Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Desember 2022 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Analisis Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA SMP Methodist-9 Medan di Era New Normal Hebron Pardede1. Agnes Theresia Turnip2. Andriono Manalu3 Melani Dewi Nagur4 Tulus Nababan5 Pendidikan Fisika. Universitas HKBP Nommensen Email: hebron. pardede@uhn. Pendidikan Fisika. Universitas HKBP Nommensen Email: agnes. turnip@student. Pendidikan Fisika. Universitas HKBP Nommensen Email: andriono. manalu@uhn. Pendidikan Fisika. Universitas HKBP Nommensen Email: melani. nagur@student. Pendidikan Fisika. Universitas HKBP Nommensen Email: tulus. nababan@student. Abstract. This study aims to determine student learning motivation in science lessons at SMP Methodist Ae 9 Medan in the new normal era in the academic year 2022/2023. This type of research is descriptive quantitative research with survey method. The data collection instrument used in this study was a questionnaire . in the form of a Likert scale. The samples of this research were students of class VII and class Vi SMP Methodist Ae 9 Medan, totaling 77 people and 1 teacher in the field of science studies. The research results obtained from six statements, namely the first indicator of the ideals and aspirations of students with grades . %) and teacher responses . %) categorized as high, indicators of student learning abilities . %) and teacher responses . %) ) is categorized as high, the indicator of the condition of the students . %) is categorized as medium and the teacher's response . %) is categorized as high, the indicator of the teacher's effort in learning to students . %) and the teacher's response . %) is categorized as high, the indicator of the environmental condition of the participants students . %) and teacher responses . %) were categorized as high and student facilities were categorized as high . %) and teacher responses . %). categorized as high. The average response of students and teachers in the field of science studies was taken at 80% and 20% so that the average value of the overall learning motivation of students in science lessons at Methodist Middle School Ae 9 Medan in the New Normal Era was 76% categorized as high. Keywords : Learning Motivation. Science Lessons. New Normal Era Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA SMP Methodist Ae 9 Medan di era new normal pada tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survey. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner . dalam bentuk skala likert. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII dan kelas Vi SMP Methodist Ae 9 Medan yang berjumlah 77 orang dan 1 guru bidang studi IPA. Hasil penelitian yang didapatkan dari enam butir pernyataan, yaitu pertama indikator cita Ae cita dan aspirasi peserta didik dengan nilai . %) dan respon guru . %) dikategorikan tinggi, indikator kemampuan belajar peserta didik . %) dan respon guru . %) dikategorikan tinggi, indikator kondisi peserta didik . %) dikategorikan sedang dan respon guru . %) dikategorikan tinggi, indikator upaya guru dalam pembelajaran pada peserta didik . %) dan respon guru . %) dikategorikan tinggi. Indikator kondisi lingkungan peserta didik . %) dan respon guru . % ) dikategorikan tinggi dan fasilitas peserta didik dikategorikan tinggi . %) dan respon guru . %). dikategorikan tinggi. Rata Ae rata respon peserta didik dan guru bidang studi IPA diambil sebesar 80% dan 20% sehingga nilai rata-rata dari keseluruhan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA SMP Methodist Ae 9 Medan di Era New Normal adalah sebesar 76% dikategorikan tinggi. Kata Kunci : Motivasi Belajar. Pelajaran IPA. Era New Normal Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 PENDAHULUAN Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antar guru dengan peserta didik baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Seperti saat ini pendidikan indonesia pun mengalami dampak akibat adanya wabah Coronavirus disease 2019 . yang mengakibatkan proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring . Banyak dampak yang dirasakan oleh para peserta didik dan guru dalam pembelajaran daring, akan tetapi dengan kendalakendala yang ada guru harus membangkitkan motivasi belajar siswa sehingga siswa tetap bersemangat dalam proses pembelajaran daring. Motivasi dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik datang dari dalam diri siswa, seperti keinginan untuk memperoleh pengetahuan, keinginan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dorongan untuk memenuhi kebutuhan belajar, dan sebagainya. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri siswa, seperti permintaan orang tua, lingkungan belajar yang nyaman, teman belajar yang dimiliki, kegiatan belajar yang menarik (Puspitarini & Hanif, 2. Saat ini indonesia berada pada era new normal atau kehidupan baru. New normal dapat diartikan juga sebagai adaptasi kehidupan setelah adanya covid-19 dengan selalu membiasakan melaksanakan protokol kesehatan dengan tepat. Penerapan new normal ini dilakukan di indonesia dengan alasan banyak sektor-sektor yang keadaannya mengkhawatirkan, salah satu yang paling utama adalah bidang pendidikan. Kemendikbud RI. Nadiem Makarim dalam pengumuman penyelenggaraan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19 era new normal pada 21 November 2020, mengatakan bahwa banyak siswa yang terancam putus sekolah dikarenakan belajar tanpa tatap muka. Selain itu, pembelajaran jarak jauh yang terusmenerus terdapat kecenderungan stress pada anak karena sedikitnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar. Dengan pembelajaran jarak jauh juga, kekerasan rumah tangga pada anak menjadi tidak terdeteksi oleh guru. Dengan begitu, mulai Januari 2021, kebijakan untuk memulai belajar tatap muka dimulai, dengan pemberian izin dari pemerintah daerah, kanwil, kantor kemenag, dan melalui izin juga dari satuan pendidikan dan orang tua. Dengan begitu, mulai Januari 2021, kebijakan untuk memulai belajar tatap muka dimulai, dengan pemberian izin dari pemerintah daerah, kanwil, kantor kemenag, dan melalui izin juga dari satuan pendidikan dan orang tua. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, dan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan syarat muatan lokal sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa pada tiap kelas guna untuk mencegah perkembangan virus covid -19 di sekolah. Uno . 6 : 9 ). Motivasi adalah suatu dorongan yang timbul oleh adanya rangsanganrangsangan dari dalam maupun dari luar sehingga seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah laku atau aktivitas tertentu yang lebih baik dari sebelumnya. Pada diri siswa terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak belajar. Kekuatan penggerak tersebut berasal dari berbagai sumber. Pada peristiwa pertama, motivasi siswa yang rendah menjadi lebih baik setelah siswa memperoleh informasi yang benar. Pada peristiwa kedua, motivasi belajar dapat menjadi rendah dan dapat diperbaiki kembali. Pada kedua peristiwa tersebut peranan guru untuk mempertinggi motivasi belajar siswa sangat berarti. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita. Menurut Wingkel dalam Darsono . 0: . belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstern yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa. Winkel, 2003 . alam Puspitasari, 2. definisi atas motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan- kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual dan berperan dalam hal menumbuhkan semangat belajar untuk individu. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah sebagai daya penggerak dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa dengan dilakukan usaha untuk memberikan arah pembelajaran dan menghasilkan suatu perubahan tingkah laku untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Menurut Dimyati dan Mudjiono . 4, hlm, 89-. ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar,yaitu: Cita-cita atau aspirasi siswa Kemampuan Belajar Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa Kondisi Lingkungan Unsur-unsur Dinamis Belajar Upaya Guru Membelajarkan Siswa Upaya Materi IPA adalah salah satu mata pelajaran yang tergolong sulit khususnya yang membutuhkan peran aktif siswa selama proses pembelajaran. IPA juga didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan tentang objek atau gejala-gejala tentang alam. Pembelajaran IPA pada hakekatnya adalah pembelajaran teoritis dan aplikatif terhadap fenomena yang terjadi di Pembelajaran IPA akan memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Untuk meningkatkan keaktifan tersebut dibutuhkan motivasi yang sangat tinggi. Pembelajaran IPA sangat dipengaruhi oleh motivasi yang dimiliki oleh siswa, baik motivasi internal dan motivasi eksternal. Untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang baik dalam pembelajaran IPA dibutuhkan kegiatan yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Dengan hal itu siswa akan mampu dan berhasil mengikuti pembelajaran IPA jika didalam dirinya terdapat kemauan untuk belajar dan memiliki dorongan untuk mengikuti kegiatan belajar, dengan meningkatnya motivasi belajar siswa maka siswa akan memiliki sikap dan prilaku yang baik dalam mengikuti pembelajaran IPA. IPA merupakan salah satu cabang ilmu yang fokus pengkajiannya adalah alam dan prosesproses yang ada di dalamnya. (Sitiatava, 2013 : 51-. Hakikat IPA adalah : IPA adalah pengetahuan yang mempelajari, menjelaskan, serta menginvestigasi fenomena alam dengan segala aspeknya yang bersifat empiris. IPA sebagai proses atau metode dan produk. Dengan menggunakan metode ilmiah yang sarat keterampilan proses, mengamati, mengajukan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis, serta mengevaluasi data dan menarik kesimpulan terhadap fenomena alam, maka akan diperoleh produk IPA, misalnya fakta, konsep, prinsip dan generalisasi yang kebenarannya bersifat tenttif. IPA bisa dianggap sebagai aplikasi. Dengan penguasaan pengetahuan dan produk. IPA dapat dipergunakan untuk menjelaskan, mengolah dan memanfaatkan, memprediksi fenomena alam, serta mengembangkan disiplin ilmu lainnya dan teknologi. Memasuki AuNew NormalAy pembelajaran pastinya juga kembali ke pembelajaran normal, pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Tentunya diperlukan penerapan sistem pembelajaran yang bisa memadukan pembelajaran tatap muka langsung, pembelajaran daring dan menjalankan protokol kesehatan. Ada beberapa aspek pendidikan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dalam menerapkan kebijakan AuNew NormalAy ini. Sistem pembelajaran, kurikulum, kompetensi guru, dan infrastruktur sekolah harus disiapkan. Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah akan berbeda dengan sebelum masa pandemi. Sistem Pembelajaran yang dilakukan harus memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran covid-19. Proses pembelajaran yang berlangsung harus menerapkan physical distancing, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan dengan sabun. Penerapan physical distancing dengan menjaga jarak tempat duduk siswa akan berdampak pada kapasitas ruang kelas. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Kalau sebelumnya ruang kelas bisa diisi siswa dengan jumlah maksimal sesuai standar maka sekarang hanya dapat diisi setengah atau sepertiga jumlah siswa. Dengan demikian perlu dirumuskan pola masuk siswa ke kelas, apakah diatur dengan model shift . iswa masuk kelas dibagi dalam beberapa shif. atau model lain yang disepakati. Juga sistem pembelajaran daring dan luring yang selama masa pendemi diterapkan perlu dipertimbangkan untuk tetap dilanjutkan dalam proses pembelajaran. Siswa dan guru sudah mengenal bahkan terbiasa dengan pembelajaran daring dan luring tersebut. Perubahan sistem pembelajaran menuntut setiap sekolah untuk menyiapkan infrastruktur pembelajaran yang lebih dari pada sebelumnya. Dari infrastruktur yang ada perlu ditambah dengan sarana prasarana terkait dengan protokol kesehatan, pembelajaran secara shift, dan pembelajaran daring jika diperlukan. Penyiapan infrastruktur ini tentunya membutuhkan pembiayaan yang tidak Belum tentu semua sekolah mampu membiayai kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan. Pemerintah harus menyiapkan skema pembiayaan bagi sekolah dalam menyediakan infrastruktur pembelajaran apabila AuNew NormalAy diterapkan. METODE PENELITIAN Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut (Resseffendi 2010:. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan observasi, wawancara atau angket mengenai keadaan sekarang ini, mengenai subjek yang sedang kita teliti. Desain yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis survei yang dimana penelitian akan memberikan angket penelitian kepada responden. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode sensus berdasarkan pada ketentuan yang dikemukakan oleh Sugiyono . 2 : 61-63 ), yang mengatakan bahwa: AuSampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus. Ay Pada penelitian ini motivasi belajar siswa terdiri atas enam indikator yaitu indikator cita-cita dan aspirasi peserta didi,kemampuan belajar peserta didik, kondisi peserta didik, upaya guru dalam pembelajaran peserta didik, kondisi lingkungan peserta didik, fasilitas belajar peserta didik. Angket . merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis . on te. kepada responden untuk dijawabnya. Angket . digunakan sebagai alat untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA SMP Methodist - 9 Medan di era new normal. Instrumen lembar angket dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup. Angket tertutup adalah angket yang telah terdapat pilihan jawabannya dan respon tinggal memilih dengan tanda centang (O. Lembar angket akan di bagikan kepada peserta didik saat waktu penelitian pilihan jawaban setiap pernyataan menggunakan skala Likert. skala yang diberikan pada skor angket dengan skala sangat setuju, setuju, ragu-ragu , tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Tujuan dari penyebaran angket pada penelitian ini mendapatkan informasi tentang seberapa besar motivasi yang dimiliki siswa-siswi kelas VII dan Vi SMP Methodist - 9 Medan pada pembelajaran IPA di era new normal. Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Validasi (Peserta Didi. No Variabel Cita-cita Aspirasi Kemampuan belajar peserta didik Kondisi peserta Didik Item Angket 1,2,5,8,3,4,7,9,13, 14,6,10,11,12 16,17,18,2015,19, 21,24,26,27,22, 23,25, 28,31,32,3329,30 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Upaya guru dalam peserta didik Kondisi lingkungan peserta didik 35,36,40,38,42,34, 37,39,41, 43,44 46,47,48,52, 53, 54,45,49, 50,51 Fasilitas belajar peserta didik 58,59,55,56,57,60 Tabel 2. Kisi-Kisi Angket Validasi (Gur. Variabel Cita-cita atau Aspirasi peserta didik Kemampuan peserta didik Kondisi peserta Didik Upaya pembelajaran peserta Kondisi peserta didik Item Angket Fasilitas belajar peserta didik Selanjutnya lembar angket akan di validasikan kepada peserta didik dan guru dari sekolah yang Hasil validasi tersebut kemudian dianalisis dengan menghitung skor rata-rata yang diberikan dan dipresentasikan. Hasil validasi berupa skor rata-rata tiap butir pernyataan, kemudian dianalisis dengan persamaan berikut. DP : Deskriptif Presentase (%) n : skor yang diperoleh N : jumlah total skor responden Perhitungan persentase kategori dapat ditentukan kriteria dari setiap aspek dengan rentangan nilai seperti tertera pada Tabel 3. Nilai Kategori 85% - 100% Sangat Tinggi 69% - 84% Tinggi 53% - 68% Sedang 37% - 52% Rendah 20% - 36% Sangat Rendah HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang sudah dilaksanakan peneliti ini berupa penelitian yang menggunakan metode survey yang sudah disusun dalam bentuk angket . dan wawancara guru IPA yang diberikan kepada responden. Responden pada penelitian ini berjumlah sebanyak 77 peserta didik Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 dan 1 guru IPA dan penelitian ini berguna untuk memperoleh data motivasi belajar peserta didik pada pelajaran IPA SMP Methodist Ae 9 Medan. Hasil data tersebut diuraikan sebagai berikut : Cita Ae cita dan Aspirasi Peserta Didik Berdasarkan Responden Peserta Didik Cita Ae cita dan aspirasi peserta didik dikelas VII dan kelas Vi SMP Methodist - 9 Medan berada pada kategori tinggi yaitu 73%. Peserta didik dengan cita-cita dan aspirasi yang tinggi tentu akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Jika motivasi belajar tinggi maka akan meningkatkan prestasi belajar yang baik dalam pelajaran IPA. Berdasarkan Responden Guru Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan respon guru pada indikator cita Ae cita dan aspirasi peserta didik memiliki nilai sebesar 90% yang berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukan bahwa pendapat guru bidang studi IPA SMP Methodist Ae 9 Medan peserta didik memiliki cita-cita dan aspirasi belajar yang tinggi. Sehingga dapat membantu mereka dalam menumbuhkan motivasi belajar kepada peserta didik agar mendapatkan prestasi belajar yang Indikator Kemampuan Belajar Peserta Didik Berdasarkan Responden Peserta Didik Hasil penelitian pada indikator kemampuan peserta didik mendapatkan nilai sebesar 72% yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan belajar peserta didik SMP Methodist Ae 9 Medan tinggi sehingga peserta didik dapat memahami pembelajaran dan dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran . Berdasarkan Responden Guru Hasil penelitian yang diperoleh pada indikator kemampuan peserta didik mendapatkan nilai sebesar 69% berada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa menurut guru IPA SMP Methodist Ae 9 Medan memiliki nilai yang tinggi, artinya peserta didik memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Indikator Kondisi Peserta Didik Berdasarkan responden peserta didik pada indikator kondisi peserta didik diperoleh hasil peneitian dengan nilai 67% dengan kategori sedang, yang dimana artinya peserta didik itu sendiri memiliki kondisi yang baik sehingga mendukung peserta didik dalam pembelajaran dan dengan kondisi yang baik maka peserta didik semakin termotivasi pada pembelajaran dikelas. Berdasarkan responden guru Hasil yang diperoleh pada indikator kondisi peserta didik dengan nilai 93% berada pada kategori yang sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa keadaan peserta didik saat pembelajaran berlangsung dengan baik, yang artinya peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dengan menunjukkan bahwa kondisi mereka siap untuk belajar. Indikator Upaya Guru Dalam Pembelajaran Pada Peserta Didik Berdasarkan Responden Peserta Didik Hasil yang diperoleh dari indikator upaya guru dalam pembelajaran pada peserta didik dengan nilai 80% berada pada kategori tinggi. Pada ini menurut peserta didik bahwa guru dalam meningkatkan pembelajaran sangatlah tinggi, yang artinya semakin tinggi upaya guru dalam meningkatkan pembelajaran semakin baik pula pembelajaran yang dibawakan oleh guru. Sehingga peserta didik tidak cepat bosan dengan pembelajaran yang menggunakan metode Berdasarkan Responden Guru Berdasarkan hasil yang diperoleh dari indikator upaya guru dalam pembelajaran pada peserta didik dengan nilai 84% berada pada kategori sangat tinggi. Yang artinya semakin baik Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 seorang guru dalam mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat tentu akan membuat peserta didik termotivasi saat pembelajaran berlangsung. Indikator Kondisi Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Responden Peserta Didik Hasil penelitian yang diperoleh pada indikator kondisi lingkungan peserta didik dengan nilai 72% dengan kategori tinggi. Artinya para peserta didik bertempat tinggal di daerah yang cukup memadai dalam proses pembelajaran mereka. Sehingga dengan kondisi lingkungan mereka yang tinggi tentu akan membuat mereka termotivasi untuk belajar baik disekolah maupun di luar Berdasarkan Responden Guru Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari indikator kondisi lingkungan peserta didik dengan nilai 100% dengan kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta didik berada atau bertempat tinggal didaerah yang baik dan memadai. Indikator Fasilitas Pembelajaran Peserta Didik Berdasarkan Responden Peserta Didik Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari indikator sarana dan prasarana pembelajaran peserta didik dengan nilai 71% dengan kategori tinggi. Artinya peserta didik memiliki dukungan fasilitas belajar yang tinggi sehingga dapat membantu mereka dalam proses Berdasarkan Responden Guru Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari indikator sarana dan prasarana pembelajaran peserta didik dengan nilai 95% dengan kategori sangat tinggi. Artinya fasilitas belajar peserta didik baik dan dengan adanya dukungan fasilitas belajar yang baik membuat peserta didik termotivasi untuk belajar dan mempelajari materi belajar dari fasilitas yang mereka Rekapitulasi Hasil Penelitian Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Tabel 4. 13 rata Ae rata angket yang diberikan kepada peserta didik dan guru memiliki persentase dengan nilai 73% dan 87% yang masuk dalam kategori tinggi dan hasil total atau hasil kesimpulan persentase motivasi belajar peserta didik didapatkan dengan menghitung ( jumlah nilai angket peserta didik X 80%) ( jumlah nilai angket guru X 20%) = 76% . Sehingga hasil kesimpulan secara keseluruhan dari analisis motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA SMP Methodist Ae 9 Medan di era new normal memiliki persentase sebesar 76% dikategorikan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan responden peserta didik dan guru IPA pada motivasi belajar peserta didik pad pelajaran IPA SMP Methodist Ae 9 Medan di era new normal menunjukkan bahwa nilai dari motivasi belajar peserta didik kelas VII dan kelas Vi SMP Methodist Ae 9 Medan era new normal dengan nilai 76% dikategorikan tinggi. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 KESIMPULAN Setelah menganalisis dan membahas hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi belajar peserta didik pada pelajaran IPA SMP Methodist - 9 Medan di era new normal berada pada kategori tinggi yaitu rata Ae rata diatas 70% pada lima indikator yaitu cita Ae cita dan aspirasi peserta didik, kemampuan belajar peserta didik, upaya guru dalam pembelajaran IPA, kondisi lingkungan peserta didik dan sarana dan prasarana pembelajaran peserta didik Dan pada kategori sedang 67 % yaitu kondisi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA