JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 5. No 1. April 2022 IMPLEMENTASI FUZZY CASE BASED REASONING UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI Heru Yudia Setyo Anggoro1. Wiwien Hadikurniawati2 12Program Studi Teknik Informatika. Universitas Stikubank Semarang Jl. Tri lomba Juang no. 1 Semarang 50241 1 heruanggoro1149@gmail. com, 2 wiwien@edu. Abstract Rice is the staple food for most of the world's population. One of the factors that causes rice productivity to decline is rice plant disease, disease can be detected by the symptoms that arise to know more precisely what is happening in rice plants must require an expert or called an expert. Meanwhile, the number of experts is limited and cannot solve farmers' problems simultaneously. So we need a system that can help farmers in overcoming rice diseases. Where in this system there are several names of diseases, symptoms, and solutions. This research was made an Expert System for Diagnosing Rice Diseases Using the Fuzzy Case Based Reasoning (CBR) method in order to assist farmers in overcoming the problem of rice Fuzzy is used to determine a weight for rice disease, and the weight has 3 criteria, namely low, medium, and high. While Case Based Reasoning is used to determine the similarity value of old cases with new cases, the identification process is carried out by inputting new cases whose contents are about symptoms and then calculating the similarity value by comparing old cases with new cases. Keywords : expert system, fuzzy, case based reasoning (CBR), rice plant disease. Abstrak Tanaman padi menjadi makanan pokok sebagian besar penduduk dunia. Salah satu faktor yang menyebabkan produktifitas padi menurun adalah penyakit tanaman padi, penyakit dapat diketahui dengan adanya gejala-gejala yang timbul untuk mengetahui lebih tepat yang terjadi pada tanaman padi harus memerlukan seorang ahli atau disebut dengan pakar. Sedangkan jumlah pakar yang terbatas dan tidak bisa mengatasi permasalah petani secara bersamaan. Sehinga diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu petani dalam mengatasi penyakit padi. Dimana didalam sistem ini terdapt beberapa nama penyakit, gejala, dan solusi. Penelitian ini dibuat Sistem Pakar diagnosa Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Fuzzy Case Based Reasoning (CBR) untuk membantu petani dalam mengatai masalah penyakit padi. Fuzzy digunakan untuk menentukan sebuah bobot pada penyakit padi, dan bobot tersebut mempunyai 3 kriteria, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Sedangkan Case Based Reasoning digunakan untuk menentukan nilai kemiripan kasus lama dengan kasus baru, proses identifikasi dilakukan dengan menginput kasus baru yang isinya tentang gejala-gejala kemudian melakukan proses perhitungan nilai similarity dengan membandingkan kasus lama dengan kasus baru. Kata kunci : sistem pakar, fuzzy, case based reassoning (CBR), penyakit tanaman padi. PENDAHULUAN Padi merupakan tanaman pangan yang sangat penting di dunia setelah gandum dan Tanaman padi menjadi makanan pokok ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. bagi sebagian besar penduduk dunia, luas arealnya sekitar 100 juta ha, dan lebih dari 90% di Asia. Salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas padi menurun adalah penyakit yang menyerang tanaman padi. Jika serangan pada saat JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire masih dini dan terlambat dalam pengendalian maka akan menyebabkan gagal panen. Untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita pengindentifikasian yang tepat, sehingga dapat Untuk mengidentfikasi penyakit tanaman padi dapat diketahui dari gejala-gejala yang muncul. Pada Pati. Kec. Winong penyakit tanaman padi yang sering dikeluhkan para petani adalah penyakit Blash dengan ciri-ciri penyakitnya, pada bagian daun terdapat bercak coklat, terdapat ditangkai leher padi, malai, padi dewasa busuk dan mati, pemasakan makanan terhambat. Penanganan penyakit tanaman padi ini dilakukan oleh tenaga ahli atau pakar yang dikenal sebagai penyuluh pertanian lapangan (PPL). Para penyuluh terkendala dengan waktu dan tempat, sehingga dibutuhkan suatu alat yang dapat membantu untuk mengidentifikasi penyakit ( Sistem pakar identifikasi tanaman padi menggunakan CBR ). dipilih metode fuzzy case based reasoning untuk membangun sebuah sistem pakar diagnosa penyakit tanaman padi. Metode case based reasoning yaitu metode yang digunakan untuk membuat sistem pakar dengan pembandingan antara kasus baru dengan kasus lama. Dari hasil perbandingan tersebut akan ditemukan suatu bilangan dengan rentang dari 0 sampai dengan 1 yang menyatakan suatu tingkat Nilai kemiripan 0 diterjemahkan sebagai tidak ada kemiripan sama sekali antara kasus baru dengan kasus lama. Nilai kemiripan 1 diterjemahkan sebagai adanya kemiripan antara kasus baru dengan kasus lama. Fuzzy adalah menggunakan fariabel kata untuk mengganti perhitungan dengan bilangan, nilai kebenaran tergantung anggota yang dimilikinya. TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI Tinjauan Pustaka Penelitian ini, membahas tanaman cabe Cabe merah merupakan tanaman ang rentan akan penyakit atau hama. Penyakit dan hama merupakan salah satu penyebab penurunan hasil produksi. kurangnya pengetahuan terhadap penyakit tanamam cabe merah dan biaya perawatan yang tinggi membuat perawatan menjadi salah. Oleh karna itu program ini dibuat untuk mengapdosi pola pikir manusia yang dinamakan artifician intelligence. Sistem yang ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 5. No 1. April 2022 dibuat dapat mengidentifikasi penyakit tanaman cabe merah dengan menginput nama penyakit atau gejala, kemudian menghitung nilai similaritas menggunakan algoritma Similaritas Neymar berdasarkan bembandingan kesamaan gejala yang sudah ada dalam basisdata. Apabila hasil lebih dari 50 persen, maka akan ditampilkan diagnosis, namun jika hasil kurang dari 50 persen, maka akan dimasukkan dalam tahap revise akar dapat dijadikan kasus baru. Penelitian ini, membahas mengenai Penyakit Tuberculosis (TB) yang memakai metode Fuzzy Logic. Penyakit Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri disebut Mycobacterium Tuberculosis. Fuzzy Logic digunakan sebagai perhitungan pemikiran atau tingkat keakuratan, penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Logic Mamdani, sehingga dihasilkan tingkat keakuratan diagnose sebesar 70,33 persen. Penelitian ini bertujuan membantu para masyarakat atau pengguna agar mendapat informasi mengenai penyakit TB paru tanpa harus berobat ketenaga medis. Fuzzy Metode fuzzy adalah sebuah komponen soft Pada tahun 1965. Prof. Lotfi A. Zadeh pertama kali memperkenalkan logika fuzzy. Himpunan fuzzy merupakan dasar dari Logika fuzzy, peran suatu derajat keanggotaan adalah penentu keberadaan elemen dalam sebuah himpunan yang sangat penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy tersebut. logika fuzzy merupakan sebuah cara yang tepat untuk mengklasifikasikan suatu ruang input ke dalam ruang output. Teori himpunan fuzzy adalah sebuah struktur matematis yang digunakan dalam mempresentasikan ketidak pastian. Ada 4 tahap untuk melakukan proses Fuzzy. Menggambarkan Fungsi Keanggotaan Proses Fuzzyfikasi Proses Fuzzyfikasi Query Dasar Zadeh untuk Operasi Himpunan Fuzzy Rumus: ycuOyca yuN . cu ] { ( ycu Oe yca )/( yca Oe yca ). ycaOycuOyca ycuOuyca Case Based Reasoning ( CBR ) Metode Case Based Reasoning melakukan JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire memanfaatkan pengalaman sebelumnya, cara Case Based Reasoning membandingkan kasus baru dengan kasus lama. Berikut adalah cara kerja Case Based Reasoning (CBR). Reteive: menemukan kasus lama dengan kasus baru yang paling mirip. Reuse: kembali menggunakan kasus lama dan dicoba untuk menyelesaikan masalah baru. Revise: meninjau atau mengevalusi solusi yang diberikan. Retain: menyimpan pengalaman untuk memecahkan yang akan datang kedalam basis kasus. Berikut adalah rumus untuk menentukan nilai kemiripan similarity: Similarity ( S,T )= ycu Oc yce( ycNyc , ycIyc )ycu ycyc ycN=1 Similarity (T,S)= ycI1 y ycO1 ycI2 y ycO2 U ycIycu y ycOycu ycO1 ycO2 U ycOycu Dimana : T : Kasus target / baru S : Kasus / lama / pembanding n : Jumlah atribut dalam setiap kasus i : Atribut individu dari 1 sampai n f : Fungsi kemiripan untuk atribut I dalam kasus T dan S w : Bobot atribut i METODOLOGI PENELITIAN Skema Alur Penelitian Dalam menyusun penelitian diperlukan suatu kerangka kerja . rame wor. agar mempermudah untuk menguraikan tahapan-tahapan. Frame work yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Indentifikasi masalah Studi Pustaka Pengumpulan Data Pengembangan Sistem Laporan Hasil Penelitian Gambar 1. Framework Penelitian ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 5. No 1. April 2022 Berdasarkan frame work yang dibuat, maka dapat dijelaskan bahwa indentifikasi masalah adalah tahap yang digunakan untuk memecahkan masalah yang terjadi di kecamatan Winong. Kabupaten Pati dalam mengatasi masalah penyakit tanaman padi. Pada tahap studi pustaka dilakukan pencarian tentang landasan teori melalui sumber yang terkait seperti buku referensi, artikel, jurnal. Unified Modeling Language (UML). PHP dan MySQL dan literaturliteratur tentang masalah system pakar diagnosa menggunakan metode Fuzzy dan Case Based Reasoning. Pengumpulan Data Dalam proses pengumpulan data penelitian ini, terdapat 8 penyakit seperti hawar daun, kresek, busuk batang, tungro, bercak daun, furasium, blash, hawar pelepah daun, data yang akan diuji sebanyak 5 data yang didapatkan dari hasil observasi dari petani Kab, pati. Kec. Winong. peneliti melakukan beberapa tahap dalam pengambilan data, yaitu . Penelitian ini dilakukandengan cara mendatangi langsung di lapangan dan ikut terlibat dalam kegiatan pertanian agar mendapatkan berbagai data yang digunakann dalam penelitian. Wawancara pengumpulan data dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan langsung kepada seorang pakar dan informasi tentang tanamamn padi untuk penelitian. Studi pustaka Studi pustaka dilakukan dengan mengambil beberapa refrensi dari jurnal, buku-buku, makalah-makalah, situs internet, dan lain-lain. Tahapan Waterfall Metode waterfall pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce di tahun 70-an yang merupakan metode klasik sederhana dengan aliran sistem liner yang mana masukan pada suatu tahapan merupakan keluaran dari tahapan Menurut Sommerville . pengembangan sistem yang berurutan dan memiliki kemajuan yang bergerak mengalir kebawah seperti air terjun melewati proses perencanaan, pemodelan, implementasi, dan Adapun beberapa tahapan pada metode waterfall adalah JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 5. No 1. April 2022 penyakit padi TABEL I. PENYAKIT DAN SOLUSI. Kode Penyak P01 Nama Penyak Hawar Daun Gambar 2. Model Waterfall Menurut Sommerville. Proses menggunakan 2 metode penggabungan yaitu Fuzzy dan Case Based Reasoning. Metode Fuzzy digunakan untuk pembobotan kriteria dan menghitung rasio konsistensi. metode Fuzzy ada 4 tahap yaitu menggambarkan fungsi keanggotaan, proses fuzzyfikasi, proses fuzzyfikasi query, dasar daerah untuk himpunan Pada tahap fungsi keanggotaan pertama menunjukkan nilai 0 dan 1, dengan cara Fungsi keanggotaan terdapat beberapa kombinasi yaitu ada fungsi keanggotaan segitiga dan trapesium atau linier. Himpunan fuzzy mempunyai 3 nilai yaitu rendah, sedang, tinggi. Proses fuzzyfikasi yaitu perubahan nilai tegas ke nilai samar, dengan cara menginput nilai tegas kemudian dihitung. Perhitungan dapat dilakukan dengan cara manual atau programing. Tahap operasi himpunan fuzzyfikasi hasilnya hasilnya adalah derajat keanggotaan rendah, sedaang, tinggi denngan nilai 0 sampai 1. Fuzzyfikasi Query diambil dari derajat keangotaan dalam tahap 3, kemudian akan diambil nilai paling mendekati anggka 1. Penyakit pada tanamann padi banyak Dari sejumlah penyakit padi tersebut akan menjadi basis pengetahuan untuk tahap Dalam konsultasi gangguan mata, gejalagejala pada penyakit padi akan dibandingkan dengan gejala-gejala yang dimasukkan oleh Dari hasil perbandingan ini maka akan dihitung tingkat kemiripan antara konsultasi dan basis pengetahuan. Pada tabel 1 ditunjukkan ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. P02 Kresek/ Layu Daun P03 Busuk Batang P04 Tungro P05 Bercak Daun Solusi Penanganan Penanaman padi dengan sistem jejer legowo, pengaliran berimbang jangan terlalu banyak menggunakan pupuk N, penyemprotan Penanaman menggunakan benih yang sehat, hindari pupuk N yang berlebihan dan gunalan pupuk kalium yang cukup, hindarin pemupukan saat masa bunting atau tumbuh, pestinisida secara Penyemprotan fingisida yang berbahan aktif lakukan pengelolaan air usahan jangan sampai air menggenang terlalu lama, lakukan pembakaran pada jerami yang telah dipanen dulu, pemberian pupuk unsus K . Penyemprotan insektisida, sanitasi merenggangkan jarak tanam, jangan menggunkan pupuk orea yang berlebihan, mencelupkan benih pada larutan merkuri. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire P06 Furasiu P07 P08 Blas Hawar Pelepah Daun Pemberian pupuk Penyemprotan menerapkan pola pemupukan yang tepat dan berimbang, dan melakukan Pengaturan jarak tanaman yang tidak terlalu rapat, menggunkan orea, membasmi sanitisa sisa tanaman padi, dan menggunkan Himpunan fuzzy mempunyai 3 nilai yaitu rendah, sedang, tinggi. TABEL II. FUNGSI KEANGGOTAAN Keanggotaan Nilai Rendah 0,20,40 Sedang 30,50,70 Tinggi 60,80,100 Volume 5. No 1. April 2022 menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk segitiga. Masing -masing himpunan memiliki nilai : Rendah = 0, 20, 40 Sedang = 30, 50, 70 Tinggi = 60, 80, 100 Proses Fuzyfikasi Perhitungan fuzzy secara umum yaitu perubahan nilai tegas . ,50,. ke nilai samar . , dengan cara menginput nilai tegas lalu ycu O 20 40Oeycu 20 O ycu O . C Rendah (X) = { 0ycu Ou 40 30 Ou ycu Ou 70 ycuOe30 C Sedang . = { 20 30 O ycu O 50 } 70Oeycu 50 O ycu O 70 C Tinggi . = { 20 ycuOe60 ycu O 80 60 O ycu O 80 } 80 O ycu100 Proses Fuzzyfikasi Query Hasil proses fuzzyfikasi dalam tahap 2 adalah derajat keanggotaan Rendah. Sedang. Maupun Tinggi. Dengan nilai 0 sampai 1. Gambar 3 Fungsi Keanggotan Berbentun Bahu Himpunan rendah dan tinggi menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk bahu. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk pembobotan dengan teknik Fuzzy pada sistem pakar terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu: Menggambarkan Fungsi Keanggotaan Masing-masing variabel nilai dibagi menjadi 3 himpunan fuzzy, yaitu Rendah. Sedang dan Tinggi. Himpunan Rendah dan Tinggi menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk bahu, sedangkan himpunan Sedang ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Hawar Daun : G1. Terjadi pada tanaman dewasa = 10 G2. Kedua sisi daun terdapat bercak kebasan beberapa cm dari ujung daun = 20 G3. Daun mengering berwarna abu abu keputihan = 80 G4. Daun menggulung= 50 PENYAKIT HAWAR DAUN KODE GEJALA KATEGORI RENDAH SEDANG TINGGI Kresek/ Layu daun G5. Terjadi pada tanaman muda = 10 G6. terdepat bercak garis kebasahan pada tepi daun = 20 JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire G7. lalu meluas keseluruh daun hingga berwarna hijau keabuan = 30 G8. tanaman layu = 70 PENYAKIT KRESEK / LAYU DAUN KODE GEJALA KATEGORI RENDAH SEDANG TINGGI G18 PENYAKIT BUSUK BATANG KODE GEJALA KATEGORI G10 G11 RENDAH SEDANG TINGGI G23 PENYAKIT TUNGRO KODE GEJALA G1 G1 G1 G1 G1 Penyakit Bercak Daun KATEGO RENDAH SEDANG TINGGI G18. Terdapat bercak bewarna coklat tua berntuk ketupat pada daun = 40 G19. Menyerang pada buah yang baru tumbuh = 20 G20. Biji kecambah busuk = 70 G21. Menyerang pada kecambah = 40 G22. Malai = 20 ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Penyakit Fusarium PENYAKIT FURASIUM KODE GEJALA KATEGORI G24 G25 G26 RENDAH SEDANG TINGGI Blas G27. Pada bagian daun terdapat bercak coklat = 20 G28. Terdapat ditangkai leher padi = 10 G29. Malai = 20 G30. Padi dewasa busuk dan mati = 100 G31. Pemasakan makanan terhambat = 70 Penyakit Tungro G12. Tanaman menjadi kerdil = 20 G13. daun menguning dari pucuk sampai ke batang,= 30 G14. Daun melintir = 50 G15. Jumlah anakan menjadi berkurang = G16. Daun menuning dan coklat = 40 G17. Jumlah tunas berkurang = 20 PENYAKIT BERCAK DAUN KODE GEJALA KATEGORI G19 G20 G21 G22 RENDAH O,5 SEDANG TINGGI G23. Akar membusuk = 100 G24. Daun terkulai = 10 G25. Biji muda berwarna kecoklatan = 50 G26. Menyerang titik tumbuh padi = 50 Busuk batang G9. Terdapat bercak hitam dan tidak teratur pada bagian luar batang = 30 G10. Batang membusuk = 90 G11. Terdapat jamur bewarna abu abu gelap didalam batang = 80 Volume 5. No 1. April 2022 G27 PENYAKIT BLAS KODE GEJALA G28 G29 G30 G31 KATEGORI RENDAH SEDANG TINGGI Hawar pelepah daun G32. Terdapat bercak pada pelepah daun bewarna kehijaun dekat permukaan air = 20 G33. Bercak berukuran 1-3 cm berbntuk oval = 30 G34. pada pusat bercak warna menjadi putih keabu-abuan dengan tepi berwarna coklat = 20 G35. Produksi gabah menurun = 60 PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN KODE GEJALA KATEGORI G32 G33 G34 G35 RENDAH JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire SEDANG TINGGI Proses Fuuzyfikasi Query Dengan derajat keanggotaan dalam tahap 3. Berdasarkan perhitungan hasil yang diambil adalah nilai yang paling banyak dikategoti PENYAKIT HAWAR DAUN KODE GEJALA KATEGO KETERANGA RENDAH Berdasarkan SEDANG gejala yang TINGGI masih dalam PENYAKIT KRESEK / LAYU DAUN KODE GEJALA KATEGO KETERANGA Berdasarkan gejala yang masih dalam RENDAH SEDANG TINGGI BUSUK BATANG KODE GEJALA KATEGOR KETERANGA G9 G1 RENDAH Berdasarkan gejala yang SEDANG dialami masuk TINGGI kategori tinggi PENYAKIT TUNGRO KODE GEJALA KATE GORI KETER ANGAN ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 5. No 1. April 2022 REND SEDA TINGG Berdasa PENYAKIT BERCAK DAUN KODE GEJALA KATEG KETERA ORI NGAN G1 G1 G2 G2 G2 RENDA Berdasar SEDAN perhitung an, gejala TINGGI PENYAKIT FURASIUM KODE GEJALA KATEGO KETERANG G2 G2 G2 G2 RENDAH Berdasarka SEDANG TINGGI n, gejala PENYAKIT BLAS KODE GEJALA KATEG ORI G2 G2 G2 G3 G3 RENDA SEDAN KETERA NGAN Berdasar an, gejala JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire TINGGI Volume 5. No 1. April 2022 ( 0 ycu 20 ) ( 0 ycu 30 ) ( 0 ycu 50 ) ( 0 ycu 30 ) . ycu 40 ) ( 0 ycu 20 ) 20 30 50 30 40 20 = 190 = 0,21 ycu 100 = 21 % Penyakit Bercak Daun PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN KODE GEJALA KATEGO KETERANG G3 G3 G3 G3 RENDAH Berdasarka SEDANG TINGGI n, gejala Setelah mendapatkan nilai bobot prioritas, langkah selanjutnya adalah perbandingan antara kasus lama dengan kasus baru menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) atau nilai Similarity untuk mendapatkan tingkat kemiripan padaa kasus lama dengan formulasi seperti ( Q,A ) = ( ycI1 ycu ycO1 ) ( ycI2 ycu ycO2 ) AA( ycIycu ycu ycOycu ) ycO1 ycO2 A ycOycu ( 1 ycu 40 ) ( 0 ycu 20 ) ( 0 ycu 70 ) ( 0 ycu 40 ) . ycu 20 ) 40 20 70 40 20 = 190 = 0,31 ycu 100 = 31 % Penyakit Furasium ( 0 ycu 100 ) ( 0 ycu 10 ) ( 0 ycu 50 ) ( 0 ycu 50 ) 100 10 50 50 = 210 = 0 ycu 100 =0% Penyakit Blass ( 1 ycu 20 ) ( 1 ycu 10 ) ( 1 ycu 20 ) ( 1 ycu 100 ) . ycu 70 ) 20 10 20 100 70 = 220 = 1 ycu 100 = 100 % Penyakit Hawar Pelepah Daun ( 0 ycu 20 ) ( 0 ycu 30 ) ( 0 ycu 20 ) . ycu 60 ) 20 30 20 60 = 130 = 0,46 ycu 100 = 46 % PERANCANGAN TAMPILAN INTERFACE Perhitungannya sebagai berikut Penyakit hawar daun, ( 0 ycu 10 ) ( 0 ycu 20 ) ( 0 ycu 80 ) ( 0 ycu 50 ) 10 20 80 50 = 160 = 0 ycu 100 =0% Penyakit kresek / layu daun, ( 0 ycu 10 ) ( 0 ycu 20 ) ( 0 ycu 30 ) ( 0 ycu 70 ) 10 20 30 70 = 130 = 0 ycu 100 =0% Gambar 4 Halaman Login Halaman login pada gambar 4 dipakai untuk memvalidasi admin untuk mengakses halaman dashbord sehingga admin dapat menginput, edit, delete kriteria, dan data alternatif. Penyakit Busuk batang, ( 0 ycu 30 ) ( 1 ycu 90 ) ( 0 ycu 80 ) 30 90 80 = 200 = 0,45 ycu 100 = 45 % Penyakit Tungro. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 5 Halaman Dashbord Admin Halaman dashbord pada gambar 5 yang menampilkan beberapa jumlah isi data yang JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 5. No 1. April 2022 terdapat pada bagian tanama, diagnosa ,penyakit, dan solusi penyakit. Serta beberapa menu seperti pencarian yang isinya tentang pencarin mnggunakan metode fuzzy dan case based Menu master data yang isinya untuk mengedit bagian tanaman, nama penyakit, diagnosa, dan solusi penyakit. Menu user yang isinya email siapa saja yang sudah mebuka web sistem pakar ini. Gambar 9 Halaman Menu Pencarian Gambar 6 Halaman Diagnosa Halaman diagnosa adalah halaman yang menampilkan beberapa nama gejala pada tanaman padi. Gambar 10 Halaman Hasil Pencarian Halaman pencarian seperti gambar 9 di atas dengan memasukkan beberapa nama gejala yang dialami dan akan melakukan proses analisa atau perhitungan masuk dalam kategori penyakit dan solusi yang sesuai di database, gambar 10 adalah hasil dari pencarian yang dilakukan sebelumnya yang mengasilkan nama penyakit dan solusi Kesimpulan dan Saran Gambar 7 Halaman Penyakit Halaman penyakit adalah halaman yang menampilkan beberapa nama penyakit pada tanaman padi. Gambar 8 Halaman Solusi Halaman solusi adalah halaman yang menampilkan nama penyakit dan solusi pencegahan pada tanaman padi. Berdasarkan pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Fuzzy Case Based Reasoning (CBR) menghasilkan sebuah system Pakar menentukan diagnosa penyakit tanaman padi sehingga dapat terdeteksi penyakitnya dan penangananya. Di dalam sistem yang dirancang dapat digunakan untuk mengelola data admin, data penyakit, data gejala, dan solusi. Dengan system pakar ini, petani atau seorang yang membutuhkan refrensi tentang penyakit padi mendiagnosis gejala yang dialami dan tidak perlu harus menunggu PPL. Saran untuk pengembangan dikembangkan menjadi aplikasi berbasis android menyesuaikan kebutuhan pengguna sehingga kinerja sistem dapat meningkat dengan sistem yang lebih user-friendly. Daftar Pustaka: