Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA MINU HIDAYATUN NAJAH TUBAN MELALUI SHOLAT BERJAMAAH Fathul Amin. IAINU Tuban, email : fathulamin121@gmail. ABSTRACT The progress and development of science and technology at this time is indeed very rapid, social media is very easily accessible to all circles of society, including children. Then this affects moral changes in children, this is proven by the many phenomena of violations of laws, norms and values committed by minors, this is more or less greatly influenced by the development of social media which is not balanced with moral education. The incident as described above is caused by several factors that influence the way of thinking of modern Habituation of congregational midday and asr prayers for MINU Hidayatun Najah Tuban students is a top priority in efforts to build religious character This article uses this research using a case study method. In this study, researchers collected data from interviews with accompanying teachers, waka curriculum and principals. The conclusions that can be put forward are: 1. Religious character education through dzuhur and Asr prayers in congregation for MINU Hidayatun Najah students can be carried out optimally with commitment from various parties, both from students, accompanying teachers, curriculum waka, guardians of students and from the head of the madrasa. The religious character that is formed through the dzuhur and asr prayers in congregation in MINU Hidayatun Najah students has 4 characteristics: . Maintaining cleanliness, . Discipline, . Unity and . Responsibility. Shaping the character of students through the habit of praying dzuhur and asr in congregation can be carried out with an inclusive strategy. The inclusive strategy is a model of character education that is integrated into all the material presented in class subjects. Keywords : strategy, character shaping, religious character. Elementary School Pendahuluan Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa sekarang memang sangat pesat, media sosial yang sangat mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat termasuk anak-anak. Kemudian hal ini mempengaruhi perubahan akhlak pada anak, ini di buktikan dengan banyak fenomena kejadian pelanggaran hukum, norma dan nilai yang dilakukan oleh anak di bawah umur hal ini sedikit banyak sangat di pengaruhi oleh perkembangan media sosial yang tidak di imbangi dengan edukasi akhlak. Kejadian sebagaimana dipaparkan di atas disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi cara berpikir manusia modern. Faktor-faktor penyebab kejadian tersebut antara lain kebutuhan Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 hidup yang semakin meningkat, rasa individualistis dan egois, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan terlepasnya pengetahuan dari nilai-nilai agama. 1 Untuk membentengi perubahan akhlak anak salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membekali mereka pendidikan karakter sejak mereka menempuh pendidikan dasar. Berlatar belakang dari beberapa fenomena tersebut, tentu sudah semestinya kualitas pendidikan juga secara dinamis akan terus diperbaiki, dievaluasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan di zamannya. 2 Upaya pemerintah dalam menanggulangi efek negatif dari implementasi teknologi pada dunia pendidikan salah satunya adalah dengan dikembangkannya kurikulum 2013 yang sementara ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan formal. Kurikulum 2013 banyak menitik beratkan pada pembentukan karakter siswa yang di dalamnya banyak menekankan pada attitude . kemudian diiringi dengan skills . , kemudian semakin tinggi jenjang pendidikan hingga Perguruan Tinggi, maka knowledge . lebih dominan untuk diajarkan dari sikap dan keterampilan. Dalam usaha mendidik siswa yang berkarakter, terdapat delapan belas nilai- nilai pendidikan karakter yang mesti ditanamkan oleh seorang guru. Delapan belas pesan karakter tersebut adalah: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Pembentukan kepribadian membentuk karakter sesuai dengan yang diharapkan. Pembiasaan melakukan hal yang positif pada anak usia dini dapat membantu supaya anak menjadi insan yang sopan dan santun, baik dalam lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. 5 Dalam hal ini, penerapan kurikulum 2013 secara konseptual sudah sesuai dengan harapan tersebut, akan tetapi fakta di lapangan menunjukkan hasil yang jauh dari ekspektasi. Wahyuni menjelaskan dalam temuan risetnya, bahwa sebagian besar guru lebih cenderung melakukan penilaian dari Daradjat. Zakiah. Peranan Agama dalam Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung . 9:10-. Mustafa. , & Dwiyogo. Kurikulum Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan di Indonesia Abad 21. Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (JARTIKA), 3. , 422-438. Alnedral. Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kesuma. Dharma. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Ban- dung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. Manajemen Pendidikan Ka- rakter. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto, dkk. Implementasi Pendidik- an Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Ga- va Media Hidayati. Hakim. , & Sulton. Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Rutin Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Siswa SD/MI. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 2. , 47-61. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 aspek kognitif saja dan cenderung mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik. Hal tersebut kurang sesuai dengan harapan implementasi kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa. Upaya pembentukan karakter siswa di jenjang pendidikan dasar seharusnya menjadi prioritas utama pada implementasi K13 dalam setiap mata pelajaran. 8 Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana Sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah berperan dalam pembentukan karakter religius siswa MINU Hidayatun Najah Tuban. Dengan demikian, tujuan penelitian adalah menganalisis sekaligus mengategorikan peran Sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah terhadap pembentukan karakter religius siswa di sekolah. Karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Implementasi nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, anti perundungan dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan Untuk membentuk karakter religus pada siswa bisa dilakukan dengan lima metode, metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasihat, metode perhatian/pengawasan dan metode hukuman. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dipilihnya studi kasus dengan alasan : . studi kasus dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan antara variabel serta proses-proses yang memerlukan penjelasan dan pemahaman yang lebih luas, . studi kasus memberikan kesempatan untuk memperoleh wawancara mengenai konsep-konsep Wahyuni. , & Berliani. Problematika Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. JMSP (Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidika. , 3. , 63-68. Pradana. Strategi Pembentukan Karakter Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 3. , 78-93. Pradana. Strategi Pembentukan Karakter Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 3. , 78-93. pengelola web kemdikbud Auhttps://w. id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakterjadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasionalAy diakses tanggal 15 September 2021. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 dasar perilaku manusia, dengan melalui penyelidikan intensif peneliti dapat menemukan karakteristik dan hubungan-hubungan yang mungkin tidak di duga sebelumnya, . studi kasus dapat menyajikan data-data dan temuan yang sangat berguna sebagai dasar untuk membangun latar permasalahan di penelitian ini. Subyek penelitian adalah orang atau apa saja yang menjadi sumber data dalam Dalam hal ini yang menjadi subyek utama dalam penelitian ini adalah, peserta didik, wali murid, wali kelas, dan kepala madrasah. Hasil MINU Hidayatun Najah Tuban dalam membina karakter religius siswa-siswi agar sesuai dengan Visi lembaga Berakhlaqul Karimah Berprestasi dan Berwawasan Aswaja tidak terbatas pada materi dan praktek Inroom. Berbagai aktivitas luar kelas dilaksanakan dalam jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran bertujuan agar meningkatkan karakter religius. Sholat Dzuhur dan Ashar berjamaAoah menjadi salah satu jalan yang dipilih MINU Hidayatun Najah Tuban untuk membentuk karakter religius. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh siswa mulai kelas I sampai kelas IV setiap pukul 12:00 WIB dan pukul 15:00 WIB. Pembiasaan ini dipantau sendiri oleh wali kelas masing-masing untuk melihat dan mendampingi siswa yang akan melakukan sholat tersebut. Pelaksanaan sholat berjamaah di madrasah ini dilaksanakan di Masjid Darul Ilmi. Untuk kelas 1 masih sangat butuh pendampingan dari wali kelas, beliau mengatakan bahwa pendampingan tersebut mulai dari mengambil air wudlu, gerakan serta doAoa dalam sholat. Kegiatan sholat dzuhur dan ashar berjamaah dimulai dengan pendampingan saat siswa melakukan tahapan sholat mulai dari: Memperhatikan syarat dan rukun wudhu Siswa sholat tahiyatul masjid dan qobliyah dzuhur Siswa berbaris rapi sesuai shof sholat Salah satu siswa petugas piket melantunkan adzan Siswa bersama-sama melantunkan pujian-pujian dengan membaca sholawat Salah satu siswa petugas piket melantunkan iqomah Guru yang bertugas mengimami jamaah sholat Melakukan dzikir bersama-sama Murojaah dan tahsin hafalan surat pendek. Emzir. Metodologi penelitian pendidikan: kuantitatif dan kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 Kegiatan tersebut diatas diharapkan dapat membentuk karakter religius sesuai yang ada pada visi madrasah. Adapun karakter yang bisa ditanamkan dari tahapan sholat dzuhur dan ashar tersebut antara lain: Menjaga kebersihan Sebagai salah satu cara untuk menanamkan karakter religius siswa di tanamkan sikap menjaga kebersihan, dalam hal ini siswa diajari cara berwudhu yang benar sesuai dengan syarat dan rukunnya. Wudhu merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri (QS. Al-Baqarah 2:. Mendekat kepada Allah berarti mendekat kepada Dzat yang mahasuci, karena Allah adalah pemilik nama Al-Quddus . aha suc. Disiplin Karakter religius berikutnya adalah sikap disiplin, disiplin disini ditanamkan melalui sholat. Hikmah kedisiplinan dalam konsep shalat telah banyak dikemukakan oleh para pemikir dan ulama Islam. Shalat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim dalam sehari semalam ada lima kali. Waktunya pun sudah terjadwal dengan rapi. ''Sesungguhnya shalat bagi orang-orang Mukmin adalah kewajiban yang waktunya ditentukan . '' (QS