Volume 4 Nomor 1 (Jun. GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Cerdas Memilih Makanan: Edukasi Isi Piringku pada ibu Balita di kalurahan Kepuharjo Gunarmi 1. Eka Vicky Yulivantina 2. Riska Ismawati Hakim 1. Lelly Maria Ervianti1. Suwarnisih1. Anjar Diasti A. M1. Dalinur QurAoandini1. Dewi Ancut1. Febriana Metallica Y. H1. Fithratin1. Friyanti Silaban1. Iin Noviatry N1. Meutia Ulfa1. Mika Rosaria. A1. Nurmi1. Nyoman Eny. W1. Sandra Sabgi. Prodi Kebidanan Program Magister Stikes Guna Bangsa Yogyakarta Prodi Kebidanan Program Profesi Bidan Program profesi Stikes Guna Bangsa Yogyakarta Corresponding author: Lelly Maria Ervianti Email: lellyervianti@gmail. ABSTRAK Masalah gizi kurang pada anak usia dini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk di Dusun Kepuh. Kalurahan Kepuharjo. Kecamatan Cangkringan. Kabupaten Sleman. Kekurangan gizi pada anak dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita, guru PAUD, dan kader kesehatan mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Pendekatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta senam edukatif AuIsi PiringkuAy. Media yang digunakan mencakup poster, leaflet, dan alat bantu audiovisual Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Nilai rata-rata sebelum penyuluhan ialah 67,78 (SD = 8,. , sedangkan nilai rata-rata setelah penyuluhan meningkat menjadi 93,33 (SD = 9,. Nilai minimum meningkat dari 50 menjadi 70, dan nilai maksimum dari 80 menjadi 100. Data ini menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep gizi seimbang, komposisi makanan sehat, serta peran penting orang tua dalam penyediaan asupan gizi anak. Selain itu, hasil survei kepuasan menunjukkan respons positif dari Dari 18 responden, sebanyak 66,7% sangat setuju bahwa materi disampaikan dengan jelas, 83,3% menilai materi terstruktur dan menarik, 88,9% menyatakan kegiatan berlangsung tepat waktu, dan 94,4% menyebutkan media yang digunakan sangat mendukung pemahaman materi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan penyuluhan berjalan efektif dan diterima dengan baik oleh masyarakat sasaran. Kata Kunci: Gizi seimbang. Ibu balita. Isi Piringku. Makanan sehat. Penyuluhan ABSTRACT Early childhood malnutrition remains a serious challenge in many areas, including Kepuh Hamlet. Kepuharjo Sub-district. Cangkringan District. Sleman Regency. Children who are malnourished may experience problems with endurance, cognitive function, and physical growth, which in turn affects the child's overall quality of life. The purpose of this community service project is to educate moms of young children. PAUD teachers, and health cadres about the importance of healthy food consumption and balanced nutrition. The approach was carried out through interactive and educative counseling. Implementation methods included lectures, discussions, questions and answers, and educational gymnastics AuIsi PiringkuAy. Media used included posters, leaflets, and audiovisual aids. The evaluation used pre-test and post-test instruments to measure knowledge improvement. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge. The mean score before counseling was 67. 78 (SD = 8. , while the mean score after counseling increased to 93. (SD = 9. The minimum score increased from 50 to 70, and the maximum score from 80 to 100. This data shows that the counseling was able to increase participants' understanding of the concept of balanced nutrition. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index healthy food composition, and the important role of parents in providing children's nutritional intake. The satisfaction survey results showed a positive response from participants. Of the 18 surveyed, 66. 7% strongly agreed the material was clear, 83. 3% found it well-structured and engaging, 88. 9% said activities were timely, 4% felt the media helped their understanding. These findings indicate that the extension activities were effective and well-received by the community. Keyword: Balanced nutrition, mothers of toddlers. Isi Piringku. Healthy food. Counseling PENDAHULUAN Gizi kurang adalah kondisi tubuh yang kekurangan nutrisi seimbang, menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Ini bisa terjadi karena kurangnya makanan bergizi atau gangguan penyerapan nutrisi. Gizi kurang pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan sistem kekebalan tubuh (Amanah et al. Pada balita, status gizi dipengaruhi oleh faktor sosioekonomi dan sosial budaya yang terkait dengan pola makan. Kekurangan nutrisi dalam lima tahun pertama dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan yang tidak dapat Status gizi juga mencerminkan kesejahteraan masyarakat dan indikator kesehatan anak ke depan (Hulu et al. , 2. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi gizi kurang di Indonesia mencapai 15,9%. Meskipun pemerintah telah meluncurkan program intervensi, masalah gizi kurang masih menjadi tantangan besar (SKI, 2. wilayah kerja Puskesmas Cangkringan, terdapat 104 balita . ,9%) dari total 1. balita yang mengalami gizi kurang, menunjukkan perlunya intervensi lebih serius (Profil Kesehatan Dinkes Kab. Sleman, 2. Menurut Hulu et al . penyebab gizi kurang pada anak meliputi riwayat makanan prelakteal, pendidikan ibu rendah, infeksi tinggi, dan rendahnya kunjungan ANC. Pendidikan ibu yang rendah mempengaruhi pengetahuan tentang makanan sehat. Hasil wawancara dengan ibu balita di dusun Kepuh menunjukkan bahwa banyak ibu hanya fokus agar anak kenyang, tanpa memperhatikan gizi. Sayur dianggap tidak penting, sehingga diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan Penyuluhan gizi adalah upaya untuk mengubah perilaku melalui peningkatan Menurut Amalia & Putri . meningkatkan pengetahuan ibu dan anak tentang pola makan sehat menggunakan Hasil tes sebelum dan setelah menunjukkan bahwa pengetahuan yang signifikan . < 0. , menandakan pengaruh positif dari edukasi tersebut. Studi oleh Safitri & Hasanah . juga mengambarjkan bahwa penggunaan media video animasi dalam edukasi gizi dapat memperbaiki pemahaman dan sikap gizi pada anak-anak di tingkat sekolah dasar. Edukasi visual terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kepada anak-anak Penelitian oleh Selva et al . menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media audio-visual dan booklet memiliki peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua atau pengasuh dalam pola pemberian makan balita. Media tersebut terbukti efektif dalam menyampaikan informasi gizi secara menarik dan mudah dipahami, sehingga mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat Penelitian oleh Titien & Hasibuan . menekankan pentingnya pendekatan edukatif berbasis komunitas dan pelatihan guru dalam mencegah malnutrisi. Edukasi kepada orang tua dan guru, program nutrisi, serta pemantauan gizi berkala penting untuk pencegahan malnutrisi. Pendekatan teknologi dan kolaborasi multi-stakeholder juga Penggunaan media visual dan meningkatkan pemahaman mengenai gizi Pendekatan edukatif yang terarah dan kolaboratif, melibatkan orang tua, guru, dan komunitas, menjadi kunci dalam mencegah dan mengatasi masalah gizi kurang pada anak (Amalia & Putri, 2. Berdasarkan permasalahan diatas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan karena tingginya prevalensi gizi kurang pada anak balita di puskesmas Cangkringan. Sleman. Rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang mempengaruhi pola asuh anak. Dibutuhkan Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index pendekatan edukatif, seperti media visual, untuk meningkatkan pemahaman ibu dan anak tentang pentingnya gizi seimbang. Penelitian ini penting untuk mendorong perubahan perilaku gizi yang lebih baik untuk mendukung perkembangan optimal anak. Rangkaian kegiatan terdiri atas: pembukaan, pengisian pre-test, penyampaian materi, diskusi, post-test, senam edukatif, dan Berikut ini adalah gambar kegiatan edukasi makanan dan bekal sehat dengan konsep isi piring ku di dusun Kepuh Kalurahan Kepuharjo METODE Kegiatan masyarakat ini menerapkan pendekatan melalui metode edukatif dan interaktif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua anak usia dini, mengenai pentingnya makanan sehat dengan konsep Isi Piringku. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 di ruang kelas PAUD Kalurahan Kepuharjo. Dusun Kepuh. Kapanewon Cangkringan. Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk penyuluhan dan promosi kesehatan dengan metode ceramah, diskusi interaktif . anya jawa. , roleplay menonton video animasi edukatif tentang isi piringku, serta senam AuIsi PiringkuAy yang melibatkan peserta secara Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan melalui pengisian pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pengukuran kepuasan peserta dengan lembar survei di akhir kegiatan. Media yang digunakan meliputi leaflet, poster, materi PowerPoint, proyektor. LCD, speaker, mikrofon, dan lembar evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu balita, kader kesehatan, dan guru PAUD, sebanyak 18 orang. Alur untuk Fishbone Persiapan Edukasi Tentang Makanan Sehat Untuk Anak PAUD dan TK di Dusun Kepuh. Gambar 1. Fishbone Gambar 2: Para Peserta Mengisi Daftar Hadir. Gambar 3: Ibu Kepala Desa Memberikan Sambutan Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index Gambar 4: Peserta Mengisi Pre Test Gambar 7: Peserta Mengisi Post Test Gambar 5: Presentase Materi Penyuluhan Gambar 8: Senam AuIsi PiringkuAy HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 6 : Peserta Mengajukan Pertanyaan Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta terkait materi penyuluhan tentang makanan sehat untuk anak PAUD dan TK. Kuesioner mencakup pemahaman mengenai konsep gizi seimbang, jenis makanan sehat untuk anak usia dini, serta kebiasaan makan sehat di rumah dan Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan skor setelah mengikuti penyuluhan. Hal ini mencerminkan efektivitas kegiatan dalam Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Peningkatan ini diperoleh dari perbandingan hasil pre-test dan post-test yang Mean Pengetahuan Sebelum Penyuluhan Pengetahuan Setelah Penyuluhan Std. Minimum Maximum Deviation Sumber data primer 2025 Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah penyuluhan, yang meningkat dari 67,78 sebelum penyuluhan menjadi 93,33 setelah penyuluhan. Nilai minimum juga naik dari 50 menjadi 70, sementara nilai maksimum meningkat dari 80 menjadi 100. Penyebaran data menunjukkan konsistensi, dengan standar deviasi dari 8,782 menjadi 9,701. Evaluasi ini menunjukkan kegiatan penyuluhan efektif dan berdampak positif terhadap pengetahuan peserta tentang makanan sehat untuk anak usia Peningkatan mencerminkan efektivitas penyuluhan yang didukung metode interaktif . eramah, diskusi, roleplay video animasi, dan senam edukati. serta media pembelajaran yang memadai seperti leaflet, poster, dan presentasi visual. Hasil ini konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya oleh Ainun . menunjukkan bahwa penyuluhan dengan media audio visual memiliki nilai z 3,068, sedangkan tanpa media nilai z 2,754. Media audio visual memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita dengan masalah gizi kurang di Puskesmas. Hasil kami memperkuat temuan bahwa media audio visual meningkatkan pemahaman lebih efektif dalam edukasi gizi. Pendekatan berbasis media visual telah terbukti meningkatkan daya serap informasi 30Ae40% lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Penelitian oleh Safitri & Hasanah . di Penelitian di sekolah dasar menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam penyuluhan gizi seimbang pengetahuan serta sikap gizi di kalangan anakanak sekolah dasar. Selain itu, studi oleh Andriyani & Kurniasari . menemukan bahwa penggunaan media audio visual animasi dapat meningkatkan pemahaman siswa dari kategori baik . ,7%) menjadi sangat baik . ,7%). Meskipun peserta sudah sadar akan pentingnya makanan sehat, penyuluhan ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai gizi seimbang dan kebiasaan makan Penelitain ini sejalan dengan penelitian oleh Sugiyanto, et al. di Palangka Raya meneliti Dampak pendidikan gizi melalui video animasi "Jajanan Sehat" terhadap pemahaman dan perilaku anak-anak di usia Hasilnya menunjukkan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman serta sikap positif anak terhadap jajanan sehat. Penelitian oleh Puspita, et al. di sekolah dasar, menemukan bahwa penggunaan media audio visual dalam penyuluhan gizi seimbang meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai pola makan sehat. Kegiatan ini mencakup pre-test, penyuluhan dengan media post-test, signifikan dalam pemahaman siswa. Penelitian oleh Laisani & Junaidi . menunjukkan bahwa edukasi gizi mengenai bekal sehat bergizi dengan menggunakan media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa di sekolah Setelah intervensi edukatif dilakukan, skor rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 8,55 menjadi 10,97, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya bekal makanan sehat. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan media video sebagai alat bantu edukasi efektif dalam menyampaikan pesan gizi secara menarik dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Di akhir kegiatan, peserta diminta mengisi kuesioner survei kepuasan untuk mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan. Kuesioner terdiri dari lima pertanyaan tertutup dengan Skala Likert terdiri dari lima kategori, yaitu: sangat setuju . , setuju . , kurang setuju . , tidak setuju . , dan tidak menjawab . Setelah lembar kuesioner dikumpulkan, dilakukan pengolahan data berdasarkan skala Likert. Tingkat kepuasan dikategorikan sebagai berikut: Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index 83,3% peserta mengapresiasi aspek ini, menunjukkan bahwa alur penyampaian materi telah berjalan efektif. Kemenarikan Materi Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, di mana mayoritas peserta menyatakan sangat setuju terhadap aspek materi yang jelas . ,7%), terstruktur . ,3%), menarik . ,3%), tepat waktu . ,9%), dan didukung media yang sesuai . ,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan telah berjalan secara efektif, diterima dengan baik oleh masyarakat, dan mampu menjangkau tujuan edukatif yang Kejelasan Materi Kejelasan materi merupakan elemen krusial dalam proses edukasi gizi, terutama bagi sasaran seperti ibu dan anak yang membutuhkan informasi praktis dan mudah dipahami. Supariasa et al. menegaskan bahwa penyampaian materi gizi yang jelas dan mudah dimengerti dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan berdampak langsung terhadap perbaikan asupan nutrisi pada balita stunting di Kabupaten Malang. Dalam konteks penyuluhan ini, hasil survei menunjukkan bahwa 66,7% peserta merasa materi disampaikan dengan sangat jelas, menandakan adanya komunikasi yang efektif antara penyuluh dan peserta. Struktur Materi Struktur materi yang logis dan sistematis turut memperkuat pemahaman peserta terhadap konten edukatif. Penelitian Nurkarimah et al. dalam studi penyuluhan sarapan sehat di sekolah dasar menjelaskan bahwa materi yang disusun secara berurutanAimulai dari konsep dasar hingga contoh praktisAimembantu siswa Selain itu. Sari et al . dalam studi di SDN menggunakan metode ceramah dengan presentasi slide dan video animasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa dari 63,07 menjadi 83,07 setelah penyuluhan, menegaskan bahwa struktur materi yang baik dan penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya sarapan pagi. Hal serupa diterapkan dalam penyuluhan ini, di mana materi dikemas secara terstruktur, dan sebanyak Materi yang menarik memiliki peran besar dalam meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi peserta. Cahyani et al. menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dalam penyuluhan, seperti permainan edukatif AuAyo Penuhi Isi PiringkuAy dan AuTebak KataAy, dapat meningkatkan retensi pengetahuan hingga 10% di kalangan siswa sekolah dasar. Sebagai contoh, penelitian oleh Rizona et al . menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif dalam penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan anak tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Dalam studi tersebut, permainan edukatif yang dimodifikasi dari permainan monopoli digunakan untuk menyampaikan materi gizi, dan hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kegiatan ini, metode serupa digunakan untuk membuat sesi lebih menyenangkan dan tidak monoton, sehingga 83,3% peserta merasa materi sangat menarik. Ketepatan Waktu Ketepatan waktu pelaksanaan merupakan indikator manajemen program yang baik. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan sesuai jadwal mampu menjaga kehadiran dan keterlibatan peserta. Penelitian oleh Ginting et . di Puskesmas menunjukkan bahwa pelaksanaan program gizi seimbang yang konsisten dengan jadwal memberikan dampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat. Lebih lanjut, studi oleh Angraini, et al . menekankan bahwa pelaksanaan penyuluhan gizi seimbang yang terstruktur dan tepat waktu dapat meningkatkan pemahaman peserta secara Dalam kegiatan yang melibatkan 40 peserta, terjadi peningkatan pemahaman dari rata-rata skor pre-test 57,3 menjadi 83 pada posttest, dengan nilai p=0,000 yang menunjukkan signifikansi statistik Dalam kegiatan ini, sebanyak 88,9% peserta menyatakan sangat puas terhadap aspek ketepatan waktu, yang Dukungan Media yang Sesuai Media edukasi yang tepat sangat membantu proses penyampaian informasi, terutama pada kelompok usia dini dan ibu balita. Saputri et al. membuktikan bahwa penggunaan media seperti buku AuDiari GizikuAy mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/index tindakan siswa dalam menjaga pola makan Dalam penyuluhan ini, penggunaan media visual dan buku saku terbukti efektif dan mendapatkan respon sangat positif dari 94,4% peserta, menandakan bahwa media yang digunakan sesuai dengan karakteristik sasaran. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan penyuluhan gizi seimbang dengan pendekatan interaktif terbukti berhasil dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang nutrisi yang baik untuk anak-anak di usia dini. Hasil pre-test dan post-test signifikan dalam pemahaman peserta, didukung oleh media edukatif seperti poster, leaflet, video animasi, dan senam edukatif. Mayoritas peserta juga menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis visual dan partisipatif dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Ke depan, pendekatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat intervensi gizi di tingkat komunitas UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih dihaturkan kepada Kepuh Kalurahan Kepuharjo dan Prodi Kebidanan Program Magister Stikes Guna Bangsa Yogyakarta atas kesempatan dan izin melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat serta kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA