Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. 9 No. 2 Hal 253 -264 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola PELAKSANAAN INTEGRASI KEILMUAN PADA PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FTIK IAIN PALOPO 1Jumrah, 2Baderiah, 3Alimuddin, 4Tasdin Tahrim, 5Nursaeni Institut Agama Islam Negeri Palopo E-mail: jumrah314@gmail. com, alimuddin@iainpalopo. tasdin_tahrim@iainpalopo. Abstract This research discusses the implementation of knowledge integration in the Islamic Education Management Study Program. Tarbiyah Faculty and Palopo State Islamic Institute. The research is aimed at: To learn about the integration of sciences in Islamic education management program of the tarbiyah faculties and the sciences of the religious institute of Islam of the state of palopo. To know the supporters and inhibitors of integration in the program of studies of the management of islamic education of the Tarbiyah faculty and of the science of the religion of Islam Institute of the Palopo state. The type of research used is qualitative research. The subjects of this research are Deputy Dean II of FTIK. Head of Study Program. Lecturer, and Student. Research data is obtained through interviews, documentation, and observations with data analysis using processing/naming of raw materials, data sorting based on the result of rewriting, data encoding according to information characteristics, data coherence interrogation analytically, identification of meaning relationships between data from one to the other, data transposition in chart form, meaning display and rewrite about meaning display. The results of this research explain that the implementation of integration of science has been implemented which is seen on RPS, learning materials, and the use of appropriate methods. The integration of science in Islamic Education Management has long been triggered by the leadership, which then the new leadership continued the program in accordance with the vision of mission both in the institution, faculty, and vision of the mission of the study program. Supporting Factors consist of. Human Resource Quality Factors and Government Policy Factors. and inhibitory factors consisting of. Budgetary constraints. teaching materials. means and supplies. and guidelines in the implementation of the integration of science into the Islamic Education Management curriculum. Keywords: Implementation of Integration of Sciences. Islamic Education Management Abstrak Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui pelaksanaan integrasi keilmuan pada program studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo. Untuk mengetahui pendukung dan penghambat pelaksanaan integrasi keilmuan pada program studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Wakil Dekan II FTIK. Ketua Program Studi. Dosen, dan Mahasiswa. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan Analisis data menggunakan tiga langkah yaitu: tahap reduksi data. , tahap penyajian data. , tahap visualisasi data untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan integrasi keilmuan sudah terlaksana dalam pembelajaran yang terlihat pada RPS, bahan pembelajaran, dan penggunaan metode yang tepat. Integrasi keilmuan di prodi Manajemen Pendidikan Islam sudah lama dicetuskan oleh pimpinan, yang Vol 9. No. Oktober 2024 254 | Jumrah dkk. kemudian pimpinan baru melanjutkan program itu sesuai dengan visi misi baik dalam institusi, fakultas, dan visi misi program studi. Faktor Pendukung terdiri dari. Faktor kualitas Sumber Daya Manusia dan Faktor kebijakan dari pemerintah,. dan faktor penghambat terdiri Keterbatasan anggaran, bahan ajar, sarana dan prasarana, dan buku panduan dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi Manajemen Pendidikan Islam. Kata Kunci: Pelaksanaan. Integrasi Keilmuan. Manajemen Pendidikan Islam PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hasil dari pengalaman pembelajaran