Journal of Applied Multimedia and Networking (JAMN) Vol. No. Desember 2025, pp. e-ISSN: 2548-6853 Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji Grace Dea*. Aragani Timur Kanistren** * Multimedia Engineering Technology Program. Batam State Polytechnic ** Multimedia Engineering Technology Program. Batam State Polytechnic Article Info ABSTRACT Article history: Music videos represent an audiovisual art form that plays a significant role in enhancing visitors' multisensory experiences while serving as a medium for cultural information and communication, such as Malay culture. In their creation, cinematographic techniques are employed, including the camera follow technique to create exploratory and immersive impressions. This approach was applied in a Malay music video for the song "Nurlela" composed by Asbon Madjid and Bing Slamet, arranged in progressive Malay pop style. This study aims to determine the effectiveness of creating a Malay music video using the camera follow technique to visualize the Raja Ali Haji Museum in presenting its historical collections and museum protocols. The creation process utilized the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) consisting of six main stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The testing phase employed the EPIC Model method, encompassing four dimensions: empathy, persuasion, impact, and Received Aug 26th, 2025 Revised Dec 14th, 2025 Accepted Dec 24th, 2025 Keyword: Music video Malay culture Camera follow technique Raja Ali Haji Museum MDLC EPIC Model Corresponding Author: Aragani Timur Kanistren Teknologi Rekayasa Multimedia Politeknik Negeri Batam Batam Centre. Jl. Ahmad Yani. Batam Kota. Kepulauan Riau Email: aragani@polibatam. INTRODUCTION Museum Raja Ali Haji merupakan pusat pelestarian sejarah dan budaya Melayu di Kota Batam. Namun, penelitian Sinaga menunjukkan bahwa museum ini masih kekurangan media informasi sebagai pengenalan awal . Hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan brand awareness Museum Raja Ali Haji. Selain itu Yanan Wu, et al. , menyoroti minimnya pengalaman multisensori berbasis audio visual berdampak pada rendahnya antusiasme dan pemahaman pengunjung selama kunjungan museum . Hal ini memungkinkan penerapan teknik camera follow dalam konten audio visual untuk visualisasi informasi tertulis dan menampilkan alur cerita dinamis agar meningkatkan pengalaman pengunjung Museum Raja Ali Haji. Fenomena ini menunjukan perlunya optimalisasi media informasi dan pemanfaatan audio visual tepat Sebagai solusi, potensi audio visual direalisasikan melalui penciptaan video klip Melayu yang menggabungkan musik, visual, dan budaya untuk memvisualisasikan sekaligus melestarikan identitas Melayu Museum Raja Ali Haji. Tujuannya membangun relasi yang kuat antara Museum Raja Ali Haji dengan Video klip Melayu menggunakan teknik camera follow untuk memvisualisasikan Museum Raja Ali Haji melalui lagu AuNurlelaAy ciptaan Asbon Madjid & Bing Slamet dengan aransemen pop progresif Melayu. Alasannya agar pengenalan Museum Raja Ali Haji dapat diterima dan lebih mudah diingat melalui penggunaan visual storytelling pada teknik camera follow untuk menciptakan pengalaman imersif, serta audio AuNurlelaAy bernuansa Melayu untuk meningkatkan kesan Melayu. Penciptaan video klip Melayu menggunakan teknik camera follow untuk visualisasi Museum Raja Ali Haji memanfaatkan metode pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther-Sutopo dan metode pengujian EPIC Model untuk menghasilkan media informasi yang tidak hanya meningkatkan brand awareness Melayu dan Museum Raja Ali Haji, tetapi juga memperkuat nilai inklusivitas di ruang publik. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan http://jurnal. id/index. php/JAMN e-ISSN: 2548-6853 pada koleksi bersejarah, membantu para pengunjung memahami susunan ruang, urutan waktu sejarah, dan konteks dari objek-objek yang ditampilkan dalam Museum Raja Ali Haji, serta menciptakan pengalaman menonton terasa seperti tur virtual yang terarah dan informatif. RESEARCH METHOD Pada penelitian ini, video klip Melayu dirancang menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther-Sutopo dan pada tahap testing dengan pendekatan kuantitatif dianalisis menggunakan EPIC Model, video klip Melayu ini diharapkan dapat memvisualkan informasi di Museum