadap suatu perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Setiap pemegang saham memiliki hak untuk bergabung dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Harga Saham Harga saham digunakan investor sebagai acuan dalam melakukan transaksi di pasar saham (Sunardi, 2. Menurut (Endri, 2. , harga saham merefleksikan seberapa besar kekuatan permintaan dibandingkan penawaran terhadap suatu saham. Semakin banyak investor yang ingin membeli saham sementara banyak investor yang ingin menjual tetap maka harga saham akan cenderung naik. Sebaliknya, semakin banyak investor yang ingin menjual saham sementara banyaknya investor yang ingin membeli saham cenderung tetap maka harga saham akan cenderung turun. Rasio Keuangan Menurut Simamora. , rasio merupakan pedoman yang berfaedah dalam mengevaluasi posisi dan operasi keuangan perusahaan dan mengadakan perbandingan dengan hasil-hasil dari tahun-tahun sebelumnya atau perusahanperusahaan lainAy. Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengetahui apakah telah terjadi penyimpangan dalam melaksanakan aktivitas operasional perusahaan. Selanjutnya (Wild, 2. menyatakan bahwa : Rasio merupakan alat untuk meyediakan pandangan terhadap kondisi yang mendasari. Rasio merupakan salah satu titik awal, bukan titik akhir. Rasio yang diinterpretasikan dengan tepat mengindikasikan area yang memerlukan investigasi lebih lanjut. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Price Earning Ratio Menurut (Lestari & Suryantini, 2. Price Earning Ratio menunjukan seberapa besar para investor bersedia dibayar untuk setiap keuntungan yang dilaporkan perusahaan sehingga merupakan salah satu alat untuk mengukur kinerja perusahaan karena terdapat perbedaan hasil penelitian dalam penelitian sebelumnya tentang pengaruh Price Earning Ratio terhadap harga saham. Earning Per Share Menurut (Tandelilin, 2. Earning Per Share adalah laba bersih setelah bunga dan pajak yang siap dibagikan kepada pemegang saham dibagi dengan jumlah lembar saham perusahaanAy. Selanjutnya menurut (Fahmi, 2. AuEarning Per Share (EPS) adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimilikiAy. Current Ratio Menurut (Kasmir, 2. Rasio Lancar atau Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar. Current Ratio yang rendah menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan buruk. Sebaliknya jika Current Ratio relatif tinggi, likuiditas perusahaan relatif baik. (Rolantes, 2. Debt To Equity Ratio (Pontoh & Ilat, 2. menyatakan Debt To Equity Ratio merepresentasikan perbandingan antara kewajiban perusahaan dengan modal perusahaan, semakin tinggi Debt To Equity Ratio menunjukan bahwa semakin besarnya proporsi hutang dalam modal perusahaan yangmana akan menyebabkan resiko investasi yang lebih Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah kekuatan untuk melihat besarnya aset perusahaan. Perluasan skala perusahaan dapat menarik minat investor, sehingga jika aset perusahaan meningkat maka akan meningkatkan skala perusahaan yang akan membawa keuntungan yang cukup besar dan mempengaruhi kenaikan harga saham. (Afiezan et al. Hubungan Antar Variabel dan Hipotesis Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham Price Earning Ratio, yaitu rasio yang menunjukkan perbandingan antara harga saham dipasar atau harga perdana yang ditawarkan dibandingkan dengan pendapat yang diterima. (Lestari & Suryantini, 2. Price Earning Ratio adalah salah satu rasio keuangan yang digunakan untuk melihat bagaimana potensi keuntungan dari suatu perusahaan karena PER merupakan rasio yang menjelaskan harga saham suatu perusahaan dan laba bersih atau keuntungan yang mereka hasilkan. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio pasar yang digunakan dalam melihat bagaimana pasar mengukur kinerja saham suatu perusahaan terhadap kinerja saham yang digambarkan oleh Earning per Share (EPS), semakin besar Price Earning Ratio perusahaan maka saham tersebut akan semakin mahal terhadap pendapatan bersih per lembar saham. Menurut penelitan (Zanariah & Ferdinansyah, 2. yang menyatakan bahwa Price Earning Ratio (PER) berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Price Earning Ratio (PER) mempunyai pengaruh kuat terhadap harga saham ketika Price Earning Ratio (PER) turun atau rendah maka harga saham mengalami peningkatan sebaliknya jika Price Earning Ratio (PER) naik atau tinggi maka harga saham mengalami penurunan. (Hadiani & Endri Mulyana, 2. Sedangkan menurut penelitian (Dwiastuti & Nugroho, 2. PER dalam penelitian ini, tidak berpengaruh terhadap harga saham. HCA : PER memiliki pengaruh positif terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham Earning Per Share (EPS) atau pendapatan per lembar saham adalah laba bersih yang berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham selama satu periode tertentu yang akan dibagikan kepada semua pemegang saham. Kemampuan Nilai EPS sangat penting bagi investor karena akan menguraikan keuntungan perusahaan berdasarkan basis per saham, yang berguna untuk melacak kinerja selama periode waktu yang lama. Earning per share merupakan salah satu cara untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai keuntungan bagi para pemiliki saham karena earning per share yang tinggi akan membuat permintaan atas saham perusahaan semakin tinggi dimana tingginya permintaan saham ini akan mengakibatkan harga saham perusahaan yang beranjak naik. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Menurut penelitian (Lilianti, 2. , terdapat pengaruh Earning Per Share (EPS) secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi di BEI. Dan hasil yang sama juga dari (Ramdayanti et al. Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub Sektor Farnasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) sejalan dengan hipotesis yang menyatakan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Sedangkan menurut (Suraya, 2. Earning Per Share (EPS) Secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. HCC : EPS memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham (Darsono & Ashari, 2. , menjelaskan Current Ratio (CR) adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Current Ratio akan membantu perusahaan dalam mengukur kemampuan keuangan jangka pendek perusahaan. Semakin besar rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar, maka semakin tinggi kemampuan perushaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek. Jika perusahaan dianggap mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya, maka perusahaan dalam kondisi baik dan harga saham dapat meningkat karena investor tertarik dengan kesehatan keuangan perusahaan. Current ratio yang tinggi dapat menghindarkan perusahaan dari kebangkrutan sehingga perusahaan dianggap mampu membagikan laba kepada pemegang saham dibandingkan perusahaan yang memiliki current ratio rendah. Menurut penelitian (Kundiman & Hakim, 2. menyatakan bahwa CR berpengaruh terhadap Harga Saham. Sedangkan menurut penelitian (Anjayagni & Purbawati, 2. menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. HCE : CR memiliki pengaruh positif terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Pengaruh Debt To Equity Ratio terhadap Harga Saham DER merupakan salah satu ukuran solvabilitas yang menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio financial leverage yang memberikan ukuran atas dana yang diberikan kreditor dibandingkan dengan keuangan pemilik perusahaan atau para pemegang saham dan seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Debt To Equity Ratio akan mempengaruhi harga saham karena rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutupi sebagian atau seluruh hutang- hutangnya baik jangka panjang maupun jangka pendek yang berasal dari modal sendiri. Harga saham perusahaan dapat dimaksimumkan, jika perusahaan dapat meminumkan biaya penggunaan berbagai macam sumber dana. Perusahaan perlu mengkombinasikan antara modal sendiri dengan sumber dana yang dapat meminimalkan biaya modal perusahaan dalam proporsi yang paling tepat, sehingga harga saham perusahaan dapat meningkat (Dewi & Suayana, 2. Hasil penelitian (Puspitasari, 2. , menyatakan bahwa DER secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham. Berbeda dengan hasil dari (Dewi & Suayana, 2. yang menyatakan. DER berpengaruh signifikan negatif bagi harga saham. HCE : CR memiliki pengaruh positif terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Ukuran perusahaan adalah kekuatan untuk melihat besarnya aset perusahaan. Perluasan skala perusahaan dapat menarik minat investor, sehingga jika aset perusahaan meningkat maka akan meningkatkan skala perusahaan yang akan membawa keuntungan yang cukup besar dan mempengaruhi kenaikan harga saham (Afiezan et al. Ukuran Perusahaan dapat ditentukan oleh faktor tenaga kerja, nilai pasar saham, log size, dan lain-lain yang semuanya berkorelasi tinggi. Ukuran perusahaan yang diukur dengan asset perusahaan menunjukkan seberapa besar harta yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan asset yang besar maka akan menggunakan sumber daya yang ada semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan usaha yang maksimal. Oleh karena itu, semakin meningkat jumlah aset dimiliki oleh perusahaan, maka akan memiliki dampak juga terhadap harga saham. Menurut penelitian (Fuad Alamsyah, 2. Berdasarkan hasil uji analisis statistik yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan variabel independen Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu harga saham. (Afiezan et al. , 2. Bila dilihat secara parsial, ukuran perusahaan sangat berefek signifikan terhadap harga saham. Perihal tersebut diakibatkan adanya modal ataupun aset yang besar di perusahaan dalam memperoleh laba yang menimbulkan nilai harga saham turut naik. Sedangkan penelitian (Pradanimas & Sucipto, 2. , pengaruh ukuran perusahaan terhadap harga saham sebagai variabel intervening, menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 HCI : Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Kerangka Pemikiran Berdasarkan tinjauan teori dan penelitian terdahulu mengenai hubungan antara variable dependen (PER. EPS. CR. DER, dan Siz. dengan variable independen . arga saha. diatas maka terbentuk kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian adalah obyek penelitian atau pengambilan data yang dilakukan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan kebutuhan dan akurat. Penelitian ini dilakukan kepada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang diambil pada kelompok perusahaan tercatat dari tahun 2016 sampai 2021, dengan mengambil data-data yang diperlukan melalui website w. id dan finance. Penelitian ini di mulai pada bulan Agustus 2022 sampai Januari 2023. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016 sampai 2021. Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Purposive Sampling adalah teknik non-probability sampling yang lebih tinggi kualitasnya, yang di mana peneliti telah membuat kisi-kisi atau batas-batas berdasarkan ciri-ciri subyek yang akan dijadikan sampel penelitian. (Riduwan & Kuncoro, 2. Berikut merupakan tabel kriteria dalam pengambilan sampel data penelitian ini: Operasionalisasi Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, variabel bebas dan variabel terikat yang akan digunakan terdiri dari : Price Earning Ratio (X. Price Earning Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Bringham, 2. , yaitu : EAT PER = x 100% Total Aktiva Earning Per Share (X. Earning Per Share dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Kasmir, 2. , yaitu : Laba Bersih (EAIT) EPS = EkuitasJumlah Saham Beredar Current Ratio (X. Current Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Kasmir, 2. , yaitu : Aset Lancar CR = x 100% Hutang Lancar Debt To Equity Ratio (X. Debt To Equity Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Bringham, 2. , yaitu : Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 yayaycI = Hutang Lancar Ekuitas y 100% Ukuran Perusahaan (X. Ukuran Perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Kasmir, 2. , yaitu : ycIycnycyce = yaycA y ycNycuycycayco yaycyceyc Harga Saham (Y. Harga Saham dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Kasmir, 2. , yaitu : Harga Per Lembar Saham PBV = Nilai BUku Per Lembar Saham Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Menurut (Nazir, 2. Metode deskriptif adalah untuk studi menentukan fakta dengan inpretasi yang tepat dimana didalamnya termasuk studi untuk melukiskan secara akurat sifat-sifat dari beberapa fenomena kelompok dan individu serta studi untuk menentukan frekuensi terjadinya suatu keadaan untuk meminimalisasikan bias dan memaksimumkan reabilitas. Pada statistik deskriptif akan dibahas cara-cara penyajian data dengan tabel biasa maupun distribusi grafik. Analisis statistik deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan pengolahan hasil data keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Metode deskripsi ini digunakan untuk menjawab permasalah mengenai seluruh variabel penelitian secara independen. Penelitian yang dilakukan pada populasi jelas akan mengunakan statistik deskriptif dalam analisisnya, tetapi bila penelitian dilakukan pada sampel maka analisisnya dapat menggunakan statistik deskriptif maupun inferensial. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, autokolerasi, heteroskedastisitas dan multikolinearitas. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini telah lolos pada pengujian asumsi klasik, yaitu uji normalitas, autokolerasi, heteroskedastisitas dan multikolinearitas. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear, digunakannya analisis regresi linear berganda yaitu untuk mengetahui variabel Ae variabel independen, regresi berganda ialah untuk menguji pengaruh dari variabel independen (PER. EPS. CR. Siz. , terhadap variabel dependen (Harga Saha. Dimana koefisien regresi perhitungannya dilakukan secara dua tujuan sekaligus dalam suatu persamaan linier. (Sugiyono, 2. , menjelaskan bahwa analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen, apabila dua atau lebih variable independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi . inaik turunkan nilainy. Jadi analisis regresi ganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2. Maka persamaan regresinya ditulis dengan rumus sebagai berikut: Y = 0 1. X1 2. X2 3. X3 4. X4 e Keterangan: Y : Harga Saham X1 : Return On Asset (ROA) X2 : Earning Per Share (EPS) X3 : Current Asset (CR) X4 : Debt To Equity Ratio (DER) 0 : Konstanta 1 : Koefisien regresi Return On Asset 2 : Koefisien regresi Earning Per Share 3 : Koefisien regresi Current Asset 4 : Koefisien regresi Debt To Equity Ratio e : Standart error Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan atau garis regresi dengan data sampel. Apabila nilai koefisien korelasi sudah diketahui, maka untuk mendapatkan koefisien determinasi dapat diperoleh dengan mengkuadratkannya. Jika koefiesien determinasi mendeteksi nol, maka pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent lemah. Jika Kd mendeteksi satu, maka pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent kuat. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Uji Parsial (Uji T) Pengujian hipotesis dilakukan melalui regresi yang menggunakan program SPSS dengan membandingkan tingkat signifikan masing-masing variabel independen dengan taraf sig = 0,05. Apabila tingkat signifikasinya lebih kecil daripada = 0,05, maka hipotesisnya diterima yang artinya variabel independen tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependennya. Sebaliknya bila tingkat signifikasinya lebih besar daripada = 0,05, maka hipotesisnya tidak diterima yang artinya variabel independennya tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependennya. Hasil Penelitian dan Pembahasan Price Earning Ratio (PER) Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi PER sebesar 403. 000, dan nilai terendahnya 835,71. Nilai Rata-ratanya adalah 7. 489,13. Nilai Standar Deviasi Price Earning Ratio ini sebesar 22. 522,04. Earning Per Share (EPS) Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi EPS sebesar 2. 597, dan nilai terendahnya 14,93. Nilai Rata-ratanya adalah 124,12. Nilai Standar Deviasi Earning Per Share ini sebesar 217,11. Current Ratio (CR) Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi CR sebesar 8,32, dan nilai terendahnya 0,90. Nilai Rata-ratanya adalah 2,72. Nilai Standar Deviasi Current Ratio ini sebesar 1,55. Debt To Equity Ratio (DER) Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi DER sebesar 4,23, dan nilai terendahnya 0,08. Nilai Rata-ratanya adalah 1,17. Nilai Standar Deviasi Debt To Equity Ratio ini sebesar 1,33. Ukuran Perusahaan Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi Ukuran Perusahaan sebesar 17,06, dan nilai terendahnya 11,98. Nilai Rata-ratanya adalah 14,73. Nilai Standar Deviasi Ukuran Perusahaan ini sebesar 1,40. Harga Saham Hasil Statistik deskriptif memperlihatkan bahwa nilai tertinggi Harga Saham sebesar 9. 200, dan nilai terendahnya 92,25. Nilai Rata-ratanya adalah 2. 050,45. Nilai Standar Deviasi Harga Saham ini sebesar 1. 892,86. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber : Output SPSS Versi 27 Gambar 2. Hasil Pengujian Normalitas (P-Plo. Terlihat pada tampilan grafik P-plot diatas bahwa penyebaran data atau titik-titik berada jauh dari garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini berdistribusi dengan tidak normal. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Uji Multikolinearitas Variabel PER EPS DER SIZE Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas VIF Keterangan Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Sumber : Output Smart Pls Versi 4 Dari tabel 1 diatas, dapat dilihat bahwa variabel independen memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 dan batas Tolerance > 0. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam variabel penelitian yang digunakan. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Original Sample . T Statistics PER (X. 0,182 2,344 EPS (X. 0,210 2,313 CR (X. -0,441 1,106 DER (X. -0,455 0,700 Size (X. -0,008 0,056 Sumber : Output Smart Pls Versi 4 P Value 0,484 0,269 0,019 0,021 0,955 Dari tabel 2 diatas, maka didapatkan model regresi linier berganda sebagai berikut : Y = -0,441X1 - 0,455X2 0,0210X3 0,182X4 -0,008X5 Koefisien Determinasi Variabel Harga Saham Tabel 3. Hasil Koefisien Determinasi R Square R Square Adjusted 0,224 0,143 Sumber : Output Smart Pls Versi 4 Dari tabel 3 diatas, dapat dilihat bahwa besarnya koefisien determinasi (Adj. R2 ) sebesar 0,143. Hal ini berarti kontribusi Price Earning Ratio (PER). Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER) dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham adalah sebesar 14,3%, sedangkan sisanya 85,7% diterangkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Uji Parsial (Uji T) Tabel 4. Hasil Uji Parsial (Uji T) Variabel Sig. Hasil PER 0,484 Tidak Signifikan EPS 0,269 Tidak Siginifikan 0,019 Signifikan DER 0,021 Signifikan Size 0,955 Tidak Signifikan Sumber : Output Smart Pls Versi 4 Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil uji yang telah disajikan pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel PER sebesar 0,484 > 0,05 dan Hal ini menunjukkan bahwa variabel Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2021. Maka dari itu, berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Berdasarkan hasil uji yang telah disajikan pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel EPS sebesar 0,269 > 0,05 dan Hal ini menunjukkan bahwa variabel Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2021. Maka dari itu, berarti H0 diterima dan H2 ditolak. Pengaruh Current Asset (CR) terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil uji yang telah disajikan pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel CR sebesar 0,019 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016-2021. Maka dari itu, berarti H0 ditolak dan H3 diterima. Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil uji yang telah disajikan pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel DER sebesar 0,021 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Debt To Equty Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 20162021. Maka dari itu, berarti H0 ditolak dan H4 diterima. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil uji yang telah disajikan pada tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel Ukuran Perusahaan sebesar 0,955 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Maka dari itu, berarti H0 diterima dan H5 ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, maka hasil penelitian H 1 ditolak yang artinya, semakin tinggi PER maka harga saham turun. Hal ini dikarenakan bahwa investor cenderung berinvestasi pada perusahaan yang memiliki nilai PER rendah. Bahwa pada periode ini, investor tidak melihat harga saham sebagai acuan dalam berinvestasi, tetapi investor menggunakan tingkat laba per lembar saham oleh yang dikeluarkan oleh perusahaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar Price Earning Ratio perusahaan maka tidak menentukan juga untuk saham tersebut akan semakin mahal terhadap pendapatan bersih per lembar saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dwiastuti & Nugroho, 2. , yang menunjukkan bahwa hasil Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Zanariah & Ferdinansyah, 2. dan (Hadiani & Endri Mulyana, 2. yang menyatakan bahwa Price Earning Ratio (PER) berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Price Earning Ratio (PER) mempunyai pengaruh kuat terhadap harga saham ketika Price Earning Ratio (PER) turun atau rendah maka harga saham mengalami peningkatan. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H2 ditolak artinya EPS tidak berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Ini berarti bahwa investor tidak melihat EPS sebagai keputusan untuk membeli saham pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi. Hal ini dikarenakan perusahaan sering kali tidak membagikan keuntungan yang diperoleh dalam bentuk dividen kepada pemegang saham, dimana tujuan para investor menanamkan modalnya selain mengharapkan return yang diperoleh dari capital again adalah untuk mendapatkan return yang diperoleh dari dividen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Suraya, 2. , yang menunjukkan bahwa hasil Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Lilianti, 2. , terdapat pengaruh Earning Per Share (EPS) secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi di BEI. Dan hasil yang sama juga dari (Ramdayanti et al. , 2. Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H3 diterima yang artinya CR berpengaruh positif signifikan terhadap harga Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio yang tinggi akan meningkatkan kualitas dari perusahaan dan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 akan menarik investor untuk berinvestasi, sehingga terdapat dorongan peningkatan kualitas harga saham juga. Karena Current Ratio yang tinggi menunjukan kemampuan perusahaan dalam urusan membayar utang karena perusahaan tersebut memiliki porsi aset jangka pendek yang lebih besar dibandingkan dengan utang jangka Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kundiman & Hakim, 2. menyatakan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap Harga Saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Anjayagni & Purbawati, 2. menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Debt To Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H4 diterima yang artinya DER berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi DER suatu perusahaan, maka harga saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi, dikarenakan modal perusahaan digunakan dengan baik untuk menutupi sebagian atau seluruh hutang Ae hutang yang jangka pendek dan jangka panjang, sehingga membuat perusahaan dapat meminimalisirkan biaya. Kemampuan perusahaan dalam menutupi sebagian atau seluruh hutanghutangnya baik jangka panjang maupun jangka pendek berpengaruh terhadap kenaikan nya Ratio DER. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Puspitasari, 2. , menyatakan bahwa DER berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Dewi & Suayana, 2. yang menyatakan. DER tidak berpengaruh signifikan bagi harga saham. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. H5 ditolak yang artinya Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap harga saham. Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi Ukuran Perusahaan, maka akan mengakibatkan turunnya harga saham. Ukuran Perusahaan yang fluktuatif menunjukkan bahwa Aset yang cukup baik meskipun rentan akan tingkat resiko yang tinggi. Perihal tersebut diakibatkan adanya modal ataupun aset yang kecil di perusahaan dalam memperoleh laba yang menimbulkan nilai harga saham turut turun. Tetapi Asset yang besar pun tidak menentukan kenaikan Harga Saham ataupun peningkatan asset tidak mempengaruhi kenaikan pada pada harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Pradanimas & Sucipto, 2. , yang menunjukkan bahwa hasil Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Fuad Alamsyah, 2. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu harga saham. PENUTUP Dari pengujian hasil hipotesis yang dilakukan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Price Earning Ratio (PER). Earning Per Share (EPS), dan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Hanya variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Keterbatasan Penelitiannya dilakukan hanya pada Perusahaan Manufaktur Sektor Farmasi yang terdaftar di BEI Periode 2016-2021, sehingga jumlah data yang diteliti menjadi sedikit dan Variabel yang gunakan adalah Price Earning Ratio. Earning Per Share. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Ukuran Perusahaan. Serta diharapkan setiap investor ketika ingin berinvestasi dengan tujuan keuntungan berhati-hati ketika mengambil keputusan berinvestasi pada perusahaan Ae perusahaan Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sebaiknya juga memperhatikan rasio-rasio keuangan yang lain dan factor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian. Karena hasil penelitian ini membuktikan bahwa hanya rasio CR dan DER yang berpengaruh terhadap harga saham sedangkan rasio PER. EPS, dan Ukuran Perusahaan tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap Harga Saham. DAFTAR RUJUKAN Afiezan. Howard. Joselyn, & Noviana. Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Pertumbuhan Perusahaan. Ukuran Perusahaan dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi Di Indonesia (BEI Periode 2014-2. Jurnal Ilmiah Methonomi, 7. , 63Ae76. https://e-jurnal. org/index. php/Akuntansi/article/view/219 Anjayagni. , & Purbawati. AuPengaruh CR (Current Rasi. DER (Debt to Equity Rasi. , dan TATO (Total Assets Turn Ove. Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2. Ay Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 9. , 224Ae231. Bringham. Dasar Dasar Manajemen Keuangan (Ed. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Darsono, & Ashari. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan (ED . CV. Andi Offset. Dewi. , & Suayana. Pengaruh Eps. Der. Dan Pbv Terhadap Harga Saham. Akuntansi Universitas Udayana, 1, 215Ae229. Dwi Kurnia. , & Akbar. Profitability and Its Effect on Stock Price Size of Pharmaceutical Companies in the Period 2014-2019 Bei. Jurnal Ilmu Manajemen Profitability, 5. , 367Ae379. https://doi. org/10. 