Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo The Radiological Transient Ischaemic Attack (Ti. Patients Using Non-Contrast Head Computed Tomography (C. Scan Modalities At Rsud Pasar Rebo Lovika Selviani 1. Ryan Indra2 1Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta. Indonesia 2Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta. Indonesia Email : Lovikaselvia@gmail. KATA KUNCI ABSTRAK Transient ischaemic attack. Computed Tomography. Radiologi. RSUD Pasar Rebo Pendahuluan : Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memperlukan ananmesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA sering kali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24-29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah selama 1990-2016. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang Gambaran Modalitas CT-Scan Non Kontras pada pasien TIA di RSUD Pasar Rebo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis TIA dengan pemeriksaan CT-scan kepala non-kontras yang melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan Non Kontras. Sampel penelitian ini sebanyak 54 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan terhadap kelompok usia, jenis kelamin, dan kesan gambaran CT-Scan Non Kontras. Hasil : Kelompok umur yang menunjukan mayoritas pasien TIA menunjukan hasil CT-Scan Non Kontras tidak tampak lesi dengan total 33 pasien . ,1%) sedangkan lesi hipodens terdeteksi mulai kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien . ,9%) di dominasi Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 kelompok umur 46-55 tahun 10 pasien . ,5%). Dari 54 sampel, 23 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki . ,6%) dan 31 orang . ,4%) perempuan. Gambaran lesi hipodens ditemukan pada mayoritas jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 pasien . ,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien . ,5%). Simpulan : Hasil CT-Scan Non Kontras pasien TIA mayoritas memiliki kesan tidak tampak lesi dengan total 33 pasien . ,1%) dan lesi tampak hipodens kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien . ,9%). Meskipun mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan lesi hipodens di dominasi laki laki dengan persentase . ,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien . ,5%) KEYWORDS Transient ischaemic attack. Computed Tomography. Radiology. RSUD Pasar Rebo ABSTRACT Introduction : Transient Ischaemic Attack (TIA) requires careful history taking to diagnose, often recurring for the worse. TIA attacks often improve in less than 24 hours and are not progressive. However, the risk of subsequent stroke is high, with rates of 11% within 7 days and 24-29% within the next 5 years. Data from 2019 shows that stroke affects around 13. 7 million people and kills 5 million people every year. The incidence of stroke doubled in low- and middle-income countries during 1990-2016. The main purpose of this study was to determine the description of Non Contrast CT-Scan Modalities in TIA patients at Pasar Rebo Hospital. Methods : This study is an observational descriptive study with a retrospective approach. The population of this study were all patients diagnosed with TIA with a non-contrast head CT-scan examination who performed a non-contrast CT-Scan radiology The sample of this study was 54 samples taken with purposive sampling technique. Data analysis was performed on age group, gender, and impression of Non Contrast CT-Scan images. Results : The age group that showed the majority of TIA patients showed non-contrast CT-Scan results with no visible lesions with a total of 33 patients . 1%) while hypodense lesions were detected starting in the age group more or equal to 46 years with a total of 21 patients . 9%) dominated by the age group 46-55 years 10 patients . 5%). Of the 54 samples, 23 were male . 6%) and 31 were female . 4%). Hypodense lesions were found in the majority of the male sex as many as 11 patients . 4%) while the female sex Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 was 10 patients . 5%). Conclusion : Non-contrast CT-Scan results of TIA patients mostly had the impression of no visible lesions with a total of 33 patients . 1%) and hypodense lesions in the age group more or equal to 46 years with a total of 21 patients . 9%). Although the majority of samples were female, hypodense lesions were dominated by men with a percentage of . 4%) while the female gender was 10 patients . 5%). PENDAHULUAN Otak melindungi dan menjaga aliran darah yang konstan, namun arteri intrakranial besar dapat rentan terhadap penurunan aliran darah Arteri tersebut bercabang menjadi arteri pial yang lebih kecil dan arteriol yang membentang di sebelum memasuki jaringan otak. Arteri pial membentuk jaringan kolateral yang efektif, sehingga pembuluh darah pial, dampaknya tidak terlalu besar pada jaringan Namun, jika arteri pial bercabang ke dalam parenkim dan mengalami penyumbatan, arteriol parenkim yang terkena akan mengalami hipoperfusi lokal yang signifikan, yang dapat menyebabkan infark dan gejala stroke yang lebih cepat muncul di jaringan sekitarnya (Fan et al. Webb dan Werring, 2. Stroke Council of the American Heart Association (AHA) / American Stroke Association (ASA) menerbitkan pernyataan ilmiah memperbarui definisi transient ischemic attack (TIA), yaitu episode sementara disfungsi neurologis yang disebabkan oleh otak fokal, sumsum tulang belakang atau iskemia retina, tanpa infark akut. Berbeda dengan kondisi infark akut yaitu kematian sel otak, sumsum tulang belakang, atau retina yang pencitraan, atau bukti obyektif lain (Sacco et al. , 2. Transient Ischemic Attack (TIA) dapat didiagnosis melalui anamnesis yang cermat dan fokus. Gejala TIA hilangnya fungsi wajah, tungkai, bicara secara tiba-tiba seringkali gejala berulang dan Gejala fluktuatif dapat terjadi stroke lakunar pada pembuluh darah kecil, yang biasanya tidak progresif dan hanya berlangsung kurang dari 24 Diagnosis dapat menjadi sulit jika terdapat informasi yang tidak lengkap atau pasien datang dengan riwayat kecacatan. Oleh karena itu, harus waspada terhadap serangan TIA karena sering kali terabaikan karena gejalanya cenderung membaik perburukan stroke berikutnya adalah 11% dalam 7 hari dan 2429% dalam 5 tahun setelah Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 serangan (Coutts, 2017. Gocan et , 2. Stroke termasuk penyebab utama kematian kedua di dunia. Stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Sekitar 87% stroke adalah infark meningkat secara substansial antara tahun 1990 dan 2016, namun angka kematian menurun peningkatan intervensi klinis (Johnson et al. , 2. Pemberian yang cepat dan tepat terbukti bermanfaat bagi pasien, termasuk dalam penatalaksanaan stroke Namun, terdapat risiko Untuk menghindari risiko tersebut, pasien harus diskrining dengan hati-hati. Salah satu metode pencitraan yang paling Computed Tomography (CT) nonkontras karena ketersediaannya yang luas dan kemampuannya dalam mengambil gambar secara cepat dan mudah. CT-Scan secara dini penting dalam membedakan antara stroke iskemik dan stroke Pencitraan peranan yang sangat penting dalam diagnosis dan intervensi dini untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan yang terkait dengan stroke iskemik (Kauw et al. , 2. HASIL Distribusi karakteristik dasar pada subjek penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah : Karakteristik Dasar Subjek Penelitian METODE Penelitian Instalasi Radiologi RSUD Pasar Rebo mulai bulan Januari - Oktober 2024. Jenis deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TIA dilakukan pemeriksaan CT-Scan Non Kontras di Instalalasi Radiologi RSUD Pasar Rebo periode 2011 Besar sampel dalam penelitian ini 54 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu sampel akan dipilih sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi penelitian ini ialah seluruh pasien yang terdiagnosis TIA dengan pemeriksaan CT-scan Kepala non-kontras dengan rekam medik lengkap. Kriteria Ekslusi Pasien data rekam medik Pasien melakukan pemeriksaan CT-Scan Non Kontras. Pasien tidak memiliki pembacaan CT-Scan Non Kontras oleh dokter spesialis radiologi. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, umur, jenis kelamin, dan hasil pemeriksaan CTScan Non Kontras oleh dokter spesialis radiologi. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Tabel 1. Distribusi Karakteristik Dasar Subjek Penelitian Variabel Jumlah . Persentase (%) Usia 26 - 35 36 - 45 46 - 55 56 - 65 >65 Total Jenis Laki-laki Kelamin Perempuan 31 Total Karakteristik dasar subjek penelitian pasien TIA rawat inap di RSUD Pasar Rebo. Dari data bahwa kelompok usia yang mendominasi ialah kelompok usia 46-55 tahun sebanyak 20 orang . %). Pasien TIA yang dirawat inap juga di temukan pada kelompok usia muda antara orang. ,3%). Pada variabel jenis kelamin dari total 54 pasien TIA, terdapat Pada tabel 2 didapatkan data bahwa gambaran radiologi CT-Scan Non-Kontras kepala yang abnormal yang yang di temukan pada pasien TIA diantaranya gambaran lesi hipodens . dan, gambaran kesan tidak tampak 23 orang . ,6%) diataranya laki-laki, orang. ,4%). Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini, distribusi dibandingkan laki-laki. Distribusi Pasien Pasien TIA berdasarkan Hasil CT-Scan Non Kontras Tabel 2. Distribusi Subjek Penelitian Gambaran Hasil Pemeriksaan Hasil CT-Scan Non Kontras Hasil CT-Scan Non Kontras (Kesan/kesimpul Lesi Hipodens (Infar. Tidak Tampak Lesi (Tidak Total Frekuen Perse n (%) infark, perdarahan, edema cerebri maupun sol intracranial. Gambran dari radiologi CT-Scan Non Kontras pada pasien TIA kelainan di lesi hipodens sebanyak 21 pasien . ,9%) dan gambaran Tabel 3. Distribusi Gambasaran hasil CT-Scan Non Kontras Pasien TIA Rawat Inap berdasarkan Usia Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 maupun sol intracranial sebanyak 33 pasien . ,1%). Usia . Hasil CTScan Total Total 26 - 35 36 - 45 46 - 55 56 - 65 Lesi Hipod Tidak k Lesi Dari tabel 3 dapat dilihat gambaran hasil CT-Scan non kontras pasien TIA berdasarkan kelompok Gambaran kesan lesi hipodens kelompok usia tertentu. Gambaran lesi hipodens ditemukan 10 kasus . ,5%) pada kelompok usia 46-55 tahun, 5 kasus . ,3 %) pada kelompok usia 56-65 tahun, 6 kasus . ,1 %) pada kelompok >65 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil CT-Scan non kontras pasien TIA dengan kesan lesi hipodens di usia lebih atau sama dengan 46 tahun. >65 Gambaran kesan tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL intrakranial ditemukan 5 kasus . ,3%) pada kelompok usia 26-35 tahun, 8 kasus . ,8%) pada kelompok usia 36-45 tahun, 10 kasus . ,5%) pada kelompok usia 46-55 tahun, 7 kasus . %) pada kelompok usia 56-65 tahun, 3 kasus . ,3 %) pada kelompok >65 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil dengan gambaran kesan tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL intrakranial ditemukan pada seluruh kelompok usia pasien TIA. Tabel 4. Distribusi Gambasaran hasil CT-Scan Non Kontras Pasien TIA Rawat Inap berdasarkan Jenis Kelamin Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 selama tahun 2011 hinggan 2024 didapatkan bahwa modalitas CTScan non kontras pada pasien TIA Dari tabel 4 dapat dilihat Jenis Kelamin Hasil CTScan Total Laki-Laki Perempuan Lesi Hipodens Tidak tampak Lesi Total gambaran hasil CT-Scan non kontras pasien TIA berdasarkan kelompok jenis kelamin. Gambaran kesan lesi hipodens ditemukan 11 kasus . ,4%) pada pasien laki-laki dan 10 kasus . ,5 %) pada pasien Gambaran kesan tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL intracranial ditemukan 12 kasus . ,2%) pada pasien laki-laki dan 21 kasus . ,9%) pada pasien perempuan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil ct scan non kontras pada pasien TIA terdistribusi merata pada setiap kelompok jenis kelamin dan didominasi perempuan dengan gambaran tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL intracranial. PEMBAHASAN Karakteristik Dasar Subjek Penelitian Dari hasil penelitian yang mengambil data di bagian radiologi dan rekam medik RSUD Pasar Rebo di dapatkan 54 pasien TIA rawat inap yang didominasi hasil CT-scan non kontras dengan tidak tampak lesi sebanyak 33 pasien . 1%), kelainan di lesi hipodens sebanyak 18 pasien . 3%) dan kelainan lain . ampak kalsifikas. sebanyak 3 pasien . 6%). Hal ini sesuai dengan yang disebutkan oleh Asosiasi Stroke Amerika (ASA) bahwa pada pasien dengan TIA. CT-Scan mungkin akan dapat mendeteksi infark otak. Infark otak yang sesuai dengan gejala TIA dapat ditemukan pada sekitar 29% hingga 34% Meskipun jarang terjadi, pasien dengan defisit neurologis fokal transien yang mengarah ke TIA dapat memiliki kondisi seperti hematoma subdural, tumor otak, malformasi arteriovenosa (AVM). Namun, (ICH) penyebab TIA hampir dapat dikecualikan, karena gejala yang membaik dengan cepat tidak sesuai dengan diagnosis ICH (Amin et al. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Culebras et al. , 1. Tabel 3 mendapatkan hasil distribusi dari modalitas ct-scan TIA dimulai dari usia lebih sama dengan 46 tahun dengan total 18 kasus . ,3%). Penelitian yang sama dilakukan oleh oleh Wasserman et al. menunjukkan bahwa dari 2028 pasien TIA dengan usia rata-rata Menjalani CT scan dalam waktu 24 jam setelah muncul gejala didapatkan sebesar 814 pasien ,1%) iskemia dengan temuan 4,2% pasien menunjukkan iskemia akut, 24,2% pasien menunjukkan iskemia kronis, dan 18,8% pasien tanda-tanda Sebagian besar pasien masih mengalami gejala saat tiba di UGD, dan mayoritas berlangsung lebih dari satu jam (Wasserman et al. , 2. Tabel 4 mendapatkan hasil distribusi dari modalitas ct-scan non kontras pasien TIA dengan menunjukan kasus TIA terbanyak pada perempuan sebanyak 21 kasus . ,9%) pada gambaran ct scan non kontras dengan kesan tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL Penelitian terbaru dilakukan oleh Ferguson et al. menunjukkan bahwa dari total pasien 8. 382 pasien menjalani CT scan dalam waktu 24 jam setelah pemeriksaan di UGD dengan rata-rata usia pasien dalam penelitian ini adalah 68,5 tahun dan 52% dari total pasien adalah wanita, menunjukkan hasil 54,2% pasien menunjukkan setidaknya satu temuan lesi iskemia atau mikroangiopati, 1,2% iskemia akut, 8,6% iskemia kronis, 26,4% Penelitian ini juga mencatat bahwa risiko stroke tertinggi terjadi dalam tujuh hari pertama setelah TIA (Ferguson et al. , 2. Diagnosis TIA dilakukan dan tidak ada tes Pencitraan otak dapat membantu dalam mengeliminasi diagnosis alternatif, memprediksi risiko. Penggunaan CT scan pada pasien yang dicurigai menderita TIA mungkin tidak tepat karena dampak negatif dari paparan radiasi CT. Panduan sebelumnya yang menyarankan pencitraan pada dugaan TIA masih belum terbukti secara Karena pencitraan yang tinggi dan ekonomi, strategi diagnostik yang klinis ahli. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim ini dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ini dapat menghemat Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 (National Guideline Centre (UK). Salah satu kendala utama Transient ischaemic attack (TIA) adalah CT-Scan NonKontras dalam diagnosis TIA. Sebagian besar literatur lebih berfokus pada stroke iskemik akut daripada TIA, sehingga mengenai efektivitas CT-Scan Non-Kontras dalam kasus TIA. Beberapa menunjukkan bahwa literatur pasien TIA dengan pasien stroke interpretasi karena perbedaan patofisiologi dan gambaran klinis. Selain itu, literatur tentang CTScan Non-Kontras pada TIA cenderung bersifat retrospektif, dengan sampel populasi yang kecil dan heterogen. Karena itu, keterbatasan dalam generalisasi hasil dan validitas eksternal dari temuan penelitian (Mendelson Prabhakaran, 2021. Seeters et al. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakuan dapat diambil kesimpulan bahwa ischaemic attack yang melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan di RSUD Pasar Rebo peride 20112024 dengan tujuan penelitian peran CT-Scan non kontras dalam diagnosis pasien yang diduga mengalami transient ischaemic attack (TIA). Berdasarkan hasil deskriptif retrospektif yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan utama dapat diambil, pasien TIA paling sering di usia 45-60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan rata-rata perawatan selama 3-4 Hasil CT-Scan non kontras menunjukkan hasil dari 54 pasien TIA rawat inap yang didominasi hasil CT-scan non kontras dengan tidak tampak infark, perdarahan, edema cerebri maupun SOL Intrakranial sebanyak 33 pasien . 1%), kelainan di lesi hipodens sebanyak 18 pasien . 3%) dan kelainan lain . ampak kalsifikas. sebanyak 3 pasien . 6%). SARAN