ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 PENGARUH ENTERPRISE RISK MANAGEMENT & INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG TERCANTUM DALAM INDEKS LQ45 BEI Stevani Wahyu Herawati1 Universitas Bunda Mulia s11190024@student. Ernie Riswandari2* Universitas Bunda Mulia l0600@lecturer. Diterima 13 Desember 2022 Disetujui 27 Desember 2022 AbstractAi The Purpose of this study to determine the effect of enterprise risk management and intellectual capital on the firm value. The value of the firm is reflected in the stock price but in fact the stock price always fluctuates up and down which is unstable, including in companies that are indexed LQ45. Enterprise Risk Management measured by Enterprise Risk Disclosure Index (ERMDI),Intellectual Capital by Valued Added Human Capital (VAHU). Value Added Capital Employed (VACA),Structural Capital Value Added (STVA), and Company Value measured by TobinAos Q. This study used secondary data obtained from the corporate official website and Indonesia Stock Exchange ( w. id ). The sample used as many 25 companies were listed at index LQ45 IDX which selectedwith use purposive sampling method. Method of analysis used is descriptive statistic test, the classical assumption test and testing of hypothesis using SPSS version 25. Based on the result of concluding that ERM,VAHU, and VACA were Partially positive effects on the Company Value and STVA were partially have no effect on the Company Value. ERM. VAHU. VACA. STVA were Simultaneously positif effect on the Company Value. Keywords: Company Value. ERM. IC. VAIC. VAHU. VACA. STVA PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Semakin berkembang pesatnya teknologi saat ini membuat setiap perusahaan wajib dalam mempersiapkan diri untuk menjalani kelangsungan usahanya serta mencapai tujuannya. Selaras dengan theory of the firm. memaksimalkan keuntungan yang diperoleh melalui sumber daya yang dimiliki yaitu tujuan jangka pendek, sementara tujuan jangka panjang yakni guna menaikan nilai perusahaan dan memberikan kemakmuran kepada pemilik perusahaan serta para pihak yang memegang saham. Nilai dari suatu perusahaan bisa tergambar oleh harga saham yang dimiliki oleh perusahaan (Nurramayuningsih & Sufyani, | 385 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Peningkatan ataupun penurunan terhadap harga saham pada pasar modal menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. Apalagi di masa kini dimana keadaan perekonomian di Indonesia saat ini ada dalam keadaan yang tidak stabil. Ketidakstabilan perekonomian salah satunya disebabkan oleh pandemi covid-19. Pengaruh covid-19 cenderung memberikan dampak negatif ke pasar modal. Gambar 1. Grafik Indeks Harga Saham Gabungan LQ45 Sumber : google finance, 2022 Gambar 1 menunjukan gambaran terkait perubahan harga saham yang bervariasi setiap CNBC Indonesia tertanggal 18 Maret 2020 menyebutkan bahwa sekitar lebih dari 50% terdapat 10 saham yang tercantum dalam indeks LQ45 mengalami penurunan harga. Dari data yang BEI keluarkan 10 saham yang drop meliputi WSKT anjlok sebesar 63,63%. BRP turun sebesar 62,25%. PGAS turun sebesar 60,6%. PTPP turun sebesar 57,1%. AKRA yang turun senilai 56,96%. LPPF turun senilai 56,29%. INCO drop senilai 54,4%. ADRO drop sebesar 53,38%. ANTM berkurang menjadi 50,48% dan yang terakhir yaitu EXCL sebesar 50%. BEI menunjukkan data bahwa secara year to date koreksi IHSG mencapai 29,25% sedangkan indeks LQ 45 turun sebesar 32,61% atau lebih merosot tajam jika disandingkan dengan nilai IHSG (Saragih, 2. Harga saham yang turun mengindikasikan sebuah ancaman di tengah perekonomian yang tidak stabil sehingga membuat kepercayaan investor menurun. Nilai perusahaan yang meningkat semestinya mendasari semua wujud keputusan yang manajemen perusahaan ambil. Pada kondisi nilai peran pengelolaan ERM dan Intellectual Capital dipercaya dapat membantu perusahaan untuk menciptakan nilai tambah. Perubahan yang terjadi akibat adanya globalisasi, teknologi, transaksi bisnis, serta kondisi ketidakpastian seperti pandemi covid-19 memungkinkan perusahaan menghadapi beberapa risiko sehingga cara yang dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang terjadi adalah mengimplementasikan enterprise risk management (ERM). Rivandi . menyebutkan ERM adalah mengungkapkan risiko atas risiko yang perusahaan kelola sebagai upaya pengendalian risiko. Perkembangan zaman serta teknologi yang canggih menuntut perusahaan untuk melakukan inovasi, khususnya kondisi pandemi sekarang ini yang telah memberikan boosting bagi perkembangan teknologi dan perubahan budaya kerja. Hal tersebut memberikan kesadaran bagi manajemen bahwasanya kemampuan dalam daya saing bukan sekadar dapat dijumpai di dalam sumber daya fisik perusahaan sehingga manajemen mulai memanfaatkan sumber daya tidak berwujud perusahaan. Intellectual capital (IC) dikenal sebagai suatu komponen dari aset tidak memiliki wujud dimana basisnya ialah terhadap pengetahuan yang bisa dipusatkan ke dalam proyek. IC menekankan pada modal tidak berwujud perusahaan yang digambarkan sebagai pengetahuan perusahaan yang berupa teknologi, keterampilan | 386 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 profesional, hubungan pelanggan, serta pengalaman karyawan untuk menghasilkan sumber daya yang unggul (Diyanty et al. , 2. Tahun 1999 pertama kalinya Pulic dalam Fadilah & Afriyenti . mengukur dan menilai intellectual capital merupakan nilai tambah Value added intellectual coefficient (VAIC), dimana mempunyai tiga komponen utama dari sumber daya yang dimiliki sebuah perusahaan yakni sumber daya manusia (VAHU-Value Added Human Capita. , physical capital (VACA-Value Added Capital Employe. , dan sumber daya struktural (STVA-Structural Capital Value Adde. Intellectual yang dimiliki perusahaan memampukan perusahaan dalam membuat produk yang berkualitas sehingga menciptakan daya saing yang besar yang akhirnya berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kinerja perusahaan dan menarik kepercayaan investor sehingga berpengaruh positif bagi keuntungan perusahaan serta menambah nilai perusahaan (Fadilah & Afriyenti, 2. Pengungkapan ERM dan IC diyakini mempunyai peranan penting ketika menciptakan nilai tambah perusahaan. Penelitian terhadap ERM dan IC pada nilai perusahaan telah dijalankan pada beberapa riset dan memperlihatkan hasil yang bergam. Hasil dari penelitian terdahulu ditujukan untuk mencari gap analisis penelitian . ap researc. Riset yang dijalankan oleh Silva et al. memperlihatkan bahwa ERM mempunyai pengaruh positif yang kuat bagi nilai perusahaan. Kemudian riset yang dijalankan oleh Arifah & Wirajaya . mengungkapkan bahwa pengungkapan ERM berpengaruh negatif kepada nilai perusahaan melalui mengendalikan variabel ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas. Penelitian yang dijalankan oleh Nasution & Ovarni . menunjukan hasil bahwa hanya VAHU berpengaruh bagi nilai perusahaan, sementara VACA dan STVA tidak memberi suatu pengaruh bagi nilai perusahaan . Sementara riset yang Gani . menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan VAHU. STVA, dan VACA tidak memberi suatu pengaruh positif signifikan secara langsung kepada nilai perusahaan tetapi melalui kinerja keuangan. Adapun perbedaan riset ini adalah pada pengukuran ERM yang mana diukur oleh kerangka terbaru COSO yaitu COSO 2017 dengan 5 komponen dasar dan 20 prinsip. Sementara dalam mengukur IC menggunakan pengukuran yang sama seperti Nasution & Ovarni . dan Gani . dengan membagi komponen VAHU. VACA, dan STVA. Adapun objek penelitian kali ini adalah perusahaan yang tercantum indeks LQ45 dengan periode penelitian dari 2018-2021dengan informasi yang terdapat dalam laporan tahunan. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah pengungkapan Enterprise Risk Management memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan yang tercantum indeks LQ45 BEI? Apakah VAHU-Value Added Human Capital memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan yang tercantum indeks LQ45 BEI? Apakah VACA-Value Added Capital Employed memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan yang tercantum indeks LQ45 BEI? Apakah STVA-Structural Capital Value Added memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan yang tercantum indeks LQ45 BEI? 3 Telaah Literatur dan Hipotesis 1 Stakeholder Theory Menurut Hendikawati dan Hidayati . Technology Acceptance Model (TAM) adalah teori penerimaan teknologi yang menempatkan persepsi dari tiap-tiap perilaku | 387 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pengguna dengan dua variabel yaitu kemanfaatan . dan kemudahan penggunaan . ase of us. sedangkan menurut Fishbein dan Ajzen . dalam Ratnasih et al . Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang paling berpengaruh untuk dapat melihat penerima penggunaan sistem informasi. Model ini akan menggambarkan bahwa penggunaan sistem informasi akan dipengaruhi oleh variabel kemanfaatan dan variabel kemudahan pemakaian di mana keduanya memiliki determinan yang tinggi dan vaiditas yang telah teruji secara empiris. 