Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah INTERNALISASI ETOS FASTABIQUL KHAIRAT DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN MADRASAH Ratna Anggraini Aripratiwi UIN Sunan Ampel Surabaya anggraini@uinsa. Revisions Required 2024-05-27 | Accept Submission 2024-07-15 The accountability system adopted by Madrasas still has western and secular values. This research aims to construct the fastabiqul khairat ethos in the madrasah financial accountability Madrasas are one of the public sector organizations that provide educational services, so there is a need for a financial reporting accountability system based on Islamic values. The research method used is a qualitative method with a construction paradigm. The construction paradigm is carried out by constructing Islamic values, namely the Fastabiqul Khairat ethos as an analytical too. So far, the accountability system applied is western in theory and tends to be pragmatic in nature. That accountability is only to interested parties. By constructing values in the fastabiqul khairat ethos, we are able to deliver a concept of sincerity accountability that has more religious value and prioritizes an attitude of trust. So that it can provide implications in terms of the resulting financial reports being more trustworthy and useful. Keywords: Accountability. Accountability Fastabiqul Khairat. PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah wadah membangun dialektika pemikiran dan praksis kelangsungan hidupnya. Dalam UU No. tahun 1989 menjelaskan Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan dapat dimaknai sebagai sebuah proses perubahan sikap dan tata laku seorang manusia atau kelompok. Melalui Pendidikan, manusia membangun dan mengembangkan peradaban adiluhung sebagai khoiru ummah, yang berakhak dan senantiasa menyuarakan kebaikan antar Sehingga Pendidikan menjadi sebuah Financial Statement. Sector Public titik tertinggi dalam mengembangkan fitrah peradaban manusia. Dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, ingin mewujudkan tujuan Pendidikan Pendidikan Islam. Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang lahir pada abad 20an, usia yang relatif muda dibandingkan dengan Madrasah berdiri atas inisiatif dari pembaruan sistem Pendidikan Islam yang telah ada sebelumnya. Proses kelahiran madrasah sebagai salah satu lembaga Pendidikan Islam di Indonesia merupakan sebuah perkembangan pembaruan dari lembaga Pendidikan pesantren, yang diawali dengan pendidikan non formal hingga Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah menjadi Lembaga Pendidikan formal yaitu Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah madrasah yang besar dan berkembang cukup pesat. Berdasarkan data Kemdikbud Sidoarjo tahun 2021, tercatat kurang lebih terdapat 600 madrasah di kabupaten Sidoarjo. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Sidoarjo melalui Lembaga Pendidikan Maarif (LPM) keunggulan madrasah baik di tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah. Dan menurut Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo (Kominfo, 2. Madrasah di Sidoarjo memerlukan dukungan keungan dalam peningkatan mutu Pendidikan, sehingga madrasah yang ada di Sidoarjo mampu bersaing melalui potensi-potensi yang ada tak terkecuali Madrasah Ibtidaiyah (MI). Terdapat 242 madrasah ibtidaiyah tersebar di kabupaten Sidoarjo yang siap bersaing melalui peningkatan mutu baik itu mutu Pendidikan maupun mutu tata kelola Berbicara Pendidikan Islam Indonesia permasalahan yang kompleks. Salah satunya adalah masih rendahnya mutu pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar. Dan mirisnya lagi madrasah menempati posisi dibawah lembaga Pendidikan lainnya yaitu sekolah negeri (Maryono, 2. Berdasarkan hasil survey SDI tahun 2020 menunjukkan Indonesia, salah satunya adalah isu Isu-isu akuntabilitas cukup ramai