Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 Membuat Siswa Lebih Produktif Dalam Berbahasa AuAccountable TalkAy Herlambang Andi Prasetyo Aji1 Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies. Konsentrasi Psikologi Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Jalan Laksda Adisucipto. Depok. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 Penulis untuk korespondensi/Email: Herlambangandi29@gmail. Abstrak - Fokus penelitian ini adalah tentang istilah accountable talk dalam berbahasa dan penerapannya dalam kelas. Istilah ini sering muncul dalam disiplin ilmu inovasi psikologi pendidikan. Accountable talk adalah tentang bagaimana membuat bahasa percakapan peserta didik lebih produktif dalam ranah akademik dan sosial. Signifikansi penelitian ini adalah seringkali ketidak mampuan bernalar dengan baik menghalangi proses pembelajaran melalui pembicaraan. Beberapa pertanyaan paling mendasar dari penelitian ini adalah tentang bagaimana cara membuat siswa dapat berbicara untuk pengambilan keputusan sosial dan untuk mempelajari disiplin akademik yang kompleks. Untuk mengembangkan keduanya dalam kapasitas individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan bahasa secara Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yakni suatu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Pendekatan yang digunakan adalah interdisciplinary approach yaitu pendekatan yang menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu yang serumpun. Berbicara menggunakan bahasa yang dapat membangun sebuah pikiran sangatlah penting dalam pengambilan keputusan sosial dan dalam mempelajari disiplin akademik yang komplek. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang membuat percakapan yang rasional sehingga mudah untuk dipelajari oleh semua orang. Para siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif saja . , tetapi juga harus bisa menggunakan bahasa yang baik, sehingga membuat mereka lebih produktif lagi dalam disiplin ilmu. Abstract - The focus of this research is about the term accountable talk in the language and its application in the classroom. This term often appears in the disciplines of educational psychology innovation. Accountable talk is about how to make the language of conversation of students more productive in the academic and social realms. The significance of this research is that often the inability to reason properly prevents the learning process through conversation. Some of the most fundamental questions from this research are about how to make students able to speak for social decision making and to study complex academic disciplines. To develop both in the capacity of individuals and communities so that they can use the language productively. This research is library research . ibrary researc. , which is a study in which data collection is done by collecting data from various literatures. The approach used is an interdisciplinary approach which is an approach that uses a review of various perspectives of allied Speaking using language that can build a mind is very important in social decision making and in learning complex academic disciplines. The important thing is how someone makes a rational conversation so it's easy for everyone to learn. Students are not only required to master the body of authoritative knowledge . , but also must be able to use good language, thus making them more productive in scientific disciplines. Keywords - Accountable. Language. Student PENDAHULUAN ahasa secara historis dan dari segi individual merupakan sebuah pondasi dalam diri manusia. Salah satu tindakan mendasar dari bahasa adalah berbicara yaitu pertukaran langsung antara manusia dalam memahami satu sama lain. Tanpa berbicara kita akan merasa kesulitan dalam komunitas sosial. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 Tanpa berbicara, ilmu pengetahua akan cenderung bersifat statis dan tidak terpakai. Tanpa berbicara yang sistematis dan teratur, akan mudah Keterampilan dalam manggunakan bahasa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Karena jika keterampilan berbahasa dikuasai oleh peserta didik, maka kemungkinan besar dapat mempermudah dalam menguasai tubuh pengetahuan otoritatif dan dalam bersosialisasi peserta didik, disamping itu juga peserta didik dapat memperoleh berbagai informasi dan pengetahuan yang sangat actual dan bersifat up to date. Keterampilan dalam menggunakan bahasa yang sangat mendasar adalah membaca, menulis, mendengarkan, dan berkomunikasi. Dari penelitian terdahulu, keterampilan siswa dalam berbahasa sangat membantu siswa dalam mempermudah proses belajar mengajar. Selain itu juga bahasa dapat meningkatkan kemapuan literasi siswa . Budhianto mengatakan bahwa pembelajaran bahasa juga harus dengan intensitas yang menarik dan menggunakan metode serta teknik yang lebih bervariasi dengan demikian siswa tidak akan merasa jenuh ketika mengikuti pembelajaran di Cara lain agar siswa dapat belajar bahasa dengan baik adalah dengan metode ekletik . Motode ekletik adalah metode yang pernah digunakan dalam penelitian Raswan dan terbukti memperoleh hasil yang signifikan dengan penekanan guru mampu menggunakan beberapa metodenya sesuai kondisi. Bahkan lebih dari itu, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwasannya kurangnya keterampilan dalam berbahasa masih sering terjadi. Yanti. Suhartono, dan kurniawan dalam penelitiannya pada tahun 2018 menunjukkan penguasaan materi pembelajaran keterampilan Bahasa Indonesia Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB masih relatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempunyai pemahaman dalam kategori sangat baik terhadap materi keterampilan pembelajaran Bahasa Indonesia hanya 10% dari objek penelitian keseluruhan. Mahasiswa yang mempunyai pemahaman pada kategori baik terhadap materi keterampilan pembelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 24%. Jumlah mahasiswa yang mempunyai penguasaan dengan kategori cukup terhadap materi keterampilan pembelajaran Bahasa Indonesia menempati posisi paling banyak yaitu sebanyak Mahasiswa dalam kategori memiliki penguasaan yang kurang terhadap materi pembelajaran keterampilan Bahasa Indonesia adalah sebanyak 16%. Sedangkan 5 % mahasiswa masuk dalam kategori memiliki pengetahuan yang masih kurang sekali terhadap materi pembelajaran keterampilan Bahasa Indonesia . Dari beberapa penelitian terdahulu di atas, pembahasan keterampilan dalam berbahasa masih sebatas sebagai alat untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif saja . dan penunjang dalam kegiatan belajar mengajar saja. Dan bahkan lebih dari itu, kurangnya penguasaan dalam keterampilan berbahasa masih sering terjadi. Maka penelitian ini akan mengkaji keterampilan berbahasa dengan pendekatan interdisiplin yaitu mengkaji tentang keterampilan berbahasa dari berbagai sudut pandang keilmuan yaitu, psikologi pendidikan dan tidak lupa mengkaji aspek sosialnya . Argumen yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah keterampilan dalam berbahasa tidak hanya sebatas sebagai alat untuk pengetahuan otoritatif saja, tetapi lebih dari itu, peserta didik harus bisa menggunakan bahasa yang baik, sehingga membuat mereka lebih produktif lagi dalam disiplin ilmu. Tidak hanya itu, peserta didik juga akan lebih mudah berbaur dengan komunitas sosial mendapatkan ilmu. Bab ini akan menjelaskan proses membuat percakapan yang rasional sehingga mudah untuk dipelajari oleh semua orang. Selain itu, bab ini akan mengulas seperti apa bicara kelas yang lebih produktif dalam disiplin ilmu. Terdapat beberapa penelitian yang mengejutkan yaitu kurangnya pengetahuan mendasar tentang isu-isu yang sedang Alih-alih ketidak mampuan untuk bernalar dengan baik, seringkali menghalangi proses pembelajaran melalui pembicaraan. Bab ini juga akan mengulas bentuk-bentuk pembicaraan yang dapat meningkatkan pembelajaran. Dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang merupakan hasil penelitian, bahwa belajar dengan cara ini dapat menghasilkan transfer yang cukup luas. Pada akhirnya peneliti menggambarkan beberapa kesimpulan luas tentang apa yang dibutuhkan untuk membuat pembicaraan yang efektif dengan mempelajari norma di sekolah dan di masyarakat secara lebih umum. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 METODE Dilihat dari jenis penelitiannya, maka yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yakni sebuah penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, atau telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan bahan pustaka yang relevan. Sebelum melakukan telaah bahan pustaka, peneliti harus mengetahui terlebih dahulu secara pasti tentang dari sumber mana informasi ilmiah itu akan Adapun beberapa sumber yang digunakan antara lain. buku, jurnal ilmiah, refrensi statistik, hasil-hasil penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, desertasi, internet, serta sumber-sumber lainnya yang relevan HASIL DAN PEMBAHASAN Demokrasi deliberatif dalam pendidikan Demokrasi, multikultural, keanekaragaman etnik dan ras atau sosial ekonomi, sekarang membutuhkan pendekatan baru terhadap kehidupan terutama dalam membuat keputusan sosial . Di dunia yang semakin terhubung tetapi beragam, musyawarah dan diskusi harus dilakukan bukan hanya sebatas untuk mengomunikasikan apa yang orang sudah tahu atau percaya, tetapi juga untuk membangun pengetahuan dan kerajinan solusi negosiasi untuk masalah politik, medis, dan lingkungan yang lebih kompleks. Referensi umum yang di gunakan adalah gagasan Habermasvtentang Audemokrasi deliberatifAy dan Auruang publik sebagai ruang diskursif yang ideal di mana debat dan dialog bebas dan tidak dipaksa. Gagasan demokrasi deliberatif telah diambil oleh berbagai bidang politik dan hukum sebagai teori yang melihat dan menekankan hak dan kebebasan individu dan komunitarianisme atau menekankan solidaritas dan identitas kelompok . Dialog dan diskusi telah lama dikaitkan dengan teori-teori demokrasi pendidikan. Sebelum Habermas, dari Socrates ke Dewey, mendidik dalam berdialog dipromosikan sebagai forum bagi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman dengan mendengarkan, merenungkan, mengusulkan, dan menggabungkan pandangan alternatif. Bahkan. Dewey mengusulkan definisi demokrasi sebagai pondasi diskusi. Dia berbicara tentang demokrasi sebagai "mode sosial inkuiriAy yang menekankan diskusi, konsultasi, persuasi, dan perdebatan teoritis yang mencapai kesepakatan yang mudah untuk diterima umum sekaligus masuk akal . Dari penjelasan Dewey, metode Inquiri merupakan salah satu contoh yang memiliki unsur demokrasi deliberatif dalam pendidikan. Metode inkuiri merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan para siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri dengan kata lain guru melibatkan siswa. Metode inquiri memiliki orientasi pada keterlibatan siswa secara lebih maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara maksimal dalam proses kegiatan belajar mengajar, dan mengembangkan sikap percaya diri pada siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inquiri . Banyak sekali metode-metode yang mengandung unsur-unsur demokrasi deliberatif. Salah satunya adalah seperti yang telah dijelaskan oleh . Penelitian ini tidak berfokus kepada metode apa saja unsur-unsur deliberatif, tetapi lebih menjelaskan makna dari definisi demokrasi deliberatif itu sendiri. Makna dari demokrasi deliberatif itu sendiri adalah tidak hanya berfokus kepada diri sendiri yaitu bagaimana membuat bahasa kita mudah diterima orang lain, akan tetapi perlu adanya sikap menghargai seperti mendengarkan orang lain. Penalaran dan percakapan Pada sub bab ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mempelajari keterampilan