2 Signalling Theory Menurut Kinicki dan Williams . , sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai tujuan bersama. Sistem memiliki 3 aktivitas utama dengan 1 aktivitas pendukung untuk menghasilkan sebuah informasi yang akan digunakan untuk mengambil keputusan, pengendalian operasi, menganilisis masalah, dan membuat produk atau jasa baru. Aktivitas tersebut yaitu input, processing, output, dan feedback. Informasi adalah data yang telah dibentuk menjadi sebuah bentuk yang berarti dan berguna untuk manusia (Laudon dan Laudon, 2. Sedangkan akuntansi merupakan 3 aktivitas dasar yaitu mengidentifikasi, mencatat, dan mengomunikasikan suatu peristiwa ekonomi di dalam sebuah perusahaan untuk para pengguna laporan keuangan (Kieso, et al, 2. Dapat disimpulkan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kegiatan mengumpulkan, mencatat, dan memproses akuntansi dan data lainnya yang akan diproduksi menjadi informasi untuk keperluan pengambilan keputusan (Romney dan Steinbart, 2. Dengan memahami SIA akan membantu perusahaan mendesain arus informasi agar data terorganisir dan terproses menjadi lebih bermakna dan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Pembuatan SIA bertujuan untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan keuangan dan memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Sistem informasi akuntansi memberi kesempatan bagi pebisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan sehingga memungkinkan perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif (Aditya dan Widhiyani, 3 Resources Based Theory Jayanti, et al . mengemukakan bahwa kinerja SIA adalah penilaian terhadap pelaksanaan SIA yang digunakan pada suatu perusahaan dalam pencapaiannya memberikan informasi akuntansi . euangan dan manajeme. yang efisien dan akurat sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut. Dahulu sistem informasi akuntansi menggunakan cara manual saja, tetapi saat ini perusahaan beralih dengan menggunakan bantuan komputer. Dengan menggunakan komputer informasi yang akan disajikan akan menjadi lebih tepat, cepat, dan Pengaruh komputer sangat besar bagi perusahaan dalam hal sistem informasi, dan pengambilan keputusan manajemen. SIA dirancang untuk mengatur arus dan pengelolaan data akuntansi dalam perusahaan sehingga data keuangan yang ada dalam perusahaan dapat bermanfaat dan dijadikan dasar pengambilan keputusan, baik bagi pihak manajemen maupun pihak lain di luar perusahaan (Wirayanti, et al, 2. SIA menjadi sangat penting bagi perusahaan karena SIA dapat menambah nilai bagi suatu perusahaan dengan menghasilkan informasi yang akurat dan tepat waktu. Baik buruknya kinerja dari sebuah SIA dapat dilihat melalui kepuasaan pemakai SIA dan pemakaian sistem informasi itu sendiri (Wirayanti et al, 2. Kinerja SIA yang baik mampu memenuhi pemakai sistem informasi, sehingga dapat membantu pemakai sistem menyelesaikan pekerjaannya. Sebuah sistem informasi diharapkan harus mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam memecahkan masalah organisasi. Dalam memecahkan | 388 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 masalah oraganisasi, perusahaan yang memiliki sistem informasi yang baik akan dapat meningkatkan efisiensi dan proses fisik . danya pengurangan biaya produks. , dapat meningkatkan akurasi dan catatan yang berhubungan dengan berbagai macam entitas (Jayanti, et al, 2. 4 Hubungan Enterprise Risk Management dan Nilai Perusahaan Pamungkas . ERM digambarkan sebagai strategi yang dipakai perusahaan dalam mengelola dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dalam aktivitas perusahaan. ERM adalah informasi non keuangan yang memberikan sinyal kepada investor berkaitan terhadap keamanan dana yang diinvestasikan. Sesuai terhadap stakeholder theory, ketika kepentingan stakeholder dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan terpenuhi dan perusahaan memiliki kemampuan dalam melangsungkan pengelolaan terhadap risiko dengan optimal tentunya perusahaan juga akan memperoleh apresiasi yang positif dari pada pelaku pasar yang berupa peningkatan nilai perusahaan. Sehingga berdasarkan signalling theory, pengungkapan ERM yang dilakukan secara lengkap dan transparansi kepada public adalah salah satu strategi yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dalam usaha memaksimalkan nilai perusahaan. Enterprise Risk Management diyakini mendorong pada meningkatnya nilai Persoalan ini selaras terhadap riset yang dijalankan oleh Chairani & Siregar . Pamungkas . Phan et al. Savitri et al. , dan Silva et al. bahwa enterprise risk management memberi suatu pengaruh kepada nilai perusahaan Berlandaskan kepada uraian tersebut, tentunya hipotesis yang dibuat ialah : H1: ERM Disclosure beperngaruh positif terhadap nilai perusahaan. 