Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Pelatihan Keluarga Tangguh Narkoba: Membangun Ketahanan Lingkungan Keluarga untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkotika di Desa Jia Kec. Sape Nasaruddin1. Ikhsan Maulana2. Kasmar3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Bima *e-mail: nasarhb@gmail. com1, ikhsanmaulana@umbima. id 2kasmaridris@gmail. *Corresponding Author e-mail: nasarhb@gmail. Abstrak Penyalahgunaan narkotika di desa Jia. Kecamatan Sape menunjukkan kecenderungan meningkat dan memerlukan strategi pencegahan yang melibatkan keluarga sebagai unit sosial paling dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui program Pelatihan Keluarga Tangguh Narkoba. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan berbasis materi interaktif, simulasi komunikasi antara orang tua dan anak, diskusi kelompok, serta pendampingan praktik untuk menguatkan kemampuan keluarga dalam deteksi dini dan pengawasan perilaku berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang bahaya narkoba, meningkatnya keterampilan komunikasi keluarga, serta bertambahnya kemampuan dalam mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan zat pada anggota Selain itu, peserta menunjukkan motivasi lebih tinggi untuk menciptakan lingkungan keluarga yang suportif dan bebas narkoba. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Sape dan dapat menjadi model intervensi berkelanjutan untuk wilayah lain. Kata kunci: Keluarga Tangguh. Narkoba, penyalahgunaan Narkotika. Desa Jia PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkoba dikalangan pemuda merupakan isu sosial yang krusial dan memiliki konsekuensi luas bagi masa depan negara. Kaum remaja sebagai kelompok yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan serta tekanan sosial sering kali menjadi target utama dalam peredaran narkoba. Situasi ini menimbulkan risiko bagi kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial baik di tingkat lokal maupun nasional Agustapa. AuStrategi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bonedalam Upaya Pencegahan Dan PenanggulanganPenyalahgunaan Narkotika,Ay Jurnal Ilmu Hukum Pengayoman 2, no. : 66Ae73. Maka dari itu, langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba harus diutamakan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, institusi pendidikan, aparat desa, serta organisasi yang berkaitan P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 seperti Badan Narkotika Nasional (BNN)(Abdul Rashid. , \& Abd Rahim. Alim. M n. Kurangnya pengetahuan remaja terkait risiko penyalahgunaan narkoba serta rendahnya pengawasan dari keluarga menjadi penyebab utama yang memicu tingginya tingkat penggunaan narkotika. Sosialisasi yang baik tentang efek negatif narkoba sangat krusial untuk meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda agar mereka dapat menolak tawaran untuk menggunakan zat terlarang. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dan figur-figur lokal dalam memberikan pendidikan dan pengawasan juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pencegahan ini. Desa Jia yang merupakan daerah dengan potensi risiko penyalahgunaan narkoba memerlukan perhatian khusus dalam hal ini(Abdul Rashid, , \& Abd Rahim. Achmadin and Fattah n. Alim. M n. Strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang diterapkan oleh BNN dan lembaga terkait di berbagai wilayah menunjukkan bahwa metode yang berfokus pada pendidikan dan sosialisasi adalah yang paling berhasil. Program-program yang menekankan pada pendidikan, pengawasan, dan dukungan sosial mampu menurunkan tingkat penggunaan narkoba di kalangan anak muda. Cara ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai risiko narkoba, tetapi juga mengembangkan kesadaran hukum dan etika yang kokoh agar generasi muda dapat membuat pilihan yang tepat dalam hidup mereka(Akram. Ahmad. , \& Saad. Ali. Alshammary. , \& Basri. R n. Selain itu, interaksi yang melibatkan berbagai komponen masyarakat seperti petugas desa, polisi, dan tokoh masyarakat dapat membangun suasana yang mendukung dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. (Muslim and Nasarudin 2. Signifikansi kolaborasi antar lembaga untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk narkoba. Partisipasi masyarakat secara proaktif dalam pemantauan dan komunikasi yang intens dengan anak-anak merupakan faktor kunci untuk membentuk sistem pencegahan yang berkelanjutan(Mulyasa. , \& Asrori. M n. Nurazizah. Rukajat, and Ramdhani n. Dampak dari penyalahgunaan obat terlarang tidak hanya merugikan orang yang menggunakannya, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang Penggunaan narkoba dapat mengurangi kesejahteraan ekonomi baik bagi keluarga maupun masyarakat secara keseluruhan Feri Irawan et al. Sosialisasi Dampak Narkoba Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Dan Strategi Pencegahannya Bagi Pelajar Di Desa Muer Kecamatan Plampang, 2024, 1Ae4. Peran pemuda sebagai penggerak perubahan sangat krusial dalam usaha mencegah penyalahgunaan Memfasilitasi remaja melalui penyuluhan dan pendidikan anti narkoba dapat membentuk sikap kritis serta tanggung jawab sosial. Dengan cara ini, generasi muda tidak hanya menjadi sasaran perlindungan, tetapi juga subjek yang aktif dalam menjaga lingkungan dan menghindari penyalahgunaan narkoba di sekitar mereka(Ghazi. , \& Marimba. M n. Muslich. , \& Fata. Pengalaman dari berbagai lokasi membuktikan bahwa keberhasilan program pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat dipengaruhi oleh partisipasi semua P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 pihak dan kelangsungan program tersebut. Penyuluhan yang berlangsung terusmenerus dan terorganisir dapat menciptakan generasi unggul yang cerdas dan bebas narkoba Abdul Aziz et al. Remaja Cerdas . Masa Depan Gemilang Dengan Sosialisasi Anti Narkoba Sebagai Pilar Generasi Emas, 03, no. : 473Ae82. Oleh sebab itu, pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Jia ini dimaksudkan untuk menerapkan strategi pencegahan dengan melibatkan edukasi, sosialisasi, serta diskusi interaktif dengan berbagai pihak terkait(Nawir. Irdansyah, and Lamabawa Zainiyati n. METODE PENGABDIAN Metode pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mengadopsi metode kualitatif dengan penekanan pada sosialisasi, pendidikan, dan dialog interaktif sebagai strategi utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda di Desa Jia. Kecamatan Sape. Metode ini dipilih untuk menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan membangun kesadaran serta keterlibatan aktif masyarakat secara partisipatif. (Mubarak 2. Pelaksanaan program dimulai dengan langkah persiapan yang mencakup pengaturan kerja sama dengan pemerintah desa. Badan Narkotika Nasional (BNN), pihak kepolisian, serta tokoh masyarakat lokal. Langkah ini ditujukan untuk merumuskan materi sosialisasi yang sesuai dan menyesuaikan cara penyampaian dengan karakteristik penduduk Desa Jia. Selain itu, dilakukan pengenalan terhadap kelompok target utama, yaitu pemuda dan keluarga yang tinggal di desa tersebut. Kegiatan pengenalan dilakukan melalui pertemuan langsung yang melibatkan anak muda, orang tua, dan pemimpin komunitas. Isi yang diberikan meliputi berbagai jenis narkotika, risiko penyalahgunaan, efek sosial dan ekonomi, serta hukuman hukum yang relevan. Penyampaian isi dilakukan dengan cara interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi kelompok untuk meningkatkan partisipasi peserta dan memperdalam pemahaman. Seluruh rangkaian kegiatan PKM ini dijalankan dengan memperhatikan norma serta budaya masyarakat setempat di Desa Jia agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif. Melalui pendekatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, diharapkan bisa tercipta kesadaran kolektif agar semua elemen masyarakat bersama-sama melindungi generasi muda dari pengaruh negatif narkoba. Dengan metode yang sistematis dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi perkembangan generasi muda di Desa Jia. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Jia. Kecamatan Sape, dalam rangka pencegahan penggunaan narkoba di kalangan generasi muda memberikan hasil yang positif. Melalui pendekatan yang meliputi sosialisasi, pendidikan, dan dialog interaktif yang melibatkan berbagai pihak P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 berkepentingan, program ini berhasil meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat, terutama remaja, tentang risiko narkoba. (Mubarak 2. Selain itu, partisipasi dari aparat desa. Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan tokoh masyarakat memperkuat kerjasama dalam upaya pencegahan. Dibawah ini diuraikan hasil-hasil utama yang diperoleh serta pembahasan mengenai efektivitas metode yang digunakan dan tantangan yang dihadapi sepanjang pelaksanaan program. Ada beberapa hasil dan sekaligus dibahas tentang kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Panitian dan anggota pengabdian pada masyarakat. Peningkatan Kesadaran Remaja Mengenai Narkoba dan dampak terhadap Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Desa Jia berhasil memperluas wawasan remaja tentang berbagai tipe narkoba, risiko penyalahgunaan, serta efek merugikan yang ditimbulkan. Menurut analisis kuesioner sebelum dan setelah kegiatan, terlihat adanya lonjakan yang signifikan dalam pemahaman peserta. Sebelum sosialisasi, hanya sekitar 40% dari remaja yang menyadari secara menyeluruh tentang bahaya narkoba, sedangkan setelah kegiatan, angka tersebut melonjak menjadi 85%. Penemuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hadijah . dan Walewangko . , yang menyatakan bahwa pendidikan yang efektif dan penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda mengenai risiko narkoba. Peningkatan kesadaran remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Remaja berada pada fase perkembangan yang penuh rasa ingin tahu, mudah terpengaruh oleh lingkungan, serta cenderung mencoba hal-hal baru tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi mengenai narkoba menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar sekaligus membentuk perilaku preventif. (Tazkirah. Ilham, and Nasaruddin 2. Pertama, peningkatan kesadaran dapat dilakukan melalui pendidikan dan penyuluhan yang berkelanjutan. Materi edukasi harus mencakup jenis-jenis narkoba, dampak fisik dan psikis, konsekuensi hukum, serta risiko sosial yang muncul akibat penyalahgunaan narkotika. Penyampaian materi perlu dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami remaja dan disertai contoh kasus nyata agar lebih relevan dengan kehidupan mereka. Lingkungan sekolah merupakan tempat strategis untuk memberikan pengetahuan ini secara sistematis melalui kegiatan seminar, kelas konseling, maupun integrasi dalam mata pelajaran (Nasaruddin. Irfan, et al. Kedua, membangun kesadaran remaja membutuhkan pendekatan partisipatif dan pengalaman langsung. Remaja lebih mudah memahami bahaya narkoba ketika mereka terlibat dalam kegiatan yang menuntut partisipasi aktif, seperti diskusi kelompok, simulasi kasus, permainan edukatif, ataupun projek kampanye anti-narkoba. Keterlibatan ini mendorong mereka berfikir kritis. P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 memahami risiko secara mendalam, dan tertanam nilai bahwa menjauhi narkoba adalah pilihan yang rasional dan bertanggung jawab. Ketiga, peningkatan kesadaran remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, terutama keluarga dan teman sebaya. Keluarga yang menerapkan komunikasi terbuka, pengawasan yang proporsional, serta memberi contoh perilaku positif dapat menjadi benteng utama dalam mencegah remaja terlibat Di sisi lain, pergaulan yang negatif atau kelompok teman sebaya yang permisif terhadap narkoba dapat meningkatkan risiko. Oleh karena itu, pemberdayaan keluarga dan pembentukan komunitas remaja sehat menjadi bagian integral dari upaya peningkatan kesadaran. Selain itu, pemanfaatan media digital juga sangat penting dalam era Konten edukatif, kampanye kreatif, video pendek, dan informasi berbasis media sosial dapat menjangkau remaja dengan lebih cepat dan efektif. Edukasi melalui platform digital mampu menyaingi informasi negatif yang sering muncul di media dan menjadi sumber pengetahuan yang kredibel bagi remaja. Secara keseluruhan, peningkatan kesadaran remaja mengenai narkoba harus dilakukan melalui pendekatan multidimensional: edukasi yang kuat, keterlibatan aktif, dukungan keluarga, lingkungan sosial yang sehat, dan pemanfaatan media Dengan membangun pemahaman yang komprehensif dan sikap yang tegas terhadap penolakan narkoba, remaja diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh serta berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. Peran Aktif Masyarakat dan Aparat Desa Peran aktif masyarakat Desa Jia menjadi elemen penting dalam upaya penanggulangan narkoba karena masyarakat adalah pihak yang paling dekat dengan dinamika sosial di lingkungannya. (Ilham et al. Warga dapat melakukan pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan, memberi dukungan sosial yang positif kepada remaja, serta menyampaikan informasi atau laporan jika terjadi indikasi peredaran atau penyalahgunaan narkoba. Melalui kegiatan keagamaan, pertemuan RT/RW, dan