Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index GERAKAN BEACH CLEAN UP: KAMPANYE KESADARAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR SAMBELIA. LOMBOK TIMUR. NTB Wiwid Andriyani Lestariningsih*. Mahardika Rizqi Himawan. Paryono. Edwin Jefri. Nurliah. Ibadur Rahman. Saptono Waspodo. Soraya Gigentika. Ayu Adhita Damayanti. Chandrika Eka Larasati. Sadikin Amir Program Studi Ilmu Kelautan. Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian,Universitas Mataram Jl. Pendidikan No 37. Mataram. NTB Korespondensi: : wiwid_lestariningsih@unram. Artikel history : Received Revised Published : 25 Maret 2024 : 29 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Wilayah pesisir Sambelia di Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan memiliki potensi wisata yang Namun, permasalahan sampah, terutama sampah plastik, menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di kawasan ini. Gerakan Beach Clean Up di wilayah pesisir Sambelia ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah pantai sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat setempat. Metode yang digunakan untuk Gerakan Beach Clean Up ini yakni studi pendahuluan, perencanaan kegiatan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta terdiri dari 150 orang Mahasiswa, 10 orang dosen, 30 orang masyarakat local, dan 5 orang wisatawan. Kegiatan Gerakan Beach Clean Up ini berhasil mengurangi jumlah sampah di pantai, meningkatkan keindahan dan kenyamanan sebagai destinasi wisata, serta mendukung ekonomi Kegiatan ini juga efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah. Edukasi yang diberikan selama kegiatan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, yang diharapkan membawa perubahan positif jangka panjang dalam perilaku pengelolaan sampah. Kata Kunci: kelautan, lingkungan, pesisir, plastik, sampah ABSTRACT The Sambelia coastal area in East Lombok. West Nusa Tenggara (NTB), is rich in marine biodiversity and has great tourism potential. However, the problem of waste, especially plastic waste, poses a serious threat to the sustainability of coastal and marine ecosystems in this region. The Beach Clean Up movement in the Sambelia coastal area aims to tackle the problem of beach waste while increasing environmental awareness among the local community. The methods used for the Beach Clean Up Movement include preliminary studies, activity planning, and coordination with stakeholders. The activity was attended by approximately 200 participants, consisting of 150 students, 10 lecturers, 30 local residents, and 5 tourists. The Beach Clean Up Movement succeeded in reducing the amount of rubbish on the beach, increasing the beauty and comfort of a tourist destination, and supporting the local This activity also effectively increased participants' awareness and knowledge about the Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index dangers of plastic waste and the importance of waste management. The education provided during the activity offered a better understanding of the importance of keeping beaches clean and reducing the use of single-use plastics, which is expected to bring long-term positive changes in waste management Kata kunci: ocean, environment, coastal, plastic, trash PENDAHULUAN Wilayah pesisir Sambelia di Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan memiliki potensi wisata yang besar. Namun, permasalahan sampah, terutama sampah plastik, menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di kawasan ini. Sampah yang terakumulasi di pantai tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut, merusak terumbu karang, dan mengganggu keseimbangan ekosistem (Johan et al. , 2. Kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir masih relatif rendah. Kurangnya edukasi dan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai menyebabkan banyak sampah yang berakhir di pantai dan laut (Husna et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Gerakan Beach Clean Up di wilayah pesisir Sambelia ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah pantai sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat Melalui kampanye dan aksi nyata pembersihan pantai, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan mereka dan terlibat aktif dalam menjaga kebersihan pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut. Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah lokal, komunitas, dan sekolah, gerakan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir Sambelia. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan, tidak hanya dalam hal kebersihan fisik pantai, tetapi juga dalam perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Dengan demikian. Gerakan Beach Clean Up ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah pesisir lainnya dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir dan laut. METODE KEGIATAN Kegiatan Gerakan Beach Clean Up ini dilakukan pada bulan Mei 2023 di Wilayah Pesisir Sambelia. Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat (Gambar . Jumlah peserta yang terlibat Dalam kegiatan Gerakan Beach Clean Up yakni kurang lebih sebanyak 200 orang terdiri dari 150 orang mahasiswa, 10 orang dosen Prodi Ilmu Kelautan Universitas Mataram, 40 orang masyarakat lokal. Metode yang digunakan untuk Gerakan Beach Clean Up ini dimulai dengan studi pendahuluan yang mencakup survei lokasi untuk mengidentifikasi area yang paling membutuhkan pembersihan dan analisis jenis serta sumber utama sampah melalui Tahap berikutnya adalah perencanaan kegiatan, melibatkan penyusunan rencana aksi yang detail serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah lokal dan organisasi masyarakat. Pelaksanaan beach clean up mencakup edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya kebersihan pesisir, kegiatan pembersihan pantai dengan partisipasi masyarakat dan relawan, serta pengumpulan sampah. Evaluasi dan analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi pola dan sumber sampah, serta mengevaluasi perubahan kesadaran dan perilaku masyarakat melalui metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian kemudian disusun dalam bentuk laporan yang mencakup Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index temuan, analisis, dan rekomendasi, serta diseminasi hasil kepada pemangku kepentingan dan Tindak lanjut melibatkan perencanaan program berkelanjutan dan monitoring evaluasi berkala untuk menilai dampak jangka panjang serta penyesuaian strategi. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan kebersihan di pesisir Sambelia serta melestarikan ekosistem laut. Gambar 1. Lokasi Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Beach Clean Up diikuti oleh beberapa kalangan seperti Mahasiswa, dosen Program Studi Ilmu Kelautan. Masyarakat setempat, dan wisatawan yang berkunjung ke lokasi (Gambar . Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan efektif, hal ini dapat dilihat dari antusiasme setiap peserta dalam mengikuti acara. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok diberikan 2-3 karung bekas sebagai tempat mengumpulkan Proses pembagian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan semua area pantai terjangkau. Sampah yang dikumpulkan oleh para peserta sebagian besar berupa sampah anorganik, seperti plastik, karet, dan material lainnya yang sulit terurai secara alami. Setiap kelompok bekerja dengan semangat dan kerjasama yang tinggi, mengumpulkan sampah dari berbagai sudut pantai untuk memastikan kebersihan dan keindahan area tersebut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembagian kelompok dan penggunaan karung bekas sebagai wadah pengumpulan sampah sangat efektif dalam mencapai tujuan pembersihan pantai. Efektivitas kegiatan ini terlihat dari pengurangan jumlah sampah di pantai Sambelia, yang secara langsung meningkatkan keindahan dan kenyamanan pantai sebagai destinasi Hal ini tidak hanya membuat pantai lebih menarik bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat lokal. Menurut (Kharisma, 2. ,dengan pantai yang lebih bersih, ada potensi peningkatan kunjungan wisatawan yang pada gilirannya dapat mendukung ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata, seperti penginapan, restoran, dan jasa tur. Edukasi selama kegiatan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Peserta tidak hanya belajar tentang dampak negatif plastik terhadap lingkungan, tetapi juga mendapatkan informasi praktis tentang caracara mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran yang meningkat ini diharapkan dapat membawa perubahan jangka panjang dalam perilaku masyarakat terhadap Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index pengelolaan sampah, menciptakan komunitas yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka. Mahasiswa Dosen Masyarakat Wisatawan Gambar 2. Diagram Jumlah peserta . yang mengikuti dari beberapa kalangan Sampah plastik berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan manusia. Di laut, plastik membunuh jutaan hewan setiap tahun karena mereka salah mengira plastik sebagai makanan (Aliviyanti et al. , 2. Plastik juga terpecah menjadi mikroplastik yang mencemari air dan tanah, masuk ke rantai makanan, dan akhirnya mencapai manusia. Bahan kimia dalam plastik, seperti BPA dan phthalates, dapat mengganggu hormon dan menyebabkan masalah kesehatan(Muhammad Reza Cordova, 2017. Sains et al. , 2. Di darat, sampah plastik mencemari tanah dan air, menghambat pertumbuhan tanaman, dan mengurangi kesuburan tanah (Johan et al. , 2. Bahan kimia berbahaya dari plastik bisa bocor ke makanan dan minuman, menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker dan masalah reproduksi (Aliviyanti et al. , 2. Produksi dan pembuangan plastik juga memperburuk perubahan iklim dengan emisi gas rumah kaca (Murni et al. , 2. Karena itu, penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang, dan mencari alternatif yang ramah Kegiatan diakhiri dengan penimbangan sampah plastik yang didapat dari seluruh proses pembersihan pantai, sebagai langkah untuk mengevaluasi dampak positif yang telah dicapai. Setelah penimbangan, semua sampah dikumpulkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah ditentukan, dengan bantuan dari kelompok pemuda lokal yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembersihan. Proses ini tidak hanya menunjukkan komitmen untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara berbagai pihak dalam masyarakat untuk mencapai tujuan bersama dalam pelestarian Melakukan kegiatan Beach Clean Up memiliki berbagai manfaat penting, baik bagi lingkungan maupun komunitas yang terlibat. Kegiatan ini membantu mengurangi jumlah sampah di pantai dan laut, melindungi kehidupan laut seperti penyu, burung laut, ikan, dan mamalia laut dari bahaya tertelan atau terjerat sampah. Membersihkan pantai membuatnya lebih bersih dan indah, sehingga lebih menarik bagi wisatawan dan pengunjung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata dan mendukung ekonomi lokal (Supinah et al. , 2020. Wati Evelina & El Andreano, 2. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 3. Dokumentasi kegiatan Beach Clean Up (A) Titik awal kegiatan Beach Clean Up. (B) Foto Bersama sebelum kegiatan dilakukan. (C) Kegiatan pengambilan sampah oleh peserta. (D) Foto Bersama setelah kegiatan dilakukan Kegiatan beach Beach Clean Up juga sering disertai dengan program edukasi yang meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (Eveline & Andreano, 2. Selain itu, kegiatan ini mempromosikan keterlibatan komunitas dan kerja sama antarwarga, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan (Dwi Partini, 2022. Husnayaen et al. , 2. Beach Beach Clean Up juga dapat menjadi kesempatan untuk mengumpulkan data tentang jenis dan jumlah sampah yang ditemukan di pantai (Saleh & Ihzar Batarauleng, 2. , yang berguna untuk penelitian dan membantu dalam merancang kebijakan dan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif. Lingkungan yang bersih berkontribusi pada kesehatan masyarakat dengan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tercemar, serta menyediakan ruang yang aman dan sehat untuk rekreasi. Kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai alat pendidikan bagi pelajar dan masyarakat umum, menurut (Muahiddah et al. , 2023. Nurdiansyah et al. , 2. memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mendukung upaya keberlanjutan dengan mengurangi dampak negatif manusia terhadap ekosistem pantai dan laut. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Gerakan Beach Clean Up ini berhasil mengurangi jumlah sampah di pantai, meningkatkan keindahan dan kenyamanan sebagai destinasi wisata, serta mendukung ekonomi Kegiatan ini juga efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah. Partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat menunjukkan keberhasilan dalam memperkuat keterlibatan komunitas dan kerja sama antarwarga. Edukasi yang diberikan selama kegiatan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, yang diharapkan membawa perubahan positif jangka panjang dalam perilaku pengelolaan sampah. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan "Gerakan Beach Clean Up: Kampanye Kesadaran Lingkungan di Wilayah Pesisir Sambelia. Lombok Timur. NTB", termasuk peserta, pemerintah daerah, dan kelompok pemuda lokal. Dukungan dan kerjasama semua pihak sangat penting bagi kesuksesan kegiatan ini, dan semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kita. DAFTAR PUSTAKA