Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Dampak Kejadian Bullying Terhadap Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini di TK Pelita Desa Ubung Kaja Ni Luh Ayu Ariasih1. Ida Bagus Komang Sindu Putra2 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Email Korespondensi : niluhayuariasihh@gmail. ABSTRAK Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan bagian dari aspek perkembangan pada anak yang erat kaitannya dengan konsep bersosialisasi dan emosi pada anak, perlu diperhatikan dan diarahkan agar perkembangannya menjadi lebih baik seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia anak. Pada masa usia anak-anak khususnya pada usia 0 hingga 8 tahun, individu dikatakan sebagai anak usia dini yang rentan dengan ruang lingkup pertemanan dengan masa bermain yang rentan dengan perilaku Bullying atau Bullying memiliki beberapa bentuk, yaitu fisik, verbal, dan bentuk lainnya. Untuk mencegah dan menangani perilaku Bullying pada anak usia dini, perlu adanya kontribusi dan koordinasi antara orang tua dan guru di sekolah dengan memberikan pemahaman yang tegas kepada anak untuk tidak mengulanginya. Karena perilaku Bullying memiliki dampak negatif bagi perkembangan sosial emosional pelaku Bullying dan korban Bullying yang masih berusia dini. Penelitian ini dilakukan di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan observasi perilaku Bullying pada anak dan studi literatur mengenai kasus Bullying yang terjadi pada anak usia dini dari berbagai sumber Kata kunci: Bullying. Anak Usia Dini. Emosional The Impact of Bullying on Early Childhood Social-Emotional Development at Pelita Kindergarten. Ubung Kaja Village ABSTRACT Early childhood social and emotional development is part of the aspects of development in children that are closely related to the concept of socializing and emotions in children, it needs to be considered and directed so that its development becomes better over time and the increasing age of the child. During the age of children, especially at the age of 0 to 8 years, individuals are said to be early childhood who are vulnerable to the scope of friendship with play periods that are vulnerable to Bullying or Bullying behavior. Bullying has several forms, namely physical, verbal, and other forms. To prevent and deal with Bullying behavior in early childhood, it is necessary to contribute and coordinate between parents and teachers at school by giving children a firm understanding not to repeat it. Because Bullying behavior has a negative impact on the social-emotional development of Bullying perpetrators and victims of Bullying who are still at an early age. This research was conducted at TK Pelita Desa Ubung Kaja. This research method uses a qualitative method with the stages of observation of Bullying behavior in children and literature studies regarding Bullying cases that occur in early childhood from various scientific sources. Keywords: Social Emotional Development And Bullying. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan individu yang berada di rentang usia 0-8 tahun. Masa-masa di usia tersebut sebagai masa yang tepat untuk memulai pendidikan pada anak usia dini. Pendidikan pada anak usia dini ini ditujukan sebagai wadah atau media untuk mengarahkan perkembangan dan pertumbuhan anak yang memerlukan perhatian dan stimulasi yang tepat baik di lingkungan sosial anak dan bagi perkembangan emosionalnya, sehingga jika perkembangannya dalam berinteraksi di lingkungan sosial dan anak mampu untuk belajar mengekspresikan emosionalnya, maka aspek-aspek perkembangan anak lainnya juga dapat didukung (Maya, 2. Kemampuan sosial sebagai salah satu aspek perkembangan dalam diri setiap anak usia dini yang yang di dalamnya terdapat beberapa aspek esensial yang perlu dipahami, menurut Rizzo dalam Daud. Siswanti & Jalal . mengungkapkan bahwa ketika anak melakukan interaksi dengan sebuah kelompok nya anak akan saling berbagi, hal tersebut merupakan bentuk partisipasi sosial yaitu sebagai proses pembelajaran untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi lingkungan ketika anak sedang berada di dalam lingkungan tersebut dengan melakukan komunikasi dan kerjasama. Perkembangan sosial erat kaitannya dengan perkembangan emosional, sebab kemampuan sosial tersebut akan menimbulkan dan melibatkan suatu emosi dalam diri anak. Emosi dalam tahap perkembangan anak usia dini lebih terdiferensiasi dan lebih terperinci sebab anak cenderung belajar untuk