Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya P-ISSN: 2303-1565 Tersedia online di http://e-journal. id/index. php/equilibrium/index E-ISSN: 2502-1575 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro Ridaul Innayah1. Hendra Purwanto1. Handaru Indrian Sasmito Adi1. Candra Aeni1 Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe. Jl. Manunggal 61 Tuban. Jawa Timur. Indonesia, 62381, innayahridaul@gmail. Abstrak Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro merupakan matakuliah yang penting untuk dikuasai oleh mahasiswa Pendidikan Ekonomi, khususnya pada materi permintaan dan penawaran. Hal ini mengingat profil lulusan yang akan dihasilkan oleh Prodi Pendidikan Ekonomi, diantaranya adalah lulusan yang mampu bekerja di sektor pendidikan, perusahaan, dan sebagai wirausaha. Pada matakuliah ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk dapat memahami konsep dan teorinya saja, akan tetapi juga dituntut dapat memecahkan permasalahan dalam soal-soal Agar dapat menyelesaikan masalah pengantar ilmu ekonomi mikro dengan baik, mahasiswa perlu banyak mengerjakan latihan soal. Akan tetapi dari hasil pengamatan dosen, masih banyak mahasiswa yang hanya menyalin jawaban temannya. Fenomena tersebut menjadikan kurang efektifnya tujuan pembelajaran, khususnya dalam kemampuan pemecahan masalah yang bagus. Motivasi belajar dan kualitas pembelajaran adalah faktor yang berperan penting dalam kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini: mencari tahu bagaimana pengaruh secara parsial motivasi belajar dan kualitas pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro, serta bagaimana motivasi belajar dan kualitas pembelajaran secara simultan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah : . terdapatpengaruh positif motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam matakuliah PIE mikro sebesar 38,9%, . kualitas pembelajaran mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dalam matakuliah PIE mikro sebesar 43,6%, dan . Secara simultan motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah PIE mikro sebesar 45,6%. Kata kunci: Motivasi Belajar. Kualitas Pembelajaran. Kemampuan Mahasiswa. Pemecahan Masalah. dan PIE mikro. Diterima. 14-06-2023 Accepted 17-07-2023 Diterbitkan 30-07-2023 The effect of learning motivation, and the quality of student learning on the ability to solve micro PIE problems Abstract Introductory microeconomics course is an important to be mastered by Economics Education students, particularly in terms of supply and demand. This is considering the graduate profile that will be produced by the Economics Education Study Program, some are graduates who are able to work in the education sector, companies, and as entrepreneurs. In this course, students was not only required to understand theory, but also must be able to solve economic problems. To be able to do it, students need to do a lot of practice questions. The results of observations, there was still many students who just copied his friend's work. This phenomenon made less effective the purpose of learning, particularly in good problemsolving skills. Learning motivation and quality of learning are factors that play an important role in problem solving abilities. Based on this background, this research aim to: the effect of learning motivation and the quality of learning on DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2023 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 159 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. problem solving abilities partially or simultaneously. This study used multiple regression. The results of this study are: . learning motivation has a positive effect on students' problem-solving abilities in the introductory microeconomics course of 38. 9%, . the quality of learning has a positive effect on students' problem solving abilities in the introductory microeconomics course of 6%, and . learning motivation and the quality of student learning has a positive effect simultaneously on the ability to solve problems introductory microeconomics by 45. Keywords: Learning Motivation. Quality of Learning. Student Ability. Problem Solving. Introductory Microeconomics Received. 14-06-2023 Accepted 17-07-2023 Published 30-07-2023 PENDAHULUAN Prodi Pendidikan Ekonomi bertujuan mencetak lulusan yang berkualitas dan siap Dalam upaya pencapaian tujuannya tersebut, salah satu yang telah dilakukan Prodi Pendidikan Ekonomi adalah dengan menyajikan beberapa matakuliah yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan relevan dengan perkembangan jaman, dunia kerja pada Salah satu matakuliah yang dipelajari pada Prodi Pendidikan Ekonomi adalah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro merupakan matakuliah yang mempelajari ekonomi mikro secara mendasar seperti teori permintaan dan penawaran, keseimbangan pasar, elastisitas permintaan dan penawaran, serta teori produksi dan biaya produksi. Pada matakuliah ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk dapat memahami konsep dan teorinya saja, akan tetapi mahasiswa juga dituntut untuk dapat memecahkan permasalahan dalam soal-soal ekonomi. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro merupakan salah satu matakuliah yang penting untuk dikuasai oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi, khususnya pada materi permintaan dan penawaran. Hal ini mengingat profil lulusan yang akan dihasilkan oleh Prodi Pendidikan Ekonomi, yaitu lulusan yang mampu bekerja di sektor pendidikan, perusahaan, sebagai wirausaha, maupun di sektor perbankan. Sebagai calon pendidik Ekonomi baik sebagai guru ataupun tutor, mahasiswa nantinya harus mampu menjelaskan teori permintaan dan penawaran disertai perhitungan matematisnya. Sebagai lulusan yang juga disiapkan sebagai wirausaha dan lulusan yang juga mampu bekerja di perusahaan, materi permintaan dan penawaran sangat penting untuk dipelajari, hal itu karena sebagai seorang wirausaha harus mampu memperhitungkan secara tepat jumlah penawaran yang akan dilakukan ataupun memperhitungkan perkiraan permintaan yang akan dilakukan oleh konsumen. Secara garis besar tujuan dari masing-masing matakuliah dapat tercapai jika kualitas pembelajaran yang dihasilkan memadai. Kualitas pembelajaran adalah intensitas kerjasama dan keterikatan guru, peserta didik, bahan ajar, sistem, dan sarana prasarana pembelajaran dalam memperoleh hasil belajar yang optimal sesuai dengan tuntutan kurikuler (Siswa et al. , n. Sedangkan menurut (Supriatna, 2. , dinyatakan sebagai keterikatan yang sistematis meliputi dosen, mahasiswa, sistem pembelajaran, dan peralatan yang mendukung guna memperoleh hasil sesuai kurikulum yang berlaku. Dari definisi-definisi tersebut, kualitas pembelajaran Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya | 160 Vol 11 No 2 Halaman 158-166 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. pengantar ilmu ekonomi mikro dapat dikatakan sebagai level tercapainya tujuan pembelajaran yang diperoleh dari setiap pertemuan/perkuliahan pengantar ilmu ekonomi mikro yang telah dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dalam mempelajari materi Kualitas pembelajaran penelitian ini dikhususkan pada kualitas belajar mahasiswa, dimana tolok ukurnya dibatasi pada sikap mahasiswa waktu mengikuti perkuliahan pengantar ilmu ekonomi mikro, dan iklim pembelajaran. Kualitas pembelajaran pengantar ilmu ekonomi mikro dikatakan bagus jika mahasiswa menguasai materi yang telah disampaikan oleh dosen, yang salah satunya ditandai adanya kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah yang bagus. Hal ini sependapat dengan (Amin et al. , 2. bahwa salah satu penyebab kurangnya level problem solving siswa disebabkan oleh kualitas pembelajaran. Kemampuan pemecahan masalah tidak mudah didapati oleh siswa, sehingga proses pembelajaran yang diterapkan haruslah dapat membantu dan melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut, (Sitompul et al. , 2. Menurut Krulik & Rudnick dalam (Winardi, 2. pemecahan masalah adalah upaya siswa untuk menemukan solusi atas situasi yang tak lumrah dengan menggunakan ilmu, serta keterampilan yang telah didapatkan. (Lailiyyah et al. , 2. juga mendefinisikannya sebagai kemampuan penyelesaian suatu kasus, dimana kasus atau masalah tersebut sifatnya tidak terjadi setiap hari. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang sifatnya tidak rutin, (Sembiring, 2. Berdasar beberapa pengertian di atas, kemampuan pemecahan masalah dapat diartikan sebagai kemampuan mahasiswa dalam menggunakan pengetahuannya meliputi konsep, teori, dan rumus untuk menyelesaikan masalah dalam soal-soal pengantar ilmu ekonomi mikro. Agar dapat menyelesaikan masalah/soal pengantar ilmu ekonomi mikro dengan baik, biasanya mahasiswa perlu banyak mengerjakan latihan soal. Akan tetapi dari hasil pengamatan dosen, menunjukkan bahwa fakta di kelas masih banyak mahasiswa yang hanya menyalin atau mengcopy paste pekerjaan temannya. Adanya fenomena tersebut menjadikan kurang efektifnya tujuan dari pembelajaran, khususnya dalam kemampuan pemecahan masalah dan kualitas pembelajaran yang bagus. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kemampuan pemecahan masalah mahasiswa adalah motivasi Siswa akan rajin, ulet, dan gigih dalam upaya pemecahan masalah jika motivasi belajarnya bagus,(Rahmah et al. , 2. Menurut (Sappaile & Pristiwaluyo, 2. , motivasi belajar ialah kekuatan intern yang menggerakkan siswa untuk meraih prestasi setinggi mungkin dengan standar Motivasi belajar merupakan hasrat yang berasal dari dalam diri untuk melaksanakan kegiatan demi tercapai tujuan yang diinginkan, (Nisrina, 2. Selanjutnya motivasi belajar dapat dinyatakan sebagai kekuatan intern yang menyebabkan kegiatan belajar yang keberlanjutan sampai tercapainya apa yang diinginkan (Sari, 2. Menurut (Aurora & Effendi, 2. beberapa tanda jika siswa memiliki motivasi belajar adalah adanya keinginan untuk berhasil, senang mengerjakan tugas, merasa belajar Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya | 161 Vol 11 No 2 Halaman 158-166 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. sebagai salah satu kebutuhannya, senang mengerjakan tugas dan senang menghadapi masalah/kesulitan. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi diharapkan mahasiswa bersemangat dan tergerak untuk terus mau belajar dan mengerjakan semua latihan soal yang diberikan oleh dosen secara mandiri yang selanjutnya akan mendukung tercapainya kemampuan pemecahan masalah yang bagus. Berdasarkan uraian di atas tujuan penelitian ini adalah: mencari tahu pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah pengantar ilmu ekonomi mikro, bagaimana pengaruh kualitas pembelajaran terhadap kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah pengantar ilmu ekonomi mikro, serta bagaimana secara simultan motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah pengantar ilmu ekonomi mikro. METODE Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif jenis survei dengan metode analisis regresi berganda. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unirow Tuban angkatan 2022 khususnya kelas Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro yang terbagi dalam 2 kelas. Adapun metode pemilihan sample menggunakan simple random sampling sehingga seluruh responden berkesempatan terpilih sebagai subjek. Dari total angket yang terkumpul dan hasil perhitungan sampling, diperoleh 43 mahasiswa sebagai Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Angket yang digunakan adalah angket tertutup menggunakan skala likert yang terdiri dari beberapa pernyataan dimana responden diberikan pilihan jawaban dari skala 1 sampai 4. Sebelum disebar kepada responden, angket diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar dan kualitas pembelajaran Adapun dokumentasi menggunakan data nilai tugas pada teori permintaan dan penawaran untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Data dalam penelitian ini dianalisa dengan uji regresi berganda. Agar hasilnya tidak bias data diuji asumsi klasik terlebih dahulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji asumsi klasik sebagai syarat regresi berganda adalah sebagai berikut: Nilai Asymp. Sig. -taile. Kolmogorovsmirnov tes adalah 0,263 > 0,05 artinya variabel penelitian berdistribusi normal. Nilai VIF dan nilai tolerance dari uji multikolinieritas sebesar 1,552 dan 0,10 yang artinya data terbebas dari multikolinieritas. Kemudian untuk uji heteroskedastisitas menggunakan uji glejser yang hasilnya nilai signifikansi masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen AbsUt adalah>0,05 yang artinya terbebas dari heteroskedastisitas. Adapun hasil pengujian regresi berganda dapat dilihat pada tabel berikut: Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya | 162 Vol 11 No 2 Halaman 158-166 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. Tabel 1. Uji Hipotesis (Uji . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Dependent Variable:Y Berdasarkan tabel 1. diketahui bahwa nilai signifikansi variabel motivasi belajar (X. 0,016 dan kualitas pembelajaran mahasiswa (X. memiliki nilai signifikansi 0,005 yang berarti masing-masing variabel baik motivasi belajar maupun kualitas pembelajaran mahasiswa memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kemudian jika dilihat dari nilai koefisien regresi, variabel X1 bernilai positif sebesar 0,389 yang artinya setiap kenaikan motivasi belajar sebesar 1, maka kemampuan pemecahan masalah juga meningkat sebesar 0,389. Variabel X2 memiliki koefisien regresi senilai 0,436. artinya kenaikan kualitas pembelajaran mahasiswa sebesar 1, kemampuan pemecahan masalah juga meningkat sebesar 0,436. Adapun untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Uji Hipotesis (Uji F) ANOVA Sum of Model Squares 1 Regression Residual Total Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Mean Square Sig. Melihat hasil pengujian pada tabel 2, probabilitas signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya | 163 Vol 11 No 2 Halaman 158-166 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. Dalam rangka menjawab rumusan masalah dan hipotesis dalam penelitian ini, akan dipaparkan hasil pengujian statistik yang terdapat pada tabel-tabel di atas: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah PIE Mikro Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Artinya mahasiswa yang motivasi belajarnya meningkat akan diikuti oleh peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki, dan sebaliknya. Mahasiswa yang termotivasi untuk belajar biasanya akan semangat mengerjakan semua tugas dari dosen, sehingga akan terbiasa mengerjakan berbagai latihan soal dan terasah untuk memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan pernyataan (Rahmah et al. , 2. yang menyatakan bahwa mahasiswa akan rajin, ulet dan gigih mengerjakan tugas, menyelesaikan masalah dan rintangan belajar apabila motivasi belajarnya bagus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien regresi motivasi belajar sebesar 0,389. Dengan kata lain kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam matakuliah pengantar ilmu ekonomi mikro dipengaruhi secara positif sebesar 38,9% oleh motivasi belajar. Sehingga dapat dikatakan motivasi belajar memiliki peran penting dalam pencapaian kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian terdahulu yang relevan diantaranya hasil penelitian dari (Wulandari et al. , 2. yang menyatakan motivasi belajar memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian yang dilakukan oleh (Nisrina, 2. yaitu terdapat pengaruh langsung signifikan minat dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan juga hasil penelitian (Ayunia & Marlena, 2. yaitu motivasi belajar berpengaruh secara parsial terhadap kemampuan pemecahan masalah. Pengaruh Kualitas Pembelajaran Mahasiswa Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah PIE Mikro Menurut hasil pengujian hipotesis dengan statistik, kualitas pembelajaran mahasiswa memiliki taraf signifikansi sebesar 0,005 yang artinya kualitas pembelajaran mahasiswa juga berpengaruh secara parsial terhadap kemampuan pemecahan masalah. Sehingga dapat dikatakan tinggi rendahnya kemampuan mahasiswa dalam pemecahan masalah ditentukan oleh baik buruknya kuallitas Pernyataan tersebut senada dengan pendapat dari (Rahmawati & Anggria Septiani Mulbasari, 2. yaitu kualitas pembelajaran menjadi salah satu sebab tingkat pemecahan masalah menjadi rendah. Pada penelitian ini koefisien regresi variabel kualitas pembelajaran adalah 0,436 sehingga dapat dikatakan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam matakuliah pengantar ilmu Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya | 164 Vol 11 No 2 Halaman 158-166 Pengaruh motivasi belajar, dan kualitas pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah PIE mikro (Innaya. ekonomi mikro sebesar 43,6% dipengaruhi secara positif oleh kualitas pembelajaran Pengaruh Motivasi Belajar dan Kualitas Pembelajaran Mahasiswa Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah PIE Mikro Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi kedua variabel independen pada uji F adalah 0,000 < 0,05 dan nilai Adjusted R Square 0,456 yang memiliki arti motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa menjelaskan kemampuan pemecahan masalah sebesar 45,6%, sedangkan sisanya sebesar 54,4% dijelaskan oleh faktor lain yg tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasar hasil tersebut diketahui motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa secara simultan memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Semakin tinggi motivasi belajar dan semakin bagus kualitas pembelajaran yang dimiliki mahasiswa, maka semakin bagus pula kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, khususnya dalam matakuliah pengantar ilmu ekonomi mikro. SIMPULAN Beberapa yang dapat disimpulkan pada penelitian ini sebagai berikut: Motivasi belajar memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam matakuliah pengantar ilmu ekonomi mikro secara positif sebesar 38,9%. Kualitas pembelajaran mahasiswa memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dalam matakuliah pengantar ilmu ekonomi mikro secara positif sebesar 43,6%. Secara simultan motivasi belajar dan kualitas pembelajaran mahasiswa berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam pengantar ilmu ekonomi mikro secara positif sebesar 45,6%. DAFTAR PUSTAKA