ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Manajemen Resiko dalam Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) di Universitas Tjut Nyak Dien. Medan Kiranti Silvia1. Siti Nur Aisah Solin2. Umi Masnah Sihombing3. Utia Rahmadani-Ar Hsb4. Wirahayu5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan e-mail: kiransilvia25@gmail. com1, sitinuraisahsolin1@gmail. umimasnahshb23@gmail. com3, utiarahmadanihasibuan@gmail. wirahayu7@gmail. Abstrak Dalam hal ini menyatakan bahwa konflik merupakan peristiwa yangwajar dalam suatu kelompok dan organisasi. Konflik bukanlah suatu hal yang negatifmalainkan suatu hal yang bias bermanfaat bagi kinerja suatu kelompok dan organisasi,dengan cara mengarahkan perhatian pada penyebab konflik dan mengoreksi kesalahanfungsi untuk memperbaiki kinerja kelompok dan organisasi. Dan di kesempatakan kali ini peneliti akan mengupas apa saja konflik yang dialami Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam dan bagaimana seorang pemimpin Organisasi menangani konflik tersebut. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang diperoleh Sedangkan secara deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan fenomena yang diteliti. Standar penilaian menurut BSNP terdiri dari standar umum penilaian, standar perencanaan penilaian, standar pelaksanaan penilaian, standar pengolahan dan pelaporan hasil penilaian, dan standar pemanfaatan hasi penilaian. Kata kunci : Manajemen. Resiko. Organisasi Abstract In this case, it states that conflict is a natural event in a group and organization. Conflict is not a negative thing but something that can be beneficial for the performance of a group and organization, by directing attention to the causes of conflict and correcting malfunctions to improve group and organizational performance. And at this opportunity, the researcher will explore what conflicts are experienced by the Islamic Student Activity Unit Organization and how an organization leader handles these conflicts. This research was conducted qualitatively to be able to process, analyze, and interpret the data obtained through While descriptive is intended to describe systematically the facts and phenomena under study. The assessment standard according to the BSNP consists of general assessment standards, assessment planning standards, assessment implementation standards, assessment results processing and reporting standards, and assessment results utilization standards. Keywords: Management. Risk. Organization PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata AuResikoAy dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Resiko merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi. Berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal. Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa tujuan berwirausaha adalah membangun dan memperluas Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 keuntungan kompetitif dalam organisasi maka perlu untuk mengetahui konsep resiko untuk lebih tau mengenai jenis resiko, prinsip resiko, esensi, klarifikasi resiko dan konsep lain yang berkaitan dengan resiko. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti . dapat berakibat menguntungkan atau merugikan sehinga kita perlu tau mengenai konsep risiko agar dapat mempekirakan kemungkinan yang disebabkan oleh Manajemen risiko merupakan salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis perusahaan karena semakin berkembangnya dunia perusahaan serta meningkatnya kompleksitas aktivitas perusahaan mengakibatkan meningkatnya tingkat risiko yang dihadapi Sasaran utama dari implementasi manajemen risiko adalah melindungi perusahaan terhadap kerugian yang mungkin timbul. Lembaga perusahaan mengelola risiko dengan menyeimbangkan antara strategi bisnis dengan pengelolaan risikonya sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil optimal dari operasionalnya. Kita harus bisa menemukan kerugian potensial yang mungkin terjadi dan mencari cara untuk menangani risiko tersebut. Dunia bisnis pun tak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian dalam dunia bisnis akan menyebabkan terjadinya risiko bisnis. Perusahaan merencanakan untuk menggencarkan promosi produknya dengan harapan penjualanya dapat meningkat. Dengan analisis yang mendalam diperkirakan penjualan setelah adanya promosi besar-besaran tersebut dapat meningkat sebanyak 20%. Tetapi kenyataanya penjualan hanya dapat meningkat 10%. Ini merupakan salah satu bentuk risiko yang terjadi dalam dunia bisnis. Risiko dalam bisnis tidak bisa diabaikan begitu saja. Perusahaan perlu menganalisis kemungkinan kerugian potensi dalam bisnisnya tersebut kemudian mengevaluasi dan mencari cara untuk menanggulanginya. Dengan demikian diharapkan bisnis yang dijalaninya dapat sukses meraih tujuan dengan mudah. Risiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan. Risiko adalah berbagai kemungkinan yang terjadi pada periode tertentu. Setiap kelompok dalam satu organisasi dimana di dalamnya terjadi interaksi antara satu dengan yang lainnya, mempunyai kecenderungan timbulnya suatu konflik yang tidak dapatdi Konflik terjadi karena disatu sisi orang-orang yang terlibat dalam suatuorganisasi mempunyai karakter, tujuan, visi dan misi yang berbeda-beda. Konflik merupakan peristiwa yang wajar dalam suatu kelompok dan organisasi, konflik tidak dapatdi singkirkan tetapi konflik bias menjadi kekuatan positif dalam suatu kelompok dan organisasi agar menjadi kelompok dan organisasi berkinerja efektif. Seorang pimpinan yang ingin memajukan organisasinya, harus memahami faktor-faktoryang menyebabkan tinbulnya konflik, baik konflik di dalam individu maupun konflik antar perorangan, konflik di dalam kelompok dan konflik antar kelompok. Dalam menata sebuahkonflik dalam organisasi di perlukan keterbukaan, kesabaran serta kesadaran semua pihakyang terlibat maupun yang berkepentingan dengan konflik yang terjadi. Oleh karena itu di perlukan manajemen yang tepat agar konflik dapat terselesaikan. Didalam penelitian ini, saya sebagai peneliti membahas tuntas bagaimana perjalanan kepemimpinan dan manajemen konflik yang saya ambil di Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) dan mengambil beberapa hipotesis seperti berikut ini: Hipotesis dalam penelitian ini ialah bagaimana para anggota organisasi mencapai tujuan bersama tanpa melewati sebuah konflik, baik itu konflik sesama anggota Oragnisasi atau Dalam menjalankan sebuah organisasi juga dibutuhkan sebuah pemimpin atau leader untuk menagatur dan mengarahkan para anggota organisasi lainnya. Selain itu pemimpin juga memiliki peran penting dalam konflik-konfkik yang akan terjadi di dalam ruang Pengertian Manajemen Konflik Manajemen konflik berasal dari dua kata, yakni manajemen dan konflik. Istilah manajemen berasal dari bahasa Italia AManeggiareA yang berarti melatih kuda-kuda, atau secara harfiah Ato handleA yang artinya mengendalikan. Sementara itu, menurut kamus Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Inggris Indonesia. AmanagementA artinya pengolahan dan istilah AmanagerA berarti tindakan membimbing atau memimpin. Sedangkan dalam bahasa Cina, manajemen adalah Akuan leeA yang berasal dari dua kata yaitu Akuan khungA yang artinya mengawasi orang kerja, dan Alee chaiA yang artinya memanajemen konflik uang. Sehingga definisi manajemen di dalam manajemen konflik ini tindakan untuk mengawasi atau mengatur orang bekerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan. Manajemen yang juga terdapat di dalam manajemen konflik merupakan proses penting yang menggerakkan organisasi karena tanpa manajemen yang efektif, tidak akan ada usaha yang berhasil. Selanjutnya, pemahaman atau definisi konflik yang terdapat di dalam manajemen konflik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik memiliki arti percekcokan, pertentangan, atau perselisihan. Selain itu, konflik juga berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang atau kelompok-kelompok. Setiap hubungan antarpribadi mengandung adanya unsur-unsur konflik, pertentangan pendapat, atau perbedaan kepentingan. Kendati unsur konflik yang juga terdapat di dalam manajemen konflik ini selalu ada dan terdapat di dalam setiap bentuk hubungan antarpribadi atau organisasi, tetapi konflik selalu dipandang sebagai hal lumrah yang harus dicegah. Konflik juga bisa disebut sebagai adanya situasi tindakan salah satu pihak yang berakibat menghalangi, menghambat, atau mengganggu tindakan pihak lain yang menyebabkan kerugian. Konflik termasuk di dalam manajemen konflik ini sangat mudah terjadi di antara orang-orang yang hubungannya bukan teman, dibandingkan dengan teman atau orang terdekat (Echols. M, and Shadily. H:1. Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli Menurut Ross, pengertian manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah . engan atau tanpa bantuan pihak ketig. atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi termasuk perilaku para pelaku dan bagaimana mereka memengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik. Minnery mengungkapkan arti dan pengertian manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan yang merupakan proses. Menurutnya, proses manajemen konflik perencanaan merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan terus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model ideal (Winardi:1. Peran Kepemimpinan Dengan Manajemen Konflik Seorang pemimpin adalah orang yang menjadi teladan. Keteladanan ini akan diikuti oleh para pengikutnya. Keteladanan dapat ditunjukkan dengan konsistensi perbuatan/ perilaku, ketegasan bertindak, dan kecepatan membuat keputusan bersama. Kompetensi pemimpin yang diharapkan meliputi : . mempunyai kemampuan berfikir sistem untuk mencari akar masalah sebuah konflik. mempunyai kemampuan teknik komunikasi yang baik dalam arti mampu mengkomunikasikan konflik yang terjadi dengan baik sehingga masalah tidak melebar. mempunyai kemampuan teknik negosiasi yang tinggi . emampuan mencari solusi bersama yang saling menguntungka. mempunyai kemampuan mempengaruhi orang yang tinggi . emampuan untuk membuat orang mengikuti ide atau pikiran kit. (Fisher. Simon, dkk:2. Peranan Pemimpin Dengan kemampuan dan sikap yang bijak, pemimpin harus berupaya untuk : . mencegah terjadinya konflik. meredam dan melokalise konflik tidak Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 . menyelesaikan konflik dalam waktu sesingkat mungkin. mengurangi dampak konflik seminimal mungkin agar tidak menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan organisasi (Mardianto. dkk:2. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan keadaan serta objek penelitian berdasarkan fakta yang ada dilapangan secara apa adanya sesuai dengan hasil pengamatan si peneliti. Peneliti menggunakan metode ini agar peneliti bisa mengetahui informasi secara dalam dan dapat mendeskripsikan dan menganalisis data dengan jelas. Peneliti berperan sebagai pengamat penuh mengamati bagaimana proses jalannya wawancara kepada anggota organiasasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Di Universitas Tjut Nyak Dhien. Medan. HASIL DAN PEMBAHASAN VISI Menjadikan UKMI sebagai organisasi dakwah yang profesional dalam rangka mewujudkan keilmuan dan keislaman masyarakat kampus. MISI Menjadikan UKMI sebagai wadah aktualisasi dakwah Islamiyah seperti kajian keislaman. Menjadikan segenap civitas akademika sebagai pendukung dakwah Islamiyah di Membentuk basis pengaderan dalam rangka melahirkan kader-kader dakwah yang tawazun dalam aspek: Akidah dan Ibadah yang benar, pembersihan hati . azkiyatun naf. , serta pembinaan fisik yang kuat. Ilmu pengetahuan kontemporer sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan umat dan kehidupan di masyarakat. Keorganisasian dan kepemimpinan. Keterampilan belajar maupun keterampilan kehidupan. Menjadikan UKMI sebagai salah satu pusat kegiatan keislaman dan pelayanan umat. Table 1Nama-Nama anggota Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Tjut Nyak Dien NO NAMA NPM KELAS STAMBUK Rohan Syakir Lessy Wanda Octavianti . Muallif Arsyadi Cinta Rosandra Dewi Lestari Ella Yolanda Putri Nisfa Fadllan Nabila Syahpitri Yona Permata Indah Widya Kartika Sari 10 Maya Kusuma 11 Nadia Nuzulia 