aktivitas kepemudaan, masyarakat juga dapat berperan sebagai agen edukasi yang menyebarkan pemahaman tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga lingkungan sosial yang sehat. Aparat desa di Desa Jia memiliki tanggung jawab struktural dalam memperkuat sistem pencegahan narkoba melalui kebijakan dan program yang Mereka dapat menyusun program Desa Bersinar (Bersih Narkob. , memfasilitasi penyuluhan bekerja sama dengan BNN, kepolisian, atau puskesmas, serta melakukan pendataan terhadap kelompok masyarakat yang rentan. (Mubarak 2. Selain itu, aparat desa juga berperan dalam menjaga koordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Babinsa untuk memastikan keamanan wilayah serta memberikan akses rehabilitasi bagi warga yang membutuhkan agar tidak terjadi stigma berkepanjangan. Sinergi antara masyarakat dan aparat desa menjadi faktor kunci keberhasilan penanggulangan narkoba di Desa Jia. Melalui kolaborasi yang kuat. P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menyeluruh. Masyarakat sebagai pengawas sosial dan aparat desa sebagai penggerak kebijakan saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang aman, sadar, dan tanggap terhadap ancaman narkoba. Kerja sama ini diharapkan mampu membangun desa yang lebih sehat, produktif, dan memiliki ketahanan sosial yang tinggi dalam menghadapi permasalahan narkotika. Untuk Membangun Ketahanan Lingkungan Keluarga untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkotika di Desa Jia Kec. SapeAy Keikutsertaan aparat desa. BNN, kepolisian, dan pemimpin komunitas dalam kegiatan ini memberikan efek positif terhadap kesadaran kolektif di Desa Jia. Diskusi yang melibatkan berbagai pihak ini memperkuat komitmen bersama untuk mengawasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba. Sood et al. dan Wahyu . menekankan bahwa kolaborasi antar lembaga sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman untuk generasi muda. Ini terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan lingkungan setelah kegiatan berlangsung. Penguatan Komunikasi antara Orang Tua dan Remaja Penguatan komunikasi antara orang tua dan remaja merupakan strategi paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba karena keluarga adalah lingkungan terdekat dan pertama yang membentuk karakter remaja. Komunikasi yang terbuka membuat remaja merasa didengar, diterima, dan dihargai sehingga mereka memiliki tempat aman untuk bercerita ketika menghadapi tekanan atau Orang tua yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi dapat membantu remaja mengekspresikan perasaan, mengurangi rasa cemas, serta membangun kepercayaan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Selain itu, komunikasi yang baik memungkinkan orang tua memberikan edukasi dini tentang bahaya narkoba secara tepat dan persuasif. Orang tua dapat menjelaskan dampak kesehatan, sosial, serta konsekuensi hukum terkait narkoba dengan bahasa yang sesuai usia dan perkembangan remaja. Melalui dialog yang rutin, orang tua dapat mengidentifikasi perubahan perilaku yang mencurigakan, seperti menarik diri, perubahan pola tidur, atau pergaulan yang tidak sehat. Deteksi dini ini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sebelum remaja terjerumus lebih jauh dalam penggunaan narkoba. Penguatan komunikasi juga membangun kedekatan emosional antara orang tua dan remaja yang berdampak langsung pada ketahanan mereka menghadapi tekanan teman sebaya. Remaja yang memiliki hubungan hangat dengan orang tua biasanya lebih berani menolak ajakan negatif dan lebih mudah mencari solusi ketika mengalami masalah. Dengan demikian, komunikasi yang sehat dalam keluarga bukan hanya mencegah narkoba, tetapi juga membentuk karakter remaja yang mandiri, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung Salah satu hasil signifikan dari aktivitas ini adalah terciptanya interaksi yang lebih mendalam antara orang tua dan anak-anak terkait ancaman penyalahgunaan P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Banyak orang tua yang sebelumnya belum menyadari betapa krusialnya keberadaan mereka dalam pengawasan kini berinisiatif untuk terlibat dalam percakapan dengan anak-anak mereka. Rekomendasi untuk Keberlanjutan Program kegiatan Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, disarankan agar kegiatan sosialisasi dan pendidikan tentang pencegahan narkoba di Desa Jia dijalankan secara berkala dan melibatkan lebih banyak pihak terkait, termasuk institusi pendidikan dan organisasi kepemudaan. Pengembangan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi pemimpin masyarakat dan perangkat desa juga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai penggerak perubahan. Keberlanjutan program seminar tentang narkoba memerlukan strategi yang terencana agar dampak edukatifnya tidak berhenti pada kegiatan satu kali. Rekomendasi utama adalah perlunya program lanjutan yang bersifat periodik, seperti penyuluhan berkala, diskusi kelompok remaja, atau pelatihan keluarga tangguh narkoba. Program rutin ini memungkinkan peserta memperbarui pengetahuan, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungannya. Selain itu, keberlanjutan dapat diperkuat dengan membentuk kelompok relawan atau satgas anti-narkoba tingkat desa atau sekolah. Agar program lebih berdaya guna, penting dilakukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, dan lembaga seperti BNN atau kepolisian. Kerja sama ini memungkinkan penyediaan narasumber berkompeten, materi terbaru, serta fasilitas pendampingan bagi remaja dan (Fathurrahman. Nasaruddin, and Herawati 2. Keterlibatan semua pihak secara konsisten menciptakan ekosistem sosial yang mendukung upaya pencegahan narkoba secara menyeluruh, sehingga tidak hanya bergantung pada satu kegiatan seminar saja. Selain itu, keberlanjutan program harus didukung dengan pemanfaatan media digital dan kampanye kreatif. Edukasi melalui video pendek, poster digital, konten media sosial, dan grup komunikasi berbasis komunitas dapat menjangkau lebih banyak orang meskipun kegiatan tatap muka belum dapat dilakukan secara Dengan kombinasi kegiatan langsung, kolaborasi antarinstansi, dan kampanye digital, program seminar tentang narkoba dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Jia. Kecamatan Sape, bahwa strategi pencegahan penggunaan narkoba yang fokus pada sosialisasi, pendidikan, dan diskusi interaktif terbukti berhasil dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran generasi muda dan masyarakat secara umum mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. (Qothiyah. Ruslan, and Nasaruddin 2. Meningkatnya pengetahuan kalangan remaja mengenai berbagai jenis narkoba dan dampak negatifnya menunjukkan peningkatan yang signifikan. P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 mencerminkan efektivitas metode penyampaian materi secara interaktif dan Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh peran aktif dari aparat desa. Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, tokoh masyarakat, serta Kerja sama antar berbagai lembaga dan komunikasi yang erat antara orang tua dan anak menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung serta kondusif untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. samping itu, pendidikan tentang konsekuensi hukum juga memiliki dampak yang menakutkan dan meningkatkan kesadaran remaja untuk menjauh dari narkoba. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan pengaruh positif dalam membangun kesadaran bersama masyarakat Desa Jia untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. Rekomendasi utama adalah agar program sosialisasi dan pendidikan mengenai anti narkoba dijalankan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan organisasi anak muda, untuk mewujudkan generasi yang sehat, berpengetahuan, dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Dengan cara ini, masa depan generasi muda Desa Jia dapat terlindungi dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan terbaik mereka. (Nasaruddin. Maulana, and Safrudin 2. Sebagai langkah lanjutan dari hasil kegiatan ini, disarankan agar pemerintah desa bersama dengan pihak berwenang terus menjalankan program sosialisasi dan pendidikan mengenai pencegahan narkoba secara teratur dan berkelanjutan. Selain itu, pelatihan untuk tokoh masyarakat, pendidik, dan orang tua juga harus diperkuat agar mereka dapat berperan sebagai agen perubahan yang efisien dalam memantau dan membimbing generasi muda. Keterlibatan aktif dari sekolah dan organisasi pemuda sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang mendukung pola hidup sehat dan bebas dari narkoba. Melalui pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, diharapkan usaha pencegahan narkoba di Desa Jia dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan hasil positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat serta masa depan generasi muda. Berikut sebagai bukti dan dokumentasi kegitan tersebut. Gambar 1. Foto bersama setelah kegiatan Seminar narkoba P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Gambar 2. Foto bersama Ketua dan anggota panitian Seminar Norkoba di kantor Desa jia kec. Sape Kab. Bima. Gambar 3. Suasana tanya jawab dan diskusi pemateri dan peserta seminar narkoba desa Jia kec. Sape Kab. Bima. P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Gambar 4. Foto bersama Ketua Panitia dengan Narasumber memberikan sertifikat pada pemateri seminar narkoba. Seminar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat mengenai ancaman narkotika yang semakin berkembang. (Tazkirah et al. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan dan sosial, pola penyebaran di masyarakat, serta strategi pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan masalah-masalah aktual terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing. Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan pemateri memberikan respons yang jelas, edukatif, dan aplikatif. Sesi diskusi ini menjadi momen penting untuk memperdalam pemahaman peserta sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam upaya pencegahan narkoba. Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas kontribusi ilmiah serta kesediaan pemateri untuk berbagi pengetahuan, panitia kemudian menyerahkan sertifikat penghargaan kepada narasumber di akhir acara. Penyerahan dilakukan secara resmi di hadapan seluruh peserta, disertai ucapan terima kasih dari panitia penyelenggara. Sertifikat ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga merupakan wujud komitmen panitia dalam menjalin kerja sama yang baik dengan para ahli dan praktisi di bidang penanggulangan narkoba. Penyerahan sertifikat diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi kegiatan dan sebagai bentuk penguatan hubungan kolaboratif untuk kegiatan edukasi masyarakat di masa mendatang. KESIMPULAN Kegiatan seminar tentang bahaya narkoba di Desa Jia. Kecamatan Sape, memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, dalam meningkatkan pemahaman mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika. Melalui pemaparan materi yang komprehensif dan sesi diskusi yang interaktif, peserta memperoleh wawasan baru tentang jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan dan sosial, serta P-ISSN 3047-4. E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 strategi pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi tentang narkoba masih sangat dibutuhkan sebagai upaya bersama dalam menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan sosial di desa. Selain itu, kegiatan seminar ini memperkuat sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan pihak terkait dalam membangun ketahanan lingkungan terhadap ancaman narkoba. Komunikasi yang terjalin selama kegiatan mendorong lahirnya komitmen bersama untuk lebih aktif mengawasi lingkungan, memberikan edukasi kepada generasi muda, serta mendukung program-program pencegahan berkelanjutan. Dengan demikian, seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal terbentuknya gerakan kolektif menuju Desa Jia yang lebih aman, sadar, dan bebas dari penyalahgunaan UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai penutup, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan seminar tentang bahaya narkoba di Desa Jia. Kecamatan Sape. Terima kasih khusus kami sampaikan kepada narasumber yang telah memberikan materi secara jelas, komprehensif, dan inspiratif sehingga peserta mendapatkan pengetahuan baru serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Penghargaan yang sama kami sampaikan kepada aparat desa, tokoh masyarakat, serta pemuda Desa Jia yang turut membantu dalam proses koordinasi dan pelaksanaan kegiatan dari awal hingga Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, baik dari kalangan orang tua, remaja, maupun masyarakat umum, yang telah mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan penuh perhatian. Partisipasi aktif melalui diskusi, tanya jawab, dan keterlibatan selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Jia memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. Semoga kerja sama dan semangat kebersamaan yang telah terbentuk dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan menjadi landasan kuat dalam menciptakan desa yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. DAFTAR PUSTAKA