Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEER-TUTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA MA BAKTI KERAPATAN KERINCI PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Mislita Email: mislita54@gmail. ABSTRAK Komposisi fungsi merupakan salah satu materi matematika yang harus dikuasai dengan baik oleh siswa SMA/MA. Namun kenyataannya, siswa masih kurang menguasai materi ini karena kesulitan memahamikonsepnya. Kesulitan ini dipengaruhi oleh faktor seperti kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa mengenai konsep dasar dalam menyelesaikan komposisi fungsi, dan lemahnya penguasaan siswa mengenai aljabar. Mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan strategi pembelajaran peer-tutor sebagai alternatif penyelesaian dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi komposisi fungsi. Subjek penelitian terdiri dari 26 siswi kelas XI MIA MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinciyang terlaksana sebanyak tiga siklus. Sebelum dilaksanakan siklus I siswa diberi pretest, dan setelah dilaksanakannya seluruh siklus, siswa diberi posttest. Pada siklus I, ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 38,46%, siklus II sebesar 53,85% dan siklus i sebesar 88,46% yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM Ou . dengan persentase klasikal sebesar 80%. Ketuntasan tersebut didukung oleh data aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran, serta catatan Aktivitas siswa meningkat di setiap siklus dengan terpenuhinya waktu ideal oleh kategori aktivitas siswa walaupun pada siklus i masih ada dua kategori yang belum memenuhi waktu ideal. Namun demikian, menurut observer interaksi aktif siswa pada siklus i sudah meningkat dibanding pada siklus I dan II. Aktivitas guru mengalami peningkatan dengan rincian: pada siklus I mempunyai total rata-rata 2,65 . ukup bai. , siklus II dengan total rata-rata 3,53 . , dan siklus i dengan total rata - rata 3,88 . Hasil analisis catatan reflektif siswa jika dirata-ratakan dari keseluruhan siklus, jumlah tanggapan positif lebih dominan dibanding tanggapan negatif. Berdasarkan hal tersebut, strategi pembelajaran peer-tutor dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi komposisi fungsi dengan ketuntasan hasil belajar siswa memenuhi secara individual (Ou . dan klasikal mencapai 88,46%. Kata Kunci : Peer - Tutor. Hasil Belajar. Matematika Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua Pendahuluan Latar Belakang Masalah Pada era modern sekarang ini, matematika merupakan aspek penting yang menentukan kesuksesan dan kemajuan suatu bangsa. Mempelajari matematika dapat memberikan sumbangan bagi siswa dalam berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa mampu memperoleh, mengolah dan memanfaatkan berbagai informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang dinamis dan kompetitif. Itulah sebabnya mengapa matematika difasilitasi sebagai pelajaran di sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan, bahkan sampai perguruan tinggi. Oleh karena itu pembelajaran matematika seharusnya mendapat perhatian penting bagi pendidik untuk mencapai kesuksesan belajar bagi siswa sehingga siswa mampu menghadapi persoalan hidupnya. Untuk mencapai kesuksesan belajar, banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah hasil belajar. Menurut fakta berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan salah satu guru mata pelajaran matematika MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci, bahwasanya hasil belajar siswa kelas XI MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerincimasih tergolong rendah terhadap matematika dan belum mencapai hasil belajar yang bagus. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian dan nilai ujian siswa. Kebanyakan siswa tersebut belum mencapai KKM 75 pada mata pelajaran matematika. Hanya beberapa siswa saja yang dianggap mampu dalam mata pelajaran matematika. Diantara materi matematika yang dipelajari di SMA/MA kelas XI semester ganjil, salah satunya yaitu komposisi fungsi. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah seorang guru matematika kelas XI IPA MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci, materi komposisi fungsi merupakan salah satu materi matematika yang masih kurang dikuasai siswa kelas XI IPA MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci. Dari hasil wawancara diketahui beberapa hal, yaitu: Pertama, kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep komposisi fungsi. Kedua, siswa masih kurang menguasai konsep dasar dalam menyelesaikan komposisi fungsi, seperti: lemahnya penguasaan siswa terhadap aljabar. Hal ini dikarenakan kurangnya kesempatan siswa dalam berlatih dan mengulangAeulang kembali materi yang telah diajarkan guru, dan pada dasarnya siswa masih kurang termotivasi dalam belajar. Ketiga, guru matematika yang mengajar di MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerincimasih ada yang menggunakan model pembelajaran yang monoton. Keempat, dikarenakan kondisi para siswa yang lebih mata pelajaran olah raga dibanding pelajaran lain terutama yang berkaitan dengan IPA, seperti pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan juga berdasarkan hasil superpisi yang peneliti lakukan di MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci. Selama peneliti Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua melaksanakan Superpisi diketahui bahwasanya masih banyak siswa yang belum tuntas dalam hasil belajar setelah dilihat dari hasil belajar yang telah dicapai siswa, yaitu seperti nilai ulangan dan ujian semester. Memperhatikan masalah di atas, kiranya diperlukan suatu strategi pembelajaran yang diyakini mampu mengatasi masalah di atas untuk diterapkan pada materi AuKomposisi fungsiAy. Dari sekian banyaknya model, pendekatan, atau strategi pembelajaran yang ada, peneliti merasa tertarik untuk menggunakan strategi pembelajaran peer-tutor untuk diterapkan pada materi AuKomposisi FungsiAy. Strategi pembelajaran peer-tutor merupakan salah satu strategi yang disarankan oleh Rogers yang dalam pelaksanaannya siswa yang pandai mengajar siswa lainnya yang masih kurang dalam penguasaan materi. Strategi pembelajaran peer-tutor merupakan sistem belajar kelompok, dimana setiap kelompok dipimpin oleh seorang tutor, dan tutor ini bertanggung jawab atas kelompoknya masingmasing. Pemilihan strategi ini berdasarkan kebiasaan bahwa seorang siswa terkadang lebih dekat atau banyak melakukan segala sesuatu dengan temannya, . Oleh karena itu peneliti berharap dengan diterapkannya strategi ini siswa lebih mudah berinteraksi dengan siswa lainnya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Peneliti memilih strategi pembelajaran ini juga dikarenakan strategi pembelajaran ini menuntut siswa agar lebih aktif dan terbuka dalam berinteraksi dan berkomunikasi sesama siswa lainnya sehingga tidak ada perbedaan antara siswa yang pintar dan lemah, serta siswa yang lemah tidak segan untuk bertanya ataupun belajar dengan kawannya atau dengan siswa yang lebih pintar. Menurut Suherman . alam Hana Nurhasanah Soleha. bahwa dalam tutor sebaya, teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah. Bantuan belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami, sehingga diharapkan siswa yang kurang paham tidak segan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Pembelajaran tutor sebaya dilaksanakan secara berkelompok dengan teman sebaya, namun di dalam kelompok tersebut terdapat siswa yang menjadi leader selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan oleh peneliti, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan strategi pembelajaran peertutor pada materi Aukomposisi fungsiAy. Oleh karena itu peneliti mengangkat judul penelitian dengan judul AuPenerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika siswa kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci pada semester I Tahun Pelajaran 2017/2018Ay. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua Rumusan Masalah Bagaimanakah penerapan strategi pembelajaran peer-tutor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Aukomposisi fungsiAy di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci? Apakah peningkatan hasil belajar siswa dengan strategi pembelajaran peertutor pada materi Aukomposisi fungsiAy di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerincimencapai ketuntasan? Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan peneliti dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran peer-tutor dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Aukomposisi fungsiAy di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan strategi pembelajaran peer-tutor pada materi Aukomposisi fungsiAy di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci mencapai ketuntasan. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: Bagi siswa, dengan adanya penerapan strategi pembelajaran peer-tutor, diharapkan siswa mendapat pengalaman baru yang diperkirakan mampu menjadikan hasil belajar siswa terhadap matematika pada materi komposisi fungsi dapat meningkat. Bagi guru, dengan adanya penerapan strategi pembelajaran peer-tutor, diharapkan guru dapat mempertimbangkan strategi pembelajaran yang dapat menjadikan hasil belajar siswanya terhadap matematika menjadi lebih baik dan meningkat yaitu dengan mengajak para siswanya belajar dengan cara yang menyenangkan dan materi yang diberikan dapat tersampaikan. Bagi peneliti, dengan digunakannya strategi pembelajaran peer-tutor, maka peneliti mendapatkan pengalaman yang memberikan sebuah inspirasi untuk dapat digunakan. Kajian Pustaka Tujuan Pembelajaran Matematika di SMA/MA Matematika merupakan suatu ilmu yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Matematika dipelajari karena dianggap sebagai mata pelajaran penting yang diharapkan sebagai sekolah berpikir bagi mereka yang mempelajarinya. Di satu sisi matematika merupakan ilmu yang berperan penting dan menjadi dasar bagi terealisasinya ilmu-ilmu yang lain, seperti ekonomi, fisika, kimia, dll. Namun, di Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua sisi lain fakta menunjukkan bahwa pembelajaran matematika senantiasa menjadi masalah di setiap jenjang pendidikan, seperti pada pembelajaran matematika di kelas misalnya, sebagian siswa kurang menunjukkan adanya kesungguhan dan kegembiraan belajar terhadap matematika sehingga penyerapan materi ajar menjadi kurang efektif dan efisien. Materi ajar matematika yang sifatnya berantai kurang dikuasai siswa dan berdampak pada penguasaan cabang ilmu yang ingin dipelajari siswa. Dalam kaitan ini penyempurnaan pembelajaran matematika di setiap jenjang pendidikan sudah saatnya menjadi prioritas utama. Tujuan pembelajaran matematika di sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menurut tim MKPBM adalah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan diungkapkan dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) matematika, yaitu : Mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan dunia yang selalu mengalami perkembangan, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif, dan efisien. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir dari matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika di MA mempunyai tujuan yaitu untuk mengembangkan pola pikir siswa menjadi logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif, dan efisien sesuai dengan perkembangan zaman, agar para siswa dapat memecahkan masalah dengan mudah yang penyelesaiannya berkaitan dengan matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan juga penerapan matematika terhadap ilmu lain. Pengertian Hasil Belajar Darmansyah . alam Ero. menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Erom berperdapat bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian kemampuan siswa setelah siswa menjalani proses pembelajaran. Hasil belajar siswa adalah hasil pengajaran guru dan siswa yang berperan aktif dalam proses belajar. Setelah proses pembelajaran dilakukan, perlu diadakannya evaluasi hasil belajar sehingga proses belajar mengajar yang telah dilakukan dapat diketahui hasilnya. Tujuan melakukan evaluasi adalah untuk melihat seberapa tinggi tingkat keberhasilan yang telah dicapai. Jadi, hasil belajar adalah penilaian terhadap kemampuan siswa sebagai ukuran untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepahaman siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Strategi