26618/profitability. Dwiastuti. , & Nugroho. Pengaruh Earning Per Share. Price Earning Ratio. Quick Ratio Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur di BEI periode 2004 - 2008. E-Journal STIENUSA, 7 No. Endri. Analisis Teknikal dan Fundamental Saham: Aplikasi Model Data Panel. Jurnal Akuntabilitas, 8 . Fahmi. Analisis Kinerja Keuangan : Panduan Bagi Akademisi. Manajer, dan Investor untuk Menilai dan Menganalisis Bisnis dari Aspek Keuangan. Alfabeta. Fahmi. Pengantar Pasar Modal (Edisi Per. Alfabeta. Fuad Alamsyah. Pengaruh Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Nilai Pasar terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Pertambangan Logam dan Mineral di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Manajemen, 11. , 170Ae178. Hadiani. , & Endri Mulyana. Analisis Price Earning Ratio Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham (Kasus Pada PT Kimia Farma Tbk Tahun 2010-2. BanKu: Jurnal Perbankan Dan Keuangan, 2. , 105Ae113. http://jurnal. id/index. php/banku Harahap, & Syafri. Analisis kritis atas laporan keuangan / Sofyan Syafri Harahap . th ed. RajaGrafindo Persada. Hidayati. Investasi : Analisis dan Relevansinya dengan Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Islam, 8. , 227Ae242. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi . nd ed. BPFE UGM. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan (Cet. Rajawali Pers. Kundiman. , & Hakim. Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return on Asset. Return on Equity Terhadap Harga Saham Pada Indeks Lq 45 Di Bei Periode 2010-2014. Among Makarti, 9. , 80Ae https://doi. org/10. 52353/ama. Lestari. , & Suryantini. Pengaruh Cr. Der. Roa. Dan Per Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Farmasi Di Bei. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8. , 1844. https://doi. org/10. 24843/ejmunud. Lilianti. Pengaruh Dividend Per Share (Dp. Dan Earning Per Share (Ep. Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi Di Bursa Efek Indonesia (Be. Jurnal Ecoment Global, 3. , 12. https://doi. org/10. 35908/jeg. Mariani. Utara. , & Lama. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol . 7 No . 1 April 2018 FEB Universitas Budi Luhur ISSN : 2252 7141. , 59Ae78. Nazir. Metode Penelitian (Cet. Ghalia Indonesia. Pontoh. , & Ilat. Determinant Capital Structure and Profitability Impact (Study of Listed Company in Indonesian Stock Exchang. Research Journal of Finance and Accounting, 4. , 43Ae50. http://iiste. org/Journals/index. php/RJFA/article/view/8301 Pradanimas. , & Sucipto. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas dan Leverage Terhadap Harga Saham dengan Nilai Perusahaan sebagai Variabel Intervening. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7. , 93. https://doi. org/10. 28926/briliant. Puspitasari. Pengaruh PER. ROE. Dan NPM terhadap Harga Saham Pada Perusahaan di Industri Barang Komsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010. Universitas Hasanuddin. Ramdayanti. Mulyadi Soepardi. , & Herdiyana. Pengaruh Quick Ratio (QR). Total Assets Turnover (TATO). Return on Equity (ROE). Earning Per Share (EPS) dan Inflasi terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Manajemen, 4. , 1Ae15. Riduwan, & Kuncoro. Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalu. Alfabeta. Rolantes. Pengaruh ROA. EPS. CR Dan DER Terhadap Harga Saham Pada Perushaan Subsektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018 . IBTPI. Simamora. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis (Jilid Du. Salemba Empat. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D . th ed. Alfabeta. Sunardi. Pengaruh Penilaian Kinerja Dengan ROI Dan EVA Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam Jakarta Islamic Index Artikel Ilmiah. , 70Ae92. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Suraya. Pengaruh Return on Assets (Ro. Dan Earning Per Share (Ep. Terhadap Harga Saham Pada PT. Ultrajaya Tbk Tahun 2010 Ae 2016. KREATIF : Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang, 8. , 61. https://doi. org/10. 32493/jk. Tandelilin. Portofolio dan Investasi Teori dari Aplikasi (Edisi Per. Kanisius. Tandelilin. Pasar Modal : Manajemen Portofolio dan Investasi. (G. Sudibyo . )). PT Kanisius. Taunay. Pasar Modal Indonesia. Majalah Ilmiah Universitas Pandanaran, 11, 9. https://doi. org/10. 2307/3220969 Teska Destia. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Tekstil Dan Produk Tekstil (Tp. Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)Tahun 2009-2014. Universitas Negeri Yogyakarta. http://eprints. id/id/eprint/26168 Wiagustini. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. In Udayana University Press. Wild. Analisis Laporan Keuangan Buku Satu (B. Yanivi & H. Nurwahyu . 8th ed. Salemba Empat. Zanariah. , & Ferdinansyah. Pengaruh Return on Equity (ROE) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Kompetitif, 10. , 34. https://doi. org/10. 52333/kompetitif. Pengaruh Price Earning Ratio (PER) . Earning Per Share (EPS). Current Ratio (CR) . Debt To Equity Ratio (DER) , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016 Ae 2021 (Febdwi Suryani. Tomi Sanjaya, dan Helly Aroza Sirega.