e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. OBSERVATION OF AI TEXT TO IMAGE USAGE ON THE CREDIBILITY OF VISUAL ARTWORKS Observasi penggunaan ai text to image terhadap kredibilitas karya seni visual Tasya Putri Aliya1. Nisa Salvia Najmi2. Talitha Rezky Aurelia3. Fira Areta Apsarini4. Nur Aini Rakhmawati5 Program Studi Sistem Informasi1,2,3,4,5 Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas1,2,3,4,5 Institut Teknologi Sepuluh Nopember1,2,3,4,5 . Surabaya. Jawa Timur 5026211116@mhs. id1, 5026211141@mhs. 5026211161@mhs. id3, 5026211174@mhs. aini@is. Received: October 25. Revised: November 13, 2023. Accepted: November 19, 2023 Issue Period: Vol. 7 No. Pages 387-407 Abstrak: Artificial Intelligence (AI) telah memajukan teknologi AI Text-toImage, seperti platform Midjourney yaitu aplikasi menciptakan gambargambar berdasarkan teks perintah. Namun hal tersebut memunculkan pertanyaan apakah karya AI dari Midjourney tidak melanggar hak cipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Midjourney mampu menciptakan gambar-gambar baru dengan menggabungkan elemen-elemen dari berbagai foto untuk menciptakan gambar-gambar baru yang memiliki kesatuan, keselarasan, dan keseimbangan berdasarkan perintah teks yang diberikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi analisis untuk meneliti hubungan dari karya AI Midjourney dengan kredibilitas karya seni visual. Dalam melakukan analisis, penelitian ini menggunakan lima unsur seni dengan kategori yang berbeda beda tiap Setelah dilakukan penelitian, hasil analisis menunjukkan bahwa karya AI Midjourney tidak melanggar hak cipta dan kredibilitas karya seni visual yang ada. Kata kunci: AI. Midjourney, hak cipta, karya, seni Abstract: Artificial Intelligence (AI) has advanced the technology of AI Text-toImage, such as the Midjourney platform, which is an application that creates images based on text prompts. However, this raises the question of whether AI works from Midjourney do not violate copyright. The results of the study show that Midjourney is able to create new images by combining elements from various photos to create new images that have unity, harmony, and balance based on the given text prompts. In other words. AI works do not directly copy or imitate existing artwork on the This research methodology use observation analysis examining the DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. relationship between AI generated from Midjourney and credibility of visual artistic This research employs five artistic elements and have different categories for each aspect. The analysis conclude that AI generated from Midjourney do not violate copyright and the credibility of visual artistic work. Keywords: AI. Midjourney, work, art PENDAHULUAN Teknologi merupakan suatu kemajuan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Banyak sekali kemajuan-kemajuan yang menggunakan teknologi di dalamnya untuk membantu perkembangan saat ini. Inovasi-inovasi yang diciptakan oleh manusia tiap tahunnya tidak luput dari bantuan teknologi sehingga teknologi dapat dibilang memberikan banyak manfaat positif bagi kehidupan. Kemudahan dari teknologi memberikan dampak yang dahsyat sehingga citra positif seringkali didapatkan oleh teknologi bagi manusia, ekonomi, maupun etika. Salah satu contoh teknologi berkembang yang dapat kita temukan adalah Artificial Intelligence atau bisa disingkat AI . AI merupakan kecerdasan buatan menggunakan sistem komputer yang dapat membantu tugas-tugas Teknologi AI dapat memberikan keputusan dengan menganalisis data-data yang ada pada sistem AI telah mengalami perkembangan yang pesat dalam segala bidang seperti mengubah teks menjadi Dengan memberikan kata-kata yang diinginkan maka AI akan memberikan imajiner sesuai yang belum pernah ada sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena pengembangan algoritma yang dimiliki oleh AI semakin canggih dan kuat sehingga AI dapat menangani tugas-tugas yang lebih kompleks . Menurut Tautvydien & Morkevisien, pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 . , model AI generator teks ke gambar yang muncul secara publik menarik perhatian besar, tetapi juga menimbulkan banyak kebingungan mengenai dampak negatif penggunaannya. Model-model ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan teks dan gambar dalam berbagai gaya dan topik, yang seharusnya memiliki nilai praktis dalam mengoptimalkan tugas-tugas yang berulang dan memakan waktu serta dalam meningkatkan kreativitas. Oleh karena itu, untuk memahami potensi penggunaan model AI generator teks ke gambar, penting untuk memahami teknologi inovatif ini, mengulas kemampuan dan keterbatasannya. Salah satu AI generator yang menyediakan layanan generator teks ke gambar adalah Midjourney. Midjourney dapat mensintesis gambar dari deskripsi teks dan saat ini dalam tahap beta terbuka. Midjourney cenderung menghasilkan gambar-gambar surealistik dan populer di kalangan seniman. Midjourney dirilis secara publik pada bulan Juli 2022, mengadaptasi aplikasi obrolan grup Discord sebagai antarmukanya. Pengguna diinstruksikan untuk memulai permintaan mereka dengan perintah '/imagine' . Telah menjadi pemahaman