JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 3. Nomor 3. Oktober 2023 UPAYA PENINGKATAN SEMANGAT BELAJAR ANAK DI WILAYAH PESISIR DESA LABUHAN HAJI LOMBOK TIMUR Laily Fitriani Mulyani. Yuliana Asri. Septiana Dwiyanti. Damai Diniariwisan. Thoy Batun Citra Rahmadani. Nuri Muahiddah. Wastu Ayu Diamahesa Program Studi Budidaya Perairan. Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Alamat Korespondensi : lailyfitriani@unram. Kata kunci: Masyarakat Pesisir. Lombok Abstrak: Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki identitas sendiri dan mendiami wilayah dan daerah-daerah tertentu. Nelayan merupakan komunitas masyarakat yang kehidupannya tergantung pada hasil laut, baik dari siklus kerjanya maupun dari cara mencari nafkah. Nelayan termasuk golongan masyarakat pesisir yang dapat dianggap paling banyak memanfaatkan hasil laut, potensi lingkungan perairan, serta pesisir untuk kebutuhan dan kelangsungan Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan, bulan Juli hingga September Metode disusun secara sistematis mulai dari tahap persiapan hingga tahap Siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 29 Sebanyak 14 siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan 15 siswa berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa kegiatan Program Mengajar dari Rumah ini mendapatkan respon yang positif dan masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan ini. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Mulyani. Asri. Dwiyanti. Diniariwisan. Rahmadani. Muahiddah. Diamahesa. Upaya Peningkatan Semangat Belajar Anak di Wilayah Pesisir Desa Labuhan Haji Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 3. PENDAHULUAN Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki identitas sendiri dan mendiami wilayah dan daerah-daerah tertentu. Dalam daerah-daerah tersebut mereka harus mengembangkan norma norma yang harus dipatuhi oleh para anggotanya. Masyarakat memiliki sebuah interaksi yang terjadi Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Mulyani et al. di dalamnya dan membentuk sebuah sistem sosial. Komunitas merupakan suatu tempat atau kumpulan manusia dalam suatu sistem sosial. Komunitas meliputi lingkungan fisik dimana manusia hidup, terdapat pula lokasi tempat penyediaan sarana dan prasarana. Komunitas masyarakat sebagai kumpulan manusia dapat dibedakan berdasarkan tradisi dan nilai-nilai budaya yang terkandung serta interaksi berbagai sistem sosial. Nelayan merupakan komunitas masyarakat yang kehidupannya tergantung pada hasil laut, baik dari siklus kerjanya maupun dari cara mencari nafkah. Nelayan termasuk golongan masyarakat pesisir yang dapat dianggap paling banyak memanfaatkan hasil laut, potensi lingkungan perairan, serta pesisir untuk kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Masyarakat nelayan umumnya bermukim secara tetap di daerah-daerah yang mudah mengalami kontak dengan masyarakat masyarakat lain. Dalam kehidupan masyarakat nelayan di pesisir juga ditemukan pembentukan pranata simpan-pinjam yang disebut simpanan tahunan. Aktivitas pranata yang sangat sederhana, fleksibel, dan adaptif terhadap kondisi social ekonomi lokal ini, khususnya yang kurang mampu. Karena itu, pranata simpanan merupakan pranata yang paling populer diminati masyarakat dibandingkan pranata sosial ekonomi lannya. Selain orang tua, anak-anak nelayan juga terlibat dalam beberapa pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Anak laki-laki akan mengikuti orang tuanya atau kerabatnya untuk mencari ikan ke tengah laut atau membersihkan perahu yang baru tiba dari melaut. Anak-anak perempuan, selain membantu kegiatan orang tuanya, juga membantu ibunya yang bekerja di industri industri pengolahan hasil ikan. Banyak anak laki-laki usia sekolah yang terlibat intensif mencari nafkah untuk membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai nelayan buruh. Hal ini mengakibatkan tingkat pendapatannya tidak pasti dan kadang tidak dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehariharinya. Akibatnya dalam kehidupan keluarga nelayan umumnya mengikut sertakan istri dan anakanaknya untuk bekerja agar dapat membantu mencari penghasilan tambahan. Di samping itu, anakanak nelayan banyak yang putus sekolah atau sekolahnya