pembelajaran peer-tutor merupakan suatu strategi pembelajaran dimana sekelompok siswa yang telah mampu menguasai bahan pelajaran, mengajari atau memberikan bantuan kepada siswa lainnya yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya. Strategi pembelajaran peer-tutor ini pelaksanaannya yaitu dengan cara mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil atau dapat disebut secara kooperatif, dimana sumber belajarnya bukan hanya bersumber dari guru melainkan juga dari teman sebaya yang pandai dan cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. Pada strategi pembelajaran peer-tutor, siswa yang menjadi tutor hendaknya mempunyai tingkat kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya, sehingga di saat siswa yang mempunyai tingkat kemampuan yang lebih tinggi ini memberikan bimbingan, ia sudah dapat menguasai bahan yang akan disampaikan. Depdiknas mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi pembelajaran yang diImplementasikan melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan Bern dan Erickson berpendapat bahwa kooperatif learning merupakan suatu strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran menggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa saling bekerjasama untuk mencapai tujuan Dalam hal ini siswa dikelompokkan ke dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif dan anggotanya terdiri dari 2-5 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Peer-tutor merupakan sebuah strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan siswa yang dibimbing, dapat membantu guru menilai siswa mana yang mampu memahami suatu materi dan siswa mana yang kurang/tidak mampu memahami materi dengan adanya bimbingan tutor kepada siswa yang diajarkan, serta dapat menjadikan hasil belajar siswa menjadi lebih Dalam pelaksanaan peer-tutor, satu siswa yang pandai atau berprestasi tinggi memberikan pengajaran/bantuan akademik/pengajaran kepada siswa Secara umum, tutor membantu siswa yang diajarkan baik pada kelompok kecil atau dengan dasar satu-ke-satu, mendorong belajar mandiri, mengembangkan kemampuan belajar, memecahkan masalah-masalah tertentu dan Interaksi antara siswa yang diajarkan dan tutor didasarkan pada siswa yang diajarkan cenderung berfokus pada hasil progresif, sedangkan tutor lebih peduli pada kemampuan bimbingan mereka, kemampuan komunikasi dan hubungan interpersonal. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kela. Penelitian ini direncanakan akan dilakukan sebanyak tiga siklus dengan jumlah pertemuan seluruhnya adalah lima pertemuan yang diawali dengan pemberian tes awal dan diakhiri dengan pemberian post-test keseluruhan siklus. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci pada semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Agustus 2017 Ae September 2017. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA . MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinci pada Semester I tahun pelajaran 2016/2017. Prosedur Penelitian Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran peer-tutor di kelas siswa yang menjadi subjek penelitian PTK. Secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik Pengumpulan Data Observasi. Tes hasil belajar. Jurnal berupa catatan reflektif. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti sebelumnya bahwasanya aktivitas siswa pada siklus I belum tergolong efektif yang ditandai dengan adanya kategori aktivitas siswa yang belum memenuhi kriteria waktu ideal yaitu kategori 1, 2, 3, 4 dan 6. Mengenai kategori yang belum memenuhi waktu ideal ini menjadi bahan revisi bagi peneliti untuk dilaksanakannya siklus I. Hal yang dilakukan peneliti pada siklus I untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I yaitumemantau dan memusatkan perhatian siswa kepada penjelasan guru, memantau siswa di setiap kelompok untuk memahami masalah di LKS, memastikan bahwa setiap siswa memperhatikan penjelasan masing-masing tutor dalam menyelesaikan masalah di LKS, terutama meminta siswa agar membandingkan hasil penyelesaian LKS masing-masing kelompok dengan kelompok lainnya dan meminta siswa untuk menyampaikan simpulan dari hasil Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua diskusi LKS siswa dengan tutor masing-masing kelompok. Dua hal ini diutamakan karena pada siklus I, dua kategori ini belum muncul pada observasi aktivitas siswa. Adapun mengenai membandingkan hasil diskusi LKS, guru/peneliti meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas dan kelompok lain dipersilahkan menanggapi. Selanjutnya, mengenai menyampaikan simpulan dari hasil diskusi LKS, guru/peneliti meminta kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk menyampaikan simpulan berdasarkan LKS yang diberikan sedangkan kelompok lain mendengarkan. Pada siklus I diperoleh bahwa kategori aktivitas siswa yang belum memenuhi kriteria waktu ideal selama pembelajaran adalah kategori 3, 5, 6 dan 7, dan ini menjadi bahan revisi bagi peneliti untuk dilaksanakanya siklus II. Hal yang dilakukan peneliti pada siklus II untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I yaitu memantau siswa di setiap kelompok dan memastikan bahwa mereka memperhatikan penjelasan masing-masing tutor dalam meyelesaikan masalah di LKS. Hal ini dilakukan karena sebelumnya pada siklus I perilaku siswa yang tidak relevan dengan KBM tidak muncul pada kategori aktivitas siswa, namun pada siklus I perilaku ini muncul, sehingga peneliti mengambil tindakan tersebut pada siklus II. Setelah peneliti melakukan revisi pada siklus I dan I namun pada siklus II masih ada dua kategori aktivitas siswa yang belum memenuhi kriteria waktu ideal yaitu kategori 2 dan 6. Mengenai hal ini, peneliti hanya melaksanakan penelitian hingga siklus II dikarenakan keterbatasan waktu yang diberikan kepada peneliti oleh pihak sekolah. Meskipun masih ada dua kategori aktivitas siswa yang belum memenuhi kriteria waktu ideal yaitu kategori 2 dan 6, namun menurut observer interaksi aktif siswa pada siklus II ini sudah meningkat dibandingkan dua siklus sebelumnya. Adapun observasi aktivitas siswa ini hanya merupakan data pendukung untuk menunjang peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya strategi pembelajaran peer-tutor. Aktivitas Guru Mengelola Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti sebelumnya bahwasanya kemampuan guru mengelola pembelajaran pada siklus I berada pada kategori cukup baik dengan total rata-rata 2. Hal ini juga berdasarkan refleksi dari observer yang menyatakan bahwasanya pengelolaan peneliti . ang bertindak sebagai gur. dalam pembelajaran siklus I belum maksimal yang ditandai dengan pengelolaan waktu selama peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran belum maksimal, kemampuan peneliti mengarahkan tutor untuk membimbing siswa yang diajarkan harus ditingkatkan lagi, dan interaksi aktif antara guru dan siswa harus ditingkatkan lagi, sehingga hal yang dilakukan peneliti pada siklus II untuk memperbaiki kelemahan pada siklus II yaitu dengan meningkatkan pengelolaan Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua waktu selama pembelajaran, mengarahkan tutor untuk membimbing siswa yang diajarkan dengan lebih baik dari siklus sebelumnya, dan lebih banyak berinteraksi dengan siswa dengan memantau masing-masing kelompok siswa sehingga siswa dapat merasa dekat dan mudah bertanya mengenai hal yang belum dipahami dari penjelasan tutor ataupun dari materi yang sedang dipelajari sehingga pada siklus II kategori aktivitas guru dalam pembelajaran berada pada kategori baik dengan total rata-rata 3. Pada siklus i, hasil refleksi yang diperoleh dari observer bahwa interaksi antara guru dan siswa masih kurang sehingga harus ditingkatkan lagi. Hal yang dilakukan peneliti pada siklus i untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I yaitu peneliti mencoba lebih meningkatkan interaksi dengan siswa dengan interaksi yang lebih baik dari siklus sebelumnya, seperti berkomunikasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami siswa. Pada siklus i ini perbedaan interaksi antara guru dan siswa terlihat dengan disajikannya permainan bagi siswa mengenai materi komposisi fungsi pada sub pokok materi pengertian komposisi fungsi setelah siswa berdiskusi di dalam kelompok dengan tutor masing-masing, sehingga pada siklus i aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran berada pada kategori baik dan meningkat dengan total rata-rata 3. Peningkatan pada siklus i ini juga ditandai dengan pernyataan dari refleksi observer bahwasanya: pengelolaan waktu sudah maksimal, kemampuan peneliti mengarahkan tutor untuk membimbing siswa yang diajarkan sudah meningkat, dan interaksi aktif antara guru dan siswa sudah meningkat sehingga aktivitas guru mengelola pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran peer-tutor secara umum sudah baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini : Gambar 2. Diagram Aktivitas guru megelola pembelajaran siklus I. II, i Siklus I Siklus II Siklus i Hasil Belajar Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti sebelumnya bahwasanya hasil belajar siswa dari siklus I. II, dan i mengalami peningkatan pada persentase ketuntasan siswa secara klasikal. Pada penelitian ini siswa dikatakan tuntas Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua hasil belajarnya jika secara individu . ayaycA Ou. dan secara klasikal . % siswa Persentase ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 38,46%, pada siklus II sebesar 53,85% dan pada siklus i sebesar 88,46%. Adapun peningkatan ini dikarenakan peneliti merevisi hasil temuan dan refleksi dari analisis aktivitas siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan hasil analisis catatan reflektif siswa dari setiap siklus, sehingga ketiga komponen tersebut yaitu aktivitas siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan catatan reflektif siswa dapat menjadi faktor/data pendukung meningkatnya hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini Gambar 3. Diagram Hasil belajar siklus I. II, i Siklus I Siklus II Siklus i Mengenai penelitian ini pada rencana awal, materi yang dibahas dalam penelitian PTK ini adalah pengertian komposisi fungsi dan syarat komposisi fungsi yang direncanakan sebanyak dua siklus, namun dikarenakan keterbatasan waktu yang diberikan oleh guru sekolah yang berangkutan, maka materi yang dapat digunakan pada penelitian ini hanya pada sub pokok materi pengertian komposisi fungsi yang terlaksana sebanyak tiga Jurnal Reflektif Siswa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti sebelumnya bahwasanya dapat diketahui dari catatan reflektif siswa pada siklus I. II, dan i siswa memberikan tanggapan positif maupun negatif. Mengenai tanggapan siswa, dari siklus I. II, dan i mengalami peningkatan pada tanggapan positif yang menjadikan tanggapan negatif semakin berkurang. Hal ini dikarenakan peneliti merevisi hasil tanggapan siswa yang diperoleh dari setiap siklus. Pada siklus I misalnya diperoleh bahwa berdasarkan hasil catatan reflektif siswa, sebagian siswa menyatakan masih kurang mengerti pada pembahasan soal aplikasi konsep komposisi fungsi di LKS, sehingga hal yang dilakukan peneliti pada pembelajaran siklus II untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I yaitu mengarahkan tutor Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua agar mendominasikan bimbingan mereka kepada anggota kelompoknya pada pembahasan soal aplikasi konsep komposisi fungsi dalam kehidupan sehari-hari yang tertera di LKS. Pada siklus i diperoleh bahwa berdasarkan catatan reflektif siswa, sebagian siswa menyatakan bahwasanya pembelajaran yang berlangsung kurang menyenangkan, sehingga hal yang dilakukan peneliti pada pembelajaran siklus II untuk memperbaiki kelemahan siklus II yaitu peneliti mengadakan game/permainan setelah masing-masing kelompok berdiskusi dengan tutor mereka yang berkaitan dengan materi yang dipelajari yaitu tentang materi komposisi fungsi pada sub pokok materi pengertian komposisi fungsi bagi setiap kelompok. Prosedur permainan ini yaitu setiap kelompok siswa harus menyelesaikan soal yang diberikan dengan memilih dan menempelkan sticker yang berisi jawaban yang sesuai dengan soal yang diberikan pada karton yang disediakan. Hal ini dilakukan peneliti guna memperkuat ingatan siswa terhadap materi yang telah dipelajari, untuk membuat siswa menjadi lebih aktif apalagi dengan adanya tantangan uji kekompakan setiap kelompok. Jadi, dengan adanya tindakan yang dilakukan peneliti untuk merevisi tanggapan siswa berdasarkan analisis jurnal/catatan reflektif, sehingga tanggapan positif siswa dari siklus I. II, dan i mengalami peningkatan. Jika dirata-ratakan dari masing-masing siklus I. II, dan i maka jumlah tanggapan positif lebih dominan dibanding tanggapan negatif. Adapun tanggapan positif siswa diantaranya seperti: AuJelas, karena materi ini senang untuk dipelajariAy. AuYa, sangat menarik dan mudah dipahamiAy. AuYa, menyenang, bisa memahami materi dengan mudahAy. AuMenyenangkan, karena saling berbagi pengetahuan bersama-sama dalam kelompokAy. AuSudah, cara tutor dalam memberi bimbingan di dalam kelompok sudah bagusAy. Adapun tanggapan negatif siswa diantaranya seperti: AuTidak, pembelajaran hari ini tidak menyenangkanAy. AuKurang jelas dalam soal ceritaAy. AuBelum terlalu bagus, karena cara penyampaiannya atau cara mengajarnya belum terlalu jelasAy. AuSoal cerita masih kurang pahamAy. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan peneliti dengan menerapkan strategi pembelajaran peer-tutor di kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerincipada materi komposisi fungsi, dapat disimpulkan bahwa: Penerapan strategi pembelajaran peer-tutor dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPAMAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerincipada materi komposisi fungsi. Hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dan i dengan adanya tindakan yang dilakukan peneliti terhadap temuan dan hal-hal yang harus direvisi dari analisis aktivitas siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan hasil analisis catatan reflektif siswa dari setiap siklus PTK. Hal ini dikarenakan ketiga komponen tersebut yaitu aktivitas Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan catatan reflektif siswa dapat menjadi faktor pendukung meningkatnya hasil belajar siswa. Hal-hal yang direvisi pada penelitian ini yang mengakibatkan peningkatan hasil belajar siswa yaitu kategori aktivitas siswa yang belum muncul/belum memenuhi waktu ideal pada siklus PTK, aktivitas guru yang belum maksimal dilaksanakan dalam pembelajaran, dan tanggapan negatif siswa yang diperoleh dari analisis catatan reflektif siswa pada siklus PTK. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti pada bab IV bahwasanya hasil belajar siswa dari siklus I. II, dan i mengalami peningkatan pada persentase ketuntasan siswa secara klasikal. Pada penelitian ini siswa dikatakan tuntas hasil belajarnya jika secara individu . ayaycA Ou. dan secara klasikal . % siswa tunta. Persentase ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 38,46%, pada siklus II sebesar 53,85% dan pada siklus i sebesar 88,46%. Adapun peningkatan ini dikarenakan peneliti merevisi hasil temuan dan refleksi dari analisis aktivitas siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan hasil analisis catatan reflektif siswa dari setiap siklus, sehingga ketiga komponen tersebut yaitu aktivitas siswa, aktivitas guru mengelola pembelajaran, dan catatan reflektif siswa dapat menjadi faktor/data pendukung meningkatnya hasil belajar siswa. Saran Adapun saran yang dapat peneliti sampaikan dari hasil penelitian ini adalah: Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pendidik ataupun pengajar khususnya guru MAS Bhakti Kerapatan Kabupaten Kerinciuntuk merealisasikan strategi pembelajaran Peer-Tutor dalam proses belajar mengajar di kelas guna meningkatkan hasil belajar siswa ataupun mutu pendidikan. Peneliti berharap kepada peneliti lainnya agar hendaknya memperhatikan peningkatan nilai hasil belajar individu siswa pada setiap siklus PTK yang dilaksanakan selain melihat peningkatan persentase ketuntasan siswa pada setiap siklus PTK. Peneliti berharap kepada peneliti lainnya agar mengkombinasikan strategi pembelajaran peer-tutor dengan pendekatan, metode, dan model lain, serta menerapkan strategi pembelajaran ini pada materi matematika lainnya agar dapat diketahui pandangan lebih luas terhadap strategi ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Mislita Penerapan Strategi Pembelajaran Peer-Tutor Untua Daftar Pustaka