umum bahwa orang menganggap AI sangat baik untuk menghasilkan pemandangan fantasi, ilustrasi narasi sederhana, dan perpaduan gambar yang aneh yang tampak realistis atau masuk akal. Kami memilih Midjourney, mesin gambar AI yang populer dan dapat diakses oleh publik melalui server Discord, untuk menguji apakah ia dapat menghasilkan gambar ilmiah yang kredibel . Midjourney dapat memilih bahan yang sesuai untuk inovasinya dengan menghasilkan ide konsep. Banyak sekali referensi-referensi yang diberikan oleh Midjourney dengan mengetikkan perintah yang Hal tersebut disebabkan oleh basis data dari Midjourney yang tak terbatas sehingga dapat memberikan referensi yang berbeda setiap perintahnya . Kemunculan Midjourney menimbulkan banyak perdebatan. Hal ini dibuktikan dalam banyaknya artikel dan jurnal yang mengangkat dampak dari Midjourney. Dilansir pada website New York Times, bahwa karya AI berhasil membawa pulang kemenangan dalam sebuah kompetisi seni. Hal ini menimbulkan kontra di kalangan seniman sehingga menuduh pencipta karya tersebut curang. Argumen yang muncul adalah bahwa AI hanya alat yang dikuasai oleh manusia, sehingga karya-karya yang dihasilkannya seharusnya tidak dianggap sebagai karya seni otentik. Di sisi lain. Midjourney memberikan inspirasi bagi seniman yang sedang mengalami creativity block. Keberadaan Midjourney bukan hanya menciptakan kontroversi, tetapi juga membuka diskusi penting tentang DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. peran AI dalam seni dan pengaruhnya terhadap proses kreatif dan interpretasi seni. Diskusi ini kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan seni, menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika antara manusia dan AI dalam menciptakan karya seni. Berdasarkan perdebatan di kalangan seniman tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber inspirasi dari hasil AI Text to Image, salah satunya adalah Midjourney untuk menghindari plagiarisme yang terjadi dengan ilustrasi yang telah ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang potensi dan dampak penggunaan AI Text to Image. II. METODE DAN MATERI 1 METODE Metode penelitian yang digunakan dalam judul ini adalah metode observasi analisis. Penelitian ini akan mengobservasi dan meneliti secara sistematis pada platform Artificial Intelligence Art Generator dan hubungannya dengan kredibilitas karya seni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendalami pemahaman mengenai prinsip kerja platform AI Text to Image serta mengevaluasi apakah produk gambar yang dihasilkan oleh platform tersebut memberikan hasil yang sudah tersedia di Internet. Proses penelitian dibagi menjadi tiga bagian, yaitu input, proses, dan output, sesuai dengan diagram pada gambar 1. Gambar 1. Diagram Metode Penelitian DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Input Penelitian ini membutuhkan input berupa review literatur yang berasal dari jurnal ataupun paper yang relevan dengan judul penelitian ini. Studi literatur dilakukan dengan menganalisis dan mensintesis informasi dari sumber-sumber yang terpilih. Selanjutnya penelitian ini membutuhkan Platform AI Text to Image sebagai bahan baku dan media penelitian. Platform yang akan dipilih dan difokuskan pada judul ini adalah Midjourney. Midjourney merupakan platform teknologi AI yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh semua pengguna internet. Program AI yang didirikan oleh David Holz ini dapat diakses di https://w. Proses Proses penelitian ini didasarkan oleh uji coba penggunaan Midjourney. Hasil produk Midjourney akan diobservasi dan dianalisis bentuk gambarnya hingga pada akhirnya gambar Midjourney tersebut akan diidentifikasikan dengan gambar yang ada di Internet atau gambar hasil karya orang lain. Proses pencarian gambar tersebut menggunakan salah satu produk Google, yaitu Google Image. Terdapat dua hal yang diperhatikan dalam proses penelitian ini, yaitu gambar dan prompt yang merujuk pada gambar tersebut. Proses penelitian dilakukan dengan mengobservasi lima gambar yang dihasilkan oleh Midjourney dengan prompt yang ada. Indikator penilaian dari penelitian ini terhadap keserupaan gambar terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, pengamatan hasil pencarian setiap kalimat teks input berupa prompt dari Midjourney pada Google Images. Kedua. Keserupaan antara gambar yang dihasilkan oleh Midjourney dan gambar dalam pencarian Google Lens. Terakhir,Gambar yang terdapat di Google Image mendeskripsikan teks input berupa prompt yang digunakan pada Midjourney. Tabel 1. Kategori Sampel Observasi No. Kategori Kesulitan Prompt Satu kondisi Festival food street vietnam Dua kondisi Vintage Girl Playing Golf Tiga kondisi Peanuts from Cartoon Snoopy in a New York Yankee Uniform Hitting a Homerun Dilengkapi teknik dan keterangan tambahan "Home for Christmas: First Snow" style: paul cezanne. Technique: Broken color. Scene: Family standing outside as the first snow falls. Camera angle: high angle. Camera lens: wide angle. Kondisi kompleks . bjek yang lengkap, lingkungan, emosi yang diberikan, gaya pembuatan, penempatan In this funny illustration, you find yourself amidst a lively and colorful stage with a forest. Centered on the stage are seven dwarfs with distinctive personalities and quirky hats and four princesses - Snow White. Sleeping Beauty (Auror. Mulan, and Jasmine. Each princess is dressed in her iconic attire, but their expressions reflect a mix of confusion, amusement, and determination. Surrounding the princesses are three comically wicked witches. Adding to the chaos, a bumbling fairy with a wand that seems to have a mind of its DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. own hovers nearby. She struggles to maintain control, sending sparks and colorful sparks in every direction. Meanwhile, a sly and cunning fox slinks along the edge of the stage, its eyes gleaming with mischief, while a friendly forest spirit, resembling a whimsical tree, offers a reassuring In one corner, a magical mirror reflects the pandemonium with a sly grin, as if in on the joke. Nearby. Schneeweiychen (Snow Whit. and Rosenrot look on with their characteristic kindness, eager to lend a helping hand. The entire scene exudes a sense of madcap charm and misadventure, reminiscent of illustrations found in a children's joke book. It captures the essence of a whimsical and unforgettable fairy tale performance that children of all ages would find endlessly amusing. Dalam melakukan percobaan ini menggunakan lima sampel dengan lima kategori kesulitan yang berbeda untuk melihat perbedaan dari percobaan yang dilakukan pada kondisi kesulitan yang berbeda dan diurutkan dari kesulitan terkecil hingga kesulitan terbesar seperti yang terdapat pada tabel Tingkat kesulitan dinilai berdasarkan kompleksitas prompt yang diberikan. Output Penelitian mengenai penggunaan AI Text to Image ini ditutup dengan interpretasi hasil kesimpulan yang menjawab pertanyaan pada tujuan penelitian. Kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil penilaian observasi dari proses penelitian. Penentuan hasil dari observasi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa unsur seni, yaitu objek yang tertera, komposisi gambar, kombinasi warna, suasana, gaya gambar, dan teknik yang digunakan. Pada penelitian ini, karya seni hasil Midjourney akan dikatakan menyerupai jika tiga dari lima unsur seni dalam karya seni tersebut memiliki objek dengan bentuk yang sangat persis sebanyak 50% dari total objek yang ada, memiliki komposisi gambar yang sangat mirip, kombinasi warna yang sama, serta gaya dan teknik gambar yang menyerupai tanpa adanya perintah mengenai gaya serta teknik gambar dengan mengutamakan unsur objek dan komposisi dalam penilaian. Dengan adanya pengutamaan ini, maka walaupun suatu gambar memenuhi ketentuan kesamaan terhadap tiga dari lima unsur yang ditetapkan, namun jika tidak terdapat kesamaan dalam salah satu unsur yaitu objek atau komposisi, gambar tersebut dianggap tidak Oleh karena itu, penentu utama kesamaan dalam penelitian adalah objek atau komposisi 2 MATERI AI TEXT TO IMAGE AI Text to Image adalah sebuah proses untuk mengubah deskripsi teks menjadi gambar yang sesuai dengan deskripsi teks tersebut. Proses ini sendiri menggunakan beberapa model salah satunya adalah model GAN (Generative Adversarial Model. yaitu sebuah teknologi deep learning yang kegunaannya adalah untuk menghasilkan data seolah seperti mayoritas populasi. Proses pelatihan sistem ini tidak mudah karena terlalu banyak konfigurasi dari sebuah deskripsi teks . dengan demikian diperlukan pelatihan terus-menerus kepada model untuk dapat menghasilkan karya yang lebih merepresentasikan manusia . MIDJOURNEY DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Midjourney merupakan alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu karya visual dengan mengandalkan prompt atau perintah dari pengguna. Layanan ini diberikan secara berbayar pada Discord dengan beberapa paket harga yang masing-masing memiliki fasilitas layanan yang berbeda. Menurut Andrii . Midjourney dapat menghasilkan suatu karya visual yang sangat menarik dan penuh fantasi yang terlihat baru. ini akan membantu untuk memberikan ide-ide luar biasa yang tidak terbayangkan hanya dengan beberapa detik. PENELITIAN SEBELUMNYA Penelitian ini berdasarkan beberapa penelitian lalu yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Enjellina tahun 2023 . , dengan menggunakan metode penelitian literature review pada 12 jurnal yang membahas topik Secara keseluruhan penelitian ini membahas mengenai pengaruh dari AI Text to Image yang dapat menghasilkan gambar sesuai dengan teks yang telah dimasukkan ke dalam perintah AI. Dengan sangat mengejutkannya, gambar yang dihasilkan oleh AI sangat luar biasa. Penggambaran yang sangat detail hingga kepada lingkungan sekitar objek yang tidak disebutkan pada perintah teks. Menurut penelitian ini. AI Image Generator bahkan bisa mengganti arsitek dalam membuat arsitektur bangunan dengan detail dalam bentuk digital sebelum masuk ke dalam fase konstruksi yang sebenarnya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Dena Magdy tahun 2023 . Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi. Penelitian ini menjelaskan mengenai kegunaan dari salah satu alat AI art generator yang bernama Midjourney. Berdasarkan penelitian ini dikatakan bahwa teknologi Midjourney masih sangat baru dan belum matang untuk dapat digunakan. Namun walaupun teknologi ini masih belum matang, teknologi ini merupakan sebuah teknologi yang hebat dalam berinteraksi seperti pikiran seniman di seluruh dunia. Imajinasi dan kreativitas yang ditawarkan oleh Midjourney juga sangat luar biasa karena dapat memenuhi kepuasan dari para seniman itu sendiri dan pendekatannya yang kreatif dan menyerupai pemikiran manusia membuatnya semakin luar biasa. Terakhir penelitian yang dilakukan oleh Alya Nur Fadilla tahun 2023 . Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi dan membahas mengenai penggunaan AI Midjourney dalam seni visual karena adanya pro dan kontra bagi para seniman karena dianggap dapat mematikan sektor pekerja kreatif. Namun berdasarkan hasil penelitian. AI kedepannya tidak mematikan sektor pekerja kreatif melainkan akan membantu sebagai alat desain bukan sebagai authority dalam berkarya karena akan menyebabkan plagiarisme. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu maka peneliti ingin melanjutkan penelitian mengenai AI Text-to-Image menggunakan tools Midjourney untuk melakukan observasi mengenai cara berpikir dari alat yang hasilnya sangat menyerupai imajinasi dari seniman dan adakah indikasi hasil yang dihasilkan terinspirasi atau meniru seni visual yang sudah pernah dihasilkan dan beredar di internet serta untuk menilai apakah kredibilitas karya seniman akan terancam karena adanya Midjourney. PEMBAHASAN DAN HASIL 1 SAMPEL 1 (Satu Kondis. : Festival food street vietnam Gambar 2. Hasil Midjourney untuk sampel 1 DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Prompt #1: Festival food street Vietnam Percobaan pertama dilakukan dengan menggunakan metode yang sudah dijabarkan pada metode penelitian yang dimulai dengan memasukkan kalimat prompt ke dalam mesin pencarian Google dan memasukkan gambar pada Google Lens untuk mencari kemiripan hasil gambar Midjourney pada gambar 2 dengan mesin pencarian Google maupun Google Lens. Dalam pencarian prompt sendiri akan dibagi menjadi dua kata kunci sebagai input, yaitu Aufestival food streetAy dan Aufestival food street vietnamAy. Hasil dari pencarian adalah sebagai berikut Gambar 3. Hasil Pencarian Kalimat Festival Food Street Gambar 4. Hasil Pencarian Seluruh Kalimat Prompt Berdasarkan hasil pencarian yang diperoleh menggunakan kata kunci Aufestival food streetAy dan kalimat keseluruhan Aufestival food street vietnamAy didapatkan bahwa hubungan antara gambar yang telah dihasilkan oleh Midjourney tidak mendekati hasil pencarian yang ada pada mesin pencarian Google terutama jika hanya menggunakan kata kunci yang menjelaskan satu objek, yaitu Aufestival food streetAy yang dapat dilihat pada Hasil dari penggunaan kata kunci tersebut hanya memberikan hasil festival food street secara keseluruhan yang terjadi secara umum di segala negara dan jauh berbeda dengan hasil yang diberikan oleh Midjourney dimana tidak ada kemiripan dari seluruh unsur yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam penelitian Sedangkan pada kata kunci seluruh prompt yang dapat dilihat pada gambar 4, didapatkan beberapa objek yang menyerupai hasil dari Midjourney, yaitu berupa objek jenis makanan dan cara penyajiannya serta lingkungan sekitar seperti lampion dan kombinasi warna dari hasil gambar yang mirip dengan hasil pencarian. Dari percobaan pertama ini didapatkan bahwa Midjourney tidak mencari inspirasi dalam pembuatan seni DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. visualnya sesuai dengan prompt per objek pada mesin pencarian Google. Namun, terdapat sedikit kemiripan dalam objek dan kombinasi warna dari hasil pencarian mesin Google. Gambar 5. Hasil Pencarian Menggunakan Google Lens Dilihat dari hasil pencarian menggunakan Google Lens yang terdapat pada gambar 5 didapatkan bahwa tidak ada gambar yang persis atau sangat menyerupai hasil dari Midjourney yang berarti penggunaan dari Midjourney sendiri tidak mengganggu kredibilitas karya dari seniman. Walau terdapat kemiripan dalam gaya dan teknik pengambilan gambar, hal ini tetap tidak menjadikan gambar yang dihasilkan oleh Midjourney menyerupai gambar yang ada karena tidak memenuhi penilaian 3 dari 5 unsur yang menyerupai. Midjourney hanya menggunakan beberapa referensi sebagai dasar pembuatan, seperti objek berupa jenis makanan dan cara penyajian makanan, objek lingkungan sekitar, sudut pandang pengambilan gambar, dan komposisi dari penempatan objek. Namun, tidak ditemukan kemiripan antara unsur yang digunakan sebagai penentu kemiripan dari karya. Referensi yang digunakan oleh Midjourney juga diambil dari banyak gambar yang tersedia dan tidak hanya dari satu gambar saja sehingga hasil yang diberikan terlihat jauh berbeda dengan seluruh gambar yang ada dengan konsep yang hampir menyerupai sesuai dengan prompt yang diberikan. 