hanya sampai pada tingkat Sekolah Dasar. Kondisi ini tentunya sangat memperihatinkan, karena anak merupakan aset masa depan dan diharapkan menjadi tumpuan keluarga apabila memiliki pengetahuan, sehingga dapat mengelola hasil laut dimana Indonesia dikenal sebagai Negara maritim yang memiliki berbagai sumber daya yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk menjamin kesejahteraan hidup nelayan dan keluarganya. Keluarga nelayan adalah keluarga yang mempunyai karakteristik berbeda dari keluarga/masyarakat lainnya. Sifat komunalismenya mereka sangat tinggi. Dalam bekerja merek harus menghadapi ganasnya ombak dan cuaca laut, tinggal berhari-hari di laut agar mendapatkan banyak ikan. Pemukiman mereka berkelompok dan terkesan kumuh. Selain itu tidak sedikit juga anak nelayan yang tidak bersekolah, karena harus membantu di laut. Seluruh anggota keluarga nelayan diarahkan untuk melakukan berbagai aktivitas untuk menghasilkan uang dalam usaha mempertahankan kelangsungan Ada pembagian tugas yang dilakukan keluarga nelayan bagi anggotanya berdasarkan jenis Nelayan laki-laki mencari ikan di laut atau membeli ikan dan menjualnya kembali dengan harga yang berbeda, sedangkan perempuan melakukan pengolahan ikan . kan asin, rumput laut, dan Unit usaha nelayan yang besar dikelola laki-laki, namun sebaliknya unit usaha kecil dikelola perempuan sebagai bentuk strategi mereka untuk mempertahankan hidup. Selain gambaran fisik keluarga nelayan tersebut, untuk mengidentifikasi kehidupan keluarga nelayan miskin dapat dilihat dari tingkat pendidikan anakanak, pola konsumsi sehari-hari dan tingkat pendapatan mereka. Karena tingkat pendapatan mereka rendah, maka adalah logis jika tingkat pendidikan anak-anak mereka juga Banyak anak nelayan yang harus berhenti sebelum lulus sekolah dasar, mereka tidak akan melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah pertama. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Mulyani et al. Disamping itu, kebutuhan hidup yang paling mendasar bagi rumah tangga nelayan miskin adalah pemenuhan kebutuhan pangan. Berdasarkan pengamatan awal, peneliti melihat sebagian besar anak-anak desa labuhan haji kurang mendapatkan dukungan atau dorongan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya. Dengan masalah pendidikan yang dialami masyarakat di daerah tersebut belum menghasilkan generasi yang berpendidikan tinggi dikarenakan masalah ekonomi, dukungan dari orang tua dan kurangnya fasilitas sekolah dari pemerintah. Disini dibutuhkan pelibatan orang tua dalam keluarga untuk menutupi kekurangan pengajar. Karena beberapa faktor itulah, kami mencoba untuk menjalankan program AuMengajar dari RumahAy. Dimana volunteer nya bisa dari kalangan siapa saja yang memiliki komitmen untuk membantu meningkatkan kualitas anak bangsa dalam bidang pendidikan di setiap wilayah, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan ini diperlukan untuk meningkatkan semangat dan kualitas belajar siswa. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah melihat respon dan antusiasme masyarakat dalam program mengajar dari rumah. Tujuan dari peningkatan kualitas mutu belajar murid dapat tercapai. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan, bulan Juli hingga September 2023. Metode disusun secara sistematis agar program dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu metode pelaksanaan program dimulai dari : Tahap Persiapan Tahap persiapan sangat penting dilakukan sebagai bentuk perencanaan yang lebih matang untuk mencapai hal yang lebih baik. Tahap persiapan meliputi : Survey lokasi pengabdian di Wilayah Pesisir Desa Labuhan Haji. Survey dilakukan untuk menyiapkan kegiatan PKM. Penyusunan Materi media pembelajaran untuk anak Ae anak Melakukan koordinasi, komunikasi dan informasi awal kepada kepala desa Labuhan Haji Menyiapkan Bahan materi pembelajaran untuk anak- anak Menyusun tahapan kegiatan Tahap Pelaksanaan Setelah semua proses persiapan dilaksanakan maka tahap pelaksanaan dapat dilakukan yaitu melakukan Pendampingan dan Peningkatan semangat belajar untuk anak- anak HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Program Mengajar ke Desa Labuhan Haji Kegiatan Program ini juga mengajak relawan yang asalnya dari desa tersebut maupun desa tetangga tersebut untuk berkontribusi secara sukarela dalam membantu kegiatan belajar mengajar murid PAUD hingga SMP yang mengalami kendala dalam pelaksanaan metode Pembelajaran di sekolahnya masing Ae masing (Kasih, 2. Akan tetapi, dalam kegiatan pengabdian ini, siswa yang direkrut dari TK hingga kelas 6 SD. Hal tersebut dilakukan dikarenakan peminat dan kebutuhan dari siswa TK hingga kelas 6 SD lebih tinggi dibandingkan dengan siswa jenjang SMP. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan dukungannya terhadap kepedulian relawan yang ingin membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan (Fahlevi, 2. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Mulyani et al. Proses Kegiatan Program Mengajar ke Desa Labuhan Haji Pada program Mengajar ke desa tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga dalam proses belajar mengajar tidak lebih dari 10 orang. Para siswa bergantian mengikuti dalam proses belajar mengajar dan disesuaikan waktunya. Siswa yang turut ikut berpartisipasi dalam program ini berjumlah 29 orang dengan rentang pendidikan mulai dari TK (Taman Kanak Ae kana. hingga kelas 6 SD (Sekolah Dasa. Daftar tabel siswa yang ikut berpartisipasi dalam program dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar Siswa yang Ikut berpartisipasi dalam Program Nama Siswa Ani Zafran Alfani Anton Abizar Angga Indun Dini Adnan Pina Prita Zila Muhin Sasa Amad Dito Dila Eko Rini Diodara Arsa Husni Gina Titi Putra Gilang Siti Dika Mimi Jenis Kelamin 1 SD Pendidikan 2 SD 3 SD 4 SD 5 SD 6 SD Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Usia (Th. Sumber: Dokumentasi Pribadi Siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 29 orang. Sebanyak 14 siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan 15 siswa berjenis kelamin perempuan . apat dilihat pada Gambar Terdapat 5 anak yang berpendidikan TK, 6 orang siswa berpendidikan kelas 1 SD, 5 siswa kelas 2 dan 6 siswa kelas 3 SD, 4 siswa berpendidikan kelas 4 dan 5 SD, dan yang terakhir berpendidikan kelas 6 SD berjumlah 5 siswa. Rentang usia 8 dan 9 tahun mendominasi yaitu sebanyak 6 orang, kemudian disusul dengan rentang usia 7, 10 dan 12 tahun sebanyak 5 orang siswa. Usia 6 dan 11 tahun sebanyak 3 orang, kemudian yang terakhir usia 4 dan 5 tahun masing - masing hanya 1 orang siswa. Berikut merupakan grafik peserta anak Ae anak yang mengikuti kegiatan ini berdasarkan jenis kelamin. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Mulyani et al. Gambar 1. Jenis kelamin siswa yang mengikuti program mengajar ke desa Tabel 2. Distribusi siswa yang mengikuti menurut tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Presentasi (%) 14,28 1 SD 17,14 2 SD 14,28 3 SD 17,14 4 SD 11,42 5 SD 11,42 6 SD 14,28 Total Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2023. Mulyani et al. Gambar 2. Jenis kelamin siswa yang mengikuti program mengajar ke desa Distribusi siswa yang mengikuti menurut tingkat pendidikan mulai dari TK sebesar 14,28 %, kelas 1 SD sebanyak 17,14%, kelas 2 SD sebesar 14,28%, kelas 3 SD sebesar 17,14%, 4 SD sebesar 11,42%, 5 SD sebesar 11,42%, 6 SD sebesar 14,28%. Kegiatan ini rutin dilakukan 3 kali dalam satu minggu dan setiap pertemuan berlangsung selama 60 menit. Pembelajaran ini memiliki kurikulum yang telah disiapkan oleh pemerintah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga para pengajar mengikuti kurikulum yang ada (Rustandi, 2. Selain itu, kegiatan ini juga membantu para siswa dalam mengatasi kesulitan belajar pada saat di sekolah dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Proses pada saat pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 2. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dengan melihat respon masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan Program Mengajar dari Rumah ini mendapatkan respon yang positif dan masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan ini. SARAN Saran yang dapat diberikan untuk tahapan berikutnya agar dilaksanakan berbagai macam kegiatan pelatihan pendampingan dan sosialisasi peningkatan minat belajar siswa di daerah pesisir agar membantu anak nelayan dan anak masyarakat pesisir pantai dalam meningkatkan ilmu dan keterampilan dan meningkatkan kesadaran dalam belajar. DAFTAR PUSTAKA