5 Hubungan Intellectual Capital dan Nilai Perusahaan Intellectual capital (IC) dikategorikan sebagai aset perusahaan yang berbentuk tidak memiliki wujud yang meliputi kekayaan intelektual, informasi, wawasan . aryawan, pelanggan, proses atau teknolog. , serta pengalaman yang bisa dimanfaatkan dalam membuat kekayaan yang tidak dimuat dalam neraca tetapi dapat menciptakan keunggulan yang kompetitif (Aprianti, 2018. Gani, 2022. Mazaya & Susilowati, 2021. Nainggolan & Mahrina. Berdasarkan resources based theory perusahaan harus mampu dalam mengelola segala asetnya baik itu berwujud ataupun tidak berwujud agar tercipta persaingan yang unggul dan menghasilkan nilai tambah. Maka sesuai dengan stakeholder theory bahwa dalam memanfaatkan sumber daya intelektual memberikan suatu potensi bagi perusahaan dalam mewujudkan keunggulan dalam berkompetisi sehingga penting bagi manajemen perusahaan untuk menginformasikan seluruh aktivitas pengelolaannya yang dianggap penting untuk stakeholder, karena stakeholder berhak untuk mendapatkan segala informasi mengenai aktivitas organisasi. Intellectual capital diyakini mendorong pada meningkatkan nilai dari suatu perusahaan dimana selaras terhadap riset yang dijalankan oleh (Zeng & Wudhikarn, 2. , (Nasution & Ovarni, 2. , dan (Fadilah & Afriyenti, 2. bahwa VAHU memberi suatu pengaruh kepada nilai perusahaan, penelitian oleh Aprianti . Fadilah & Afriyenti . , dan Halimahtussakdiah et al. bahwa VACA memberi suatu pengaruh kepada nilai perusahaan, serta riset yang dilakukan oleh Gani . Nainggolan & Mahrina . , dan Nasution & Ovarni . STVA berpengaruh kepada nilai perusahaan. Tentunya hipotesis yang dibuat ialah : H2a: VAHU berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. H2b : VACA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. H2c : STVA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. | 389 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 6 Kerangka Penelitian ERM (X. VAHU (X. H2a VACA (X. H2b NILAI PERUSAHAAN (Y) H2c STVA (X. Gambar 2. Kerangka Penelitian METODOLOGI DAN ANALISIS DATA 1 Gambaran Umum Subjek Objek Penelitian Subjek pada penelitian ini adalah perusahaan yang terindeks di LQ45 tahun 20182022. Sementara objeknya adalah laporan tahunan atau laporan keuangan yang dipublikasikan lengkap oleh BEI atau website resmi perusahaan. 2 Metode Penelitian Riset yang dipakai ialah penelitian deskriptif asosiatif kausal menggunakan pendekatan kuantitatif yang dimana riset ini dilakukan untuk memahami serta menjelaskan dari karakteristik variabel yang diteliti serta melihat hubungan dua variabel atau lebih yang memiliki tujuan dalam memperoleh suatu informasi terkait hubungan sebab dan akibat. Bukti empiris atas hubungan dari variabel independen yang terdiri atas ERM. VAHU. VACA. STVA dengan nilai perusahaan. 3 Penelitian 1 Variabel Dependen Dalam penelitian ini hanya terdapat satu variabel dependen yaitu Nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan variabel dependen yang diteliti dalam penelitian ini yang diproksikan dengan TobinAos Q . Rumus yang digunakan untuk menghitung TobinAos Q adalah : Keterangan MVE : Harga saham Debt : Hutang : Total aset | 390 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 2 Variabel Independen Penelitian ini berusaha membuktikan pengaruh variabel independen yang terdiri atas ERM. VAHU. VACA. STVA masing-masing dan secara simultan terhadap TobinAos Q. Enterprise Risk Management Rivandi . menyebutkan ERM adalah mengungkapkan risiko atas risiko yang perusahaan kelola sebagai upaya pengendalian risiko. ERM Disclosure Index (ERMDI) digunakan sebagai indikator pengukuran ERM (Budiarto & Putuyana, 2018. Faisal et , 2021. Jannah et al. , 2020. Savitri et al. , 2. Sehingga pada penelitian ini, menggunakan indikator yang sama dalam mengukur ERM. Item component yang digunakan adalah kerangka terbaru COSO yaitu COSO ERM 2017 dengan lima komponen mendasar yang didukung dengan 20 prinsip. Keterangan ERMDI Ocij Ditem Ocij ADitem : Enterprise Risk Management Disclosure Index : Total skor item ERM yang diungkapkan : Total item ERM yang seharusnya diungkapkan Value Added Human Capital VAHU memperlihatkan seberapa banyak VA perusahaan hasilkan menggunakan dana yang dilimpahkan bagi tenaga kerja. hubungan yang terjadi antara VA dan HC membuktikan kemampuan HC dalam membentuk suatu nilai pada perusahaan. VAHU = VA / HC Keterangan : VA : Out Ae In . otal penjualan dan penghasilan lainnya Ae beban dan sejumlah biaya lain diluar biaya karyawa. HC : Total beban yang dikeluarkan untuk karyawan Value Aded Capital Employed VACA sebagai indikator yang tercipta dari unit physical capital. Nilai tersebut dibandingkan antara VA dengan CE yang merupakan dana yang terdapat di perusahaan, yakni ekuitas dan laba tahun berjalan. VACA = VA / CE Keterangan VA : Out Ae In . otal penjualan dan penghasilan lainnya Ae beban dan sejumlah biaya lain diluar biaya karyawa. CE : dana yang tersedia . otal ekuitas dan laba bersi. | 391 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Structural Capital Value Added STVA sebagai indikator dimana menyatakan bahwa structural capital berperan penting ketika menciptakan nilai tambah. Nilai tersebut diperoleh dengan membandingkan SC dengan VA. SC merupakan selisih VA dengan HC. STVA = SC / VA Keterangan VA : Out Ae In . otal penjualan dan penghasilan lainnya Ae beban dan sejumlah biaya lain diluar biaya karyawa. SC : VA- HC 4 Teknik Pengumpulan Data Pada riset ini, jenis data yang dipergunakan adalah data sekunder dalam laporan keuangan dimana sudah perusahaan audit dimana tergabung pada indeks saham LQ45 periode 2018-2021 yang diakses dari situs resmi BEI. 5 Teknik Pengambilan Sampel Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan terstruktur dan menargetkan perusahaan perusahaan yang terindeks LQ45. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti dari populasi yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. 6 Teknik Analisis Data Metode analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda dari data yang sebelumnya telah diuji kelayakan dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji Y = 1X1 2X2 13X3 4X4 e Di mana: 1, 2, 3, 4, = Nilai perusahaan = Konstanta Regresi = Koefisien Regresi = ERMDI = VAHU = VACA = STVA = Error HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI 1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ialah sebuah analisis yang dipakai dalam mengukur karakteristik yang berbentuk data. Statistik deskriptif ialah suatu pengujian yang dipakai guna memperoleh suatu informasi terkait sebuah penggambaran atau deskriptif dari suatu data. Analisis statistik deskriptif mendeskripsikan data dalam bentuk nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata, dan standar deviasi (Ghozali, 2. | 392 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics ERMDI VAHU VACA STVA TOBINAoS Q Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data diolah dengan SPSS 25, 2022 2 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Pengujian ini dijalankan dimana bertujuan dalam melangsungkan pengujian apakah model apakah data yang digunakan mempunyai distribusi normal, karena model regresi yang baik apabila mempunyai distribusi data normal (Ghozali, 2. Variabel pada pengujian normalitas ini membentuk substansial positive skewness, sehingga dilakukan bentuk transformasi data menggunakan logaritma natural (LN). Tabel 2. Hasil Analisis Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Kolmogorov-Smirnov nilai Asymp. Sig. -taile. sejumlah 0,200 taile. lebih besar 0,05. Maka dapat disimpulkan data residual dalam model regresi yang telah dilakukan transformasi data dapat dikatakan dengan baik sehingga layak untuk dilakukan pengujian statistik 2 Uji Multikolonieritas Uji multikolinearitas yang dipakai guna melangsungkan pengujian apakah pada model regresi terdapat korelasi antara variabel bebas . serta model regresi yang baik seyogyanya terbebas dari hal tersebut. Untuk mendeteksi terdapat atau tidaknya multikolinearitas tentunya bisa dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Apabila nilai tolerance melebihi 0,10 dan apabila nilai VIF di bawah 10 tentunya tidak timbul Berikut merupakan hasil dari pengujian multikolonieritas: | 393 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance 1 (Constan. LN_ERMDI LN_VAHU LN_VACA LN_STVA Dependent Variable: LN_TOBINAoS Q VIF Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Dapat dilihat hasil dari uji multikolinearitas yang memperlihatkan bahwa seluruh variabel independen yaitu ERMDI. VAHU. VACA, dan STVA mempunyai nilai tolerance yang melebihi 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Sehingga bisa dibentuk suatu kesimpulan bahwa model regresi pada riset ini tidak ada gejala multikolinearitas. 3 Uji Heteroskedastisitas Tujuan yang terkandung pada uji ini ketika menilai perbedaan variance dari suatu Model regresi yang baik ialah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas. Disebut sebagai homoskedastisitas apabila variance dari residual satu observasi menuju observasi lainnya tetap dan jika dijumpai perbedaan pastinya dikenal sebagai Heteroskedastisitas (Ghozali, 2. Dalam mendeteksi adanya gejala heteroskedastisitas pada sampel adalah dengan mempergunakan uji Spearman, yang mana pengujian tersebut dijalankan dengan menghitung korelasi dari rank spearman antara variabel absolut ut menggunakan variabel-variabel bebas. Selanjutnya dilakukan perbandingan antara seluruh nilai rank spearman terhadap nilai signifikansi yang ditentukan. Heteroskedastisitas tidak timbul nilai nilai rank spearman antara variabel absolute residual regresi dan variabel variabel independen melebihi nilai signifikansi. Berikut ini merupakan hasil pengujian Tabel 4. Hasil Uji Spearman Correlations Spearman's rho Correlation Coefficient ERMDI VAHU VACA STVA ERMDI VAHU 1,000 -,027 ,143 ,003 Unstandar Residual ,032 ,789 ,156 ,979 ,756 1,000 -,084 ,000 ,000 ,408 1,000 -,147 ,000 ,148 1,000 -,084 Sig. -taile. VACA Correlation Coefficient -,027 Sig. -taile. ,789 Correlation Coefficient ,143 Sig. -taile. ,156 ,000 Correlation Coefficient ,003 Sig. -taile. ,979 ,000 ,000 | 394 | Vol. No. Desember 2022 STVA ,407 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Correlation Coefficient ,032 -,084 -,147 -,084 Sig. -taile. ,756 ,408 ,148 ,407 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Unstandardized Residual 1,000 Tabel 5. Kesimpulan Uji Heteroskedastisitas Sig. Kesimpulan ERMDI 0,756 Tidak terjadi heteroskedastisitas VAHU 0,408 Tidak terjadi heteroskedastisitas VACA 0,148 Tidak terjadi heteroskedastisitas STVA 0,407 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Hasil nilai dari Asymp. Sig . -taile. pengujian heteroskedastisitas menggunakan spearman melebihi nilai signifikansi 0,05. Sehingga data residual pada riset ini terbebas dari Model 4 Uji Autokorelasi Autokorelasi ialah korelasi yang terbentuk antara sampel yang diurutkan berdasarkan Pengujian terhadap autokorelasi bertujuan dalam memiliki pengetahuan apakah dalam sebuah model regresi linear dijumpai korelasi antara kesalahan pengganggu di dalam periode t terhadap kesalahan periode t-1. Uji autokorelasi bisa dibuktikan dengan menerapkan Run Test. Pengujian ini adalah komponen di dalam uji non parametrik dimana dipergunakan dalam mengetahui dalam residual terkandung pada korelasi yang tinggi atau tidak. Apabila nilai Asymp. Sig . -taile. diatas 0,05 tentunya data tersebut terbebas dari autokorelasi (Ghozali, 2. Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Unstandardized Residual Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Hasil pengujian didapati nilai Asymp. Sig . -taile. 055 yaitu melebihi 0,05. Persoalan ini memperlihatkan bahwa residual terjadi secara acak atau random. Dengan begitu bisa dibentuk ke dalam suatu kesimpulan bahwa data residual tidak terdapat autokorelasi. 3 Uji Hipotesis 1 Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda dipergunakan dalam melangsungkan suatu penganalisisan terhadap variabel independen ERMDI (X. VAHU (X. VACA (X. , dan | 395 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 STVA (X. terhadap variabel dependen yaitu TobinAos Q (Y). Hasil perhitungan koefisien regresi tampak dalam tabel berikut : Tabel 7. Hasil Uji Analisis Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. LN_ERMDI LN_VAHU LN_VACA LN_STVA Dependent Variable: LN_TOBINSQ Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Berlandaskan kepada hasil dari tabel 7 tersebut maka model persamaan adalah sebagai berikut TobinAos Q = 0,371 2,075 X1 0,687 X2 0. 519 X3 Ae 0, 351 X4 e Konstanta sebesar 0. 371 artinya apabila semua variabel independen nilainya 0 maka nilai perusahaan sebesar 0. Nilai koefisien X1. X2. X3 bernilai positif sementara STVA bernilai negatif artinya ERM. VAHU. VACA memberi pengaruh positif bagi nilai perusahaan sementara STVA memberikan pengaruh ke arah negatif terhadap nilai perusahaan. 2 Uji Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi memiliki tujuan dalam memperoleh suatu informasi yang berkaitan terhadap kontribusi dari seluruh variabel independen secara simultan pada variabel dependen. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. LN_STVA. LN_ERMDI. LN_VACA. LN_VAHU Dependent Variable: LN_TOBINSQ Std. Error of the Estimate Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sejumlah 0,635 atau 63,5%, sehingga bisa disimpulkan bahwa persentase pengaruh variabel independen yang terdiri dari ERMDI. VAHU. VACA. STVA terhadap Tobin's Q pada perusahaan yang tercantum pada LQ45 BEI periode 2018-2021 sedangkan sisanya sebesar 36,5% diuraikan oleh sejumlah variabel lainnya yang tidak termasuk pada riset ini. 3 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Uji simultan atau uji f bertujuan guna memperoleh suatu informasi terkait ada atau tidaknya pengaruh apakah seluruh variabel independen atau bebas yang peneliti masukkan | 396 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pada model memiliki pengaruh secara simultan pada variabel independen. Berikut ini tabel di bawah yang menunjukkan hasil yang didapatkan melalui uji F. Tabel 9. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: LN_TOBINSQ Predictors: (Constan. LN_STVA. LN_ERMDI. LN_VACA. LN_VAHU Sig. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Berlandaskan kepada tabel 9 Tersebut maka bisa diperoleh suatu informasi nilai Fhitung sejumlah 40,812 dengan probabilitas nilai signifikansi sejumlah 0,000 dimana mengartikan < 0,05. Berlandaskan kepada hasil yang diperoleh dalam tersebut tentunya bisa dibentuk suatu simpulan bahwa pengaruh enterprise risk management (ERMDI) dan intellectual capital (VAHU. VACA. STVA) sebagai variabel independen secara bersama sama . memberi suatu pengaruh kepada nilai perusahaan (TobinAos Q) sebagai variabel independen. 