Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Symbolic Meaning in an Antology Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu by M. Aan Mansyur Nurmala Rosanti1. Irma Suryani2. Sovia Wulandari3 Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jambi nurmala1oke@gmail. com, rimas@gmail. com, soviawulandariunja@gmail. 1,2,3 INFORMASI ARTIKEL Riwayat Diterima: 10 Juni Direvisi: 13 Desember 2023 Disetujui: 2 Januari Keywords Meaning Symbolic Anthology Semiotic Kata Kunci Makna Simbolik Antologi Puisi ABSTRAK The purpose of this research is to analyze the symbolic meaning contained in the anthology of the Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur. The research method used is qualitative with a descriptive The data and data sources in this study are a collection of words, phrases, sentences or expressions that contain symbolic The data source for this research is a collection of poems The Right Time To Forget Time written by M. Aan Mansyur published by Shira Media in 2021, a total of 99 pages. Data analysis techniques are carried out by analyzing and interpreting data that has been classified according to the research problem. draw final conclusions from research. presentation of research results. The conclusion of this study is the symbolic meaning contained in the anthology collection of poems The Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur, namely: . a symbol of struggle. a symbol of sadness. a symbol of . a symbol of simplicity. a symbol of hope. symbol of peace. a symbol of violence. a symbol of greed. a symbol of cruelty. a symbol of Sincerity. a symbol of hopelessness. a symbol of injustice. a symbol of memories. a symbol of helplessness. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolik yang terdapat pada antologi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dan sumber data dalam penelitian ini kumpulan kata, frasa, kalimat, atau ungkapan yang mengandung makna simbolik. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu yang ditulis oleh M. Aan Mansyur terbitan Shira Media tahun 2021, total 99 Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan masalah penelitian. menarik kesimpulan akhir dari penelitian. hasil penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah makna simbolik yang terkandung dalam kumpulan antologi puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur yaitu: . simbol perjuangan. simbol kesedihan. simbol kebahagian. simbol harapan. simbol kedamaian. simbol keserakahan. simbol kekejaman. simbol Ikhlas. simbol keputusasaan. simbol ketidakadilan. simbol kenangan. simbol ketidakberdayaan. Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Copyright . 2024 Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari Pendahuluan Karya sastra adalah salah satu wujud karya seni yang dihasilkan dari keindahan bahasa. Keindahan bahasa dalam karya sastra membuat para pembaca terbuai ketika menikmatinya. Karya kreatif tersebut tercipta dari perkara dan permasalahan yang dialami manusia dan lingkungannya. Selain itu, juga dari sebuah fenomena-fenomena kehidupan atau renungan pengarang yang menampilkan gambaran dunia. Hal inilah yang digeluti oleh imajinasi, sehingga memiliki keunikan tersendiri, yang berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan sosial masyarakat, sehingga karya sastra mengandung penilaian dan pemikiran tentang refleksi dari realitas sosial yang Karya sastra menunjukkan ciri-ciri masyarakat, dan sosial budaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui karya sastra, pengarang melukiskan, menggambarkan, dan menampilkan realitas sosial yang tercermin dalam perilaku para tokohnya (Santosa dan Wahyuningtyas, 2009: . Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa karya sastra diciptakan oleh pengarang pada saat pengarang hidup di tengah realitas sosialnya, yaitu. menulis karya sastra tentang ciri-ciri penilaian masyarakat (Wachid, 2005: . Menganalisis sebuah karya sastra sangatlah penting, karena bertujuan untuk memahami karya sastra dengan mengungkapkan maknanya, atau bisa juga sebagai upaya untuk menangkap dan memberikan makna kepada teks sastra yang merupakan struktur yang bermakna. Pemberian makna pada sebuah karya sastra menghasilkan tanda (Sangidu, 2004: . Tanda dalam karya sastra digunakan sebagai sarana komunikasi antara pembaca dan Tanda dalam karya sastra ialah berwujud simbol yang dapat menyampaikan makna yang melekat pada objek di luar simbol. Simbol itu sendiri merupakan wujud dari sesuatu yang abstrak dari sesuatu yang bersifat internal menjadi sesuatu yang bersifat eksternal dan kasat mata. Sehingga, sifat simbol adalah arbitrer atau semau-maunya serta konvensi . yang ditentukan oleh masyarakat. Umumnya dalam sebuah karya sastra, seorang penyair akan menggunakan isyarat dan simbol dalam menuangkan ide mereka untuk memasukkan makna yang ingin disampaikan. Makna yang lahir dari pemberian simbol oleh pengarang bertujuan agar pembaca mampu melakukan analisis dalam menginterpretasikan secara lebih, serta menangkap arti, makna, ide, dan hakikat karya sastra tersebut. Dengan demikian, makna tanda atau simbol dalam karya sastra tidak dapat dipahami jika hanya mengacu kepada makna kata secara harfiah saja. Maka dari itu dalam karya sastra makna akan dihubungkan dengan simbol. Karena simbol memiliki pengaruh dan makna yang Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Makna dalam sebuah karya sastra bersifat konotatif, yang mana seluruh kata yang terdapat dalam karya sastra memiliki makna yang luas sehingga perlu diterjemahkan dan dipahami sendiri. Tergantung pemahaman pembaca. Hal ini senada dengan pendapat Septiaji . yang mengemukakan bahwa karya sastra harus selalu menghadirkan hal-hal yang unik, beragam, dan bermakna bagi yang membacanya. Karena, pemahaman makna karya sastra pastilah berbeda-beda, tergantung dari pikiran dan daya tangkap pembaca, serta tentang bagaimana cara menilai karya sastra dari sudut pandang dan perspektif masing-masing. Sebagai sebuah karya sastra salah satunya berupa puisi, merupakan wadah bagi pengarang untuk mengekspresikan diri dalam menyampaikan gagasan, pikiran dan pengalamannya. Puisi adalah sistem tanda semiotik di mana bahasa adalah mediumnya Bahasa yang digunakan pun mengandung satu atau lebih makna yang ditemukan. Pengarang menciptakan puisi dalam suasana dan perasaan yang Menggunakan bahasa pilihan dan makna tersirat dari setiap kata dalam bait puisi yang dipilih. Sehingga karya sastra dalam bentuk puisi dapat membuat pembaca tergugah perasaannya melalui makna yang terkandung Oleh karena itu, bahasa yang digunakan tidak hanya terbatas pada bahasa sebagai bahasa . ahasa dalam suatu sistem bahas. , tetapi juga memiliki makna dalam karya sastra, yang dapat mencerminkan banyak hal dan memiliki banyak kegunaan (Endraswara, 2. Penting untuk menganalisis karya sastra dalam wujud puisi, dikarenakan puisi adalah genre sastra yang berbeda dengan karya sastra lainnya. Hal itu disebabkan karena puisi memiliki komposisi yang padat dan konvensi yang Namun, puisi memiliki kualitas tersendiri yang mampu mengungkapkan banyak hal bahkan lebih dari kemampuan bahasa biasa. Puisi juga memperlihatkan ciri bahasa yang dinamis (Mulyana, 2005: Karena puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang dapat digolongkan sebagai struktur wacana yang lengkap. Pemakaian bahasa dalam puisi tampaknya juga selaras mengikuti perkembangan waktu. Herman J Waluyo dalam Mulyana . 5: . mengatakan bahwa puisi tidak stabil dan terus tumbuh dan berkembang. Perkembangan puisi terjadi setiap saat menentang konvensi dengan memberinya makna. Fakta ini menunjukkan bahwa perbedaan kelas waktu menyebabkan perbedaan yang jelas antara generasi dan antar generasi. Pendekatan yang dapat digunakan dalam kajian dan pemahaman karya sastra berupa puisi tidak lepas dari kajian semiotika. Semiotika mencari referensi antara tanda dan makna sehingga muncul relasi. Semiotika juga memberikan sistem dengan mempertimbangkan tanda-tanda yang sistematis seolah-olah setiap tanda terstruktur dengan jelas Afria, dkk. , 2023. Wulandari, , 2. Itu didasarkan pada sistem tanda, aturan, dan konvensi yang memungkinkan tanda-tanda ini memiliki makna tertentu. Pandangan ini juga sejalan dengan Pirmansyah. Anjani & Firmansyah . , bahwa semiotika dalam karya sastra puisi harus memiliki interpretasi yang menarik untuk Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 dianalisis dalam setiap kata, kalimat, dan ayat. Karena pasti memiliki kualitas dan pengalaman penulis. Membahas puisi M. Aan Mansyur bisa menjadi pembahasan yang kompleks dan menarik. Itu karena M. Aan Mansyur adalah seorang penulis yang juga bekerja sebagai pustakawan di Katakerja, sebuah tempat sosial dan kreatif di Makassar. Aan Mansyur menuangkan pikirannya dengan berbagai bentuk tulisan fiksi dan gendre sastra, baik yang berbentuk puisi maupun berbentuk beberapa karyanya ialah Aku Hendak Pindah Rumah . TokohTokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita . Melihat Api Bekerja . Tidak Ada New York Hari Ini . Cinta yang Marah . , dan Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau . Dalam konteks karya ini, pengarang menitikberatkan pada unsur-unsur simbol dan juga mengikutinya dengan pemahaman konotatif untuk mengungkapkan makna di balik simbol-simbol yang dipilih pengarang. Saat Anda mengungkapkan makna simbol itu, rasakan pemikiran itu akan semakin Peneliti tertarik untuk mengkaji antologi puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu dari karya M. Aan Mansyur. Seorang pengarang sastrawan terkenal Indonesia yang lahir di Bone. Sulawesi Selatan tanggal 14 Januari Peneliti memilih karya ini karena menemukan simbol-simbol yang berhubungan langsung dengan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, di mana syair-syair tersebut bercerita tentang kehidupam sehari-hari seperti cinta, masyarakat, politik, ekonimi, dll. Berdasarkan pemikiran tersebut, peneliti akan menganalisis simbol-simbol yang digunakan penyair serta menjelaskan makna puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu. Metode Penelitian ini merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang orang atau perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2011: . Karena metode yang diterapkan, sarjana sastra dituntut untuk bisa mengungkap fakta atau informasi yang terlihat melalui deskripsi (Siswantoro, 2010: . Oleh karena itu, peneliti menjelaskan hasil penelitian dalam bentuk Informasi yang diperoleh kemudian dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Data penelitian ini adalah makna simbolik berupa kata, frasa, kalimat, dan ungkapan dengan kajian semiotika sebagai pisau bedahnya. Kemudian, sumber data yang digunakan dari dalam kumpulan puisi M. Aan Mansyur Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu yang diterbitkan oleh Shira Media tahun 2021, sebanyak 99 halaman. Hasil dan Pembahasan Subbab ini menjelaskan tentang hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan selama menganalisis antologi puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur. Makna simbolik yang dipaparkan dalam penelitian ini yaitu, makna simbolik perjuangan yang ditemukan dari Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 puisi AuLucid DreamAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukanlah satu simbol yaitu Aucinta belum mati!Ay. Simbol tersebut menceritakan tentang perjuangan jangan menyerah karena kematian bukanlah akhir dari segalanya. Maka dari itu, penyair terus mengulang-ulang diksi AucintaAy pada puisi untuk menggambarkan bahwa kasih sayang masih ada di sekeliling kita dan janganlah mudah menyerah. Makna simbolik perjuangan yang ditemukan dari puisi AuPulangAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auyang tumbang bangkit, yang bangkit menyeka segala rasa sakitAy. Simbol tersebut menceritakan tentang perjuangan untuk tetap tegar dalam menghadapi setiap masalah. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AubangkitAy karena seuatu yang roboh atau jatuh pasti bisa diteggakkan kembali. Makna simbolik perjuangan yang ditemukan dari puisi AuPenghiburan & Alasan Lain Menikmati SenjaAy yang memiliki dua belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aumatahari terbit ialah pengumuman datangnya hari baru, pertempuran baruAy. Simbol tersebut menceritakan tentang perjuangan dalam menghadapi masalah dan rintangan yang ada di depan kita. Maka dari itu penyair berusaha mengimajinasikan pembaca bahwa setiap datangnya hari baru adalah pertempuran baru atau perjuangan baru yang selalu kita hadapi. Makna simbolik perjuangan yang ditemukan dari puisi AuTerima & Kasih. Selamat & TinggalAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aukami adalah musuh kematianAy. Simbol tersebut menceritakan tentang perjuangan untuk melawan kematian dan berusaha untuk memenangkan kehidupan, karena lebih baik hidup daripada mati. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AumusuhAy yang mengimajinasikan pembaca untuk melawan. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuLucid DreamAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aumelihat cinta dimakamkanAy. Simbol tersebut menceritakan tentang kesedihan bahwa manusia pasti tidak terlepas dari kematian, karena kematian adalah takdir yang tidak bisa diubah. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AudimakamkanAy yang mengimajinasikan pembaca untuk mengingat kematian. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuPenggusuranAy yang memiliki dua bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aujutaan anak kunci berjatuhan dari angkasaAy. Simbol tersebut menceritakan tentang kesedihan dari musibah korban penggusuran. Maka dari itu, penyair menggunakan frase Aujutaan anak kunci berjatuhan dari angkasaAy yang mengimajinasikan pembaca bahwa banyaknya jumlah jumlah korba yang mendapatkan musibah tersebut. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuSembilan Belas Juli Dua Ribu Dua PuluhAy untuk Sapardi Djoko Damono yang memiliki sepuluh bait dan dua baris dalam puisinya. Ditemukan tiga simbol yaitu AuhujanAy yang menceritakan tentang kesedihan dari kenangan sedih, kecewa, dan patah hati, simbol Aumenangis seperti gadis kecilAy menceritakan tentang kesedihan isakan tangis perempuan yang ingin diluapkan seperti anak kecil tanpa harus merasa malu, sedangkan simbol Aubayangan atap hujan yang lebih jernih dari ketiadaanAy menceritakan tentang kesedihan atas kepergian seseorang, yang tersisa hanya Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuInner SelfieAy yang memiliki empat bait dalam puisinya. Ditemukan dua simbol yaitu Aupohon sekaratAy dan Ausumur yang dalamAy yang menceritakan tentang kesedihan dari seseorang yang mana mengimajinasikan diksi AupohonAy adalah orang dalam Kesedihan tersebut terus berlarut-larut hingga menengelamkannya atau membawanya ke sesuatu yang buruk, makna tersebut sejalan dengan frasa yang digambarkan penyair yaitu Ausumur yang dalamAy. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuCerita dari PengungsianAy yang memiliki empat bait dan dua baris dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aunegara adalah kendaraan yang melaju tinggi menabrak motor ibumu, melemparkan tubuh ibumu ke tiang listrik, & seorang polisi keluar dari mobil berteriak: kau cari mati, ya?Ay yang menceritakan tentang kesedihan sebab penderitaan yang ditanggung ibu. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuMenjadi KesedihanAy yang memiliki dua bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Autangis pohonAy yang menceritakan tentang kesedihan isakan tangisan yang tidak terdengar atau disembunyikan agar tidak terdengar oleh orang lain. Makna simbolik kesedihan yang ditemukan dari puisi AuHal-Hal yang Kau TahuAy yang memiliki empat belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auciuman terakhir yang tidak pernah berakhirAy yang menceritakan tentang kesedihan dari ciuman terakhir adalah ciuman yang tidak bisa diulang kembali dan hal tersebut sangat membekas hingga susah untuk dilupakan atau Makna simbolik kebahagiaan yang ditemukan dari puisi AuBerapa Besar KemungkinanAy yang memiliki tujuh bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aujagat raya akan merkar seperti bunga-bungaAy yang menceritakan tentang kebahagiaan yang mekar indah dan memukaukan hati dan perasaan. Makna simbolik kebahagiaan yang ditemukan dari puisi AuDi Luar Segala Keyakinan Kita Ada DaerahAy yang memiliki tujuh bait dan tiga baris dalam puisinya. Ditemukan dua simbol yaitu Aujalan-jalan penuh bungaAy dan Auikan warna-warni berenang riang di udara terbuka & burung-burung melayang di bawah samudra yang warnanya selalu biruAy yang menceritakan tentang kebahagian dari pemandangan yang pasti indah dengan berbagai macam bunga yang akan membuat terpesona bagi orang yang melihatnya serta ikan warna-warni dan burung yang terbang bebas merupakan pemandangan yang indah dari suatu keadaan pikiran atau perasaan senang dan tentram. Makna simbolik kebahagiaan yang ditemukan dari puisi AuPulangAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aucinta nol kilometerAy yang menceritakan tentang kebahagiaan cinta adalah bentuk dari kasih sayang yang dapat ditemukanan dari siapa saja dan dari mana saja. Makna simbolik kebahagiaan yang ditemukan dari puisi AuPelajaran MelupakanAy yang memiliki tujuh bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aukau & cuaca alangkah indahAy yang menceritakan tentang kebahagiaan dari engkau yang merujuk kata seseorang yang dimaksut tersebut sangat indah dan cantik bagaikan seperti cuaca yang sedang indah. Makna simbolik kebahagiaan yang ditemukan dari puisi AuMembayangkan Kematian yang Indah Seorang PenguasaAy yang memiliki enam bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Audia tertawa & tertawa Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 & tertawa selama sisa keabadianAy yang menceritakan tentang kebahagiaan yang kekal, kebahagiaan yang tidak ada batasnya atau waktu yang tidak Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AukeabadiaanAy yang mengimajinasikan pembaca untuk makna yang kekal atau seseuatu waktu yang tidak berhingga. Makna simbolik kesederhanaan yang ditemukan dari puisi AuMenjadi KesederhanaanAy yang memiliki satu bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Autelur dadar, nasi goreng dari sisa semalam, air tanpa pewarnaAy yang menceritakan tentang Menerapkan hidup sederhana akan lebih baik bagi kita, ketika kita tidak memaksakan untuk membeli makanan mewah dan barangbarang mahal yang tidak begitu diperlukan. Makna simbolik harapan yang ditemuka dari puisi AuMembayangkan Kematian yang Indah Seorang PenguasaAy yang memiliki enam bait dalam Ditemukan dua simbol yaitu Aumengubah malam jadi api, getar gema tawanya meringankan batu hidup di bahu kamiAy dan Aucahaya adalah mata kami kembaliAy yang menceritakan tentang harapan adalah bentuk dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Makna simbolik kedamaian yang ditemukan dari puisi AuMenjadi KedamaianAy yang memiliki tiga bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auciptakan waktu luang & jadilah telagaAy yang menceritakan tentang kedamaian dan ketenangan. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi Aujadilah telagaAy yang mengimajinasikan pembaca bagaimana perasaan ketenangan yang kita didapatkan ketika berada di alam. Makna simbolik kedamaian yang ditemukan dari puisi AuPulangAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auperih asap pulang ke jatung nyala. api pulang ke hangat darahAy yang menceritakan tentang sikap damai dengan meredam emosi dan kemarahan menjadikan seseorang hidup damai. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi Auperih asap pulang ke jantung. api pulang ke hangat darahAy yang mengimajinasikan pembaca bagaimana sikap kedamaian dan ketenangan yang diterapkan. Makna simbolik kekerasan yang ditemukan dari puisi AuTerima & Kasih. Selamat & TinggalAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Autubuh kami dipaksa jadi tanah negara, lidah kami dipaksa memanjatkan doa yang akan mencelakai kamiAy yang menceritakan tentang perbuatan yang termasuk kekerasan adalah kegiatan apa pun yang mengandung paksaan. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AudipaksaAy sebagai penekanan atau penegasan dalam menyampaikan makna isi puisi. Makna simbolik keserakahan yang ditemukan dari puisi AuKami Ingin Lapar Memakan KamiAy yang memiliki enam bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aumemakan habis hutan kami dan meminum habis sungai kamiAy yang menceritakan tentang kerakusan manusia akan rasa ingin lebih untuk memiliki sesuatu. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi Aumemakan habisAy sebagai penekanan atau penegasan dalam menyampaikan makna keserakahan atau kerakusan pada puisi. Makna simbolik keserakahan yang ditemukan dari puisi AuTerima & Kasih. Selamat & TinggalAy yang memiliki delapan bait dalam Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Ditemukan dua simbol yaitu Audatang orang-orang itu membabat hutan saguAy dan Aukemarukan datang merebut tanah yang tersisaAy yang menceritakan tentang kerakusan manusia akan rasa ingin lebih untuk memiliki sesuatu. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AumembabatAy dan AumerebutAy sebagai penekanan atau penegasan dalam menyampaikan makna keserakahan pada Makna simbolik kekejaman yang ditemukan dari puisi AuHal-Hal yang Kau TahuAy yang memiliki empat belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auorang-orang kota memotretnya membingkainya & memasung bangkainya di dinding dapur & di meja antikAy yang menceritakan tentang kekejaman dari praktik-praktik seperti yang melanggar hak asasi manusia. Makna simbolik kekejaman yang ditemukan dari puisi AuAku Selalu TerlambatAy yang memiliki enam belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aukepada mayat perempuan muda yang kepalanya pecah kena peluru negaraAy yang menceritakan tentang kekejaman aparatur negara yang menghilangkan nyawa perempuan muda dengan menembak kepalanya. Makna simbolik ikhlas yang ditemukan dari puisi AuSembilan Belas Juli Dua Ribu Dua PuluhAy untuk Sapardi Djoko Damono yang memiliki sepuluh bait dan dua baris dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aujatuh sebagai hujan yang telah menerima dirinya tak terjemahkanAy yang menceritakan tentang keikhlasan adalah perasaan menerima atas apa yang kita miliki dalam hidup. Makna simbolik ikhlas yang ditemukan dari puisi AuMenungguAy yang memiliki sebelas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aukemiskinan telah membuat mereka mengambil seluruh milik kami & kami tidak kehingan apaapaAy yang menceritakan tentang ikhlas atas takdir yang dimiliki dengan menerima realita atau keadaan nyata yang terjadi di dalam kehidupannya. Makna simbolik keputusasaan yang ditemukan dari puisi AuPenghiburan & Alasan Lain Menikmati SenjaAy yang memiliki sepuluh bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu AusenjaAy yang menceritakan tentang keputusasaan karena waktu senja adalah keindahan pengobat hati pekerja buruh untuk melupakan beban hidup yang ditangguh hari ke hari. Makna simbolik keputusasaan yang ditemukan dari puisi AuMembayangkan Kematian yang Indah Seorang PenguasaAy yang memiliki enam bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aumimpi bukan lagi hal paling besar yang kami milikiAy yang menceritakan tentang keputusasaan, karena keinginan yang tak sampai atau sulit untuk digapai. Makna simbolik keputusasaan yang ditemukan dari puisi AuPantaiAy yang memiliki empat bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auombaknya tidak pernah berhasil menemukan apa yang ia inginkanAy yang menceritakan tentang keputusasaan, karena tidak mencapai tujuan yang diinginkan dengan tindakan yang sudah dilakukannya tidak akan membawa hasil yang diharapkan atau tidak akan membawa perubahan hasil seperti yang Makna simbolik ketidakadilan yang ditemukan dari puisi Au1,5 Soneta: Algorithm is Jawakarta-centricAy yang memiliki enam bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Aumaaf, jaringan diblokir di siniAy yang menceritakan tentang ketidakadilan masyarakat golongan bawah yang tidak bisa Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 menyuarakan pendapatnya. Makna simbolik ketidakadilan yang ditemukan dari puisi AuAku Selalu TerlambatAy yang memiliki enam belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auburung-burung sudah lama berhenti bernyayi. sekarang mereka berteriak, mereka protes kepada bising suara mesinAy yang menceritakan tentang ketidakadilan zaman sekarang yang semakin canggih, hampir semua pekerjaan kini yang menggunakan tenaga manusia akhirnya diganti dengan mesin atau robot. Makna simbolik ketidakadilan yang ditemukan dari puisi AuDi Luar Segala Keyakinan Kita Ada DaerahAy yang memiliki tujuh bait dan tiga baris dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Audi mana negara & agama bukan remot kontrolAy yang menceritakan tentang ketidakadilan yang mana negara & agama yang dijadikan sebagai alat untuk mengendalikan Makna simbolik kenangan yang ditemukan dari puisi AuBerapa Besar KemungkinanAy yang memiliki delapan bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Auburung-burungAy yang menceritakan tentang kenangan seseorang yang sangat dirindukan kebiasaan yang dilakukannya, yakni sesuatu yang membekas dalam ingatan dan terkesan. Maka dari itu, penyair menggunakan diksi AuburungAy yang seolah-olah diimajinasikan oleh pembaca adalah sosok seseorang dalam penekanan atau penegasan dalam menyampaikan makna isi Makna simbolik ketidakberdayaan yang ditemukan dari puisi AuHal-Hal yang Kau TahuAy yang memiliki enam belas bait dalam puisinya. Ditemukan satu simbol yaitu Autidak memiliki tangan lain menggenggam tangan mereka yang melambai gemetar di hadapan mautAy yang menceritakan tentang ketidakberdayaan atau kemalangan orang yang kesusahan atau membutuhkan Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa di dalam setiap puisi tidak semuanya kata-kata yang dipilih penyair itu mengandung simbol, karena ada juga kata-kata yang tidak bermakna atau memiliki arti tertentu. Penyair menggunakan kata-kata yang bermakna atau bukan kata sebenarnya untuk menajamkan dan mempertegas objek yang sedang dideskripsikan oleh penyair. Walaupun dari sisi lain makna justru memperlambat pemahaman karena pembaca diharuskan terlebih dahulu mencari arti dari makna yang disampaikan. Tetapi hal tersebut justru membuat pembaca merasakan pengalaman puitik seperti yang dirasakan penyair dalam memahami objek yang dilukiskan sehingga dapat lebih daripada sekedar persepsi umum. Simpulan . Makna simbolik yang ditemukan sangat beragam, yaitu : . simbol kesedihan. simbol kebahagian. simbol harapan. simbol kedamaian. simbol keserakahan. simbol kekejaman. simbol Ikhlas. simbol keputusasaan. simbol ketidakadilan. simbol kenangan. simbol ketidakberdayaan. Nurmala Rosanti. Irma Suryani. Sovia Wulandari: Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Kajian Linguistik dan Sastra Vol 3. No 1. Januari 2024 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Daftar Pustaka