2 SAMPEL 2 (Dua kondis. : Vintage Girl Playing Golf Gambar 6. Hasil Midjourney untuk sampel 2 Prompt #2: vintage girl preparing to hit a golf ball with a golf club, she stands absorbed over the ball with her arms straight, holding a golf club that touches the ball, the girl is wearing a short skirt and a pink DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Percobaan kedua dilakukan dengan prompt AuVintage Girl Playing GolfAy dan menghasilkan gambar Midjourney seperti pada gambar 6. Langkah yang dilakukan adalah melakukan pencarian melalui Google dengan memasukkan kalimat prompt untuk mencari apakah terdapat kemiripan gambar yang sama dengan hasil dari Midjourney dan melakukan pencarian menggunakan gambar pada Google Lens. Gambar 7. Hasil Pencarian Kalimat Vintage Girl Gambar 8. Hasil Pencarian Seluruh Kalimat Prompt Setelah dilakukan pencarian menggunakan beberapa kalimat prompt yaitu vintage girl seperti pada gambar 7 maupun seluruh kalimat prompt seperti pada gambar 8, dilihat bahwa gambar yang ditampilkan adalah gambar yang mengarah pada kalimat seperti gambar perempuan bermain golf maupun gambar vintage girl. Hasil menunjukkan bahwa belum ada gambar yang sama persis dengan gambar yang dibuat oleh Midjourney. Namun secara keseluruhan hanya mirip pada bagian bermain golf sehingga tidak memenuhi kesamaan dalam objek, namun terdapat sedikit kemiripan dalam komposisi pada beberapa hasil gambar yang ditampilkan. Gambar 9. Hasil Google Lens dengan Sebagian Gambar AI DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 10. Hasil Google Lens dengan Seluruh Gambar AI Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan Google Lens dengan memasukkan gambar AI. Dapat dilihat bahwa hasil Google Lens dengan sebagian gambar seperti gambar 9 yaitu pada background gambar menunjukkan langit yang mirip dengan gambar Midjourney seperti mengambil beberapa elemen. Lalu analisis dilakukan dengan seluruh gambar Midjourney seperti pada gambar 10. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa bagian yang mirip dengan gambar Midjourney seperti gaya dalam melakukan golf, tatanan rambut, dan gaya penggambaran. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menggunakan Google Search dan Google Lens, gambar AI Midjourney hanya mengambil beberapa elemen yang mirip lalu dikombinasikan menjadi satu namun tidak ada gambar yang sama persis seperti dengan gambar AI Midjourney dan memenuhi ketentuan kesamaan tiga dari lima unsur yang ada. 3 SAMPEL 3 (Tiga kondis. : Peanuts from Cartoon Snoopy in a New York Yankee Uniform Hitting a Homerun Gambar 11. Hasil Midjourney untuk sampel 3 Prompt #3 : Create a peanuts comic strip cartoon of snoopy in a New York Yankee uniform hitting a DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Pada hasil uji coba yang ketiga, hasil yang diberikan Midjourney pada Gambar 11 berdasarkan prompt #3 adalah empat buah gambar yang serupa namun tak sama. Pertama, dimasukkan beberapa kata dari prompt pada Google untuk melihat apakah ada kemiripan dari hasil yang diberikan Midjourney dengan hasil dari Google. Untuk memudahkan pencarian, prompt yang ada dibagi menjadi 2 bagian sebagai kata kunci. Bagian pertama adalah AoCreate a peanuts comic strip cartoon of snoopy in a New York Yankee uniformAo dan bagian kedua adalah AoCreate a peanuts comic strip cartoon of snoopy in a New York Yankee uniform hitting a Ao Gambar 12. Hasil Pengecekan Bagian-1 Prompt pada Google Gambar 13. Hasil Pengecekan Bagian-2 Prompt pada Google Berdasarkan gambar 12 dan 13, dapat disimpulkan bahwa hasil Midjourney memiliki kemiripan dengan beberapa hasil yang ditemukan di Google. Meskipun tidak ada hasil yang persis sama hanya berupa objek yang mirip karena adanya perintah teks berupa Snoopy yang merupakan sebuah karakter, namun dengan detail penggambaran yang berbeda, kita dapat berasumsi bahwa Midjourney mungkin mendapat inspirasi dari gambar yang muncul dalam hasil pencarian Google, terutama dari sumber seperti Pinterest. Kedua, dilakukan pengecekan adakah plagiarisme gambar dari gambar yang telah ada dengan Google Lens. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 14. Hasil Pengecekan Sebagian Gambar Midjourney Pada Google Lens Gambar 15. Hasil Pengecekan Gambar Midjourney Pada Google Lens Berdasarkan hasil pemeriksaan pada gambar 14 dan 15, dapat disimpulkan bahwa ada kemiripan antara hasil Midjourney dengan beberapa gambar yang sudah ada. Salah satu kemiripan yang terlihat adalah pada latar belakang gambar seperti yang terlihat pada gambar 14 yang menunjukkan kemiripan dalam objek, namun dengan komposisi yang berbeda, hal ini mengindikasikan bahwa Midjourney mungkin mengambil beberapa elemen sebagai inspirasi dari beberapa gambar yang sudah ada, lalu digabungkan menjadi satu gambar. Dengan melakukan kedua langkah ini, didapatkan dua asumsi yang serupa. Asumsi tersebut menyatakan bahwa Midjourney kemungkinan mengambil beberapa elemen dari gambar yang sudah ada untuk menciptakan hasil berdasarkan prompt yang diberikan. Asumsi ini diperkuat oleh kemiripan yang ditemukan dalam objek karakter Snoopy yang mengenakan seragam New York Yankees dan latar belakang lapangan Hal ini disebabkan karena adanya perintah untuk menggambarkan karakter Snoopy dengan detail yang sudah ditentukan berupa seragam New York Yankees, namun dengan gaya penggambaran objek yang berbeda dan komposisi yang berbeda pula. Berdasarkan informasi yang dimiliki. Midjourney tidak melakukan plagiarisme gambar yang sudah ada karena tidak memenuhi kesamaan terhadap tiga dari lima unsur yang dijadikan penentu, melainkan menggunakan elemen-elemen tersebut sebagai inspirasi untuk menciptakan gambar yang unik. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. 4 SAMPEL 4 (Dilengkapi teknik dan keterangan tambaha. : Home for Christmas Gambar 16. Hasil Midjourney untuk sampel 4 Prompt #4: "Home for Christmas: First Snow" style: paul cezanne. Technique: Broken color. Scene: Family standing outside as the first snow falls. Camera angle: high angle. Camera Lens: wide angle. Hasil produk gambar Midjourney, yaitu pada gambar 16, menampilkan lukisan dengan teknik dan bentuk yang sesuai dengan prompt yang tersedia. Dari teks prompt yang digunakan dalam menghasilkan gambar pada Midjourney, kemudian akan digunakan juga dalam melakukan pencarian di platform internet, seperti Google. Kalimat prompt tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian. Pencarian kalimat prompt pertama akan berupa AuHome for Christmas: First SnowAy dan pencarian kalimat prompt selanjutnya akan berupa kalimat prompt secara keseluruhan. Hasil gambar yang ditampilkan oleh Google akan diobservasi kemiripannya dengan hasil gambar yang dihasilkan oleh Midjourney menggunakan kalimat prompt yang serupa. Gambar 17. Hasil Pencarian Kalimat Home for Christmas DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 18. Hasil Pencarian Seluruh Kalimat Prompt Gambar 17 memberikan hasil pencarian dari platform Google dengan menggunakan kalimat prompt Gambar 17 menampilkan hasil pencarian yang sesuai dengan kalimat prompt itu sendiri, yaitu berisikan nuansa hari natal yang diselimuti oleh salju. Namun, hasil gambar Google tidak memberikan hasil yang sama dengan hasil gambar Midjourney pada gambar 16, bahkan tak satupun gambar yang memiliki sedikit kesamaan pada segala unsur penentu dengan gambar Midjourney. Gambar 18 memberikan hasil pencarian seluruh kalimat prompt dari Google dan menampilkan lukisan musim dingin hingga lukisan abstrak. Hal tersebut membuktikan bahwa Google telah membaca seluruh kalimat prompt yang berisikan teknik dan gaya melukis. Pada pencarian ini, terdapat sedikit kemiripan dengan gambar 16 tapi tidak begitu jelas. Dari hasil pencarian ditemukan kemiripan pada objek rumah dan orang yang sedang berada di jalan depan rumah, namun kemiripan tersebut tidak identik sehingga tidak dapat memenuhi kesamaan objek yang sesuai dalam unsur penentu serta memiliki komposisi yang berbeda. Selain itu, adanya kemiripan dalam gaya dan teknik dari penggambaran disebabkan oleh perintah yang spesifik meminta teknik dan gaya penggambaran tertentu yang jelas akan mirip dengan gambar yang menggunakan gaya dan teknik yang sama. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa Midjourney hanya mencari inspirasi dalam pembuatan seni visualnya sesuai kalimat prompt pada media pencarian Google, tetapi tetap melakukan modifikasi terhadap gambar sesuai dengan teks prompt yang dimiliki. Gambar 19. Hasil Pengecekan Gambar Midjourney Pada Google Lens DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 20. Hasil Pengecekan Sebagian Gambar Midjourney Pada Google Lens Penelitian ini menggunakan Google Image untuk menunjukan apakah terdapat gambar yang serupa dengan hasil gambar Midjourney. Pada analisis ini, gambar 19 dan gambar 20 memberikan hasil bahwa terdapat kemiripan yang cukup relevan dengan gambar 16, terutama pada hasil pengecekan keseluruhan gambar Midjourney. Pencarian tersebut terdapat lukisan hasil karya David Labkovsi yang terlihat serupa namun berbeda dengan gambar Midjourney yang hanya memiliki kemiripan dalam hal objek rumah, pohon, dan orang yang tidak identik dengan komposisi yang sangat berbeda. Hal itu memberikan konklusi bahwa Midjourney mungkin mendapatkan referensi dari teknik dan gaya melukis hingga posisi gambar dari media pencarian Google. 5 SAMPEL 5 (Kondisi kompleks . bjek yang lengkap, lingkungan, emosi yang diberikan, gaya pembuatan, penempatan obje. : Seven dwarfs and four princesses - Snow White. Sleeping Beauty (Auror. Mulan, and Jasmine. Surrounding the princesses are three comically wicked witches that capture the essence of a whimsical and unforgettable fairy tale performance that children of all ages would find endlessly amusing. Gambar 21. Hasil Midjourney Untuk Sampel 5 Prompt #5: In this funny illustration, you find yourself amidst a lively and colorful stage with a forest. Centered on the stage are seven dwarfs with distinctive personalities and quirky hats and four princesses - Snow White. Sleeping Beauty (Auror. Mulan, and Jasmine. Each princess is dressed in her iconic attire, but their expressions reflect a mix of confusion, amusement, and determination. Surrounding the princesses are three DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. comically wicked witches. Adding to the chaos, a bumbling fairy with a wand that seems to have a mind of its own hovers nearby. She struggles to maintain control, sending sparks and colorful sparks in every direction. Meanwhile, a sly and cunning fox slinks along the edge of the stage, its eyes gleaming with mischief, while a friendly forest