Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis. Vol. 2 No. 1 Edisi Desember 2018 PEMBERIAN BIOPLUS DAN PAKAN TAMBAHAN DEDAK TERHADAP PERFORMA BOBOT BADAN SAPI PO DI KABUPATEN SUKABUMI Suppmentation Bioplus and Rice Bran on Performance of Ongole Crossbred Cattle in Sukabumi District Sudradjat* Jurusan Penyuluhan Peternakan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor *Korespondensi Penulis: E-mail sudradjat1955@gmail. Diterima: Januari 2018 Disetujui terbit: April 2018 ABSTRACT Bioplus is a probiotic derived from rumen contents containing selectively selected roughage fiber grains and interacts positively with targeted cattle rumen microbes. Provision of bioplus and the addition of rice bran to Ongole Cossbred Cattle in Sukabumi Regency aimeds to increase the daily weight gain (PBBH) of PO cattle. In this study, 16 male bulls aged 2-2. 5 years old with body weights of 310kg A 16. 2 kg were used. The cattle were divided into 4 treatment groups (P0. P1. P2 and P. each of 4 replications according to a completely randomized design. Catlle in the control group (P. wasfed with 30 kg of grass 3 kg of cassava. P1 : P0 2. 5 kg rice bran. P2: P0 2. 5kg rice bran 200 g bioplus and P3 : P0 2. 5 kg rice bran 400 g bioplus. The results, showed that the bioplus and rice bran addition significantly increased body weight of PO cattle (P <0. Average daily gain for P3 was 6871 kg per head per day, whereas for P2. P1 and P0 were 0,3244, 0. 2363 and nly 0. 1173 kg per head per day,respectively. Feed conversion ratio of P3 group was 10,77 and it was the most efficient as compared to othertreatments, i. 22,81, 31,32 and 44,4 for P2. P1 and P0,respectively. Based on these results bioplus and rice bran are recommended to be used as supplements in feed of PO cattle because it can increase daily weight gain. Key words: bioplus, rice bran. PBBH and feed conversion ABSTRAK Bioplus adalah probiotik berasal dari isi rumen yang mengandung mikroba pencerna serat kasar yang terseleksi dan berinteraksi positif dengan mikroba rumen ternak target. Pemberian bioplus dan penambahan dedak pada sapi PO di peternak Kabupaten Sukabumi bertujuan untuk meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi PO. Dalam kajian ini dipergunakan 16 ekor sapi jantan PO umur 2-2,5 tahun dengan bobot badan 310, 18 kg A16,16 kg. Sapi tersebut dibagi dalam 4 kelompok perlakuan(P0. P1. P2 dan P. masing-masing 4 ulangan. Kelompok sapi tersebut selama pengkajian diberi pakan pada P0 yaitu kebiasaan petani 10% dari BB rumput 3 kg singkong. P1 sapi diberi pakan P0 2,5 kgdedak. P2 sapi diberi pakan P0 2,5 kg dedak 200 gram bioplus dan P3 sapi diberi pakan P0 2,5 kg dedak 400 gram. Hasil analisis dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL), menunjukkan bahwa pemberian bioplus dan penambahan dedak berpengaruh sangat nyata (P<0. terhadap pertambahan bobot badan sapi PO. Pada sapi dengan perlakuan P3 pertambahan bobot badan 0,6871kg per ekor per hari. P2 0,3244kg per ekor per hari. P1 0,2363 kg per ekor per hari, sedangkan pada Po merupakan kebiasan petani hanya 0,1173 kg per ekor per hari. Konversi pakan sapi kelompok P3 sebesar 10,77 dan paling efisien dalam penggunaan pakan dibandingkan dengan kelompok P2 22,81, kelompok P1 31,32 dan kelompok P0 44,4. Berdasarkan hasil kajian tersebut bioplus dan dedak dapat direkomendasikan bagi peternak untuk pakan dalam penggemukan sapi PO karena mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian. Kata kunci: bioplus, dedak. PBBH dan konversi pakan Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis. Vol. 2 No. 1 Edisi Desember 2018 PENDAHULUAN Kebutuhan daging di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun penduduk dan peningkatan pendapatan Konsumsi daging penduduk Indonesia pada tahun 2015 dilaporkan 2,56 kg/kapita/tahun dan meningkat menjadi 2,61 kg/kapita/tahun atau sebanyak 674. 690 ton di tahun 2016 sementara produktifitas sapi di Indonesia rendah yaitu 441. 761 ton (Musdalifah, 2016 dan Sutama, 2. Dalam memenuhi kebutuhan daging tersebut Pemerintah telah berupaya menyediakan daging selain dari dalam negeri juga berasal dari luar negeri melalui impor. Pada tahun 2016/2017 pemerintah mengeluarkan program AuSapi Induk Wajib BuntingAy (SIWAB) untuk mendorong peningkatan populasi dan produksi sapi potong dalam negeri. Salah satu program pendukungnya adalah perbaikan pakan. Rendahnya produktifitas sapi potong yang dilakukan oleh petani peternak di perdesaan pada umumnya disebabkan penggemukan yang dilakukan masih secara tradisional dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Bahan pakan umumnya berupa rumput lokal dan limbah pertanian seadanya, tanpa memperhatikan kuantitas dan kualitasnya. Upaya perbaikan pakan sudah dilakukan sebelumnya melalui penelitian penambahan singkong pada pakan sapi PO (Peranakan Ongol. jantan yang sedang digemukkan, hasilnya menunjukan perbaikan bobot badan harian yang positif (Sugandi, 2. Penambahan dedak dan bioplus juga sudah dilakukan pada pakan sapi PO jantan yang sedang digemukkan, (Sudradjat, 2. Akan tetapi penelitian mengkombinasikan bahan pakan antara singkong, dedak dan bioplus belum banyak dilakukan, oleh karena itu kesempatan mengambil materi perbaikan pakan dalam ransum sapi yang digemukkan dengan menggunakan kombinasi bahan pakan tambahan yaitu singkong, dedak dan bioplus selain rumput sebagai makanan Pemberian probiotik berupa bioplus disertai dengan penambahan dedak padi sebesar 1% dari bobot badan dilaporkan mampu menghasilkan pertambahan bobot badan sapi PO (Peranakan Ongol. sebesar 0,78 kg/ekor/hari lebih tinggi dari yang tanpa bioplus, yakni sebesar 0,44 kg/ekor/hari (Sudradjat, 2. Studi yang lain juga melaporkan bahwa pemakaian probiotik bioplus meningkatan bobot badan sapi PO jantan di Lampung dari 0,7 kg/ekor/hari menjadi 1 kg kg/ekor/hari (Santosa et al, 1. Oleh karena itu, diaplikasikan di lapangan atau perdesaan sehingga meningkatkan kesejahteraan Dalam memecahkan masalah yang dihadapi peternak terutama di daerah sentra penggemukan sapi potong di Kabupaten Karawang diperlukan penyebar luasan informasi mengenai pemberian probiotik bioplus dan pakan tambahan untuk kualitas ransum pakan dengan menggunakan bahan pakan potensial lokal berupa dedak padi. Menurut (Schalbroeck, 2. , produksi dedak padi di Indonesia cukup tinggi per tahun dapat mencapai 4 juta ton. Tujuan probiotik bioplus dan pakan tambahan dedak terhadap pertambahan bobot badan PEMBERIAN BIOPLUS DAN PAKAN TAMBAHAN DEDAK TERHADAP PERFORMA BOBOT BADAN SAPI PO DI KABUPATEN SUKABUMI. Sudradjat harian (PBBH), dan konversi pakan sapi potong PO dalam usaha penggemukan Parameter yang diamati meliputi. pertambahan bobot badan harian (PBBH), konsumsi dan konversi pakan. METODE Kandungan nutrisi bahan pakan yang berasal dari sampel bahan pakan penelitian yang kemudian dianalisis proksimat di Laboratorium Balai Penelitian Ternak Ciawi Bogor meliputi. protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan kadar abu, sedangkan untuk kandungan BETN dan TDN menggunakan rumus (Hartadi et al, 2. Penelitian pemanfaatan probiotik dan perbaikan pakan pada sapi PO (Peranakan Ongol. dilakukan di tingkat petani . n far. di kelompok tani Kabupaten Sukabumi. Agustus 2017. Sapi dipelihara oleh peternak secara intensif dengan cara dikandangkan dan diberi pakan hijauan segar berupa rumput lokal yang diberikan 2 kali sehari pagi dan sore . Bioplus yang digunakan berasal dari Balai Besar Penelitian Ternak Ciawi Bogor, sedangkan dedak untuk perbaikan pakan berasal dari sisa hasil pabrik penggilingan padi daerah Kabupaten Sukabumi. Dalam kajian ini dipergunakan 16 ekor sapi jantan PO umur 2-2,5 tahun dengan bobot badan 310, 18 kg A16,16 kg. Sapi tersebut dibagi dalam 4 kelompok perlakuan(P0. P1. P2 dan P. masing-masing 4 ulangan. Kelompok sapi tersebut selama pengkajian diberi pakan pada P 0 yaitu kebiasaan petani 30 kg rumput 3 kg singkong. P1 sapi diberi pakan P0 2,5 kgdedak. P2 sapi diberi pakan P0 2,5 kg dedak 200 gram bioplus dan P 3 sapi diberi pakan P0 2,5 kg dedak 400 gram. Sebelum dilakukan penggemukan terlebih dahulu sapi diberi obat cacing, vitamin B komplek dan bioplus. Setiap ekor sapi diukur lingkar dadanya untuk menggunakan rumus Schroll. Selanjutnya pertambahan bobot badan sapi, dilakuan pengukuran lingkar dada pada waktu awal dan akhir penelitian. Schroll = Rumus Bobot badan . Rumus = . ingkar dada. 2/100 Rumus : BETN = 100 - . %SK %Lmk %Prot kasa. Rumus persamaan regresi pakan kelas TDN% = - 55. 769 (CF) -51. 083 (EE) 1. (NFE) -0. 334 (P. 049 (CF)2 3. 384EE)2- 0. (CF) (NFE) 0. 687 (EE) (NFE) 0. 942 (EE) (P. 112(EE)2(P. Keterangan: CF = serat kasar. EE = Ekstrak Eter. NFE = bahan ekstrak tanpa nitrogen, = protein. Pertambahan bobot badan (PBB) diperoleh dari selisih bobot badan sapi akhir dengan bobot badan sapi awal penelitian. PBBH merupakan hasil dari pembagian antara PBB dengan jangka waktu atau lamanaya waktu penelitian. Konsumsi pengukuran dari rata-rata jumlah pakan yang dimakan dan dikonversikan dalam bahan kering (BK), sedangkan konversi pakan adalah jumlah pakan . ahan kerin. yang dikonsumsi dibagi dengan PBBH persatuan waktu. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis. Vol. 2 No. 1 Edisi Desember 2018 HASIL DAN PEMBAHASAN Kandungan Percobaan Nutrisi Bahan Pakan Hasil analisis proksimat dari bahan pakan yang digunakan untuk keperluan yaitu rumput, dedak dan singkong kandungan proteinnya rendah. Hartadi et al. menyebutkan bahwa pakan yang mengandung protein >20% merupakan bahan pakan sebagai sumber Rumput mengandung serat kasar yang tinggi dibandingkan dengan dedak dan singkong. Bahan pakan disebut kadar serat kasarnya tinggi, apabila kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (Hartadi, et al, 2. Hasil analisis proksimat bahan bahan pakan yang digunakan dalam penelitian berupa rumput, singkong dan dedak padi dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kandungan nutrisi rumput, dedak dan singkong Jenis pakan BK* Rumput lapang Dedak padi halus Singkong 91,93 86,63 85,55 Nilai kandungan berdasarkan bahan kering (%) PK* LK* SK* Abu* BETN** TDN*^ 9,58 1,75 30,36 12,56 55,35 10,43 9,06 7,16 6,88 66,47 74,74 2,44 0,54 1,35 94,15 91,45 *Hasil analisis di Laboratorium Balai Pelitian Ternak Ciawi Supriyati . **Hasil perhitungan (Hartadi, et al. , 2. Kandungan rumput lapang yang digunakan selama penelitian berkualitas cukup baik dengan kandungan >9%. Umumnya kandungan protein rumput lapang sekitar 2,8% sampai yang terbaik 12,4% (Duldjaman, 2. Kandungan protein rumput lapang ini lebih rendah dibandingkan dengan rumput budidaya, seperti rumput gajah atau rumput raja sekitar 10,7%. Kandungan protein dedak padi yang digunakan dalam kegiatan ini cukup tinggi yaitu 10,43%, sedangkan Fatul . menyebutkan kandungan protein dedak halus sekitar 5,95 samapai dengan 13,18%. Sedangkan kandungan protein singkong sesuai standar yaitu 1,3 sampai dengan 3%. Dalam penelitian ini juga digunakan mengandung mikroorganisme nonpatogen. Menurut Winugroho, et al. bioplus mengandung mikroorganisme yang telah diseleksi dengan menggunakan metode Balitnak (Ruminococcus flavetaciens. Bacteroides succinogenes. Ruminococcus sp. ), dan kelompok jamur yaitu Neocalimastic frontalis. Ruminomyces sp. Anaeromyces , dan Orpinomyces sp. Konsumsi Pakan Konsumsi pakan adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak. Ternak hanya dapat hidup, berkembang dan berproduksi apabila memperoleh pasokan nutrisi yang Pasokan dikonsumsi oleh sapi PO percobaan pada perlakuan P0. P1. P2 dan P3 dapat dilihat pada Tabel 2, 3, 4, 5. Tabel 2. Kandungan zat-zat makanan ransum yang dikonsumsi Sapi PO P0 Bahan Rumput Dedak Singkong Jumlah Kebutuhan 4,29 0,94 5,24 7,85 0,43 8,29 14,37 Kandungan Nutrisi (%) ABU 1,43 24,89 10,29 0,09 0,27 0,24 1,53 25,16 10,54 > 14 BETN 37,47 16,94 54,42 >58 TDN 45,38 16,46 61,84 82,06 PEMBERIAN BIOPLUS DAN PAKAN TAMBAHAN DEDAK TERHADAP PERFORMA BOBOT BADAN SAPI PO DI KABUPATEN SUKABUMI. Sudradjat Tabel 3. Kandungan zat-zat makanan ransum yang dikonsumsi Sapi PO P 1 Bahan Rumput Dedak Singkong Jumlah Kebutuhan 4,35 0,95 2,16 7,48 5,58 1,32 0,70 7,61 10,06 Kandungan Nutrisi (%) ABU 1,02 17,69 7,32 1,15 0,90 0,87 0,15 0,43 0,39 2,32 19,04 8,58 > 14 Pada Tabel 2 terlihat bahwa pada sapi dengan perlakuan PO . idak diberi konsumsi bahan kering pakan hanya 5,24 kg per ekor per hari, padahal kebutuhuhan bahan kering pakan pada sapi dengan bobot badan 300 kg memerlukan BK sebanyak 7,4 (Yulianto dan Saparinto, 2. bahkan menurut BETN 26,63 8,44 27,31 62,39 >58 TDN 32,26 9,49 26,53 68,28 57,48 NRC . bahwa kebutuhan konsumsi bahan kering untuk sapi potong dengan bobot badan 300 kg memerlukan bahan kering (BK) 8,4 kg. Kandungan protein dan TDN dalam ransum PO juga kurang, seharusnya protein 14,3 dan TDN 82% (Fathul, 2. Tabel 4. Kandungan zat-zat makanan ransum yang dikonsumsi Sapi PO P 2 Bahan Rumput Dedak Singkong Jumlah Kebutuhan 4,29 0,95 2,16 7,48 5,54 1,33 0,71 7,59 10,16 Kandungan Nutrisi (%) ABU 1,01 17,57 7,27 1,16 0,91 0,88 0,15 0,43 0,39 2,33 8,54 > 14 Kandungan BK dan TDN (Tabel 3 yang terkandung dalam pakan sapi untuk P1 dan P2 sudah cukup bahkan lebih BETN 26,45 8,52 27,57 62,55 >58 TDN 32,04 9,58 26,78 68,40 58,02 sedikit, tetapi kandungan proteinnya kurang hanya 7,5%,padahal seharusnya lebih dari 10% (Fathul, 2. Tabel 5. Kandungan zat-zat makanan ransum yang dikonsumsi Sapi PO P 3 Bahan Rumput Dedak Singkong Jumlah Kebutuhan 4,32 0,95 2,17 7,45 5,56 1,33 0,71 7,60 10,10 Kandungan Nutrisi (%) ABU 1,01 17,64 7,29 1,15 0,91 0,87 0,15 0,43 0,39 2,32 18,99 8,57 > 14 Pada Tabel 5 menunjukan bahwa kebutuhan bahan kering dan TDN sudah terpenuhi sesuai dengan standar bobot badan sapi 300kg yaitu 57,7% dan 7,4 kg (Fathul, 2. Menurut Toelihere . bahwa faktor pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pertambahan berat badan dan kejadian pubertas dibandingkan dengan faktor umur. Nurhayu dan Sariubang . melaporkan bahwa pertumbuhan dipengaruhi oleh zat-zat makanan, genetik, jenis kelamin dan Selanjutnya Tomaszeweska, 1933 BETN 26,56 8,47 27,42 62,46 >58 TDN 32,17 9,53 26,63 68,33 57,71 dalam Manurung . menyatakan laju pertambahan bobot badan dipengaruhi oleh umur, lingkungan dan genetik dimana bobot badan awal fase penggemukan Ditambahkan Siregar . bahwa pertumbuhan yang cepat terjadi pada periode lahir hingga usia penyapihan dan puberitas, namun setelah usia puberitas hingga usia dewasa, laju pertumbuhan mulai menurun dan akan terus menurun hingga usia dewasa. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis. Vol. 2 No. 1 Edisi Desember 2018 Pada usia dewasa, pertumbuhan sapi Pemberian bioplus memperkaya jumlah mikrobia yang terdapat dalam Pada sapi dengan perlakuan P 2 memperoleh bioplus setengah dosis atau 200 gram selama penelitian, sedangka perlakuan P3 memperoleh bioplus satu dosis atau 400 gram selama penelitian. Probiotik bioplus adalah campuran mikroba non-pathogen pencerna serat . opulasi 109/g. dan fungi . opulasi 105/g. Pemberian bioplus bertujuan memperbaiki produktivitas khususnya dalam efisiensi pemanfaatan pakan kualitas rendah. Sedangkan populasi mikroba dalam bolus yaitu kelompok bakteri 2. 0 x10 8, protozoa dan fungi 2. 6x104 per ml (Winogroho, et al. , 1. Pertambahan Bobot Badan Harian Pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi PO (Peranakan Ongol. selama penelitian akibat dari pemberian bioplus dan perbaikan pakan dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 6. Pengaruh pemberian bioplus dan perbaikan pakan terhadap PBBH Sapi PO . Parameter BB Awal 308,46 A 27,26 313,36 A 10,46 308,015 A 4,53 310,903 A20,62 BB Akhir 311,98 A 27,24 320,445 A 7,76 317,747 A 5,35 331,52 A 21,29 PBB . 3,52 7,09 9,73 20,61 PBBH . * 0,23a 0,32a 0,68ab *Huruf yang berbeda pada baris yang sama menunjukan perbedaan yang sangat nyata (P<0,. Pertambahan bobot badan harian sapi PO pada perlakuan P3 . emberian rumput, singkong, dedak dan 1 dosis bioplu. meningkat sangat nyata (P<0,. dibandingkan dengan sapi yang hanya diberi perlakuan P2 . umput, singkong, dedak dan 0,5 dosis bioplu. P1 . umput, singkong,dan deda. dan perlakuan P 0 . Sedangkan pertambahan bobot badan sapi PO pada perlakuan P2 walaupun ada perbedaan dengan P0 maupun P1, tetapi secara statistik tidak ada pengaruh perbedaan yang nyata. Perbaikan pakan penambahan bioplus mampu memperbaiki penampilan sapi berupa pertambahan bobot harian (PBBH) sebesar 0,69 kg pada perlakuan P3 . api yg diberi rumput 1 dosis bioplus singkong deda. Pada sapi yang diberi perlakuan P 2 . api yang diberi rumput 0,5 dosis bioplus singkong deda. pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi sebesar 0,32 kg, pada sapi yang hanya diberi rumput Singkong dan dedak (P. pertambahan bobot badan hariannya (PBBH) 0,37 kg, sedangkan pada sapi dengan perlakuan petani yang hanya diberi rumput pertambahan bobot badan harian sebesar 0,12 kg. Hasil penelitian tersebut di atas sebelumnya bahwa pemberian bioplus dapat meningkatkan PBBH Sapi PO (Sudradjat, 2. Pemberian probiotik penambahan dedak padi sebesar 1% dari berat badan mampu menghasilkan pertambahan bobot badan sapi PO (Peranakan Ongol. sebesar 0,62 kg/ekor/ hari lebih tinggi dari yang tanpa bioplus, yakni sebesar 0,368 kg/ekor/hari. Efek nyata lain dari pemakaian probiotik bioplus adalah terjadinya peningkatan bobot badan sapi PO jantan di Lampung dari 0,7 kg/ekor/hari menjadi 1 kg kg/ekor/hari (Santosa et al. , 1. Pada pengujian selanjutnya dengan BNT terlihat bahwa perlakuan P 3 berbeda sangat nyata (P< 0. terhadap sapi yang hanya diberi perlakuan P 0. P1 dan P2. PEMBERIAN BIOPLUS DAN PAKAN TAMBAHAN DEDAK TERHADAP PERFORMA BOBOT BADAN SAPI PO DI KABUPATEN SUKABUMI. Sudradjat Hal ini terjadi akibat dari perbedaan kandungan nutrisi pakan dan jumlah mikroba yang diberikan atau yang dikonsumsi pada Sapi. Hal ini didukung oleh Utomo . yang menyebutkan bahwa PBBH ditentukan oleh jumlah nutrien yang dikonsumsi. Pemberian bioplus bertujuan memperkaya jumlah mikroba dalam rumen, mikroba berfungsi sistem/kemampuan mencerna pakan dengan meningkatkan Sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan meningkatkan pertambahan bobot badan ternak (Winogroho et al. , 1. Konversi Pakan Nilai konversi pakan adalah jumlah pakan . ahan kerin. yang dikonsumsi dibagi dengan PBBH persatuan waktu. Nilai dinyatakan efisien apabila jumlah pakan yang dikonsumsi lebih sedikit, tetapi menghasilkan PBBH yang lebih tinggi (Nurhayu dan Sariubang, 2. Rata-rata nilai konversi pakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut (Tabel . Tabel 7. Nilai konversi pakan dari sapi perlakuan dalam penelitian Parameter Konsumsi BK . g/ekor/har. PBBH . g/ekor/har. Konversi pakan Dari tabel 7 tersebut terlihat bahwa nilai konversi pakan pada sapi yang diberi perlakuan P3 paling rendah yaitu 10,77 dan berturut-turut nilai konversinya naik pada sapi yang diberi perlakuan P 2. P1 dan P0 yaitu 22,81, 31,32 dan 44,4. Nilai konversi pakan pada sapi dengan perlakuan P3 cukup baik sesuai dengan pendapat Siregar . , bahwa nilai konversi pakan untuk sapi yang baik adalah 8,56 -13,29. Nurhayati dan Sariubang . , menyatakan semakin kecil rasio konversi pakan berarti semakin efisien pakan tersebut untuk menghasilkan pertambahan bobot badan. SIMPULAN Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan tersebut pemberian bioplus dan penambahan dedak pada pakan sapi PO yang sedang digemukkan dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas pakan yang dikonsumsi, dari konsumsi 5,24 kg menjadi 7,48 kg bahan kering per hari per ekor, meningkatkan TDN dari 61,8% menjadi 68,3% dan meningkatkan Perlakuan 0,23 0,32 31,32 22,81 0,68 10,77 PBBH dari 0,12 kg menjadi 0,68 kg serta meningkatkan efisiensi pakan dari nilai konversi 44,4 menjadi 10,77. DAFTAR PUSTAKA