P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. IMPLEMENTASI PLATFORM SISTEM INFORMASI DESA (SIDESA) DALAM PENGUATAN SISTEM PELAYANAN ADMINISTRASI DAN KEPENDUDUKAN DIGITAL Ragel Trisudarmo1*. Nita Mirantika2. Tri Septiar Syamfithriani3. Iwan Mohammad Riddwan4. Fitrah Ramadanti Ariani5 1, 2, 3, 4, 5 Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Kuningan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat Indonesia trisudarmo@uniku. id 1*, nita. mirantika@uniku. id2, tri@uniku. 20210910115@uniku. id4, 20210910100@uniku. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract The digital-based transformation of the administrative and population service system has provided great positive benefits for society. The main problem faced by the community in Mancagar Village is dependence on manual processes in administrative management, which requires residents to come directly to the village office, thus creating a big challenge, especially for those who live outside the city. The aim of this program is to make it easier to access administrative and population services, optimize data archiving, and prepare open information for the public. The Technical Assistance method used in community service activities through this approach emphasizes the rapid changes to be achieved through several stages that have been prepared through training and assistance in managing the SIDESA website. This program implements SIDESA to provide administration services for letter issuance and population management that are more efficient, transparent and easily accessible. The results of this initiative demonstrate improved quality of public services, reduced barriers to access, and effective information technology education for the public. The evaluation shows that more than 50% of residents have understood this new system, thereby ultimately providing better and more efficient public services in Mancagar Village. Keywords: administration. administrative services. public services. village information system. Abstrak Transformasi Sistem Pelayanan Administrasi dan Kependudukan Berbasis Digital telah memberikan manfaat positif besar bagi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat di Desa Mancagar adalah ketergantungan pada proses manual dalam pengelolaan administrasi, yang mengharuskan warga untuk datang langsung ke kantor desa, sehingga menimbulkan tantangan, terutama bagi mereka yang tinggal di luar kota. Tujuan pada program ini untuk memberikan kemudahan dalam mengakses pelayanan administrasi dan kependudukan, optimasi pengarsipan data, dan penyusunan informasi terbuka untuk Peran dari aparatur pemerintahan desa dan keterlibatan tokoh masyarakat serta warga pada kegiatan ini sangat mendukung dapat terlihat begitu antusias di setiap jenis kegiatan yang dilaksanakan. Metode Technical Assistance yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan ini menekankan cepatnya perubahan yang hendak dicapai melalui beberapa tahapan yang sudah disiapkan melalui pelatihan dan pendampingan dalam mengelola website SIDESA. Hasil dari Program ini mengimplementasikan SIDESA untuk memberikan layanan administrasi penerbitan surat dan pengelolaan kependudukan yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses. Dapat disimpulkan bahwa hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan penerapan sistem informasi desa dalam memberikan kemudahan untuk akses pelayanan administrasi kependudukan dan terbukanya akses informasi perkembangan desa serta pengurangan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. hambatan akses, dan pendidikan teknologi informasi yang efektif bagi masyarakat. Evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 50% warga telah memahami sistem baru ini, sehingga pada akhirnya memberikan layanan publik yang lebih baik dan efisien di Desa Mancagar. Kata kunci: administrasi. layanan administrasi. layanan publik. sistem informasi desa. PENDAHULUAN Teknologi informasi dan komunikasi memberikan beragam sekali keuntungan bagi mempermudah hal-hal seperti administratif, sosial media, promosi dan transformasi sistem pelayanan yang dapat diakses dengan bantuan teknologi informasi sehingga informasi dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat desa maupun perkotaan . , . , . Transformasi sistem pelayanan administrasi dan kependudukan merupakan upaya yang penting dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan publik di era digital ini . , . , . , . Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, instansi pemerintahan dapat menerapkan sebuah sistem pengolahan data yang terkomputerisasi dan otomatis dengan tujuan untuk dapat menyajikan informasi yang lebih tepat dan akurat dengan mengurangi kesalahan dalam data serta menerapkan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 yang merupakan perubahan kedua dari UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa khususnya pasal 86 yang mengatur mengenai pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) oleh pemerintah daerah yang mewajibkan untuk mengembangkan SID dengan tujuan memberikan kemudahan akses yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses secara mudah oleh masyarakat dan semua pemangku kepentingan sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia. Penggunaan sistem informasi terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan administrasi secara real-time ketika terhubung internet sehingga dapat mempercepat pelayanan dan pertukaran data serta informasi . , . Komunikasi suatu hal yang penting dalam perantara, untuk mempresentasikan informasi kepada publik . , . Sehingga untuk memudahkan komunikasi dalam suatu desa antara pegawai desa dengan warga diperlukan suatu alat komunikasi, yaitu website dan Sistem Informasi Desa. Desa Mancagar, yang terletak di Kecamatan Lebakwangi. Kabupaten Kuningan. Provinsi Jawa Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Barat dapat dilihat pada Gambar 1. Dimana Desa Mancagar merupakan sebuah kawasan yang kaya akan potensi pertanian. Di tengah kekayaan alamnya, desa ini juga menghadapi tantangan dalam pelayanan administrasi dan kependudukan yang belum sepenuhnya terpenuhi. Sumber: . ttps://w. com/map. Gambar 1. Maps Lokasi Pengabdian Dengan mayoritas penduduknya yang berprofesi sebagai petani, serta sebagian kecil sebagai ASN, karyawan swasta, dan pedagang baik yang mendominasi berdagang di luar desa . , budaya gotong royong sangat kuat terlihat dari pembangunan fasilitas umum masih banyak masyarakat dengan sukarela terlibat membantu dalam pembangunan tersebut, dinamika sosial-ekonomi karakteristik masyarakat agraris yang memiliki kebutuhan administrasi dan kependudukan yang Kompleksitas administrasi kependudukan seringkali berkaitan dengan faktor yang membuat proses pengolahan data kependudukan menjadi lebih rumit dibandingkan di wilayah urban . Dalam konteks masyarakat agraris administrasi kependudukan tidak selalu dianggap sebagai prioritas, data kependudukan yang up to date sangat dibutuhkan untuk penyaluran dana bantuan dari pemerintah daerah atau pusat serta pemberian layanan publik yang lebih baik, karena masyarakat agraris lebih fokus terhadap pekerjaan dan Hasil observasi di lapangan dengan melakukan wawancara secara langsung kepada aparatur pemerintahan desa bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Mancagar adalah proses P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. pengurusan administrasi pembuatan surat yang masih mengharuskan mereka untuk datang secara langsung ke kantor pemerintahan desa. Hal ini menjadi hambatan utama, terutama bagi sebagian masyarakat yang berada di luar kota atau di Keterbatasan akses ini tidak hanya berdampak pada keterlambatan pengurusan administrasi pembuatan surat, tetapi juga menimbulkan beban tambahan dalam hal waktu, biaya, dan tenaga bagi masyarakat . , . , . Keberadaan permasalahan ini menunjukkan pentingnya adopsi teknologi digital sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pelayanan administrasi dan kependudukan . , . , . Selain layanan administrasi pembuatan surat masih tradisional yaitu dimana masyarakat masih diharuskan untuk datang ke kantor desa untuk mengakibatkan membutuhkan waktu lebih lama karena pencatatan masih dilakukan belum terkomputerisasi masih menggunakan dokumen fisik yang membutuhkan pengelolaan kertas dan file pengarsipan yang rawan hilang dan rusak. Selain itu pengelolaan data kependudukan masih belum dapat dimaksimalkan, dimana pemerintahan desa belum menggunakan database terpusat yang dapat diperbaharui baik menyimpan, dan mengolah data kependudukan secara real time. data kependudukan terpusat dan terkomputerisasi memungkinkan pengelolaan yang lebih cepat dan akurat sehingga dapat memberikan kemudahan dalam pendataan kependudukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperlukan langkah-langkah konkret untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut untuk membuat sebuah sistem informasi desa yang dapat memberikan kemudahan dan efektivitas selain itu, pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan platform Sistem Informasi Desa juga perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, guna memastikan adopsi yang optimal dari pihak masyarakat. Hasil dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan mampu memberikan solusi yang efektif dalam memperbaiki sistem pelayanan publik, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengurusan administrasi pembuatan surat dan mengoptimalkan informasi data Dengan pendekatan yang holistik dan terstruktur, diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh dalam mewujudkan transformasi positif dalam pelayanan publik di Desa Mancagar. Memfasilitasi proses transformasi digital dalam pelayanan administrasi dan kependudukan di tingkat desa sebagai langkah awal menuju pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kependudukan di Desa Mancagar melalui transformasi sistem berbasis digital menggunakan platform Sistem Informasi Desa. Secara khusus, mengimplementasikan platform Sistem Informasi Desa di Desa Mancagar untuk menyediakan layanan administrasi pembuatan surat dan kependudukan yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses bagi masyarakat. Melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mancagar mengenai penggunaan platform Sistem Informasi Desa merupakan hal yang perlu dilaksanakan. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meliputi tahapantahapan berdasarkan pada kerangka pemikiran berdasarkan tahapan-tahapan sebagai berikut: Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Alur Implementasi Pengabdian Gambar 2 merupakan alur tahapan pelaksanaan pengabdian dimana tahap ke satu pada tahap Identifikasi dan persiapan untuk tahap awal adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mancagar tentang tujuan, manfaat, dan cara penggunaan platform Sistem Informasi Desa. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui pertemuan komunitas, pengumuman di tempat-tempat P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. strategis di desa, dan distribusi materi promosi. Tim pengabdian dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan administrasi dan kependudukan serta membangun kesadaran dapat kemudahan akses melalui Sistem Informasi Desa. Pada tahapan implementasi atau penerapan teknologi Sistem Informasi Desa (SIDESA) selesai pelatihan dapat langsung digunakan oleh seluruh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, dimana masyarakat dapat diminta untuk menggunakan platform ini secara aktif digunakan baik keperluan administrasi pembuatan surat baik surat permohonan izin usaha atau keterangan domisili yang dapat diakses langsung pada sistem SIDESA, selain itu pengolahan data kependudukan yang terpusat untuk dapat memberikan kemudahan Tim pengabdian dapat memberikan bantuan teknis dan dukungan saat masyarakat mulai menggunakan platform Sistem Informasi Desa secara masif untuk memastikan kesuksesan implementasi, dimana bantuan teknis ini sifatnya berkelanjutan dalam masa awal transisi bantuan ini mencangkup dukungan teknis seperti panduan penggunaan dan pendampingan aplikasi baik bagi masyarakat atau aparatur pemerintahan desa, selain itu memberikan pemantauan jika terjadi kendala di lapangan selama proses penerapan ini. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Sistem Informasi Desa Pada tahapan pelatihan dan pendampingan selesai sosialisasi, dilakukan pelatihan intensif kepada masyarakat Desa Mancagar tentang penggunaan Sistem Informasi Desa dapat dilihat pada Gambar 3 tampilan awal pada sistem informasi desa menampilkan sambutan kepala desa. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Selanjutnya pada tahapan pelatihan ini dapat mencakup berbagai topik, mulai dari dasar-dasar penggunaan teknologi hingga panduan langkah demi langkah dalam mengakses dan menggunakan fitur-fitur Sistem Informasi Desa. Pelatihan dapat diselenggarakan secara bertahap dan interaktif, dengan melibatkan diskusi, demonstrasi langsung, dan sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman yang mendalam, seluruh rangkaian kegiatan ini pada tahap pertama memberikan pendampingan penggunaan dan pengelolaan platform SIDESA kepada aparat pemerintahan desa, tahap selanjutnya kepada masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, kader posyandu dan kepala dusun terkait dengan penggunaan dengan mensimulasikan layanan permohonan administratif surat dan kependudukan dapat dilihat pada Gambar Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Fitur Permohonan Surat Pada tahapan review dan evaluasi, selama periode penerapan teknologi, tim pengabdian dapat memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada masyarakat Desa Mancagar. Pendampingan ini meliputi bantuan teknis dalam mengatasi kendala yang mungkin muncul selama penggunaan Sistem Informasi Desa, serta pemantauan terhadap tingkat partisipasi dan keberhasilan implementasi. Evaluasi berkala dapat dilakukan untuk mengevaluasi tingkat adopsi, kepuasan pengguna, dan dampak positif yang dihasilkan oleh penggunaan platform Sistem Informasi Desa dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pelayanan Pada tahapan keberlanjutan program, penting untuk memastikan keberlanjutan program setelah periode pengabdian selesai. Untuk itu, dapat dilakukan upaya untuk membangun kapasitas lokal, seperti melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah desa dalam pemeliharaan dan pengembangan Sistem Informasi Desa. Selain itu. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. program pelatihan dan sosialisasi dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperbaharui pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital. Evaluasi berkala juga dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan untuk memastikan bahwa pelayanan administrasi yang berbasis digital terus memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Desa Mancagar. Metode technical assistance yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan ini menekankan cepatnya perubahan yang hendak dicapai melalui beberapa tahapan yang sudah di siapkan . Diharapkan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dan berdampak positif. Untuk mengukur dampak positif ini dengan melihat indikator dampak yang spesifik, pengumpulan data baseline sebelum intervensi, implementasi program, dan evaluasi pascaintervensi. Dengan membandingkan data yang dikumpulkan sebelum dan setelah program, dapat dianalisis sejauh mana pengabdian tersebut memberikan manfaat, seperti peningkatan akses terhadap layanan publik dan kualitas hidup Hasil analisis ini kemudian disusun dalam laporan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak yang dicapai, serta menjadi dasar untuk perbaikan dan tindak lanjut program di masa depan dalam meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik di Desa Mancagar. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat menjadi aspek krusial dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut. Mitra, yang dalam konteks ini adalah masyarakat Desa Mancagar, dapat terlibat secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Observasi dan Wawancara Aspek utama dalam pengabdian ini berfokus kepada pada kegiatan pendampingan implementasi platform sistem informasi desa (SIDESA) yaitu dengan fokus terhadap dua aspek utama yaitu penguatan kapasitas aparatur desa sebagai admin didampingi untuk dapat mengelola data kependudukan dan pelayanan administratif digital serta peningkatan literasi digital masyarakat dalam administrasi fitur pelayanan permohonan surat secara mandiri di platform SIDESA. Dengan demikian penggunaan sistem informasi desa ini dapat diterapkan secara masif pada kehidupan sehari-hari yang bertujuan meningkatkan akurasi pelayanan publik dan mengurangi hambatan akses layanan administrasi dan pengelolaan data Gambar 7 ini merupakan dokumentasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi dimana pada tahapan sosialisasi ini dihadiri oleh aparatur desa serta masyarakat setempat dengan memberikan gambaran alur sistem yang berjalan. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Kegiatan Tahapan pertama pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan menyiapkan administrasi surat perijinan lokasi objek pengabdian sebagai tempat pengabdian ini dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah berkunjung secara langsung untuk melakukan observasi dan wawancara dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Desa dan aparatur pemerintahan Desa Mancagar, dokumentasi kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 5. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Sosialisasi Sistem Informasi Desa Selanjutnya, mitra dapat menerapkan penggunaan platform Sistem Informasi Desa dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengurus administrasi dalam hal ini adalah pembuatan surat bagi masyarakat yang membutuhkan baik Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. masyarakat yang ada di desa atau yang di perantauan untuk dapat memanfaatkan sistem ini lebih masif serta selain administrasi surat juga dapat memberikan infografis data kependudukan hingga dan informasi kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan desa atau kegiatan kepemudaan selain itu masyarakat dapat memberikan umpan balik terhadap pengalaman mereka. Pelaksanaan Kegiatan Dalam tahap pendampingan atau pelatihan dan sosialisasi, mitra dapat menjadi peserta aktif, mengambil bagian dalam diskusi, latihan praktis, dan sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan Sistem Informasi Desa. Selain itu, keberlanjutan penerapan teknologi, termasuk kemampuan aparatur desa mengelola sistem secara mandiri dan partisipasi masyarakat yang konsisten. Dengan mendukung transformasi digital secara menyeluruh, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki pelayanan administrasi, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa. %) merasa platform ini mudah digunakan, dengan fitur-fitur yang intuitif dan tanpa perlu pelatihan mendalam. Namun, 31% responden menganggap sistem cukup dipahami meskipun mereka menghadapi beberapa kendala, dan 7% mengalami kesulitan yang tidak signifikan dalam Dengan partisipasi aktif mitra dalam seluruh tahapan program, kegiatan program pengabdian dapat mencapai hasil yang optimal dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan dan pelayanan publik di Desa Mancagar. Evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan selesai dilaksanakan dapat dilakukan melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Pertama-tama, pada tahapan ini dilaksanakan evaluasi terhadap tingkat adopsi dan efektivitas penggunaan platform Sistem Informasi Desa oleh masyarakat Desa Mancagar. Evaluasi Implementasi Sistem Melalui evaluasi berkala, mitra berperan dan dapat membantu dalam mengevaluasi keberhasilan program untuk mengidentifikasi area perbaikan yang diperlukan. Terakhir, mereka dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan program setelah periode pengabdian berakhir, dengan berkontribusi dalam pemeliharaan dan pengembangan platform Sistem Informasi Desa, serta berpartisipasi dalam program pelatihan dan sosialisasi yang berkelanjutan. Gambar 8 ini merupakan dokumentasi sosialisasi kepada masyarakat umum untuk meningkatkan penggunaan sistem informasi desa. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Pendampingan Aparat Desa Berdasarkan penilaian penggunaan sistem ini dapat disimpulkan sesuai dengan Tabel 1. Tabel 1. Penilaian Penggunaan Sistem Jumlah Responden Persentase Kategori Mudah dipahami Cukup dipahami Sulit dipahami Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Tabel 1 adalah penilaian penggunaan sistem ini dapat dilihat berdasarkan hasil survei pemahaman pengguna terhadap Sistem Informasi Desa (SIDESA) menunjukkan bahwa mayoritas Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Gambar 8. Sosialisasi Kepada Masyarakat Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Hal ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dan wawancara untuk menilai sejauh mana masyarakat menggunakan platform tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka, serta untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. masih dihadapi. Adapun hasil dari evaluasi ini dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Assessment Penyampaian Materi Jumlah Responden Persentase Kategori Mudah dipahami Cukup dipahami Sulit dipahami kesiapan masyarakat untuk terus menggunakan platform Sistem Informasi Desa dalam jangka Selain itu, dapat dilakukan pemantauan terhadap partisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang berkelanjutan. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Tabel 2 merupakan assessment penyampaian materi ini dapat terlaksana dengan baik, dapat terlihat berdasarkan jawaban peserta pada saat kegiatan penyampaian materi dilaksanakan dengan memberikan berbagai bentuk penilaian atau kuesioner berkaitan dengan isi materi, dimana menyelesaikan dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan persentase 70% peserta pelaksanaan penyampaian materi tersebut mudah Selanjutnya, pada dokumentasi Gambar 9 ini merupakan kegiatan lanjutan terkait dengan evaluasi yang sudah dilakukan terhadap dampak yang dihasilkan oleh penggunaan platform Sistem Informasi Desa terhadap efisiensi pelayanan administrasi dan kependudukan di desa. Data dapat peningkatan kualitas layanan yang diperoleh oleh masyarakat Desa Mancagar setelah menggunakan platform Sistem Informasi Desa. Sumber: . ttps://pagespeed. Gambar 10. Performa Sistem Evaluasi ini dapat membantu dalam menilai tingkat keberlanjutan minat dan komitmen masyarakat terhadap penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik di Desa Mancagar. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 9. Sosialisasi Sistem Rencana Keberlanjutan Program Untuk memastikan keberlanjutan program, ketersediaan sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk pemeliharaan dan pengembangan platform Sistem Informasi Desa. Hal ini berdampak kepada analisis terhadap dukungan dari pemerintah daerah, ketersediaan anggaran, serta Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 11. Dokumentasi Akhir Kegiatan Dengan komprehensif dan berkelanjutan ini, diharapkan dapat dihasilkan pemahaman yang mendalam tentang keberhasilan dan dampak program Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 1 April 2025 | Hal. pengabdian kepada masyarakat, serta langkahlangkah yang perlu diambil untuk menjaga keberlanjutan dan kesinambungan program dalam jangka panjang. KESIMPULAN Program Transformasi Sistem Pelayanan Administrasi dan Kependudukan melalui platform SIDESA di Desa Mancagar telah berhasil meningkatkan aksesibilitas layanan publik, efisiensi pengelolaan data, dan transparansi informasi. Lebih dari 50% masyarakat mampu memahami dan menggunakan sistem ini untuk kebutuhan Selain itu, pelatihan aparatur desa memperkuat pengelolaan sistem secara mandiri. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan langkah strategis seperti pelatihan lanjutan, kebijakan desa yang mendukung penggunaan SIDESA, dan integrasi teknologi baru. Hal ini memastikan SIDESA terus memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas hidup masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Diakhir kegiatan ini menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait yaitu yang pertama saya sampaikan terima kasih kepada Allah SWT, karena telah diberikan kelancaran serta hidayahnya pada kegiatan pengabdian ini. Kedua Terimakasih saya juga sampaikan kepada Universitas Kuningan yang telah memberikan kepercayaan, waktu serta dukungan berupa pendanaan untuk mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini. Ketiga Kepala Desa. Aparatur Pemerintahan Desa serta tokoh Masyarakat dan seluruh Warga Desa Mancagar Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan yang sudah menerima dan memberikan pelayanan kami dengan sangat baik dan tak lupa kepada seluruh team Pengabdian kepada Masyarakat yang telah meluangkan waktu serta tenaganya berharap semua ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak. DAFTAR PUSTAKA