mengekspresikan emosinya dengan berbagai cara, bebas dan Karakteristik emosi pada anak usia dini ditandai dengan berbagai ciri khas misalnya emosi anak bersifat sementara dan lekas berubah. Jika anak bertengkar dan saling mencaci maki pada pagi atau siang hari maka pada sore hari terhalang beberapa jam mereka sudah baikan dan bisa bermain bersama lagi. Selain itu emosional anak sebagai bentuk reaksi yang kuat dan spontanitas terhadap situasi dan kondisi yang menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap anak, anak akan mengutarakan perasaan, keadaan, dan informasi yang mereka terima apa adanya. Perkembangan sosial dan emosional anak sangat berpengaruh pada kondisi dan situasi lingkungan anak berada baik di lingkungan rumah atau keluarga maupun lingkungan sekolah. Apabila lingkungan anak positif maka akan memberikan efek yang baik untuk perkembangan dan pertumbuhan anak, apabila lingkungan sekitar anak terdapat pengaruh negatif dan anak kurang mendapat pengawasan dari keluarga, maka pengaruh negatif tersebut akan dapat diserap oleh anak, sehingga anak akan menganggap lingkungan sekitarnya sebagai contoh, termasuk pada perilaku negatif Bullying yang kerap terjadi (Rahayu dkk, 2. Bullying merupakan suatu bagian dari tindakan kekerasan baik yang dilakukan secara fisik maupun verbal oleh orang yang menganggap dirinya terkuat dan menindas orang yang dianggap lemah yang akan merugikan pihak yang dibully baik secara fisik maupun rohani dan akan berpengaruh pada perkembangan sosial dan emosional korban Bullying tersebut. Bullying ini juga termasuk ke dalam tindakan agresif yang sifatnya sengaja dilakukan pelaku untuk mencapai tujuan tertentu ataupun hanya berkedok iseng. Namun tindakan agresif memiliki dua tujuan yang berbeda menurut Izzaty dalam Faridy . yaitu tujuan untuk membela diri di satu pihak, dan pihak lainnya adalah mencapai keunggulan dengan cara membuat lawannya tidak berdaya atau lemah. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Seperti yang telah dibahas oleh Munawarah & Diana . dalam artikelnya berjudul AuDampak Bullying Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini(Studi Kasu. Raudhatul Athfal Mawar GayoAy. Tulisan ilmiah ini menjabarkan mengenai kejadian Bullying yang dapat memberikan dampak negatif pada anak baik secara perkembangan sosial dan emosional anak yang mengakibatkan anak menolak untuk sekolah, ketakutan, menangis, dan tidak tertarik pada aktivitas di sekolah. Salah satu solusi yang dijabarkan yaitu dengan mengajak anak untuk saling sayang pada kawan-kawannya yang merujuk pada ajaran cinta AlQurAoan dan mengajak anak untuk berpikir apabila mereka menyakiti kawannya ataupun orang lain maka akan dapat dosa. Solusi tersebut sangat sederhana namun memiliki efek yang baik pada masa mendatang anak. Terdapat pula hasil tulisan ilmiah dari Rachmah dkk . yang berjudul AuPenyuluhan Ke Orangtua Mengenai Dampak dan Perilaku Bullying Pada Anak Usia DiniAy yang menjelaskan mengenai penyuluhan yang dilaksanakan kepada orangtua siswa tentang kejadian Bullying yang marak terjadi pada anak usia dini, hal tersebut menjadi perhatian untuk orangtua dan guru di sekolah yang saling terlibat agar kejadian Bullying tidak berlanjut pada masa lanjut Dari penyuluhan tersebut orangtua saling berbagi informasi dan saran satu sama lain untuk pencegahan dan mengarahkan anak agar berhenti melakukan Bullying maupun melawan Selain itu, terdapat pembahasan dari Ayuni . , dalam tulisannya yang berjudul AuPencegahan Bullying dalam Pendidikan Anak Usia DiniAy. Dalam tulisan tersebut menjabarkan mengenai jenis Bullying berupa Bullying secara fisik, ferbal, dan rasional yang sama-sama menimbulkan dampak negatf bagi pelaku maupun korban Bullying. Pelaku Bullying memiliki karakteristik seperti, sifat agresif, tidak memiliki empati, merasa terkuat, mengganggu teman. Sedangkan, korban Bullying cenderung memiliki rasa was-was, pendiam, pemalu, kurang sosialisasi, mudah menangis, cemas, kecil hati. Dengan adanya kasus Bullying tersebut, dibuatkan program oleh Alsaker pada tahun 2012 yaitu Program Bernese Against Victimization sebagai pencegahan Bullying dengan lima tahap yaitu, penyampaian materi, tahap pelatihan, pelatihan peer-teaching, tahap praktek dalam kelas, diskusi dan refleksi. Di TK Pelita Desa Ubung Kaja terdapat pula kejadian Bullying baik terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas. Kejadian Bullying di yang terjadi di TK Pelita Desa Ubung Kaja terjadi baik secara fisik maupun verbal, seperti memukul, mencakar, berkelahi, berkata kasar, marahmarah, dan mengumpat oleh anak-anak. Hal tersebut menjadi perhatian setiap harinya oleh guru kelas, karena dari kejadian Bullying tersebut sudah pasti akan melukai perkembangan anak tidak hanya perkembangan sosial emosionalnya, melainkan perkembangan anak lainnya juga akan terdampak. METODE Metode yang peneliti gunakan dalam menyusun tulisan ilmiah ini adalah dengan observasi dan studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif. Observasi yang dilakukan peneliti adalah dengan mengamati perilaku anak-anak selama berada di sekolah yang terkait dengan kejadian Bullying ini danpeneliti mencatat berbagai perilaku anak yang dapat dikategorikan sebagai Bullying. Metode studi literatur peneliti gunakan dengan menelaah dan memahami berbagai sumber-sumber ilmiah seperti buku dan artikel ilmiah terkait dengan kejadian Bullying dan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada bulan April-Mei 2024. Lokasi penelitian ini di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Kecamatan Denpasar Utara. Kota Denpasar. Provinsi Bali. Subjek penelitian ini adalah anak-anak Kelompok B di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Berikut merupakan tabel indikator perilaku Bullying pada anak usia dini: Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X No. Tabel 1. 1 Instrumen Perilaku Bullying Bullying Perilaku Tidak Bullying Fisik Mencubit Mendorong Mencakar Menjambak Menendang temannya Memukul/menampar/meninju Kekerasan lainnya Bullying verbal Mengejek/mengolok Menertawakan teman yang gagal Berkata kasar/tidak sopan Menggertak teman Menjulurkan lidah Ujaran kebencian lainnya Ket. Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Bullying lainnya Merobek buku/hasil karya teman Oo Mencoret-coret buku/tubuh teman Oo Merusak/menghancurkan barang teman Oo Perilaku lainnya (Sumber : Observasi Lapanga. Mengumpat Oo Tabel instrumen perilaku Bullying di atas merupakan indikator perilaku Bullying pada anak usia dini di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Hasil dari instrumen tersebut menunjukkan bahwa anak-anak masih melakukan perilaku Bullying terhadap teman yang lemah semua hal tersebut dapat memberikan dampak negatif kepada korban Bullying terhadap perkembangan sosial dan emosionalnya. Untuk itu peneliti menyajikan tabel indikator dampak dari perilaku Bullying pada anak usia dini, untuk menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari perilaku Bullying oleh anak-anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian yang telah peneliti lakukan, menunjukkan bahwa kasus Bullying yang terjadi pada anak di sekolah dapat mengancam perkembangan anak, baik dari sisi pelaku maupun Sisi korban. Perilaku Bullying yang terjadi pada anak usia dini dapat memberikan efek negatif terhadap anak. Hal ini didukung dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dengan menggunakan indikator perilaku Bullying di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Dari hasil observasi dengan menggunakan indikator perilaku Bullying peneliti mendapatkan hasil bahwa masih ada sebagian anak yang melakukan Bullying baik berupa Bullying secara verbal fisik ataupun melakukan Bullying dalam bentuk lain. Berikut merupakan sajian tabel instrumen perilaku Bullying yang digunakan sebagai penilaian dan pengkajian terhadap anak yang terdeteksi Bullying, dalam instrumen tersebut terdapat beberapa indikator. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Tabel 1. 2 Indikator Dampak Perilaku Bullying pada Anak Usia Dini No. Indikator Dampak pada Sosial Emosional Enggan berinteraksi dengan lingkungannya Takut berjumpa orang lain Pembangkang Menarik diri/penyendiri Kecemasan Pemalu Penakut Sering menangis/sedih /murung Temperamental Tidak tertarik pada kegiatan di sekolah Keras kepala Suka merusak barang disekitarnya Suka memberontak Keterangan : P = Pelaku Bullying K = Korban Bullying Berdampak Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Subjek Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Dari daftar tabel 1. 2 di atas menunjukkan bahwa korban Bullying lebih banyak terlihat mengalami perubahan pada dirinya sehingga hal tersebut dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Peneliti menggunakan Indikator dampak perilaku Bullying di atas sebagai instrumen penelitian untuk mengetahui dampak yang disebabkan oleh perilaku Bullying di lingkungan anak usia dini, serta sebagai media menuangkan data-data observasi yang telah peneliti lakukan sebelumnya. Perilaku Bullying yang dilakukan oleh pelaku Bullying akan berdampak pada perkembangan sosial dan emosionalnya sebab sebagai pelaku Bullying yang bersangkutan akan merasa besar kepala atau merasa semakin kuat dibandingkan yang menjadi korbannya. Jika tidak diberikan Penanganan dan stimulasi yang tepat pada pelaku maupun korban Bullying, maka akan berdampak pada perkembangan sosial emosional dan aspek perkembangan lainnya dalam diri anak secara berkelanjutan (Munawarah & Diana, 2. Dengan adanya tabel 1. 1 dan 1. 2 menunjukkan bahwa perilaku Bullying di TK Pelita Desa Ubung Kaja oleh anak-anak masih dalam bentuk Bullying fisik berupa mendorong temannya, menendang temannya, dan memukul temannya. Sedangkan Bullying verbal yang dilakukan anak-anak berupa perilaku mengejek temannya yang belum berhasil atau berbeda dari si pelaku, berkata kasar atau tidak sopan terhadap temannya, menjulurkan lidah seperti meledek, dan mengumpat temannya. Selain itu masih ada juga anak-anak yang melakukan perilaku Bullying sampai merobek buku temannya mencoret-coret buku atau badan temannya, dan merusak barang orang lain. Semua perilaku Bullying tersebut dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap teman atau korban perilaku Bullying tersebut baik secara sosial dan emosional korban. Anak yang menjadi korban perilaku Bullying akan merasa terintimidasi lebih menarik diri atau menjadi penyendiri penakut, pemalu, anak bisa jadi tidak tertarik dengan kegiatan di sekolah dan menjadi anak yang sedih. Ketika perilaku Bullying itu terjadi di dalam kelas ataupun di luar kelas yang dilakukan oleh pelaku, guru langsung memberikan pemahaman dan meminta dengan tegas kepada anak yang melakukan Bullying agar tidak mengulangi, serta guru memberikan ketegasan dengan meminta anak atau pelaku Bullying meminta maaf kepada temannya yang menjadi korban Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Bullying. Hal tersebut menjadi solusi dari perilaku Bullying yang dilakukan oleh anak-anak di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Selain itu ibu guru kelas juga memberikan pemahaman terkait pendidikan moral dan mengarahkan serta mendidik anak-anak agar tidak melakukan Bullying lagi kepada siapapun. Serta anak-anak diberikan pemahaman untuk saling menyayangi satu sama lain dengan konsep ajaran agama Hindu tatwam ASI yang berarti aku adalah kamu dan kamu adalah aku sebagai pembelajaran sederhana bahwa kita semua sama yaitu sama-sama diciptakan oleh Tuhan untuk saling menyayangi, tidak menyakiti dan saling menjaga. Selain itu guru kelas juga memesankan kepada seluruh anak-anak Apabila ada yang menjadi korban Bullying agar bisa melawan pembullyan tersebut, agar seseorang yang menjadi pelaku Bullying tidak semena-mena dengan orang lain dan sebagai bentuk pertahanan dan pembelaan diri anak ketika diserang atau dibully oleh orang lain. SIMPULAN Kejadian Bullying pada anak usia dini merupakan kejadian yang bersifat negatif dan juga berdampak negatif baik kepada pelaku Bullying maupun korban Bullying. Karena hal tersebut akan berpengaruh pada masa depan anak dan pada proses perkembangan sosial dan emosional anak serta aspek perkembangan lainnya pada anak jika tidak ditangani dan tidak diberi pemahaman dengan baik dan secara kontinyu. Perilaku atau kejadian Bullying pada anak usia dini harus diberikan pemahaman terus-menerus sampai anak menjadi paham dan tidak akan mengulangi perilaku Bullying terhadap temannya ataupun terhadap orang lain. Peran orang tua untuk memperhatikan buah hatinya di lingkungan rumah sangat diharuskan untuk memantau tumbuh kembang anak dan peran guru di sekolah dalam mengawasi dan mendidik anak-anak tidak hanya untuk mengajari membaca menulis ataupun berhitung serta bermain, namun juga mengawasi dan mendidik anak dari segi perilaku dan Memberikan pemahaman dan pendidikan pada anak untuk mencegah terjadinya Bullying diperlukan kontribusi dari orang tua dan guru di sekolah dengan mendidik dan menekankan tentang sikap, perilaku, dan adab sebagai manusia serta memberikan pemahaman kepada anak Apabila ada orang lain yang menyerangnya atau membully anak, patut dilawan agar orang tersebut tidak semena-mena dengan orang lain. Guru dan Orang tua juga patut mengajarkan bagaimana cara melawan orang yang bersikap tidak baik kepada diri sendiri sebagai pembelajaran kepada anak untuk pertahanan diri dan pembelaan diri DAFTAR PUSTAKA