SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 EFEKTIVITAS PERMAINAN PERKUSI KASTANYET TERHADAP KECERDASAN MUSIKAL ANAK Pipin Afindra Putri 1. Syahrul Ismet 2 Universitas Negeri Padang Email: pipinafindra151198@gmail. com, syahrul@fip. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan perkusi kastanyet modifikasi terhadap kecerdasan musikal anak. Pengembangan kecerdasan musikal seharusnya sesuai dengan karakteristik perkembangan anak yang berpusat pada kegiatan bermain seraya belajar. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi Teknik pengumpulan data dengan menelaah sumber primer berupa buku referensi dan jurnal yang relevan dengan masalah penelitian. Setelah mendapatkan data yang diperlukan maka dilanjutkan dengan menganalisis data. Analisis dilakukan dengan menghubungkan antara permasalahan dengan konsep dan teori relevan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan perkusi kastanyet modifikasi efektif terhadap pengembangan kecerdasan musikal anak usia dini. Hasil penelitian didasarkan atas temuan keunggulan permainan perkusi kasstanyet dari sisi: kemudahan media bagi anak, media sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, materi perkusi kastanyet, media yang mudah dan ringan serta pemanfaatan stimulasi berbagai aspek secara terintegrasi. Kata Kunci: studi literatur, kecerdasan musikal, permainan perkusi kastanyet modifikasi, anak Abstract This study is aimed at finding the effectiveness between the modified castanet percussion games and children's musical intelligence. The development of musical intelligence should be in accordance with the characteristics of child development that focused on learning activities while learning. This study employed the Literature Study as a research method. Data collection technique in this study examined the primary sources in the form of reference books and journals that are relevant to the research After getting the required data then proceed with analyzing the data. The analysis is done by connecting the problem with relevant concepts and theories. The finding of this study reveals that: the modified percussion castanet games effectively used to improve musical intelligence of early childhood. The finding of this study is based on a variety of findings of excellence of castanet percussion games, namely: castanets are easy media for children to play, castanets according to the child's developmental needs, castanet percussion materials that are easily understood, and castanets are useful for stimulating various aspects of intelligence in a manner Keywords: literature study, musical intelligence, modified castanet percussion games. PENDAHULUAN Anak usia dini memiliki fase perubahan pertumbuhan dan perkembangan pesat di usia nol hingga enam tahun. Fase yang tepat untuk mengembangkan berbagai potensi melalui stimulasi. Anak usia dini membutuhkan rangsangan agar program perkembangan anak terpenuhi dengan baik dan optimal. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Pendidikan anak usia dini ditujukan pada anak usia dini sebagai proses dasar dalam potensi yang terintegrasi dengan memberikan rangsangan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pegembangan yang paling mendasar diberikan untuk anak yaitu melatih potensi kecerdasan anak yang terbentuk di rentang usia dini, sehingga penyelenggaraan pendidikan seharusnya sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak. Dalam menciptakan generasi intelektual dan berkualitas, pengembangan yang dilakukan harus dimulai dari sejak dini di lembaga pendidikan formal. Taman kanakkanak merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki program untuk menstimulasi perkembangan potensi kecerdasan anak di usia 4 sampai 6 tahun. Setiap anak memiliki potensi kecerdasan yang berbeda yang meliputi koginitf, bahasa dan seni, fisik motoric, moral agama dan sosial emosional. Dengan kata lain. Taman Kanak-kanak akan membantu para orang tua dalam mengembangkan potensi kecerdasan anak secara optimal salah satunya adalah kecerdasan musikal. Mc Kenzie dalam Yaumi . menyatakan terdapat sembilan jenis kecerdasan jamak antara lain kecerdasan verbal linguistik, logis matematik, visual spasial, jasmaniah kinestetik, berirama musik, intrapersonal, interpersonal, naturalistik, dan eksistensial spiritual. Semua kecerdasan ini dapat dikembangkan dengan berbagai macam metode karena disetiap kegiatan orang akan membutuhkan lebih dari satu kecerdasan. Salah satu kecerdasan yang bisa diterapkan dalam berbagai bidang yaitu kecerdasan musikal. Kecerdasan musikal adalah kemampuan dalam memahami bentuk kegiatan musikal seperti menikmati musik, dan mengingat irama lagu. Kecerdasan musikal seseorang dilihat dari bagaimana cara menikmati musik, menangkap bunyi, mengubah musik, membedakan musik, dan mengekspresikan diri melalui bunyi ataupun suara yang bernada ataupun tak bernada. Menurut Elfiadi . , kecerdasan musikal untuk anak usia 5 sampai 6 tahun adalah fase dimana anak belajar melatih kepekaan terhadap bunyi dan nada, kepekaan terhadap ritme, mendeskripsikan macam-macam musik, dan kemampuan anak dalam memainkan musik yang diterapkan di lingkungan sekitarnya. Musik memiliki banyak manfaat bagi anak, karena musik bisa mempengaruhi otak, merangsang aktivitas kognitif, mendorong kecerdasan, meningkatkan kreativitas dan imajinasi, meningkatkan intelektualitas, dan mempengaruhi kecerdasan yang lain. Sheppard . menyatakan musik membantu pengembangan dalam kemampuan berbahasa serta mendorong kreativitas dan imajinasi dan program perkembangan anak dalam perkembangan masa kanak-kanak. Kebanyakan musik hanya didengar tetapi juga bisa dimainkan dengan cara seperti dipukul atau digoyang seperti alat musik perkusi yang sangat dekat dengan anak. Berdasarkan hasil pengamatan di Taman Kanak-kanak Kartika 1. 61 Padang, peneliti menemukan menemukan fenomena perkembangan musikal anak belum berkembang secara optimal. Ada berbagai macam faktor yang mengakibatkan perkembangan musikal anak kurang berkembang. anak-anak yang belum menikmati lagu saat bernyanyi dan susah untuk mengingat lagu. kurangnya pengenalan musik kepada anak terutama tidak menggunakan berbagai alat musik sederhana, . anak-anak hanya memainkan musik dengan bertepuk tangan yang mengakibatkan kejenuhan anak dalam kegiatan musikal karena anak tidak memainkan alat musik sendiri. Guru dapat melakukan pengembangan seni musik untuk anak dengan cara. mengoptimalkan kecerdasan musikal anak dengan menyajikan media alat musik sederhana seperti perkusi, . membuat permainan atau media sesuai dengan tingkat kemampuan anak yang menarik dan menyenangkan bagi anak dengan memiliki warna yang mencolok agar perhatian anak tertarik pada media tersebut, sehingga anak tidak jenuh dengan permainan dan media tersebut. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Berdasarkan fenomena tersebut diperlukan solusi alternatif, mengembangkan kemampuan musikal anak melalui media yang menarik yaitu permainan perkusi kastanyet modifikasi. Perkusi kastanyet berupa salah satu alat perkusi yang dimainkan dengan jari-jari tangan Perkusi kastanyet adalah instrumen perkusi idiofon yang terdiri dua piringan cembung yang dihubungkan dengan tali untuk menghasilkan suara Permainan perkusi kastanyet modifikasi ini diharapkan mempermudah guru dalam proses pengembangan kecerdasan musikal anak. Dermawan . menyatakan kastanyet merupakan instrumen yang terdiri dari dua piringan cembung yang dihubungkan dengan seutas tali yang berbunyi seperti langkah kuda, dan instrumen ini dimainkan dengan bertepuk tangan. Menurut Nurgianti . alat musik perkusi kastanyet merupakan alat musik idiofon yang memiliki sepasang cengkring dan diciptakan untuk menghasilkan birama dan bunyi ketukan. Menurut Forsyth . setiap pasangan terdiri dari dua potong kayu keras yang dapat diklik bersama oleh jari kastanyet dipasang dengan sepasang kayu berwarna hitam di setiap ujung yang digunakan dalam orkestra. Forsyth menambahkan dibuat dalam miniatur masing-masing pasangan sangat kecil sehingga bisa dimainkan dengan jari dan ibu jari dari satu tangan. Memainkan alat musik merupakan suatu ekspresi diri dalam mendeskripsikan dan mengatur kegembiraan guna untuk mengembangkan aspek seni yang ada di dalam diri (Sheppard, 2. Musik memiliki tempo ritme dan harmoni sehingga anak mampu memainkan alat musik. Sesuai pendapat Gardner dalam Santrock . bahwa kecerdasan musikal adalah sensitifitas dalam memainkan alat musik terhadap pola titinada ritme melodi dan nada. Kecerdasan musikal adalah kemampuan mendengarkan musik, kemampuan mengamati dengan memahami lagu, kemampuan membedakan dengan membedakan bunyi, kemampuan dalam memainkan alat musik, kemampuan dalam mengarang dengan berbentuk sebuah instrumen, kemampuan dalam mengapresiasi bentuk musik yang disenanginya (Solin, 2019:. Setiawati . menyatakan kecerdasan musikal mempunyai urgensi dalam kehidupan sehari-hari yaitu meningkatkan kreativitas dan imajinasi meningkatkan kecerdasan dan mendorong kecerdasan yang lain dan meningkatkan daya Setyawati menambahkan bahwa indikator dalam pengembangan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun yaitu memainkan alat musik, dalam mengembangkan kecerdasan musikal lebih efektif pada anak usia dini. Kecerdasan musikal bisa dikembangkan dengan cara memainkan alat musik/instrument, dengan memainkan instrument musik maka mempengaruhi daya ingat anak dan melatih kefokusan anak. (Sheppard, 2. Sefrina dalam Desvita . menstimulasi kecerdasan musikal anak salah satunya adalah memberikan fasilitas untuk memainkan alat musik sendiri dan melibatkan anak dalam kegiatan bermusik. Menurut Suwono dalam Yeni . permainan alat musik itu dapat berbentuk melodik, ritmik maupun harmonic sederhana. Menurut Sheppard . strategi dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak yaitu membuat instrumen dan memainkan instrumen sangat baik untuk kemampuan koordinasi dan membantu menguraikan konsep-konsep yang berkaitan dengan seni dan ilmu pengetahuan. Aktivitas yang dapat mengembangakn kecerdasan musikal anak dengan cara bermain alat musik perkusi. Salah satu perkusi yang bisa dimainkan oleh anak, yaitu perkusi kastanyet modifikasi. Permainan perkusi kastanyet modifikasi ini, anak aktif dalam memainkan alat musik sehingga memungkinkan perkembangan kecerdasan musikal anak semakin optimal. METODE Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan referensi kepustakaan yang terkait dengan permasalahan. Menurut Hadi dalam Harahap . jenis penelitian ini diperlukan adanya karya ilmiah yang berasal dari perpustakaan baik dari dokumen jurnal-jurnal buku dan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Menurut Nazir dalam Lisnawati . studi pustaka menggunakan teknik pengumpulan data dengan menelaah beberapa buku-buku beberapa ketetapan literatur yang yang isinya ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan sesuai dengan peneliti. Dalam studi literatur mencari referensi teori yang relevan berisikan tentang teori anak usia dini, teori kecerdasan musikal, teori alat musik perkusi, dan teori perkusi kastanyet. Pada penelitian ini peneliti membahas kolerasi antara permainan musik kastanyet modifikasi dengan kecerdasan musik anak usia 5 sampai 6 tahun. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber acuan khusus yang merupakan jurnal penelitian dan buku referensi relevan. Setelah mendapatkan data yang diperlukan maka dilanjutkan dengan menganalisis data. Analisis data menghubungkan fenomena permasalahan dengan konsep dan teori yang relevan. Adapun tujuan analisa data adalah untuk mendapatkan hubungan kefektifan antara perkusi kastanyet modifikasi terhadap kecerdasan musikal anak usia 5 sampai 6 tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis penelitian ditemukan hasil sebagai berikut: Pertama, permainan perkusi kastanyet modifikasi merupakan media sederhana, kreatif dan menarik. Karakteristik media seperti ini sesuai dengan konteks kebutuhan anak usia dini. Menurut Khasanah . bahwa anak usia dini memiliki rasa keingintahuan yang tinggi melalui lingkungannya dengan mengeksplor, memegang, meneliti dan melihat benda sekitarnya. Sehingga dengan menggunakan media yang kreatif akan menarik perhatian anak dalam mencoba, melihat dan mengeksplor media tersebut. Anak menyukai segala hal yang baru, mudah dipegang, berfantasi, berimajinasi dan ingin mencoba. Contoh gambar permainan perkusi kastanyet modifikasi Gambar 1. Perkusi Kastanyet Gambar 2. Perkusi Kastanyet Modifikasi Kedua, permainan perkusi kastanyet modifikasi merangsang perkembangan seni anak. Seni merupakan aspek penting dalam program perkembangan di PAUD. Menurut Sheppard . memainkan alat musik merupakan pengekspresian diri dalam kegembiraan untuk mengembangkan aspek seni pada diri sendiri. Seni sangat penting diberikan kepada anak, misalnya melukis, menyanyi, memainkan musik dalam rangka pengembangan kesenian (Musbikin, 2009:. Ketiga, materi permainan perkusi kastanyet modifikasi adalah melatih irama, tempo dan ritme lagu. Dalam teori musik, ada beberapa unsur penting yaitu tempo, irama dan ritme lagu hal ini bermakna dengan bermain musik kastanyet anak dilatih mengembangkan unsur-unsur seni tersebut. Menurut Gardner dalam Santrock . bahwa kecerdasan musikal memiliki sensitivitas terhadap melodi, ritme, irama, dan nada. Musik memiliki tiga bagian penting yaitu memiliki tempo, ritme dan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 harmoni sehingga anak mampu memainkan alat musik. Kecerdasan musikal memiliki kemampuan dalam memahami bentuk kegiatan musik, menikmati musik, dan mengingat irama-irama lagu yang terpengaruh dalam musik. Keempat, alat permainan perkusi kastanyet modifikasi berukuran kecil dan Sehingga anak dapat secara bebas memainkannya. Menurut Purnama . bahwa karakteristik bermain anak adalah suatu kejadian yang menyenangkan dan sukarela bagi anak sehingga pendidik dapat menggunakan bermain sebagai sarana dalam pembelajaran yang melibatkan peran aktif dari anak itu Bermain ialah aktivitas yang dilakukan menggunakan media atau tidak menggunakan media yang memberikan kesenangan, kebebasan, berperan aktif dalam melakukan permainan. Karakteristik bermain seperti ini sesuai dengan konteks permainan perkusi kastanyet modifikasi. Permainan perkusi kastanyet ini menyenangkan, anak akan terlibat aktif dan langsung memainkan perkusi dan bisa dimainkan oleh banyak anak karena anak akan memainkannya sambil mendengarkan lagu yang dihidupkan dan dimainkan sesuai dengan irama, tempo dan ritme lagu. Cara memainkannya pun mudah bagi anak usia 5-6 tahun. Menurut Forsyth . kastanyet dibuat dalam miniatur, masing-masing pasangan sangat kecil sehingga dapat dimainkan dengan jari dan ibu jari dari satu tangan. Kelima, permainan perkusi kastanyet modifikasi bermanfaat membantu berbagai perkembangan anak secara terintegrasi. Menurut Sheppard . kecerdasan musikal bisa dikembangkan dengan cara memainkan alat musik/instrument, dengan memainkan instrumen musik dapat mempengaruhi daya ingat anak dan melatih kefokusan anak. Musik mempengaruhi otak dalam merangsang perkembangan kognitif anak serta meningkatkan kreatifitas dan imajinasi. Dengan memainkan permainan perkusi, anak terlibat aktif dalam memainkan permainan tersebut sehingga kecerdasan musikal anak berkembang dan terangsang dengan baik (Yeni, 2. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Permainan Perkusi Kastanyet Modifikasi efektif dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan perkusi kastanyet modifikasi efektif untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini. Hasil penelitian didasarkan atas temuan keunggulan permainan perkusi kastanyet dari sisi: kemudahan media bagi anak, media sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, materi perkusi kastanyet, media yang mudah dan ringan serta pemanfaatan stimulasi berbagai aspek secara terintegrasi. DAFTAR PUSTAKA Darmawan. Aji. Pemanfataan Sampaj Keras untuk Alat Musik Perkusi pada Grup Musik Perkusi PSH (Paguyupan Syung Hor. Dewan Kesenian Semarang di Gedung TBRS Semarang. Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Desvita. Riche. Efektivitas Penggunaan Perkusi Sederhana terhadap Kecerdasan Musikal anak diTaman Kanak-kanak Assyofa Padang. Vol V Nomor 2 2019. Elfiadi. Kecerdasan Jamak Pada Anak Usia Dini: Jurnal Itqan Volume 8 Nomor 2. Juli Ae Desember 2017 . Forsyth. Cecil. The Musicians Library. London: Cornell University Library Harahap. Nursapia. Penelitian Kepustakaan. Jurnal IqraAo Volume 08 Nomor 01 Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 463-468 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Khasanah. Iis. Upaya meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 3-4 tahun melalui permainan kubus angka. Jurnal Islamic early Childhood Education Volume 2 Nomor 1 Juni 2017 . Lisnawati. Yesi. Konsep Khalifah dalam Al-quran dan Implikasinya terhadap Tujuan Pendidikan Islam. Skripsi. Diterbitkan. Universitas Pendidikan Indonesia Musbikin. Imam. Kehebatan Musik untuk Mengasah Kecerdasan Anak. Yogjakarta: Power Books Nurgiyanti. Sri. Pengaruh Permainan Alat Musik Perkusi terhadap Persepsi Bunyi Irama pada Anak Kelompok B TK ABA Ngabean 1 Kemusuh Banyurejo Tempel Sleman Yogyakarta. Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta. Purnama. Revi. Pengaruh Permainan Lampu Lalu-lintas terhadap kemampuan motoric kasar anak di taman kanak-kanak islam shabrina padang. Skripi. Diterbitkan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang Rachmi. Tetty. Keterampilan Musik dan Tari. Jakarta: Universitas Terbuka Santrock. John. Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga Setyawati. Tiya. Meningkatkan Kecerdasan Musikal melalui Bermain Alat Musik Angklung. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Vol 2 No 1 2017 . Sheppard. Philip. Music Makes Your Child Smarter. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama