http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Review of The Application Motivational Interviewing in Handling Non-adherence To Treatment in Hypertension Patients Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh1. Vera Veriyallia2. Bahtiar Bahtiar1. Ruminem Ruminem1 Abstrak Pendahuluan: Ketidakpatuhan penderita hipertensi merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh tenaga kesehatan. Wawancara motivasi merupakan intervensi yang berpusat pada penderita dan telah terbukti mengubah kepatuhan Tujuan: Tujuan dari kajian ini adalah untuk menyelidiki dampak wawancara motivasi terhadap kepatuhan pada penderita hipertensi. Metode: Kajian ini dilakukan pada empat basis data. PubMed. Cinahl. Web of Science (WOS), dan Scopus. Hanya artikel uji coba terkontrol acak (RCT) yang digunakan, penilaian kualitas artikel menggunakan alat penilaian kritis JBI, pemilihan dan ekstraksi artikel mengacu pada pedoman PRISMA. Hasil: Terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Wawancara motivasi diterapkan dengan 2 metode, konvensional dan non-konvensional. artikel menunjukkan peningkatan kepatuhan pengobatan, 1 artikel menunjukkan kepatuhan terhadap rekomendasi diet dan aktivitas fisik, 1 artikel menunjukkan perubahan pola konsumsi merokok, dan 4 artikel menunjukkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi pasca-intervensi. Kesimpulan: Wawancara motivasi dapat menjadi pilihan yang efektif dalam hal meningkatkan kepatuhan hipertensi di masa mendatang. Meskipun bukti saat ini telah tervalidasi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bukti efektivitas metode wawancara motivasi gabungan . onvensional dan non-konvensiona. Kata kunci: Hipertensi. Kepatuhan. Wawancara motivasi Abstract Introduction: Non-adherence of hypertensive patients is a serious challenge faced by health workers. Motivational interviewing is a patient-centered intervention shown to change a person's compliance. Aim: This study aimed to determine the impact of motivational interviewing on compliance in hypertensive patients. Method: This study was conducted on four databases. PubMed. Cinahl. Web of Science (WOS), and Scopus. Only randomized controlled trial (RCT) articles were used, the quality assessment of articles used the JBI critical appraisal tool, selection and extraction of articles referred to the PRISMA guidelines. Results: 5 articles met the inclusion criteria. Motivational interviewing was applied with 2 methods, conventional and non-conventional. 2 articles showed increased medication compliance, 1 article showed compliance with dietary and physical activity recommendations, 1 article showed changes in smoking consumption patterns, and 4 articles showed decreased blood pressure in hypertensive patients after intervention. Conclusion: Motivational interviewing can be an effective option in terms of improving hypertension compliance in the Although the current evidence has been validated, further research is needed to explore the evidence of the effectiveness of combined motivational interviewing methods . onventional and non-conventiona. Keywords: Adherence. Hypertension. Motivational interviewing Submitted : 24 April 2025 Revised: 18 June 2025 Affiliasi penulis : 1 Program Keperawatan. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. 2 Program Keperawatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Korespondensi : AuAhmad Abdul Ghofar AbdullohAy abdulghofar@fk. PENDAHULUAN Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan masalah kesehatan utama diantara masyarakat penderita hipertensi di berbagai negara-negara di dunia baik itu negara berkembang maupun negara maju . Populasi penderita hipertensi di dunia saat ini mencapai 1,28 miliar orang . , dan sekitar 1 miliar orang diantara populasi tersebut hidup dengan hipertensi yang tidak terkontrol . Beberapa peneliti sepakat bahwa hipertensi yang tidak terkontrol berhubungan erat dengan ketidakpatuhan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 25 June 2025 penderita terhadap manajemen pegobatan penyakit . Ae. , dan telah terbukti menjadi . ,7Ae. Masalah ketidakpatuhan ini merupakan masalah yang paling sering dijumpai diantara penderitapenderita hipertensi di dunia . Oleh sebab itu, masalah ini menjadi kendala utama bagi masyarakat . Kepatuhan manajemen pengobatan penyakit sendiri merupakan hal penting untuk pengendalian suatu penyakit dan merupakan langkah awal untuk menciptakan kontrol pada tekanan darah . ,12,. Penderita yang tidak patuh Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 pada manajemen pengobatan penyakit akan menyebabkan hipertensi tidak terkontrol dan timbulnya komplikasi penyakit . Ae. Komplikasi paling umum adalah gangguan pada jantung, ginjal, pembuluh darah, otak . , dan bahkan dapat menyebabkan kematian . Penyebab paling umum dari perilaku ketidakpatuhan penderita hipertensi erat hubungannya dengan persepsi penderita itu sendiri seperti keyakinan terhadap . , kompleksitas dari pengobatan yang dijalani, budaya . , kesulitan untuk beradaptasi dengan panyakit dan merubah gaya hidup, serta kepercayaan terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan . Berdasarkan hal tersebut, perubahan persepsi dan perilaku penderita berada posisi krusial, sehingga mengharuskan arah intervensi di masa mendatang harus ditujukan kepada individu itu sendiri untuk meningkatkan kepatuhan Intervensi yang diberikan pun harus dapat menjadi representatif dari masalah yang ada seperti dapat memberikan promosi pemahaman penderita terbangun, sehingga penderita menjadi paham dan sadar akan pengobatan penyakit, intervensi yang diberikan juga harus menjadi lecutan motivasi dan komitmen penderita untuk terus berubah menjadi lebih baik, dan lain sebagainya. Salah satu intervensi yang sesuai dengan wawancara motivasi atau motivational Wawancara motivasi adalah intervensi dengan gaya kolaboratif, suportif, dan empati yang berpusat pada diri seseorang dengan tujuan untuk memperkuat motivasi dan komitmen orang tersebut untuk melakukan perubahan-perubahan . ,12,. Intervensi ini telah terbukti dapat merubah perilaku . , meningkatkan kepatuhan baik pada anak-anak . maupun pada orang dewasa . demi derajat kesehatan yang lebih baik. Prinsip dasar wawancara motivasi adalah memahami sekaligus mengeksplorasi motivasi pada diri seseorang, mendengarkan cerita seseorang dengan penuh empati, dan memperdayakan orang tersebut untuk aktif dalam kegiatankegiatan tertentu, dengan demikian, harapan dan opstimisme orang tersebut dapat terbentuk . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Wawancara intervensi yang terjangkau, murah, dan telah terbukti dapat meningkatkan kepatuhan seseorang dengan cara memperkuat motivasi dan komitmen untuk berubah atas dasar kesehatan . Bukti klinis sebelumnya telah banyak dijumpai bahwa intervensi wawancara motivasi diberikan untuk mengubah perilaku dan meningkatkan kepatuhan penderita dengan penyakit yang berbeda-beda seperti diabetes mellitus dan . ,12,18,24,. , diabetes mellitus . , hipertensi . HIV . penyakit jantung . , asma . , dan lain sebagainya. Meskipun secara teori intervensi wawancara motivasi merupakan intervensi yang telah terbukti dapat merubah perilaku kesehatan dan meningkatkan kepatuhan diantara penderita-penderita penyakit tertentu, akan tetapi, bukti klinis terbaru telah melaporkan hasil yang berbeda-beda dari dampak pemberian wawancara motivasi pada penderita hipertensi. Pada sebuah studi RCT untuk menilai kepatuhan pada penderita hipertensi, kelompok perlakuan dan perawatan biasa diberikan kepada kelompok kontrol, hasilnya tidak ada peningkatan kepatuhan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol . Hasil yang sama juga dilaporkan dalam sebuah studi keterlibatan wawancara motivasi dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, hasilnya tidak ada penurunan tekanan darah . Namun, hasil berbeda juga telah dilaporkan, wawancara motivasi dinilai dapat menjadi intervensi yang bermanfaat di masa depan karena telah terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pada penderita penyakit kronis . Hasil serupa juga telah dilaporkan dalam sebuah studi RCT bahwa wawancara motivasi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, meningkatkan perawatan diri, dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi . Menimbang beberapa hasil temuan tersebut, peneliti tertarik melakukan tinjauan sistematis mengenai penggunaan wawancara motivasi untuk pengelolaan penyakit hipertensi dengan tujuan untuk mensistesis/menyelidiki bukti-bukti yang relevan mengenai topik Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 METODE Tahap awal strategi pencarian artikel pertanyaan penelitian yang terstruktur berkaitan dengan topik yang akan dianalisis, selanjutnya ialah melakukan identifikasi publikasi artikel penelitian yang relevan. Empat data base seperti PubMed. Cinahl. WOS, dan Scopus digunakan dalam pengidentifikasian artikel dalam tinjauan ini. Hypertension OR high blood pressure AND motivational interviewing OR motivational interview AND adherence OR medication adherence OR compliance OR patient ditetapkan sebagai kata kunci pencarian mengkombinasikannya dengan Medical Subject Heading (MeSH), penggunaan AND/OR pada kata kunci pencarian artikel disesuaikan dengan boolean oporator dengan maksud agar hasil yang didapatkan sesuai dengan rumusan masalah yang telah Limitasi artikel penelitian yang diikut sertakan dalam tinjauan ini ialah artikel terbitan tahun 2017-2022, berbahasa Inggris, research artikel, dan dengan desain studi RCT. Kriteria kelayakan artikel yang diikut sertakan dalam tinjauan ini mengacu pada PICO Framework. Population (P): Klien Intervention (I): Wawancara motivasi. Comparison (C): Meneriama intervensi selain wawancara motivasi. Outcome (O): Kepatuhan penderita hipertensi terhadap tatalaksana pengobatan penyakit yang dinyatakan secara gamblang dalam hasil utama ataupun sekunder. Artikel dieksklusikan dari tinjauan apabila populasi yang digunakan bukan klien dengan hipertensi, mengkombinasikan wawancara motivasi dengan intervensi lain yang diukur secara bersamaan, outcome tidak sesuai dengan tujuan tinjauan, artikel dipublikasikan sebelum tahun 2017, tidak berbahasa Inggris dan full text artikel tidak dapat diakses, serta desain studi yang digunakan bukan RCT. Ukuran hasil yang digunakan dalam tinjauan ini adalah dampak penggunaan wawancara hipertensi, hasil dari tinjauan ini berfokus pada kepatuhan penderita hipertensi tehadap tatalaksana/manajemen penyakit hipertensi. Penilaian kualitas artikel pada tinjauan ini menggunakan tools penilaian artikel yang sudah tervalidasi yakni The Joanna Briggs Institue (JBI) Critical Appraisal Checklist Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman untuk desain studi RCT . Strategi menghindari risiko bias pada tinjauan ini ialah dengan cara tidak mengikut sertakan artikelartikel dengan kualitas rendah ke dalam tinjauan, artinya, hanya artikel yang mempunyai kualitas baik . ilai persentase di atas 50%) dan sesuai dengan PICO Framework saja yang diikut sertakan dalam tinjauan ini. Tinjauan sistemasis ini disusun menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyes (PRISMA) . , artikel yang sudah terjaring dari beberapa database pencarian mencegah duplikasi untuk selanjutnya dinilai kelayakannya secara bertahap. Adapun proses penyeksian artikel dalam tinjuan ini tervisualisasikan dalam Gambar 1. HASIL Temuan dalam tinjuan ini menunjukkan perbedaan untuk pemberian wawancara motivasi kepada penderita hipertensi, apabila dikelompokkan perbedaan tersebut dapat terbagi ke dalam dua kategorisasi yakni diberikan secara konvensional/tradisional . iberikan secara langsung dengan cara tatap muk. dan diberikan secara nonkonvensional . enggunakan perangkat luna. Tinjaun sistematis ini penggunaan wawancara motivasi untuk pengelolaan penyakit hipertensi utamanya manajemen pengobatan penyakit hipertensi. Secara keseluruhan, dari 5 artikel (Tabel . yang diulas dalam tinjauan ini mempunyai hasil yang beragam. Berkaitan dengan kepatuhan penderita terhadap pengobatan hipertensi, 2 artikel secara mempunyai dampak positif terhadap praktik pengobatan pada penderita hipertensi, dimana kepatuhan yang ditampilkan oleh penderita dinilai sangat bagus setelah wawancara motivasi selesai diberikan kepada mereka . -value 0,0. Namun, hasil yang berbeda juga telah dilaporkan, dimana terdapat 1 artikel dalam tinjauan ini yang menyatakan bahwa pemberian wawancara motivasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi tidak terbukti mempunyai peran yang signifikan secara statistik . -value . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Berkaitan dengan hasil perubahan gaya hidup seperti diet dan aktivitas fisik yang ditampilkan oleh penderita hipertensi pasca pemberian wawancara motivasi dalam temuan tinjauan ini juga sangat beragam. Terdapat 1 artikel yang menyatakan bahwa wawancara motivasi mempunyai dampak yang positif terhadap kepatuhan penderita terhadap rekomendasi perubahan gaya hidup dan aktivitas fisik . -value 0,. dan juga penggunaan wawancara motivasi mampu mereduksi pola konsumsi rokok diantara penderita hipertensi . Disamping itu, juga terdapat 2 artikel yang menyatakan hasil yang bertolak belakang dengan hasil yang telah dijelaskan sebelumnya, ke-2 artikel ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti pada perubahan gaya hidup secara keseluruhan yang ditampilkan oleh mendapatkan perlakuan wawancara motivasi . -value > 0,. Temuan tinjauan ini meyatakan hasil yang berbeda-beda mengenai penggunaan wawancara motivasi dalam pengelolaan penyakit hipertensi, utamanya dalam hal kepatuhan penderita. Terdapat 1 artikel yang menyatakan bahwa penggunaan wawancara motivasi pada penderita hipertensi tidak merubah apapun baik itu kepatuhan penderita terhadap pengobatan penyakit maupun diet dan aktivitas fisik . Akan tetapi, mayoritas temuan, yakni 4 artikel menyatakan bahwa pemberian wawancara hipertensi dalam menurunkan tekanan darah mereka . Ae40,. , hal ini mungkin berkaitan dengan motivasi intriksik dan efikasi diri yang baik akibat dari pemberian wawancara motivasi . Berdasarkan intervensinya yakni wawancara motivasi dengan metode konvensional dan nonkonvensional juga memiliki perbedaan, menunjukan hasil yang lebih menjanjikan . Ae. dibandingkan dengan wawancara motivasi non-konvensional . Akan tetapi, wawancara motivasi yang diberikan secara non-konvensional pada dasarnya juga mempunyai andil dalam merubah kepatuhan penderita hipertensi dalam hal mematuhi rekomendasi diet dan aktivitas fisik . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman PEMBAHASAN Kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan hipertensi adalah dilema paling serius yang dihadapi oleh tenaga kesehatan diseluruh dunia . , karena dapat mengurangi kemungkinan mencapai dan mempertahankan kontrol tekanan darah yang sesuai . Ae. , sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan perburukan kondisi . Ae. , meningkatkan angka kematian akibat hipertensi yang tidak terkontrol . ,7Ae. , dan menambah beban keungan keluarga karena proses perawatan dan pengobatan penyakit . Beberapa hasil penelitian terdahulu telah berhasil menguak penyebab dari ketidakpatuhan yang ditampilkan oleh penderita hipertensi, penyebab tersebut berupa kurangnya keyakinan penderita terhadap penyakit dan pengobatannya . , kompleksitas dari pengobatan yang dijalani, budaya . , kesulitan untuk beradaptasi dengan panyakit dan merubah gaya hidup, serta kepercayaan penderita terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan . Dengan demikian, diperlukan strategi khusus untuk mengatasi masalah ketidakpatuhan yang sudah mengakar diantara pendeita hipertensi ini. Oleh sebab itu, dalam tinjuan ini, penulis mengulas bagaimana dampak penggunaan wawancara motivasi untuk pengelolaan penyakit hipertensi utamanya manajemen/tatalaksana penyakit hipertensi. Wawancara motivasi awal mulanya menunjang kepatuhan pada penderita HIV . Tetapi, saat ini wawancara motivasi telah banyak dikembangkan dan disesuaikan ulang agar dapat dipergunakan di berbagai kondisi penyakit-penyakit kronis lainnya seperti halnya hipertensi. Hal ini tidak terlepas dari peranan wawancara motivasi yang sudah terbukti efektif dalam merubah perilaku kesehatan seseorang . Selaras dengan pernyataan tersebut, dalam tinjauan hipertensi terbukti efektif utamanya dalam hal merubah kepatuhan pengobatan diantara mereka . , 2 dari artikel yang diulas dalam tinjauan ini menunjukkan hasil yang demikian, sehingga dengan patuhnya penderita maka mereka mendapatkan hasil klinis berupa penurunan tekanan darah. artikel lainnya dalam tinjauan juga Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 menyatakan hal yang serupa, bahwa membantu penderita hipertensi dalam menurunkan tekanan darah mereka . Ae 40,. Berdasarkan hasil ini dapat dikatakan berpotensi merubah perilaku individu ke arah hasil kesehatan yang lebih baik. Temuan ini selaras dengan pandangan dari The Accreditation Council Pharmacy Education and American Association of Colleges of Pharmacy yang menekankan pentingnya wawancara motivasi sebagai keterampilan integral yang harus dimiliki tenaga kesehatan untuk memberikan perawatan yang berkualitas tinggi, dengan begitu hasil yang mengarah kepada perilaku kesehatan yang lebih baik dapat tercapai . Disamping itu, wawancara motivasi juga merupakan intervensi yang cukup terjangkau, murah, dan yang terpenting ialah telah terbukti dapat meningkatkan kepatuhan seseorang dengan cara memperkuat motivasi dan komitmen untuk berubah atas dasar kesehatan . Terlepas dari hasil bagus yang dilaporkan dari penggunaan wawancara motivasi terhadap kepatuhan pengobatan penderita hipertensi, wawancara motivasi juga telah dilaporkan gagal dalam merubah perilaku penderita hipertensi untuk mematuhi rekomendasi perubahan gaya hidup seperti diet dan aktivitas fisik. Terdapat 2 artikel yang menyatakan bahwa wawancara motivasi tidak dapat merubah perilaku patuh pada penderita hipertensi dalam hal mematuhi rekomendasi perubahan gaya hidup secara keseluruhan . Meskipun demikian, 1 dari 2 artikel tersebut menyatakan bahwa diandalkan dalam hal mengurangi pola konsumi merokok penderita hipertensi . Selain itu, 1 artikel lainnya dalam ulasan juga menyatakan bahwa wawancara motivasi terbukti manjur untuk membuat penderita patuh terhadap rekomendasi deit dan aktivitas fisik penderita hipertensi . Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kualifikasi fasilitator dalam memberikan wawancara motivasi kepada penderita Seseorang fasilitator dalam pemberian wawancara motivasi di dalam tinjauan ini tidak mendapatkan pelatihan yang sama antara studi satu dengan yang lainnya, artinya, ada Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang mendapatkan pelatihan formal sebelum penelitian dilakukan dan ada juga yang tidak mendapatkan pelatihan formal mengenai pengaplikasian wawancara motivasi pada penderita hipertensi. Pada sebuah tinjauan sistematis telah dijelaskan bahwa untuk menjadi fasilitator yang handal dalam hal pengaplikasian wawancara motivasi perlu melewati proses yang sulit yang terdiri dari delapan fase, dimana seorang fasilitator wawancara motivasi yang handal juga dituntut harus dapat memahami sifat dan filosofis dibalik intervensi sebelum menjadi kompeten . Oleh sebab itu, perbedaan kualifikasi fasilitator wawancara motivasi dalam tinjauan ini mungkin saja telah wawancara motivasi kepada penderita hipertensi yang berdampak pada tidak berubahnya perilaku kesehatan meraka. Terdapat dua metode pengimplementasian wawancara motivasi yang digunakan dalam temuan tinjauan ini dengan luaran hasil yang diharapkan dari kedua metode tersebut ialah sama, yakni hipertensi baik dalam hal patuh terhadap pengobatan penyakit maupun perubahan gaya hidup, diet, dan aktivitas fisik. Temuan tinjauan ini menunjukan bahwa penggunaan wawancara motivasi konvensional adalah meningkatkan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi . Namun, dalam hal kepatuhan penderita akan diet dan aktivitas fisik dalam tinjauan ini ditemukan hasil yang lebih baik pada kelompok intervensi yang menggunakan wawancara motivasi secara non-konvensional . Berdasarkan penggabungan kedua metode wawancara motivasi ini tidak serta-merta akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap pengelolaan penyakit pada penderita hipertensi meskipun penelitian terdahulu juga menyarankan untuk luaran hasil yang lebih efektif dari wawancara motivasi alangkah lebih baiknya apabila wawancara motivasi secara konvensional dan non-konvensional digabungkan . Karena bias dari studi yang diulas juga harus diperhatikan, meskipun dalam praktik pengekstraksian artikel sudah sangat ketat, tetapi variasi demografi populasi dalam artikel yang diulas tidak dapat dikecualikan dari hasil secara Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 sistematis ini, misalnya usia, gaya hidup, budaya, dan lain sebagainya yang secara keseluruhan dapat mempengaruhi hasil antar artikel satu dan yang lainnya, serta variasi fasilitator yang juga beragam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain itu, variabel yang diukur pada masing-masing artikel yang diulas juga bebeda-beda, hal ini tentu secara tidak langsung mampu mempengaruhi hasil. Terdapat 2 artikel di dalam tinjauan ini yang menggunakan wawancara motivasi dengan metode konvensional dan terbukti efektif dalam hal meningkatkan kepatuhan penderita dalam pengobatan hipertensi, karena luaran hasil yang diukur dari ke-2 artikel tersebut hanya kepatuhan penderita terhadap pengobatan penyakit tidak dengan perubahan gaya hidup, diet, dan aktivitas fisik . , bisa jadi apabila semuanya diukur secara bersamaan akan menampilkan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, hasil dari tinjaun ini juga harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati. Penggabungan antara kedua metode wawancara motivasi yang telah dijelaskan dalam temuan tinjauan ini juga perlu dilakukan di masa mendatang untuk membuktikan keefektifannya, tetapi beberapa hal yang telah disoroti dalam dipertimbangkan demi luaran hasil yang lebih SIMPULAN Penggunaan wawancara motivasi untuk pengelolaan penyakit hipertensi utamanya terkait kepatuhan penderita dalam manajemen pengobatan atau tatalaksana penyakit hipertensi seperti patuh pada pengobatan, perubahan gaya hidup, diet, dan aktivitas fisik terbukti manjur. Masing-masing metode pemberian wawancara motivasi juga menampilkan hasil bagus dalam hal merubah perilaku patuh penderita hipertensi dalam rekomendasi diet serta aktivitas fisik. Namun, untuk hasil klinis pemberian wawancara motivasi yang lebih maksimal diperlakukan perhatian khusus pada fasilitator yang akan mendampingi penderita hipertensi dalam pemberian wawancara motivasi, yakni harus mempunyai pelatihan khusus terkait dengan wawancara motivasi dan telah dinyatakan kompeten, karena seseorang yang menjadi fasilitator wawancara motivasi harus dapat memahami sifat dan filosofis yang terkandung di dalam intervensi wawancara Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman motivasi itu sendiri, dengan demikian hasil yang maksimal dari wawancara motivasi akan tercapai. Jenis pelatihan yang dimaksud dapat berupa pelatihan wawancara motivasi yang berbasis kompetensi, yakni pelatihan yang menekankan teori dan praktiknya, serta memungkinkan untuk umpan balik langsung dan evaluasi keterampilan secara langsung. Melalui upaya tersebut harapannya wawancara motivasi dapat diintegerasikan ke dalam perawatan rutin bagi penderita hipertensi yang melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan, dengan beberapa pendekatan berikut eksplorasi, skrining, penyusunan rencana yang dapat dilakukan selama proses perawatan. Eksplorasi yang kepatuhan yang dialami penderita, skrining adalah mengkaji potensi perubahan perilaku yang dapat disepakati bersama dengan penderita, refleksi adalah mengkaji perspektif memberikan dorongan psikologis kepada penderita yang bersesuaian dengan hasil dari pengkajian pada tahapan sebelumnya, kemudian contoh penyusunan rencana adalah pengaturan perubahan perilaku yang disepakati dengan penderita, dengan tujuan supaya penderita menjadi patuh. DAFTAR PUSTAKA