BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL MENGGUGAH SEMANGAT WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI INOVASI STARTUP 1,2,3,4 Risnawati1. Rina2. Farida Yulianti3. Aris Setia Noor 4 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Email: risnawatifekonuniska@gmail. ABSTRAK Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia, yang mencapai 11,28% untuk lulusan sarjana, menunjukkan adanya kesenjangan antara kualifikasi pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Di Kota Banjarmasin, situasi ini lebih mendesak dengan total 21 ribu pengangguran, di mana hanya 13,62% lulusan diploma dan sarjana yang terserap di dunia kerja. Fenomena ini mendorong perlunya intervensi untuk mengalihkan orientasi mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan sosial dan inovasi Adapun Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menggugah semangat kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri mereka dalam mengembangkan ide bisnis berkelanjutan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini melibatkan metode kualitatif-kuantitatif dan dilaksanakan melalui empat langkah strategis: penyusunan rencana kegiatan, pengembangan materi interaktif, sosialisasi pada 18 Oktober 2025, dan evaluasi menggunakan perbandingan PreTest dan Post-Test pada 31 responden dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang memiliki ide bisnis meningkat dari 71% menjadi 82,1%, serta kepercayaan diri responden dalam menjalankan usaha naik dari 32,3% menjadi 47,6%. Akses informasi tentang pelatihan kewirausahaan juga meningkat drastis dari 29% menjadi 78,6%. Meskipun ada penurunan pemahaman terkait sumber pendanaan, secara keseluruhan program ini berhasil meningkatkan motivasi dan familiaritas peserta terhadap kewirausahaan sosial. Kesimpulannya, program sosialisasi ini terbukti efektif dalam memberikan dampak positif, dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan program di masa mendatang serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi lulusan. Kata kunci : Kewirausahaan Sosial, mahasiswa dan inovasi startup. SOCIAL ENTREPRENEURSHIP SOCIALIZATION STIMULATES STUDENT ENTREPRENEURSHIP THROUGH STARTUP INNOVATION ABSTRACT The high unemployment rate among university graduates in Indonesia, reaching 11. 28% for bachelor's degree graduates, indicates a gap between educational qualifications and job market needs. In Banjarmasin City, this situation is even more pressing with a total of 21,000 unemployed, of which only 13. 62% of diploma and bachelor's degree graduates are absorbed in the workforce. This phenomenon encourages the need for interventions to shift students' orientation from job seekers to job creators through social entrepreneurship and startup innovation. This Community Service Program aims to foster a spirit of social entrepreneurship among students and increase their knowledge, skills, and confidence in developing sustainable business ideas. This Community Service Program involves qualitative and quantitative methods and is implemented through four strategic steps: preparation of an activity plan, development of interactive materials, outreach on October 18, 2025, and evaluation using a comparison of Pre-Test and Post-Test on 31 respondents from the Islamic University of Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. The analysis showed that the number of respondents with business ideas increased from 71% 1%, and their confidence in running a business increased from 32. 3% to 47. Access to information about entrepreneurship training also increased dramatically, from 29% to 78. Despite a decrease in understanding of funding sources, the program overall succeeded in increasing participants' motivation and familiarity with social entrepreneurship. In conclusion, this outreach program has proven effective in providing positive impacts, and ongoing evaluation is needed to improve the program in the future and create broader employment opportunities for graduates. Keywords : Social Entrepreneurship, students, and startup innovation Page | 105 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ PENDAHULUAN Di era globalisasi yang semakin pesat, di mana kemajuan teknologi dan transformasi sosial berjalan beriringan, kewirausahaan sosial muncul sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi. Kewirausahaan sosial tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian keuntungan finansial, tetapi lebih dari itu, berusaha untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Indonesia, tantangan pengangguran yang dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi semakin mendesak, menunjukkan kebutuhan untuk mendorong mereka agar beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,47 juta orang setara dengan 4,91% dari total angkatan kerja. Lebih mengkhawatirkan, lulusan sarjana mengalamai angka pengangguran yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 11,28%. Fenomena ini mencerminkan fakta bahwa gelar akademis kini tidak lagi menjamin kesempatan kerja yang layak. Di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, situasi ini lebih parah. Data BPS menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin mencatat jumlah pengangguran mencapai 21 ribu jiwa, menjadikannya salah satu daerah dengan angka pengangguran tertinggi. Pada Februari 2024, total pengangguran di Kalimantan Selatan mencapai 84. 910 orang. Data menunjukkan bahwa hanya 13,62% lulusan diploma dan sarjana yang berhasil terserap ke dalam dunia kerja sebuah angka yang sangat Pengangguran di kalangan lulusan tinggi menggambarkan ketidaksesuaian antara pendidikan yang diperoleh dengan kebutuhan di pasar kerja. Penyebab tingginya angka pengangguran di Kalimantan Selatan dapat dijelaskan melalui beberapa faktor kunci. Pertama, ketidaksesuaian antara pendidikan dan keterampilan. Banyak institusi pendidikan masih terlalu fokus pada aspek teoretis, mengabaikan kebutuhan praktis industri, yang menciptakan gap antara pengetahuan lulusan dan apa yang dibutuhkan di tempat kerja. Kedua, adanya fenomena overeducation, di mana banyak lulusan memiliki kualifikasi yang tidak cocok dengan pekerjaan yang tersedia, sehingga mereka dipaksa untuk menerima pekerjaan di luar bidang keahlian dengan imbalan yang tidak sepadan. Ketiga, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) masal yang diakibatkan oleh dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Contoh paling nyata adalah kasus PT Sri Rejeki Isman Tbk yang terkena PHK masal, menambah angkatan kerja yang menganggur di daerah sekitarnya. Di tengah tantangan tersebut, inovasi startup muncul sebagai harapan baru untuk pemecahan masalah. Mahasiswa, dengan kreativitas dan semangat wirausaha yang dimiliki, memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan solusi terhadap isu-isu sosial yang mendesak. Dengan demikian, mereka tidak hanya berperan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat. Program sosialisasi kewirausahaan sosial ini dirancang untuk menggugah semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Melalui seminar, workshop, dan pelatihan praktis, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis yang Program ini juga berfokus pada pengembangan jaringan antara mahasiswa, mentor, dan pelaku industri, yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini menjadi hambatan dalam memulai usaha. Dengan tujuan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan. Peningkatan kesadaran tentang kewirausahaan sosial dan pengembangan keterampilan yang relevan akan menjadi alat penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. Kewirausahaan sosial sangat relevan dalam konteks sosial dan ekonomi saat ini. Kewirausahaan sosial dapat mendorong inovasi yang berkelanjutan dan memberikan solusi untuk masalah-masalah penting di masyarakat (Ghaleb et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial yang signifikan (Lichtenstein et al. Adanya pengungkapan bahwa pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, mendukung mereka untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan (Ssemakula et al. , 2. Selain itu pentingnya jaringan dan kolaborasi antara mahasiswa, mentor, dan pelaku industri dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan kewirausahaan sosial (Al Mamun et al. , 2. Page | 106 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Program pengabdian ini merupakan hilirisasi dari hasil penelitian yang dilakukan di Universitas X mengenai pengembangan kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa. Penelitian tersebut menemukan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam program kewirausahaan sosial memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tantangan pasar dan mampu mengembangkan solusi inovatif untuk isu-isu sosial. Hasil penelitian ini diterapkan dalam program sosialisasi ini dengan menekankan pentingnya keterampilan praktis yang relevan serta kolaborasi yang erat dengan pelaku industri. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang kewirausahaan sosial dan pengembangan keterampilan yang relevan, diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya akan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan. METODE Pelaksanaan program sosialisasi kewirausahaan sosial dirancang sebagai rangkaian langkah strategis yang mencakup berbagai kegiatan dan pendekatan untuk mencapai hasil yang optimal. Proses ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari penyusunan rencana kegiatan hingga evaluasi dan umpan balik. Penyusunan Rencana Kegiatan Pada tahap pertama, tim pengelola melakukan identifikasi kegiatan untuk menyusun daftar yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan program mentoring. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek penting dari kewirausahaan sosial tercakup dalam program. Selanjutnya, penjadwalan kegiatan dilakukan dengan cermat, dengan mempertimbangkan waktu dan tempat pelaksanaan setiap kegiatan agar tidak bertabrakan dengan aktivitas akademik para mahasiswa. Langkah ini memastikan bahwa peserta dapat berpartisipasi secara penuh tanpa mengganggu jadwal kuliah mereka. Pengembangan Materi Setelah rencana kegiatan disusun, langkah berikutnya adalah pengembangan materi. Dalam proses ini, materi pelatihan yang relevan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Ini mencakup modul kewirausahaan sosial, studi kasus, dan sumber daya tambahan yang penting untuk mendalami topik Selain itu, tim juga melakukan penyediaan narasumber yang kompeten untuk mengisi acara, di mana metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab diadopsi untuk menyampaikan materi dengan cara yang interaktif dan menarik. Pelaksanaan Kegiatan Di tahap ini, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui program sosialisasi yang mencakup ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Metode ini dirancang untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan Diskusi ini juga memungkinkan peserta untuk mendapatkan klarifikasi dan informasi tambahan terkait kewirausahaan sosial. Evaluasi dan Umpan Balik Setelah kegiatan dilaksanakan, penting untuk melakukan evaluasi dan mendapatkan umpan balik dari Dalam hal ini Alat ukur yang digunakan meliputi kuesioner yang dirancang untuk mengevaluasi pengetahuan kewirausahaan, sikap terhadap usaha, dan potensi pemanfaatan materi yang dipelajari. Kuesioner ini akan mencakup pertanyaan mengenai pemahaman tentang kewirausahaan sosial dan rencana implementasi ide bisnis. Selain itu, untuk menilai tingkat ketercapaian program, wawancara akan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mendapatkan wawasan mengenai perubahan sikap dan motivasi peserta. Pengamatan langsung terhadap tindakan kewirausahaan yang diambil peserta pasca-program juga akan dilakukan untuk menilai implementasi ide-ide bisnis. Terakhir, feedback dari masyarakat sekitar juga akan dikumpulkan untuk menilai dampak program, seperti apakah ada perubahan dalam aktivitas kewirausahaan peserta dan bagaimana perkembangan usaha baru yang muncul berdampak pada ekonomi lokal. Dengan langkah-langkah ini, program sosialisasi diharapkan dapat dievaluasi secara komprehensif dan memberikan dampak yang signifikan bagi peserta dan Page | 107 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diadakan di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari pada tanggal 18 Oktober 2025 bertujuan untuk meningkatkan kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa. Sebanyak 31 mahasiswa dari berbagai program studi berpartisipasi dalam program ini, yang melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya kewirausahaan sosial bagi Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami potensi mereka sebagai pencipta lapangan kerja di tengah tingginya angka pengangguran di Indonesia. Selanjutnya, pelatihan dilakukan dengan metode interaktif, di mana mahasiswa dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan brainstorming ide Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong kreativitas dan inovasi di antara para peserta. Keberhasilan program ini diukur melalui sejumlah indikator yang jelas. Pertama, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang ide bisnis. Sebelum mengikuti program, 71% peserta menyatakan memiliki ide bisnis. Namun, setelah pelatihan, persentase ini meningkat menjadi 82,1%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membangkitkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kewirausahaan. Indikator kedua adalah tingkat kepercayaan diri peserta dalam menjalankan usaha. Sebelum kegiatan, hanya 32,3% mahasiswa yang merasa sangat percaya diri. Setelah mengikuti program, angka ini melonjak menjadi 47,6%. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam menumbuhkan rasa percaya diri yang lebih kuat di kalangan mahasiswa, membekali mereka untuk mengambil langkah nyata dalam berwirausaha. Lalu indikator yang ketiga adalah akses informasi mengenai pelatihan kewirausahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum program, hanya 29% peserta merasa memiliki akses yang baik, sedangkan setelah program, angka ini melonjak menjadi 78,6%. Peningkatan akses ini membantu mahasiswa untuk lebih memahami sumber daya yang tersedia, yang sangat penting bagi perkembangan usaha mereka. Meskipun program ini menunjukkan banyak keunggulan, terdapat beberapa kelemahan yang juga perlu diperhatikan. Salah satu keunggulan utama adalah metode interaktif yang diterapkan, yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa dan memungkinkan mereka untuk berdiskusi langsung dengan narasumber profesional. Namun, pemahaman mahasiswa mengenai sumber pendanaan mengalami penurunan dari 71% menjadi 48,5%. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan pengetahuan mengenai kewirausahaan, informasi tentang pendanaan masih perlu diperkuat. Tingkat kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan ini mencakup beberapa tantangan. Keterbatasan waktu menjadi faktor penting, karena agenda kegiatan harus disusun dengan efisien agar semua materi dapat disampaikan. Selain itu, mengajak partisipasi mahasiswa yang sibuk dengan kegiatan akademis dan ekstrakurikuler juga merupakan tantangan tersendiri. Keterlibatan praktisi industri sebagai mentor pun menjadi kunci, namun ketidakhadiran beberapa praktisi berefek pada pengurangan potensi pembelajaran yang bisa diperoleh mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berhasil memberikan nilai tambah dalam pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, tetapi juga menimbulkan dampak sosial yang positif. Dengan keinginan untuk memperkuat keterampilan kewirausahaan di masa depan, pengembangan program inkubasi bisnis dan kompetisi ide usaha diharapkan dapat lebih mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat sekitarnya. Page | 108 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ FOTO KEGIATAN Keterangan foto : Sosialisasi PKM tim Dosen Fakultas Ekonomi tanggal 18 Oktober 2025 yang diikuti olehmahasiswa/mahasiswi UNISKA di ruang Aula Fakultas Ekonomi UNISKA Banjarmasin. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa, seperti yang ditunjukkan oleh analisis dari data pre-test dan post-test. Mayoritas peserta, yang berusia 18-22 tahun, adalah perempuan yang berasal dari program studi Ekonomi, menunjukkan bahwa program ini relevan dengan kebutuhan mereka. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai kewirausahaan sosial, khususnya dalam hal penerapan ide bisnis. Dari 31 responden, 71% menyatakan memiliki ide bisnis sebelum program, yang meningkat menjadi 82,1% setelah program. Kepercayaan diri peserta dalam menjalankan usaha juga meningkat, dari 32,3% menjadi 47,6%. Meskipun ada penurunan pemahaman mengenai sumber pendanaan dari 71% menjadi 48,5%, hasil ini menunjukkan perlunya penguatan dalam penyampaian informasi terkait aspek tersebut di masa Peningkatan akses informasi tentang pelatihan kewirausahaan, dari 29% menjadi 78,6%, menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi peserta terhadap Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan efektivitas dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kewirausahaan sosial dan menumbuhkan jaringan dukungan di kalangan peserta. Hasil ini menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan dan penyempurnaan program untuk lebih meningkatkan dampaknya di masa yang akan datang. SARAN Peningkatan Materi dan Metode Penyampaian Mengingat bahwa pemahaman mengenai sumber pendanaan mengalami penurunan, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap materi program. Penyampaian informasi yang lebih konkret, sistematis, dan praktis tentang sumber pendanaan yang tersedia sangat diperlukan. Pemberian studi kasus dan sesi tanya jawab dengan para ahli di bidang pendanaan bisa menjadi strategi yang efektif. Page | 109 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ . Pendalaman Keterlibatan Peserta Untuk menjaga dan meningkatkan keterlibatan peserta, penting agar program selanjutnya mencakup lebih banyak acara yang relevan dan bersifat praktikal. Ini dapat mencakup workshop dengan fokus yang lebih besar pada aplikasi dunia nyata dari konsep kewirausahaan. Membangun Dukungan Lingkungan Kekuatan dukungan sosial di sekitar peserta sangat berpengaruh pada motivasi dan keberhasilan mereka. Oleh karena itu, melibatkan alumni sukses atau mentor dari industri untuk memberikan bimbingan dan dukungan langsung dapat memperkuat jejaring peserta dalam menghadapi tantangan kewirausahaan. Memperluas Jangkauan Akses Informasi Pengembangan platform digital yang menyediakan akses kepada berbagai sumber daya, pelatihan, dan informasi tentang kewirausahaan sangat penting. Platform ini harus mudah diakses dan menyediakan konten pengajaran yang kaya, serta kesempatan untuk berbagi pengalaman di antara peserta. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan Kita perlu untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas program. Mengumpulkan umpan balik dari peserta dapat memberikan wawasan untuk perbaikan yang berkelanjutan. Penilaian berkelanjutan akan memastikan bahwa materi dan metode yang digunakan selalu relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Dengan menerapkan saran-saran ini, program Pengabdian kepada Masyarakat ke depannya tidak hanya bisa lebih optimal dalam pelaksanaannya, tetapi juga dapat menciptakan generasi wirausahawan yang terampil, percaya diri, dan berorientasi sosial. Diharapkan peserta tidak hanya siap menghadapi tantangan dalam dunia kewirausahaan tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi UCAPAN TERIMA KASIH Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga terutama nikmat Iman dan Islam. Tak lupa saya ucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan cahaya dan kebenaran dalam Islam. Pengabdian masyarakat ini merupakan upaya yang dilakukan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa / mahasiswi Fakultas Ekonomi UNISKA Banjarmasin, yang diberikan dalam bentuk Sosialisasi Kewirausahaan Sosial Menggugah Semangat Wirausaha Mahasiswa Melalui Inovasi Startup. Pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang telahberpartisipasi dan mendukung diselesaikannya usulan pengabdian kepada masyarakat ini, . Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kalimantan. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan seluruh rekan dosen. Mahasiswa / Mahasiswi UNISKA. Wadhwani Foundation. DAFTAR PUSTAKA