ISSN: 2746-3656 Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Luas dan Keliling Siswa Sekolah Dasar Kelas IV Jose Andreas Gandi Sinaga1* & Novi Tari Simbolon2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Quality Berastagi, 22152. Indonesia *Coresponding author: joseandreasgandhi21@gmail. Diterima 2 September 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Penelitian ini mengkaji kemampuan pemahaman matematika siswa kelas empat SD Negeri 060910 Medan terkait luas dan keliling persegi dan persegi panjang. Penelitian ini menggunakan metodologi kuasieksperimental kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 37 siswa kelas empat SD Negeri 060910 Medan. Tes dan lembar observasi digunakan sebagai instrumen penelitian. Para ahli telah memvalidasi tes tersebut sebelum digunakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV SD Negeri 060910 Medan lebih mampu memahami konsep keliling dan luas persegi dan persegi panjang ketika model Pembelajaran Berbasis Proyek digunakan di kelas. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,00 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,5 dengan thitung > t tabel, yaitu 10,977 > 2,028. Hasil posttest juga menunjukkan hal ini. kelas yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek memperoleh skor rata-rata 70,86, dengan tiga orang . %), lima belas orang . %), dan sembilan belas orang . %), masingmasing masuk dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah pada uji N-Gain. Ini berarti pemahaman konsep matematika siswa meningkat sebesar 100%. Kata Kunci: Project Based Learning. Pemahaman Matematis. Teori Vygostky. Konsep Luas dan Keliling Citation: Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Luas dan Keliling Siswa Sekolah Dasar Kelas IV. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 128 Ae 136. 24114/jfi. anak-anak untuk memahami konsep, penerapan Pendahuluan Setiap (Fadilah. Dalam prosedur matematika dalam hal kontekstual dan memecahkan masalah secara metodis. kehidupan sehari-hari, matematika juga penting untuk Menurut Augustina . , tidak semua siswa tugas-tugas seperti mengukur tinggi, luas tanah, dan menyukai matematika meskipun relevansinya. Prestasi Indonesia membutuhkan komputasi matematika. Kemampuan merupakan salah satu bukti bahwa matematika ini krusial untuk mengajarkan siswa cara menemukan, dianggap menantang dan membosankan. Menurut data Studi Tren Matematika dan Sains Internasional memenuhi tuntutan kehidupan sehari-hari yang terus (TIMSS) 2015, prestasi siswa berada di peringkat ke-45 berubah dan kompetitif (Dzulfikar, 2. dari 50 negara. Selain itu, wawancara dan observasi Tujuan lain yang perlu diperhatikan adalah guru kelas empat SD Negeri 060910 menunjukkan pemahaman matematika di sekolah dasar. Siswa bahwa keterampilan matematika siswa di sekolah tersebut masih kurang. Siswa masih belum mampu masalah dan bekerja secara rasional dan metodis memahami konsep matematika. Hal ini mendukung melalui matematika. Hal ini sejalan dengan tujuan temuan Buyung. Rika, dan Mariam . tentang faktor-faktor berikut yang berkontribusi terhadap dikemukakan oleh Ahmad Fauzan & Yerizon . rendahnya pemahaman matematika di sekolah dasar: yang menyatakan bahwa tujuanya berupa pelatihan . siswa menganggap matematika menantang. dasar-dasar Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 kurangnya minat. kurangnya fokus. dipertimbangkan sehingga guru seringkali melengkapi pemahaman konseptual yang rendah. materi pelajaran mereka dengan rumus dan contoh Memecahkan masalah matematika dalam Menurut Taruli Marito Silalahi dkk. 2: . kehidupan sehari-hari membutuhkan pemahaman selain diberikan materi, siswa harus mempelajari yang baik dan mendalam tentang berbagai konsep konsep dari pengetahuan yang sudah ada. Ketika Tahapan disajikan tanpa pemahaman konseptual, pengetahuan oleh siswa bida melalui memahami dasar pembelajaran menjadi sia-sia dan instruktur lebih dari konsep-konsep tersebut. Mereka bisa lebih diposisikan sebagai penyedia materi. Siswa akan tidak memahami konsep yang lebih rumit jika sudah paham menyukai matematika dan kesulitan menguasai topik Melalui kemampuan pemahaman tersebut, matematika jika hal ini terus terjadi. Oleh karena itu, siswa bisa memperluas pengetahuan yang dimiliki dan guru harus menggunakan dan menerapkan model bisa lebih memahami konsep yang lebih rumit jika pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung sudah paham dasarnya. Selain mengembangkan konsep matematika. Sejalan dengan hal ini. Muskania. Muskania, informasi dari disiplin ilmu lain. Hal ini sejalan dengan , & Wilujeng. I: . , menjelaskan bahwa untuk temuan Bartell. Tonya Gau. Corey Webel. Brian menghasilkan beragam hasil pembelajaran, sebaiknya Bowen, dan Nancy Dyson (Radiusman, 2. , yang siswa menyelidiki evaluasi, interpretasi, sintesis, dan informasi dalam paradigma pembelajaran berbasis membantu siswa sekolah dasar mempelajari materi proyek, yang berpusat pada proyek atau aktivitas baru dan memperoleh pengalaman dalam aktivitas Selain itu, menurut Sari. , & Angreni. 8: . sehari-hari dengan memungkinkan mereka mengenali pembelajaran berbasis proyek adalah metode yang pola dan hubungan di antara berbagai bagian melibatkan siswa secara langsung dalam sebuah Indikator Berdasarkan menurut NCTM 1989 dalam (Heris et al. , 2. pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan . mendefinisikan konsep baik secara lisan maupun pengajaran di mana siswa mengerjakan sebuah proyek . mengenali dan menghasilkan contoh dan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap bukan contoh. merepresentasikan suatu konsep suatu subjek. dengan menggunakan model, diagram, dan simbol. Diyakini beralih di antara berbagai bentuk representasi. mengembangkan pemahaman internal terhadap ide- mengenali berbagai makna dan interpretasi konsep. ide matematika melalui pembelajaran berbasis proyek Menurut Anggara. Meila, dan Samsudin. Asep mengenali kondisi-kondisi yang menentukan suatu . , sebuah penelitian yang menggunakan model pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) pada siswa sifat-sifat Konsep matematika juga kurang dipahami sekolah dasar kelas satu menunjukkan keefektifannya, oleh siswa di SD Negeri 060910. Banyak siswa yang terbukti dengan siswa kelas satu di SDN Sukaresmi, kurang tertarik dengan proses pembelajaran dan Kabupaten Bandung kesulitan memecahkan soal matematika. Salah satu penyebab utama siswa menjadi kurang suka dengan matematika adalah kecenderungan mereka untuk Banyak Barat. Studi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek secara langsung menganggap matematika itu membosankan dan pemahaman konsep matematika siswa. Lebih lanjut. Siswa Isrok'atun & Amelia Rosmala . 8: . menyebutkan Proses manfaat model pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut: . meningkatkan motivasi belajar. Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. penelitian ini bersifat praeksperimental. meningkatkan kerja sama tim. meningkatkan penelitian ini dilakukan pada satu kelompok, yang kemampuan manajemen sumber daya. Manfaat model disebut sebagai PJBL ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol atau konsep matematika siswa. pembanding (Jhon W. Best dalam Endang Widi Karena Dimana Winarni: 2. membentuk satu kesatuan yang utuh, perkembangan Penelitian ini menggunakan desain pra-tes- siswaAiterutama di tingkat sekolah dasarAiberkaitan pasca-tes kelompok tunggal, yang diberikan sebelum dengan kepribadian anak secara keseluruhan. Kognitif, perlakuan dan pasca-tes setelah perlakuan untuk fisik-motorik, sosio-emosional, linguistik, moral, dan setiap rangkaian pembelajaran. Berikut ini ilustrasi religius adalah beberapa aspek utama kepribadian skema desain pra-tes-pasca-tes kelompok tunggal anak yang umumnya dapat diidentifikasi. Pertumbuhan kognitif setiap anak akan Orang-orang Tabel 1. Skema one group pre test-post test design memikirkan pengalaman atau kejadian melalui proses Pre Test yang dikenal sebagai perkembangan kognitif. Menurut Treatment Post Test teori Lev Vygotsky, bahasa dan interaksi antara anak Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pertumbuhan kognitif anak sesuai dengan tahap perkembangannya (Wardani dkk. , 2. Dengan kata lain, siswa belajar dan memahami konsep matematika siswa kelas IV SD Negeri 060910 Medan pada tahun Selain itu, menurut Wardani . , semua anak akan mengalami pertumbuhan kognitif, yang mencakup perkembangan pengetahuan, pemecahan masalah, keterampilan, dan pemahaman lingkungan. Lev Vygotsky berkontribusi pada perkembangan kognitif anak. Anak-anak akan sangat antusias mengikuti pelajaran jika perkembangan kognitif untuk perkembangan ini, karena hal ini berkaitan erat dengan peran orang tua, guru, dan lingkungan dalam hasil pertimbangan tersebut, diperoleh sebanyak 37 siswa kelas IV yang menjadi subjek penelitian. Pemilihan kelas ini didasarkan pada kesesuaian materi yang diajarkan dengan topik penelitian serta kesiapan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes kemampuan pemahaman konsep matematika, lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Project Based Learning, lembar validasi ahli, pertumbuhan kognitif anak. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan mereka sesuai dengan usianya. Dukungan diperlukan Teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu melalui interaksi sosial. 2025/2026. pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 060910 terhadap konsep keliling dan luas bangun datar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbasis Teori Vygotsky. serta lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Tes kemampuan pemahaman konsep berbentuk soal pemahaman konsep luas dan keliling persegi serta LKPD digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara Metode Penelitian Penelitian ini, yang berfokus pada luas dan keliling persegi dan persegi panjang, dilaksanakan di kelas empat SD Negeri 060910 pada tahun ajaran 2025Ae Dengan desain pretes-postes kelompok tunggal, itu, lembar validasi ahli digunakan untuk menilai kelayakan isi, bahasa, serta keterpaduan antara LKPD dan modul ajar. Seluruh instrumen divalidasi oleh dua dosen ahli pendidikan matematika dan satu guru kelas SD. Berdasarkan Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 dinyatakan layak digunakan dengan revisi kecil pada aspek bahasa dan kejelasan indikator. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pretes, treatment, postes, serta observasi dan dokumentasi. Tabel 2. Validasi Ahli Terhadap Modul Ajar Validator Isi Bahasa Ade Evi Fatimah. Sulastri. Penerapan PJBL NB: RK = Revisi Kecil. TR = Tanpa Revisi Pretes diberikan untuk mengetahui kemampuan awal sebelum perlakuan. Treatment dilakukan menerapkan langkah-langkah model Project Based Learning. Setelah mengukur peningkatan kemampuan pemahaman Tabel 3. Validasi Ahli Terhadap LKPD Validator Ade Evi Fatimah. Sulastri. Isi Bahasa Penerapan PJBL NB: RK = Revisi Kecil. TR = Tanpa Revisi konsep siswa. Selain itu, observasi digunakan untuk Temuan validasi untuk modul ajar dan LKPD mencatat aktivitas guru dan siswa selama proses digunakan untuk mendukung data hasil penelitian. yang telah dikompilasi, sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, menunjukkan sejumlah perubahan kecil pada komponen implementasi model PjBL dalam menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan modul ajar dan LKPD. Revisi dilakukan terutama pada Analisis deskriptif dalam penelitian ini bagian penyusunan indikator pencapaian kompetensi, digunakan untuk menggambarkan hasil belajar siswa kejelasan langkah kegiatan proyek, serta penggunaan dalam bentuk rata-rata, persentase, dan kategori bahasa yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman Sementara itu, analisis inferensial dalam siswa SD. Perubahan serupa juga dilakukan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji bagian petunjuk penggunaan LKPD agar lebih Paired Sample T-Test melalui bantuan program SPSS versi 25 untuk mengetahui perbedaan signifikan antara perbaikan sesuai saran validator, modul ajar dan hasil pretes dan postes. Sebelum dilakukan uji LKPD dinyatakan layak digunakan untuk tahap uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas coba lapangan. Data (KolmogorovAeSmirnov ShapiroAeWil. Setelah memastikan bahwa data berdistribusi normal. Selain Tabel 4. Uji Validasi Ahli Instrumen Penelitian itu, dilakukan pula uji N-Gain untuk mengetahui Validator Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Ahli Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian Seorang dosen pendidikan matematika dan seorang guru sekolah dasar yang berpengalaman dalam penggunaan sumber belajar dan alat penelitian di sekolah dasar melakukan validasi ahli. Isi, bahasa, grafik, dan kesesuaian alat dengan kelas menjadi area utama validasi. Tabel 2 dan tabel 3 menampilkan hasil Postes diterapkan pembelajaran berbasis proyek. Pretes tingkat peningkatan hasil belajar siswa setelah uji validasi perangkat pembelajaran oleh ahli: Ade Evi Fatimah. Sulastri. Ade Evi Fatimah. N . Sulastri. Butir Soal NB: RK = Revisi Kecil. TR = Tanpa Revisi Berdasarkan pertanyaan dimodifikasi sedikit sesuai dengan hasil validasi pakar untuk pra-tes dari Validator 1. Sementara pasca-tes dinyatakan tidak diubah, yang berarti dapat Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Pemahaman konseptual matematika siswa matematika dalam menentukan luas dan keliling tentang persegi panjang dinilai sebelum penerapan persegi dan persegi panjang setelah menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek. Siswa yang model pembelajaran Project Based Learning. menyelesaikan pretest memiliki skor rata-rata 58,22 dan simpangan baku 17,76. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada dalam kategori Selain menampilkan kemahiran siswa dalam tiga kategori penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek. Tinggi Sedang Gambar 2. Persentase Matematis Pada Posttest Rendah Pemahaman Konsep Gambar 2 menggambarkan bagaimana model PJBL meningkatkan pemahaman konsep Tinggi Sedang Rendah matematika siswa pada posttest. Enam siswa . %), empat belas siswa . %), dan tujuh belas siswa Gambar 1. Persentase Matematis pada Pretest Pemahaman Konsep . %) memiliki kategori rendah, sedang, dan tinggi untuk pemahaman konsep matematika mereka. Seperti yang dapat dilihat dari gambar 1 Bukti yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa pada pretes pemahaman konsep matematika siswa berada . ebelum penggunaan model PJBL) terbagi dalam tiga kategori: rendah . orang, 32%), sedang . pembelajaran berbasis proyek. Melalui tugas-tugas orang, 49%), dan tinggi . orang, 19%). Secara yang diberikan selama proses pembelajaran, siswa keseluruhan, kemampuan siswa berada dalam mulai memahami konsep menghitung luas dan rentang sedang dan buruk. Hal ini ditunjukkan keliling persegi dan persegi panjang. Rumus untuk oleh fakta bahwa siswa masih belum mampu luas dan keliling persegi dan persegi panjang kini memahami konsep matematika dalam menghitung tersedia bagi siswa. Ini berarti selain menghitung luas dan keliling persegi dan persegi panjang. Jika luas dan keliling persegi dan persegi panjang, siswa mengetahui panjang dan lebar persegi, mereka dapat menghitung keliling dan luasnya. komponen persegi dan persegi panjang yang Namun, banyak yang masih kesulitan menentukan sebelumnya tidak diketahui. salah satu sisi persegi dan persegi panjang jika mereka mengetahui keliling dan luasnya. Setelah penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek, diberikan posttest untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap konsep matematika terkait luas dan keliling persegi dan persegi panjang telah meningkat. Nilai rata-rata siswa adalah 70,86, yang menunjukkan bahwa Tinggi Sedang Rendah pembelajaran selesai dengan simpangan baku 16,64. Selain itu, grafik di bawah ini menunjukkan Gambar 3. Persentase Peningkatan Pemahaman Konsep Matematis. Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Uji N-Gain dalam penelitian ini digunakan matematis siswa kelas IV SDN 060910 Medan. Dari pemahaman konseptual siswa pada saat sebelum hasil perhitungan uji- t dapat dilihat pada tabel 6. dan sesudah pembelajaran berbasis proyek. Grafik di bawah ini menunjukkan hasil uji N-Gain. Tabel 6. Uji Paired Samples Test Berdasarkan gambar 3, tiga responden Paired Differences Mean Std. Deviasi Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Derajat Kebebasan . Singifikasi (Sig. 2 tile. %), lima belas responden . %), dan sembilan belas responden . %), masing-masing mengalami matematika sebelum dan sesudah menggunakan Dengan Project Based Learning. peningkatan 100% dalam pemahaman konsep matematika mereka. Uji Data 7493 s. -10,977 Penggunaan model pembelajaran Project sebelum melakukan analisis statistik parametrik . ji t sampel berpasanga. Statistik parametrik menggunakan dua jenis uji kenormalan: rumus Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Sminov . Based Learning (PBL) siswa kelas IV di SDN 060910 Medan. Hal ini menunjukkan nilai t hitung sebesar 10,977 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. = 0,000 dan df = 36. Tabel 5. Uji Normalitas data pemahaman konsep Pretest Postest Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Karena nilai Sig. < . , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) berpengaruh signifikan Nilai sig-2-tailed kemampuan pemahaman terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika pada pretes menggunakan konsep matematika siswa kelas IV SDN 060910 Kolmogorov-Smirnow dan Shapiro-Wilk adalah Medan, khususnya pada materi luas dan keliling 0,200, seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas, persegi serta persegi panjang. yang menunjukkan nilai sig > 0,05. Selain itu, skor perolehan kemampuan pemahaman matematika Hasil dan Pembahasan . ig-2-tai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menggunakan Shapiro-Wilk adalah 0,306 dan bagaimana penerapan model pembelajaran Project Kolmogorov-Smirnow Based Learning (PjBL) berpengaruh terhadap menunjukkan nilai sig lebih besar dari 0,05. Oleh pemahaman konseptual siswa kelas IV SDN 060910 karena itu, dapat dikatakan bahwa hasil tersebut Medan pada materi luas dan keliling persegi serta berdistribusi normal terkait pemahaman konsep persegi panjang. Pembahasan dilakukan dengan matematika siswa, baik pada pretes maupun meninjau hasil pretes, postes, peningkatan hasil belajar, serta hasil uji statistik. 0,164, Metode uji t digunakan untuk menguji Pada tahap awal, siswa diberikan tes kebenaran hipotesis, dimana hipotesisnya. Ho = pendahuluan . untuk mengukur tingkat Tidak PjBL pemahaman awal terhadap konsep luas dan Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai matematis siswa kelas IV SDN 060910 Medan. rata-rata PjBL 58,22 17,76. Berdasarkan Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 kemampuan, terdapat 12 siswa . %) dalam dinyatakan berdistribusi normal baik sebelum kategori rendah, 18 siswa . %) dalam kategori maupun sesudah perlakuan. Selanjutnya dilakukan sedang, dan 7 siswa . %) dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran perbedaan hasil pretes dan postes. Hasil analisis berbasis proyek diterapkan, sebagian besar siswa menunjukkan bahwa t hitung = 10,977 dan t tabel = 2,028 . f = 36, = 0,. Karena t hitung . > t tergolong sedang hingga rendah. Based Paired Sample T-Test untuk tabel . dan Sig. -taile. = 0,000 < 0,05, maka Selanjutnya, model pembelajaran Project dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCa Learning (PjBL) signifikan antara hasil pretes dan postes, sehingga Artinya, kegiatan proyek nyata. Prose tesebut berupa siswa Project mengerjakan tugas proyek berupa menempelkan potongan kotak kecil pada bentuk persegi dan matematika siswa. Based Learning persegi panjang untuk memahami konsep luas dan Peningkatan hasil belajar ini disebabkan keliling secara konkret. Guru mengarahkan siswa karena model PjBL memungkinkan siswa belajar untuk menghitung jumlah kotak kecil di seluruh melalui pengalaman langsung dan kolaboratif. permukaan sebagai representasi luas, serta jumlah Siswa tidak menemukan sendiri makna konsep matematika Melalui tahapan kegiatan ini, siswa dapat melalui kegiatan proyek. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek juga menumbuhkan kemampuan hanya menghafal pengalaman langsung, sehingga belajar menjadi lebih bermakna. Setelah pembelajaran dengan PjBL selesai, . pemahaman konseptual siswa terhadap materi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Wulandari dan Surya . yang menyatakan Hasil postes menunjukkan peningkatan nilai bahwa penerapan model Project Based Learning rata-rata menjadi 70,86 dengan simpangan baku 16,64. Sebanyak 6 siswa . %) berada pada kategori rendah, 14 siswa . %) pada kategori sedang, dan matematis siswa sekolah dasar melalui aktivitas 17 siswa . %) pada kategori tinggi. Hal ini proyek kontekstual. Penelitian Fitriani. Nasution, menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan Siregar . menyimpulkan hal sejalan rumus, tetapi cukup signifikan setelah diterapkannya model PjBL. PjBL terhadap hasil belajar matematika pada materi Hasil uji N-Gain juga memperlihatkan bangun datar karena melibatkan siswa dalam bahwa peningkatan pemahaman siswa berada kegiatan konkret. Selain itu. Putri dan Hidayat . menemukan bahwa PjBL tidak hanya rata-rata peningkatan mencapai 100% dari kondisi awal. Artinya, pembelajaran berbasis proyek berhasil penelitannya juga menunjukkan bahwa PjBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan konseptual maupun keterampilan menghitung. (Shapiro-Wil. 0,200 Penelitian Sari. Lestari, dan Ananda Sig. dilakukan mampu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konseptual pada siswa sekolah (Kolmogorov-Smirno. sebesar 0,200 untuk data pretes, serta 0,306 dan 0,164 untuk data postes. menekankan aktivitas nyata. Karena seluruh nilai sig > 0,05, maka data . menegaskan bahwa penerapan PjBL yang Berdasarkan uji normalitas, diperoleh nilai Sig. Sinaga. , & Simbolon. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Teori Vygotsky. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Penutup Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan matematika di sekolah dasar dan menjadi inspirasi bagi penelitian selanjutnya. model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Daftar Pustaka Anggara. & Samsudin. Penerapan matematis siswa kelas IV SD Negeri 060910 Medan Model pada materi keliling dan luas persegi serta persegi Learning Untuk Mengetahui Gambaran Melalui kegiatan proyek di dalam kelas Pemahaman Konsep Penjumlahan Siswa yang melibatkan eksplorasi dan interaksi aktif. Kelas peserta didik lebih mudah memahami konsep- Elementary Education (SAEE). konsep dasar matematika secara bermakna. Hasil Pembelajaran _Project Sekolah Dasar. Based Sebelas April Buyung. Wahyuni. , & Mariyam. Faktor Penyebab Rendahnya Pemahaman Siswa signifikan pada hasil belajar siswa setelah proses Pada Mata Pelajaran Matematika Di SD 14 diterapkan model PjBL dibandingkan sebelum Semperiuk A. Journal of Educational Review Dengan demikian, model Project Based Learning layak diterapkan sebagai salah satu 5. http://dx. org/10. 26737/jerr. Fauzan. A, & Yerizon. Pengaruh Pendekatan RME dan Kemandirian Belajar Terhadap meningkatkan kemampuan pemahaman konsep Kemamampuan Matematis Siswa. Prosiding Research. Peneliti Semirata FMIPA Universitas Lampung, 7Ae14. Hasratuddin. Permasalahan Pembelajaran mengembangkan kreativitas dalam merancang Matematika Pemecahannya. Jurnal Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan matematika. Sekolah Alternatif 67-73, https://doi. org/10. 21831/pg. Hendriana. & Heris,dkk. Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa. PT Refika Ucapan Terima Kasih