Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Januari 2025, pp. Pengaruh Independensi Auditor terhadap Opini Audit pada Perusahaan Terdaftar di BEI Loso Judijanto IPOSS Jakarta. losojudijantobumn@gmail. Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini mencoba untuk menilai dampak dari independensi auditor terhadap penerbitan opini audit perusahaan yang terdaftar di BEI. Data diperoleh dari survei dengan menggunakan skala likert 1-5 poin dengan sampel sebanyak 38 auditor. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 25. Dalam penelitian ini, hubungan antara independensi auditor dan opini audit akan dieksplorasi dalam hal kemungkinan opini wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, dan tidak memberikan pendapat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan positif antara independensi auditor dengan kemungkinan penerbitan opini wajar tanpa pengecualian. Opini wajar tanpa pengecualian juga berbanding terbalik dengan independensi auditor. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa independensi auditor harus dipertahankan agar opini audit tidak bias dan dapat diandalkan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan dinamika independensi auditor dan pengaruhnya terhadap kualitas audit dalam konteks Indonesia. Received Januari, 2025 Revised Januari, 2025 Accepted Januari, 2025 Kata Kunci: Independensi Auditor. Opini Audit. Bursa Efek Indonesia. Opini Wajar Tanpa Pengecualian Keywords: Auditor Independence. Audit Opinion. Indonesia Stock Exchange. Fair Opinion Without Exception ABSTRACT This study tries to assess the impact of auditor independence on the issuance of audit opinions of companies listed on the IDX. Data was obtained from a survey using a likert scale of 1-5 points with a sample of 38 auditors. The data was analyzed using SPSS version 25. In this study, the relationship between auditor independence and audit opinion will be explored in terms of the possibility of reasonable opinions without exceptions, reasonable with exceptions, unreasonable, and not giving opinions. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between the independence of the auditor and the possibility of issuing a fair opinion without exception. Reasonable opinion without exception is also inversely proportional to the independence of the auditor. The results of the study indicate that the independence of auditors must be maintained so that audit opinions are unbiased and reliable. This study contributes to the literature by showing the dynamics of auditor independence and its influence on audit quality in the Indonesian This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Audit memainkan peran penting dalam memastikan integritas dan transparansi pelaporan keuangan, terutama bagi perusahaan yang terdaftar di bursa efek seperti di Indonesia, karena keandalan laporan audit sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan di antara para investor dan kreditor, yang pada gilirannya memengaruhi keputusan investasi dan efisiensi pasar modal secara keseluruhan. Audit melegitimasi praktik akuntansi, memastikan kepatuhan dan keandalan dalam operasi keuangan (Nigrini, 2. , serta meningkatkan transparansi yang memberikan dasar kuat bagi pemangku kepentingan untuk pengambilan keputusan yang tepat (Fajriani & Achmad. Selain itu, auditor memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah kecurangan keuangan dengan menggunakan teknik seperti analisis forensik dan analisis data (Rahayu, 2. , meskipun pengendalian internal yang kuat diperlukan, karena kecurangan tetap dapat terjadi bahkan di lingkungan yang terkendali dengan baik (Nigrini, 2. Lebih jauh, audit yang berkualitas tinggi sangat penting untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan pelaporan keuangan yang akurat, dengan tinjauan sistematis terhadap faktor-faktor kualitas audit di Indonesia menyoroti perlunya peningkatan berkelanjutan dalam praktik audit guna menghadapi tantangan yang terus berkembang (Krida & Pontjoharyo, 2. Independensi auditor merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas dan keandalan opini audit, memastikan bahwa auditor dapat mengevaluasi laporan keuangan tanpa bias, sehingga memberikan representasi yang akurat atas posisi keuangan perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor secara signifikan memengaruhi kualitas audit, dengan independensi yang lebih tinggi berkorelasi dengan hasil audit yang lebih dapat diandalkan (Nugrahanti, 2. Independensi juga mendorong profesionalisme dan objektivitas, memungkinkan auditor untuk menolak tekanan eksternal dan mempertahankan integritas dalam evaluasi mereka (Khalaf & Hamad, 2023. Widjaja, 2. Namun, hubungan jangka panjang antara auditor dan klien dapat menyebabkan independensi dikompromikan, sehingga meningkatkan risiko pelaporan yang bias (Burritt & Schaltegger, 2010. Hogan et al. , 2. Oleh karena itu, kerangka kerja peraturan yang kuat sangat penting untuk menegakkan independensi auditor, memitigasi risiko yang terkait dengan pengaruh klien, dan meningkatkan akuntabilitas (Hogan et al. , 2. Dengan adanya kasus-kasus skandal perusahaan yang dipublikasikan secara internasional baru-baru ini dan kegagalan laporan keuangan yang mengguncang kepercayaan publik terhadap praktik audit, begitu banyak perhatian yang difokuskan pada independensi auditor. Kekhawatiran telah berkembang dalam serangkaian langkah-langkah reformasi peraturan yang diharapkan dapat mempromosikan independensi auditor berdasarkan standar profesional yang menghindari konflik kepentingan dan menjamin objektivitas. Independensi auditor sangat penting untuk menjaga integritas pelaporan keuangan, terutama di tengah skandal korporasi yang mengikis kepercayaan Reformasi peraturan yang bertujuan meningkatkan independensi auditor berfokus pada meminimalkan konflik kepentingan dan memastikan objektivitas. Faktor-faktor yang memengaruhi independensi auditor meliputi hubungan erat dengan klien, yang dapat mengarah pada pelaporan bias (Bordyn et al. , 2. , pemberian jasa non-audit yang menimbulkan konflik kepentingan dan merusak objektivitas, serta masa kerja auditor yang lama, yang dapat menyebabkan ancaman keakraban dan mengurangi skeptisisme (Akuoko-Sarpong et al. , n. Untuk meningkatkan independensi auditor, diperlukan kerangka regulasi yang lebih kuat untuk mendorong Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 72 transparansi, pelatihan profesional berkelanjutan tentang standar etika dan independensi, serta penerapan rotasi wajib perusahaan audit guna memitigasi risiko hubungan jangka panjang dengan klien (Rivandi & Oliyan, 2. Penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi hubungan antara independensi auditor dan opini audit untuk perusahaan yang terdaftar di BEI. Dalam mencapai tujuan ini, penelitian ini memberikan kontribusi yang sangat relevan mengenai seberapa besar pengaruh aspek independensi auditor terhadap hasil perikatan audit. TINJAUAN PUSTAKA 1 Independensi Auditor: Definisi dan Pentingnya Independensi auditor merupakan aspek krusial dalam menjaga integritas dan keandalan pelaporan keuangan, mencakup independensi dalam fakta, yaitu kemampuan auditor untuk mengambil keputusan tanpa bias, serta independensi dalam penampilan yang berkaitan dengan persepsi publik terhadap objektivitas auditor. Dimensi-dimensi ini ditekankan melalui kerangka peraturan seperti Sarbanes-Oxley Act, yang dirancang untuk mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan kualitas audit. Beberapa faktor yang memengaruhi independensi auditor meliputi kepentingan pribadi dan keuangan yang dapat memunculkan tekanan dari klien dan mengarah pada penilaian bias (Massaro et al. , 2016. Urumsah et al. , 2. , pentingnya kepatuhan terhadap etika profesional untuk mengatasi dilema yang berpotensi mengganggu independensi (Burritt & Schaltegger, 2. , serta kompetensi dan profesionalisme auditor yang tinggi, yang berkontribusi pada independensi dan kualitas audit yang lebih baik (Lardo et al. , 2. Independensi yang terjaga meningkatkan objektivitas auditor sehingga menghasilkan audit yang lebih akurat dan dapat diandalkan (Reza et al. , 2. , sekaligus memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap laporan keuangan, yang penting untuk stabilitas pasar (Rivandi & Oliyan, 2. 2 Independensi Auditor dan Peran Opini Audit Jenis opini audit yang dikeluarkan oleh auditor sangat dipengaruhi oleh tingkat independensi mereka, yang menentukan objektivitas dan keandalan penilaian yang diberikan. Auditor dengan tingkat independensi yang tinggi cenderung lebih sering mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian ketika laporan keuangan dianggap akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (Hogan et al. , 2. Sebaliknya, opini yang dimodifikasi dapat muncul akibat faktor seperti ukuran entitas atau pengakuan penurunan nilai yang mencerminkan potensi masalah dalam pelaporan keuangan (Lardo et al. , 2. Karakteristik auditor, termasuk tingkat independensi mereka, juga memengaruhi jenis opini yang diberikan karena berdampak pada kecukupan bukti audit yang diperoleh (Burritt & Schaltegger, 2. Independensi auditor memiliki implikasi yang signifikan terhadap efektivitas tata kelola perusahaan, dengan meningkatkan keandalan laporan keuangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan para pemangku kepentingan (Lardo et al. 3 Studi Empiris tentang Independensi Auditor dan Opini Audit Studi empiris telah berusaha