dan situasi dalam sepanjang hidup yang dapat mempengaruhi pertumbuhan 1 Model dalam sebuah sistem Pendidikan Islam Terintegrasi yang berdasarkan pada struktur epistemologi berbagai jenis ilmu keislaman yaitu bersumber pada Al-QurAoan dan Al-Hadis yang merupakan sumber pokok bagi ilmu pengetahuan. Integrasi keilmuan serupa dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu Islam dengan ilmu-ilmu lain pada umumnya agar ilmu-ilmu tersebut saling berhubungan dan tidak bertentangan. Selama ini teori tentang integrasi keilmuan masih sulit dipraktekkan dalam realitas dunia pendidikan, dan pada hakikatnya tujuan pendidikan menyiapkan generasi yang kompeten dan memiliki karakter yang baik, diarahkan pada aspek duniawi namun pastinya menyeimbangkan pula pada aspek akhirat. 2 Sekaitan dengan hal ini sehingga muncullah istilah dikotomi ilmu artinya yang berusaha memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga integrasi keilmuan inilah diharapkan sebagai jawaban untuk mempertemukan antara ilmu agama dan ilmu umum. Berdasarkan pada objek penelitian. IAIN Palopo sebagai perguruan tinggi negeri islam yang pastinya memiliki model integrasi keilmuan. Persoalan integrasi keilmuan di FTIK IAIN Palopo dapat dilihat dari visi IAIN Palopo. Sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri. IAIN Palopo mengusung visi AuAkselerasi Transformasi IAIN Palopo menjadi Smart and Green Campus yang Bereputasi Nasional Berbasis Integrasi KeilmuanAy. Visi itu menjadi dasar bagi semua fakultas dalam menentukan Begitu juga dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palopo mengusung visi Aumenjadi fakultas yang unggul, dinamis dan kompetitif dalam mengintegrasi ilmu keislaman dan kependidikan yang berwawasan globalAy. Sehingga dengan visi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ini menjadi landasan dalam setiap mata kuliah dalam mengintegrasikan keilmuan baik pada mata kuliah umum maupun mata kuliah lainnya. 1 Redja Mudiaharjo, pengantar pendidikan: Sebuah Study awal tentang dasar-dasar pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indionesia. Ed-3 (Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2. , 3. Sutrisnodan Muhyidin Albaroris. Pendidikan Islam Berbasis Problem Sosial ,(Yogjakarta: Ar-Ruzz Medi. , hal 17, seperti dikutip Siti Bariroh. Pendidikan Budi Pekerti (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Jogjakarta, 2. , 1. 3 IAIN Palopo. Sejarah serta Visi & Misi IAIN Palopo, diakses dari Smart & Green Campus - IAIN Palopo, pada tanggal 6 Januari 2024, pukul 22. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pelaksanaan Integrasi. Ditinjau dari salah satu program studi Manajemen Pendidikan Islam terdapat mata kuliah keprodian yaitu dasar-dasar manajemen, manajemen perubahan, dan pada mata kuliah keprodian lainnya. Sehingga integrasi keilmuan ini penting dilakukan agar mampu menjadi roll model integrasi keilmuan, mampu memberikan kontribusi , memberikan referensi bagi siapa saja yang membutuhkan dan yang ingin menerapkan integrasi keilmuan terkhusus dalam pelaksanaannya. Integrasi keilmuan telah dirumuskan oleh beberapa perguruan tinggi seperti: UIN Syarif Hidayatullah: Interaksi Ilmu Terbuka dan Dialogis . UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Integrasi ilmu yang interdisplinary dan multidisplinary dengan skema pendekatan Jaring Laba-laba. UIN Maulana Malik Ibrahim: Integrasi ilmu dengan simbolisasi Pohon Ilmu . UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Integrasi Ilmu dengan simbol Roda Ilmu dengan prinsip Wahyu Memandu Ilmu. UIN Alaudin Makassar: Integrasi Ilmu dengan simbol Rumah Peradaban. UIN Sunan Ampel Surabaya: Integrasi Ilmu dengan simbol Menara Kembar Tersambung dengan Jembatan. UIN Walisongo Semarang: Integrasi Ilmu dilambangkan sebagai Intan Berlian Ilmu . Sehingga dari hal tersebut dapat dilihat bahwa program dalam proses perkuliahan yang menganut tentang integrasi keilmuan menjadi bagian penting dan dilaksanakan sesuai dengan kaidah dan program perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi keterbatasan penelitian sebelumnya yang hanya mengungkap tentang integrasi keilmuan. Berdasarkan fakta, argumen, dan tujuan penelitian yang dikemukakan sebelumnya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kontribusi khususnya dalam pelaksanaan integrasi keilmuan. METODE Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan menggunakan bentuk desain deskriptif kualitatif, bertujuan untuk menunjukan pentingnya fenomena realistis sosial tentang manajemen kurikulum integrasi keilmuan pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di IAIN Palopo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis dan deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, maka akan mudah memahami fenomena realistis, situasi dalam memanajemenkan kurikulum yang berbasis integrasi keilmuan pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di IAIN Palopo dalam mewujudkan pelaksanaan integrasi keilmuan yang baik dan terarah. Pendekatan deskriptif digunakan untuk membuat deskripsi atau gambaran tentang fakta dari bentuk pelaksanaan integrasi keilmuan, faktor pendukung dalam pelaksanaan integrasi keilmuan, serta faktor penghambat pelaksanaan integrasi keilmuan. PEMBAHASAN Pelaksanaan Integrasi Keilmuan pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo Vol 9. No. Oktober 2024 256 | Jumrah dkk. Sekaitan tentang urgensi integrasi keilmuan. Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya. Dikotomi ilmu adalah adanya pemisahan antara disiplin ilmu agama dan disiplin ilmu umum, sehingga pada gilirannya melahirkan istilah baru yang disebut dualisme pendidikan, yakni pendidikan agama dan pendidikan umum. Pandangan dikotomis yang memisahkan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum bertentangan dengan konsep ajaran Islam yang memiliki ajaran integralistik. Islam mengajarkan bahwa urusan dunia tidak terpisah dengan urusan akhirat. Implikasinya, bila merujuk pada ajaran Islam ilmu-ilmu umum seharusnya dipahami sebagai bagian tak terpisahkan dari ilmu-ilmu agama. Urgensi integrasi ilmu yang sangat diperlukan bagi setiap insan guna mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Hal ini menunjukkan bahwa urgensi integrasi keilmuan menjadi indikator penting dalam kehidupan yang lebih baik seperti terlaksananya dalam pendidikan yang bermutu. Untuk itu peneliti melakukan wawancara dengan dekan, ketua prodi, dekan dan mahasiswa mengenai hal itu sebagai berikut. Berangkat dari teori tersebut kemudian peneliti melakukan wawancara dengan narasumber yang bersangkutan yaitu wakil dekan fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan dalam hal ini yang menjelaskan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan di lapangan. Perencanaan pembelajaran (RPS. SAP) di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Palopo dapat dijabarkan sebagai berikut : Perencanaan Pembelajaran Pendidik telah menyiapkan perencanaan pembelajaran dalam bentuk Rancangan Pembelajaran Semester (RPS), karena dalam pembelajaran mahasiswa harus mengetahui sebelumnya bagaimana tahapan proses pembelajaran, apa tugas yang diberikan, apa solusi metodologis yang digunakan untuk mengatur pembelajaran dan jenis konten dan dukungan teknologi tersedia. Dalam perencanaan pembelajaran di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dosen bersama dengan ketua prodi saling berdiskusi dengan mengadakan workshop khusus membahas tentang RPS/SAP. Dengan memiliki prosedur khusus dalam penerapan integrasi keilmuan disusun berdasarkan kebijakan dari hasil keputusan bersama dan saling berkesinambungan dengan mencerminkan Visi Misi Dari Institusi. Fakultas, maupun Program Studi tentang integrasi keilmuan. Kemudian, dosen juga diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitasnya dalam pembuatan RPS/SAP dalam membuat desain pembelajaran yang baik selama 16 pertemuan termasuk UTS dan Final. Hasil dari RPS/SAP yang akan digunakan tersebutlah yang kemudian akan dievaluasi terlebih dahulu oleh ketua prodi dan ditandatangani yang menandakan bahwa RPS/SAP tersebut layak digunakan didalam proses pembelajaran di dalam kelas. Materi Pembelajaran 4Nurul Indah Wahyu Ningsih. AuBlended Learning and Hybrid LearningAy,Ao Journal of International Multidisciplinary Research. Vol: 2 No: 5 Mei 2024 Kelola: Journal of Islamic Education Management Pelaksanaan Integrasi. Dengan adanya materi pembelajaran maka peserta didik dapat memperoleh kesempatan yang lebih banyak dalam mengembangkan pengalaman menge dengan seimbang melalui alokasi waktu yang efektif ketika pembelajaran berlangsung. Dalam materi pembelajaran di program studi Manajemen Pendidikan Islam ada banyak keberagaman kreativitas dosen dalam mengajar. Namun, lebih spesifiknya integrasi keilmuan itu bisa dilihat dari beberapa hal seperti, integrasi keilmuannya termasuk hidden curriculum . idak terlalu nampak ke dalam format RPS/SAP) yang dalam penerapannya itu bisa dalam bentuk baca tulis qurAoan sebelum melakukan pembelajaran dalam kelas, kemudian dalam mata kuliah memiliki saling keterkaitan antara materi awal sampai seterusnya yang melahirkan suatu integrasi keilmuan yang berusaha menyatukan dua ilmu tersebut. Sehingga, terkait topik yang dipaparkan atau yang dijelaskan,agar lebih mudah dipahami. Serta berdasarkan hasil observasi di dalam kelas, proses pembelajaran menerapkan nilai-nilai integrasi keilmuan dengan berbagai macam kretivitas dosen, seperti sebelum masuk dalam proses pembelajaran ada beberapa dosen melakukan rutinitas literasi QurAoan. Pemahaman akan materi yang dibawakan itu tergantung dengan cara mengajar dan metode yang digunakan saat melaksanakan pembelajaran dengan memberikan materi kepada mahasiswa dilanjutkan dengan diskusi kelompok serta memfasilitasi diskusi kelompok atau sesi tutoring antar mahasiswa agar mereka dapat saling membantu dalam memahami materi. Contoh mata kuliah yang diampuh tentang integrasi keilmuan antara ilmu umum dan agama adalah Manajemen Konflik yang diintegrasikan dengan ajaran islam dimana berlandaskan al-qurAoan dan sunnah. Contohnya, biasanya sebelum memulai belajar kita terlebih dahulu membaca Al-Qur'an dan juga biasanya membahas tentang materi perkuliahan selalu ada tambahan dari dosen yang menyangkutpautkan dengan ilmu agama. Meskipun ada beberapa mata kuliah yang dibawakan dosen ketika melaksanakan pembelajaran tidak menerapkan integrasi keilmuan didalamnya yang dosen tersebut hanya fokus pada satu bidang ilmu saja tanpa mengaitkannya dengan ilmu yang lainnya. Namun, pastinya sesuai visi misi kampus pastinya lebih banyak dosen yang telah menerapkan integrasi Contohnya, dosen yang mengajarkan tentang kebudayaan masyarakat lokal dosen mengaitkan kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat dikaitkan dengan nilai" yang sesuai dengan ajaran islam, mata kuliah lainnya adalah Ilmu jurnalistik yang mengaitkan imu agama dan ilmu jurnalistik, serta mata kuliah. Metode Metode mengajar adalah strategi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan belajar mengajar tersebut. Pemilihan dan penentu metode 5 Sulastri,Ay Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penyampaian Materi Pada Anak Tunagrahita Di Sekolah Luar Biasa Negeri Sambas Tahun Pelajaran 2022/2023Ay. Jurnal Lunggi: Jurnal Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner - ISSN ONLINE 2986-7916. Vol. 1 No. Juli 2023, h 57I-583 Vol 9. No. Oktober 2024 258 | Jumrah dkk. mengajar yang tepat akan mengakibatkan pencapaian tujuan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tujuan belajar mengajar tertentu akan membutuhkan metode mengajar tertentu pula. 6 Sehingga dari teori tersebut, metode dalam pembuatan RPS/SAP oleh ketua prodi dan para dosen adalah dengan menyusun secara bersama-sama yang menggunakan template Kementrian Agama. Yang kemudian, menjadi kreatifitas dosen memberikan kesempatan untuk membuat kelompok belajar membahas materi dan melakukan penelitian mini . ini rise. Selain itu, metode pembelajaran lainnya adalah dengan menggunakan metode diskusi dan ceramah atau metode lainnya yang memudahkan dalam pelaksanaan integrasi keilmuan. Faktor Pendukung Dan Penghambat dalam Pelaksanaan Integrasi Keilmuan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FTIK IAIN Palopo Adapun faktor pendukung dalam proses pelaksanaan integrasi keilmuan antara lain sebagai berikut : Faktor Pendidik Pendidik adalah tenaga profesional yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk menumbuhkan, membina, mengembangkan bakat, minat, kecerdasan, akhlak, moral, pengalaman, wawasan dan keterampilan peserta Seorang pendidik adalah orang yang berilmu pengetahuan dan berwawasan luas, memiliki keterampilan, pengalaman, berkepribadian mulia, memahami yang tersurat dan tersirat, menjadi contoh dan model bagi muridnya, senantiasa membaca dan meneliti, memiliki keahlian yang dapat diandalkan serta menjadi penasehat. faktor pendukung menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi manajemen pendidikan islam fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN Palopo. Komitmen kepemimpinan menjadi faktor pendukung utama dalam menerapkan visi misi khususnya dalam integrasi keilmuan. IAIN Palopo sebagai lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki tata kelolah dengan pola kepemimpinan yang efektif dan efisien, akuntabel, kredibel, transparan, bertanggung jawab, dan adil. 8 Dengan komitmen pemimpin inilah kemudian mendorong semangat dan komitmen dosen dalam berkreasi, menciptakan, mendesain proses belajar mengajar sehingga mahasiswa bukan hanya sekedar melihat saja tetapi juga mengaitkan dengan ilmu yang lainnya. Faktor pendukung kedua adalah hubungan dengan pimpinan di fakultas, dimana pimpinan fakultas selalu memberikan kewenangan, kebijakan, memberikan kesempatan kepada kami untuk berkreasi, 6 Ani Widayati. AuMetode Mengajar Sebagai Strategi Dalam Mencapai Tujuan Belajar Mengaja,Ao Vol. i No. 1 Ae Tahun 2004, h 66 - 70 7 Abuddin Nata. AuIlmu Pendidikan Islam. Ay (Cet. Jakarta: Kencana, 2. 8 Yunus. AuModel Pendidikan Budaya Bugis Dalam Penerapan Nilai-Nilai Pluralisme Di Iain PalopoAy,Ao Volume Nomor Agustus https://journal. id/index. php/jurnalPenelitian Kelola: Journal of Islamic Education Management Pelaksanaan Integrasi. berkembang, berpikir tentang bagaimana supaya prodi bisa berjalan dengan Sehingga di prodi lebih leluasa untuk mengembangkan diri, berpikir tentang perkembangan prodi termasuk didalamnya adalah merencanakan kegiatan pembelajaran, merencanakan SAP/RPS yang didalamnya tentang integrasi keilmuan. Faktor ketiga, dosen tetap PNS. Non PNS, dosen luar biasa, maupun staf program studi manajemen pendidikan islam mampu bekerja secara baik, saling mendukung, saling bekerja sama, tidak pernah acuh tak acuh. Selain itu, dengan SDM yang berkualitas menjadi faktor keberhasilan dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama serta menuntaskan RPS/SAP. Namun, dalam proses pembelajaran hal yang menjadi factor pendukung pertama adalah dosen dengan kemampuannya mengelola kelas dosen perlu memiliki kemampuan untuk mengelola kelas yang beragam. Hal ini melibatkan kemampuan untuk memantik keingintahuan mahasiswa, mengasah keterampilan, dan membuat mahasiswa tetap terlibat aktif dalam pembelajaran yang kedua ialah memberikan dukungan atau motivasi ketika mahasiswa sedang mengalami kesulitan atau kejenuhan dalam proses . Faktor Mahasiswa Mahasiswa adalah mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi, sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan sikap keilmuwannya yang dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis, dan rasional. Seorang mahasiswa diharapkan memiliki tingkat intelektual yang tinggi dan memiliki kemampuan berpikir dengan cepat dan tepat dalam membuat keputusan secara matang dan bijaksana. 9 Dalam proses pembelajaran, beberapa karya yang telah dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa baik itu karya mereka secara mandiri maupun kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen. Karena didalam RPS/SAP selain terintegrasi dengan keilmuan didalamnya juga ada implementasi dari kegiatan penelitian dosen bersama dengan mahasiswa yang menghasilkan karya berupa artikel antara dosen dengan mahasiswa. Jadi, dengan demikian memiliki mini riset Jika dosen dan mahasiswa mempunyai mini riset ini maka hal ini dianggap berhasil melakukan kegiatan pembelajaran. Terkait tentang nilainilai integrasi keilmuan yang berciri kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran oleh beberapa dosen yang dalam RPS tersebut tercermin tentang mahasiswa duduk bersama menyelesaikan setiap persoalanpersoalan atau studi kasus yang dosen berikan kepada mahasiswa secara bersama-sama. Faktor sarana dan prasarana Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau bagian yang memiliki peran sangat penting bagi keberhasilan dan kelancaran suatu proses, termasuk juga dalam lingkup pendidikan. Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang mutlak dipenuhi untuk memberikan kemudahan dalam Nurul Mulyaningsih. Auketerampilan berpikir kritis & pemecahan masalah mahasiswaAy,Ao Vol. 03 No. 01 (February 2. JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM SAND MANAGEMENT. https://jisma. Vol 9. No. Oktober 2024 260 | Jumrah dkk. menyelenggarakan suatu kegiatan walaupun belum bisa memenuhi sarana dan prasarana dengan semestinya10 Faktor Sarana dan prasarana yang seharusnya menjadi pendukung pada program studi manajemen pendidikan islam ternyata masih kurang Dalam hal ini sudah merasa cukup namun masih sangat membutuhkan staff IT yang seharusnya ditempatkan sebagai operator dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran. Karena staf yang dimiliki prodi hanya staf khusus surat persuratan keluar dan masuk. Dengan demikian dibutuhkan staf khusus staf akademik mulai dari mengurus nilai mahasiswa. RPS/SAP, absensi dosen, mahasiswa dan lain sebagainya agar tidak tumpang tindih pekerjaan yang dilakukan oleh staf yang ada disini yang masih sangat kewalahan, yang kedua adalah kami masih membutuhkan laptop, layar LCD yang digunakan pada saat ujian dan berharap untuk diperhatikan oleh pimpinan di atas. Faktor Kebijakan dari Pemerintah Kebijakan pemerintah sangat menentukan terselenggaranya sebuah Dalam melaksanakan institut dalam menerapkan integrasi keilmuan perlu dipersiapkan pelayanan pendukung, fasilitas dan dukungan pemerintah agar pelaksanaan program di institut dapat terlaksana dengan 11 Salah satu tolak ukur kebijakan kementerian agama dalam penerapan integrasi keilmuan di Institut Agama Islam Negeri Palopo yang kemudian mengusung Visi dan Misi sehingga menjadi program untuk semua Fakultas maupun prodi adalah kesesuaian perencanaan pembuatan RPS/SAP yang akan digunakan berkaitan integrasi keilmuan dan mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama. Setelah itu, kemudian mengadakan workshop oleh unit penjaminan mutu di program studi manajemen pendidikan islam yang akan membedah RPS/SAP dan kurikulum yang disusun, sehingga disepakati bersama bahwa RPS/SAP mencerminkan visi misi institute, fakultas maupun Adapun faktor penghambat dalam proses pelaksanaan integrasi keilmuan antara lain sebagai berikut : Faktor Pendidik Pendidik adalah tenaga profesional yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk menumbuhkan, membina, mengembangkan bakat, minat, kecerdasan, akhlak, moral, pengalaman, wawasan dan keterampilan peserta Seorang pendidik adalah orang yang berilmu pengetahuan dan berwawasan luas, memiliki keterampilan, pengalaman, berkepribadian mulia, memahami yang tersurat dan tersirat, menjadi contoh dan model bagi muridnya, senantiasa membaca dan meneliti, memiliki keahlian yang dapat diandalkan serta menjadi penasehat. Nadia Wirdha Sutisna. AuFungsi Manajemen Sarana dan PrasaranaAy,Ao Karimah Tauhid. Vol. 1 No. , e-ISSN 2963-590X Winda Ramayani. Dkk. AuPenerapan Kebijakan Pendidikan Inklusi Di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Ao Vol. No. 2 Juni 2024 e-ISSN:2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 2634, https://doi. org/10. 55606/concept. 12 Abuddin Nata. AuIlmu Pendidikan Islam. Ay (Cet. Jakarta: Kencana, 2. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pelaksanaan Integrasi. Salah satu hambatan yang muncul ketika proses pembelajaran yang diberikan oleh dosen ialah proses pembelajaran yang terlalu kaku tidak adanya interaksi langsung antara dosen dengan mahasiswa saat pembelajaran berlangsung sehingga materi-materi yang dibawakan kurang dipahami oleh mahasiswa. Selain itu, pemahaman akan materi yang dibawakan itu tergantung dengan cara mengajar dan metode yang digunakan saat melaksanakan pembelajaran. Dari beberapa hasil survey dari mahasiswa beranggapan bahwa ketika dosen hanya melaksanakan pembelajaran dengan memberikan materi kepada mahasiswa dilanjutkan dengan diskusi kelompok tanpa adanya penjelasan atau pengantar materi dari dosen hal itu yang membuat mahasiswa kurang paham akan materi yang dibahas. Akan tetapi, untuk mengatasi hal tersebut dosen memfasilitasi diskusi kelompok atau sesi tutoring antar mahasiswa agar mereka dapat saling membantu dalam memahami materi. Dalam hal ini, dari beberapa dosen yangberhasil metode ajarnya yang membuat siswa paham dengan materi adapula dosen beberapa dosen yang lumayan sudah berumur yang metode ajarnya membuat mahasiswa mengantuk dan pada akhirnya tidak paham terkait materi yang disampaikan. Serta, ketika dosen meminta perkuliahan online, hal ini yang memicu hambatan yaitu mahasiswa kurang fokus dalam proses pembelajaran. Faktor Mahasiswa Mahasiswa adalah mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi, sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan sikap keilmuwannya yang dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis, dan rasional. Seorang mahasiswa diharapkan memiliki tingkat intelektual yang tinggi dan memiliki kemampuan berpikir dengan cepat dan tepat dalam membuat keputusan secara matang dan bijaksana. salah satu tantangan integrasi keilmuan yang dihadapi mahasiswa adalah ketika mengintegrasikan ilmu agama karena kebanyakan dari mahasiswa tidak berasal dari sekolah madrasah atau pesantren sehingga pengetahuan agamanya minim dan penerapan ilmu agamanya juga kurang. Sehingga, dengan tugas-tugas yang diberikan atau dalam penulisan skripsi diminta untuk selalu ada hadist maupun ayat dan ini merupakan solusi mengatasi kelemahan ayat atau hadist oleh mahasiswa itu sendiri, solusi lainnya program studi mengecek kemampuan dalam membaca al-quran setiap mahasiswa setiap ingin seminar proposal, seminar hasil, maupun Ujian Tutupnya. Adapun yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran yang diberikan oleh beberapa dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam ialah kurangnya kejelasan, metode pengajaran yang menoton, dan beban kerja yang berlebihan. 13 Nurul Mulyaningsih. Auketerampilan berpikir kritis & pemecahan masalah mahasiswaAy,Ao Vol. 03 No. 01 (February 2. JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM SAND MANAGEMENT. https://jisma. 14 Nirwana. AuMahasiswa Prodi MPI. AoWawancaraAo Di Kampus Pada 16 April 2024 Vol 9. No. Oktober 2024 262 | Jumrah dkk. Bahan ajar Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar. 15 Dengan telah tersusunnya materi secara sistematis dalam bahan ajar, ini dapat menghasilkan keefektifan pada peserta didik baik dalam pembelajaran juga dalam memahami materi yang ada, sehingga dapat tercapainya standar kompetensi yang ada. Agar sebuah bahan ajar dapat tersusun dengan sistematis dan efektif dalam penggunaanya ini diperlukan adanya pengembangan bahan ajar, ini juga merupakan sebuah proses dilaksanakannya pengembangan atau perubahan menjadi lebih baik lagi, dengan memanfaatkan berbagai ide dan inovasi. Kaitan hal itu, bahan ajar dalam proses pembelajaran masih menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi manajemen pendidikan islam. Ketika dosen melaksanakan proses pembelajaran tentunya akan mengikuti RPS yang telah dibuat agar kemudian pembelajaran yang dilaksanakan itu terstruktur dan mencapai tujuan pembelajaran. Nah tidak menutup kemungkinan ada dosen yang melaksanakan pembelajaran tidak sesuai RPS yang dibuat sehingga proses pembelajaran menjadi tidak terarah. Adapun faktor penghambat lainnya adalah ada pada buku panduan yaitu belum ada pedoman khusus tentang integrasi keilmuan di kampus sehingga dosen membuat kreatifitas sendiri, namun pedomannya hanya visi dan misi IAIN Palopo. Akan tetapi, secara khusus pedomannya belum ada sehingga dalam mengukur keberhasilan ataupun indikator keberhasilan integrasi keilmuan belum dapat diukur secara signifikan. Akan tetapi, hanya bisa diukur dengan cara mengamati kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu yang dipelajari dengan ilmu yang lain, contoh ketika mahasiswa presentasi dosen akan mengamati sejauh mana mahasiswa tahu tentang mengintegrasikan ilmu tersebut. Faktor penghambat lainnya adalah fasilitas termasuk dalam perpustakaan, meskipun dalam perpustakaan sudah ada e-library mahasiswa perlu didorong untuk kesana. Selain itu, factor penghambat lainnya adalah keterbatasan anggaran, yang menjadi salah satu faktor penghambatan dan tantangan dalam pelaksanaan integrasi keilmuan adalah keterbatasan anggaran. Dimana dalam hal ini, menyebabkan keterbatasan dalam menyediakan layanan teknologi informasi yang memadai bagi SDM di program studi manajemen pendidikan islam. 15 Umar Mansyur. AuPemanfaatan Nilai Kejujuran Dalam Cerpen Sebagai Bahan Ajar Berbasis Pendidikan KarakterAy ,Ao Fakultas Sastra. Universitas Muslim Indonesia, 2024 lsa Savrina Putri, dkk. AuPengembangan Bahan Ajar Menggunakan Canva Pada Subtema Keberagaman Budaya BangsakAy . Vol. 6 No. 1 Januari 2023, hal. Sandari. DKK. AuSolusi Kreatif Mahasiswa Kurangnya Anggaran Dalam Pengembangan Teknologi Informasi Di Kantor Kelurahan Kadidi. Ao Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS Volume 2. No 2 Ae April 2024 e-ISSN : 29863104 Kelola: Journal of Islamic Education Management Pelaksanaan Integrasi. Dalam menunjang keberhasilan dan perkembangan terlaksananya integrasi keilmuan dalam program studi manajemen pendidikan islam yang menjadi faktor pendukung adalah anggaran. Namun, keterbatasan anggaran itu menjadi salah satu penghambat staf prodi ketika ingin berkreasi melakukan perkembangan dengan cara mengadakan workshop. Selain itu, beberapa hal seperti kebutuhan dan kesiapan anggaran yang. pada dasarnya anggaran memang ada tetapi masih sebatas di tingkat perguruan tinggi di tingkat fakultas atau tingkat institusi. KESIMPULAN Pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institute Agama Islam Negeri Palopo, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan integrasi keilmuan dalam pembelajaran sudah terlaksana yang terlihat dalam RPS, bahan pembelajaran, dan penggunaan metode yang tepat. Namun, ada beberapa dosen yang tidak menerapkan integrasi keilmuan yang hanya focus pada satu bidang tertentu. Integrasi keilmuan di prodi Manajemen Pendidikan Islam sudah lama dicetuskan oleh pimpinan, yang kemudian pimpinan baru melanjutkan program itu sesuai dengan visi misi baik dalam institusi, fakultas, dan visi misi program studi. Faktor Pendukung dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi Manajemen Pendidikan Islam meliputi. Faktor pendidik. factor mahasiswa dan Faktor kebijakan dari Faktor penghambat dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di program studi manajemen pendidikan islam dapat meliputi. faktor mahasiswa,. faktor bahan ajar,. Keterbatasan anggaran,. buku panduan. DAFTAR PUSTAKA