https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Agustus 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Motivasi Kerja dan Budaya Kerja terhadap Kinerja Petani Reni Silviah1 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bekasi. Indonesia, renisilviah5@gmail. Corresponding Author: renisilviah5@gmail. Abstract: literature review The Influence of Work Motivation and Work Culture on Farmer Performance is a scientific article aimed at analyzing whether Work Motivation and Work Culture affect Farmer Performance. The study employs a qualitative approach with a literature review method to explore and analyze the relationship between work motivation, work culture, and performance. The findings of this article are: . Work Motivation affects Performance. Work Culture affects Performance. In addition to these two exogenous variables influencing the endogenous variable Performance, many other factors also play a role, including leadership, work discipline, and work environment. Keywords: Work Motivation. Work Culture. Farmer Performance Abstrak: Literature Review Pengaruh Motivasi Kerja dan Budaya Kerja terhadap Kinerja Petani adalah artikel ilmiah dengan tujuan untuk menganalisa apakah Motivasi Kerja dan Budaya Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Petani. Metode pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur . iterature revie. untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara motivasi kerja, budaya kerja dan kinerja. Hasil artikel ini adalah: . Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja. Budaya Kerja berpengaruh terhadap Kinerja. Selain dari 2 variabel exogen ini yang mempengaruhi variabel endogen Kinerja, masih banyak faktor lain di antaranya kepemimpinan, disiplin kerja, lingkungan kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Budaya Kerja. Kinerja Petani PENDAHULUAN Sektor pertanian saat ini merupakan salah satu hal yang penting di indonesia karena masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani, bahkan sektor pertanian saat ini dapat dibilang sebagai tulang punggung ekonomi di indonesia, sektor pertanian memegang kunci untuk ketahanan pangan. Meningkatnya kinerja petani dalam menjalankan aktivitas tidak terlepas dari kemampuan, kesempatan dan motivasi yang dimilikinya. Ketiga hal tersebut harus ada dan berjalan secara seimbang, karena jika salah satunya tidak terpenuhi mustahil akan mencapai kinerja yang tinggi, ( Handoko 2001:. menjelaskan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja yakni, motivasi kerja, kepuasan kerja, tingkat stress, kondisi kerja, sistem kompensasi dan desain pekerjaan. 50 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Agustus 2024 Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur yang ada mengenai hubungan antara Motivasi Kerja dan Budaya Kerja terhadap Kinerja. Dengan mengeksplorasi berbagai studi dan temuan empiris, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif tentang bagaimana kedua variabel ini mempengaruhi tingkat kinerja. Selain itu, artikel ini juga akan membahas implikasi praktis dari temuan-temuan tersebut dalam pengelolaan sumber daya Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja sehingga dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah Motivsi Kerja dan Budaya Kerja berpengaruh terhadap Kinerja. Berdasarkan referensi dari permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Pertanyaan artikel ilmiah literature review sebagai berikut: Apakah Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Petani? Apakah Budaya Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Petani? METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur . iterature revie. untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara Motivasi Kerja. Budaya Kerja dan Kinerja. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber informasi yang relevan dari penelitian sebelumnya, teori, dan model yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil dari artikel ini berdasarkan latar belakang masalah, tujuan dan metode adalah sebagai berikut: Motivasi Kerja Motivasi secara sederhana dapat dirumuskan sebagai kondisi atau tindakan yang mendorong seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan atau kegiatan semaksimal mungkin untuk berbuat dan berproduksi. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kegairahan untuk bekerja. Motivasi berasal dari kata latin AuMovereAy yang berarti dorongan atau daya penggerak (Hidayat. (Mangkunegara, 2. menyatakan bahwa indikator mengenai motivasi adalah : Aukerja keras, orientasi masa depan, tingkat citacita yang tinggi, orientasi tugas dan keseriusan tugas, usaha untuk maju, ketekunan bekerja, hubungan dengan rekan kerja dan pemanfaatan waktuAy (Hendra. Motivasi Kerja telah banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya, meliputi: (Ali. , & Prayetno. , (Ali. , & Prayetno. , (Ali. , & Putra. , (Ali. Salam, , & Manap Rifai. Budaya Kerja Budaya Kerja adalah perwujudan dari kehidupan yang dijumpai ditempat kerja. Budaya kerja adalah suatu sistem makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan, interaksi kerja, yang disepakati bersama, dan digunakan dalam kehidupan kerja sehari-hari (Hartanto, 2. Budaya kerja merupakan pernyataan filosofi, dapat difungsikan sebagai tuntutan yang mengikat pegawai karena dapat diformulasikan secara formal dalam berbagai peraturan dan ketentuan instansi. Tujuan budaya kerja adalah untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang Siregar. , & Saridewi. Budaya Kerja telah banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya, meliputi: (Ali. , et al, 2. , (Ali. , & Mulyanagara. , 2. , (Ali. Muhajirin. Oetari Poernamasasi. , & Tussoleha Rony. 51 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Agustus 2024 Kinerja Istilah kinerja berasal dari kata Job Performance atau Actual Performance . restasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang di capai oleh seseoran. kinerja adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas perbuatan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumbersumber daya yang dimiliki. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil dan keluaran yang dihasilkan oleh seorang karyawan sesuai dengan yang baik adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam upaya instansi untuk meningkatkan produktivitas. Kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi atau instansi. uhammad dede septiadi, luis marsinah, susi handayani 2. Menurut (Sutrisno, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu . efektifitas dan efisiensi, . otoritas dan tanggung jawab, . disiplin kerja, dan . Untuk mengukur kinerja dapat di gunakan beberapa indikator mengenai kriteria kinerja yakni : kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas biaya, kebutuhan akan pengawasan, dan hubungan antar Indikator inilah yang akan menjadi patokan dalam mengukur kinerja, (Sutrisno. Kinerja telah banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya, meliputi: (Ali. , & Pratiwi. ,2. , (Ali. Oetari Poernamasari. , & Muhajirin. , 2. , ( Ali. , & Giovanni. , (Guampe. , et al. , 2. , (Hendra. , 2. Pembahasan . Motivasi Kerja terhadap Kinerja Motivasi kerja telah diidentifikasikan sebagai variabel yang paling banyak dipelajari dalam penelitian - penelitian tentang organisasi. Konsep tersebut telah menjadi sasaran sebagian besar pengamatan karena hipotesis hubungan antara motivasi kerja dan kinerja saling berkaitan dan merupakan hal yang dapat dimanipulasi untuk keuntungan organisasi maupun perseorangan. Motivasi merupakan suatu kegiatan yang dapat memberikan suatu dorongan terhadap seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Motivasi adalah suatu dorongan yang dapat menyebabkan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Termotivasinya petani dalam menjalankan usahataninya sangat mempengaruhi petani, karena semakin termotivasi petani akan memiliki semangat kerja yang tinggi serta dapat memberikan produktivitas kerja yang tinggi. Riset ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh: (Rivaldo. , & Ratnasari, , 2. , (AsAoad. , 2. , (Ratnasari. Buulolo. , & Nasrul. , 2. Budaya Kerja terhadap Kinerja Budaya kerja merupakan sebuah nilai yang tertanam dalam diri dan tidak kasat mata, tetapi dapat di aktualisasikan dalam bentuk tindakan khususnya tindakan dalam bekerja. budaya kerja . orkplace cultur. yang membentuk kebiasaan pegawai ditempat tugas dan menjadi sikap yang tercermin dalam perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. Tujuan budaya kerja adalah untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Aktualisasi budaya kerja atau perwujudan nyata dalam bekerja merupakan keikutsertaan hati, pikiran serta tenaga dalam menjalani pekerjaannya sehingga menciptakan hasil yang di inginkan, guna meningkatkan taraf hidup yaitu kesejahteraan. Budaya kerja yang baik dapat berpengaruh terhadap Kinerja. 52 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Agustus 2024 Riset ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh: (Nabawi. , 2. (Parashakti. , 2. , (Simanjuntak. Mudrika. , & Tarigan. , 2. CONCEPTUAL FRAMEWORK Berdasarkan rumusan masalah, kajian teori, penelitian terdahulu yang relevan dan pembahasan pengaruh antar variabel, maka di peroleh kerangka berfikir artikel seperti dibawah Kinerja (Y) Motivasi Kerja (X. Budaya Kerja (X. Figure 1. Conceptual Framework Dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi Kinerja (Y) yaitu diantara nya: Disiplin Kerja : (Nurdianah & Ali. , 2. , ), (H. Ali. Malik Wicaksono. , & Faroman Syarief. Juana, (Ali. Hapzi & Juana. Syafri & Rosadi. Kemas, 2. Lingkungan Kerja : (Ali. , & Riyanto. Sutrisno. , 2. , (Nurdianah & Ali. , (H. Ali. Malik Wicaksono. , & Faroman Syarief. Kepemimpinan : (M. Ali & H. Ali. , 2. , (H. Ali. , & NP Pratiwi. , 2. , (Nurdianah & Ali. , 2. , (Poernamasari et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Motivasi Kerja dan Budaya Kerja berperan dalam peningkatan Kinerja. Berdasarkan pertanyaan artikel maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: . Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja. Budaya Kerja berpengaruh terhadap Kinerja. REFERENSI