P a g e | 75 Jurnal Kesehatan Primer Vol 10. No. 1 May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp PEER ASSISTED LEARNING (PAL) PROGRAM AT SKILLS-LAB. WAINGAPU NURSING STUDY PROGRAM. HEALTH POLYTECHNIC. KUPANG Melkisedek Landi1. Yayi Suryo Prabandari 2. Tridjoko Hadianto3. Umbu Nggiku Njakatara4. Umbu Putal Abselian5 Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada. Indonesia Faculty of Medicine. Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada. Indonesia Poltekkes Kemenkes Kupang. Indonesia Email: melki. landi2@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: April/13/2025 Revised date: May/20/2025 Accepted date: May/30/2025 Keywords: Peer Assisted Learning. Skills lab. Diploma in Nursing. ABSTRACT/ABSTRAK Background: Many studies have reported efficacy of the PAL, but the application has not been a lot of diploma programs. Purpose: To determine differences between PAL tutor guidance and skills lab perception. Method: Quantitative studies, randomized control trial the first year nursing diploma students (N=. PAL tutor students second year, 5 experimental groups and 5 control group, for both of skills PAL tutor guidance and skills lab perception within 2 weeks. Results: Mean first intervention group 83. 15 and the control 91 Mean second intervention group 91. and the control group 79. Mann-Whitney first 238 and second 0. Mean perception PAL 4. 45 to 4. 67 of the range 5. Spearman Correlation first perception 0. and perception of both -0. Conclusions and Recommendations: Students who attend PAL value higher than that do not follow PAL. Student perceptions about the PAL is good. Further research needs to be done PAL relationships between learning styles. GPA, good motivation for PAL tutors and participants. Kata Kunci: Diploma Keperawatan. PAL. Skills lab. P a g e | 76 Latar Belakang: Banyak penelitian melaporkan manfaat yang baik dari PAL, namun aplikasi pada program diploma belum banyak. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan bimbingan tutor PAL dan persepsi di skills lab. Metode: Studi kuantitatif. Randomized controle trial pada mahasiswa diploma keperawatan tahun pertama (N=. Tutor PAL mahasiswa tahun ke dua, 5 kelompok ekperimen dan 5 kelompok control, untuk dua keterampilan dalam waktu 2 minggu. Hasil: Mean kelompok intervensi pertama 83,15 dan kelompok kontrol 78,91. Mean kelompok intervensi kedua 91,24 dan kelompok kontrol 79,79. Mann-whitney intervensi pertama 0,238 dan kedua 0,001. Mean persepsi PAL 4,45 - 4,67 dari rentang 5. Korelasi spearman persepsi pertama 0,173 dan persepsi kedua -0,265. Kesimpulan dan Saran: Nilai mahasiswa yang mengikuti PAL lebih tinggi dari yang tidak mengikuti PAL. Persepsi Mahasiswa tentang PAL baik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut hubungan PAL dan gaya belajar, indeks prestasi, motivasi baik untuk tutor PAL maupun CopyrightA Year Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: Melkisedek Landi Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada. Indonesia Email: melki. landi2@gmail. P a g e | 77 INTRODUCTION Pendidikan berinovasi dalam menggunakan ajaran dan teknik baru untuk meningkatkan kemampuan belajar Salah satu pendekatan yang digunakan adalah peer assisted learning . elanjutnya disebut PAL). Metode belajar ini mulai banyak digunakan karena lebih mendorong partisipasi aktif dan berpikir kreatif mahasiswa (Burke et al. Banyak keuntungan yang didapat dari PAL, salah satunya mahasiswa lebih akrab dengan tutor PAL dibandingkan dengan dosen, pembelajaran Interaksi dengan rekan sebaya juga diketahui dapat meningkatkan rasa percaya diri dan komitmen untuk bekerja, meningkatkan perhatian bersama antara peserta dan bermanfaat untuk peningkatan keterampilan. (Burke et al. , 2. (Buckley & Zamora, 2. PAL merupakan strategi pendidikan yang menarik di sekolah kedokteran di seluruh dunia (Sobral. Beberapa bimbingan dari PAL efektif dan bahwa tidak ada perbedaan hasil antara bimbingan dosen dan PAL (Glynn et al. , 2. (Bulte et al. , 2. (Heckmann et al. , 2. (Patel et al. , 2. (Duran-Nelson et al. , 2. Aplikasi PAL dalam program diploma belum banyak diketahui. Hasil komunikasi peneliti dengan jurusan lain di Poltekes Kupang, didapatkan bahwa PAL belum Dalam studi literatur yang dilakukan oleh peneliti, belum didapatkan referensi tentang aplikasi PAL pada pendidikan diploma keperawatan di Indonesia. Peneliti berpendapat, satu usaha yang mungkin dapat dilakukan sebagai inovasi dalam pendidikan diploma keperawatan di skills lab adalah dengan menerapkan metode PAL. Namun, perlu diingat bahwa PAL bukanlah untuk mengganti fungsi dosen sebagai tenaga pengajar, namun sebagai pelengkap atau tambahan dalam proses belajar mengajar. Potensi yang Prodi Keperawatan Waingapu adalah tersedianya asisten lab, yang belum diberdayakan untuk membantu proses pembelajaran, sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi momentum pemberdayaan asisten skills lab di Prodi Keperawatan Waingapu. Penerapan metode PAL dalam program pendidikan dapat dilakukan bila ternyata dari hasil penelitian ini didapatkan ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang melaksanakan metode PAL dengan yang tidak melaksanakan metode PAL. Berdasarkan pejelasan di atas penelitian ini dilakukan dengan tujuan, mengetahui perbedaan nilai keterampilan klinik mahasiswa peserta PAL dan non PAL di skills lab serta persepsi mahasiswa peserta PAL. RESEARCH METHOD Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah true eksperimental dengan post-test only control design. Para partisipan dikelompokan secara random dalam dua kelompok. Penelitian ini memberikan kondisi berbeda kepada dua kelompok mahasiswa dalam pembelajaran di skills lab. Lima kelompok merupakan kelompok intervensi, diberi perlakukan berupa latihan tambahan skills lab dengan PAL dan lima kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol, yang berlatih secara mandiri. Sebelum berlatih semua kelompok dibimbing sekali oleh instruktur Kelompok intervensi dan kontrol ditukar pada intervensi ke dua. Keterampilan yang digunakan adalah perawatan luka bersih dan pemberian makanan lewat NGT. Setelah poses P a g e | 78 pembelajaran selama satu minggu, peserta dinilai lewat ujian praktik dengan sebelumnya diberikan kuesioner persepsi pada kelompok Subyek penelitian adalah 99 mahasiswa tahun pertama Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi Keperawatan Waingapu yang dibagi dalam 10 kelompok pembelajaran, sepuluh orang per kelompok. Kriteria inklusi peserta adalah mahasiswa angkatan tahun 2013 aktif yang sedang menjalani pembelajaran keterampilan klinik di skills lab. Tutor PAL dipilih dengan kriteria IP lebih dari 3. 00 dan tidak bermasalah secara perilaku. Dosen pembimbing yang terlibat dalam penelitian ini sudah menjadi dosen pembimbing atau pengajar baik di skills lab, klinik atau proses pengajaran di kelas minimal selama satu tahun. Dosen penguji adalah dosen netral yang tidak terlibat dalam proses Nilai pencapaian keterampilan prosedur perawatan luka dan pemberian makanan lewat NGT di skill lab menggunakan checklist Asuhan Keperawatan KDM II. Aspek yang dinilai terdiri fase orientasi, kerja, terminasi dan penampilan selama tindakan. Pilihan penilaiannya ya jika dilaksanakan/ditunjukkan dengan baik dan tidak jika tidak dilaksanakan atau dilaksanakan dengan kurang baik. Kuesioner ini telah divalidasi oleh AIPDIKI provinsi Jawa Tengah. Peneliti melakukan content validity dengan mengkonsultasikan instrumen kepada ahli keperawatan. Intrumen mengenai persepsi mahasiswa terhadap PAL terdiri dari delapan pertanyaan yang diadopsi dari Field et al. , 2007, yang menanyakan persepsi mahasiswa terhadap sesi pelatihan, kemampuan tutor dalam memberikan penjelasan, kenyamanan dalam bertanya dan apakah proses PAL di rekomendasikan kepada teman yang lain (Field et al. , 2. Instrumen kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Program Studi Keperawatan Waingapu. Uji keterbacaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama peneliti delapan mahasiswa mahasiswa semester empat yang kebetulan ditemui . onvenience samplin. di meminta membacakan kalimat setiap item pertanyaan dan memberikan komentar mengenai kata-kata yang kurang dipahami, kemudian memberikan saran dan komentar untuk perbaikan, dan semuanya menyetujui masukan pada tahap pertama. Selanjutnya, peneliti melakukan uji keterbacaan tahap ke dua dengan memilih lima orang mahasiswa semester empat, dan semuanya menyatakan item pada kuesioner dapat dipahami dengan baik. Kemudian, meminta kepada ahli bahasa Inggris untuk menerjemahkan kembali dan mengatakan bahwa maknanya sama. Uji validitas menunjukan dari delapan item pertanyaan, lima item yang valid . > 0,. Uji reliabilitas terhadap lima item pertanyaan yang valid, alfa cronbach: 0,727. Penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan ethical clearance dari Medical and Health Research Ethics Committee (MHREC) Faculty of Medicine Gadjah Mada University dengan nomor KE/FK/1046/EC. RESULTS AND DISCUSSION Pelaksanaan PAL ini didasarkan pada 13 dimensi organisasional oleh Toping dan Ehly (Topping & Ehly, 2. P a g e | 79 Tabel 1. Dimensi organisasional aplikasi PAL di skills lab Prodi Keperawatan Waingapu Dimensi Konten kurikulum Cara kontak Inter/intra institusi Tahun Kemampuan Keberlanjutan Waktu Tempat Karakteristik asisten pengajar Karakteristik Tujuan Keikutsertaan Reinforcement Bentuk aplikasi PAL Dua keterampilan klinik 1 asisten mengajar 1 kelompok . Intra institusi Berbeda angkatan, 1 tahun di atas peserta Berbeda Sementara . ji cob. Di luar waktu perkuliahan Skills-lab Prodi Keperawatan Waingapu . ntra kampu. Mahasiswa senior satu angkatan di atas peserta, dengan kriteria inklusi IP 00 dan tidak ada masalah dengan . ekomendasi Seluruh angkatan tahun Penguasaan keterampilan klinik Voluntary/tidak wajib Penilaian formatif Dari 99 reponden peserta PAL yang dilibatkan dalam penelitian ini, tersisa 94 orang Tabel 2. Karakteristik responden Item IP semester I Umur Nilai praktik I Nilai Praktik II Mean Mode Hasil ujian praktik I atau perawatan luka bersih untuk kelompok intervensi 13 orang . ,14%) tidak lulus dari 48 peserta, dengan mean 85,15 dan SD 16,28. Pada kelompok kontrol, dari 46 peserta sejumlah 14 orang . ,75%) tidak lulus dengan mean 78,91 dan SD 19,45. Hasil ujian praktik II atau pemberian makanan lewat NGT untuk kelompok intervensi 3 orang . ,97%) tidak lulus dari 46 peserta, dengan mean 91,24 dan SD 8,29. Pada kelompok kontrol, dari 48 peserta 12 orang . ,33%) tidak lulus dengan mean 79,79 dan SD 13,42. Tabel 3. Nilai ujian praktik kelompok kontrol dan kelompok intervensi Ketera Praktik Praktik Kelompok Kelulusan Lulus Tidak Kontrol Intervensi Kontrol Intervensi Peneliti Nilai Mean 19,45 16,28 13,42 8,29 yang menjadi responden, yang terdiri dari 23 lakilaki dan 71 perempuan. Dengan usia termuda adalah 17 tahun dan yang tertua berusia 24 Kolmogorov-Smirnov dengan . > 0,05. Hasilnya . 000, yang berarti tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji yang dilakukan adalah uji P a g e | 80 non parametrik dengan menggunakan man whitney test. Uji shapiro-wilk diperoleh p < 0,05, yang berarti data Hasil uji untuk nilai ujian pertama berdistribusi tidak normal, kecuali ujian II sebesar didapatkan . 0,238. Karena nilai lebih dari 0,06 dan jenis uji yang digunakan adalah 0,05, maka H0 diterima, yang berarti tidak ada Spearman's rho. Uji korelasi persepsi intervensi I perbedaan yang bermakna. Hasil uji untuk nilai dan ujian I memperoleh nilai r : 0,177 dan nilai p ujian kedua didapatkan Asymp. Sig. -taile. : 0,228, yang berarti mempunyai korelasi sangat 0,000. Karena nilai kurang dari 0,05 maka H0 lemah dan mempunyai hubungan yang tidak ditolak, yang berarti bahwa ada perbedaan yang bermakna antara nilai kelompok intervensi dan intervensi II dan ujian II adalah nilai r -0,163 dan nilai kelompok kontrol. nilai p: 0,279, yang berarti mempunyai korelasi Semua kuesioner persepsi mahasiswa tentang PAL dikembalikan . espon rate 100%). Nilai-nilai sangat lemah dan mempunyai hubungan yang tidak bermakna. Dari total jawaban persepsi 94 responden didapatkan nilai 2 untuk item nilai jawaban Pembahasan terendah hanya pada item 4. Mean nilai persepsi Menurut Topping dan Ehly, ada lima terendah adalah 4,44 dan tertinggi adalah 4,67 kelompok proses yang dapat membuat PAL dari rentang 5. Mean total nilai persepsi adalah 22,48, median 22,75. pesertanya, yaitu proses penyelenggaraan PAL, konflik kognitif, scaffolding dan manajemen Tabel 4. Persepsi partisipan terhadap PAL Item Sesi latihan menarik Latihan sesuai harapan Penjelasan mudah Umpan balik yang Percaya diri setelah sesi Total error, komunikasi, dan proses afektif yang terjadi (Topping & Ehly, 2. Menurut peneliti. Mean terpapar dengan materi keterampilan yang walaupun dalam jangka pendek proses ini sudah terlihat dalam uji coba yang dilakukan. Dengan PAL meluangkan waktunya untuk mengikuti ataupun secara individual, menerima feedback. Pada proses konflik kognitif, peserta merefleksikan apa P a g e | 81 yang dia fahami dengan proses yang dialaminya untuk menerapkan konsep tersebut. Proses ini selama sesi PAL untuk memperbaiki yang masih membutuhkan feedback yang baik, dengan perlu diperbaiki, bertentangan atau apa yang proses afektif dan hasil kognitif yang berasal lima Faktor interaksi sosial dalam hal ini subproses-proses yang berulang terus menerus. adalah proses diskusi dan pemberian feedback Hubungan ini terus berkembang, dengan model oleh asisten dalam sesi. Pada proses scaffolding yang harusnya terus bergerak dari tingkat dan manajemen error, peserta dibantu PAL permukaan ke strategis dan dari deklaratif menemukan kelemahan atau kesalahannya dan menjadi prosedural dan kondisional (Topping & berlatih untuk meningkatkan kemampuannya Ehly, 2. Pada intervensi pertama, walaupun ada secara bertahap. Pada proses bimbingan PAL juga ada komunikasi yang baik dan dinamis, terhadap kelompok kontrol sebesar 4,2, namun secara statitistik tidak bermakna. Namun, pada Proses afektif yang terjadi bisa ujian kedua perbedaan nilai intervensi dan berupa hubungan saling percaya antara kedua kontrol menjadi bermakna. Hasil penelitian ini belah pihak, yang meningkatkan animo untuk sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu, bertanya ataupun untuk mencoba. 4 Proses yang menyebutkan kecenderungan perubahan berikutnya adalah penambahan pengetahuan peningkatan performance kegiatan hasil belajar . , selalu baik pada penampilan kedua. Homans. Nadler dan Fisher menyebutkan bahwa hampir pemahaman baru . , mirip dengan semua penilaian terhadap tutor meningkat pada konsep asimilasi dan akomodasi Piaget. Hal ini pertemuan kedua daripada pertemuan pertama. Hal ini terjadi karena tutor lebih jelas dan lebih . , baik dalam menjelaskan, lebih terorganisir dan disesuaikan dengan kekhasan dalam persepsi lebih siap pada fase kedua dari fase pertama. (Topping & Ehly, 2. Tutor juga dianggap lebih percaya diri, antusias. PAL memungkinkan suksesnya praktik, santai dan termotivasi pada kesempatan kedua yang mengarah ke konsolidasi, kelancaran, dan dibandingkan dengan yang pertama (Field et al. bersama antara PAL dan peserta . , menyebabkan generalisasi dari yang spesifik P a g e | 82 Walaupun menyebutkan manfaat PAL, namun beberapa secara luas atau menyeluruh dikaitkan dengan hasil akademiknya (Yu et al. , 2. penelitian memberi catatan tentang pelaksanaan Teori belajar sosial Bandura menjelaskan PAL pada keterampilan klinik. Batchelder et al. ada 4 faktor yang dibutuhkan untuk PAL seseorang dalam belajar lewat pengamatan dan kemudian menirunya, tahap pertama yaitu mengikuti ujian dan familier dengan gaya ujian, namun intervensi tersebut mungkin terbatas . , reproduction . , dan motivation . , untuk menirukan model mahasiswa, dan BR, mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ujian, namun masih belum terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa mengharapkan perilaku tersebut mengarah pada (Batchelder et al. , 2. (Rengier F Raupach et al, 2. Penelitian lain dari Roupach juga menjelaskan bahwa PAL pada kelompok kecil dilaksanakan oleh tutor PAL dan peserta dengan efektif dalam menghasilkan upaya dan efek fokus pada keterampilan di skills lab. Iwasiw dan belajar, namun perbedaan tersebut jadi tidak Goldenberg dalam observasinya menggunakan bermakna ketika format ujian dirubah dari teori Bandura menjelaskan bahwa PAL kurang bermakna pada psikomotor, namun bermakna penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas pada proses kognitif (Iwasiw & Goldenberg. PAL dan efek ujian dalam menghasilkan upaya (Hergenhahn PAL walaupun efektif untuk . Dalam Pada belajar dan belajar efek (Raupach et al. , 2. Proses latihan di skills lab penting untuk Pada penelitian ini, bentuk yang bersifat formatif peningkatan keterampilan. Ada tiga tahapan juga dimungkinkan mempengaruhi nilai ujian untuk menjadi terampil, yaitu : fase kognitif, fase Review sistematik Yu et al,. fiksasi dan fase autonomi. Sesuai dengan hal bahwa walaupun ada banyak penelitian yang tersebut, proses berlatih dan mencoba dalam menunjukan keberhasilan PAL, namun hasilnya rangka untuk menguasai suatu keterampilan masih pada konteks yang spesifik dan belum Dijelaskan juga bahwa dari empat tahap ZPD P a g e | 83 Vytgotsky, tahap satu dan dua yang sejajar dengan nilai rata-rata di atas empat dari dengan fase kognitif dan asosiasi berlangsung maksimal lima. Proses ini mungkin bisa dijelaskan selama pembelajaran di kelas dan latihan di skills dengan teori yang dikemukan oleh Moust. lab (Dunphy & Dunphy, 2. Lebih tingginya Supaya tutor PAL dapat berfungsi dengan efektif nilai ujian praktik pada kelompok PAL sudah perlu adanya keselarasaan kognitif. Tutor yang sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya mempunyai keselarasan kognitif yang baik akan yang menjelaskan bahwa PAL efektif dalam proses bimbingan (Field et al. , 2. Penelitian lain dari Toolsgard menyebutkan bahwa pada pembelajaran keterampilan prosedural, fungsi PAL hampir sebanding dengan fungsi dosen Tutor hanya dapat melakukan ini (Tolsgaard et al. , 2. dengan baik jika menguasai materi yang relevan Menurut Toping dan Ehly beberapa penelitian terbaru menunjukan penerapan tutor Mungkin ini merupakan salah PAL dengan kemampuan yang lebih dekat satu penyebab nilai praktik mahasiswa yang dengan tutees lebih menguntungkan, sehingga dibandingkan dengan nilai mahasiswa tanpa dengan keuntungan ganda untuk tutor dan PAL tutor PAL (Moust & Schmidt, 1. Model PAL yang disarankan adalah near Namun, pada item Auapakah penjelasan peer karena mampu meminamilisir dampak mudah dipahamiAy, ada peserta yang menjawab negatif dari PAL dengan level yang sama seperti tidak setuju atau nilai dua. Kesulitan dalam kurang yakin terhadap kemampuan atau kurang memfasilitasi pembelajaran pada PAL perhatian terhadap tutor. ditemui pada beberapa penelitian. Loke dan Oleh karena itu penelitian ini juga sejalan dengan pemilihan tutor Chow PAL, yaitu berasal dari senior yang tutoring, peserta pasti mempunyai pengalaman, tingkatannya, satu tahun di atasnya, tetapi masih baik positif maupun negatif dari PAL. Pengalaman intra kampus (Tolsgaard et al. , 2. positif adalah peningkatan keterampilan belajar. Pada menyebutkan bahwa dalam proses PAL, rata-rata semua mahasiswa pribadi, sedangkan pengalaman negatif adalah memberi penilaian yang baik untuk aplikasi PAL, mencocokkan gaya belajar yang serasi antara P a g e | 84 tutor dan tutees, dan komitmen waktu yang dan keterampilan yang sesuai. Untuk penelitian diperlukan (Moust & Schmidt, 1. ini sudah dilakukan pelatihan tutor PAL selama Komitmen waktu dalam proses PAL menjadi hal yang penting untuk keefektifan Sejalan dengan itu, banyak penelitian menyebutkan beberapa kendala yang dijumpai yang menganjurkan diterapkannya PAL dalam dalam pelaksanaan PAL di skills lab, yaitu: rendahnya motivasi internal peserta, kesempatan menyebutkan bahwa ada ketakutan oleh tenaga Saputra intruktur dosen. dua kali, dan review bimbingan skills lab untuk 32Penilaian peserta berdasarkan kehadiran peserta Gray Smith, perawat saat penempatan praktik pertama mereka dan proses bimbingan model mentorship penelitian ini sedikit sulit karena kehadiran sangat membantu. Buckley dan Zamora, 2007. peserta diwajibkan 100%. Peserta yang datang ten Cate et al. , 2012, menyebutkan bahwa bahwa tanpa persiapan juga sulit diidentifikasi karena mahasiswa kedokteran junior tidak dirugikan tidak dieksplorasi dalam penelitian ini. Untuk ketika sedang diajari oleh mahasiswa kedokteran masalah kesempatan berlatih, masalah utama senior, bahkan PAL memiliki manfaat yang yang ditemui mirip dengan hasil observasi hampir sama dengan staf fakultas (Gray & Smith, peneliti, yaitu bahwa ketika anggota terlambat 2. (Buckley & Zamora, 2. (Akbar et al. Aplikasi PAL menjadi salah satu solusi yang terganggu seluruhnya. baik mengurangi waktu, energi, motivasi, dan Persiapan dalam pelaksanaan PAL juga sumber daya lain yang tersedia untuk mengajar menjadi hal yang penting. Persiapan yang kurang dan dapat secara efektif mengisi kesenjangan baik akan berdampak pada hasil. Penelitian masalah pendidikan dengan biaya yang efisien Branagan et al,. menunjukkan bahwa walau untuk program universitas sekaligus mengurangi banyak respon positif PAL, namun diakui bahwa pemberian feedback lebih bagus diberikan oleh meninggalkan pengaturan diklinis. instruktur fakultas, dan juga disebutkan bahwa Ancaman terhadap validitas internal yang tidak ada penurunan kecemasan dalam berlatih sulit dikontrol adalah difusi treatment, yaitu dengan kelompok PAL pada mahasiswa tahun interaksi kelompok kontrol dan intervensi . en Hal ini disadari oleh peneliti dengan Cate et al. , 2. Tindakan yang dilakukan melakukan persiapan pelatihan tutor yang baik peneliti adalah berusaha menjaga keterpisahan P a g e | 85 antara dua kelompok ini selama latihan di skills lab, namun peneliti sulit memantau interaksi di luar skills lab. Walaupun hal ini telah menjadi mengusahakan keterampilan prosedural yang membutuhkan alat dan bahan, sehingga jika ada interaksi antara kelompok kontrol dan intervensi di luar skills lab, hal tersebut tidak maksimal karena tidak ada interaksi dalam bentuk latihan di skills lab. CONCLUSION Nilai mahasiswa yang mengikuti PAL lebih tinggi dari yang tidak mengikuti PAL, mahasiswa yang mengikuti PAL mempunyai persepsi yang baik tentang PAL. Peneliti mengusulkan supaya PAL dapat di terapkan dalam proses pembelajaran, menggunakan PAL untuk latihan di skills lab pada perbaikan aplikasi PAL sehingga tidak hanya pada pembelajaran yang lain, menjadwalkan PAL Saran prestasi, motivasi baik untuk tutor PAL maupun peserta/tutees. REFERENCES