An-Nisaa': . Penentuan waktu shalat ini jelas menunjukkan ajaran kedisiplinan yang berperan penting dalam pembentukan karakter religius siswa. Persatuan Shalat fardhu lima waktu dianjurkan berjamaah pahalanya 27 derajat dibanding shalat Rasulullah SAW sangat disiplin mengontrol umatnya untuk shalat di masjid. Rasulullah SAW pernah bertekad untuk menyuruh kaum muslimin melaksanakan shalat. Sementara Beliau SAW pergi bersama beberapa orang membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak datang shalat berjamaah. (HR Bukhari Musli. Berjamaah adalah simbol persatuan umat Islam. Bayangkan saja, jika dalam shalat mereka mampu berjamaah, tentu dalam kegiatan siswa sehari-hari mereka mampu saling bekerja sama. Bertanggung jawab Tanggung jawab adalah sikap dan prilaku seseorang untuk melakukan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap dirinya sendiri, masyarakat, : Abdul Gafur. AuShalat dan Disiplin,Ay https://w. id/berita/ptmpca458/shalat-dan-disiplin, diakses tanggal 15 September 2021. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 lingkungan . lam, sosial dan buday. , negara dan Tuhan Yang Maha Esa. 12 Karakter tanggung jawab adalah sikap atau tidakan siswa untuk melakukan tugas dan kewajibannya berdasarkan pada nilai yang berlaku di masyarkat. Karakter bertanggung jawab ini dibentuk dengan cara pemberian jadwal piket adzan dan iqomah siswa. Seperti yang telah dikemukakan diawal bahwa MINU Hidayatun Najah melakukan pembentukan karakter religius pada siswanya dengan kegiatan sholat dzuhur dan ashar berjamaah, hal ini sesuai dengan yang dikatakan kepala madrasah saat wawancara bahwa: AuKetika waktu sholat dzuhur dan ashar anak-anak langsung membawa mukenah . agi perempua. dan sajadah langsung meletakkan di Masjid. Setelah itu anak-anak bergegas mengambil air wudlu. Disinilah peran guru pendamping sangat dibutuhkan guna memantau gerakan anak dalam berwudlu, seaindainya ada yang kurang tepat maka guru secara otomatis akan menegur dan memberikan arahan kepada siswa. Jadi anak-anak paham betul mana anggota tubuh yang harus dialiri air dan bagaimana tata cara berwudlu yang benar. Ay Pendapat di atas dibenarkan oleh salah satu orangtua/wali, menyatakan bahwa: AyPembiasaan di madrasah dengan sholat berjamaah sangat membantu orangtua dalam mendidik anak dalam pembentukan karakter religius. Sebagai orangtua sangat terbantu dengan diadakannya pembiasaan yang diterapkan di sekolah. Dengan adanya pembiasaan tersebut maka siswa dapat mengaplikasikan di rumah. Dan lagi pembiasaan yang dilakukan di sekolah sangat membantu sholat lima waktunya anakanak karena sudah terbiasa di ajarkan di sekolah. Ay. Kesimpulan Berdasarkan uraian tersebut di atas sebagai hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pendidikan karakter religius melalui sholat dzuhur dan ashar berjamaah pada siswa MINU Hidayatun Najah dapat terlaksana optimal dengan komitmen dari berbagai pihak, baik dari siswa, guru pendamping, waka kurikulum, wali murid serta dari kepala Karakter religius yang dibentuk melalui sholat dzuhur dan ashar berjamaah pada siswa MINU Hidayatun Najah ada 4 karater . Menjaga kebersihan, . Disiplin, . Persatuan dan . Tanggung jawab. Anas Salahudin. Pendidikan Karakter Berbasis Agama & Budaya Bangsa, (Bandung: Pustaka setia, 2. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 Membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan sholat dzuhur dan ashar berjamaah dapat dilaksanakan dengan strategi inklusif. Strategi secara inklusif adalah model pendidikan karakter terintegrasikan pada semua materi yang disampaikan pada mata pelajaran di kelas. Daftar Referensi Daradjat. Zakiah. Peranan Agama dalam Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung . 9:1. Mustafa. , & Dwiyogo. Kurikulum Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan di Indonesia Abad 21. Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (JARTIKA), 3. , 422-438. Alnedral. Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kesuma. Dharma. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. Manajemen Pendidikan Ka- rakter. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto, dkk. Implementasi Pendidik- an Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Ga- va Media Hidayati. Hakim. , & Sulton. Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Rutin Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Siswa SD/MI. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 2. , 47-61. Wahyuni. , & Berliani. Problematika Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. JMSP (Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidika. , 3. , 63-68. Pradana. Strategi Pembentukan Karakter Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 3. , 78-93. Pradana. Strategi Pembentukan Karakter Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education, 3. , 78-93. Pengelola Website Kemdikbud Auhttps://w. id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakterjadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasionalAy diakses tanggal 15 September Emzir. Metodologi penelitian pendidikan: kuantitatif dan kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers. Premiere Vol 3 No 2 | Tahun 2021 Abdul Gafur. AuShalat dan Disiplin,Ay https://w. id/berita/ptmpca458/shalatdan-disiplin, diakses tanggal 15 September 2021. Anas Salahudin. Pendidikan Karakter Berbasis Agama & Budaya Bangsa, (Bandung: Pustaka setia, 2. , h.