Raja Ali Haji dan membangkitkan rasa apresiasi budaya Melayu. Perancangan Produk Penelitian ini menerapkan metode pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari 6 tahapan. concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Concept (Konse. Tahap konsep berfokus pada penentuan ide pokok, format video, dan sinopsis video. Ide muncul dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Raja Ali Haji yang menyatakan belum pernah membuat konten video informasi Museum Raja Ali Haji yang berkolaborasi dengan musik Melayu. Video klip Melayu ini berisi koleksi, alur ruangan, dan tata tertib Museum Raja Ali Haji, yang berbahasa verbal dari lagu yang diaransemen menjadi musik Melayu. Pengambilan gambar menggunakan teknik camera follow dengan cara memegang kamera . menampilkan secara dekat interaksi sosial Nurlela dengan para pengunjung Museum Raja Ali Haji. Design (Desai. Tahap desain berisi tentang gambaran produk yang akan dibuat. Pada penelitian ini, desain berisi breakdown dan storyboard. Breakdown Breakdown naskah dapat menggambarkan keseluruhan jalan cerita karena naskah merupakan jiwa dari sebuah karya . Video klip Melayu ini terdiri dari 25 scene. Berikut merupakan beberapa scene dalam breakdown naskah pada Tabel 1. Breakdown naskah lengkap dengan 26 scene terlampir. Tabel 1. Breakdown naskah Sumber: Dokumentasi Pribadi. Scene Adegan Bumper Museum Raja Ali Haji Nurlela masuk kedalam Museum Judul lagu dan penyanyi Pemain musik memainkan intro lagu di lobby, nurlela mengisi buku tamu dan mengambil tiket masuk. Detail koleksi yang ada dibagian lobby dan Masa Riau-Lingga. Audio Bumper Logo Langkah kaki Intro lagu AuAhai Nurlela,. chachaAy Storyboard Storyboard sebagai kerangka terstruktur yang menjabarkan cerita/sketsa gambar secara tertulis sehingga mudah koreksi agar sesuai dengan alur cerita yang sinkron dengan gambar serta ritme lagu klipnya . Rangkaian pengambilan disusun dengan storyboard yang terdiri dari 26 scene. Berikut merupakan beberapa scene dalam storyboard pada Gambar 1. Storyboard lengkap dengan 26 scene terlampir. Gambar 1. Storyboard panel 1-3 Sumber: Dokumentasi Pribad Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji (De. e-ISSN: 2548-6853 Material Collecting (Pengumpulan Mater. Lagu AuNurlelaAy ciptaan Asbon Madjid & Bing Slamet diaransemen bernuansa Melayu dan direkam menggunakan Ableton Live 11 Suite menggunakan instrumen band, yaitu keyboard, gitar, drum, bass serta alat musik akordion dan gendang darbuka khas musik Melayu, menghasilkan format wav. Perekaman video di Museum Raja Ali Haji dengan melibatkan 12 talent menggunakan teknik camera follow untuk menunjukkan detail gerakan objek . dan latar tempat. Pengambilan gambar dilakukan secara handheld dari belakang, samping, dan depan . menggunakan camera Sony A7i, lensa KIT Sony FE 28-70MM, gimbal Zhyun Crane 3, dan lighting Yongnuo 300 untuk menghasilkan visual yang dinamis, stabil, dan fleksibel dalam berbagai kondisi ruang dengan peralatan yang praktis dan efisien. Pengambilan gambar juga menggabungkan gerakan pan . iri/kana. dan tilt . tas/bawa. untuk menampilkan ruangan secara menyeluruh agar isi ruangan terlihat lebih jelas serta memberikan pemahaman visual kepada audiens. Keseluruhan bagian Material Collecting terlampir. Assembly (Penggabunga. Pada tahap ini, seluruh material akan digabung menjadi video klip Melayu melalui Adobe Premiere Pro Proses editing yaitu menyusun, memotong dan memadukan kembali sebuah rekaman menjadi cerita yang lengkap dan utuh . hingga memasuki tahap render sebagai proses akhir . menghasilkan format MP4. Selanjutnya, video klip Melayu memasuki tahap color grading untuk menekan mood penonton . menggunakan Capcut. Warna yang dipilih mengarah ke warna kehijauan yang melambangkan dari kesegaran, kedamaian, dan kesehatan . Dokumentasi proses Assembly terlampir. RESULTS AND ANALYSIS Berikut merupakan hasil perancangan dan analisis dari video klip Melayu menggunakan teknik camera follow untuk memvisualisasikan Museum Raja Ali Haji. Hasil Perancangan Gambar 2. Warna dan Tipografi Sumber: Dokumen Pribadi Tipografi pada judul yang akan ditampilkan di awal video klip Melayu menggunakan EFCO Brookshire dan The Season untuk memperkuat nuansa tradisional (Melay. dan memberi kesan visual elegan, akrab serta professional . Penggunaan EFCO Brookshire untuk judul lagu AuNurlelaAy didominasi oleh warna kuning karena menurut Syed Ahmad Jamal, warna kuning penting dan populer di kalangan masyarakat Melayu yang gemar warna cerah . Selanjutnya diikuti The Seasons untuk AuPersembahan OlehAy, nama penyanyi AuGrace DeaAy dan nama lokasi AuMuseum Raja Ali HajiAy menggunakan warna krem yang memberikan kesan hangat, lembut, dan menghibur . Dan warna putih untuk memberikan kontras ukiran Melayu dan kesan keterbukaan, suci dan bersih . Berikut tampilan tipografi dan warna pada Gambar 2. Visualisasi Tata Tertib Museum Raja Ali Haji Adegan ini mengulas tata tertib yang harus diperhatikan para pengunjung agar menciptakan suasana kondusif saat berada di Museum Raja Ali Haji. Etika berkunjung divisualisasikan dari papan teks aturan yang kerap diabaikan. Dilarang Menyentuh Koleksi dan Wajib Menjaga Jarak Teknik camera follow dan pengambilan medium long shot menyorot Nurlela menegur dengan sopan ramah dan pergerakan tangan terbuka kepada seorang pelajar SMP (Sekolah Menengah Dasa. yang ingin menyentuh salah satu koleksi, yaitu Cogan. Cogan adalah alat kebesaran, legitimasi adat sultan, dan kelengkapan arak-arak sultan, yang diwarisi kerajaan Riau-Lingga, berbentuk daun sirih menyerupai ujung tombak berisi pujian kepada Allah pada bagian pertama, silsilah raja melayu dan kedaulatan di tanah melayu pada bagian kedua, serta doa kepada Allah bagian ketiga . JAMN Vol. No. Desember 2025, pp. JAMN e-ISSN: 2548-6853 Hal itu menampilkan tata tertib Museum Raja Ali Haji sekaligus mengenalkan nilai sejarah dan makna simbolis Cogan sebagai warisan budaya yang patut dijaga. Gambar 3. Cogan Sumber: https://kecbatamkota. id/2020/07/08/cogan/ Adegan ini memvisualisasikan larangan menyentuh dan tetap menjaga jarak dengan koleksi yang di dipertegas dengan lirik lagu AyHatinya Takkan Senang. Duduknya Tak TenangAy. Selain itu, talent pelajar SMP menunjukkan bahwa Museum Raja Ali Haji terbuka dan ramah bagi pelajar dan anak-anak. Gambar 4. Visualisasi Larangan Menyentuh dan Menjaga Jarak Sumber: Tangkap Layar Pengambilan gambar close up menampilkan tulisan berisi AyDilarang Sentuh. DonAot TouchAy yang menyesuaikan lirik AyTEGURNYAAy untuk mempertegas aturan larangan menyentuh. Dilarang Merokok Teknik camera follow dan transisi pengambilan wide shot menjadi medium long shot menyoroti Nurlela menghampiri seorang pengunjung dan memberi isyarat larangan merokok, segera pengunjung tersebut bersikap kooperatif dengan mematikan api. Adegan ini memvisualisasikan larangan merokok yang dipertegas dengan lirik lagu AyNURLELA MENENTANGAy. Selain itu, talent pria dewasa ini menunjukkan bahwa Museum Raja Ali Haji terbuka bagi semua kalangan, termasuk pengunjung senior atau orang Gambar 5. Visualisasi Larangan Merokok Sumber: Tangkap Layar Pengambilan gambar close up menampilkan tulisan berisi AuNo Smoking PleaseAy untuk mempertegas aturan larangan merokok yang sejalan dengan adegan sebelumnya saat menegur pria dewasa. Adegan ini menjadi transisi perpindahan ruangan diikuti lirik AuHAI NURLELAAy. Dilarang Membuang Sampah Sembarangan Teknik camera follow, panning left dan pengambilan long shot menyorot Nurlela menegur dengan sopan seorang siswa SMP membuang tiket masuk secara sembarangan di ruang Hasannah Melayu. Adegan ini memvisualisasikan larangan membuang sampah sembarangan yang dipertegas lirik AuSopan Sapa Tegurnya. Manis Senyumannya. Itu Yang MenggodaAy. Gambar 6. Visualisasi Larangan Membuang Sampah Sembarangan Sumber: Tangkap Layar Visualisasi Koleksi dan Ruangan Kamera terus mengikuti tokoh utama (Nurlel. dari belakang, samping, atau depan secara dinamis di 13 Tujuan teknik ini adalah menciptakan perjalanan yang mengalir alami dan perasaan seolah-olah ikut berjalan bersama Tokoh. Manfaatnya adalah membimbing penonton secara berurutan dan kontinu menyusuri ruangan bersama Nurlela sehingga alur narasi dari ruangan satu ke ruangan lainnya terasa utuh dan Berikut ini rute pergerakan camera follow pada Gambar 7. Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji (De. e-ISSN: 2548-6853 Gambar 7. Rute Ruang Pamer Museum Raja Ali Haji Sumber: Dokumen Pribadi Tampilan Luar Museum Raja Ali Haji Dalam memvisualisasikan bagian depan Museum Raja Ali Haji, pengambilan gambar melalui wide shot untuk pengenalan arsitektur bangunan museum, low angle untuk menciptakan kesan megah dan long shot untuk menunjukkan tampilan luar bagian masuk Museum Raja Ali Haji, memberi gambaran suasana sekitar, serta mengarahkan fokus penonton pada jalur awal kunjungan. Teknik camera follow menampilkan Nurlela dari dekat. Volume audio langkah kaki yang meningkat, menandai kedekatan posisi jarak tokoh dengan kamera, sehingga transisi dari jauh ke dekat terasa lebih nyata secara visual dan audio. Gambar 8. Visualisasi Tampilan Depan Museum Raja Ali Haji Sumber: Tangkap Layar Memvisualisasikan bagian belakang pintu keluar museum melalui medium long shot. Nurlela akan membuka tangan lalu menempelkan kedua tangan, diiringi oleh bagian akhir lagu AuNURLELAAy untuk menyampaikan suasana perpisahan dan terima kasih. Selain itu, menampilkan bagian belakang bangunan yang memberikan perspektif tambahan mengenai struktur dan lingkungan sekitar museum. Adegan ini diiringi audio langkah kaki seolah-olah ikut melangkah pergi sambil membawa pengalaman yang telah diperoleh selama di dalam museum. Gambar 9. Visualisasi Tampilan Belakang Museum Raja Ali Haji Sumber: Tangkap Layar Ruang Lobby Untuk memvisualisasikan ruang lobby Museum Raja Ali Haji, teknik camera follow dan panning right mengalir dari barisan pemain musik akordion sampai gendang darbuka menuju Nurlela yang sedang mengisi buku tamu dan mengambil tiket. Para pemain musik mengenakan baju kurung, sarung dan tanjak sebagai pengenalan pakaian Melayu harian laki-laki. Adegan ini juga memvisualisasikan intro lagu, aktivitas awal kunjungan, dan koleksi bersejarah. Lalu panning left untuk transisi menuju ruang Masa Riau-Lingga dengan tokoh Nurlela mengajak mengikutinya. Gambar 10. Visualisasi Ruang Lobby Sumber: Tangkap Layar Selanjutnya menampilan beberapa koleksi dengan pengambilan close up sebagai JAMN Vol. No. Desember 2025, pp. JAMN e-ISSN: 2548-6853 visualisasi ruang lobby. Koleksi yang ditampilkan berupa gambar lukisan Nong Isa, guci, ukiran khas Melayu, miniatur kapal Malakas Walveren, tempayan, dan kesenian teater Melayu makyong dengan menyesuaikan bagian intro lagu. Adegan ini juga memvisualisasikan ruang lobby menggunakan wide shot untuk menampilkan koleksi bersejarah, media informasi melalui televisi. Ruang Masa Riau-Lingga Memvisualisasikan ruang Masa Riau-Lingga melalui pengambilan close up untuk pengenalan koleksi, informasi dan transisi perpindahan ruang, sehingga terjadi kesinambungan Koleksi yang ditampilkan adalah informasi pakaian adat wanita Melayu yaitu tudung manto dan kebaya labuh, proses meninggikan sultan yaitu prosesi mandi tabal, dan produk batu bata khas Batam dari Batam Brick Works. Gambar 11. Visualisasi Ruang Masa Riau-Lingga Sumber: Tangkap Layar Dalam memvisualisasikan ruang Masa Riau-Lingga, teknik camera follow dengan pengambilan long shot untuk mengikuti Nurlela sekaligus menampilkan alat upacara adat Melayu seperti talam, ketor, kupi, nasi besar dan tepung tawar, cogan serta dilengkapi papan informasi mengenai asal-usul Melayu di Kota Batam. Adegan ini juga memperkenalkan tokoh Nurlela melalui pergerakan tangan yang menunjuk diri sendiri dan bernyanyi sambil memperkenalkan museum untuk visualisasi lirik AuHai Nurlela Sukanya Berlagu Mambo Cha ChaAy. Ruang Masa Nong Isa dan Masa Belanda Dalam menampilkan ruang Masa Nong Isa dan ruang Masa Belanda, teknik camera follow dan pengambilan long shot untuk mengikuti tokoh Nurlela melewati lorong berisi dua periode sejarah sekaligus, yaitu Masa Nong Isa di sisi kiri dan Masa Belanda di sisi kanan, yang divisualisasikan melalui arah pandang tokoh Nurlela yang mengikuti tempo lagu. Pada scene ini. Nurlela menggerakan tangannya seperti sedang mendengar dan dilanjutkan bermain bonggo untuk memvisualisasikan lirik AuMendengar Calypso Dengan BonggoAy. Gambar 12. Visualisasi Ruang Masa Nong Isa dan Masa Belanda Sumber: Tangkap Layar Adegan berlanjut menggunakan teknik camera follow dan panning left untuk menyorot tokoh Nurlela yang sedang menyapa salah satu pengunjung. Adegan ini didukung lirik AuIngin Menari Sajo. Menari Baduo Siapo Yang SukoAy. Ruang Masa Jepang Dalam memvisualisasikan lirik yang dinyanyikan laki-laki pada bagian AuNurlela Memang Cantik. Siapa Kena Lirik. Hati Bak DijentrikAy, teknik camera follow, panning right, serta pengambilan medium long shot menyorot pemain musik dan dilanjutkan over shoulder saat kedua pemain musik saling berinteraksi untuk memuja karakter tokoh Nurlela. Adegan ini menampilkan koleksi bersejarah di ruang Masa Jepang berupa alat makan berbahan keramik peninggalan kapal dagang Tiongkok. Suasana di ruang Masa Jepang ditampilkan melalui pengambilan wide shot. Adegan ini menampilkan papan informasi kehidupan masyarakat Batam saat masa penjajahan Jepang dan koleksi bersejarah alat makan peninggalan kapal dagang Tiongkok. Gambar 13. Visualisasi Ruang Masa Jepang Sumber: Tangkap Layar Selanjutnya memvisualisasikan koleksi diruang Masa Jepang melalui teknik camera follow, panning left dan medium long shot untuk menyorot Nurlela dengan salah satu pengunjung Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji (De. e-ISSN: 2548-6853 yang melihat koleksi pakaian Melayu, dipertegas gerakan mulut Nurlela yang bernyanyi lirik AuMelayuAy, serta menyorot koleksi bersejarah seperti alat mesin jahit dan meriam. Ruang Masa Kemerdekaan Visualisasi ruang Masa kemerdekaan melalui wide shot untuk menampilkan papan informasi kehidupan masyarakat masa kemerdekaan, peninggalan kendi jenever dan sepeda yang digunakan pada masa tersebut. Lirik AuItu Yang MenggodaAy memperkuat kesan bahwa ruang Masa Kemerdekaan merupakan daya tarik yang memikat secara emosional dan historis. Gambar 14. Visualisasi Ruang Masa Kemerdekaan Sumber: Tangkap Layar Dalam memvisualisasikan lirik AuAhai Nurlela. Kalau Dengan GitarAy menampilkan interaksi Nurlela dan pemain gitar melalui teknik camera follow dengan medium shot pada Nurlela yang bernyanyi serta close up pada pemain gitar, sehingga tercipta suasana hangat. Adegan ini juga ditambah Nurlela mengatakan dialek Melayu sehari-hari yaitu AuAMBOIAy yang menunjukkan ekspresi rasa takjub . Ruang Masa Reformasi Visualisasi ruang Masa Reformasi melalui teknik camera follow dan transisi pengambilan wide shot menjadi medium long shot menyorot Nurlela mengajak penonton untuk mengikutinya melalui pergerakan tangan mengajak. Adegan ini juga menampilkan papan informasi kehidupan masyarakat masa reformasi, koleksi sepeda pada masa tersebut, dan fasilitas tangga. Gambar 15. Visualisasi Ruang Masa Reformasi Sumber: Tangkap Layar Ruang Batik Batam Teknik camera follow mengalir dari pemain darbuka dan drum menuju Nurlela untuk memvisualisasikan ruang Batik Batam. Adegan ini menyesuaikan alur audio bagian interlude lagu yang memberikan aksen suara darbuka dan disambung dialek Melayu AuEWAAy. Dalam memvisualisasikan ruang Batik Batam juga menggunakan wide shot untuk memperkenalkan kain batik Batam dan alat pembuat batik. Tampilan tersebut mengikuti tempo lagu bagian interlude. Gambar 16. Visualisasi Ruang Batik Batam Sumber: Tangkap Layar Ruang BJ Habibie Teknik camera follow dan medium close up untuk memvisualisasikan ruang BJ Habibie. Dalam adegan ini menampilkan salah satu pengunjung yang mencari tahu lebih dalam terkait koleksi bersejarah yaitu seragam dinas Mayjen TNI Soedarsono. Teknik camera panning left dan point of view sebagai pengenalan fasilitas informasi melalui barcode, menyorot pengunjung yang tengah membaca informasi setelah memindai barcode yang tersedia di dekat koleksi sembari menganggukan kepala sebagai konfirmasi pemahaman. Adegan ini saat bagian interlude lagu. JAMN Vol. No. Desember 2025, pp. JAMN e-ISSN: 2548-6853 Gambar 17. Visualisasi Ruang BJ Habibie Sumber: Tangkap Layar Selanjutnya adegan memvisualisasikan audio bagian interlude lagu yang memberikan aksen suara Teknik camera follow dan panning right menggunakan medium close up mengalir dari pemain akordion, gitar dan keyboard. Adegan ini juga menampilkan koleksi seperti alat komunikasi yang berkembang di masa BJ Habibie, dan seragam dinas Mayjen TNI Soedarsono sebagai background. Ruang Masa Kotatib Batam Dalam memvisualisasikan ruang Masa Kotatib Batam menggunakan wide shot yang menampilkan salah satu koleksi bersejarah, yaitu seragam dinas Wali Kota Administratif Batam. Raja Abdul Aziz dan informasi perkembangan pemerintah Kota Batam. Tampilan tersebut mengikuti tempo lagu bagian interlude. Gambar 18. Visualisasi Ruang Masa Kotatib Batam Sumber: Tangkap Layar Ruang Hasannah Melayu Dalam memvisualisasikan koleksi di ruang Hasannah Melayu menggunakan teknik camera panning right untuk memperkenalkan warisan budaya Melayu. Visual yang ditampilkan adalah alat musik khas Melayu, tanjak, dan seni teater Melayu yaitu makyong. Perpindahan scene ini mengikuti tempo dari lagu bagian interlude. Gambar 19. Visualisasi Ruang Hasannah Melayu Sumber: Tangkap Layar Visualisasi suasana ruang Hasannah Melayu dalam satu pengambilan untuk mempertahankan kesan realismenya. Teknik camera follow dan panning left untuk menampilkan perpindahan ruangan dan fasilitas berupa tangga. Selain itu transisi pengambilan medium long shot menuju longshot menyorot pelajar SMP yang membuang sampah ke lantai. Adegan ini menampilkan warisan budaya Melayu, seperti tanjak dan tudung manto dari pakaian adat Melayu, papan informasi pesta kesenian Melayu Batam, yaitu Kenduri Seni Melayu dan makyong, serta akordion, gendang, biola, tifa dan nafiri dari alat musik khas Melayu. Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji (De. e-ISSN: 2548-6853 Ruang Infrastruktur Visualisasi ruang Infrastruktur dalam satu pengambilan untuk mempertahankan kesan Teknik camera follow, panning left dan pengambilan medium long shot menampilkan Nurlela yang berada di ruang Infrastruktur setelah menaiki tangga hingga mengitari ruangan Adegan ini menampilkan papan barcode umpan balik, papan informasi perkembangan infrastruktur Batam, koleksi alat makan berbahan keramik peninggalan kapal dagang Tiongkok dan MTQ XXV tingkat nasional tahun 2014. Adegan berlanjut memvisualisasikan tempo dan lirik AuMengayunkan Ku Tari SerampangAy. Tari Serampang menceritakan pertemuan antara sepasang muda-mudi yang saling mencintai hingga menjalin ikatan pernikahan . Visualisasi dilakukan melalui teknik camera follow dan panning right dengan menampilkan sepasang pengunjung yang sedang membaca papan informasi perkembangan infrastruktur Batam. Dalam video tersebut, sepasang pengunjung ini mencerminkan norma budaya Melayu yang berkaitan erat dengan budaya Islam, salah satunya tidak boleh bersentuhan antara pria dan wanita yang bukan muhrim . Gambar 20. Visualisasi Ruang Infrastruktur Sumber: Tangkap Layar Teknik camera follow dan panning right mengalir dari Nurlela menuju barisan pemain musik gitar sampai gendang darbuka untuk memvisualisasikan ruang infrastruktur. Adegan ini menampilkan papan informasi perkembangan infrastruktur Batam dan koleksi alat makan berbahan keramik peninggalan kapal dagang Tiongkok. Visualisasi ruang Infrastruktur menggunakan wide shot untuk menampilkan koleksi seperti jam pada simpang jam, alat makan berbahan keramik peninggalan kapal dagang Tiongkok, dan MTQ XXV tingkat nasional pada tahun 2014. Ruang Peta Batam Visualisasi ruang Peta Batam dalam satu pengambilan untuk mempertahankan kesan Teknik camera follow, panning left dan pengambilan medium long shot menampilkan Gambar 21. Visualisasi Ruang Peta Batam Sumber: Tangkap Layar Nurlela yang berada di ruang Peta Batam setelah menuruni tangga dan akan mengitari ruangan Teknik camera panning left untuk menyorot pertemuan Nurlela dengan siswa SMP yang sedang mengamati peta tersebut. Lalu berlanjut melalui teknik camera panning right dan pengambilan long shot menampilkan interaksi alami antara Nurlela dan seorang pengunjung yang antusias meminta jasa fotonya. Adegan ini menampilkan miniatur peta batam beserta keterangan lokasinya dan papan informasi perkembangan infrastruktur dan objek wisata religi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Dalam memvisualisasikan Infrastruktur menggunakan wide shot untuk menampilkan miniatur Kota Batam, papan informasi perkembangan, dan objek wisata religi di Batam. Testing (Pengujia. Tahap testing ini menjelaskan pandangan para responden apakah video klip Melayu berjalan sesuai rancangan atau tidak. Setelah proses penggabungan selesai, dilakukan pengujian kelayakan video klip Melayu. Penelitian ini menerapkan metode EPIC Model yang terdiri dari 4 dimensi. Empathy. Persuasion. Impact, dan Communication yang dikembangkan oleh AC Nielsen . melalui penyebaran kuesioner kepada para pengunjung Museum Raja Ali Haji. Berikut pengertian masing-masing dimensi EPIC Model pada Tabel 2. JAMN Vol. No. Desember 2025: 30 Ae 41 JAMN e-ISSN: 2548-6853 Tabel 2. EPIC Model Sumber: Dokumentasi Pribadi Empathy (Empat. Dimensi empati melibatkan perasaan terkait emosi dan pikiran audiens terkait pemahaman. Dimensi ini penilaian baik atau buruk video dan ketertarikan tergantung pemahaman audiens. Persuasion Dimensi persuasi meningkatan karakter dan daya tariknya. Diharapkan dapat memotivasi penonton untuk (Persuas. bersikap lebih lanjut atas video yang ditonton. Impact (Dampa. Dimensi dampak menyangkut respon audiens terhadap video. Diharapkan adanya product knowledge dari suatu produk tertentu. Communication (Komunikas. Dimensi komunikasi mengukur informasi yang disampaikan dapat dipahami, diingat dengan baik dan meninggalkan kesan yang kuat. Pengujian Alfa Pengujian alfa dilakukan pengujian terhadap video yang telah dibuat yang dilaksanakan secara internal bersama tim dan juga melibatkan ahli untuk dimintai masukan . Video klip Melayu diputar dan dilakukan pemeriksaan secara internal. Pemeriksaan dilakukan oleh tiga orang Para Ahli, yaitu Bapak. Gendhy Dwi Harlyan. Sn. Sn. selaku ahli visual. Bapak. Yusuf Rizky Nur C. Sn. A selaku ahli seni tata suara, dan Bapak. Rafiyadi selaku budayawan Melayu Kepri. Ketiganya dipilih karena kompetensi mereka yang relevan dengan fokus penelitian, khususnya dalam aspek visual, musikalitas, dan konteks budaya Melayu. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode EPIC Model, video klip Melayu "Nurlela" menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam empat dimensi yang diukur, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan Pada dimensi empathy, video klip ini dinilai berhasil membangkitkan rasa kebanggaan terhadap budaya Melayu, terutama melalui kekuatan unsur musik yang merepresentasikan budaya Melayu dengan instrumen tradisional seperti akordion dan gendang darbuka. Musik yang ringan dan mudah dicerna membuat video ini menarik bagi publik. Secara visual, nuansa Melayu dinilai cukup kuat, meskipun pemilihan lokasi di Museum Raja Ali Haji dianggap kurang otentik sebagai representasi budaya Melayu. Teknik camera follow terbukti menciptakan daya tarik visual yang dinamis dan proporsional, menghadirkan perasaan imersif bagi penonton dalam menggambarkan suasana museum. Namun, terdapat kekurangan dalam penyampaian informasi karena durasi pengambilan gambar koleksi yang terlalu singkat dan alur perjalanan lokasi yang belum jelas, terutama bagi penonton dari luar Batam. Penambahan teks deskriptif atau visual pendukung disarankan untuk melengkapi informasi dan meningkatkan pemahaman. Meski demikian, video ini tetap relevan dengan tren digital saat ini dan layak sebagai media informasi yang edukatif. Dalam dimensi persuasion, video klip dinilai mampu menyampaikan tata tertib Museum Raja Ali Haji secara komunikatif dan menarik melalui tokoh utama yang mudah diterima publik. Visualisasi yang efektif memberikan potensi edukatif dan dapat mendorong peningkatan kepatuhan pengunjung, meskipun beberapa bagian perlu diperkuat dengan teknik close-up agar pesan lebih jelas. Video ini juga dinilai cukup sugestif dan meyakinkan dalam menyampaikan tema Melayu, baik dari segi visual maupun musik yang bernuansa pop progresif Melayu. Teknik camera follow menciptakan kesan dinamis, namun durasi singkat dan alur visual yang kurang terbaca membatasi ruang untuk menyorot detail. Menariknya, keterbatasan ini justru memunculkan rasa penasaran yang menjadi daya tarik tersendiri, terutama pada tampilan arsitektur luar museum. Pada dimensi impact, penggunaan teknik camera follow dinilai cukup berhasil menyampaikan nuansa budaya Melayu dengan menciptakan kesan dinamis dan menarik. Penekanan pada musik, gestur tokoh, serta latar Museum Raja Ali Haji mendukung penyampaian budaya, meskipun akan lebih kuat jika ditampilkan di ruang budaya yang lebih otentik. Meskipun memiliki keterbatasan dalam menampilkan detail koleksi secara menyeluruh, teknik ini tetap memberikan dampak positif dalam memperkenalkan dan membangkitkan ketertarikan terhadap budaya Melayu. Terakhir, dalam dimensi communication, video ini dinilai sudah cukup menyampaikan informasi tentang koleksi dan tata tertib museum dengan estetika visual dan pengalaman multisensori yang baik. Namun, masih kurang dalam deskripsi visual yang mendukung konteks edukatif. Penambahan variasi angle seperti low angle dan shot bagian luar disarankan untuk memperkuat daya tarik arsitektur museum. Durasi yang singkat membuat penyampaian informasi lebih efisien namun membatasi eksplorasi mendalam. Secara keseluruhan, video ini baik sebagai media informasi, meskipun masih dapat ditingkatkan agar tidak terkesan sebagai promosi band semata. Pengujian Beta Responden pada penelitian ini berjumlah 65 orang yang merupakan pengunjung Museum Raja Ali Haji dengan klasifikasi 17 tahun keatas. Kuesioner akan disebar menggunakan Google Form karena fasilitas yang disediakan oleh Google memudahkan pengembang untuk memasukkan link video dan kuesioner yang dapat Penciptaan Video Klip Melayu Menggunakan Teknik Camera Follow Untuk Visualisasi Museum Raja Ali Haji (De. e-ISSN: 2548-6853 langsung diisi oleh para responden . Para responden dapat memilih STS "Sangat Tidak Setuju" bernilai 1. TS "Tidak Setuju" bernilai 2. CS "Cukup Setuju" bernilai 3. S "Setuju" bernilai 4, dan SS "Sangat Setuju" Berikut pertanyaan pada Tabel 3. Tabel 3. Pengujian Beta Sumber: Dokumentasi Pribadi Dimensi Pernyataan STS Empathy. Video klip Melayu ini menarik perhatian Saya. Kesan Melayu sudah tervisualisasi dengan baik Video Saya mempromosikan Museum Raja Ali Haji. Saya merasa lebih tertarik untuk mengeksplorasi isi dan sejarah Museum Raja Ali Haji Setelah menonton video klip ini. Saya ingin mengunjungi Museum Raja Ali Haji. Setelah melaksanakan tata tertib di Museum Raja Ali Haji Communicat X7 Informasi tentang koleksi bersejarah dan tata tertib tersampaikan secara jelas. Persuasion. Impact, . Data diolah dari kumpulan hasil jawaban responden pada pernyataan kuesioner, kemudian dihitung menggunakan EPIC Model. Dalam menentukan rentang skor, skor berisi STE "Sangat Tidak Efektif" dengan skor 1. TE "Tidak Efektif" dengan skor 2. CE "Cukup Efektif" dengan skor 3. E "Efektif" dengan skor 4, dan SE "Sangat Efektif" dengan skor 5. Nilai skor maksimal bernilai 5 dan nilai skor minimal bernilai 1, serta jumlah kategori berjumlah 5. 3 Distribution (Distribus. Pada tahap ini, video klip Melayu yang telah diuji diunggah ke akun Youtube bernama Museum Batam RAH pada tanggal 5 Agustus 2025 untuk ditampilkan dalam media informasi Museum Raja Ali Haji. Penciptaan video klip Melayu menggunakan teknik camera follow untuk memvisualisasikan Museum Raja Ali Haji ini menjadi alternatif untuk pengenalan awal dan peningkatan pengalaman multisensory. CONCLUSION Penelitian ini menghasilkan sebuah video klip Melayu berjudul AuNurlelaAy berdurasi 3 menit 35 detik dengan teknik camera follow untuk memvisualisasikan Museum Raja Ali Haji. Pengambilan gambar menggunakan teknik camera follow ini relevan dengan tren digital dan dinilai layak sebagai media informatif yang komunikatif dan menarik. Jika digunakan dalam durasi waktu yang singkat, keunggulan teknik camera follow adalah menciptakan kesan imersif, dinamis, dan menimbulkan rasa penasaran yang menjadi daya tarik Sedangkan kekurangan teknik camera follow ini adalah kurang memberi ruang untuk menyorot detail dan alur visual yang kurang terbaca. Video klip Melayu ini menghadirkan kombinasi unsur budaya lokal melalui musik progresif Melayu dan visual berbahasa verbal, sehingga pengenalan budaya Melayu dan penguatan identitas lokal tersaji dengan baik dan mudah diterima masyarakat. Video klip Melayu ini disusun secara naratif dan mengalir, memperlihatkan tampilan luar, berbagai ruang koleksi, serta penggambaran tata tertib Museum Raja Ali Haji. Hasil pengujian video klip Melayu ini dengan pendekatan EPIC Model terhadap 65 responden memperoleh hasil 4,675 dari skala 4,21 - 5,00 yang masuk dalam rentan skala sangat efektif. Hal ini menunjukan video klip Melayu ini sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness Museum Raja Ali Haji, pelestarian sejarah Kota Batam dan Melayu, sekaligus meningkatkan pengalaman multisensori Kehadiran video klip Melayu ini menjadi solusi atas minimnya media pengenalan awal di Museum Raja Ali Haji yang sebelumnya mengandalkan teks statis dan papan informasi. Untuk pengembangan selanjutnya, media serupa dapat menambahkan teks deskriptif, penggunaan teknik close up untuk menampilkan detail penting dengan jelas, serta variasi angle seperti low angle untuk menonjolkan arsitektur agar terlihat megah. Selain itu penggunaan lokasi yang lebih otentik secara budaya juga disarankan agar nuansa Melayu lebih terasa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai edukasi, memperjelas alur visual bagi calon pengunjung Museum Raja Ali Haji dari dalam atau luar Batam dan mempertahankan daya tarik visual yang dinamis. JAMN Vol. No. Desember 2025: 30 Ae 41 JAMN e-ISSN: 2548-6853 REFERENCES