Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. WORKSHOP PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI PENDEKATAN TaRL DAN CRT BAGI GURU MATEMATIKA SMA/MA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA Lydia Lia Prayitno. Moh. Syukron Maftuh*. Sunyoto Hadi Prajitno Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Surabaya. Indonesia *Korespondensi : syukron@unipasby. Abstrak Fakta di Kabupaten Sidoarjo, masih banyak guru yang belum berkesempatan mengikuti program PPG sehingga pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) masih awam sekali di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) dilaksanakan melibatkan guru matematika SMA/MA di Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan pengetahuan perancangan pembelajaran yang melibatkan PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan durasi waktu 32 JP secara luring. Hasil dari kegiatan ini para guru mampu merancang pembelajaran melibatkan PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Hasil perancangan tersebut juga dipraktekkan perwakilan guru bersama teman dalam kelompoknya untuk mendapatkan masukan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setelah melalui praktek pembelajaran, dilanjutkan dengan memberikan gform untuk mendapatkan informasi respon guru dari pelaksanaan workshop Dari hasil analisis data, diperoleh informasi Ou 70% guru matematika memberikan respon positif dari penyelenggaraan kegiatan workshop tersebut. Harapannya ketika diterapkan di dalam kelas dapat meningkatkan tanggung jawabnya, mandiri dalam belajar, dan aktif mengeksplor pengetahuannya. Kata kunci: PBL. TaRL. CRT. Abstract In Sidoarjo district, there are some teachers who have not had the opportunity to participate in the PPG program, so the Teaching at the Right Level (TaRL) and Culturally Responsive Teaching (CRT) approaches are still very common in the school environment. Community service activities (CSA) are carried out involving high school mathematics teachers in Sidoarjo district to provide knowledge of learning design involving PBL integrated with TaRL and CRT. This activity is carried out in a structured and systematic way with a duration of 32 JP offline. The result of this activity is that the teachers are able to design lessons involving PBL integrated with TaRL and CRT. The results of the design were also practiced by teacher representatives with friends in their groups to get input on the strengths and weaknesses of each. After going through the learning practice, followed by giving a form to get information on the teacher's response from the implementation of the workshop. From the results of data analysis, obtained information Ou 70% of mathematics teachers gave a positive response from the implementation of the workshop activities. The hope is that when applied in the classroom it can increase responsibility, be independent in learning, and actively explore their knowledge. Keywords: PBL. TaRL. CRT. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. November 2024 peserta didik dibandingkan pada tingkatan kelasnya. Hal ini penting bagi guru untuk merancang pembelajaran matematika sesuai dengan tahapan pencapaian setiap peserta didik, kemampuan literasi dan numerasi (Izzati et al. , 2. Setiap peserta didik merupakan individu yang unik, mempunyai ciri, kekhasan, dan pastinya tidak sama antara satu dengan yang lain. Disinilah meningkatkan kualitas peserta didiknya melalui berbagai macam pendekatan mengikuti perkembangan hari ini. Untuk mewujudkannya, pemerintah melalui Direktorat Program Pendidikan Profesi Guru (GTK) menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru untuk mencetak guru yang profesional dan memiliki kompetensi unggul yang meningkatnya mutu pendidikan di Indonesia (Alifah, 2. Untuk mendukungnya diperlukan juga pendekatan yang dapat berjalan beririangan yaitu CRT atau dikenal Culturally Responsive Teaching. Pendekatan ini melibatkan konteks sosio-kultural ang berada di lingkungan peserta didik sebagai sudut pandangnya (Fitriani et al. , 2. Melalui pendekatan ini, siswa mampu belajar lebih mudah melalui pendekatan CRT memadukan dengan latar belakang diri Hal ini tentunya menciptakan pelajaran yang bermakna bagi siswa ketika mempelajari suatu topik Pembelajaran tersebut mirip dengan salah satu topik P5 dalam Kurikulum Merdeka yang membahas tentang kearifan lokal. Kearifan lokal mencakup beberapa aspek yang perlu CRT diantaranya yaitu kebiasaan sehari-hari, bahasa, latar belakang sosial budaya siswa (OAoLeary et al. , 2. Ditjen GTK dalam hal ini pendidikan yang menghasilkan guru dengan kompetensi unggul dan profesional berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Untuk mewujudkannya. Ditjen GTK melakukan perekrutan calon guru melalui serangkaian tes sesuai standart kompetensi pendidikan Calon guru yang lolos mengikuti pendidikan di LPTK yang ditunjuk dan selama masa pendidikan berlangsung, calon guru diberikan pengetahuan berbagai pendekatan yang dapat bermanfaat ketika mengabdikan diri sebagai seorang guru. Kesemuanya diwujudkan guru dalam menyusun pembelajaran melalui kebiasaan peserta didik, bahasa yang digunakan sehari-hari maupun latar belakang sosial budaya dari peserta Integrasi Problem Based Learning dengan pendekatan TaRL dan CRT pembelajaran bermakna bagi siswa. Harapannya kemandirian peserta didik dalam belajar matematika di dalam kelas. Faktanya, masih banyak guru yang Salah satu pengetahuan tersebut yaitu fleksibilitas, calon guru diberikan bekal pengetahuan untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didiknya yang tidak sama. Untuk mengoptimalkan fleksibilitas dalam mengajar di kelas, guru dibekali dengan pendekatanTaRL atau dikenal dengan Teaching at the Right Level. Pendekatan memfokuskan pada tingkat kemampuan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PPG pendekatan itu masih awam sekali di lingkungan sekolah. Hasil komunikasi MGMP kabupaten Sidoarjo dengan tim PPM pendidikan matematika. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya diperoleh data bahwa para guru matematika masih mengalami kebingungan dalam menyenangkan bagi peserta didiknya. Hal inilah yang mendorong tim MGMP untuk mengadakan kegiatan pelatihan untuk menciptakan pembelajaran yang Vol. 8 No. November 2024 guru matematika SMA/MA seKabupaten Sidoarjo yang berjumlah 58 Pemaparan materi dilakukan secara klasikal, dilanjutkan workshop pengembangan perangkat pembelajaran secara berkelompok yang terdiri atas 45 guru matematika. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu di bulan Agustus 2024, selama kegiatan berdiskusi jika mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat Sedangkan, praktek pembelajaran dilakukan peer teaching antar kelompok dan saling memberikan penilaian serta masukan. Di akhir masing-masing diberikan angket melalui gform untuk pelaksanaan PPM. Respon guru dinyatakan positif jika masing-masing pernyataan lebih dari 70%. METODE PELAKSANAAN Tim PPM pendidikan matematika Kegiatan PPM dilaksanakan secara luring, terstruktur, dan sistematis dengan total waktu setara 32 JP. Kegiatan ini terdiri atas 8 JP pemaparan materi PBL, pendekatan TaRL, dan pendekatan CRT . , 16 JP workshop pengembangan perangkat PBL terintegrasi TaRL dan CRT . , dan 8 JP praktek PBL terintegrasi TaRL dan CRT . dengan alur kegiatan PPM Pra A Model PBL A Modul ajar A Praktekk Worksho A Pendekatan A Bahanpengemb Pemapara PBL TaRL n materi PBL A LKPDterintegra JP) si TaRL A Pendekatan A Mediadan CRT JP) TaRL dan CRT CRT an A Asesmen JP) Gambar 1. Alur kegiatan PPM 32 JP Kegiatan ini dilaksanakan di aula SMAN 3 Sidoarjo dengan sasaran HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PPM memberikan pelatihan dan workshop pada guru matematika SMA/MA seKabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Hal ini diharapkan dapat mendorong guru-guru untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi sebagai guru profesional. Lebih lanjut, kegiatan PPM ini diuraikan secara spesifik sebagai . Pertemuan pertama Kegiatan dilaksanakan secara luring di aula SMA Negeri 3 Sidoarjo. Kegiatan ini sambutan, dilanjutkan pemaparan materi PBL, pendekatan TaRL. CRT Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Saat kegiatan ini berlangsung, para guru diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi yang kurang dipahami agar pada saat pelaksanaan workshop tidak mengalami hambatan berarti. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan para guru dalam menghadapi kurikulum merdeka. Hasil dari kegiatan ini, para guru antusias mendengarkan pemaparan materi dari Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya guru yang kegiatan ini berakhir. Vol. 8 No. November 2024 Gambar 3. Workshop pengembangan perangkat PBL terintegrasi TaRL dan CRT . Pertemuan keempat Pertemuan praktek pembelajaran peer teaching dari perangkat pembelajaran yang disusun dan saling memberikan penilaian serta masukan. Gambar 2. Pemaparan materi oleh Gambar 4. Praktek pembelajaran Dari format penilaian yang diberikan pada masing-masing kelompok guru dan diperoleh hasil bahwa penguasaan guru terhadap penerapan PBL dengan pendekatan TaRL dan CRT sangat Hal tersebut dapat dilihat pada grafik berikut ini. Pertemuan kedua dan ketiga Pertemuan kedua dilaksanakan PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Para guru pembelajaran lengkap yang nantinya akan dipraktekkan pada pertemuan Selama berlangsung, para guru bekerja dalam kelompok sesuai materi yang diminati secara berkelompok. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 guru matematika. Fasilitator bertugas mendampingi kelompok dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dan saling berdiskusi jika mengalami kesulitan. Penguasaan guru dalam menerapkan TaRL guruA Tidak Gambar 5. Penguasaan guru dalam menerapkan TaRL Gambar 5 di atas, menunjukkan menyampaikan materi secara beragam selama praktek pembelajaran di dalam Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pada implementasi, guru berdasarkan kebutuhan siswa, dan guru juga mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan. Senada dengan pendapat (Utami & Appulembang, 2. sebenarnya model pembentukan kelompok yang bervariasi memiliki korelasi yang kuat sekali terhadap motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru yang telah mampu menerapkan TaRL menyenangkan bagi siswa. Di akhir pertemuan, masing-masing guru diberikan angket melalui gform pelaksanaan PPM dan harapan tindak lanjut ke depannya. Hasil angket ini dianalisis oleh tim untuk mendapatkan SMA/MA kegiatan PPM berlangsung. Tabel 1. Prosentase respon guru matematika SMA/MA Pernyataan Penguasaan guru dalam menerapkan CRT mengaitkan materiA Tidak Vol. 8 No. November 2024 Gambar 6. Penguasaan guru dalam menerapkan CRT Saya narasumber menyajikan materi Materi yang disajikan mudah saya pahami Selama workshop berlangsung, fasilitator memberikan arahan dengan jelas Selama praktek mengajar, saya merasa mampu menerapkan dengan baik Saya berharap ada pelatihan lagi terkait pembelajaran (%) Tidak (%) 96,55 3,45 94,83 5,17 72,41 27,59 86,21 13,79 Tabel 1 di atas menujukkan respon guru matematika SMA/MA setelah mengikuti workshop ini sangat baik. Hal ini ditunjukkan dari mayoritas pernyataan pada gform lebih dari 70% memberikan respon positif. Beberapa guru menyampaikan ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dan kegiatan workshop berikutnya karena memberikan dampak pengetahuan baru bagi siswa . Tentunya hal ini berimplikasi bagi siswa meningkatkan tanggung jawabnya, mandiri dalam belajar, dan aktif mengeksplor Situasi ini tentunya dapat meningkatkan kreatifitas siswa (Chamidah meningkatkan kreatifitas guru dalam mengembangkan bahan ajar yang Gambar 6 di atas, menunjukkan dengan materi pembelajaran, situasi yang dikenal oleh siswa, dan budaya yang dikenal siswa. Hal ini menunjukkan para guru secara aktif dimiliki dan mengonstruksikannya pada materi pembelajaran. Seperti yang disampaikan pada kegiatan sebelumnya (Siswaningsih et al. situasi ini memungkinkan siswa pembelajaran karena berfokus pada Hal ini berdampak positif bagi siswa terutama pada . meningkatkan tanggung jawabnya, . mandiri dalam belajar, dan . aktif mengeksplor pengetahuannya ketika diberikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menarik bagi siswa (Mastuti & Prayitno, 2023. Prayitno et al. , 2. Vol. 8 No. November 2024 kabupaten Sidoarjo, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PPM ini sehingga berjalan dengan KESIMPULAN Kegiatan workshop problem based learning terintegrasi pendekatan TaRL dan CRT bagi guru matematika SMA/MA kemandirian siswa menunjukkan banyak pengetahuan strategi tentang Pembelajaran matematika tersebut melibatkan konteks budaya dan juga kemampuan siswa. Selama kegiatan workshop para guru matematika SMA/MA workshop yang diselenggarakan. Sedangkan, ditinjau dari penguasaan mayoritas guru telah menguasai pembelajaran yang memfokuskan pada kemampuan siswa (TaRL) dan keterlibatan budaya lokal selama pembelajaran (CRT). Para guru adanya tindak lanjut dari kegiatan lainnya sehingga dapat menciptakan menyenangkan bagi siswa. Hal ini berdampak pada situasi belajar yang menyenangkan bagi siswa sehingga meningkatkan tanggung jawabnya, mandiri dalam belajar, dan aktif mengeksplor pengetahuannya. REFERENSI Alifah. Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia untuk Mengejar Ketertinggalan dari Negara Lain. CERMIN: Jurnal Penelitian, 5. , 113. https://doi. org/10. 36841/cermin_un Chamidah. Prayitno. , & Kurniasari. Identification of High School Students Ao Success in Representing Logarithm Function Graphs Identification of High School Students Ao Success in Representing Logarithm Function Graphs. , 49Ae57. Fitriani. Untari. , & Jannah, . Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 3. , 524Ae532. https://journal. id/ajie/article/ view/971 Izzati. Untari. , & Espiyati. Penerapan Pendekatan TaRL pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 1 di SDN Gayamsari 02 Semarang Semarang. Journal on Education, 06. , 17840Ae17846. UCAPAN TERIMA KASIH