penalaran dalam percakapan. Hal yang paling penting adalah bagaimana seseorang menggunakan bahasa yang baik dalam percakapan untuk menjelaskan alasan-alasan yang kuat dan mudah diterima oleh banyak orang. Cara pertama yang bisa di gunakan adalah perlunya bimbingan dari orang dewasa yaitu orang tua, guru, atau otoritas lainnya dalam melatih dan mengadopsi sikap yang secara umum rasional, walaupun keterampilan khusus AumemenangkanAy argumen mungkin perlu didukung atau diajarkan secara eksplisit . Kemudian cara kedua adalah dengan meningkatkan kebiasaan membaca. Hal ini perlu dilakukan karena percakapan anak-anak sekolah dasar tentang buku- Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 buku yang telah mereka baca dapat membantu mereka dalam menemukan struktur argumen logis dalam pembicaraan khususnya di kalangan anakanak tentang berbagai macam topik permasalahan . Perhatian khusus diperlukan untuk menciptakan lingkungan edukatif di mana potensi itu dipelihara dan muncul sebagai karakteristik seluruh komunitas Dalam masyarakat modern, tempat yang keterampilan wacana yang beralasan dalam skala luas adalah sekolah, karena di situlah masyarakat memiliki kesempatan untuk mempengaruhi normanorma interaksi yang akan mengatur wacana semua orang . Wacana yang masuk akal adalah kebiasaan, sebuah cara hidup. Itu harus disosialisasikan, dipelajari dengan hidup setiap hari selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun di lingkungan yang mengharapkan perilaku seperti itu, mendukungnya, dan menghargainya dengan cara yang jelas dan halus. Satu-satunya tempat di mana ada harapan untuk mencapai sosialisasi yang begitu luas adalah Untuk mengembangkan "pergantian pikiran" yang mengistimewakan argumen yang masuk akal, praktik diskursif harus menembus pengalaman sekolah siswa . Banyak bukti sekarang menunjukkan bahwa pedagogi berbasis bicara yang dirancang dan diimplementasikan secara hati-hati mungkin merupakan cara yang paling ampuh untuk mempelajari disiplin akademik. Praktik-praktik kelas berbasis diskusi yang menggabungkan tugastugas berat dengan diskusi yang dipimpin oleh guru dengan hati-hati dapat mendukung pertumbuhan pengetahuan disipliner dan kapasitas untuk terlibat dalam diskusi yang beralasan. Bukti sekarang terakumulasi bahwa cara-cara belajar ini menghasilkan kapasitas luas yang kami beri label "menumbuhkan pikiran. Selama dua dekade terakhir, penelitian telah mengumpulkan tentang bagaimana metode diskusi digunakan di ruang kelas dan mengapa diskusi tersebut dapat mendukung pembelajaran materi pelajaran sekolah yang penting serta proses partisipasi yang dipertanggungjawabkan. Penelitian ini mengacu pada prinsip-prinsip sosiokultural yang menekankan pentingnya praktik sosial, khususnya, orkestrasi pembicaraan dan tugas yang cermat dalam pembelajaran akademis dan dalam pencarian ulang Banyak dari pekerjaan ini telah dilakukan di bidang konten matematika dan sains . dimana siswa tidak hanya untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif . lgoritma, formula, dan alat simbolik serta fakta dan teori yang diterim. tetapi juga untuk dapat bernalar dengan ide dan saling bertukar pikiran dengan orang lain. Akal budi dan diskusi, menyerukan bentuk-bentuk pembicaraan tertentu, dipandang sebagai mekanisme utama untuk mempromosikan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep kompleks dan penalaran yang kuat. Selama diskusi, siswa dapat melihat bagaimana orang lain menyelesaikan tugas dan dapat memperoleh wawasan tentang strategi solusi dan proses penalaran yang mungkin tidak mereka pertimbangkan sebelumnya. Dengan terlibat dalam seluruh kelas, wacana reflektif yang dibimbing guru, siswa dapat menjelaskan alasan mereka. generalisasi matematis dan koneksi antara konsep, strategi, atau representasi. dan manfaat dari kerja kolektif kelas untuk pelajaran atau tugas yang Berbicara yang bisa dipertanggung jawabkan AuAccountableAy