Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan Pencegahan Stunting di Desa Trosemi Ryan Rizki Adhisa1. Helen Sapni Mahena2. Atikah Pradika Putri3. Bashirul Ali4. Farhatu Anisa Setiawan5. Febiola Anggita Putri1. Irna Nuraeni6. Ivan Bahtiar Al Fahri7. Manna Andini8. Sahda Salsabila Rosjadi9. Arif Setiawan10* 1, 10 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Palembang. Indonesia Fakultas Kedokteran dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Indonesia Fakultas Sains. Teknologi, dan Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Lamongan. Indonesia Fakultas Agama Islam. Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Indonesia Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan. Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang. Indonesia Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surabaya. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMA. di Desa Trosemi bertujuan untuk mengatasi dua permasalahan utama, yaitu rendahnya adopsi digital oleh pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tingginya angka stunting pada anak-anak. Program ini terdiri dari dua kegiatan utama: Go Digital, yang berfokus pada pelatihan digitalisasi UMKM melalui pembuatan website, penggunaan e-commerce, dan manajemen bisnis berbasis digital, serta GATI (Gadon Hati sebagai Pemberian Makanan Tambaha. , yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi dan mencegah stunting melalui edukasi dan demonstrasi masak berbasis protein hewani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan mulai menerapkan strategi pemasaran digital, sementara orang tua peserta program GATI mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting. Kendala utama dalam pelaksanaan adalah rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses internet bagi UMKM serta pola konsumsi yang sulit diubah dalam edukasi gizi. Solusi yang ditawarkan meliputi pendampingan bagi UMKM dan sosialisasi intensif dalam edukasi gizi. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan masyarakat Desa Trosemi. Submit: 4 Mei 2025 Revisi: 20 Juni 2025 Diterima: 24 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: digitalisasi UMKM, e-commerce, gadon hati, literasi digital, pemberdayaan desa Corresponding Author: Arif Setiawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: arif. setiawan@ums. Pendahuluan Desa Trosemi, yang terletak di Kecamatan Gatak. Kabupaten Sukoharjo, merupakan wilayah dengan potensi ekonomi yang signifikan, terutama melalui sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal. UMKM Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 di Indonesia secara keseluruhan memainkan peran krusial dalam perekonomian nasional, berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 96% tenaga kerja (Ismail et al. , 2. Namun, meskipun memiliki peran penting, banyak UMKM di daerah pedesaan seperti Desa Trosemi menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi digital. Keterbatasan akses terhadap infrastruktur digital, kurangnya literasi teknologi, dan minimnya pelatihan menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu. Desa Trosemi juga dihadapkan pada permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya tingginya angka stunting pada anak-anak. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif anak (Yarmaliza et al. , 2. Masalah ini tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup individu, tetapi juga potensi sumber daya manusia di masa Oleh karena itu, intervensi yang efektif dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengatasi kedua permasalahan ini secara Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo, angka stunting di wilayah ini mencapai 8,1% pada tahun 2022, meningkat dari 7,11% pada tahun sebelumnya (Sukoharjo, 2. Kecamatan Polokarto menjadi penyumbang tertinggi dengan 594 kasus stunting. Meskipun data spesifik untuk Desa Trosemi tidak disebutkan, data ini mengindikasikan bahwa permasalahan stunting masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sukoharjo. Di sisi lain, adopsi teknologi digital oleh UMKM di Indonesia menunjukkan peningkatan dengan 13,7 juta pelaku usaha telah terhubung ke ekosistem digital hingga Mei 2021, setara dengan 21% dari total UMKM. Namun, ini tidak berarti pemanfaatan teknologi digital telah dilakukan secara optimal terutama di wilayah Keterbatasan akses internet dan kurangnya literasi digital menjadi hambatan utama dalam proses digitalisasi UMKM di wilayah-wilayah tersebut (Rizal et al. , 2. Akar permasalahan dari rendahnya adopsi teknologi digital oleh UMKM di Desa Trosemi dapat ditelusuri pada beberapa faktor kunci. Pertama, keterbatasan infrastruktur digital di daerah pedesaan menghambat akses pelaku UMKM terhadap teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka. Kedua, rendahnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM menyebabkan kurangnya pemahaman tentang manfaat dan cara memanfaatkan teknologi digital dalam operasional bisnis. Ketiga, minimnya pelatihan dan pendampingan khusus bagi UMKM dalam mengadopsi teknologi digital membuat mereka kesulitan beradaptasi dengan perubahan yang diperlukan (Sari & Setiyana, 2. Sementara itu, tingginya angka stunting di Desa Trosemi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya edukasi gizi di kalangan masyarakat, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, dan praktik pola asuh yang kurang mendukung pertumbuhan optimal Berbagai pendekatan telah diterapkan untuk mengatasi permasalahan digitalisasi UMKM dan penurunan angka stunting. Beberapa metode yang telah diterapkan seperti pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan digital (Mustika et , 2. , pengembangan infrastruktur teknologi meningkatkan akses internet dan teknologi (Fuadi et al. , 2. , serta kemitraan dengan platform e-commerce yang memungkinkan UMKM memperluas jangkauan pasar mereka secara digital (Sari & Setiyana, 2. Sementara itu, untuk mengatasi permasalahan stunting. Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 metode yang telah diterapkan meliputi edukasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang, program suplementasi seperti pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil (Margirizki & Sumarmi, 2. , serta pelibatan kader pembangunan manusia dan pengurus RT/RW dalam pemantauan dan intervensi kasus stunting di tingkat desa (Jihad et al. , 2. Pendekatan-pendekatan ini telah terbukti memberikan dampak positif, namun masih terdapat tantangan dalam hal penerapannya yang memerlukan strategi inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan KKNMAs yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi dua permasalahan utama di Desa Trosemi, yaitu keterbatasan akses teknologi bagi UMKM dan tingginya angka stunting, melalui pendekatan inovatif berbasis digitalisasi dan edukasi gizi. Digitalisasi UMKM dilakukan dengan memberikan pelatihan intensif kepada pelaku usaha mengenai pemanfaatan penggunaan e-commerce, serta pengelolaan keuangan berbasis digital. Dengan demikian. UMKM lokal dapat memperluas jangkauan pasarnya dan meningkatkan daya saingnya di era Sementara itu, edukasi gizi berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan makanan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak, yang diwujudkan melalui penyuluhan, program suplementasi, serta demonstrasi pembuatan makanan bergizi berbasis protein hewani, seperti Gadon Hati. Metode Pelaksanaan Metode melibatkan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis partisipasi Kegiatan penyuluhan, pelatihan, sosialisasi, workshop, serta pendampingan langsung kepada pelaku e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. UMKM dan masyarakat desa. Sementara itu, mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKNMA. yang mencakup penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi pasca Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Trosemi, khususnya pelaku UMKM dan keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting. Desa Trosemi terletak di Kecamatan Gatak. Kabupaten Sukoharjo, dan memiliki lebih dari 30 pelaku UMKM serta 29 anak yang teridentifikasi mengalami stunting. Para pelaku UMKM berasal dari berbagai sektor usaha seperti produksi batu bata, konveksi, dan pengolahan makanan tradisional, sementara peserta program edukasi gizi terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta kader kesehatan desa. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap utama: prakegiatan, pelaksanaan, serta monitoring dan Pada tahap pra-kegiatan, dilakukan survei kebutuhan mitra melalui wawancara dan observasi untuk memahami permasalahan utama yang dihadapi. Pelaksanaan program terdiri dari beberapa kegiatan utama, antara lain: Program AuGATIAy Gadon Hati Sebagai PMT Untuk Peningkatan Berat Badan dan Pertumbuhan Anak Program meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protein hewani dalam mencegah Kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan mengenai manfaat gizi, demonstrasi pembuatan Gadon Hati sebagai PMT, serta evaluasi dampak dari program ini terhadap peningkatan berat badan dan pertumbuhan anak-anak stunting di Desa Trosemi. Program AuGo DigitalAy Membangun Website dan E-commerce untuk UMKM Lokal di Desa Trosemi Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Program ini difokuskan pada digitalisasi UMKM pembuatan website dan integrasi dengan platform e-commerce. Pelaku UMKM dilatih untuk mengelola bisnis secara digital, mulai dari pemasaran hingga pencatatan keuangan berbasis Pendampingan juga dilakukan agar pelaku usaha dapat terus mengembangkan usahanya setelah program berakhir. Selama program berlangsung dilakukan pendampingan untuk menilai efektivitas kegiatan melalui wawancara dan pengisian angket oleh peserta. Evaluasi akhir dilakukan melalui observasi dampak kegiatan, diskusi dengan masyarakat, serta analisis perubahan dalam pola pemasaran UMKM dan pola konsumsi gizi di keluarga sasaran. Dengan kegiatan ini, diharapkan program dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Desa Trosemi. dan produk lokal lainnya. Kedua, desa ini menghadapi permasalahan sosial berupa tingginya angka stunting pada anak-anak, yang mencerminkan adanya tantangan dalam pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Program AuGo DigitalAy dirancang untuk mendorong transformasi digital di kalangan pelaku UMKM di Desa Trosemi. Langkah awal yang dilakukan adalah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pelaku usaha lokal. FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik, hambatan yang dihadapi, serta potensi pengembangan yang dapat didorong melalui pemanfaatan teknologi digital. Berdasarkan hasil FGD, diketahui bahwa mayoritas pelaku UMKM di desa ini belum mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk memasarkan produk Salah satu penyebab utama adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi, serta kurangnya akses terhadap pelatihan yang Selain itu, masih banyak pelaku usaha yang belum familiar dengan proses bisnis berbasis digital, baik dalam aspek pemasaran maupun pengelolaan bisnis secara umum. Menindaklanjuti temuan tersebut, program AuGo DigitalAy kemudian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang komprehensif dan Pelatihan ini mencakup tiga aspek utama, yaitu pemasaran digital, pembuatan akun e-commerce, dan manajemen bisnis. Dalam aspek pemasaran digital, peserta pelatihan diberikan pemahaman dan keterampilan tentang cara membangun dan mengelola website menggunakan platform Google Sites (Affandi et , 2. Website tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai katalog digital yang memudahkan konsumen dalam mengakses informasi terkait produk yang ditawarkan. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, website ini diintegrasikan Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMA. yang diselenggarakan di Desa Trosemi. Kecamatan Gatak. Kabupaten Sukoharjo, merupakan bagian dari implementasi peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi memberdayakan masyarakat desa melalui intervensi yang terstruktur dan berbasis kebutuhan lokal. Dalam pelaksanaannya. KKNMAs mengusung dua program utama yang saling melengkapi, yakni AuGo DigitalAy dan AuGATIAy (Gerakan Anti Stunting dan Gizi Terintegras. Pemilihan Desa Trosemi sebagai lokasi program ini didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama, desa ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui aktivitas Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kerajinan batik Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 dengan berbagai platform marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, sehingga pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Gambar 1. Pelatihan pembuatan website AuGo Digital dan Laporan Keuangan Program kedua yang diimplementasikan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMA. di Desa Trosemi adalah AuGATIAy (Gadon Hati sebagai Pemberian Makanan Tambaha. Program ini dirancang secara khusus sebagai respons terhadap permasalahan stunting yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Dampak dari stunting tidak hanya terbatas pada pertumbuhan fisik anak yang terhambat, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius (Husnah et al. , 2. Melalui program GATI, intervensi yang dilakukan berfokus pada peningkatan kualitas asupan gizi anak, khususnya dari sumber protein hewani yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Gadon Hati, yang merupakan salah satu makanan tradisional berbahan dasar hati ayam yang dikukus bersama bumbu rempah, dipilih sebagai makanan e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. tambahan karena kandungan nutrisinya yang tinggi, terutama zat besi, protein, dan vitamin A. Selain itu, makanan ini relatif mudah ditemukan di masyarakat lokal dan proses pengolahannya sederhana sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh keluarga. Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan tambahan, tetapi juga melibatkan ibu-ibu dan kader kesehatan desa dalam kegiatan edukasi gizi dan praktik pengolahan makanan sehat. Keterlibatan komunitas lokal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anakanak serta meningkatkan kesadaran akan pencegahan stunting sejak dini (Firdausi et al. Melalui sinergi antara edukasi dan praktik langsung. GATI berupaya menciptakan perubahan perilaku konsumsi yang lebih baik di tingkat keluarga, sehingga target penurunan angka stunting di Desa Trosemi dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan. Gambar 2. Penyuluhan AuGadon hati Sebagai PMT Untuk Peningkatan Berat Badan dan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Sebagai bagian integral dari implementasi program AuGATIAy (Gadon Hati sebagai Pemberian Makanan Tambaha. , kegiatan penyuluhan gizi dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya para ibu dan kader Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kesehatan desa, mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyuluhan ini menitikberatkan pada pemahaman tentang peran vital protein hewani sebagai komponen esensial dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama dalam konteks pencegahan stunting. Protein hewani, seperti yang terkandung dalam hati ayam, memiliki kandungan zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan optimal, meningkatkan fungsi imun, serta mencegah berbagai risiko kesehatan yang dapat menghambat perkembangan anak secara fisik maupun kognitif (Sutoyo et al. Selain pemberian materi penyuluhan secara teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi memasak menu sehat berbasis lokal, yakni Gadon Hati. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan secara langsung mengenai teknik pengolahan hati ayam yang baik dan benar agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Demonstrasi ini tidak hanya memperlihatkan cara memasak yang praktis dan higienis, tetapi juga menyisipkan informasi tentang variasi resep yang dapat diaplikasikan dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan desa. Respon yang ditunjukkan oleh peserta dalam kegiatan ini sangat positif. Tingkat antusiasme yang tinggi terlihat dari partisipasi aktif selama proses penyuluhan dan demonstrasi Peserta juga menyampaikan komitmennya untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di rumah masing-masing sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga. Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia usaha telah membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode pemasaran Dengan adanya platform digital seperti media sosial, marketplace, dan website bisnis, pelaku usaha tidak lagi terbatas oleh keterbatasan geografis dalam menjual produk mereka, sehingga dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah bahkan lintas negara (Haro et al. , 2. Selain itu, digital marketing memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam berinteraksi dengan konsumen melalui berbagai saluran komunikasi seperti email, chat, dan media sosial, yang memungkinkan pelaku usaha untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan (Pahrizal et al. , 2. Teknologi ini juga memungkinkan analisis perilaku konsumen secara real-time melalui berbagai alat analitik yang dapat membantu dalam menyesuaikan strategi pemasaran dengan cepat dan tepat sasaran (Putri & Sulaeman. Dengan memahami preferensi pelanggan berdasarkan data yang dikumpulkan, pelaku usaha dapat mengoptimalkan kampanye pemasaran, menawarkan promosi yang lebih relevan, serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek asupan gizi, merupakan faktor krusial dalam Gambar 2. Pemberian GATI (Gadon Hat. Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 perkembangan yang optimal. Asupan gizi yang tidak memadai, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, serta produktivitas anak di masa depan (Pradana et al. Oleh karena itu, pemberian makanan tambahan yang bergizi seimbang menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama bagi mereka yang berisiko mengalami stunting (Syofyanengsih et al. , 2. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemberian Gadon Hati, yaitu olahan berbahan dasar hati ayam yang kaya akan zat besi, protein, dan vitamin A yang berperan dalam meningkatkan sistem imun dan mendukung Selain mengandung nutrisi yang tinggi. Gadon Hati juga mudah dibuat dan dapat diadaptasi ke dalam berbagai menu makanan sehari-hari, sehingga menjadi pilihan yang praktis dan terjangkau bagi keluarga (Choirudin & Rahmasari, 2. Literasi digital dan edukasi gizi memerlukan pendekatan kontekstual yang berkelanjutan agar program pengabdian dapat menghasilkan perubahan perilaku yang nyata di tingkat masyarakat (Hidayat et al. , 2025. Prayitno et al. , 2025. Rahmawan et al. , 2. Pendekatan kontekstual memungkinkan program disesuaikan dengan karakteristik lokal, infrastruktur teknologi, serta pola konsumsi masyarakat (Dewi et al. , 2. Sementara itu, keberlanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang ditanamkan benar-benar diinternalisasi oleh warga, tidak sekadar dipahami secara Oleh karena itu, intervensi dalam literasi digital dan edukasi gizi sebaiknya dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang saling terhubung, seperti pelatihan rutin, pemantauan progres, keterlibatan tokoh e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. masyarakat, dan pendampingan berbasis komunitas (Adhantoro et al. , 2025. Utami et al. Oleh karena itu, keberhasilan program KKNMAs tidak hanya ditentukan oleh kegiatan di lapangan, tetapi juga oleh strategi pascaprogram yang memperkuat keberlanjutan dan Meskipun program KKNMAs di Desa Trosemi telah memberikan dampak positif, terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan, terutama dalam aspek digitalisasi UMKM dan edukasi gizi. Salah satu tantangan utama dalam program Go Digital adalah rendahnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM, yang menyebabkan beberapa peserta kesulitan memahami konsep dasar pemasaran digital, pembuatan website, dan penggunaan ecommerce. Selain itu, keterbatasan akses internet di beberapa area desa menjadi hambatan bagi pelaku usaha dalam mengimplementasikan teknologi yang telah dipelajari. Sementara itu, dalam program GATI, tantangan yang dihadapi meliputi kebiasaan masyarakat yang masih sulit berubah, terutama dalam pola konsumsi dan pemahaman akan pentingnya protein hewani untuk pencegahan stunting. Untuk mengatasi kendala ini, tindak lanjut yang akan dilakukan berkelanjutan bagi pelaku UMKM melalui kelompok diskusi dan bimbingan teknis secara berkala guna meningkatkan keterampilan digital Selain itu, kerja sama dengan pemerintah desa dan penyedia layanan internet dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses teknologi di daerah tersebut. Dalam aspek edukasi gizi, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif serta pendekatan yang lebih personal kepada keluarga dengan anak berisiko stunting, misalnya melalui program kader desa yang memberikan pendampingan langsung ke rumah-rumah warga. Selain itu, pemantauan Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan PencegahanA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pertumbuhan anak secara rutin dan pemberian makanan tambahan berbasis protein hewani perlu terus dilakukan sebagai bentuk intervensi yang berkelanjutan. Malaysia. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 80-87. Choirudin. , & Rahmasari. Tingkat Cakap Tanggap Peserta Didik dalam Perangkat Google Classroom Selama Pembelajaran Daring. Jurnal ilmiah kampus mengajar, 62-69. Dewi. Prabawa. Prayitno. Pratiwi. Lukman. , & Syar'i. Kesantunan Berbahasa Dakwah Gus Baha pada Media Sosial Youtube: Kebermanfaatannya bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 16-29. Fuadi. Akhyadi. , & Saripah. Systematic Review: Strategi Pemberdayaan Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Digital Melalui Aksi Sosial. Univerisitas Negeri Yogyakarta, 5. , 1Ae https://doi. org/10. 21831/diklus. Haro. Waspodo. Lestari. , & Cindy. Marketing Strategy of Local Products through Social Media in Segara Jaya Village. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta, 4. , 161Ae https://doi. org/10. 21009/jpmm. Hidayat. Abdurahman. Astuti. Prabawati. Anif. Hariyatmi. , & Zannah. Pilot Study of Digital Competency Mapping of Indonesian Preservice Teachers: Rasch Model Analysis. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 100116. Simpulan Program KKNMAs di Desa Trosemi telah berhasil mencapai tujuan utama dalam meningkatkan digitalisasi UMKM dan edukasi gizi masyarakat sebagai upaya pencegahan Pelaksanaan program Go Digital menunjukkan peningkatan keterampilan digital pelaku UMKM, sebagian besar peserta mulai memanfaatkan website dan e-commerce untuk pemasaran produk mereka. Sementara itu. GATI pemahaman orang tua tentang pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting, dengan adanya komitmen dari peserta untuk mengubah pola konsumsi gizi keluarga mereka. Meskipun demikian, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses internet masih perlu diatasi melalui pendampingan jangka panjang dan kerja sama dengan pihak terkait. Sebagai tindak lanjut, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari digitalisasi UMKM di desa serta dampak edukasi gizi terhadap penurunan angka stunting. Daftar Pustaka