p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH STRUKTUR DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA INDSUTRI CONSUMER NONCYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2023-2024 Yosephine Artha Noviana1. Hamfri Djajadikerta2. Amelia Setiawan3 Universitas Katolik Parahyangan. Bandung. Jawa Barat. Indonesia Email: artha. yosephine@gmail. Article History Received: 18-12-2025 Revision: 06-01-2026 Accepted: 11-01-2026 Published: 11-01-2026 Abstract. This study examines the effect of the structure and mechanisms of Good Corporate Governance (GCG) on the financial performance of companies, considering social and environmental responsibility as intervening variable. The focus is on consumer non-cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2023 to 2024. The approach used is quantitative-causal, based on secondary data from annual financial reports and sustainability reports, with a sample of 15 companies. Financial performance is measured using return on assets (ROA) and return on equity (ROE), while Good Corporate Governance (GCG) is defined based on corporate structure design and control mechanisms. Data analysis is conducted using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS software. The findings indicate that Good Corporate Governance (GCG) has a significant influence on financial performance as well as social and environmental responsibility. Furthermore. Good Corporate Governance (GCG) is also proven to significantly affect the effectiveness of governance mechanisms. However, there is no direct relationship between social and environmental responsibility and financial performance during the observation period. This study confirms that the quality of corporate governance plays an important role in improving financial performance, while the economic benefits of social and environmental commitments tend to be visible over a longer period. Keywords: Good Corporate Governance (GCG). Financial Performance. Social and Environmental Responsibility. Consumer Non-Cyclicals Abstrak. Pengkajian ini mengkaji dampak struktur juga mekanisme Good Corporate Governance (GCG) di kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan tanggung jawab sosial juga ruang lingkup guna intervening. Fokusnya adalah di perusahaan consumer non-cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2023 hingga 2024. Pendekatan yang dipakai yakni kuantitatif-kausal, berdasarkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan juga laporan yang berlanjut, dengan sampel sebanyak 15 perusahaan. Kinerja keuangan ditinjau dengan return on assets (ROA) dan return on equity (ROE), sedang Good Corporate Governance (GCG) didefinisikan berdasarkan desain struktur korporasi dan mekanisme pengendalian. Telaah data dijalankan memakai partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) memakai perangkat lunak SmartPLS. Temuan menjabarkan jika Good Corporate Governance (GCG) berdampak signifikan pada kinerja keuangan serta tanggung jawab sosial juga lingkungan. Lebih lanjut. Good Corporate Governance (GCG) juga terbukti berpengaruh signifikan pada efektivitas mekanisme tata kelola. Namun, tidak ada hubungan langsung antar tanggung jawab sosial juga lingkungan pada kinerja keuangan selama masa pengamatan. Pengkajian ini menjabarkan jika kualitas tata kelola perusahaan punya tugas utama menaikkan kinerja keuangan, sementara manfaat ekonomi dari komitmen sosial dan lingkungan biasanya terlihat dalam jangka waktu yang lebih lama. Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Kata kunci: Good Corporate Governance (GCG). Kinerja Keuangan. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Consumer Non-Cyclicals How to Cite: Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Sebagai Variabel Intervening Pada Indsutri Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7820-7832. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Industri consumer non-cyclicals memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia sebbab terkait pada pekcukupan keperluan masyarakat seperti pangan, minuman, dan produk kebutuhan rumah tangga. Pentingnya sektor ini tercermin dari porsinya dalam pengeluaran konsumsi rumah tangga, yang diperkirakan mencapai sekitar 54% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di 2024. Bagian ini oleh karena itu menjadi komponen penting dari permintaan domestik, dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,94% pada tahun yang sama (Wisnubroto, 2. Meskipun permintaan relatif stabil, kondisi tersebut tidak selalu diikuti oleh stabilitas struktur biaya perusahaan. Banyak perusahaan yang memproduksi barang consumer cyclicals terus bergantung pada bahan baku impor, yang berarti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan cost pressure dan mengakibatkan profit margin yang lebih rendah. Perubahan nilai tukar berdampak langsung pada struktur biaya perusahaan, sementara ada penelitian yang menunjukkan bahwa tekanan tersebut memengaruhi penyesuaian harga dan profitabilitas perusahaan manufaktur di Indonesia sementara (Puspita & Permatasari, 2. Tekanan biaya meningkat ketika perusahaan harus berhadapan dengan gangguan rantai pasok global yang membatasi ketersediaan bahan baku dan komponen produksi. Kondisi ini mengurangi fleksibilitas operasional perusahaan dalam menjaga kontinuitas produksi serta meningkatkan ketidakpastian pengambilan keputusan manajerial (ISM Survey Summary. Kenaikan biaya input dan keterlambatan pasokan juga tercatat sebagai tantangan utama yang menekan operational efficiency perusahaan manufaktur (CEBI Proceedings, 2. Dalam situasi tersebut, kinerja keuangan tidak hanya diatur dinamika pasar, namun serta keterampilan perusahaan dalam mengelola risiko dan menjalankan pengendalian internal secara efektif. Pengelolaan risiko dan pengendalian internal tersebut berkaitan erat dengan kualitas pengaplikasian Good Corporate Governance (GCG) guna kerangka pengawasan perusahaan. Struktur dan mekanisme GCG mengarahkan serta mengawasi pengambilan keputusan manajerial melalui peran komite audit, komisaris independen, dan kepunyaan institusional Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. dalam menjaga akuntabilitas dan membatasi perilaku oportunistik manajemen (Yuliyanti & Cahyonowati, 2. Manajemen yang kuat juga mempermudah perusahaan menjaga disiplin manajerial ketika menghadapi tekanan biaya dan ketidakpastian lingkungan bisnis. Di sisi lain, perusahaan consumer non-cyclicals berada dalam sorotan publik karena produknya bersentuhan langsung dengan konsumen, sehingga tanggung jawab sosial juga ruang lingkup menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan legitimasi usaha (Rosyadah & Takarini, 2. Meskipun demikian, alokasi sumber daya untuk program sosial dan lingkungan menambah beban biaya perusahaan, sehingga manfaat ekonominya cenderung lebih terasa dalam jangka panjang dibandingkan periode keuangan yang singkat. Desain dan tingkat penjalanan kewajiba juga lingkungan ditentukan dalam praktiknya oleh implementasi struktur dan mekanisme Good Corporate Governance di dalam perusahaan (Julia & Masyruroh, 2. Struktur tata kelola menentukan pembagian kewenangan dan proses pengambilan keputusan, sementara mekanisme pengawasan memengaruhi prioritas alokasi sumber daya, termasuk investasi sosial dan lingkungan. Perbedaan kualitas tata kelola tersebut berimplikasi pada variasi kinerja keuangan antarperusahaan, khususnya pada sektor consumer non-cyclicals yang menghadapi tekanan biaya dan ekspektasi publik secara bersamaan. Berdasarkan hal tersebut, pengkajian ini mengkaji dampak susunan juga mekanisme Good Corporate Governance (GCG) pada kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan tanggung jawab sosial juga ruang lingkup guna variabel intervening. Fokus utama adalah di perusahaan yang tertulis di Bursa Efek Indonesia di bagian consumen non-cyclicals pada periode 2023-2024. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-asosiatif untuk menganalisis pengaruh struktur dan mekanisme Good Corporate Governance (GCG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai variabel intervening. Pendekatan kausal-asosiatif digunakan karena penelitian ini bertujuan menguji hubungan sebabAeakibat antarvariabel yang dapat diukur secara kuantitatif melalui data sekunder perusahaan (Creswell & Creswell, 2. Objek penelitian difokuskan pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2023Ae2024. Pemilihan sektor ini didasarkan pada karakteristiknya sebagai penyedia barang kebutuhan sehari-hari yang relatif stabil serta memiliki kewajiban penerapan tata kelola korporasi dan pelaporan keberlanjutan yang lebih konsisten dibanding sektor siklikal (OECD. Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang tercatat di BEI selama periode pengamatan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria: Perusahaan menerbitkan laporan tahunan . nnual repor. secara lengkap pada tahun 2023Ae2024. Perusahaan memiliki pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan, baik dalam laporan keberlanjutan maupun bagian terkait dalam laporan tahunan. Data yang dibutuhkan untuk pengukuran seluruh variabel penelitian tersedia dan dapat diakses secara konsisten. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 15 perusahaan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini tidak menggunakan studi kasus kualitatif maupun wawancara, karena fokus analisis diarahkan pada pengujian hubungan antarvariabel berbasis data numerik dan laporan perusahaan yang telah dipublikasikan secara resmi. Tabel 1. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian Kode Perusahaan ULTJ CAMP BUDI MRAT SGRO MLBI STAA MAIN TAPG CPIN CEKA BOBA DLTA WIIM VICI Nama Perusahaan Ultra Jaya Milk Industry Tbk Campina Ice Cream Industry Tbk PT Budi Starch & Sweetener Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Sampoerna Agro Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk Sumber Tani Agung Resources Tbk Malindo Feedmill Tbk Triputra Agro Persada Tbk PT. Charoen Pokphand Indonesia PT. Wilmar Cahaya Indonesia PT. Formosa Ingredient Factory PT Delta Djakarta Tbk PT Wismilak Inti Makmur Tbk PT Victoria Care Indonesia Tbk Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Data diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia serta laman resmi masing-masing perusahaan. Penggunaan data sekunder dipilih karena informasi yang digunakan telah melalui proses audit dan publikasi resmi, sehingga memiliki tingkat keandalan yang memadai untuk analisis kuantitatif dan memungkinkan pengukuran variabel secara konsisten antarperusahaan (Sekaran & Bougie, 2. Struktur Good Corporate Governance (GCG) diukur berdasarkan keberadaan dan komposisi organ tata kelola perusahaan, seperti dewan komisaris dan komite audit, yang merepresentasikan kerangka formal pengawasan korporasi. Mekanisme GCG diukur melalui praktik pengawasan dan Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. pengendalian internal, termasuk peran dewan direksi, efektivitas komite audit, serta transparansi pelaporan keuangan, sesuai dengan prinsip tata kelola korporasi yang direkomendasikan secara internasional (OECD, 2. Tanggung jawab sosial dan lingkungan diukur melalui tingkat pengungkapan informasi keberlanjutan perusahaan, sedangkan kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan rasio profitabilitas, yaitu Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), yang umum digunakan untuk menilai efektivitas pengelolaan aset dan ekuitas perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS dengan metode Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM). Metode ini dipilih karena sesuai untuk ukuran sampel yang relatif terbatas, tidak menuntut asumsi distribusi normal yang ketat, serta efektif dalam menguji hubungan kausal yang melibatkan variabel laten dan efek mediasi (Hair et al. , 2. Tahapan analisis meliputi evaluasi model pengukuran . uter mode. untuk menguji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk melalui nilai loading factor. Average Variance Extracted (AVE). Composite Reliability, dan CronbachAos Alpha, serta evaluasi model struktural . nner mode. untuk menilai kekuatan hubungan antarvariabel melalui koefisien jalur dan nilai R-square. Signifikansi pengaruh langsung dan tidak langsung diuji menggunakan teknik bootstrapping dengan tingkat signifikansi 5 persen. Validitas dan reliabilitas data dijaga melalui pemenuhan kriteria statistik PLS-SEM yang terstandarisasi, serta penggunaan data sekunder yang telah diaudit untuk meminimalkan bias subjektivitas dan menjaga konsistensi pengukuran. HASIL Analisis Outer Model Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Gambar 2. Outer Model Uji outer model dijalankan guna meninjau validitas indikator dalam setiap konstruk. Secara umum, sebagian besar indikator memiliki nilai sebabyang melebihi nilai minimum 0,50. Beberapa indikator memang memiliki nilai loading yang berada di bawah standar ideal 0,70, namun masih berada di atas ambang 0,50 sehingga tetap dapat dipertahankan. Pertimbangan ini juga dilakukan karena indikator tersebut memiliki relevansi teoritis yang kuat juga tidak mememrosotkan kualitas model secara keseluruhan. Serta, skor AVE . verage variance extracte. dari seluruh variabel melebihi nilai ambang batas 0,50, sehingga validitas konvergen dari konstruk dianggap terpenuhi dan kesesuaian seluruh indikator untuk analisis selanjutnya pun dikonfirmasi. Gambar 3. Factor Loading Uji factor loading dilakukan untuk menilai kontribusi setiap indikator dalam merepresentasikan konstruk yang diukur, dengan kriteria nilai Ou 0,70 sebagai standar ideal dan Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. rentang 0,60Ae0,70 masih bisa disetujui dalam pendekatan PLS-SEM. Temuan pengkajian menjabarkan jika variabel kinerja Keuangan punya indikator yang sangat relevan, yang tercermin dalam skor loading ROA sejumlah 0,883 juga ROE sejumlah 0,893. Pada variabel Mekanisme Good Corporate Governance, indikator RUPS . dan System Management Risk . juga memenuhi kriteria penerimaan. Variabel Struktur Good Corporate Governance didominasi oleh indikator dengan nilai loading sangat tinggi, khususnya dewan komisaris dan direksi yang masing-masing bernilai 0,953, sementara indikator Corporate Secretary dengan nilai 0,543 tetap dipertahankan karena memiliki dasar teoritis yang kuat dan merefleksikan praktik GCG modern sebagai unsur kebaruan penelitian. Selain itu, seluruh indikator pada variabel Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan meenjabarkan skor loading di atas batas minimal, sehingga secara keseluruhan indikator penelitian dinyatakan memenuhi kriteria PLS dan layak digunakan dalam analisis lanjutan. Validitas konvergen/convergent validity Gambar 4. Hasil Uji Validitas Konvergen Guna memvalidasi jika tiap indicator dengan valid mencerminkan variabel yang akan diukur, dilakukan uji validitas konvergen. Penilaian dilakukan dengan skor Average Variance Extracted (AVE) dengan batas minimal 0,50 sebagai tanda jika indikator dapat menjelaskan variabelnya dengan cukup baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, seluruh variabel memenuhi kriteria tersebut. Kinerja Keuangan memiliki AVE sebesar 0,789. Mekanisme Good Corporate Governance sebesar 0,631, struktur Good Corporate Governance adalah 0,673, sedangkan nilai tanggung jawab sosial adalah 0,706. Semua nilai ini melebihi ambang batas 0,50, hingga bisa dijabarkan jika indikator guna tiap variabel cukup memadai untuk menjelaskan varians. Validitas Diskriminan/Descriminant Validity Uji validitas diskriminan dijalankan guna memvalidasi tiap variabel di pengkajian dapat dibedakan dari variabel lainnya. Mengacu pada Hair et al. , pengujian ini dilakukan dengan tiga cara yaitu Fornell-Lacker Criterion, cross loading, dan HTMT. Ketiga pendekatan ini digunakan untuk menilai apakah suatu variabel memiliki hubungan yang lebih erat indikatornya sendiri dibanding indikator variabel lain. Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Fornell-Lacker Criterion Gambar 5. Hasil Fornell-Lacker Criterion Sebuah indikator dianggap memenuhi validitas diskriminan jika akar kuadrat dari skor Average Variance Extracted (AVE) pada diagonal melebihi angka kaitan indikator tersebut dengan indikator lain. Temuan pengkajian menjabarkan jika seluruh indikator, yaitu struktur Good Corporate Governance, mekanisme Good Corporate Governance, tanggung jawab sosial, juga kinerja keuangan punya skor AVE (Average Variance Extracte. yang lebih tinggi daripada korelasi masing-masing dengan indikator lain. Sebagai contoh, nilai akar AVE Struktur Good Corporate Governance sebesar 0,903 lebih tinggi dibandingkan korelasinya dengan Tanggung Jawab Sosial sebesar 0,270, maupun dengan Mekanisme Good Corporate Governance sebesar 0,383. Dengan demikian, seluruh indikator menunjukkan validitas diskriminatif sejalan pada syarat Fornell-Larcker (Hair et al. , 2. Uji Reliabilitas Gambar 6. Hasil Uji Reabilitas Untuk menilai konsistensi indikator pada setiap variabel, dijalankan uji reliabilitas memakai Cronbach's alpha juga composite reliability dengan batas minimum yang bisa disetujui sejumlah 0,70. Temuan evaluasi menjabarkan jika variabel kinerja keuangan punya skor Cronbach's alpha sejumlah 0,733 juga composite reliability sejumlah 0,882. Struktur Good Corporate Governance sebesar 0,823 dan 0,887, serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebesar 0,901 dan 0,923, yang menandakan seluruh indikator pada ketiga variabel tersebut reliabel. Namun, mekanisme Good Corporate Governance punya skor Cronbach's alpha adalah 0,426 juga nilai Rho_A sejumlah 0,459, yang berarti skor tersebut berada di bawah standar minimum yang required, namun nilai Composite Reliability sebesar 0,772 telah memenuhi kriteria. Pada pendekatan PLS-SEM. Composite Reliability dipandang lebih Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. representatif terutama pada konstruk dengan jumlah indikator terbatas, sehingga variabel Mekanisme Good Corporate Governance tetap dinyatakan reliabel dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis. Hasil Analisis Inner Model Koefisien Determinasi (R-Squar. Gambar 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Nilai R-Square Adjusted dipakai guna mengukur kemampuan variabel independen dalam menjabarkan variabel dependen. Berlandaskan sudut pandang Hair et al. , skor 0,75 menjabarkan model yang kuat, sedangkan skor 0,50 menjabarkan model yang relatif kuat, juga skor 0,25 menjabarkan model yang lemah. Temuan ini menjabarkan jika R-Square Adjusted guna kinerja keuangan yakni 0,115, yang berarti model tersebut hanya dapat menjelaskan 11,5% variasi dalam kinerja keuangan, sementara yang tersisa diatur sebab-sebab yang tidak tergantung ke model, seperti kondisi makroekonomi, kinerja operasional, struktur biaya, dan situasi ekonomi yang spesifik bagi industri. Skor R-Square Adjusted untuk Mekanisme GCG sejumlah 0,809 menjabarkan kemampuan penjelasan yang sangat kuat, sementara Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan memiliki nilai 0,116, yang menandakan bahwa implementasi CSR dan keberlanjutan juga didampaki sebab eksternal yakni tekanan regulasi, tuntutan pemangku kepentingan, dan orientasi manajemen. Secara keseluruhan, temuan ini menjabarkan jika meskipun model sangat kuat untuk menjelaskan mekanisme CGC, dampak terhadap kinerja keuangan dan tanggung jawab sosial juga lingkungan saat ini masih relatif kecil. Uji Hipotesis (Path Coefficient. Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Gambar 8. Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis menggunakan p-value berdasarkan tingkat signifikansi 0,05. Hasil telaah menjabarkan jika mekanisme Good Corporate Governance jawab memiliki dampak pada kinerja keuangan . -value = 0,. serta berdampak pada Tanggung Jawab Sosial juga Lingkungan (P-value = 0,. , sehingga kedua hubungan tersebut dapat diterima. Struktur Good Corporate Governance juga terbukti berpengaruh sangat kuat terhadap Mekanisme Good Corporate Governance dengan nilai P-value sebesar 0,000. Sebaliknya, tidak ada bukti adanya korelasi yang signifikan antar tanggung jawab sosial juga lingkungan dengan kinerja keuangan . -value = 0,. , yang menjabarkan jika pelaksanaan CSR belum memberi dampak langsung pada kinerja keuangan, peluang karena implementasinya masih bersifat kepatuhan dan belum terintegrasi secara strategis dalam aktivitas bisnis inti perusahaan. DISKUSI Dampak Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Temuan pengkajian menjabarkan jika mekanisme Good Corporate Governance punya dampak yang relevan pada kinerja keuangan . -value = 0,. Hasil ini sesuai dengan teori agency, yang menekankan pentingnya kontrol dalam mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan efisiensi tata kelola perusahaan. Mekanisme seperti komite audit dan pengendalian internal membantu meningkatkan kualitas pelaporan serta efisiensi operasional, sehingga memiliki dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Mekanisme GCG terhadap Tanggung Jawab Sosial Mekanisme GCG punya dampak yang signifikan pada tanggung jawab sosial juga lingkungan . -value = 0,. Sesuai teori stakeholder, manajemen yang baik menyokong perusahaan memperhatikan kepentingan pemegang urusan yang lebih luas. Pada sektor consumer noncyclicals, mekanisme pengawasan memperkuat komitmen perusahaan dalam menjalankan program CSR sebagai bagian dari strategi legitimasi dan reputasi. Pengaruh Struktur GCG terhadap Mekanisme GCG Struktur GCG berpengaruh sangat signifikan terhadap mekanisme GCG . -value = 0,. Struktur yang kuat melalui komposisi dewan, komisaris independen, dan fungsi pengawasan menjadi prasyarat berjalannya mekanisme tata kelola secara efektif. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme GCG tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan struktur tata kelola yang Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. Tidak ada dampak relevan antar antara tanggung jawab sosial dan lingkungan pada kinerja keuangan . = 0. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari tanggung jawab sosial perusahaan belum terlihat secara langsung dalam kinerja keuangan jangka pendek. Pada sektor consumer non-cyclicals. CSR lebih berperan sebagai upaya menjaga legitimasi dan citra perusahaan, dengan dampak finansial yang cenderung bersifat jangka panjang. KESIMPULAN Berlandaskan temuan pengkajian menjabarkan jika struktur dan mekanisme Good Corporate Governance memiliki dampak yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan di bagian consumer non-cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2023 dan Data menjabarkan jika mekanisme manajemen perusahaan yang baik punya dampak yang relevan pada kinerja keuangan, menyoroti efektivitas pengawasan oleh komite audit, sistem pengendalian internal, dan praktik tata kelola yang efektif yang mendorong efisiensi operasional dan kinerja keuangan. Hasil uji statistik yang mengonfirmasi korelasi ini menjabarkan jenjang relevansi tidak melebihi 0,05. Selain itu, mekanisme manajemen perusahaan yang baik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sebab itu, bisa dijabarkan jika tata kelola perusahaan yang baik mendorong perusahaan memberi pengawasan yang lebih besar pada kepentingan pemangku kepentingan juga aspek keberlanjutan. Struktur GCG terbukti menjadi faktor penentu utama dalam pembentukan mekanisme tata kelola, di mana susunan dan fungsi organ perusahaan yang jelas memungkinkan mekanisme pengawasan berjalan secara efektif. Namun demikian, tanggung jawab sosial dan lingkungan belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap kinerja keuangan dalam periode penelitian, yang mengindikasikan bahwa manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut cenderung bersifat jangka panjang. Meskipun GCG memainkan peran strategis dalam mengoptimalkan kinerja keuangan, pencapaian kinerja yang optimal dan berkelanjutan tetap memerlukan dukungan faktor lain di luar model penelitian, termasuk kondisi industri dan strategi operasional perusahaan. REKOMENDASI Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan sektor consumer non-cyclicals disarankan untuk memulai penguatan penerapan Good Corporate Governance dari fungsi komite audit, dengan menetapkan agenda evaluasi risiko keuangan dan keberlanjutan secara berkala, minimal setiap kuartal. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, perusahaan dapat Noviana. Djajadikerta. Setiawan. Pengaruh Struktur Dan Mekanisme Good CorporateA. memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada tahap awal, seperti dashboard analytics atau risk monitoring system berbasis AI, guna mendeteksi anomali laporan keuangan dan pola risiko secara lebih cepat. Pemanfaatan AI pada fungsi ini dinilai relevan karena memberikan efisiensi waktu pengawasan dan mendukung pengambilan keputusan komite audit secara berbasis data. Selain itu, perusahaan sebaiknya mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam sistem penganggaran dan indikator kinerja manajemen, misalnya dengan menjadikan capaian keberlanjutan sebagai bagian dari Key Performance Indicators (KPI). Dalam mendukung implementasi tersebut, perusahaan dapat menggunakan AI untuk pemantauan dan pelaporan kinerja keberlanjutan, seperti otomatisasi pengumpulan data ESG dan pelacakan capaian target keberlanjutan secara real time. Penerapan ini perlu disertai pembentukan tim lintas fungsi yang melibatkan unit keuangan, audit internal, dan keberlanjutan agar pemanfaatan AI selaras dengan kebijakan GCG dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan. REFERENSI