7 Uji Signifikansi (Uji Statistik . Uji signifikan parsial atau uji t memperlihatkan sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh satu variabel independen secara individual menguraikan terkait variasi yang terkandung pada variabel dependen. Pengujian ini dijalankan melalui upaya membandingkan t Hitung. Nilai t-statistik tabel ditentukan dari tingkat signifikansi 5% dengan kriteria t hitung > t tabel, maka hipotesis diterima. Di samping hal tersebut, bersandar kepada probabilitas jika > 0,05 tentunya menolak hipotesis dan sebaliknya jika < 0,05 menerima hipotesis. Berikut ini tabel di bawah yang menunjukkan hasil yang diperoleh melalui uji t : Tabel 10. Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. LN_ERMDI LN_VAHU LN_VACA LN_STVA Dependent Variable: LN_TOBINSQ Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data diolah dengan SPSS 25, 2022 Enterprise Risk Management (ERM) memberi suatu pengaruh positif kepada nilai perusahaan dengan menunjukkan hasil perhitungan statistik yaitu thitung sebesar 4,267 dan probabilitas signifikannya sebesar 0,000. Hasil yang diperoleh ini selaras terhadap riset yang dijalankan oleh Savitri et al. di Indonesia dan Silva et al. di Brazil. Akan tetapi hasil yang diperoleh pada riset ini tidak konsisten terhadap riset yang dijalankan oleh Rivandi . di Indonesia dimana menjumpai adanya ERM tidak memiliki pengaruh kepada nilai ERM adalah suatu rangkaian manajemen yang terintegrasi. Oleh karena itu, jika diungkapkan secara lengkap dan transparan maka akan ditangkap investor sebagai good news. | 397 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 ERM dapat meminimalisir risiko yang terjadi. Apalagi di masa pandemi sekarang ini yang dimana perusahaan membutuhkan dukungan implementasi ERM. Penerapan ERM yang efektif akan memberikan niai tambah bagi perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan grafik saham LQ45 yang makin lama, perlahan-lahan mulai naik setelah masa pasca pandemi covid Hasil ini juga sejalan dengan teori stakeholder dan sinyal jika kebutuhan stakeholder terpenuhi dari aktivitas pengungkapan erm secara lengkap dan transparan serta melakukan pengelolaan terhadap risiko dengan optimal maka akan meningkatkan nilai perusahaan. Valued Added Human Capital (VAHU) memberi suatu pengaruh positif kepada nilai perusahaan dengan menunjukkan hasil perhitungan statistik yaitu thitung sejumlah 3,094 dan probabilitas signifikansi sejumlah 0,003. Hasil ini selaras terhadap riset yang dijalankan oleh Halimahtussakdiah et al. di Indonesia dan Zeng & Wudhikarn . di Thailand. Akan tetapi hasil yang didapatkan pada riset ini tidak konsisten terhadap penelitian yang dijalankan oleh Aprianti . di Indonesia yang menemukan terdapatnya VAHU tidak memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan. Human Capital merupakan salah satu penggerak operasional melalui peningkatan dan pengembangan keahlian. Pandemi Covid-19 mempercepat pertumbuhan teknologi sehingga perusahaan memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendorong inovasi karyawan dalam mengembangkan keterampilan serta wawasan secara digital. VAHU memperlihatkan gaji dan tunjangan untuk karyawan. Diharap karyawan memiliki motivasi yang terus meningkat apabila gaji dan tunjangan yang diberikan besar. Tingginya nilai VAHU memperlihatkan bahwa manajemen dapat mendayagunakan human capital dengan efisien dan mampu menciptakan nilai tambah perusahaan. Selaras terhadap resource based theory apabila perusahaan memiliki kemampuan dalam melakukan pengelolaan komponen keilmuan maka mencapai keunggulan yang kompetitif karena mampu mengembangkan sumber dayanya serta meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang meningkat hal ini selaras terhadap pandangan stakeholder theory bahwa peningkatan nilai bagi perusahaan akan menguntungkan para stakeholder. Valued Added Capital Employed (VACA) memberi suatu pengaruh positif kepada nilai perusahaan melalui upaya menunjukkan hasil perhitungan statistik yaitu thitung sebesar 6,375 dan probabilitas signifikannya sebesar 0,000. Hasil ini selaras terhadap riset yang dijalankan oleh Halimahtussakdiah et al. dan Nasution & Ovarni . di Indonesia. Akan tetapi hasil yang diperoleh pada riset ini tidak konsisten terhadap penelitian yang dijalankan oleh Zeng & Wudhikarn . di Thailand yang menemukan terdapatnya VACA tidak memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan. VACA memperlihatkan adanya kontribusi yang dibentuk oleh tiap unit dari CE sebagai nilai tambah bagi perusahaan, yang mana CE adalah dana yang perusahaan miliki yakni ekuitas dan laba tahun berjalan. CE adalah bagian penting dari komponen di dalam intellectual capital perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah memiliki kemampuan dalam melakukan pengelolaan terhadap capital asset, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan prospek pertumbuhan pada masa mendatang dari aktivitas operasional atas pengendalian tersebut. Sejalan dengan resources based theory dan stakeholder theory dimana pemanfaatan physical capital yang efisien akan menciptakan nilai tambah dan menarik para investor sehingga peningkatan nilai perusahaan terjadi dan kepentingan para stakeholder terpenuhi. Structural Capital Valued Added (STVA) tidak memberi suatu pengaruh kepada nilai perusahaan dengan menunjukkan hasil perhitungan statistik yaitu thitung sebesar -1,680 dan probabilitas signifikannya sebesar 0,096. Hasil ini selaras terhadap riset yang dijalankan oleh Halimahtussakdiah et al. di Indonesia dan Zeng & Wudhikarn . di Thailand. Namun hasil yang didapatkan pada riset ini tidak konsisten terhadap riset yang dijalankan oleh Nasution & Ovarni . di Indonesia yang menemukan adanya STVA mempunyai | 398 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pengaruh kepada nilai perusahaan. STVA menunjukkan bahwa besar kecilnya structural capital tidak terlalu efisien dalam membentuk nilai tambah. Perusahaan belum sepenuhnya fokus dalam mengoptimalkan serta memfasilitasi infrastrukturnya. Apalagi saat pandemic covid-19 yang berlangsung, ruang gerak yang terbatas membuat beberapa perusahaan memberlakukan WFH sehingga mengakibatkan infrastruktur kerja yang disediakan di kantor tidak sepenuhnya dipakai dan tidak bisa diakses. Perusahaan hanya memberikan fasilitas sesuai kebutuhan bekerja di rumah sehingga disimpulkan bahwa perusahaan belum memperhatikan pengelolaan modal strukturnya. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa investor belum mengapresiasi proses perusahaan dalam memenuhi modal struktural dalam menciptakan nilai tambah, yang mana perusahaan sendiri kurang mampu untuk mengelola dana dalam menciptakan struktur yang baik seperti sistem operasional perusahaan, database, prosedur, serta bentuk lain dari modal struktural. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: ERM berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. VAHU berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. VACA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. STVA tidak bepengaruh terhadap nilai perusahaan. 2 Keterbatasan Riset ini mempunyai sejumlah keterbatasan yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan kembali untuk riset berikutnya guna memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Adanya keterbatasan penelitian terletak pada sampel dalam mewakili perusahaan indeks LQ45 karena dari 45 perusahaan hanya terpilih 25 perusahaan yang peneliti jadikan sebagai sampel pada riset ini, sehingga kurang mewakili perusahaan yang tercantum indeks LQ45 secara Selain itu, subjektivitas peneliti yaitu indikasi yang bersifat persepsi menurut peneliti tanpa ada penyebutan yang jelas. Keterbatasan yang lain adalah karena di indoneesia penerapan ERM masih menggunakan kerangka lama sebelum COSO 2017 dan ISO 31000. 3 Saran Berdasarkan temuan dari hasil uji hipotesis maka saran yang dapat diberikan adalah bagi perusahaan perlu lagi meningkatkan nilai perusahaannya karena berdasarkan statistik deskriptif nilai perusahaan tercatat masih dibawah perusahaan yaitu sebesar 211227, kemudian untuk investor dalam mengambil keputusan investasi perlunya memperhatikan informasi ERM, pengelolaan human capital, serta physical capital karena terdapat pengaruh positif bagi nilai perusahaan. Sementara bagi peneliti dan akademisi diharap penelitian yang dilakukan diperluas ke sektor lainnya dan menggunakan variabel lain yang memberikan pengaruh kepada nilai perusahaan. 4 Implikasi Penelitian Implikasi yang muncul dari penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori serta menambah wawasan mengenai manajemen keuangan pada perusahaan LQ45. Teori yang berkembangan akan menjadi landasan dari implikasi praktik, selain itu adanya hasil dari riset ini bisa dipakai sebagai tambahan referensi atau informasi oleh para peneliti, stakeholder, serta calon investor. Temuan dari hasil penelitian juga memberikan kontribusi secara praktis bagi perusahaan LQ45 dalam meningkatkan pengelolaan manajemen risiko, human capital, serta physical capital pada setiap periodenya. Kondisi perusahaan yang mampu mengelola dan mengungkapkan | 399 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 manajemen risiko serta sumber daya intelektualnya akan meningkatkan ketertarikan stakeholder atau calon investor baru sehingga nilai perusahaan bertambah dan prospek bisnis pada masa mendatang akan semakin baik. REFERENSI