Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2024 e-ISSN: 2962-8695 PENERAPAN TRI HITA KARANA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN KONTEKSTUAL MAHASISWA Fifi fitriana sari1. I Made Sutajaya2. Ida Bagus Made Astawa3. I Wayan Suja4. STKIP Yapis Dompu Fififitranasari88@gmail. (Naskah Masuk : 28 Desember 2024, diterima untuk diterbitkan : : 30 Desember 2. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman kontekstual mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah mahamahasiswa PGSD semester V STKIP Yapis Dompu. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembelajaran statistik mampu menciptakan suasana pembelajaran yang holistik, meningkatkan keterlibatan mahamahasiswa, dan memperdalam pemahaman matematika dalam konteks budaya lokal. Kesimpulannya, penerapan Tri Hita Karana dapat menjadi landasan pedagogis untuk pendidikan matematika yang lebih bermakna dan relevan. Kata Kunci: Tri Hita Karana. Matematika. Pemahaman Kontekstual Abstract: Abstract This study aims to explore the application of Tri Hita Karana values in mathematics education to enhance students' contextual understanding. This research employed a qualitative approach with a case study method. Research subjects included teachers and students at fifth semester PGSD student of STKIP YAPIS Dompu. Data collection techniques involved observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that integrating Tri Hita Karana values into mathematics learning fosters a holistic learning environment, enhances student engagement, and deepens mathematical understanding within the context of local culture. In conclusion, implementing Tri Hita Karana can serve as a pedagogical foundation for more meaningful and relevant mathematics education. Keywords: Tri Hita Karana, mathematics, contextual understanding. PENDAHULUAN Pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan berpikir logis dan analitis mahasiswa. Namun, sering kali pembelajaran matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, abstrak, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Banyak mahasiswa merasa kesulitan mengaitkan konsep-konsep yang mereka pelajari di kelas dengan pengalaman nyata yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Di Prodi PGSD semester V STKIP Yapis Dompu, konsep Tri Hita Karana, yang mencerminkan harmoni antara manusia dengan Tuhan (Parahyanga. , manusia dengan sesama (Pawonga. , dan manusia dengan alam (Palemaha. , menawarkan potensi sebagai landasan dalam menciptakan pembelajaran matematika yang bermakna. Sebagai filosofi hidup masyarakat di Dompu. Tri Hita Karana dapat digunakan untuk menghubungkan pembelajaran matematika dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga meningkatkan relevansi materi ajar sekaligus memotivasi Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2024 e-ISSN: 2962-8695 mahasiswa untuk belajar. Berbagai penelitian mendukung bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi mahasiswa. Sebagai contoh. Gunawan . menemukan bahwa integrasi nilai-nilai budaya dalam pembelajaran menciptakan suasana yang mendukung keterlibatan mahasiswa. Selain itu, pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan matematika, seperti yang dijelaskan oleh Trianto . , menegaskan pentingnya memberikan konteks nyata agar mahasiswa dapat membangun pemahaman melalui pengalaman yang relevan. Meski demikian, masih sedikit penelitian yang secara spesifik mengintegrasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pendidikan matematika. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis penerapan Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman kontekstual mahasiswa. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru mengintegrasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika serta mengevaluasi pengaruh pendekatan tersebut terhadap pemahaman kontekstual mahasiswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena tertentu dalam konteks Subjek penelitian terdiri atas seorang dosen matematika dan 30 mahasiswa semester V di program studi PGSD STKIP Yapis Dompu. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan keberadaan dosen yang telah menerapkan pendekatan berbasis Tri Hita Karana dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran matematika dan mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai Tri Hita Karana diterapkan di kelas. Wawancara mendalam dilakukan dengan dosen dan mahasiswa untuk memahami pengalaman mereka selama proses pembelajaran. Selain itu, analisis dokumen dilakukan terhadap RPS (Rencana Perkuliahan Semester, materi pembelajaran, dan hasil kerja mahasiswa untuk melengkapi data yang diperoleh. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan validitas data, digunakan metode triangulasi baik dari segi sumber maupun teknik pengumpulan data. endekatan ini memungkinkan penelitian menghasilkan temuan yang kredibel dan komprehensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis Tri Hita Karana telah diterapkan secara efektif dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi, dosen memulai pembelajaran dengan doa bersama sebagai bentuk implementasi nilai Parahyangan, mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah matematika sebagai penerapan nilai Pawongan, dan mengaitkan soal matematika dengan isu lingkungan seperti pengelolaan sumber daya air, bencana banjir yang melanda hampir semua wilayah di bantaran sungai kota Dompu sebagai wujud nilai Palemahan. Wawancara dengan mahasiswa mengungkapkan bahwa pembelajaran terasa lebih relevan dan menarik karena materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Dosen juga menyatakan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hasil analisis dokumen, termasuk RPS dan hasil kerja Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2024 e-ISSN: 2962-8695 mahasiswa, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep matematika pada situasi nyata. Misalnya, mahasiswa berhasil menghitung rata-rata, modus, dan median dari tugas dan latihan yang di berikan. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran matematika di kelas dengan menerapkan prinsip Tri Hita Karana. Peneliti mencatat aspek-aspek Tabel 1. Data Hasil Observasi Aspek yang Deskripsi Diamati Hubungan Mahasiswa menunjukkan sikap positif terhadap tugas yang Mahasiswa dengan diberikan, dan sering kali berdoa bersama sebelum memulai Tuhan tugas kelompok. Hubungan Kolaborasi yang kuat terlihat antara mahasiswa dalam diskusi Mahasiswa dengan kelompok. Mereka saling membantu dan mendiskusikan solusi Sesama masalah matematika secara aktif. Hubungan Pembelajaran melibatkan penggunaan materi dari lingkungan Mahasiswa dengan sekitar . isalnya, pengukuran benda di alam, grafik berbasis Alam data nyat. Mahasiswa diminta untuk menyelesaikan tugas matematika yang berbasis pada konteks kehidupan sehari-hari yang relevan dengan Tri Hita Karana. Dosen menjelaskan bahwa penerapan Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman kontekstual mahasiswa. Menurut dosen, mahasiswa menjadi lebih sensitif terhadap bagaimana matematika dapat digunakan untuk memahami dunia sosial dan alam mereka. Penerapan Tri Hita Karana memperkuat hubungan antar mahasiswa dan memotivasi mereka untuk mengaitkan matematika dengan konteks nyata yang lebih bermakna. Mahasiswa lebih mudah memahami konsep matematika karena mereka dapat melihat aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pelestarian budaya dan sumber daya alam. Mahasiswa memberikan umpan balik tentang pembelajaran yang berbasis pada Tri Hita Karana yaitu Pembelajaran matematika yang menghubungkan teori dengan kehidupan nyata membuat saya lebih mudah memahami materi dan merasa lebih terhubung dengan topik yang diajarkan dan mahasiswa belajar bahwa matematika tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang memahami hubungan antara manusia, alam, dan masyarakat Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penerapan prinsip Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika terbukti efektif dalam mengembangkan pemahaman kontekstual mahasiswa. Pembelajaran yang melibatkan kolaborasi, pemahaman terhadap lingkungan, dan kesadaran akan hubungan spiritual menciptakan suasana yang lebih mendalam dan bermakna bagi mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2024 e-ISSN: 2962-8695 Hubungan Mahasiswa dengan Tuhan: Mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam sikap positif terhadap tugas, serta adanya rasa syukur dan keinginan untuk terus belajar. A Hubungan Mahasiswa dengan Sesama: Pembelajaran kolaboratif menciptakan interaksi yang lebih kuat antara mahasiswa, memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep matematika yang diajarkan. A Hubungan Mahasiswa dengan Alam: Melalui tugas yang berorientasi pada lingkungan, mahasiswa tidak hanya memahami konsep matematika, tetapi juga menerapkannya dalam konteks dunia nyata, seperti pelestarian alam dan Secara keseluruhan, penerapan Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika menunjukkan dampak yang positif terhadap pemahaman mahasiswa, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan Pembahasan menggaris bawahi bahwa integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana mendukung pendekatan konstruktivisme, di mana pembelajaran dipandang sebagai proses aktif yang memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman berdasarkan pengalaman. Harmoni antara manusia. Tuhan, sesama, dan alam menciptakan kerangka pedagogis yang holistik dan mendukung pendidikan Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan relevansi pembelajaran tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal sebagai dasar pembelajaran, menjadikannya sesuai dengan kebutuhan konteks mahasiswa. Kesimpulan dan Saran Penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembelajaran matematika berhasil meningkatkan pemahaman kontekstual siswa. Pendekatan ini menciptakan pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada kearifan lokal. Adapun saran yang bisa di berikan adalah Dosen disarankan untuk mengembangkan lebih banyak materi pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi penerapan Tri Hita Karana dalam mata pelajaran lain. Pemerintah daerah dapat mendukung integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam kurikulum pendidikan. Peserta Didik. Laporan penelitian Kesuma. Darma. , dkk. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung. Rosda Karya. Kemendiknas. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Daftar Pustaka