spirit, resembling a whimsical tree, offers a reassuring presence. In one corner, a magical mirror reflects the pandemonium with a sly grin, as if in on the joke. Nearby. Schneeweiychen (Snow Whit. and Rosenrot look on with their characteristic kindness, eager to lend a helping hand. The entire scene exudes a sense of madcap charm and misadventure, reminiscent of illustrations found in a children's joke book. captures the essence of a whimsical and unforgettable fairy tale performance that children of all ages would find endlessly amusing. Percobaan terakhir menggunakan prompt yang sangat lengkap baik dalam segi perintah baik dari penempatan hingga ekspresi dari masing-masing tokoh di dalamnya. Percobaan terakhir ini bertujuan untuk melihat apakah dengan prompt yang sangat lengkap Midjourney menggunakan mesin pencarian Google untuk dijadikan referensi. Sama dengan percobaan-percobaan lainnya, percobaan ini juga menggunakan pencarian prompt pada Google dan pencarian gambar menggunakan Google Lens dengan input gambar 21. Untuk pencarian prompt sendiri digunakan beberapa kata kunci sebagai input, yaitu Aufunny illustrationsAy. Aulively colorful stage with a forestAy. Auseven dwarfsAy. Ausnow white, sleeping beauty, mulan, and jasmineAy. Authree comically wicked witchesAy. Auillustrations found in a childrenAos joke bookAy, dan keseluruhan prompt. Hasil dari penelitian tersebut, seperti berikut Gambar 22. Hasil Pencarian Kalimat Funny Illustration Gambar 23. Hasil Pencarian Kalimat lively colorful stage with a forest DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 24. Hasil Pencarian Kalimat Seven Dwarfs Gambar 25. Hasil Pencarian Kalimat Snow White. Sleeping Beauty. Mulan, and Jasmine Gambar 26. Hasil Pencarian Kalimat Three Comically Wicked Witches DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 27. Hasil Pencarian Kalimat Children Jokes Book Illustration Gambar 28. Hasil Pencarian Seluruh Kalimat Prompt Berdasarkan hasil dari percobaan yang sudah dilakukan maka didapatkan bahwa penggunaan kata kunci per kalimat objek dalam pencarian Google tidak memberikan hasil yang cukup signifikan. Beberapa kata kunci hanya memberikan contoh yang diperlukan, seperti pada gambar 22 untuk hasil pencarian kata kunci Aufunny illustrationAy misalnya yang hanya memberikan contoh-contoh gambar dengan konsep funny illustration, lalu pada gambar 23 untuk pencarian Auchildren jokes book illustrationAy dihasilkan contoh-contoh buku dari buku ilustrasi komedi anak sebagai gaya ilustrasi yang harus dihasilkan oleh Midjourney. Untuk pencarian kata kunci lainnya memberikan hasil contoh dari masing-masing kata kunci secara umum saja dan tidak ada yang hampir menyerupai hasil gambar Midjourney yang dapat dilihat pada gambar 23, gambar 24, gambar 25, dan gambar 26 yang hanya memberikan objek sesuai dengan perintah, namun dengan bentuk dan detail yang sangat berbeda. Bahkan dilihat pada gambar 28 pencarian menggunakan kata kunci dengan prompt lengkap juga tidak memberikan hasil yang mirip dengan hasil dari Midjourney dan justru memberikan hasil yang sangat jauh berbeda dan tidak sesuai dengan hasil Midjourney. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin kompleks prompt yang diberikan kepada Midjourney maka akan semakin unik gambar yang dibuatnya dan semakin terlihat bahwa Midjourney tidak menggunakan mesin pencarian Google sebagai dasar pemikiran dari pembuatan gambar secara utuh dan hanya mengambil beberapa elemen saja yang sesuai dan kemudian dimodifikasi sesuai dengan keadaan yang diinginkan. Selanjutnya dilakukan pengecekan plagiarisme dari gambar yang dihasilkan dari Midjourney dengan gambar yang sudah ada dengan menggunakan Google Lens. Pengecekan ini terbagi menjadi 2 . bagian, yakni pada bagian pepohonan serta rerumputan, dan bagian keseluruhan gambar. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 29. Hasil Pengecekan Sebagian Gambar Midjourney Pada Google Lens Gambar 30. Hasil Pengecekan Gambar Midjourney Pada Google Lens Dilihat pada gambar 29 dan 30, diperoleh bahwa terdapat kemiripan pada bagian frame tiap gambar dari hasil milik Midjourney dengan frame yang ada di Google Lens. Frame yang ditujukan adalah bagian dari pepohonan dan rumput yang berada pada gambar. Namun belum ditemukan adanya frame yang memiliki kesamaan yang sama persis baik dari detail objek, komposisi, dan kombinasi warna, walau memiliki kemiripan dalam teknik dan gaya penggambaran karena adanya perintah yang menentukan gaya dan teknik yang diperlukan dengan hasil gambar dari Midjourney. Dari hasil tes Midjourney, dapat disimpulkan bahwa Midjourney memiliki potensi untuk menghasilkan gambar yang unik dan kreatif. Midjourney tidak menggunakan mesin pencarian Google sebagai dasar pemikiran dari pembuatan gambar secara utuh. Midjourney hanya mengambil beberapa elemen saja yang sesuai dan kemudian dimodifikasi sesuai dengan keadaan yang diinginkan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pencarian Google yang tidak memberikan hasil yang mirip dengan hasil gambar Midjourney, bahkan untuk prompt yang sangat Semakin kompleks prompt yang diberikan kepada Midjourney, maka akan semakin unik gambar yang Hal ini ditunjukkan oleh hasil tes yang menunjukkan bahwa gambar yang dihasilkan oleh Midjourney menjadi lebih unik dan kreatif seiring dengan kompleksitas prompt yang diberikan. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. IV. KESIMPULAN Setelah analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa sampel gambar AI Midjourney dengan metode observasi, gambar yang dihasilkan Midjourney secara jelas menunjukkan bahwa karya-karya tersebut tidak melanggar kredibilitas karya seni visual atau hak cipta karya yang telah ada sebelumnya. Midjourney mampu menggabungkan elemen-elemen dari berbagai foto untuk menciptakan gambar-gambar baru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambar yang dihasilkan oleh Midjourney tidak melanggar kredibilitas karya seni visual atau mematuhi aturan hak cipta karya yang telah dibuat karena gambar yang dibuat oleh Midjourney merupakan gambar baru dan tidak ada karya yang sama persis. Hasil dari gambar Midjourney tidak ada yang memenuhi kesamaan tiga dari lima unsur yang digunakan sebagai penentu kemiripan pada penelitian ini. Sebagian besar hasil dari gambar Midjourney memiliki kemiripan dalam penggambaran objek namun dalam detail objek tersebut ditemukan kemiripan. Unsur lainnya berupa komposisi dan kombinasi warna jarang ditemukan kemiripan kecuali lokasi dengan kombinasi warna yang spesifik, lalu untuk teknik dan gaya penggambaran juga jarang ditemukan kemiripan kecuali terdapat perintah prompt mengenai teknik dan gaya penggambaran yang diinginkan. Berdasarkan hasil analisis juga dapat disimpulkan bahwa Midjourney tidak hanya menggunakan mesin pencarian Google terutama Google Images untuk dijadikan referensi pembuatan gambar. Jika dibandingkan antara kedua metode tersebut, metode pencarian menggunakan Google Lens memberikan hasil dengan kemiripan yang lebih mendekati dibandingkan dengan metode pencarian dengan kata kunci sesuai prompt pada mesin pencarian Google. Namun, antara kedua metode tersebut tidak ada yang memberikan hasil yang sama persis dengan gambar yang dihasilkan oleh Midjourney karena hanya dijadikan sebagai referensi. Tools ini memiliki kemampuan untuk dapat memodifikasi elemen yang tidak berhubungan menjadi berhubungan walau tanpa adanya sumber referensi yang pernah dibuat sebelumnya. Midjourney dapat menghasilkan gambar yang jauh berbeda dan lebih kreatif jika pengguna memberikan prompt yang lebih lengkap. Midjourney dapat digunakan sebagai inspirasi karya seni visual untuk menghasilkan atau menciptakan karya seni baru tanpa melanggar hak cipta yang ada. Midjourney dapat kita gunakan untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru untuk menciptakan karya yang diinginkan. Namun tetap diperhatikan bahwa dalam penggunaan Midjourney perlu digunakan secara bijak agar tidak merusak karya-karya yang telah dibuat secara asli tanpa bantuan oleh AI. Dengan memahami peran teknologi yang berkembang seperti Midjourney, maka AI akan bermanfaat bagi manusia untuk menciptakan kreativitas baru. REFERENASI Ngafifi. Muhammad. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia dalam Perspektif Sosial Budaya, 2. , 34. Zein. Afrizal. Kecerdasan Buatan Dalam Hal Otomasi Layanan, 4. , 16. Tautvydien. G & Morkevisien. Possibilities of Applying Artifical Intelligence Text and Image Generation Models, 2. , 141-157. https://doi. org/10. 56131/tmt. Chesher & Albarryn-Torres. The emergence of autolography: the AomagicalAo invocation AI. Media International Australia, https://journals. com/doi/10. 1177/1329878X231193252 Cammer. Michael. Too bad to be fraud. Midjourney has yet to embark in science. New York University Grossman School of Medicine. Langone Health Microscopy Laboratory Core Facility, 1. https://doi. org/10. 1101/2023. Tanugraha. Stephen. A Review Using Artificial Intelligence-Generating Images: Exploring Material Ideas fromMidJourney Improve Vernacular Designs, 2. , https://doi. org/10. 24002/jarina. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 2 (December 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Enjellina. Beyan. , & Anastasya Gisela Cinintya Rossy. Review of ai image generator: Influences, challenges, and future prospects for architectural field. Journal of Artificial Intelligence in Architecture, 2. , 53Ae65. https://doi. org/10. 24002/jarina. Hanna. The use of Artificial Intelligence Art Generator AuMidjourneyAy in artistic and advertising Journal Design Sciences Applied Arts, 4. , 42Ae58. https://doi. org/10. 21608/jdsaa. Fadilla. Ramadhani. , & Handriyotopo. Problematika Penggunaan ai . rtificial intelligenc. Di Bidang Ilustrasi : Ai vs artist. CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication, 4. , 129Ae136. https://doi. org/10. 33153/citrawira. Singh. Akanksha & Anekar. Sonam & Shenoy. Ritika & Patil. Sainath. Text to Image using Deep Learning. International Journal of Engineering and Technical Research. Andrii Titov, . August . Midjourney as an artificial intelligence system. [Onlin. https://stepico. com/blog/midjourney-as-an56 Volume 4 ,Issue 2. June 2023-15-artificial-intelligencesystem/, . iakses pada 3 Oktober, 2. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional.