EFEKTIVITAS PENYAMPAIAN MATERI AJAR MELALUI PENDEKATAN TIGA BAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SDN INPRES TARLAWI Aisyah. STIT Sunan Giri Bima E-mail: aisyahtunnisyah571@gmail. Hermawansyah. STIT Sunan Giri Bima Junaidin. STIT Sunan Giri Bima Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana informasi mengenai efektivitas penyampaian materi menggunakan pendekatan tiga bahasa untuk siswa yang berada di desa Tarlawi. Kecamatan Wawo. Kabupaten Bima. Peneliti menerapkan metode campuran . ixed methdo. dengan menggabungkan cara kuantitatif dan kualitatif, yang meliputi desain konvergen dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum mampu memahami bahasa daerah lain selain bahasa ibu mereka, hal ini menghadapkan mereka pada kesulitan dalam menyerap materi ajar. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pendekatan tiga bahasa saat menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam proses belajar mengajar, khususnya di SDN Inpres Tarlawi, dapat membuka peluang baru untuk mengembangkan keterampilan berbahasa siswa. Dalam hal ini, peran guru sangat penting untuk mendukung perkembangan pembelajaran siswa. Semoga penelitian ini dapat memberikan pemahaman tambahan bagi pendidik dan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengajaran bahasa di sekolah. Kata kunci: Efektivitas. Implementasi. Pendekatan Tiga bahasa. Peran guru dan Keterampilan dalam bahasa. PENDAHULUAN pendidikan karena ia merupakan alat utama untuk menyampaikan materi ajar dan membangun hubungan antara guru dan siswa sebagai negara yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan bahwa seluruh Pendidikan di Indonesia memiliki efektif di tengah keragaman bahasa dan budaya yang sangat tinggi. Bahasa adalah komponen penting dalam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 119-135 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi anak-anak baik di daerah perkotaan maupun perdesaan dapat. Maka dari itu, bahasa daerah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dihormati oleh negara sebagai salah satu kekayaan nasional. Sebab, bahasa daerah yang ada perlu dijunjung tinggi sebagai tanda rasa cinta kepada negara, juga diharapkan diajarkan di setiap jenjang pendidikan khususnya di sekolah 2 Bahasa daerah boleh digunakan pada tahap awal pendidikan untuk keterampilan tertentu pada bahasa pendukung bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama dalam proses Penggunaan bahasa merupakan sebuah sistem sebagai ungkapan personal dan interpersonal cukup baik dan sudah dapat menggunakan dalam struktur yang tepat. 3 Sehingga bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap, menjadikan bahasa sangat berperan penting untuk perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, selain itu bahasa membantu siswa belajar di semua bidang studi. Pembelajaran bahasa kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa daerah maupun bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun secara tertulis untuk menumbuhkan rasa apresiasi terhadap karya sastra yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, menjadi seorang pendidik dituntut untuk memiliki pendekatan dan memilih metode pembelajaran yang efektif untuk kondusif, dan menyenangkan agar dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jadi dengan banyaknya daerah di Indonesia termasuk di wilayah perdesaan bahasa daerah sering kali menjadi bahasa utama Meskipun bahasa Indonesia telah diakui sebagai bahasa nasional digunakan dalam sebuah sistem pendidikan formal banyak siswa yang masih dalam kesulitan mengakses pembelajaran ketika materi ajar disampaikan menggunakan bahasa daerah Bima, bukan bahasa ibu mereka. Inayatul Ummah. Erwin Eka Saputra, dan Ahmad Ahmad. AuIntegrasi Linguistik Dalam Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Multidisiplin. Vol 1. No. , 20Ae33. 2 Sitohang Mustom. AuPenggunaan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar Di Kelas Rendah Sekolah Dasar Di Kota Palangka Raya (The Use of Local language as an Instructional Language in Elementary SchoolsAos Early Grades in Palangka Ray. ,Ay( 2. , 129Ae36. Tri Mahajani. Ruyatul Hilal Muhtar AuPemerolehan Bahasa Dan Penggunaan Bahasa Anak Usia Sekolah DasarAy. Jurnal Pendidikan Ilmiah. Vol 5. No. 3, 170-178. 4 Tepu Sitepu & Rita. "Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia" AuJurnal Pendidikan BahasaAy. Vol 2. No. 1 (September, 2. , 68. 120 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin Adapun salah satu bahasa daerah yang dimiliki oleh Indonesia ialah bahasa Bima, yang dimana bahasa Bima sebagai bagian dari kekayaan linguistik yang dimiliki Indonesia bukan sekedar sistem komunikasi tetapi juga sebuah cerminan yang mendalam dari kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Bahasa Bima atau ngahi mbojo adalah bahasa yang digunakan masyarakat suku mbojo di pulau Sumbawa tinjauan terhadap bahasa Bima dalam perspektif filsafat bahasa Hans-Georg Gadamer mampu membuka wawasan yang lebih luas tentang peran bahasa dalam membentuk pemikiran, pemahaman. Melalui pemahaman Gadamer, kita dapat menggali esensi bahasa Bima bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai penjaga kekayaan budaya masyarakat Bima. Seperti salah satu sekolah dasar yang berada di desa Tarlawi Kecamatan Wawo. Kabupaten Bima yaitu SDN Inpres Tarlawi sekolah, terletak di daerah yang memiliki keberagaman bahasa daerah sendiri. Hingga sebagian menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu mereka, dan bahasa daerah Bima diterapkan sebagai bahasa kedua yang mereka pelajari di sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di sekolah SDN Inpres Tarlawi bahwasanya di sekolah kurikulum merdeka dan dalam penyampaian materi ajar mereka menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa Tarlawi, bahasa Bima dan yang terakhir bahasa Indonesia. Kemudian, dengan penggunaan tiga bahasa dalam kegiatan belajar ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seorang pendidik di sekolah SDN Inpres Tarlawi karena masih banyak siswa yang masih kurang paham dengan cara pengajaran dalam penyampaian materi ajar melalui pendekatan tiga bahasa. Sehingga banyak siswa yang tidak langsung merasa nyaman dengan penggunaan bahasa tersebut, karena bahasa ibu kehidupan sehari-hari. Dengan hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengidentifikasi lebih lanjut terkait dengan permasalahan tersebut. Jadi mendeskripsikan judul yang berkaitan dengan AuEfektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa Dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres TarlawiAy. Namun, penerapan pendekatan ini memerlukan kesiapan guru, dukungan dari orang tua dan masyarakat, serta penyediaan sumber belajar yang memadai sebagai Bil' Ibadirahman. Sukri, "Bahasa Bima Dalam Perspektif Filsafat Bahasa Hans-Georg Gadamer". Jurnal Pendidikan Bahasa. Vol, 12 No. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 121 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi keberhasilan dan tantangan yang pendekatan tiga bahasa yang dihadapi dalam penerapan pendekatan ini di berbagai konteks pendidikan di Indonesia. METODE PENELITIAN Pada penelitan ini menggunakan metode campuran . ixed method. yang menggabungkan dua metode kuantitatif dan kualitatif. Kemudian efektivitas penyampaian materi ajar melalui pendekatan tiga bahasa. Desain penelitian yang dipakai ialah desain konvergen, di mana data kuantitatif dan kualitatif dirancang secara bersamaan dan dianalisis secara terpisah sebelum menjelaskan gambaran yang lebih Populasi dan sampel, populasi dalam penelitian ini ialah siswa dan guru di SDN Inpres Tarlawi yang menggunakan tiga bahasa. Sampel diambil dari siswa kelas rendah, siswa kelas tinggi, dan satu guru untuk dilakukan wawancara. Untuk mengumpulkan data kuantitatif, kuesioner yang dibuat bertujuan untuk menilai pemahaman siswa tentang 6 Nation. Asrin. Anggaran Romi, "Pendidikan Dan Bahasa: Efektivitas Kemampuan Multibahasa Siswa Sekolah Dasar Diera Digital". EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. Vol, 4 No. , 34-35. materi pelajaran dan kemampuan Kuesioner tersebut berisi beberapa pertanyaan dan tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa menggunakan pendekatan tiga bahasa. Selanjutnya metode kualitatif dengan melakukan observasi terlebih dahulu yang dilakukan di kelas supaya dapat melihat interaksi siswa dan guru dalam menggunakan pendekatan tiga bahasa. Kemudian, dengan melakukan wawancara semi struktur dilakukan dengan guru dan siswa supaya dapat dalam melakukan proses pembelajaran menggunakan pendekatan tiga bahasa. Lalu melakukan dokumentasi untuk memperoleh data-data yang dianggap penting di sekolah, dokumen yang berupa data sekolah, data kelas, data ini digunakan untuk memperoleh data pendukung masalah yang akan diteliti. Dengan proses analisis data adalah usaha untuk mencari dan menata dengan cara sistematis data yang akan diperoleh dari wawancara dan catatan Peneliti mampu mengatur data yang akan dikumpulkan dan memilih informasi penting sehingga dapat dikelola dan dipelajari kembali oleh publik. Sugiyono, "Penggunaan Big Book Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa Di Sekolah Dasar". Jurnal Basicedu. Vol 5. No. 1 (Tahun, 2. , 449. 122 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin Dengan demikian, hasil dari mengenai efektivitas penyampaian materi ajar menggunakan pendekatan tri-bahasa. Melalui pemanfaatan data kuantitatif dan kualitatif, peneliti dapat merumuskan kesimpulan yang lebih Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang jelas tentang efektivitas penyampaian materi ajar dengan pendekatan tiga bahasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan memanfaatkan data primer serta sekunder, penelitian ini multibahasa secara efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Konteks pemahaman pendekatan tiga bahasa di sekolah Implementasi dalam pendekatan tiga bahasa di sekolah dasar, melibatkan bahasa Ibu, bahasa daerah bima dan bahasa Indonesia, awal berdiri SDN Inpres Tarlawi pada tahun 1997, sejak itu sekolah sudah menerapkan tiga bahasa sebagai kegiatan pembelajaran. Kemudian, kenapa digunakan pendekatan tiga bahasa ini, karena dilihat dari keadaan 8 Nation. Asrin. Anggaran Romi, "Pendidikan Dan BahasaA,35. anak-anak yang berada di desa Tarlawi tidak bisa memahami bahasa daerah lain (Bim. Dikarenakan mereka sedari kecil sudah dibiasakan dengan bahasa daerah mereka sendiri (Tarlaw. Dengan adanya pendekatakan tiga memberikan manfaat yang besar untuk kemampuan berbahasa siswa. Dan dapat pula memungkinkan siswa belajar bahasa dengan lebih efektif, serta mempersiapkan diri untuk terus berpartisipasi di dalam masyarakat dan di global yang semakin canggih. Bahasa Ibu Bahasa Ibu dianggap sebagai elemen penting dalam pembentukan identitas pribadi dan budaya, serta memiliki dampak besar terhadap perkembangan kognitif dan sosial lebih-lebih terhadap anak. Belajar menggunakan bahasa Ibu secara memperkuat hubungan sosial dalam kelangsungan budaya dan tradisi. Karena, bahasa Ibu yang digunakan oleh siswa dalam konteks pembelajaran adalah bahasa yang mereka bawa sejak Sehingga, bahwa ketika siswa menggunakan bahasa Ibu, proses belajar mengajar menjadi lebih lancar 9 Ananda Setiawan. Dkk, "Bahasa Ibu". Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara". Vol 1. No. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 123 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi karena siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan oleh guru. Jadi, dilihat dari penerapan diatas bahwa bahasa Ibu adalah bahasa yang mereka bawa dari kecil, dan sudah menjadi bahasa sehari-hari bagi anakanak ketika dilibatkan dengan bahasa lain akan menyulitkan mereka untuk Sehingga, pentingnya menerapkan pendekatan tiga bahasa dalam proses pembelajaran, di sekolah dasar terkhususnya di SDN Inpres Tarlawi. Ini akan dapat membantu siswa dalam memahami bahasa daerah lain, mereka tidak hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa daerah mereka sendiri melainkan bisa juga berkomunikasi dengan bahasa lain seperti bahasa daerah Bima. Bahasa Bima Bahasa Bima adalah bahasa yang berasal dari kebijaksanaan lokal, berhubungan dengan cara berpikir, nilai, dan kegiatan yang ada dalam kelompok tertentu sebagai hasil dari hubungan mereka dengan lingkungan dan alam. Karena itu, bahasa ini mampu mencerminkan identitas budaya asli melalui berbagai elemen seperti tradisi, sistem keyakinan, seni, dan bahasa itu Dalam bidang pendidikan, menggunakan bahasa Bima untuk belajar bisa menjadi acuan yang relevan dan sesuai konteks, dengan itu siswa Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Bima merupakan metode yang dapat menyatukan nilai-nilai serta praktik budaya kearifan lokal ke dalam proses belajar yang nyata, karena anakanak di usia dini sangat memerlukan pengalaman belajar yang konkret. Berdasarkan penjelasan diatas terkait dengan belajar menggunakan bahasa Bima di dalam sekolah dapat meningkatkan kearifan lokal dan nilainilai Bima yang tersemat di dalamnya, sehingga pentingnya menerapkan pembelajaran menggunakan bahasa Bima. Karena siswa akan mengkaitkan materi ajar yang disampaikan oleh guru dengan kehidupan mereka sehari hari, sebab dapat mempermudah mereka memahami pembelajaran bahasa Bima. Sehingga menggunakan pendekatakan ini untuk melestarikan nilai-nilai budaya Bima sebagai tanda rasa apresiasi terhadap warga asli daerah Bima. Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dipakai di Negara Indonesia masyarakat yang tinggal di Indonesia warga-warga terpencil yang memiliki bahasa daerah Bahasa Indonesia bukan saja 10 Suttrisno. Dkk, "Dampak Penggunaan Bahasa 11Trimansyah, "Implementasi Pembelajaran IPS Ibu Terhadap Pembelajaran Siswa Di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam. Soko". Journal Of Elementary Education Reseaech. Vol 3. No. 2 (Desember, 2. , 78. Berbasis Kearifan Lokal Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Bima Sejak Dini Pada Sekolah Dasar". FASHLUNA/Prodi STIT Sunan Giri Bima, . , 68. 124 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Indonesia digunakan sebagai mata pelajaran di dunia pendidikan. 12 Pembelajaran bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan bahwa pendidik mengajar supaya siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berbahasa guna untuk menguasai materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru itu sendiri kepada siswa. Belajar bahasa Indonesia hakikatnya adalah belajar untuk bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk kebiasaan, sikap, serta kemampuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan orang Jadi, dengan belajar bahasa Indonesia diperlukan karena ia berfungsi sebagai bahasa formal dan Hal ini dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, baik dalam berbicara maupun menulis, terutama untuk siswa yang belum mampu Oleh karena itu, para guru Indonesia mengajarkan materi kepada siswa, mengingat bahwa bahasa ini adalah bahasa pengantar yang penting baik dalam konteks formal maupun Tetapi dalam pembelajaran menggunakan tiga bahasa, bahasa Indonesia dijadikan bahasa ketiga dalam penyampaian materi ajar. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk belajar bahasa Indonesia agar mereka dapat berbicara dengan lebih baik dan sesuai dengan penggunaan bahasa yang benar. Berdasarkan pamaparan terkait diterapkan di dalam SDN Inpres Tarlawi, bahwa guru menyampaikan materi ajar menggunakan tiga bahasa dengan hampir semua mata pelajaran. Karena, meski mereka dominan dengan bahasa mereka sendiri . tapi mereka lebih senang ketika diajarkan Indonesia. Dikarenakan, siswa lebih mudah memahami menggunakan Indonesia dan bahasa daerah mereka sendiri (Tarlaw. Namun, mereka hanya kesulitan dalam penguasaan bahasa daerah Bima, sehingga itulah pentingnya penerapan tiga bahasa ini, menggunakan satu bahasa tapi lebih dari satu bahasa. Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Materi ajar adalah serangkaian materi atau sumber belajar yang Muis. Jauharoti Alfin, "Impelemntasi Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 2 Mi Persmin Wonokromo. Surabaya". Mida: Jurnal Pendidikan Dasar Islam. Vol. 6 No. 13 Ibid, 126 MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 125 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi disusun secara teratur dan mencakup semua keterampilan yang akan Ini mendukung hasil yang ingin dicapai selama proses belajar, materi ajar yang diberikan dapat disesuaikan dengan masing-masing ketertarikan mereka untuk belajar. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari mereka 14 Sehingga analisis yang diperlukan mengidentifikasi tentang beberapa faktor utama yang menjadikan program multilingual dalam menyampaikan materi ajar, melalui pendekatan tiga bahasa di sekolah dasar agar lebih efektif. Lev Vgotsky. Mengatakan bahwa cara di mana seorang guru bisa membantu siswa memahami materi adalah dengan memulai dari bahasa yang sudah mereka ketahui, lalu beralih ke bahasa baru yang masih asing bagi Hal ini sangat penting dalam proses belajar yang menggunakan pendekatan tiga bahasa, saat guru bisa memulai pengajaran dengan bahasa pertama mereka dan secara perlahan menerjemahkannya ke bahasa daerah serta bahasa Indonesia. Sedangkan menurut Piagnet, menekankan konsep asimilasi berarti pembaruan suatu budaya yang membawa hilangnya ciri khas dari budaya aslinya. Di sisi lain, akomodasi adalah proses penyesuaian yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan atau keseimbangan dalam interaksi sosial, tanpa menghilangkan identitas budaya yang dimilikinya. Dengan demikian, pengetahuan ini terletak dalam skema kognitif anak kecil dalam Siswa diharuskan untuk menyesuaikan dan memperluas skema bahasa mereka saat mengenali kosakata dan struktur baru di setiap bahasa yang mereka pelajari, mengembangkan pemahaman yang lebih rumit. Kemampuan Bahasa Shakinah. Apriani. I, "Efektivitas Penggunaan Bahan Ajar Dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Pecahan Peserta Didik Sekolah Dasar". Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar. Vol, 3 No. 2, . , 157-168. Fauziah, & Ramadan, "Pembelajaran Berdiferensi Mendukung Perkembangan Kamampuan Bahasa Siswa Dalam Kurikulum Merdeka", . 16 Susanti Tabel 1 Kemampuan Bahasa Bahasa Bahasa Ibu Kelas Rendah Kelas Tinggi i Etnawati, "Teori Vygotsky Tentang Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini". Jurnal Pendidikan. Vol. No. 2 (Desember, 2. SusanAmes, "Pendidikan Multibahasa: Menjembatani Budaya Dan Bahasa", . November 2. 126 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin Bahasa Bima Bahasa Indone Pada tabel di atas menjelaskan gambaran mendalam terkait dengan tingkat kemampuan penguasaan ketiga bahasa yang dimiliki oleh siswa dari kelas rendah I. II, i dan kelas tinggi IV. VI. Kemudian mencakup bahasa Ibu, digunakan, bahasa Bima sebagai bahasa kedua dan yang terhakir bahasa Indonesia. Hasil yang didapatkan bahwa dalam kemampuaan bahasa seberapa baik mereka memahami ketiga bahasa yang diterapkan. Untuk bahasa ibu atau bahasa daerah mereka sendiri (Tarlaw. , yang ialah merupakan bahasa pertama yang digunakan guru dalam melakukan proses pembelajaran, pada tabel diatas menunjukkan dari kelas rendah dan kelas tinggi. Dengan 100% diantaranya sudah menguasai bahasa ini dengan sangat lancar, dikarenakan sedari kecil mereka sudah terbiasa dengan bahasa kemampuan dalam penguasaan bahasa secara efektif. Kemudian dalam bahasa daerah Bima, siswa pada tingkat kelas I, 0% berarti ini menunjukkan bahwa mereka baru akan memulai belajar bahasa ini dan masih dalam tahap awal penggunaan bahasa daerah Bima. Dan siswa berada pada tingkat kelas II, 10% menunjukkan sudah dapat memahami bahasa daerah Bima sedikit demi sedikit dalam situasi dasar. Selanjutnya i, menunjukkan dasar yang cukup baik dalam pengunaan bahasa. Selanjutnya pada tingkat kelas tinggi dari kelas IV, 20% ini munjukkan bahasa siswa sudah mulai terlihat dari mereka berkomunikasi sehari hari di kelas maupun di luar kelas. Lalu pada kelas V. VI 30% Siswa sudah dapat mencapai penguasaan bahasa daerah bima dengan baik dan benar dalam disampaikan mereka dapat memahami pembelajaran dengan sangat jelas. Berdasarkan keseluruhan tabel diatas, memberikan wawasan tentang seberapa kemampuan yang dimiliki oleh siswa SDN Inpres Tarlawi dalam penggunaan tiga bahasa mencakup bahasa ibu atau bahasa daerah (Tarlaw. , bahasa daerah Bima dan Indonesia. Sehingga membantu dalam mengevaluasi terkait dengan efektivitas penyampaian materi ajar serta merancang strategi supaya dapat mengembangkan kemampuan bahasa yang efektif di sekolah dasar. Pemahaman Materi Pembelajaran Temuan menunjukkan bahwa pengajaran materi melalui metode tiga bahasa membuat siswa yang mendapat ajaran tersebut memiliki pemahaman yang lebih baik dari pada biasanya MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 127 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi selama proses belajar. Dalam hal ini, menggunakan pendekatan tiga bahasa, sehingga siswa dapat melihat dan memahami ide yang sama meskipun dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, ketika guru membahas sebuah topik menggunakan bahasa Ibu, pemahaman mereka dapat diperkuat dengan menerjemahkan dalam bahasa daerah Bima dan bahasa Indonesia. Kemudian, ditambah dengan adanya ketersediaan bahan ajar yang cukup dibilang sangat menarik sehingga dapat tercipta pembelajaran yang efektif, dalam penyampaian materi ajar menggunakan tiga bahasa dalam proses pembelajaran. Terkhusus pada penguasaan bahasa Bima siswa merasa lebih senang dan semangat ketika diajarkan menggunakan tiga bahasa, karena mereka merasa tidak hanya bisa bahasa daerah mereka sendiri (Tarlaw. tetapi mereka bisa mempelajari juga bahasa daerah lain seperti bahasa Bima. Sehingga proses bahasa ini sangat mendukung dan berperan penting dalam perkembangn berkomunikasi dengan orang lain. Selain menjelaskan sebuah konsep yang sulit untuk siswa pahami maka guru akan menunjukkan sebuah gambar atau langsung mempraktekkannya di depan kelas sampai siswa benar-benar merasa paham dengan apa yang diajarkan. Karena siswa lebih senang belajar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari memberikan contoh supaya mereka sendiri yang akan menjelaskannya. Misalnya, dalam pelajaran IPA, guru mulai menjelaskan menggunakan bahasa ibu, kemudian, penjelasan itu diulang dengan bahasa daerah Bima, dan terakhir menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga hal ini, dapat membantu siswa untuk mengerti materi menggunakan pendekatan tiga bahasa, yang mendukung mereka dalam menguasai pelajaran dengan Analisis menggunakan paired samplel t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai materi, di mana nilai rata-rata pretest mengalami kenaikan dari 20% siswa yang masih kurang memahami, menjadi 80% mampu memahami dengan. Pada posttest penggunaan tiga bahasa ini terbukti keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Efektivitas Penggunaan Sumber Ajar Hasil yang ditemukan bahwa, ketersedian bahan ajar dalam proses pembelajaran yang menggunakan tiga bahasa sangat berperan penting supaya 18 Nabila. Husneni & Eka Widyati, "Efektivitas Sangatta Utara". Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol, 2 No. 2 ( Februari, 2. Tingkat Pemahaman Siswa Kelas Tiga Terhadap Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SD Negeri 128 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin penyampaian materi ajar. Berikut ada beberapa bahan ajar yang digunakan SDN Inpres Tarawi dalam mendukung proses belajar mengajar melalui pendekatan tiga bahasa: Kertas Tasparan 90-an Kertas tasparan 90-an yang dimaksud adalah, salah satu bahan ajar yang berisi dengan abjad/kosakata tiga bahasa yang mencakup bahasa Ibu (Tarlaw. bahasa daerah Bima dan bahasa Indonesia. Ini dibuat langsung oleh guru SDN Inpres Tarlawi, guna untuk membantu guru dalam mengajar menggunakan pendekatan tiga bahasa. Sehingga hasil yang didapatkan bahwa menggunakan kertas 90-an ini dapat membuat siswa lebih mudah belajar memahami bahasa daerah lain. Adanya bahan ajar ini sangat membantu siswa karena, bahan ajar digunakan tidak hanya untuk dipelajari di ruang lingkup Tetapi guru menyuruhnya bawa pulang ke rumah supaya dijadikan bahan untuk dipelajari di rumah, dan harus langsung didampingi oleh orang tuanya masing-masing. Bahan Triplek Salah satu bahan ajar, terbuat dari bahan triplek yang dituliskan dengan sebuah abjad/kosakata yang mencakup dari bahasa daerah Tarlawi, bahasa Bima dan bahasa Indonesia. Bahan ajar yang dibuat supaya dapat membantu guru untuk mengajar, mempermudah siswa untuk belajar dalam penguasaan Guru meletakkan bahan ajar ini disetiap sudut ruangan kelas, supaya siswa dapat belajar membaca, melihat dan memahaminaya secara langsung, ini tidak hanya dipergunakan pada mata pembelajaran aktif saja tetapi sebelum memulai pembelajaran aktf. LCD LCD merupakan salah satu media ajar, yang digunakan untuk membantu guru dalam menjelaskan pembelajaran dengan memperlihatkan langsung gambar dan vidio secara langsung terhadap siswa. Dengan melalui adanya LCD di sekolah, sangat mendukung proses pembelajaran menggunakan pendekatan tiga bahasa. Oleh karena itu, siswa merasa senang dan bersemangat karena mereka tidak hanya diajarkan lewat ungkapan tetapi langsung dengan gambar dan vidio yang berkaiatan dengan pembelajaran Sehingga memungkinkan siswa supaya dapat memahami materi yang diajakarkan dengan baik dan memungkinkan siswa Berdasarkan ditemukan bahwa, ada beberapa bahan ajar diatas yang digunakan guru SDN Inpres Tarlawi, seperti kertas tasparan 90-an, bahan dari triplek dan LCD. Dari ketiga bahan ajar yang dijelaskan bahwa sudah terbukti sangat efektif dalam penggunaan menyampaikan materi ajar melalui pendekatan tiga Kemudian, siswa juga merasa percaya diri dalam berinteraksi dengan MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 129 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi orang lain dengan menggunakan bahasa Bima. Bahkan setelah sudah memahami dan bisa mengucap dengan bahasa Bima, mereka semakin terbiasa berkomunikasi dalam kesehariaannya bukan hanya dalam ruangan kelas tetapi diluar kelas mereka sudah pandai dalam berbahasa Bima. Tantangan dan Solusi Tantangan Perbedaan bahasa, kebiasaan dan komunikasi di kelas menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar utama bagi para pendidik di dunia pendidikan, namun sementara itu, banyak siswa yang memiliki bahasa daerah sendiri sebagai bahasa Ibu dijadikan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga memengaruhi pemahaman dan struktural dalam kalimat baku. Kompetensi seorang pendidik yang didapatkan bahwa masih banyak guru belum mendapatkan pelatihan terbaru dalam teknik pembelajaran bahasa yang efektif dan interaktif. Dikarenakan guru yang mengajar di SDN Inpres Tarlawi, sebagian diluar dari pada daerah asli Tarlawi. Gilang Septian, "Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar". Diperbarui . Desember 2. 20 Ibid 21 Ikha Rezeki Wulandari. Muhamad Sofian Hadi. Samsul Arifin, "Analisis Tantangan Guru tantangan tersendiri bagi guru agar bisa menguasai bahasa daerah Tarlawi yang sudah diterapkan. Dan Selanjutnya dengan guru yang harus pembelajaran dalam tiga bahasa dengan pemahaman siswa yang beragam ketidakpahaman dalam berbahasa maka pengajaran sering bersifat monoton dan kurang motivasi siswa. Kurangnya minat membaca dan dukungan dari orang tua, buku teks dan refrensi sebagian besar hanya tersedia menggunakan bahasa Indonesia, seharusnya bersifat multibahasa atau sesuai dengan budaya lokal Dan kurangnya minat literasi dan pengaruh bahasa gaul/media sosial, minat membaca siswa rendah sehingga banyak siswa yang belum bisa membaca dikarenakan adanya akses bahan bacaan yang kurang menarik dan kurangnya peran orang tua di rumah. Oleh keterbatasan bahasa, dari tenaga pendidik yang masih dikatakan banyak yang di luar daerah asli tarlawi sehingga masih ada guru yang kurang Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kota Tangerang". Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Vol, 14. No. 130 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin mahir dalam berbahasa tarlawi. Selanjutnya dengan guru yang harus pembelajaran dalam tiga bahasa sekaligus dan menyesuaikan dengan pemahaman siswa yang beragam ketidakpahaman dalam berbahasa. Dan kemudian, dengan siswa yang memiliki membaca, sehingga dapat membuat siswa lambat dalam memahami materi Solusi Peningkatan kompetensi guru, pelatihan berbasis dwibahasa atau pembelajaran modern. pelatihan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan narasumber yakni kepala sekolah di SDN Inpres Tarlawi. Bahwa program yang diselenggarakan bertujuan untuk keterampilan dalam melaksanakan berfokus pada perkembangan karakter siswa terutama pada pemahaman berbahasa. Penyediaan dan pengembangan sumber ajar multibahasa, dengan membuatkan sebuah bahan ajar yang berupa kertas tasparan 90-an dan dari bahan berupa triplek yang dari bahasa Tarlawi ke bahasa daerah Bima dan bahasa Indonesia. Kemudian guru menyimpan dan menempelnya di depan kelas untuk dijadikan bahan refrensi siswa supaya tetap belajar, sehingga ini akan dapat mendukung siswa dapat memahami bahasa daerah yang belum mereka pahami. Dengan seiring waktu, jaman yang semakin canggih, hasil yang didapatkan bahwa SDN Inpres Tarlawi sudah mempergunakan media pembelajaran berupa LCD. Ini berupa sebagai alat yang dapat pendekatan tiga bahasa dengan animasi disetiap mata pelajaran yang diajarkan. Metode pembelajaran yang variatif dan literasi aktif, sebelum guru memulai pembelajaran aktif, guru selalu menyuruh siswa untuk membaca dan memahami sebuah abjad/kosakata yang berisi dari bahasa Tarlawi dari bahasa Bima ke 22 Annisa Nursalamah Simanjuntak. Mia Maulia. Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar". JAI: Jurnal Abdimas Indonesia. Vol, 4 No. 24 Aminarti, "Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Di Sekolah Dasar Dengan Pendekatan Saintifik". Journal Media Didaktika. Vol. No. 2 (November, 2. , 126. "Solusi Efektif Untuk Mengatasi Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar". Karimah Tauhid. Vol 4. No. Indrayani Indrayani. Dkk, "Pelatihan Penyusunan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Dalam Rangka MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 131 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi bahasa Indonesia dari bahan triplek di setiap sudut ruangan kelas. Kemudian guru selalu menyuruh siswa untuk berdiskusi kelompok Lalu mengembangkan rutinitas literasi aktif dengan membaca buku, menulis dan mengajar sambil Metode ini dilakukan dapat membantu siswa supaya dapat Dengan ini guru melakukan, dengan memberikan sebuah kertas yang berisi abjad/kosakata dari ketiga bahasa untuk dibawah pulang ke rumah. Dan menyuruh siswa untuk bisa tetap belajar di rumah, ditegaskan harus langusung, keesokan harinya guru akan menanyakan kembali hasil yang dipelajari siswa di rumah. Berdasarkan hasil yang dijelaskan diatas bahwa dengan mengatasi keterbatasan bahasa di kelas SDN Inpres Tarlawi, melakukan beberapa pelatihan dengan guru yang sebagian dari luar asli daerah tarlawi. Dan dengan menggunakan bahan ajar disediakan dari kertas tasparan 90-an dan dari bahan triplek yang memang bukan bahan ajar yang canggih, sejauh ini sudah membuktikan bahwa bahan ajar yang digunakan bisa dikatakan Wita Wulandari, "Efektivitas Metode Mengajar Yang Variatif Dalam Keberhasilan Pembelajaran Bahasa Inggris". Jurnal Inovasi sangat efektif karena mampu membuat siswa bisa menguasai ketiga bahasa yang telah diajarkan dan merasa diri untuk berkomunikasi. Namun, dengan solusi seperti di adakanya pelatihan guru, media pembelajaran yang ada, disertai dengan dukungan oleh semua pihak sehingga tantangan tersebut bisa dihadapi secara efektif. SIMPULAN Dalam digunakan, yang mengombinasikan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan Pendekatan ini dipilih agar pembelajaran dengan tiga bahasa dapat Desain penelitian yang diterapkan adalah desain konvergen, di mana pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan bersamaan, namun analisis kedua jenis data tersebut dilakukan terpisah sebelum pandangan yang lebih komprehensif. Untuk populasi dan sampel, penerapan tiga bahasa di tingkat dasar melibatkan penggunaan bahasa Ibu, bahasa daerah Bima, dan bahasa Indonesia. SDN Inpres Tarlawi yang berdiri sejak tahun 1997 telah menerapkan pengajaran tiga Pendekatan tiga bahasa ini diambil karena anak-anak di Desa Dan Tren. Vol, 1 No. 2 (November, 2. , 263247. 132 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin Tarlawi kesulitan memahami bahasa daerah lain seperti Bima. Materi ajar terdiri dari sumber belajar yang tersusun teratur, mencakup berbagai keterampilan yang harus dipelajari oleh siswa, bertujuan untuk mendukung hasil belajar yang diinginkan. Materi yang diajarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dengan ketertarikan mereka dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran dengan tiga bahasa memberi siswa pemahaman yang lebih baik selama proses belajar. Dalam praktiknya, guru mulai menguatkan konsep menggunakan tiga bahasa, membuat siswa bisa memahami ide yang sama dari sudut pandang yang Dalam proses komunikasi di kelas, bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar utama bagi pendidik, mereka sebagai bahasa Ibu untuk berinteraksi dengan orang lain. Kompetensi pendidik yang terbatas terlihat dari kenyataan bahwa banyak guru belum mengikuti pelatihan terbaru mengenai teknik pembelajaran bahasa yang efektif dan interaktif. Minat membaca yang rendah dan kurangnya dukungan dari orang tua menjadi masalah, di mana buku teks dan referensi yang tersedia mayoritas dalam bahasa Indonesia, sedangkan bahan ajar yang menghormati budaya lokal masih sangat minim. Penelitian penerapan ini juga dapat meningkatkan komunikasi, sekaligus memperkaya Pembelajaran memberikan nilai dalam konteks mempersiapkan siswa menghadapi Dapat dikatakan bahwa pendekatan tiga bahasa dalam proses pembelajaran di sekolah sudah terbukti penyampaian materi ajar dengan cara yang signifikan. DAFTAR RUJUKAN Ananda Setiawan. Dkk, "Bahasa Ibu". Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara". Vol 1. No. Aminarti, "Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Di Sekolah Dasar Dengan Pendekatan Saintifik". Journal Media Didaktika. Vol. No. (November, 2. , 126. Annisa Nursalamah Simanjuntak. Mia Maulia, "Solusi Efektif Untuk Mengatasi Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar". Karimah Tauhid. Vol 4. No. Fauziah, & Ramadan, "Pembelajaran MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 133 Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi Berdiferensi Mendukung Perkembangan Kamampuan Bahasa Siswa Dalam Kurikulum Merdeka", . Gilang Septian, "Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar". Diperbarui . Desember 2. Inayatul Ummah. Erwin Eka Saputra, dan Ahmad Ahmad. AuIntegrasi Linguistik Dalam Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Multidisiplin. Vol 1. No. , 20Ae33. Izzatunisa. Amini. Dkk, "Pentingnya Strategi Pembelajaran Efektif Yang Berpusat Pada Siswa Sekolah Dasar". Jurnal Pendidikan Berkrakter. Vol, 2 No. 1 (Februari, 2. , 6-7. Ikha Rezeki Wulandari. Muhamad Sofian Hadi. Samsul Arifin, "Analisis Tantangan Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kota Tangerang". Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Vol, 14. No. Indrayani Indrayani. Dkk, "Pelatihan Penyusunan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar". JAI: Jurnal Abdimas Indonesia. Vol, 4 No. Sukri. Bil' Ibadirahman, "Bahasa Bima Dalam Perspektif Filsafat Bahasa Hans-Georg Gadamer". Jurnal Pendidikan Bahasa. Vol, 12 No. Muis. Jauharoti Alfin, "Impelemntasi Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 2 Mi Persmin Wonokromo. Surabaya". Mida: Jurnal Pendidikan Dasar Islam. Vol. 6 No. , 118-126. Nation. Asrin. Anggaran Romi, "Pendidikan Dan Bahasa: Efektivitas Kemampuan Multibahasa Siswa Sekolah Dasar Diera Digital". EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. Vol, 4 No. Nabila. Husneni & Eka Widyati, "Efektivitas Tingkat Pemahaman Siswa Kelas Tiga Terhadap Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SD Negeri 013 Sangatta Utara". Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol, 2 No. 2 ( Februari, 2. Sitohang Mustom. AuPenggunaan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar Di Kelas Rendah Sekolah Dasar Di Kota Palangka Raya (The Use of Local language as an Instructional Language in Elementary SchoolsAos Early Grades in Palangka Ray. ,Ay( 2. , 129Ae36. Susan Ames,"Pendidikan Multibahasa:Menjembatani 134 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Aisyah. Hermawansyah. Junaidin Budaya Dan Bahasa", . November 2. Suttrisno. Dkk, "Dampak Penggunaan Bahasa Ibu Terhadap Pembelajaran Siswa Di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam. Soko". Journal Elementary Education Reseaech. Vol 3. No. 2 (Desember, 2. Sugiyono. AuPenggunaan Big Book Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa Di Sekolah DasarAy. Jurnal Basicedu, 1 & 5 Tahun, 2021. Trimansyah, "Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Bima Sejak Dini Pada Sekolah Dasar". FASHLUNA/Prodi STIT Sunan Giri Bima, . , 68. Tri Mahajani. Ruyatul Hilal Muhtar. AuPemerolehan Bahasa Dan Penggunaan Bahasa Anak Usia Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Ilmiah, 3 & 5. Tepu Sitepu & Rita. "Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia" AuJurnal Pendidikan Bahasa. Ay2 & 1, 2017. Vongsila. , & Reinders. At El, "Peran Guru Dan Strategi Dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa". Jurnal Guru Kita. Vol, 5 No. (September, 2. , 53. Wita Wulandari, "Efektivitas Metode Mengajar Yang Variatif Dalam Keberhasilan Pembelajaran Bahasa Inggris". Jurnal Inovasi Dan Tren. Vol, 1 No. (November, 2. , 263-247. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 135