Sedangkan menurut istilah accountable memiliki makna bertanggung jawab atas efek dari perbuatan yang dilakukan dan bersedia untuk menjelaskan atau bisa memberikan alasan yang memuaskan atas perbuatan yang dilakukan dan bersedia untuk dikritisi atas itu. Maksudnya disini adalah percakapan terbuka yang disengaja di mana peserta mendengarkan, menambahkan komentar masing-masing, dan pertanyaan klarifikasi memastikan mereka memahami apa yang dikatakan orang lain. Ketika siswa berpartisipasi dalam pembicaraan yang bertanggung jawab, mereka dapat memiliki percakapan yang lebih kaya dan lebih dalam yang melampaui pemikiran tingkat Pembicaraan yang bertanggung jawab tumbuh dari kerangka teori Vygotskian (Wertsch, 1. yang menekankan Aupembentukan sosial pikiranAy Aiyaitu, pentingnya interaksi sosial dalam pengembangan proses mental individu. Gagasan serupa juga dikembangkan oleh Dewey . dan George Herbert Mead . Dalam bentuk percakapan kelas yang dapat dipertanggung jawabkan, guru mengajukan pertanyaan yang membutuhkan respons yang relatif lebih panjang. Ketika tanggapan awal muncul, guru kemudian menekan sekelompok siswa Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 untuk mengembangkan penjelasan, tantangan, contoh tandingan, dan pertanyaan. Proses ini mencakup pertukaran yang diperpanjang antara guru dan siswa dan di antara siswa dan termasuk berbagai "gerakan bia," seperti meminta siswa lain untuk menjelaskan apacar yang dikatakan responden Dapat disimpulkan bahwasannya pembicaraan yang bertanggung jawab yang terjadi di berbagai ruang kelas dan tingkat kelas menunjukkan bahwa fitur kritisnya berada di bawah tiga dimensi yang sangat luas: . akuntabilitas kepada masyarakat, . akuntabilitas terhadap standar penalaran, dan . akuntabilitas terhadap pengetahuan . Siswa yang mempelajari materi pelajaran sekolah di ruang kelas yang dipandu oleh standar bicara yang bertanggung jawab disosialisasikan ke dalam komunitas praktik di mana diskusi yang dilakukan kembali dilakukan. Tiga aspek pembicaraan yang bertanggung jawab pengembangan kapasitas siswa untuk berpartisipasi sebagai warga negara yang beralasan. Kami membahas setiap aspek secara terpisah di bagian Akuntabilitas terhadap komunitas belajar ini adalah ceramah yang hadir dengan serius dan dibangun di atas gagasan orang lain. peserta mendengarkan satu sama lain dengan cermat, membangun ide satu sama lain, dan saling mengajukan pertanyaan yang bertujuan untuk memperjelas atau memperluas Ketika bicara bertanggung jawab kepada komunitas, peserta mendengarkan orang lain dan membangun kontribusi mereka sebagai tanggapan terhadap orang lain. Kemudian mereka memberikan alasan ketika mereka tidak setuju atau setuju dengan yang lain. Mereka dapat memperluas atau menguraikan argumen orang lain, atau meminta Aspek akuntabilitas komunitas ini tampaknya menjadi yang paling mudah dan sederhana untuk diterapkan di ruang kelas. Setelah diperkenalkan dengan ide tersebut, para guru dengan cepat menemukan bahwa sejumlah kecil gerakan percakapan tampaknya membangkitkan fitur yang diinginkan . Dengan pertanggungjawaban dengan komunitas dengan mudah dan menciptakan norma baru dalam kelas. Norma-norma dan praktik-praktik percakapan semacam ini sangat mempengaruhi budaya Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa agar para siswa mulai menggunakan bentuk- bentuk pembicaraan ini, harus ada ide-ide yang menarik dan kompleks untuk dibicarakan dan diperdebatkan . Secara implisit atau eksplisit, guru yang telah menerapkan strategi wacana ini telah bergeser dari pertanyaan sederhana dan jawaban satu kata dengan membuka percakapan ke masalah yang mendukung berbagai posisi atau jalur Akuntabilitas terhadap pengetahuan Ini membawa kita ke tiga pertanggungjawaban kita yang paling Pembicaraan yang bertanggung jawab pada pengetahuan didasarkan pada fakta, teks tertulis, atau informasi lain yang dapat diakses Para memperbaiki fakta-fakta mereka dan membuat eksplisit bukti di balik klaim atau penjelasan Mereka saling menantang ketika bukti kurang atau tidak tersedia. Ketika konten dalam diskusi melibatkan pengetahuan baru atau yang tidak sepenuhnya dikuasai, diskusi yang dapat Seorang berpengetahuan dan terampil diperlukan untuk memberikan pengetahuan otoritatif dan untuk membimbing percakapan menuju konsep yang benar secara akademis . Penalaran yang baik tergantung pada pengetahuan yang baik. Pada saat yang sama, perolehan pengetahuan yang baik tergantung pada proses keaktifan sehingga dapat memiliki alasan yang baik. Pengetahuan dan penalaran berkembang bersamasama. tidak mendahului yang lain. Namun bukanlah tugas yang mudah untuk melakukan atau memperkuat pembangunan yang saling tergantung Memang, mengajarkan pengetahuan yang baik merupakan tantangan terbesar pedagogi . KESIMPULAN Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwasannya berbicara menggunakan bahasa yang dapat membangun sebuah pikiran sangatlah penting dalam pengambilan keputusan sosial dan dalam mempelajari disiplin akademik yang komplek. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang membuat percakapan yang rasional sehingga mudah untuk dipelajari oleh semua orang. Para siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif saja . , tetapi juga harus bisa menggunakan bahasa yang baik, sehingga membuat Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. Maret 2020 mereka lebih produktif lagi dalam disiplin ilmu. Tidak hanya itu, peserta didik juga akan lebih mudah berbaur dengan komunitas sosial dalam mendapatkan ilmu. Demokrasi deliberatif merupakan salah satu aspek penting yang mengingkatkan keterampilan berbahasa peserta Karena dalam istilah demokrasi pendidikan ini, mendidik dalam berdialog dipromosikan sebagai forum bagi peserta didik untuk mendengarkan, merenungkan, mengusulkan, dan menggabungkan pandangan alternatif. Referensi umum yang di gunakan adalah gagasan Jurgen Habermas . tentang Audemokrasi deliberatif AydanAu ruang publik sebagai ruang diskursif yang ideal di mana debat dan dialog bebas dan tidak dipaksa, maksudnya adalah sebisa mungkin guru metode-metode melibatkan siswa secara lebih aktif dan membuat siswa merasa nyaman dengan metode yang di Metode yang digunakanpun harus disesuaikan dengan kondisi siswa. Penalaran dalam percakapan juga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. Hal yang paling penting adalah bagaimana seseorang menggunakan bahasa yang baik dalam percakapan untuk menjelaskan alasan-alasan yang kuat dan mudah diterima oleh banyak orang. Praktik-praktik kelas berbasis diskusi yang menggabungkan tugas-tugas berat dengan diskusi yang dipimpin oleh guru dengan hati-hati dapat mendukung pertumbuhan pengetahuan disipliner dan kapasitas untuk terlibat dalam diskusi yang beralasan. Bukti sekarang terakumulasi bahwa cara-cara belajar ini menghasilkan kapasitas luas yang kami beri label "menumbuhkan pikiran. " Selama diskusi, siswa dapat melihat bagaimana orang lain menyelesaikan tugas dan dapat memperoleh wawasan tentang strategi solusi dan proses penalaran yang mungkin tidak mereka pertimbangkan sebelumnya. Dengan terlibat dalam seluruh kelas, wacana reflektif yang dibimbing guru, siswa dapat menjelaskan alasan membuat generalisasi matematis dan koneksi antara konsep, strategi, atau representasi. dan manfaat dari kerja kolektif kelas untuk pelajaran atau tugas yang diberikan Kemudian yang terakhir adalah bagaimana membuat AuAccountable talkAy. Maksudnya disini adalah percakapan terbuka yang disengaja di mana peserta mendengarkan, menambahkan komentar masing-masing, dan pertanyaan klarifikasi memastikan mereka memahami apa yang dikatakan orang lain. Ketika siswa berpartisipasi dalam pembicaraan yang bertanggung jawab, mereka dapat memiliki percakapan yang lebih kaya dan lebih dalam yang melampaui pemikiran tingkat REFERENSI