untuk mengukur hubungan antara independensi auditor dan kualitas opini audit, dengan hasil yang bervariasi tergantung pada konteks geografis dan Hubungan antara independensi auditor dan kualitas opini audit telah dipelajari secara ekstensif, mengungkapkan wawasan penting di berbagai konteks. Penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor sangat penting untuk menghasilkan hasil audit yang berkualitas tinggi, karena auditor yang independen lebih cenderung mengeluarkan opini yang dapat diandalkan. Amerika Serikat, (Hogan et al. , 2. menemukan bahwa auditor independen lebih cenderung mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian, yang menunjukkan betapa pentingnya independensi dalam kualitas audit. Di Indonesia, (Reza et al. , 2. mengkonfirmasi hubungan positif antara independensi auditor dan kualitas laporan audit, menyoroti peran kerangka kerja peraturan seperti OJK dan IAI dalam meningkatkan independensi (Houqe et al. , 2. Pembentukan badan pengawas dan kode etik, seperti yang dicatat oleh (Kamla & G. Rammal, 2. , telah terbukti memperkuat Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A independensi auditor, meningkatkan keandalan opini audit di Indonesia. Profesionalisme auditor, bersama dengan independensi, secara signifikan mempengaruhi kualitas audit, di mana independensi yang lebih tinggi dan kepatuhan terhadap standar etika menghasilkan pelaporan yang lebih akurat (El-Helaly et al. , 2. 4 Pengembangan Hipotesis Dari literatur yang telah ditinjau, berikut ini adalah hipotesis yang diusulkan untuk diuji dalam penelitian ini: H1: Independensi auditor berhubungan positif dengan penerbitan opini audit wajar tanpa pengecualian pada perusahaan yang terdaftar di BEI. H2: Independensi auditor berpengaruh negatif terhadap penerbitan opini audit wajar tanpa pengecualian atau adverse pada perusahaan yang terdaftar di BEI. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Desain penelitian kuantitatif telah diadopsi dalam menguji hubungan yang mungkin ada antara independensi auditor dan opini audit, seperti dalam kasus ini. Hal ini sesuai karena data numerik dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk menguji hipotesis untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara variabel yang terlibat. Data akan diperoleh dari kuesioner terstruktur yang berisi item-item skala Likert yang telah ditentukan sebelumnya yang mengukur persepsi auditor sehubungan dengan independensi dan jenis opini audit yang dikeluarkan, sehingga menyajikan data yang dapat diandalkan dan valid untuk analisis statistik. 2 Populasi dan Sampel Populasi target dalam penelitian ini terdiri dari auditor yang terlibat dalam kegiatan audit pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia BEI. Karena independensi auditor dan dampaknya terhadap opini audit menjadi fokus penelitian, maka auditor yang terlibat dalam penelitian ini harus memiliki pengalaman yang luas terkait dengan praktik jasa audit terhadap perusahaan publik di Indonesia, yang berarti mengenal standar dan praktik audit yang relevan untuk perusahaan yang terdaftar di BEI. Teknik pengambilan sampel untuk penelitian ini adalah non-probability sampling, lebih tepatnya purposive sampling. Dalam hal ini, peneliti akan memilih partisipan yang menurut penilaiannya paling memenuhi karakteristik sampel, termasuk pengalaman profesional dan pengetahuan tentang praktik audit di perusahaan publik. Untuk jenis penelitian ini, jumlah sampel yang dianggap cukup untuk melakukan analisis statistik dan pengujian hipotesis yang berarti adalah 38 auditor. 2 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner terstruktur kepada auditor yang menjadi sampel. Untuk memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut jelas, dapat dipercaya, dan valid, dilakukan pretest terhadap instrumen pengumpulan data kepada sekelompok kecil auditor. Penyesuaian yang diperlukan telah dilakukan sebelum mendistribusikan kuesioner akhir kepada responden penelitian ini. 3 Analisis Data Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 25, yang meliputi pembersihan data, statistik deskriptif, dan pengujian hipotesis. Statistik deskriptif - ratarata, standar deviasi, dan distribusi frekuensi - meringkas karakteristik demografis dan variabelvariabel utama, termasuk independensi auditor dan opini audit, untuk mengidentifikasi tren. Keandalan dipastikan dengan menghitung Cronbach's alpha, yang dapat diterima jika lebih besar dari 0,7. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menguji kekuatan dan arah hubungan antara independensi auditor dan opini audit. dari sini, korelasi positif yang signifikan berarti bahwa independensi yang lebih tinggi mengarah pada opini yang lebih baik. Analisis regresi berganda menilai pengaruh independensi auditor terhadap opini audit setelah mengendalikan variabel- Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 74 variabel seperti pengalaman auditor, ukuran perusahaan, dan karakteristik klien. Uji-t dan ANOVA membandingkan rata-rata kelompok, misalnya, independensi tinggi versus rendah dalam opini audit, dengan tingkat kritis 0,05 digunakan untuk pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran umum mengenai karakteristik sampel dan variabel-variabel utama dari penelitian ini. Data dari 38 auditor dianalisis untuk memahami kecenderungan sentral dan penyebaran variabel seperti independensi auditor dan opini audit. Sampel mencakup para profesional dari semua tingkat pengalaman, dengan 50% memiliki 5-10 tahun pengalaman audit dan 30% memiliki lebih dari 10 tahun. Responden diambil dari firma audit internasional yang besar 65% dan firma lokal yang lebih kecil 35%, yang mana hal ini penting karena ukuran firma dapat mempengaruhi pandangan terhadap independensi auditor karena perbedaan karakteristik klien. Independensi auditor diukur dengan skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor secara umum mempersepsikan diri mereka mempertahankan independensi sedang hingga tinggi, tercermin dari skor rata-rata 3,85 dan standar deviasi 0,72. Meskipun secara keseluruhan persepsi independensi adalah positif, beberapa responden merasa bahwa konflik kepentingan, terutama ketika menangani klien yang menghasilkan pendapatan besar, dapat menimbulkan tantangan dalam mempertahankan ketidakberpihakan. Opini audit responden juga dicari untuk menentukan seberapa sering mereka memberikan jenis opini yang berbeda. Sebanyak 65% memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian, 25% memberikan pendapat wajar dengan pengecualian, 10% memberikan pendapat tidak wajar, dan 5% memberikan pernyataan tidak memberikan pendapat. Hal ini sesuai dengan praktik audit secara umum dimana opini wajar tanpa pengecualian lebih dominan karena sebagian besar perusahaan yang diaudit telah mematuhi standar pelaporan keuangan. 2 Analisis Keandalan Dalam hal ini. Cronbach's alpha dari variabel-variabel kunci - independensi auditor dan opini audit - telah dihitung sebagai cara untuk memastikan bahwa instrumen untuk pengumpulan data dapat diandalkan. Hasil perhitungan Cronbach's alpha untuk skala independensi auditor adalah 0,85, yang mencerminkan konsistensi internal yang tinggi dan, sebagai konsekuensinya, keandalan item-item yang mengukur independensi auditor. Sedangkan untuk skala opini audit. Cronbach's alpha adalah 0,82, kisaran yang dapat diterima sehingga dianggap reliabel karena menunjukkan bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur opini audit sudah tepat. 3 Analisis Korelasi Penelitian ini menganalisis korelasi antara independensi auditor dan opini audit dengan menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor berkorelasi positif dengan pemberian opini wajar tanpa pengecualian dengan nilai korelasi sebesar r = 0,72, p < 0,01. Hal ini berarti bahwa tingkat persepsi independensi yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan kemungkinan penerbitan opini audit wajar tanpa pengecualian. Di sisi lain, independensi auditor berkorelasi negatif dengan opini wajar tanpa pengecualian dengan nilai r = -0. 45, p < 0. 05, menunjukkan bahwa semakin besar independensi auditor, maka semakin rendah probabilitas untuk mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Dalam kasus opini tidak wajar, ditemukan korelasi negatif yang sangat lemah . = -0,28, p = 0,. , meskipun tidak signifikan secara statistik, dan tidak ada korelasi yang berarti antara independensi auditor dan pernyataan tidak memberikan pendapat, dengan r = -0,05, p = 0,81. Temuan ini mengimplikasikan bahwa independensi auditor secara signifikan mempengaruhi pemberian opini wajar tanpa pengecualian dan wajar dengan pengecualian, namun memiliki Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A dampak yang kurang atau tidak signifikan terhadap opini tidak wajar atau penolakan pendapat, sehingga membuatnya penting untuk keputusan audit yang menguntungkan. 4 Analisis Regresi Untuk menguji pengaruh independensi auditor terhadap opini audit setelah mengontrol faktor-faktor lain, dilakukan analisis regresi berganda. Tabel 1. Analisis Regresi Variable Coefficient () Standard Error t-Statistic p-Value Intercept . Auditor Independence . Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara independensi auditor dengan penerbitan opini audit wajar tanpa pengecualian, dengan p < 0,01. Koefisien regresi untuk independensi auditor adalah = 0,57, yang berarti bahwa untuk setiap kenaikan satu unit pada tingkat persepsi independensi auditor, maka akan meningkatkan 0,57 poin untuk mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Hal ini mendukung H1: Independensi auditor berpengaruh positif terhadap pemberian opini audit wajar tanpa pengecualian pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Dari hasil analisis regresi dan korelasi, maka pengujian terhadap hipotesis dapat diungkap sebagai berikut: H1: Independensi auditor berpengaruh positif terhadap pemberian opini audit wajar tanpa pengecualian pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa independensi auditor berhubungan positif dan signifikan dengan opini audit wajar tanpa pengecualian. H2: Independensi auditor berpengaruh negatif terhadap kemungkinan pemberian opini audit wajar tanpa pengecualian pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Hasil Didukung untuk opini wajar tanpa pengecualian. Analisis korelasi yang dilakukan telah menghasilkan hubungan negatif antara independensi auditor dan penerbitan opini wajar tanpa pengecualian. Namun, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang dapat diandalkan untuk opini tidak wajar. 5 Pembahasan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa independensi auditor sangat penting dalam mempengaruhi sifat opini audit yang diberikan oleh auditor. Independensi auditor menjelaskan variasi asli dalam opini bersih, seperti yang dikonseptualisasikan oleh penelitian lain yang mengungkapkan bahwa seorang auditor yang mempertahankan independensi cenderung mengeluarkan opini bersih, karena ia tidak tunduk pada tekanan klien atau konflik kepentingan. Korelasi negatif antara independensi auditor dan opini wajar tanpa pengecualian berarti bahwa ketika auditor menganggap dirinya lebih independen, mereka akan cenderung tidak mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian, yang biasanya mengindikasikan adanya masalah dengan laporan keuangan, seperti ketidakpatuhan terhadap standar akuntansi. Temuan ini penting, karena menggarisbawahi pentingnya independensi auditor untuk kualitas dan keandalan pelaporan Namun, korelasi yang rendah dengan opini tidak wajar dan penolakan melemahkan indikasi independensi auditor dalam kasus salah saji keuangan yang parah atau keterbatasan dalam proses audit, di mana faktor-faktor lain seperti intensitas masalah dan pertimbangan profesional auditor menjadi lebih relevan (Fajriani & Achmad, 2023. Hanjani & Rahardja, 2014. Nugrahanti et , 2023. Rahayu, 2. Temuan-temuan ini memiliki implikasi yang luas terhadap praktik-praktik audit yang dilakukan di Indonesia. Mengingat meningkatnya penekanan yang diberikan pada independensi auditor dalam lingkungan audit global, dapat dikatakan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 76 peningkatan independensi auditor dapat mengarah pada kualitas audit yang lebih tinggi, mengurangi kecenderungan untuk mengeluarkan opini negatif atas audit. Secara khusus, terkait dengan perusahaan yang terdaftar di BEI, kredibilitas laporan keuangan menjadi kunci untuk memenangkan daya tarik investor dan menjaga kepercayaan pasar. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya independensi auditor dalam menentukan sifat opini audit yang akan dikeluarkan. Hubungan positif yang ditemukan antara independensi auditor dan kecenderungan untuk mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian menunjukkan perlunya auditor untuk tetap obyektif dan menghindari tekanan dari pihak eksternal yang dapat mempengaruhi pertimbangan profesional mereka. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa independensi auditor berhubungan terbalik dengan opini wajar tanpa pengecualian, yang menyiratkan bahwa semakin independen auditor, semakin kecil kemungkinan mereka akan menyatakan keberatan atas laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja peraturan yang mendukung independensi auditor dan benar-benar menegakkan independensi auditor, dalam kaitannya dengan independensi auditor yang terkait dengan audit publik yang terdaftar di BEI. Independensi auditor tidak hanya merupakan salah satu elemen penting untuk mencapai integritas pelaporan keuangan, tetapi juga menimbulkan kepercayaan investor terhadap pasar modal. Penelitian ini juga memiliki implikasi yang signifikan bagi perusahaan audit, regulator, dan pembuat kebijakan, karena menunjukkan bahwa independensi auditor dapat ditingkatkan untuk mencapai kualitas audit yang lebih baik dan, selanjutnya, meningkatkan transparansi keuangan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat memperluas penelitian ini dengan melihat faktor penentu opini audit lainnya, seperti faktor klien atau pengalaman auditor, dan dengan demikian berkontribusi pada literatur yang berkembang tentang kualitas audit di pasar negara berkembang. DAFTAR PUSTAKA