12 Aminatun Dahra 13 Tari Putri Utami Rizki 14 Dhea A. Anatasya 15 Mera Riska 16 Tjut Xena 17 Muhammad Ikram Taufik 18 Julva Mualida 19 Fatimah Az- Zahra 20 NurAazmi Fadhillah Br Siagian Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Febry Adelina Siregar Salsa Bylla Putri Salsabila Intan Putri Utami Elviana Salsa Irnabila Indah Pasaribu Chairunnisa Triananda Harahap Parhan Hendra Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Struktur Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Tjut Nyak Dien Analisis Hasil Penelitian Dari wawancara yang sudah peniliti lakukan dengan salah satu anggota Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam, narasumber mengatakan bahwasannya. AuKepemimpinan dalam organisasi adalah sebuah proses dimana seorang pemimpin memengaruhi dan memberikan contoh kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang menjadi pengikutnya, bukan juga dilihat dari seberapa lama ia memimpin. Kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin di organisasi ini dengan langkah menegaskan kepada seluruh anggota organisasi untuk maju mancapai tujuan bersama dengan mensama ratakann setiap anggota organisasi ini. Pemimpin di organisasi ini selain untuk mengatur setian anggota organisasinya juga menanggung jawabi dan tegas dengan apa yang akan terjadi di masa depan berjalannya organisasi. Ay Setiap suatu ruang/wadah tentu akan di hadapi oleh konflik, biasanya konflik yang terjajdi di setiap wadah organisasi tertentu berbeda-beda. Dan menurut hasil wawancara peneliti, narasumber mengatakan sebagai berikut: Aukonflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang dan perbedaan tujuan dan pendapat. Ay Dengan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13724-13729 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 pernyataan tersebut menyatakan bahwa konflik itu masih merasuki kedalam wadah organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Di Universitas Tjut Nyak Dien. Medan. Namun, dari konflik diatas, tentunya pemimpin sebagai orang yang bertanggung jawab mempunyai peran besar dalam penaganan konfilk ini. Dari hasil wawancara peneliti, narasumber mengatakan bahwa pemimpin dalam meyelesaikan konflik ini meliputi. Aupemimpin yang bertanggung jawab tidak boleh memihak kepada siapapun pemimpin harus memilih sikap adil untuk memecahkan suatu masalah atau konflik. Diskusikan secara langsung dengan orang-orang yang terlibat konflik dalam diskusi terbuka. Ay Disini jelas tampaknya bahwa pemmimpi organisasi dan para anggotanya masih berusaha keras untuk menahan ego masinng-masing agar tujuan bersama organisasi tercapai dengan maksimal walau harus mekieati beberapa konflik sesama anggota Organisasi. SIMPULAN Konflik merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam sebuah organisasi hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang pada intinya karena organisasi terbentuk dari banyak individu dan kelompok yang sudah pasti memiliki sifat dan tujuan-tujuan yang berbeda satu sama lain. Konflik bisa terjadi baik dengan dirinya individu sendiri maupun dengan individu yang lain atau dengan kelompok lain. Selain dari sisi individu konflik juga bisa terjadi antara kelompok bahkan antar organisasi. Konflik bisa terjadi pada situasi atasan dengan bawahan, sesama karyawan, antara staf dengan garis peranan juga antar perintah yang datang dari dua pihak yang saling berbenturan. Karena konflik merupakan hal yang kerap kali muncul dan tidak dapat dihindari maka perlu adanya suatu manajemen yang mengelola konflik agar tidak terjadi meluas dan lebih banyak mengeluarkan dampak positifnya. Konflik tidak selalu menimbulkan dampak negatif tapi juga bisa menimbulkan dampak positi. Rekomendasi pada penelitian kali ini saya masih merasa belum cukup dengan hasil penelitian yang telah saya lakukan pada saat ini dan oleh karena itu jika masih ada kata atau Bahasa yang salah saya meminta maaf, dan kami menerima masukan dari pembaca agar saya bisa memberbaiki hasil laporan penelitian saya menjadi lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA