Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 ANALISIS KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA LANSIA KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 ANALYSIS OF ADHERENCE TO TAKING HYPERTENSION MEDICATION OGAN ILIR REGENCY IN 2024 Bara Yunita1. Ali Harokan2. Chairil Zaman3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang,Indonesia e-mail korepondensi: keizasajalah@gmail. ABSTRAK Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat sebesar 34,1%, namun cukup disayangkan dari seluruh pasien hipertensi terdapat 32,3% masyarakat yang tidak rutin minum obat dan 13,3% yang tidak minum obat penurun tekanan darah. Padahal mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah 1788 lansia yang hipertensi berkunjung di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023, dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 95 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive , dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Kriteria sampel yaitu bersedia menjadi responden dan tidak dalam keadaan sakit. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 07-24 Februari 2024. Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan jenis kelamin . value 0,. , motivasi . value 0,. dan peran petugas . value 0,. Faktor yang paling dominan dengan dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024, yaitu jenis kelamin . value 0,. (OR 45,. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan jenis, motivasi dan peran petugas . Kata kunci : Kepatuhan, hipertensi, lansia ABSTRACT The prevalence of hypertension in Indonesia has increased by 34. 1%, but it is quite unfortunate that of all hypertension patients there are 32. 3% of people who do not regularly take medication and 13. 3% who do not take blood pressure lowering medication. However, taking blood pressure-lowering medication regularly can reduce the risk of cardiovascular disease. This study aims to determine the factors associated with adherence to taking hypertension medication in the elderly at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in The design of this research is a quantitative analytical survey with a cross-sectional approach. The population of this study was 1788 elderly people with hypertension visiting the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2023, with a total research sample of 95 respondents. The sampling method uses purposive sampling technique, calculated using the Slovin formula. The sample criteria are being willing to be a respondent and not being sick. This research was carried out on 07-24 February 2024. The data collection used in this research was primary data which was collected by conducting interviews with respondents using a questionnaire tool. Bivariate data analysis used the Chi-Square test and multivariate logistic regression. Based on bivariate analysis, it is known that there is a relationship between gender . , motivation . and officer role . The most dominant factor in compliance with taking hypertension medication in the Pegayut Community Health Center Working Area. Ogan Ilir Regency in 2024, is gender . (OR 45. The conclusion of this research is that there is a relationship between type, motivation and role of officers. Keywords: Compliance, hypertension, elderly Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 PENDAHULUAN Vol. 9 No. September 2024 obat rutin, sedangkan Survei Nasional 2018 sebanyak 59,8% pasien merasa sehat dan tidak merasakan gejala 31,3% tidak rutin berkunjung ke fasilitas kesehatan, 14,5% konsumsi obat tradisional 6. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik Ou 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik Ou 90 mmHg 1. (WHO) mengidentifikasi kepatuhan yang buruk sebagai penyebab paling signifikan dari tekanan darah yang tidak terkontrol dan memperkirakan bahwa 50Ae70% orang tidak meminum obat antihipertensi sesuai Proporsi kepatuhan minum obat anti hipertensi pada penduduk umur Ou18 tahun dengan hipertensi yang didiagnosis oleh dokter menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Riskesdas 2018, diperoleh di Kabupaten Ogan Ilir kepatuhan rutin, 50,42 %, tidak rutin 31,17% dan tidak minum obat 18,41% 7. Pengobatan hipertensi dilakukan jangka panjang, bahkan seumur hidup minum obat secara teratur sesuai dengan anjuran meskipun tidak ada gejala 3. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Pada riskesdas 2018. Indonesia meningkat hingga sebesar 34,1%. Namun cukup disayangkan, dari seluruh pasien hipertensi terdapat 32,3% masyarakat yang tidak rutin minum obat dan 13,3% yang tidak minum obat penurun tekanan darah. Padahal mengkonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin dapat kardiovaskular dan tidak menular ke Menurut penelitian menyatakan. hasil penelitian ada hubungan umur, pengetahun dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Pengandonan Kota Pagar Alam tahun 2022. Menurut penelitian menyatakan ada hubungan umur, pengetahuan, dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Sakti Pumi Tahun 2023 9. Menurut penelitian menyatakan, ada hubungan antara motivasi berobat, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi penderita di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa 10. Pada periode survei 2017 sampai dengan tahun 2018, prevalensi hipertensi dengan usia adalah 45,4% pada orang dewasa dan lebih tinggi pada laki-laki . ,0%) dibandingkan perempuan . ,7%), pada usia: 22,4% . sia 18Ae. , 54,5% . Ae. , dan 74,5% . tahun ke ata. , prevalensi hipertensi secara keseluruhan menurun dari 47,0% pada tahun 1999Ae2000 menjadi 41,7% pada tahun 2013Ae2014 dan kemudian meningkat menjadi 45,4% pada tahun 2017Ae2018 5. Kementerian. RI tahun 2018, menunjukan dari 8,8% hipertensi hanya 50% yang minum obat secara teratur, dengan rincian 2,8% pasien mengaku minum obat tidak rutin, 1,3 % tidak minum obat dan 4,7 % meminum METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survey analitik Populasi penelitian ini adalah 1788 lansia yang menderita hipertensi berkunjung di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023, dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 95 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. , dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Kriteria Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 sampel yaitu bersedia menjadi responden dan tidak dalam keadaan sakit. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 07-24 Februari 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis data Vol. 9 No. September 2024 bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuansi Karakteristik Responden Variabel Kepatuhan Patuh Tidak patuh Umur Lanjut usia Dewasa lanjut Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pengetahuan Baik Tidak baik Dukungan keluarga Mendukung Tidak mendukung Frekuensi . Persentase (%) Motivasi Baik Kurang baik Peran Petugas Kesehatan Baik Kurang Baik Berdasarkan tabel 1, diperoleh variabel kepatuhan minum obat hipertensi, patuh 62 responden . ,3%), tidak patuh 33 responden . ,7%). Variabel umur lanjut usia 55 responden . ,9%), dewasa lanjut 40 responden . ,1%). Variabel jenis kelamin laki-laki 26 responden . ,4%), perempuan 69 responden . ,6%). Variabel pengetahuan baik 84 responden . ,4%), tidak baik 11 responden . Variabel dukungan keluarga mendukung 84 responden . ,4%), tidak mendukung 11 responden . ,6%). Variabel motivasi baik 69 responden . ,6%), kurang baik 26 responden . ,4%). Variabel peran petugas kesehatan baik 59 responden . ,1%), kurang baik 36 responden . ,9%). Tabel 2. Analisis Bivariat Kepatuhan Variabel Umur Dewasa lanjut Jenis kelamin Laki-laki Patuh Total pValue Tidak patuh 1,00 0,00 Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Perempuan Pengetahuan Baik Tidak baik Dukungan Mendukung Tidak Motivasi Baik Kurang baik Peran petugas Baik Kurang baik Vol. 9 No. September 2024 0,74 0,74 0,031 0,026 Umur Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 1,00 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara umur dengan Kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Pagayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR=0,02 yang artinya responden dengan jenis kelamin laki-laki memiliki peluang 0,02 kali untuk kejadian untuk patuh dibandingkan dengan responden dengan jenis kelamin perempuan di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian tidak ada hubungan umur dengan kepatuhan berobat pada hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara 10. Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian umur tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara umur seseorang dengan kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Puskesmas Bayat 13. Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan karakteristik pasien hipertensi dengan kepatuhan minum obat di UPT Puskesmas Meral Kabupaten Karimun tahun 2020, hasil penelitian ada hubungan umur dengan kepatuhan minum Berdasarkan Riskesda 2018, prevalensi hipertensi terjadi pada kelompok umur 3144 tahun . ,6%), umur 45-54 tahun . ,3%) umur 55-64 . ,2%) 12. Berdasarkan asumsi penelitian, sebagian besar responden umur lanjut usia. Umur merupakan salah satu penyebab terhadap terjadinya hipertensi, selain itu kejadian hipertensi bukan hanya berhubungan dengan umur tertapi berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Pria mempunyai risiko 2, 3 kali lebih banyak mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dibandingkan. Setelah hipertensi pada wanita meningkat. Setelah usia 65 tahun, akibat faktor hormonal pada wanita kejadian hipertensi lebih tinggi daripada pria 15. Berdasarkan asumsi peneliti, sebagian Peningkatan hipertensi lebih banyak mengalamin peningkatan pada wanita. Jenis kelamin Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,00 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 seiring masuk menouphose. Responden dalam penelitian ini banyak perempuan di bandingkan dengan laki-laki. obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Pengetahuan Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,74, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat Penelitian ini sejalan dengan penelitian hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Suli Tahun 2023, hasil penelitian tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi 20. Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat 16. Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan pengetahuan dan self care management dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Indralaya, hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Penelitian ini sejalan dengan penelitian faktor-faktor penderita hipertensi, hasil penelitian ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan Berdasarkan asumsi peneliti sebagian besar dukungan keluarga mendukung. Dukungan keluarga bentuk perhatian Dari hasil karakteristik dukungan keluarga respoden sudah banyak mendukung dalam pengobatan Pengetahuan yang mencakup dalam domain kognitif terdiri dari tahu yang diartikan sebagai mengingat suatu materi memahami sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang diinterprestasikan materi tersebut secara Motivasi Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,031, maka dapat disimpulkan ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR=3,07 yang artinya responden dengan motivasi baik memiliki peluang 3,07 kali untuk kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Berdasarkan asumsi peneliti sebagian besar pengetahuan baik. Selain pengetahun tentang kepatuhan pengobatan hipertensi, pasien dengan hipertensi harus mempunyai keinginan atau kemauan dalam menjalani pengobatan hipertensi, dikarena dalam pengobatan dilakukan dengan jangka panjang, selain juga dari faktor lain. Dukungan keluarga Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,74, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan dengan kepatuhan minum Menurut penelitian menyatakan, penelitian ada hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada penderita Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul motivasi pasien hipertensi berhubungan dengan kepatuhan minum obat, hasil penelitian ada hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat 23. Vol. 9 No. September 2024 Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara peran petugas dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Dari hasil analisis diperoleh nilai OR=0,30 yang artinya responden dengan peran baik memiliki peluang 0,30 kali untuk kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI). Motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai Menurut penelitian menyatakan, hasil penelitian ada hubungan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi 25. Peneltian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan peran keluarga dan peran tenaga kesehatan dalam kepatuhan pengobatan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu, hasil penelitian ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan Berdasarkan asumsi dari peneliti sebagian besar motivasi baik. motivasi bersumber dari dorongan diri sendiri untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal pengobatan tujuan untuk sembuh dari penyakit Menurut teori Lawrence Green faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan berobat diantaranya ada faktor yang memperkuat atau mendorong . einforcing facto. yaitu berupa sikap atau perilaku petugas kesehatan yang mendukung penderita untuk patuh berobat 27. Peran petugas Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value = 0,026, maka dapat disimpulkan ada hubungan antara peran petugas dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR=0,30 yang artinya responden dengan peran baik memiliki peluang 0,30 kali untuk kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Berdasarkan asumsi peneliti sebagian peran petugas kesehatan baik. Petugas kesehatan memberikan informasi serta edukasi berkaitan dengan penyakit hipertensi serta memberikan dukungan dalam menjalankan pengobatan. Tabel 3. Analisis multivariat pValue Jenis kelamin 0,00 95,0% C. for EXP(B) Lower Upper Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024 yaitu jenis kelamin . Value 0,. , (OR 45,. Hasil akhir analisis multvariat variabel yang paling dominan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 Variabel yang paling dominan kepatuhan minum obat hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024 adalah jenis kelamin . Value 0,. , (OR 45,. Bila variabel indepeden di uji secara bersama-sama maka variabel jenis kelamin adalah variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi patuh Wilayah Kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024 DAFTAR PUSTAKA Menurut penelitian menyatakan bahwa dari 38 pasien hipertensi terdapat 15 orang . ,8%) laki-laki dan 24 orang . ,2%) Kondisi ini menunjukan sebagian besar responden yang mengalami hipertensi adalah perempuan, hal ini menoupose yang terjadi perubahan Perempuan mengalami penurunan hormon estrogen setelah terjadinya menoupose, perempuan menoupose dilindungi oleh hormon estrogen yang memiliki efek proteksi terhadap jantung29. Berdasarkan asumsi peneliti. Peningkatan hipertensi lebih banyak mengalamin peningkatan pada wanita dibandingkan laki-laki yang disebabkan oleh penurunan hormone pada wanita saat menouphose. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan jenis, motivasi dan peran SARAN