dibicarakan oleh khalayak luas, tak terkecuali madrasah. Hal tersebut seiring menghasilkan sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Pendidikan di Indonesia diharapkan mampu memperkuat sistem akuntabilitas dalam semua aspek, baik Pendidikan Islam secara umum harus diberi perhatian ekstra dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya, yang nantinya akan berdampak pula pada madrasah-madrasah yang ada di Indonesia. Dalam meningkatkan kualitas madrasah tidak terlepas dari tata kelola akuntansi yang harus menganut prinsip Konsep akuntabilitas masih diimplementasikan di lingkungan pendidikan, terlabih lagi masih kentalnya budaya KKN (Maryono, 2. , serta kurang optimalnya pelaksanaan konsep transparansi dan dalam lembaga Pendidikan (Mubin, 2. Selama ini, konsep akuntabilitas yang dijalankan di Indonesia diadaptasi dari sistem akuntansi barat (Sharon & Paranoan, 2. nilai-nilai keislaman yang erat kaitnnya dengan pendidikan madrasah. Pengelolaan akuntansi dalam sudut pandang barat lebih menekankan mengakomodasi nilai-nilai keislaman sebagai perspektif (Permatasari et al. , 2. Sungguh kontradiktif dengan tujuan berdirinya madrasah di Indonesia yang sarat akan nilai religius dan ketauhidan. Penelitian ini berusaha untuk mengembangkan suatu konsep akuntabilitas yang dapat digunakan sebagai Auvalue of lifeAy bagi madrasah dalam menjalankan pengelolaan di masa mendatang dalamm etos AuFastabiqul KhairatAy. Etos Fastabiqul Khairat adalah sebuah semangat yang selalu digaungkan oleh para pemuda muslim, dipandang mampu menciptakan tata kelola akuntansi madrasah yang akuntabel. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk Allah SWT yang wajib menjalankan seluruh perintah dan menjauhi larangannya. Melalui Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah menggunakan sudut pandang ilahiyah. Bahwa manusia memiliki tujuan utama yaitu bertanggung jawab kepada Allah secara utuh dan holistik, bukan hanya bersifat materi dan Inilah letak religiusitas dan Konsep akuntabilitas menuntut para pengelola madrasah untuk bersikap jujur. Berdasarkan Kepmendagri 13/2006 tentang Pengelolaan Keuangan, akuntabilitas diartikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kata lain akuntabillitas dapat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyajikan dan organisasi atau lembaga kepada pihak yang berkepentingan, baik itu pemilik, pemerintah. Tak bertanggungjawab kepada sesama manusia . , bertanggungjawab kepada Allah SWT. Bentuk akuntabilitas religius dan bertauhid tentu tidak mampu dihasilkan oleh kacamata modern atau barat. Dengan nilai Islam dapat mengkonstruksi kerangka tata menjalankan akuntabilitas yang holistik dan berkeadilan (Permatasari et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini berupaya untuk menginternalisasikan etos Fastabiqul Khairat dalam pelaksanaan akuntabilitas madrasah. Sehingga penelitian ini akan menghasilkan pemaknaan Fastabiqul Khairat dan direfleksikan dalam akuntabilitas madrasah ibtidaiyah di Sidoarjo. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Akuntansi sektor publik adalah sistem pelaporan yang berkaitan dengan lingkungan Tugas dan fungsi sektor publik tidak hanya terbatas pada organisasi pemerintah, melainkan bisa dilakukan oleh sektor swasta, misalnya menghasilkan palayanan publik seperti pendidikan, transportasi publik, komunikasi, dan lainnya. Adanya tuntutan lebih besar masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas publik (Mardiasmo, 2. , memaksa madrasah sebagai Lembaga Pendidikan juga turut menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Akuntabilitas menjadi salah satu syarat hasil laporan keuangan yang sehat. Akuntabilitas merupakan bentuk kewajiban dalam pertanggungjawaban keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui suatu dilaksanakan secara periodik (Mardiasmo. Akuntabilitas bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik, mendorong tanggung jawab dan rasa kepercayaan publik. Manfaat penerapan akuntabilitas dalam sebuah organisasi antar lain memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, terciptanya lingkungan transparansi dan responsive, sehingga mendorong kualitas layanan organisasi kepada masyarakat. Sehingga tata kelola menjadi sebuah mekanisme menjalankan akuntabilitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Arus informasi menjadi bagian penting dalam hal tata kelola organisasi, apakah oraginsasi tersebut akuntabel atau tidak (Permatasari et , 2. Selanjutnya adalah konsep Fastabiqul Khairat dalam AlQuran, dimana makna fastabiqul khairat dapat kita dapati dalam Surah Al-Baqarah ayat 148 sebagai berikut: AuAMaka berlomba-lombalah . alam membua. kebaikanAAy Perintah Allah bahwa meskipun Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah manusia memiliki kadar keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda, tetapi setiap manusia memiliki potensi dan kesempatan yang sama oleh Allah (Hariyanto, 2. untuk mengembangkan potensi dalam diri Prinsip fastabiqul khairat juga mengisyaratkan kepada kaum muslimin agar menjauhi sikap yang berlebih-lebihan dalam kesuksesan dunia semata. Apabila dipahami lebih mendalam terdapat beberapa aspek kunci dalam pelaksanaan semangat fastabiqul khairat yaitu keyakinan . , aturan . , prosedur . , diperbolehkan/halal . , dan amal . (Sarif. Kunci pertama adalah conviction yang menujukkan keniatan setiap manusia dalam bersikap dan berperilaku. Niat seseorang akan didukung oleh aturan yang berlaku umum, apakah itu aturan yang dibuat oleh manusia atau aturan dari Tuhan. Sehingga mengarahkan sikap manusia yang beramal METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ditandai dengan dengan upaya yang ingin dicapai dalam memahami gejala-gejala sosial yang tak mampu diukur secara kuantifikasi (Aripratiwi et al. , 2. , yang dilakukan dalam setting tertentu yang bertujuan memahami fenomena secara holistik dengan memanfaatkan metode ilmiah (Moleong. Selain metode penelitian kualitatif, hal penting dalam penelitian adalah menentukan paradigma yang akan digunakan. Paradigma mampu digunakan sebagai arah bagi peneliti dalam memandang sebuah masalah dan menganalisanya melalui ilmu pengetahuan (Kuhn, merepresentasikan realitas alam semesta (Denzin & Lincoln, 2. Paradigma pada dasarnya adalah cara pandang kita terhadap dunia atau realitas atau ilmu melalui fundamental tentang tuhan, manusia, alam, realitas dan bahkan semesta (Kamayanti. Berdasarkan masalah atau realitas yang muncul dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme guna meneguhkan asumsi bahwa individu selalu berusaha memahami dunia dimana mereka hidup dan bekerja, mengembangkan berbagai makna subyektif berdasarkan pengalaman mereka (Cresswell, 2. , sehingga mampu menciptakan dunia sosial Penelitian AuFastabiqul KhairatAy dalam pengelolaan keuangan, sehingga dibutuhkan suatu strategi yang sesuai dengan tujuan penelitian ini. Strategistrategi penelitian merupakan jenis rancangan yang menetapkan prosedur-prosedur khusus pada sebuah penelitian, yang dalam istilah lainnya adalah pendekatan penelitian atau metodologi penelitian (Cresswell, 2. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan religius. Pendekatan religius adalah sebuah pendekatan yang menitikpusatkan pemahaman pada ajaran (Soeherman, 2. Bentuk penelitian religius berusaha memandang keseluruhan realitas menggunakan sudut pandang Tuhan. Bahwa manusia memiliki tujuan utama yaitu bertanggung jawab kepada Allah secara utuh dan holistik, bukan hanya bersifat materi dan Konsep akuntabilitas yang ingin dikembangkan pun memiliki makna Inilah letak religiusitas dan tauhidnya. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer meliputi hasil wawancara mendalam dengan narasumber dari Madrasah. Sedangkan data sekunder meliputi seluruh dokumen yang berkaitan dengan penelitian, seperti laporan keuangan, laporan kas harian, dan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah Madrasah yaitu Kepala Madrasah dan Bendahara. Setelah data dikumpulkan, selanjutnya data dianalisis menggunakan paradigma konstruksi melalui Teknik analisis data Spradley yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial. Analisa mengumpulkan seluruh istilah-istilah umum yang berkaitan dengan pengalaman partisipan berkaitan dengan proses pelaporan keuangan dan sistem akuntabilitasnya. Dari Analisa domain, diperoleh istilah terinput . ncluded term. yang mengantarkan pada istilah pencakup . over term. , yang dihubungkan melalui hubungan semantik . emantic Setelah melalukan Analisa domain, tahap Analisa selanjutnya adalah melakukan Analisa taksonomi. Analisa taksonomi merupakan Analisa secara mendetail dari domain-domain yang telah Hasil dari Analisa taksonomi memunculkan dua istilah pencakup . over term. yaitu Prinsip dan Kebijakan Akuntabilitas Sistem Informasi Akuntansi Madrasah. Pengumpulan Data Reduksi Data: Akuntabilitas Akuntansi madrasah Fastabiqul Khairat Pengolahan Data Melakukan analisis domain dan taksonomi Prinsip dan Kebijakan Akuntabilitas Sistem Informasi Akuntansi Analisis Sistem Akuntabilitas Madrasah Konstruksi Etos fastabiqul khairat dalam akuntabilitas keuangan Gambar 1. Proses Analisis Data Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah Langkah selanjutnya adalah melakukan Analisa komponensial yaitu suatu usaha mencari atribut atau pemahaman untuk memaknai realitas yang sedang diteliti (Kamayanti, 2. Langkah dilakukan dengan cara mencari hubungan antar domain menyimpulkan hasil penelitian. Setelah Analisa komponensial, peneliti melakukan interpretasi hasil dan menuliskan dalam bentuk laporan penelitian. Secara singkat teknik analisis data yang dilakukan tergambar pada gambar di bawah HASIL DAN PEMBAHASAN Madrasah sebagai salah satu bagian dari organisasi sektor publik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat luas berupa Pendidikan, dimana Pendidikan yang ditekankan adalah berbasis agama Islam. Pada praktiknya, entah masih sederhana atau sudah kompleks, sebuah orgasnisasi tentu memiliki tujuannya masingmasing Berbicara akuntabilitas sangat luas kaitannya, tak terbatas pada sistem pelaporan keuangannya. Namun pada penelitian ini, peneliti keuangan sebagai sara pertanggungjawaban kinerja keuangan madrasah. Madrasah menjadi cikal bakal Lembaga Pendidikan formal berbasis agama Islam. Dalam menjalankan peran pentingnya, madrasah harus mampu menjadi organisasi yang bertanggung jawab. Dan untuk mencapainya diperlukan tata kelola madrasah yang baik atau disebut sebagai Good Governance. Akuntabilitas bentuk pertanggungjawaban dari pihak pengelola . dengan pemilik . atas setiap aktivitas yang dilakukan (Mardiasmo, 2. Berbicara akuntabilitas secara umum tidak terbatas pada sektor swasta saja, melainkan juga sektor publik, terlebih pada sektor publik yang berfokus pada layanan publik atau masyarakat. Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki jiwa kompetisi yaitu ingin menjadi yang AuterbaikAy. Kompetisi muncul sebagai akibat dari adanya perbedaan konsep AuterbaikAy dari satu individu dengan individu Ada yang memiliki kadar unggul, ada yang memiliki kadar biasa, atau bahkan lemah, itulah yang memberikan perbedaan Namun di mata Allah SWT, semua individu memiliki potensi dan kesempatan yang sama (Hariyanto, 2. walau kadar kemapuannya berbeda-beda. Menurut Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 148 dan Surat Al-Maidah ayat 48, diserukan bahwa berlomba-lombalah dalam hal kebaikan. Makna berlomba tidak hanya pertandingan, lebih mendalam dimaknai sebagai sikap dan perilaku setiap individu. Keniatan dalam berperilaku menjadi fondasi utama seseorang, kepada siapa niat kita Sebagai hamba Allah, kita wajib melaksanakan perintahnya dan menjauhi Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Ali Kepala Madrasah berikut: AuAkita sebagai hamba Allah tentu harus melaksanakan perintah, dan menjauhi larangan. Salah satu cara melaksanakan perintah ya dengan menentukan niat, nawaitu Tidak perlu diucap keras-keras. Dari hati saja Bu. Saya mau menjadikan madrasah ini tempat ibadah, mencari ilmu, tidak hanya ilmu dunia, tapi juga ilmu agama. Nantinya anak didik kita ini, yang akan mendokana kita semua, semakin berkah. Ay (Bapak Ali Kepala Madrasa. AuBeda lagi kalau mau jor-joran, mahal-mahalan sekolah. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah setengah-setengah untuk anakanak. Makanya jenengan lihat umur MI kami ini, dari tahun Lama bergeraknya dengan stabil, tidak langsung seperti sekarang, enak. Tapi niat kami ya untuk menciptakan generasi berakhlakul karimah, tentu dengan mengikuti teknologi juga. Ay (Bapak Ali Kepala Madrasa. MI Tarbiyatus memiliki semangatnya dalam berkompetisi, baik menjadi terbaik dalam lingkup kinerja satu Yayasan, maupun dalam lingkup eksternal misalnya dengan madrasah lainnya. Bagi pendiri dan pengelola, sebuah sikap individu dan organisasi ditentukan oleh niat, apa yang ingin dicapai dan Terdapat sikap Fastabiqul Khairat dalam diri individunya yang pada akhirnya termanifestasi bada budaya kinerja di madrasah. Tidak hanya berlandaskan materialitas semata, melainkan diperlukan ridha Allah SWT. Semangat fastabiqul khairat menjadi salah satu konsep yang bisa mengantarkan sistem akuntabilitas sebuah organisasi. Kompetisi tantangan yang terjal. Perkembangan ekonomi yang masif juga merupakan sebuah tantangan, bagaimana madrasah mampu diperlukan semangat Keislaman, tidak terlena dengan menghalalkan segala cara. Misal dengan berpikiran bagaimanapun caranya harus tercapai. Tentu pemikiran tersebut adalah pemikiran yang cukup pragmatis, maunya singkat, cepat, dan bagus. Walaupun bukan hal yang buruk sebuah madrasah mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Dalam artian bahwa keputusan atas tindakan sosial yang diambil sesuai dengan nilai dan kaidah dalam agama, bersikap jujur, tegas menjunjung tinggi integritas, sehingga menghasilkan karya yang positif. Sebuah karya berupa opini akuntan publik sesuai realita yang ada, menyimpulkan bahwa keutamaan mengasilkan amal shalih. Sistem akuntabilitas yang dianut oleh sebagian . ahkan hampir keseluruha. organisasi di Indonesia menganut paham Dikatakan paham kebaratan artinya paham-paham atau teori-teori yang dikembangkan oleh Bangsa Eropa atau Amerika. Di mata pembuat kebijakan Indonesia, dengan mengadopsi sistem Barat maka Indonesia bisa setara dan seragam negara-negara mempermudah proses akuntabilitas. Seakan masih dalam kondisi terjajah, kalau berbeda tidak bisa maju, kalau berbeda tidak bisa Padahal Indonesia merupakan negara berbasis agama, memiliki ideologi Bangsa berupa Pancasila, memiliki nilai budaya dari penjuru daerah di Indonesia. Yang katanya Bangsa besar, namun masih terkungkung dalam adopsi sistem Barat. Fastabiqul khairat merupakan semangat muslim yang mampu mengantarkan nilai kebaikan baik bagi individu maupun organisasi di dalamnya. Diawali dengan keniat-an yang ikhlas untuk berbuat baik, mencintai setiap proses keikhlasan melalui teladan Rasulullah dan para sahabat Rasul, akan termanifestasi pada sikap sosial dan MI Tarbiyatus Syarifah secara tersirat selalu berusaha mengamalkan etos fastabiqul khairat dalam sikap dan keputusan yang diambil. AuAapabila berbuat baik pada sesama. Insya Allah kita juga akan memetik buah Itu dulu yang diniatkan, ketika saya dipercaya memegang jabatan ini. Seiring berjalannya waktu, tentu banyak yang batunya, makanya harus niat yang teguh. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah kuat, ikhlas karena Allah. Jabatan yang seakan berat, insya Allah Ay (Bapak Ali Kepala Madrasa. Aupokok niatnya Bu . ambil tersenyu. , toh ya semua titipan. Uang-uang ini juga titipan, kalau asal-asal, wah ya takut juga Ay (Ibu Laila Bendahar. Dalam pengelolaan madrasah, para pengelola berusaha membangun niatnya masing-masing. Merasa bahwa jabatan yang diemban adalah titipan, segala harta yang diterima juga adalah titipan, maka perlu mengelola titipan dengan baik melalui sikap jujur, sehingga mudah dipercaya berbagai Artinya bahwa, keniatan akan menetukan sikap bagi para pelaku Apakah pragmatis, baik untuk dirinya sendiri atau golongannya sendiri, dengan mengorbankan pihak lain yang merasa tidak memberikan Kebaikan yang diharapkan hanya bersifat pragmatis semata, melainkan kebaikan murni yang dibungkus keihklasan. Dalam perjalanannya, tentu para pengelola madrasah mengalami banyak kondisi dilema. Dilemma berbuat baik untuk masyarakat luas atau hanya untuk segelintir pihak yang Kedilemaan itu mampu diobati oleh etos fastabiqul khairat. Gambar 2. Proses Akuntabilitas Keuangan Madrasah melalui Etos Fastabiqul Khairat Ketika sebuah tindakan sosial tersebut dilakukan dalam kompetisi sehat, maka akan dihasilkan sebuah karya Aoamal shalihAo dan terbebas dari sifat zalim. Sifat zalim adalah meletakkan sebuah perkara bukan pada tempatnya, melanggar hak orang lain, sikap bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat kesengsaraan orang lain. Terlihat sadis ketika membaca makna Aosikap zalimAo. Namun apabila dimaknai lebih mendalam, sikap zalim adalah sikap ketidakadilan dan merugikan hak orang lain melalui segala macam cara yang dilarang . Kita membayangkan hasil akhir dari sebuah laporan keuangan yang selama ini dipelajari adalah laporan yang hanya baik untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Mengapa dikatakan demikian? Katakanlah hasil dari penerimaan dikurangi pengeluaran adalah surplus atau defisit. Semakin surplus, pihak yang berkepentingan akan merasa AuBahagiaAy. Tetapi ketika defisit, maka justru sebaliknya akan merasakan kegalauan, kegelisahan, kekecewaan atau bahkan Padahal apabila kita memaknai esensi dari setiap poin laporan keuangan tentu kita akan memberikan sebuah rasa Misalkan penerimaan menggambarkan sebanyak apa pemasukan dari pihak ketiga yang digunakan untuk menghasilkan layanan Pendidikan terbaik. Sedangkan pengeluaran Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah . merupakan bentuk pemberian ikhlas Ketika mengelola rasa keihklasan dalam mengelola keuangan, maka yang diperoleh adalah kebahagiaan hakiki bersumber dari Allah SWT, kebahagiaan atas proses pemberian layanan Pendidikan berkualitas. Bukan hanya kebahagiaan pragmatis karena memperoleh surplus . Hubungan dengan akuntabilitas, terlihat dari Gambar 2 diatas. Ketika menggunakan etos fastabiqul khairat dalam bersikap, maka konsep akuntabilitas terdiri dari 3 hal, yaitu akuntabilitas kepada Allah, akuntabilitas kepada masyarakat, dan akuntabilitas proses. Berbicara akuntabilitas kepada Allah SWT, merupakan pertanggungjawaban kepada tertinggi kepada Sang empunya kehidupan, otoritas tertinggi dalam kehidupan. Berawal dari niat ikhlas dan keyakinan akan memperoleh ridha Allah, dengan bersikap, berperilaku, dan pengambilan keputusan dalam kebaikan. Tidak hanya perlu niat, namun terbentuk cinta akan kebaikan. Bahwa melainkan bentuk cinta kepada Sang Khalik, kepada Rasulullah SAW, dan para Akuntabilitas pertanggungjawaban kepada masyarakat luas, baik pengguna layanan maupun penikmat Pengguna layanan Pendidikan adalah siswa dan wali siswa, dengan memberikan sikap tanggung jawab secara adil, tidak membedakan satu dengan yang Misalkan sumbangannya besar dan kecil. Tentu tidak seperti itu. Tetapi kadarnya sama, kadar adilnya, kadar ikhlasnya, dan kadar Sedangkan penikmat layanan disini yang dimaksud adalah penikmat hasil dari layanan Pendidikan. Tak terbatas pada siswa dan wali siswa, melainkan lingkungan sekitar, bangsa, negara dan agama. Lembaga Pendidikan madrasah bertujuan menciptakan generasi bangsa ber-akhlakul karimah, memiliki adab dan ilmu yang baik. Dengan begitu akan menciptakan kesejahteraan bangsa dan masyarakatnya melalui sistem Pendidikan yang baik. Sistem Pendidikan yang baik tentu sangat erat kaitannya dengan pengelolaan madrasah yang baik pula. Kembali lagi, pengelolaan yang baik adalah pengelolaan yang berbasis nilai non materialitas, melainkan nilai keislaman melalui etos fastabiqul khairat. Pengelola madrasah yang menghasilkan sistem tata kelola akuntansi yang ber-akhlakul karimah. Kemudian akuntabilitas yang terakhir adalah akuntabilitas proses yang berikaitan dengan prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui Pendidikan berkualitas, amanah, dan dapat dipercaya. Pengawasan akuntabilitas proses dapat dilakukan misalnya ada tidak pungutan liar diluar aturan yang disepakati bersama. Di MI Tarbiyatus Syarifah, akuntabilitas proses telah dilakukan melalui pembentukan Tim Pengembangan dan Pengawasan dari pihak Yayasan guna memberikan pelayanan Pendidikan. Audisini ada tim pengembang dan pengawasan madrasah. Tugas mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan, memberikan saran dan kritik membangun madrasah juga bergeraknya naik dan berkembang. Tidak stagnan atau diam di tempat. Ya seperti disini, di bidang Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ratna Anggraini Aripratiwi / nternalisasi Etos Fastabiqul Khairat Dalam Pengelolaan Keuangan Madrasah mencanangkan adanya tim IT memperkuat sistem informasi Ay (Bapak Ali Kepala Madrasa. Islam telah mengajarkan esensi dari kalimat tauhid yaitu Autiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan AllahAy. Kalimat tersebut termanifestasi menjadi paradigma atau sudut pandang tauhid yang merupakan kunci dari semangat fastabiqul khairat (Sarif, 2. Bahwa menjadi menjalankan perintah Allah secara agama dan spiritual dalam berkompetisi di dunia. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa setiap muslim harus taat pada aturan. Aturan tentu beragam, tergantung berawal dari mana keniatan kita. Jika berawal dari Allah, maka tentu kita akan mengikuti apa yang telah diatur dalam agama Islam, yaitu melalui Alquran dan Hadist. Aturan agama kemudian akan diturunkan menjadi kerangka dasar aturan duniawi, misalnya undang-undang, standar akuntansi, atau aturan lainnya yang lebih spesifik. Dengan semangat fastabiqul khairat, kemaslahatan bagi pihak tertentu seperti perusahaan, yayasan, atau organisasi secara khusus dan pragmatis, melainkan juga bagi pihak yang lebih luas yaitu kepada masyarakat, lingkungan, dan yang lebih luas dalam dunia Pendidikan. Pembuktian dari sebuah akuntabilitas keuangan adalah penyajian laporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan mudah dipercaya oleh publik. SIMPULAN Dalam sebuah aktivitas bisnis baik di sektor swasta mapun publik membutuhkan sistem akuntabilitas. Sistem akuntabilitas keuangan yang dikenal dan diadopsi di Indonesia cenderung berkiblat pada teoriteori Barat. hal tersebut mengakibatkan sistem akuntabilitas yang dilaksanakan hanya berlandaskan nilai-nilai duniawi, materilistis, pragmatis, dan individualis. Artinya bahwa hanya bertanggungjawab pada kalangan tertentu yang berkepentingan saja. Etos fastabiqul khairat yang merupakan nilai semangat umat muslim dalam berkompetisi, mampu dijadikan sebagai konsep dasar akuntabilitas keuangan, terutama pada Madrasah yang notabenenya merupakan organisasi sektor publik di bidang Pendidikan Islam. Sudah selayaknya memiliki desain tata kelola keuangan yang lebih bernafas Dan setiap informasi akuntansi terdiri dari informasi keuangan dan non keuangan, yang menjadikan dasar amanah dalam menjalankannya. REFERENSI